Anda di halaman 1dari 28

MANHAJ & MANAJEMEN DAKWAH KAMPUS

Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah...[QS. Ali Imran, 3: 110] Kami kisahkan kepadamu (Muhammad) cerita Ini dengan benar. Sesungguhnya mereka adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka, dan kami tambah pula untuk mereka petunjuk. [QS. Al Kahfi, 18:13]

@bach Januari 2011

PERTUMBUHAN DAKWAH KAMPUS


Empat Fase Pertumbuhan Dakwah Kampus
1. 2. 3. 4. Fase Pembentukan (1974 1985) Fase Perkembangan (1985 1994) Fase Pematangan (1994 2010) Fase Revitalisasi? Or Fase Kemunduran?

FASE PEMBENTUKAN

1.

2. 3. 4. 5. 6. 7.

Lahirnya dakwah kampus di ARH UI (1968), Salman ITB (1972) dan Jama'ah Shalahuddin UGM (1976) Pelaksanaan LMD di Salman ITB dan diikuti oleh kampus-kampus lain Kuatnya tekanan Orde Baru terhadap umat Islam dan kelompok kritis. Seperti: Penangkapan tokoh Islam, NKK/BKK, Tragedi Tanjung Priok, Asas Tunggal Keterlibatan yang masih kuat dari tokoh Masyumi dan alumni Pengkaderan Dosen PHI dalam pembinaan Dakwah Kampus Memanfaatkan masjid/mushola sebagai pusat aktivitas dan penekanan pada pembinaan Aqidah dan Akhlak Tidak ikut dalam gerakan politik mahasiswa ttp perlawanan laten trhdp Orde Baru Fase perintisan; ekstrimitas, eksklusif, berorientasi pada pencetakan kader militan

PERTUMBUHAN DAKWAH KAMPUS


FASE PERKEMBANGAN
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. Mulai menjadi alternatif aktivitas mahasiswa, sekaligus saingan bagi organisasi ekstra kampus Pembentukan & penguatan Jaringan nasional (FSLDK), sejak tahun 1986 Maraknya fikroh dan harokah Islam di Indonesia, termasuk di kampus Berlakunya PUOK & SMPT (1990) Kondisi umat Islam relatif tenang, tidak lagi konfrontatif. Mulai menuai kesuksesan; jilbab, SDSB, Peradilan Agama, Bank Muamalat, ICMI Keterlibatan tokoh Masyumi dan alumni Pengkaderan Dosen PHI sudah mulai berkurang Semakin kuatnya legitimasi formal LDK sebagai Unit Kegiatan Mahasiswa. Trend di kampus-kampus; LDK & Mentoring. Nasrul Fikroh; Islamisasi kampus, Maraknya jilbab dan simbol-simbol Islam. Menciptakan arus baru kesadaran Islam dikalangan mahasiswa. Penolakan terhadap sakralisasi Pancasila. Kader-kader dakwah kampus sudah dikenal baik. Dakwah Ammah Harakah Zahirah.

PERTUMBUHAN DAKWAH KAMPUS


FASE PEMATANGAN 1. Dominasi fikroh dan manhaj harakah, dibandingkan pemikiran Masyumi. 2. Pematangan fungsi dan peran FSLDK (Nasional dan Daerah) sebagai pembina dan pengembang dakwah kampus. 3. Mulai masuk ke wilayah politik kampus. Mengadakan diskusi dan seminar politik. Aktifis Dakwah Kampus menjadi ketua Senat Mahasiswa. Zulkifimansyah, UI (1994). Haryo Setyoko, UGM (1997); dan Vijaya ITB (1997). 4. Transformasi gerakan dengan pendirian KAMMI, setelah FSLDK X di Malang (29 Maret 1998) 5. Berperan dalam Reformasi 1998 6. Wujud implementasi Keterpaduan Masjid, Kampus & Pesantren 7. Dominasi sayap siyasi dibandingkan sayap daawi

PILAR-PILAR KEBANGKITAN UMMAT


Tiga Istilah Kunci (Keywords) Kebangkitan Ummat: 1. Al-Masyru al-Islami: proyek keislaman atau islamisasi 2. Al-Nahdlah al-Ummah: kebangkitan umat dari keterpurukan 3. Assasiyat: prinsip-prinsip dasar (fondasi pemikiran, bukan pilar, secara harfiah) Empat konsep dasar yang di bangun: Pembaharuan (Islah) yang menuntut perubahan dan kemajuan Metodologi Riset (Manhaj Qiraah) terdiri dari content analysis, tafsir atas teks, dan pemaknaan sesuai konteks zaman dan lokasi. Dakwah sebagai Proyek Kebangkitan: bukan pekerjaan individual, berjangka pendek, dan amatiran; tapi pekerjaan kolektif (perencanaan hingga pelaksanaan dan evaluasi), berjangka panjang (membangun peradaban baru) dan profesional Rekonstruksi Negara Ideal (Islah ad-Daulah/al-Hukumah): pemikiran, perjuangan, kebijakan, dan dimensi peradaban.

PENDIDIKAN SDM UMMAT DAKWAH KAMPUS


Tegaknya masyarakat dan daulah Islam ditopang oleh dua persiapan (Idad) yang menjadi pangkal dari seluruh persiapan ummat, yaitu: 1. Idad dakhili: mempersiapkan setiap pribadi-pribadi muslim sebagai syakhiyah jamaiyah, yang senantiasa memiliki sikap iltizam dengan jamaah harakiyah 2. Idad khoriji: mempersiapkan kader-kader menjadi syakhsiyah ijtimaiyah untuk terlibat aktif di tengah masyarakat dalam arti memberikan kontribusi yang nyata bagi kebutuhan-kebutuhan mereka. Untuk menjadi agent & director of change (al khutobaa al jamahiriy), yang mampu menjelaskan dan memecahkan permasalahan-permasalahan ummat (al faqih al syabiy), yang mampu menggalang kerjasama sosial (al amal attaawuni al khoyriy), yang mampu menumbuhkan ekonomi masyarakat dhuafa (masyrual iqtishodis syabi)
6

SNAPSHOOT DAKWAH KAMPUS


INPUT
Nasrani / Yahudi
SMU / MAN / STM (Raw Material )

PROSES
Marxis

OUTPUT ISLAM

Free Sex

KAMPUS (Kubangan Pemikiran)

Sekuler

Hedonis Permisive

3 Sektor Kehidupan

VISI MISI DAKWAH KAMPUS


Visi: Tersedianya kelas menengah muslim sebagai tulang punggung menuju transformasi Indonesia menuju Negara Madani. Misi: Adanya calon-calon wirausahawan, birokrat, profesional dan intelektual yang kompetitif dan regeneratif. Akselerasi aktifis dawah kampus yang kompetitif, regeneratif dan bermental petarung. Membangun jaringan ke organisasi-organisasi paska kampus. Menciptakan iklim yang kondusif bagi jiwa kewirausahaan dan penguasaan teknologi. Terbentuknya hubungan timbal balik yang sinergis antara dakwah ammah dengan pengkaderan

1. 2. 3.

TRILOGI DAKWAH KAMPUS Peran dan fungsi dawiyah, sebagai benteng

moral, harokah dan dakwah Peran dan fungsi siyasiyah sebagai agent & director of change (agen perubahan) Peran dan fungsi intelectual, sebagai iron stock (cadangan keras) & kompetensi akademik

ADK ADKP

CONTOH VISI DAKWAH KAMPUS 2010 - 2015

PENGUATAN PEMBINAAN KADER

PENGOKOHAN AMAL DAKWAH


(SYIAR & PELAYANAN DK)

PEMENANGAN DAKWAH KAMPUS (Entrepreneur)

Pembinaan Tarbawi & Haroki

Daawiy & Khidamiy

Syabiy & Siyasiy


(TOKOH)

(AKADEMISI, PROFESIONAL)

Ilmiy & Fanniy

Iqtishodiy

Ekspansi DK (Vertikal dan Horisontal)

RENSTRA DK UI
FUNGSI STRATEGIS

MANAJEMEN DK UI

STRUKTUR DAKWAH KAMPUS


STANDARISASI STRUKTUR
Kampus Persiapan M Tandzimiy Kampus Tahap I M Syabiy Kampus Tahap II M Muassasiy Kampus Tahap III M Dauliy

STANDARISASI KADER STRUKTUR

SDM STRUKTUR DAKWAH KAMPUS


KUALIFIKASI KADER STRUKTUR KOMPETENSI KADER STRUKTUR

PRINSIP DASAR DAKWAH KAMPUS


1. Dakwah harus disampaikan kepada semua lapisan golongan masyarakat, bahkan kepada semua individu manusia, 2. Kaidah dakwah kampus adalah dakwah ammah wa harokatudzh dzhohiroh (dakwah umum dan aktifitas terbuka). 3. Untuk menunjang operasi dan manuver dakwah harokiyah maka kita harus mengoptimalkan seluruh potensi yang ada, baik internal maupun eksternal. 4. Program dakwah yang akan digulirkan haruslah diset-up secara marhaliyah (bertahap) dengan mempertimbangkan fiqhul awlawiyat (azas prioritas) dan fiqhul muwazanat (azas kesetimbangan), dan harus senantiasa dimutabaahi hasilnya (in control) dan memperhatikan prinsip amal jamai. 5. Legal, Formal, dan Wajar 6. Dakwah Kampus bukan hanya untuk kampus dan Berbasis Kompetensi 7. Belajar dari Pengalaman DK Wilayah dan Negara lain 8. ADK harus menguasai medan dakwah, fiqh dakwah, fund raising dan ketrampilan mengemas kegiatan
10

PRINSIP PENYELENGGARAAN DAKWAH KAMPUS


1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Mengutamakan Dinamika Gerak Bukan Kebekuan Mengutamakan Kesederhanaan Bukan Berlebihan Metodologi Yang Fleksibel Tema Dan Isi Yang Menarik Terarah Dan Berkesinambungan Memberikan Keteladanan Dalam Segala Segi Membentuk Opini Dan Lingkungan Yang Islami Menuju Kepada Pembinaan Yang Tuntas, Integral, Dan Tidak Parsial
N o 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Jenis Kegiatan Semiloka/Lokarkary aDK Musyawarah (Musyker) Kerja Frekwensi MS 1 kali/th 1 kali/th FAK 2 kali/Th 2 kali/th

Koordinasi TDK Koordinasi Bersama Progress Report Laporan Amanah Akhir

Menyesuaikan tiap tahapan insidental 2 kali/Th 1 kali/Th 2 kali/Th 6 kali/th 1 kali/tahun 4 kali/Th 1 kali/Th 4 kali/Th 6 kali/tahun 1 kali/tahun

MODAL DASAR AKTIFIS DAKWAH KAMPUS 1. Penguasaan medan dakwah di kampus masing-masing. 2. Penguasaan fiqhud dakwah. 3. Ketrampilan menyelenggarakan kegiatan yang menarik.

Jaulah (supervisi dan pengendalian) Rapat (Rakor) Koordinasi dan

Evaluasi DK Suksesi MS

PERAN DAKWAH KAMPUS


Keunggulan Materi Kondusif dalam aspek politik

Kondusif dalam aspek ekonomi

Era Tranisisi (Reformasi)

INDONESIA

PERAN DAWAH KAMPUS ?

KRISIS MULTIDIMENSI

Indonesia Madani

Kondusif dalam aspek sosialbudaya Keunggulan Populasi

1. 2. 3. 4. 5.

Ali Ra pernah berkata: Al Haq yang tidak ternidzham akan dikalahkan oleh al bathil yang ternizham. Kampus / sekolah adalah komunitas kecil yang merepresentasikan sebuah negara dalam skala mini Kampus / sekolah merupakan tempat berkumpulnya orang-orang yang berpotensi menjadi penentu kebijakan di masa datang (Future Leaders) Pada saat-saat tertentu kampus dapat juga menjadi faktor yang ikut menentukan perubahan sejarah. Kampus dapat dijadikan sebagai sebuah laboratorium untuk menelurkan berbagai konsep. Sekaligus berfungsi pula sebagai sarana latihan bagi para aktifis dakwah dalam menerapkan konsepkonsep tersebut.
12

PERAN DAKWAH KAMPUS


Tahapan Keterlibatan Thulaby Partisipasi
(in-group, sosial,) (ide, dana, tenaga, kontrol)

Kontribusi

(komitmen ideologismoral)

Afiliasi

Aktifitas Kampus Org. Profesi Mhs. Kelompok Studi Fokus Ins. bisnis Mhs Ins. Riset Mhs Org. Intra/Ex. Mhs Asosiasi Profesi Asosiasi Pengusaha Lmbg Riset LSM/Ormas/ Orpol Profesional Enterpreneur Ilmuwan/ Birokrat Tokoh
13

SSE (Sosial Ekonomi Status)

1. Akselerasi
ELIT

'AMAL SIYASI

1.

2.

3.

Akselerasi aktifis dakwah kampus yang kompetitif, regeneratif dan bermental petarung. Membangun jaringan ke organisasiorganisasi pasca kampus. Menciptakan iklim yang kondusif bagi jiwa kewirausahaan dan penguasaan teknologi.

UPPER MIDDLE

'AMAL MIHANI

PEDAGANG INTELEKTUAL BIROKRAT PROFESIONAL

MIDDLE MIDDLE

MIDDLE CLASS

LOWER MIDDLE

Kelompokkelompok sosial

Kelompokkelompok sosial

Kelompokkelompok sosial

'AMAL THULLABY

MASS

DAWAH KAMPUS

14
POPULASI MUSLIM INDONESIA

KONSEP SUKSES DAKWAH KAMPUS


1. Sosialisasi Konsep DK yg terus menerus 2. Jenjang karir ADK 3. Kurikulum ADK 4. Organisasi DK yang solid 5. Dakwah Paska Kampus 6. Dakwah Budaya, Networking dan Jurnalistik 7. Harmonisasi Institusi DK Ketujuh hal tersebut dibingkai dengan dakwah humanis yg berbasis REWARD and punishment

15

TAHAPAN PARAMETER DAKWAH KAMPUS

TAHAPAN PARAMETER DAKWAH KAMPUS


Karakteristik Fokus Gerakan Pola Komunikasi Internal Program SDM Inti SDM Pendukung Lingkup SDM Pencapaian Posisi Strategis SDM Hubungan dengan DK Maintenance SDM Kontribusi Publik Pembentukan Konsolidasi Internal Perkenalan Consolidation, networking, Fundraising 5 20 orang Minimal 50 orang Alumni se-Departemen, se-Fakultas , se-Profesi Officer, Project Leader, Supervisor Sharing 1 kategori Belum menjadi perhatian Pematangan Stabilisasi Organisasi SDM Sharing Accessing Career Path 20 100 orang Minimal 500 orang Alumni se-Universitas , Alumni seInstitusi/Lmbg Manager Training, coaching Minimal 3-6 kategori Mulai dirintis dan dilakukan secara rutin Pengembangan Perluasan Jaringan Eksternal dan Suplai SDM Empowering Patnership 100 500 orang Minimal 2500 orang Alumni lintas Universitas, Alumni lintas Wilayah, Leader Lingking Lebih dari 7-9 kategori Menjadi bagian inheren eksistensi organisasi

KELOMPOK STRATEGIS
MEDIA
DEWAN PENASEHAT
KELOMPOK PENEKAN

RAKYAT PARTAI POLITIK

LEGISLATIF

PRESIDEN & KABINET

BIROKRASI

POLLING PENDAPAT

NEGARA LAIN DAN ORG. INT

ORBITAL DAKWAH
ORBIT TANZIMI Tajnid/Kaderisasi SIKAP & KARATEKTER

ORBIT SYABI Pelayanan kpd Masyarakat (Kepedulian Sosial)

ORBIT MUASASI Kepakaran/Fhm akan msk lbg negara

ORBIT DAULI Negarawan/Idaroh Dauli

20

20

Karakteristik
Pembentukan Persiapan

ORBIT DAWAH
Syabiy DK 1 Pelayanan Masyarakat 3 sektor Muasasiy DK 2 Berbasis Profesi dan Komunitas Masyarakat 3 sektor Dauliy DK 3 Mengelola Negara Membentuk Kader inti dakwah Pengajian Pekanan Penambahan Kader

Orientasi

Sarana Amal

3 sektor

Kriteria sukses

Akseptabilitas sosial (Kred. moral & sosial, Mobilitas Horizontal)

Peningkatan peran strategis di bidang masing2 (Mobilitas Vertikal)

Masuk dalam orbit kepemimpinan nasional

Akuntabilitas Publik Kualifikasi SDM

Dai

Pekerja Sosial

Spesialis dan profesional Delegatif

Negarawan

Instruktif Manajemen

Konsultatif

Partisipatif
21

21

Kuncinya PERUBAHAN
Sesungguhnya Allah tidak akan merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri (13:11)
Menjadi tanda dan sifat dari sesuatu yang hidup, manusia dengan perangkat indera, perangkat gerak, akal dan hati (QS As-Sajdah 32: 9), Allah SWT menjelaskan tanda-tanda dan arahan perubahan melalui serangkaian catatan historis tentang peradaban bangsa-bangsa. Sesungguhnya pada kisahkisah mereka itu terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal. (QS Yusuf 12:111).

22

TITIK TOLAK & METODE PERUBAHAN


Nabi Muhammad SAW di dalam membangun kembali masyarakat muslim baru di kota Madinah: 1. kesatuan visi dan orientasi hidup (dengan langkah membangun masjid), 2. semangat persatuan dan solidaritas (mempersaudarakan Muhajirin dan Anshar), 3. kemandirian dalam bidang ekonomi (membangun pasar muslim yang dipisah dari pasar Yahudi) dan 4. kedaulatan politik ummat (perjanjian Madinah).

23

MEMAKNAI SEMANGAT PERUBAHAN


1. Gerakan mengutamakan akhlak mulia dan budi pekerti luhur dalam pergaulan antar sesama (The small shall act big & the big shall act small) 2. Gerakan membangun watak multikultural, ramah menyapa perbedaan sosial, budaya dan agama (Dont build walls) 3. Gerakan menatap masa depan yang disertai sikap dan tindakan positifkonstruktif (Scenario Planning) 4. Gerakan spiritualisasi watak kebangsaan yang dilandasi nilai iman dan takwa dalam tatanan hidup sebagai bangsa merdeka dan beradab (The Best Organization are the best Collaborators) Tulis apa yang akan kita kerjakan dan kerjakan apa yang kita tulis..!

MODEL GERAKAN DAKWAH KAMPUS


VARIABEL MODEL 1 KONFORMIS / CHARITY Nasib, Kurang kemampuan menjawab permasalahan Mengurangi penderitaan, mengintegrasikan Melibatkan masyarakat (mobilisasi) konsensus Bantuan ekonomi MODEL 2 REFORMIS / PEMBERDAYAN Jumlah penduduk, nilai tradisional, pembangunan kurang pas MODEL 3 TRANSFORMIS / PERLAWANAN Ketidakadilan yg diakibatkan oleh struktur, hegemoni dan dominasi

Cara pandang masalah Tujuan

Memperbaiki fungsiMengubah fungsi, mengubah nilai- ketidakadilan menjadi nilai lama lebih adil dan baik Melakukan pengumpulan buktibukti, konsensus politik Bantuan hukum, advokasi, pelatihan Kristalisasi, pengorganisasian untuk melawan, konflik Penyadaran ekonomi baru dan komunitas

Strategi dan Taktik

Bentuk Aksi

FIQH DAKWAH DAKWAH KAMPUS


Perumusan fiqhud dakwah kampus amatlah penting. Hal ini berkaitan dengan kebijakan dan perilaku para rijalud dakwah di kampus. Pemahaman akan fiqhul ikhtilaf yang senantiasa mendahulukan sisi positif (husnudzh dzhon) terhadap setiap orang dan kelompok serta mengkaitkan sisi-sisi positif tersebut dalam bangunan dakwah masih kurang sekali. Kesenjangan dan perbedaan persepsi terhadap dakwah bisa menjadi potensi tafaruq di lapangan. Manajemen konflik bagi para aktifis dakwah kampus.
26

EVALUASI DAKWAH KAMPUS


Terhijabnya saluran komunikasi yang menimbulkan mis-persepsi dan tidak terserapnya permasalahanpermasalahan yang berkembang secara optimal. Terhambatnya aktualisasi diri sebagian rijalud dakwah thullaby yang kurang sabar dan kurang pandai memahami tapi terkenal kritis, kreatif, aktif, dan progresif. Terjadinya stagnasi internal, di mana terdapat kecenderungan untuk defensif, tidak argumentatif, dan tidak antisipatif terhadap perkembangan yang ada. Muncul Pola Pikir Status Quo. Rongrongan eksternal, Bagaimanapun golongan haddamah, kiri, sekuler, dan generasi liberalis yang menjadi pialang peradaban barat akan merongrong terus baik secara politis maupun pemikiran dengan pola kerja yang sistematik.
27

MS DAKWAH KAMPUS
1. Orang-orang yang matang dalam pemahaman akan fiqhul waqiI. 2. Cukup jam terbangnya pada medan dakwah yang akan diterjuni. 3. Memiliki penguasaan terhadap disiplin ilmu yang berkaitan erat dengan permasalahan permasalahan obyek dakwahnya. 4. Memiliki prestasi akademik organisasi dakwah yang dapat dijadikan teladan. 5. Dapat mengajak, merekrut dan memberdayakan serta mensinergiskan SDM Dakwah di manapun posisi nya untuk kemajuan dakwah kampus.
28