Anda di halaman 1dari 4

MODUL 3 : PERSALINAN DAN NIFAS PATOLOGIS SKENARIO 3: KENAPA ANAK KU TIDAK BISA LAHIR ? Ny.

Pamelia (37 tahun) hamil anak ke-5 cukup bulan, diantar oleh Bidan ke Puskesmas seberang padang dengan rujukan : Partus tidak maju setelah dipimpin 2 jam. Dari pemeriksaan dokter didapatkan: TD: 130/70 mmHg, FUT 3 jari Bpx, TFU ; 35 cm , pada pemeriksaan Leopold : janin Letak kepala, His; 2-3x/35/S, DJJ; 13-12-13, VT; Pembukaan Lengkap, ketuban(-), sisa kehijauan, Ubunubun besar teraba didepan Hodge III-IV. Dokter memberikan antibiotika, memasang infus cairan D5% dan selanjutnya dokter merujuk Ny. Pamelia karena dikhawatirkan terjadinya ruptur uteri sebab saat dikateter urin kemerahan. Ny. Pamelia dirujuk ke Rumah Sakit M Djamil dengan diagnosis Kala II memanjang, untuk penanganan selanjutnya. Di rumah sakit, ibu merasakan kelelahan dan tidak kuat lagi untuk mengedan, dokter SpOG melakukan pemeriksaan ulang dokter memutuskan persalinan di terminasi dengan Forsep Ekstrasi, lahir bayi ; BBL 3500 gram, PB 50 cm, A/S 7/8. Dokter melakukan manual plasenta dan eksplorasi jalan lahir. Diberikan Oksitosin perinfus, setelah dilakukan penjahitan luka episiotomi ditemukan atonia uteri dengan tinggi fundus uteri 1 jari diatas pusat, dan perdarahan 600cc. Selanjutnya dokter melakukan massage uterus dan memberikan uterotonika yang sesuai. Pada hari ke dua post partum, pasien sering menangis yang tidak jelas sebabnya dan pasien tidak mau menyusukan bayinya. Akhirnya setelah ditenangkan oleh dokter, bidan dan keluarga pasien baru mau merawat bayinya dengan baik. Pasien dipulangkan pada hari ketiga pasca persalinan setelah dokter memastikan luka episiotominya baik dan pasien dapat buang air kecil dengan lancar. Bagaimana analisis anda mengenai persalinan Ny.Pamelia? TERMINOLOGI 1. Hodge III-IV: Bidang khayal untuk melihat posisi bayi pada jalan lahir setinggi iskiadika dan koksigis jika dilakukan vaginal toucher. 2. Forceps Estraksi: Persalinan Buatan melahirka bayi dengan satu tarikan 3. Manual Plasenta: Prosedur pelepasan plasenta dari tempat implantasinya dari dinding uterus dan mengeluarkanya dari kavum uteri dengan cara manual yaitu dengan tindakan invasi serta manipulasi dengan memasukan tangan sampai siku agar plasenta bersih. 4. Atonia Uteri: melemahnya kekuatan kontraksi uterus shingga tidak dapat menutup luka perdarahan 5. Massage Uterus: pemijatan pada uterus, untuk menurukan fundus uteri. 6. Episotomi: Insisi vagina ke perineum untuk mencegah robekan saat melahirkan dan mempermudah penyembuhan. Dilakukan saat HIS 7. Eksplorasi Jalan Lahir: pengawasan terhadap jalan lahir dengan membersihkanya dari sisasisa persalinan dan melihat apakah sudah normal atau belum 8. Uterotonika: Obat yang merangsang kontaksi uterus MENENTUKAN MASALAH 1. Mengapa Partus Ny. Pamelia tidak maju setelah dipimpin selama 2 jam? 2. Apakah ada hubungan usia, jumlah anak dengan partus lama? 3. Bagaimana interpretasi dari pemeriksaan dokter? 4. Kenapa diberikan antibiotic dan infuse D5%? 5. Mengapa Ny. Pamelia dikhawatirkan rupture uteri? 6. Apa hubungan uteri dengan urin kemerahan?

7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16.

Kenapa Ny. Pamelia di diagnosis Kala II memanjang? Mengapa diterminasi dengn Forceps Ekstraksi? Bagaimana kondisi bayi yang baru lahir tersebut? Mengapa dilakukan manual plasenta dan eksplorasi jalan lahir? Mengapa oksitosin diberikan perinfus? Mengapa terjadi atonia uteri? Mengapa atonia uteri baru ditemukan setelah penjahitan luka episiotomi? Mengapa dilakukan Massage uterus? Mengapa pasien menangis dan tidak mau menyusui bayinya? Apa yang mengindikasikan kepulangan Ny. Pamelia selain luka episiotomy yang membaik dan BAK yang lancer?

ANALISIS MASALAH 1. Diduga mengalami distosia karena ketidak seimbangan antara ke tiga elemen berikut: Power: kekuatan kurang, ditambah factor umur yang tua, multipara dan penurun fungsi miomerium Passanger: kondisi bayi dan ukuranya Passage: jalan lahir 2. Usia 37 tahun, tenaga sudah kurang dan multipara, tekanan intraabomnal tidak maksimal, elastisitas uterus yang telah menurun, ibu kelelahan, bisa juga karena esalahan dalam memimpin persalinan, dimana embukaan belum lengkap dan ibu telah disuruh mengedan sehingga kelelahan 3. Interpretasi: Tekanan darah: Normal, <140/90mmHg, tetapi jarak sistol dan diastole jauh TFU: 3 jari Bpx artinya cukup bulan sekitar 40 Minggu Janin Letak kepala: kepala berada pada PAP dan bayi tidak sunsang HIS: 2-3x/35/S, S=Strong, kekuatan kontaksi kuat DJJ: 13-12-13= 38x4= 152dpm, Normal VT: Pembukaan lengkap artinya sudah bisa melahirkan Ketuban (-): Ketuban telah pecah atau dipecahkan sebelumnya, tidak boleh lebih dari 6 jam untk melakukan persalinan karena ditakutkan infesi dan bayinya kekeringan sehingga lebih sulit lagi dilahirkan. Sisa kehijauan: merupakn sisa-sisa air ketuban Ubun-Ubun teraba di depan Hodge III-IV: kepala telah masuk PAP,Ubun-ubun besar maksudnya adalah letak kepala tegak, merapakan kelainan posisi kepala, yang normal adalah ubun-ubun kecil dan kepala sedikit fleksi 4. Antibiotik diberikan sebagai profilaks infeksi ketika ketuban telah pecah D5% diberikan karena ditakutkan ibunya dehidrasi dan kehabisan tenaga agar ibu tidak memecah lemak dan tidak asidosis yang akan membahayakan nyawa ibu dan bayi 5. Kepala anak telah berada pada segmen bawah rahim, lama teregang dpat menyebabkan ruptur. Ruptur dapat disebabkan HIS yang kuat dan hambatan pada jalan lahir 6. Ditakukan Vesika Urinaria ikut teragang dan robek. Segmen bawah Rahim yang tertarik ikut menipis dan menarik vesika urinaria menyebabkan robekan-robekan minor sehingga dapat hematuria. 7. Karena Multigravida jam -1 jam sedangkan pada primigravida kala II ditunggu 1 jam. Pada nyonya pamelia yang telah 2 jam sehingga di diagnosis Kala II memanjang 8. Terminasi kehamilan ada 3 jenis Seksio Sesarea

9.

10.

11.

12. 13.

14. 15.

16.

Forsep : ibu tidak boleh mengedan, kepala harus bisa di pegang, pembukaan lengkap, ketuban telah pecah Vakum: Ibu boleh mengedan dan di bantu vakum dari luar agar bayi dapat lahir Kondisi bayi ditentukan Apgar Score 10-8 Normal 7-9 Normal sampai sedang 4-6 sedang 0-4 Buruk Apgar score bayi Ny. Pamelia 7/8 artinya kondisi bayi Ny. Pamelia normal sampai sedang Manual Plasenta Karena tenaga ibu tidak ada untuk melakukan kala III secara normal Eksplorasi jalan lahir: untuk pembersihan jalan lahir pasca persalinan Indikasi lain: Pendarahan postpartum > 400 cc Placenta belum lengkap Agar Kontraksi lebih kuat saat melahirkan, diberikan perinfus karena langsung masuk ke pembuluh darah. Selain itu lewat infuse dapat dikontrol dosisnya karena efek oksitosin yang sedikit saja dapat memberikan kontraksi yang kuat Faktor yang mempengaruhi adalah partus lama dan macet, multipara dimana uterus selalu berkontarksi disetiap kehamilan dan makin lama kontraksinya makin kurang. Karena tinggi fundus uteri yang tidak dibawah umbilicus dan perdarahan > 400cc yan artinya plasenta masih tersisa dan kontraksinya tidak cukup kuat untuk memvasokonstriksikan pembuuh darah agar pendarahan berhenti. Untuk merangsang kontraksi sehingga fundus uteri dapat turun Psikosis dan infeksi postpartum, umumya apada ibu yang melahirkan pertama kali. Kemungkinan disebabkan Sindrom post natal Blues yang merupakan perubahan mood dan hormonal yang menyertai persalinan. Contohnya sering menangis, cemas dan bingung dan keyakinan bahwa si ibu tidak dapat membesarkan anaknya, di khawatirkan jika di biarkan dapat membahayakan bud an bayinya Sudah mau merawat bayinya dengan baik

SKEMA

TUJUAN PEMBELAJARAN Mahasiswa mampu menjelaskan tentang: 1. Distosia Pada Kehamilan Patologis 2. Fetal Distress 3. Hemoragic PostPartum 4. Psikosis dan Depresi PostPartum 5. Bedah Obstetrik 6. Patologi Nifas dan Laktasi 7. Malformasi dan Malpresentasi 8. Farmakologi Persalinan dan Nifas