P. 1
Definisi Golongan Baku Mutu Air Limbah I Dan Golongan II

Definisi Golongan Baku Mutu Air Limbah I Dan Golongan II

|Views: 1,671|Likes:
Dipublikasikan oleh Jo Na

More info:

Published by: Jo Na on Dec 19, 2011
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/26/2013

pdf

text

original

KEPUTUSAN GUBERNUR KEPALA DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA NOMOR : 153/KPTS/1992 TENTANG PERUNTUKAN AIR SUNGAI DI WILAYAH

PROPINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA GUBERNUR KEPALA DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA Menimbang : a. Bahwa untuk menetapkan landasan dalam rangka upaya pengendalian pencemaran lingkungan khususnya terhadap pencemaran air sungai, maka perlu penetapan peruntukan air sungai di Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta; b. Bahwa atas dasar pertimbangan tersebut diatas perlu mengeluarkan keputusan Gubernur Kepala Daerah Istimewa Yogyakarta tentang Peruntukan Air Sungai di wilayah Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta : 1. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1974 tentang Pokok-Pokok Pemerintahan di Daerah; 2. Undang-Undang Nomor 3 Tahun 1950 tentang Pembentukan Daerah Istimewa Yogyakarta jo. Peraturan Pemerintah Nomor 31 tahun 1950 sebagaimana telah diubah dan ditambah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 26 Tahun 1959; 3. Hinderordonnantie, Staatsblad tahun 1926 Nomor 226 yang telah diubah dan ditambah terakhir dengan Staatsblad tahun 1940 Nomor 450; 4. Undang-Undang Nomor 11 tahun 1974 tentang Pengairan; 5. Undang-undang Nomor 4 Tahun 1982 tentang KetentuanKetentuan Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup; 6. Undang-Undang Nomor 5 tahun 1984 tentang Perindustrian; 7. Undang-Undang Nomor 9 tahun 1985 tentang Perikanan; 8. Peraturan Pemerintah Nomor 22 tahun 1982 tentang Tata Pengaturan Air; 9. Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 1982 tentang Irigasi; 10. Peraturan Pemerintah Nomor 29 Tahun 1986 tentang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan; 11. Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 1990 tentang Pengendalian Pencemaran Air; 12. Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 1991 tentang Sungai; 13. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 1 Tahun 1985 tentang Cara Pengendalian Pencemaran Bagi Perusahaan-Perusahaan Yang Mengadakan Penanaman Modal menurut Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1967 dan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1968; 14. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 528/Menkes/Per/XII/1982 tentang kualitas air tanah yang berhubungan dengan kesehatan; 15. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 416 tahun 1990 tentang Syarat-Syarat dan Pengawasan Kualitas Air; 16. Keputusan Bersama Menteri Dalam Negeri dan Menteri Negara Pengawasan Pembangunan dan Lingkungan Hidup Nomor 23 tahun

Mengingat

tidak termasuk air yang terdapat di laut. 20. 17. Keputusan Menteri Perindustrian Nomor 20/M/SK/1986 tentang Lingkup Tugas Departemen Perindustrian dan Pengendalian Pencemaran Industri terhadap Lingkungan Hidup beserta pembagian Tugas Pokok bagi Unit-Unitnya. Sungai. 18. adalah suatu alur yang ada di atas permukaan bumi tempat mengalirnya air. Keputusan Gubernur Kepala Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 214/KPTS/1991 tentang Baku Mutu Lingkungan Daerah untuk Wilayah Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. 19. adalah perpaduan antara alur sungai dengan aliran air di dalamnya. 3. Keputusan Gubernur Kepala Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 95/KPTS/1982 tentang Pelimpahan Tugas Pengendalian Dampak Lingkungan di Daerah kepada Biro B ina Kependudukan dan Lingkungan Hidup Setwilda Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. MEMUTUSKAN Menetapkan : KEPUTUSAN GUBERNUR KEPALA DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA TENTANG PERUNTUKAN AIR SUNGAI DI WILAYAH PROPINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Keputusan ini yang dimaksudkan dengan : 1. 21. yaitu air yang diperuntukan bagi air minum secara langsung tanpa pengolahan terlebih dahulu. 2.1979 dan Nomor KEP-002/MEN PPLH/2/1979 tentang Instansi Pengelola Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup di Daerah. Keputusan Menteri Negara Kependudukan dan Lingkungan Hidup Nomor Kep-02/MENKLH/1988 tentang Pedoman Penetapan Baku Mutu Lingkungan. . BAB II PENGGOLONGAN AIR Pasal 2 Air pada badan air/pada sumber air menurut peruntukannya digolongkan menjadi : a. Air adalah semua air yang terdapat di dalam dan atau berasal dari sumber air baik yang terdapat di atas maupun dibawah tanah. Alur Sungai. 4. Air Sungai adalah semua air yang terdapat di dalam dan atau berasal dari sungai. Golongan A. Keputusan Menteri Lingkungan Hidup Nomor Kep51/MENLH/11/1991 tentang Baku Mutu Limbah Cair bagi Kegiatan Yang Sudah Beroperasi.

listrik tenaga air. B dan Golongan A. Sungai Bedog mulai dari pertemuan dengan Sungai Bayem di Kecamatan Kasihan sampai dengan Sungai Progo di Kecamatan Sandakan menurut peruntukannya sebagai badan air sungai Golongan C. Pasal 5 (1) Peruntukan air sungai dimaksud dalam pasal 4 adalah sebagai berikut : 1. . Sungai Winongo. Golongan D. Sungai Bedog a. menurut peruntukannya sebagai badan air sungai Golongan C. Sungai Oyo dan Sungai Opak. 2. Baku Mutu Limbah Cair Golongan I untuk badan air Golongan A. Sungai Serang a. dan tidak memenuhi syarat Golongan C. termasuk anak-anak sungainya. menurut peruntukannya sebagai badan air sungai Golongan B. b. Pasal 3 Kecuali ditetapkan lain. menurut peruntukannya sebagai badan air sungai Golongan B. Baku Mutu Limbah Cair Golongan III untuk badan air Golongan C. Sungai Serang mulai dari pertemuan dengan Sungai Nagong di Kecamatan Temon ke arah hilir di Samodra Indonesia. Baku Mutu Limbah Cair Golongan IV untuk badan air Golongan D. Golongan B. yaitu air yang diperuntukan bagi air baku untuk diolah menjadi air minum dan keperluan rumah tangga dan tidak memenuhi syarat golongan A. Golongan C. c. d. Baku Mutu Limbah Cair Golongan II untuk badan air Golongan B. yaitu air yang dapat diperuntukan bagi pertanian dan dapat dimanfaatkan untuk usaha perkotaan. Sungai Serang mulai dari pertemuan dengan Sungai Nagung di Kecamatan Temon ke arah hulu.b. Sungai Code. c. industri. yaitu air yang diperuntukan bagi keperluan perikanan dan peternakan dan tidak memenuhi syarat Golongan A dan Golongan B. b. Sungai Gadjah Wong. b. d. Sungai Bedog. BAB III PERUNTUKAN AIR SUNGAI Pasal 4 Peruntukan Air Sungai yang ditetapkan dalam Keputusan ini meliputi Sungai Serang. pembuangan limbah cair sebagaimana tersebut dalam keputusan Gubernur tentang Baku Mutu Limbah Cair untuk wilayah Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta ke dalam Badan air diperuntukannya ditetapkan sebagai berikut : a. Sungai Bedog mulai dari pertemuan dengan Sungai Bayem di Kecamatan Kasihan ke arah hulu.

b. Sungai Code mulai dari jembatan Dokaran di Kecamatan Banguntapan ke arah hulu. Sungai Winongo a. Sungai Code mulai dari Jembatan Dokaran di Kecamatan Banguntapan ke arah hilir sampai dengan Sungai Opak di Kecamatan Jetis. Pasal 7 Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.3. menurut peruntukannya sebagai badan air sungai Golongan B. menurut peruntukannya sebagai badan air sungai Golongan C. Sungai Opak mulai dari pertemuan dengan Sungai Code di Kecamatan Jetis ke arah hilir di Samodra Indonesia. BAB IV PEMBINAAN DAN PENGENDALIAN Pasal 6 Pembinaan dan Pengendalian terhadap pelaksanaan Keputusan ini dilakukan oleh instansi yang ditugasi mengelola Lingkungan Hidup. Pembatasan penggal sungai sebagaimana tersebut dalam ayat (1) dijelaskan lebih lanjut dalam lampiran keputusan ini. menurut peruntukannya sebagai badan air sungai Golongan C. Sungai Oyo Sungai Oyo mulai dari bagian hulu sampai pertemuan dengan Sungai Opak di Kecamatan Imogiri. . Sungai Opak mulai dari pertemuan dengan Sungai Code di Kecamatan Jetis ke arah hulu. 4. Sungai Winongo mulai dari pertemuan dengan Sungai Kecil di Kecamatan Temon ke arah hilir sampai dengan Sungai Opak di Kecamatan Kretek menurut peruntukannya sebagai badan air sungai Golongan C. menurut peruntukannya sebagai badan air sungai Golongan B. menurut peruntukannya sebagai badan air sungai Golongan B. 5. Sungai Code a. b. Sungai Winongo mulai dari pertemuan dengan Sungai Kecil di Kecamatan Sewon ke arah hulu. 6. Sungai Gadjah Wong Menurut peruntukannya sebagai badan air sungai Golongan B. Sungai Opak a. menurut peruntukannya sebagai badan air sungai Golongan B. 7. b. c.

. Kepala BTKL Yogyakarta 15. Kepala PPLH UGM Yogyakarta 14. Menteri Perindustrian di Jakarta 5. Menteri Dalam Negeri di Jakarta 2. Kepala Dinas/Direktorat/Badan dalam Lingkungan Pemerintah Propinsi DIY 13. Untuk diketahui dan atau dipergunakan seperlunya. Menteri KLH di Jakarta 3. 16.Ditetapkan di Yogyakarta Pada Tanggal 25 Mei 1992 PEJABAT GUBERNUR KEPALA DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA PAKU ALAM VIII SALINAN keputusan ini disampaikan Kepada Yth : 1. Kepala Kantor Wilayah Departemen se Propinsi DIY 11. Bapak Dirjen PUOD Depdagri di Jakarta 8. Kepala Biro di Lingkungan Setwilda Propinsi DIY. Kepala Inspektorat Wilayah Propinsi DIY 12. Menteri Pekerjaan Umum di Jakarta 6. Arsip. Ketua DPRD Tingkat I Propinsi DIY 9. Menteri Pertanian di Jakarta 4. Bupati/Walikotamadya Kepala Daerah Tingkat II se DIY 10. Menteri Kesehatan di Jakarta 7.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->