Anda di halaman 1dari 11

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Ikan hias air tawar termasuk komoditas yang diminati karena keindahannya yang meliputi bentuk dan warna sisik. Penggemar ikan hias rela membeli ikan hias dengan harga yang lebih tinggi dibandingkan dengan ikan konsumsi. Hal inilah yang menyebabkan peluang pasar ikan hias air tawar semakin terbuka lebar, serta kemungkinan menyumbang devisa pun terbentang luas. Indonesia yang beriklim tropis memiliki potensi ikan hias mencapai 300 juta ekor/tahun dan terdiri dari 240 jenis ikan hias laut (marine ornamental fish) dan 226 jenis ikan hias air tawar (fresh water ornamental fish) (Lingga dan Susanto, 2003). Beberapa jenis ikan hias air tawar telah berhasil dibudidayakan, salah satunya adalah ikan Komet (Carassius auratus) yang mempunyai banyak penggemar. Ikan komet (Carassius auratus) merupakan salah satu jenis ikan hias air tawar yang populer di kalangan masyarakat, khususnya bagi pecinta ikan hias. Bukan hanya itu saja, sudah banyak yang berawal dari sekedar hobi kemudian mengkomersilkannya. Hal ini dikarenakan ikan komet memiliki warna yang indah dan eksotis serta bentuk dan gerakan yang menarik, dan dikenal sangat jinak karena dapat mudah hidup berdampingan dengan jenis ikan lain, karena sifatnya yang mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan. Ikan komet merupakan salah satu jenis ikan hias yang populer saat ini, keunggulan ikan komet adalah pada warna yang terdapat pada ikan tersebut yang bermacam-macam seperti putih, kuning, merah, atau perpaduan lain dari warna-warna tersebut.

BAB II PEMBAHASAN

2.1 Klasifikasi Ikan komet termasuk ikan karper (Cyprinus carpio) dan memiliki nama

latin Carassius auratus auratus, red. Karena berbuntut panjang dengan warna cerah inilah yang membuat ikan komet menuai popularitas dalam waktu singkat. Ikan komet memiliki ciri-ciri antara lain:

1.Bentuk ikannya seperti maskoki tapi lebih panjang dan lebih agresif. 2.Warnanya seperti maskoki, tapi kebanyakan warna merah atau putih 3.Biasanya dipelihara di akuarium oleh 4.Banyak dijual oleh penjual ikan hias Kingdom : Animalia Phylum : Chordata Class : Actinopterygii Order : Cypriniformes Family : Cyprinidae Genus : Carassius Species : C. auratus Subspecies : Cauratus. auratus/ C. a. gibelio orang hanya untuk pajangan

Gambar Ikan Komet

2.2 Morfologi

Ikan komet termasuk ikan karper (Cyprinus carpio) dan memiliki nama latin Carassius auratus auratus, red. Karena berbuntut panjang dengan warna cerah inilah yang membuat ikan komet menuai popularitas dalam waktu singkat. Dulu peminat salah satu jenis ikan hias yang namanya dicomot dari nama benda angkasa, Komet Helley, ini sangat banyak, hingga mengalami blooming. Lalu, perlahan tapi pasti, pasarnya menghilang. Tapi, kini, orang-orang mulai melirik lagi ikan yang dikembangbiakkan di Amerika Serikat pada akhir abad ke-19 ini. Sebagai ikan hias tentu saja ikan komet memiliki beberapa kelebihan dibandingkan dengan ikan yang dikonsumsi. Misalnya, dilihat dari ekornya, ikan komet memiliki ekor yang lebih panjang dan indah daripada ikan pada umumnya. Ikan komet juga memiliki warna yang bagus yaitu perpaduan antara merah keoranyean dengan putih. Selain itu, ikan komet memiliki ketahanan tubuh yang lebih baik dibandingkan ikan maskoki (ikan komet merupakan strain atau keturunan ikan maskoki, red.). Perbedaan utama dengan ikan maskoki terletak di ukurannya yang lebih besar dari ikan mas dan adanya tonjolan daging (sungut) kecil di atas lubang hidungnya. Lebih dari itu semua harga ikan komet relatif murah dibandingkan ikan maskoki sehingga diminati konsumen ikan hias. Ikan komet merupakan ikan hias yang berukuran tak lebih dari sebuah jari orang dewasa. Ukuran paling besar adalah sebesar empat jari orang dewasa. Dalam pemasarannya, yang berukuran dua jari yang lebih diminati para penjual ikan hias. Karena kemungkinan besar hal ini berkaitan dengan ukuran akuarium penghobi. Karena itu pula, ikan komet berukuran dua jari bernilai jual lebih tinggi daripada yang berukuran sejari, walau para penjual ikan hias juga menerima ikan komet seukuran jari

orang dewasa. Untuk yang sebesar tiga jari orang dewasa biasanya dijadikan indukan. Berkaitan dengan itu, jika ingin membudidayakan ikan komet setidaknya memiliki indukan sebanyak 300 ekor. Dengan kemampuan induk betina bertelur tiga bulan sekali selama dua tahun dan masa panen 20 hari sekali, seorang petani ikan komet tidak akan pernah kehabisan pasokan. Sebab setiap tiga bulan sekali, petani tersebut dapat panen ikan komet di empang yang berbeda-beda. Habitat aslinya yang di alam meliputi sungai berarus tenang sampai sedang dan di area dangkal danau. Perairan yang disukai tentunya yang banyak menyediakan pakan alaminya. Ceruk atau area kecil yang terdalam pada suatu dasar perairan adalah tempat yang sangat ideal untuknya. Bagian-bagian sungai yang terlindungi rindangmya pepohonan dan tepi sungai dimana terdapat runtuhan pohon yang tumbang dapat menjadi tempat favoritnya. Ikan komet berkembang biak dengan bertelur, masa kawinnya pada daerah tropis pada saat awal musim hujan. Ikan komet betina biasanya bertelur di dekat tumbuhan di dalam air di perairan dangkal yang tembus sinar matahari, telur-telur tersebut kemudian menempel pada akar tanaman air yang lembut. Pakan alaminya meliputi tumbuhan air, lumut, cacing, dan organisma lainnya yang ada di perairan. Dia akan membuka mulutnya lebar-lebar dan kemudian menyedot makanannya seperti alat penghisap. Terkadang mengaduk-aduk dasar air dengan mulut dan badannya sehingga menimbulkan bayang kecoklatan pada perairan. Ikan komet termasuk dalam genus cyprinidae

2.3 Pembenihan Komet 2.3.1 Persiapan wadah pemijahan

Untuk kegiatan pembenihan ikan komet, wadah yang digunakan adalah akuarium berukuran 60x40x40 cm dengan bentuk persegi panjang. Akuarium yang digunakan sebelumnya dibersihkan dengan menggunakan sabun kemudian dibilas dengan air tawar dan selanjutnya dijemur untuk menghilangkan jamur-jamur dan bakteri yang masih menempel. Seperti kita ketahui bahwa air merupakan media yang sangat penting bagi budidaya ikan. Untuk itu perlu disediakan air yang sangat bersih dan steril. Air yang digunakan untuk pemijahan ini adalah air yang berasal dari air sumur yang sudah diendapkan selama 24 jam, karena kemungkinan airnya mengandung zat-zat yang beracun yang akan mengakibatkan dan menggangu budidaya ikan. Untuk itu perlu diendapkan. Air yang diendapkan diaerasi kuat supaya kandungan oksigen yang ada di dalamnya bertambah. Air terserbut dimasukan ke dalam akuarium dengan ketinggian 30 cm, kemudian aerasi. Ikan komet termasuk dalam kelompok ikan hias air tawar yang tidak memelihara telurnya. Jadi telur yang dikeluarkan oleh induk diletakkan pada substrat. Sehingga dalam kegiatan pemijahannya perlu dipersiapkan substrat sebagai tempat menempelnya telur. Ada banyak jenis tanaman air yang dapat dipakai sebagai substrat. Tanaman air tesebut dibagi kedalam dua kelompok yaitu tanaman tumbuh mengapung dan tanaman tumbuh didasar. Tanaman air yang digunakan yaitu tanaman yang tumbuhnya mengapung seperti enceng gondok (Eichornia crassipes).

Gambar 3: Substrat (Eceng gondok)

Sebelum enceng gondok digunakan terlebih dahulu disucihamakan. Enceng gondok yang akan digunakan sebelumnya sudah direndam dalam larutan Methylin blue dengan dosis 100 ppm selama 5 10 menit. Dengan demikian enceng gondok terbebas dari bakteri maupun pathogen. Setelah itu, barulah enceng gondok dimasukkan kedalam akuarium. 2.3.2 Memilih induk Seleksi induk atau memilih induk merupakan langkah awal yang harus dilakukan pada kegiatan pembenihan Untuk ikan komet sendiri sangat mudah dilakukan seleksi terhadap induk yang matang gonad. Seleksi induk ikan komet dapat dilakukan dengan melihat ciri ciri sebagai berikut

Induk Jantan Pada sirip dada terdapat bintikbintik bulat menonjol dan jika diraba terasa kasar.

Induk Betina Pada sirip dada terdapat bintik-bintik dan terasa halus jika diraba.

Induk yang telah matang jika diurut pelan kerarah lubang genital akan keluar cairan berwarna putih

Jika diurut, keluar cairan kuning bening. Pada induk yang telah matang, perut terasa lembek dan lubang genital kemerahan merahan.

Selain itu, induk ikan komet yang siap untuk melakukan pemijahan dapat ditandai dengan adanya tingkah laku dari kedua induk tersebut. Tingkah laku yang ditunjukkan adalah saling kejar kejaran. Dimana, induk jantan terus mengejar atau mendekati induk betina, dengan adanya tingkah laku seperti ini maka dapat diasumsikan bahwa induk ikan komet tersebut siap untuk dipijahkan. Perbandingan induk yang digunakan dalam kegiatan praktikum pemijahan ikan komet adalah 1 : 2 (jantan : betina). Induk yang sudah diseleksi selanjutnya dimasukkan ke dalam wadah pemijahan. 2.3.3. Pemijahan Induk yang digunakan yaitu dengan perbandingan 1 : 2 ( : ). Induk jantan satu yang merupakan ikan koi dengan berat tubuh 93, 28 gr dan induk betina sebanyak dua ekor yang merupakan ikan komet, induk betina pertama mempunyai berat tubuh 72,96 gr dan induk betina yang kedua mempunyai berat 42,97 gr. Induk ini kemudian dimasukkan dalam akuarium yang sudah diisi air dan dilengkapi dengan enceng gondok sebagai substrat. Pemijahan ikan komet berlangsung pada malam hingga dini hari. Induk dimasukkan pada sore hari, biasanya besok sudah menempel pada enceng gondok. 2.3.4. Penetasan telur Penetasan telur dilakukan pada akurium pemijahan langsung. Karena ikan komet termasuk dalam kelompok ikan hias air tawar yang tidak memelihara telurnya maka, setelah proses pemijahan selesai dan telur

sudah melekat pada substrat induk ikan komet diangkat atau dikeluarkan dari dalam akuarium. Hal ini dilakukan agar induk ikan komet tidak memakan telur yang telah dikeluarkan tersebut. Setelah 2 3 hari telur akan menetas, setelah menetas kemudian enceng gondok diangkat dari dalam akuarium. Selain itu, perlu dilakukan perhitungan akan larva yang dihasilkan. Larva yang baru menetas belum diberi makan hingga berumur 2 3 hari karena masih mempunyai persediaan makanan pada yolk sac-nya (kuning telur). 2.3.5. Pemeliharaan Larva Larva umur 7 hari hanya sebesar jarum, kondisinya masih lemah, tetapi sudah mulai belajar memperoleh pakan dari luar tubuhnya. Untuk itu, perlu disediakan pakan yang memenuhi syarat untuk mengurangi risiko kematian benih. Bak pendederan harus bersih dan sudah dikeringkan dibawah sinar matahari selama 1-2 hari untuk membunuh bibit parasit. Selanjutnya tebarkan pupuk kandang berupa kotoran ayam 500 g/m. Sementara air dialirkan, pupuk diaduk-aduk hingga betul-betul larut dan pertahankan ketinggian air dalam bak sampai 30 cm. Dua hari setelah pemupukan, bibit kutu air ditanam dan dibiarkan selama 5 hari agar tumbuh dan berkembang biak. Setelah itu, larva komet dari bak penetasan siap dilepas ke dalam bak pemeliharaan. Pemberian pakan tambahan diperlukan setelah 15 hari pemeliharaan. Memasuki pemeliharaan 15 hari kedua harus ada aliran air masuk, apalagi setelah pakan tambahan mulai diberikan. Genap diusia sebulan, anak komet mulai tampak bentuk aslinya. Badannya bulat, ekor dan kadang warna dari sebagian anak komet sudah keluar. Seleksi awal

ditujukan untuk memilih ikan yang mempunyai ekor persis sama seperti ekor indukya, kemudian bentuk badan dan ukurannya. Bisa jadi, dari hasil seleksi ini diperoleh beberapa kelompok anak komet berlainan ukuran serta kualitasnya, termasuk kelompok anak komet yang harus

disingkirkan.

BAB III PENUTUP Ikan komet merupakan salah satu jenis ikan hias yang populer saat ini, keunggulan ikan komet adalah pada warna yang terdapat pada ikan tersebut yang bermacam-macam seperti putih, kuning, merah, atau perpaduan lain dari warna-warna tersebut. Hal inilah yang membuat ikan komet memiliki nilai daya jual yang tinggi, sehingga banyak orang yang berusaha memperoleh keuntungan yang tinggi. Ikan komet termasuk kedalam kelompok ikan hias air tawar yang tidak memelihara telurnya. Jadi telur yang dikeluarkan oleh induk diletakkan pada substrat. Sehingga dalam kegaitan pemijahannya perlu dipersiapkan substrat sebagai tempat menempelnya telur. Induk yang digunakan yaitu dengan perbandingan 1 : 2 ( : ). Induk jantan satu yang merupakan ikan koi dengan berat tubuh 93, 28 gr dan induk betina sebanyak dua ekor yang merupakan ikan komet, induk betina pertama mempunyai berat tubuh 72,96 gr dan induk betina yang kedua mempunyai berat 42,97 gr.

Pengasuh Modul

: Suryati, S.Pi, M.Si Budidaya Ikan komet

Oleh :

A.Citra Niantisari 09 24 001 Pembenihan

JURUSAN BUDIDAYA PERIKANAN

POLITEKNIK PERTANIAN NEGERI PANGKEP

2011