Anda di halaman 1dari 14

.

BUDIDAYA JAMUR TIRAM dan inovasi pengolahannya menjadi KERIPIK JAMUR TIRAM dan INDOMIE JAMUR TIRAM SAUS SPAGETTI

DIKY PATRIAWAN BUDI G1D008033

PRODI ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS BENGKULU 2010

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Jamur merupakan bahan makanan nabati yang memiliki nilai gizi tinggi. Beberapa jamur juga memiliki khasiat obat. Jamur dapat tumbuh di daerah mana saja yang mempunyai kelembapan tinggi. Namun ada juga jenis jamur yang membutuhkan media tanam tersendiri untuk dapat tumbuh, salah satunya adalah Jamur Tiram. Jamur Tiram ini sudah banyak di kembangkan di daerah Yogyakarta dan sekitarnya di pulau Jawa. Namun budidaya jamur tiram di Kota Bengkulu masih sangat minim sekali, sehingga peluang usaha untuk budidaya Jamur Tiram sangat besar. Kelebihan Jamur Tiram ini terletak pada kandungan gizinya yang tinggi dan citarasanya yang lezat. Agrobisnis dan agroindustri Jamur Tiram dan pengolahannya menjadi Keripik Jamur Tiram dan Indomie Jamur Tiram Saus Spagetti di masyarakat Kota Bengkulu cukup cerah dan penerima hasil produksi juga terbuka lebar. Hal ini di dukung juga pola konsumsi masyarakat Kota Bengkulu yang mulai memperhatikan kandungan gizi makanan yang mereka konsumsi. Adapun kandungan gizi yang terdapat di dalam jamur Tiram adalah : 1. Kalori ( 8,00 kal) 2. Protein ( 2 g) 3. Lemak ( 0,3 g ) 4. Karbohidrat ( 5,00 g ) 5. Fosfor ( 110 mg ) 6. Besi ( 0,4 mg ) 7. Sosium ( < 0,1 mg ) 8. Serat ( 2,4 g ) 9. Zinc ( 0,7 mg ) 10. Vitamin C ( 1,6 mg ) 11. Vitamin B-1 ( 0,07 mg ) 12. Vitamin B-12 (< 0,1 ng ) 13. Iodine ( 3,00 mg ) Sumber : http://www.fineli.fi

Dari penelitian dokter secara klinis mengemukakan bahwa kandungan senyawa kimia khas Jamur Tiram berkhasiat mencegah tekanan darah tinggi, diabetes, kelebihan kolesterol, anemia, meningkatkan daya tahan tubuh terhadap serangan polio dan influenza serta kekurangan gizi. Kurangnya pengetahuan masyarakat akan budidaya Jamur Tiram membuat budidaya Jamur Tiram di Kota Bengkulu sedikit sekali. Dan juga kurangnya inovasi pengolahan Jamur Tiram menjadi berbagai jenis olahan membuat peluang pasar akan budidaya Jamur Tiram dan inovasi pengolahannya menjadi Keripik Jamur dan Indomie Jamur Saus Spagetti masih terbuka lebar sekali. Untuk memproduksi hasil olahan Jamur Tiram akan lebih hemat jika dilakukan Budidaya sendiri. Oleh sebab itu kami mengawali bisnis ini dengan budidaya Jamur Tiram terlebih dahulu baru kemudian melakukan inovasi terhadap Jamur Tiram menjadi Keripik Jamur Tiram dan Indomie Jamur Tiram Saus Spagetti. Selain hal itu kami mengawali bisnis ini dengan melakukan budidaya terlebih dahulu karena di Kota Bengkulu hanya ada satu tempat Budidaya jamur tiram ( survey penulis ), sehingga hal ini akan menghambat distribusi bahan baku jika kami langsung melakukan pengolahan menjadi Keripik Jamur Tiram dan Indomie Jamur Tiram Saus Spagetti. 1.2 Perumusan Masalah Berdasarkan latar belakang yang kami uraikan di atas, maka peluang usaha yang akan kami capai adalah : 1. Pada tahap pertama kami akan menjadi penyuplai Jamur Tiram segar di pasar pasar rakyat kota Bengkulu. 2. Setelah budidaya berjalan lancar, kami akan melakukan inovasi Jamur Tiram menjadi Keripik jamur Tiram dan Indomie Brokoli Saus Spagetti dengan membuka kios penjualan yang kami beri nama Pondok Jamur penyedia makanan Bahan baku Jamur. 3. Tercptanya pasar baru untuk jenis sayuran dan pengolahan sayuran tersebut. 1.3 Konsep Bisnis Bisnis ini akan kami jalankan bersama, yaitu sebanyak 3 orang dengan pembagian tugas dan pembagian hasil yang sama. Ide bisnis ini tercetus setelah dilakukan survey beberapa waktu lalu, bahwa jamur Tiram ini sangat banyak sekali permintaannya, namun sedikit jumlah penawaraanya, ataupun sedikit sekali jumlah Jamur Tiram dipasaran. Sehingga kami tertarik untuk melakukan bisnis budidaya Jamur Tiram serta inovasi pengolahannya menjadi Keripik Jamur Tiram dan Indomie Jamur Tiram Brokoli Saus Spageti. Dalam bisnis ini kami akan menerapkan ilmu yang kami dapat di bangku kuliah secara formal maupun ilmu yang kami peroleh di lapangan selama ini. Sedikit banyak kami telah belajar

tentang budidaya Jamur Tiram dan pengolahannya menjadi Keripik Jamur Tiram dan Indomie Jamur Tiram Saus Spageti melalui buku, browsing internet, serta belajar langsung kepada petani Jamur Tiram yang berasal langsung dari pulau jawa dimana tempat budidaya Jamur Tiram yang cukup Besar produksinya, dan juga belajar secara online kepada orang yang telah sukses melakukan budiaya Jamur Tiram di Bandung. Untuk tahap pertama dalam bisnis ini adalah budidaya Jamur Tiram ataupun menghasilkan Jamur Tiram segar yang siap jual. Saat penjualan Jamur Tiram tersebut berjalan, kami sambil melihat kondisi pasar Jamur Tiram yang kami hasilkan. Jika penjualan Jamur Tiram ini besar, maka kami akan menambah jumlah produksi. Dan saat itu juga kami mulai melakukan inovasi terhadap Jamur Tiram yang kami hasilkan. Hal ini dilakukan karena suatu produk tersebut pasti akan mengalami Produk Life Cicle, yang mana pada tahap ini produk telah mengalami pendewasaan dan pasti tidak lama produk ini akan mengalami kemunduran, sehingga inovasi produk perlu dilakukan. Inovasi untuk yang pertama adalah Pembuatan Keripik Jamur Tiram dan Indomie Jamur Tiram Saus Spageti. Kami sengaja mengawali bisnis ini dengan budidaya Jamur Tiram terdahulu karena minimnya modal yang ada, untuk memproduksi hasil olahan Jamur Tiram akan lebih hemat jika dilakukan Budidaya sendiri, sedikitnya petani Jamur Tiram di Kota Bengkulu membuat perolehan bahan baku sulit sekali,dan keinginan untuk memulai segalanya dari awal. Apalagi kami disini baru sebagai pemula akan budidaya dan pengolahan Jamur Tiram. Menurut kami, suatu bisnis itu harus dimulai dari nol ( dari awal ) untuk mencapai tingkat yang besar. Jika kita telah melakukan sendiri budidaya jamur Tiram, maka akan mudah untuk menciptakan inovasi tentang pengolahan jamur Tiram tersebut, karena kami pasti akan mengetahui bagaimana seluk beluk Jamur Tiram tersebut selain itu juga penghematan biaya modal usaha. 1.3 Tujuan Adapun tujuan saya ingin membuka usaha ini adalah : 1. Menambah hasil sumber daya yang dapat digunakan untuk memenuhi permintaan pasar di sector sayur sayuran pada umumnya dan Jamur Tiram khususnya. 2. Membuat inovasi inovasi baru terhadap jenis sayuran dalam hal ini Jamur Tiram. 3. Meningkatkan nilai ekonomi sayur sayuran, dalam hal ini Jamur Tiram. 4. Menghasilkan financial ( uang ) 5. Mengembangkan kreativitas yang ada di dalam diri kami untuk melakukan bisinis budidaya Jamur Tiram dan pengolahannya menjadi Keripik Jamur Tiram dan Indomie Jamur Tiram Saus Spageti.

6. Malatih kemandirian sebagai anak kost yang mencoba hidup mandiri jauh dari keluarga dengan menjalankan bisnis Jamur Tiram. 1.4. Kelangsungan hidup Bisnis Berdasarkan survey, untuk saat ini budidaya Jamur Tiram ini masih sangat jarang sekali ada di Kota Bengkulu, bahkan survey kami hanya mendapatkan satu tempat budidaya Jamur Tiram di Kota Bengkulu, sehingga jumlah pesaingpun tentunya sangat kecil sekali. Hal ini akan membuat kelangsungan hidup bisnis budidaya Jamur Tiram ini akan sangat baik. Apalagi dengan adanya inovasi inovasi mengenai pengolahan jamur Tiram menjadi Keripik Jamur Tiram dan Indomie Jamur Tiram Saus Spageti yang akan kami lakukan nantinya. Hal ini membuat kelangsungan hidup bisnis kami akan sangat panjang sekali. Saat pesaing mulai bermunculan, inovasi kami mengenai Jamur Tiram telah ada dan siap diluncurkan demi kelangsungan bisnis kami. 1.5 Legalitas Bisnis Bisnis ini merupakan industry rumah Tangga yang tanpa menggunakan izin khusus, namun kami akan tetap meminta izin kepada RT, RW setempat. Namun saat inovasi Jamur Tiram menjadi Keripik Jamur Tiram dan Indomie Jamur Tiram Saus Spageti, tentunya kami akan meminta izin kepada dinas kesehatan propinsi akan produk yang kami hasilkan. BAB II ASPEK PASAR 2.1 Sasaran Pemasaran Dalam memasarkan produk,kami terlebih dahulu melakukan segmentasi pasar, sehingga dengan jelas segmen pasar yang mana yang akan kami bidik dengan produk kami. Produk Jamur Tiram segar yang akan kami bidik adalah masyarakat yang mempunyai pola makan sehat, yang begitu memperhatikan kandungan di dalam makanan yang mereka konsumsi. Dalam segmen ini pada umumnya masyarakat kalangan menengah ke atas. Karakteristik konsumen seperti itu akan kami jadikan target pemasaran produk yang kami hasilkan. Dengan kemampuan ekonomi yang tinggi, maka dayabeli akan tinggi pula. Tetapi tidak menutup kemungkinan masyarakat kalangan menengah ke bawah akan menjadi konsumen dari produk kami. Yang mana produk yang kami jual dengan harga yang terjangkau oleh masyarakat kalangan menengah ke bawah. Jadi pada umumnya segmentasi pasar dapat masuk ke kalangan msyarakat mana saja, namun yang menjadi target utama adalah masyarakat kalangan menengah ke atas.

Dalam strategi pemsaran ini kami tentunya harus mengetahui perilaku konsumen secara individu. Menurut pengamatan kami, masyarakat Kota Bengkulu ini tertarik kepada produk yang tergolong asing dan mempunyai kandungan gizi tinggi. Dan dalam pengambil keputusan untuk membeli jenis sayur sayuran dalam hal ini Jamur Tiram adalah ibu ibu rumah Tangga. Hal inilah yang harus kami garis bawahi, jadi dalam strategi pemasaran ini yang akan kami dekati adalah ibu ibu rumah tangga. 2.2 Kondisi Pasar Pada umumnya masyarakat Kota Bengkulu sangat antusias terhadap jenis makanan yang tergolong masih baru bagi mereka. Permintaan Jamur Tiram di Kota Bengkulu sangat besar sekali, namun Jamur Tiram itu sendiri masih sangat sulit didapatkan di Kota Bengkulu. Dan inovasi pengolahaanya perlu dilakukan untuk menguasai pasar yang ada. 2.3 Pesaing Berdasarkan survey yang kami lakukan, hanya ada satu tempat budidaya Jamur Tiram di Kota Bengkulu, sehingga untuk pesaing di Kota Bengkulu masih sangat kecil sekali, apalagi setelah kami melakukan inovasi menjadi Keripik Jamur Tiram dan Indomie Jamur Tiram Brokoli Saus Spageti, akan membuat kami menguasai pasar Jamur Tiram ( Target Bisnis ) 2.4 Analisis Permintaan Jamur Tiram merupakan jenis sayur sayuran yang dapat diolah menjadi berbagai jenis masakan. Sehingga jika kita melakukan pemasaran kemana mana dengan konsep mendatangi pembeli, bukan pembeli yang datang ke tempat usaha kami, pasti penjualan Jamur Tiram segar ini akan besar sekali. Dalam arti lain, kami akan pasarkan produk kami di pasar- pasar rakyat Kota Bengkulu, karena disana para calon pembeli berkumpul untuk mencari kebutuhan yang mereka inginkan. Setelah kami melakukan inovasi menjadi Keripik Jamur Tiram dan Indomie Jamur Tiram Saus Spageti, tentunya akan sangat banyak sekali permintaannya, karena dalam bentuk makanan siap saji dam merupakan makanan yang tergolong baru ada di Kota Bengkulu. 2.5 Analisis Market share Agrobisnis dan agroindustri Jamur Tiram dan pengolahannya menjadi Keripik Jamur Tiram dan Indomie Jamur Tiram Saus Spagetti di masyarakat Kota Bengkulu cukup cerah dan penerima hasil produksi juga terbuka lebar. Hal ini di dukung juga pola konsumsi masyarakat Kota Bengkulu yang mulai memperhatikan kandungan gizi makanan yang mereka konsumsi.

Inovasi yang akan kami lakukan nanti yaitu pengolahan Jamur Tiram menjadi Keripik Jamur Tiram dan Indomie Jamur Tiram Saus Spagetti membuat produk kami menguasai Market share di Kota Bengkulu. 2.6 Strategi Pemasaran Untuk tahap pertama, yang akan kami lakukan adalah strategi pemasaran Jamur Tiram segar, karena kami mulai usaha ini dengan menjual Jamur Tiram segar. Baru pada tahap selanjutnya kami akan melakukan inovasi pengolahan Jamur Tiram menjadi Keripik Jamur Tiram dan Indomie Jamur Tiram Saus Spagetti. Dalam strategi pemasaran kami menerapkan marketing mix, dengan konsep Product, Price, Place dn Promotion. 1. Produk Produk pertama yang akan dihasilkan adalah Jamur Tiram segar yang memiliki kualitas terbaik dengamn kadar gizi yang tinggi dan menyehatkan serta berkhasiat obat. Yang mana Jamur Tiram ini dapat mencegah diabetes, kelebihan kolesterol, anemia, dan meningkatkan daya tahan tubuh terhadap serangan polio dan influenza serta kekurangan gizi. Jadi asumsi kami jika produk yang kita hasilkan mempunyai kualitas tinggi pasti akan laku di pasaran. 2. Price Harga merupakan ekspresi nilai yang menyangkut kegunaan dan kualitas produk, citra baik yang terbentuk melalui iklan dan promosi, ketersediaan produk dan layanan yang menyertainya. Sehingga harga bukan berarti semata mata biaya produksi ditambah keuntungan yang kita inginkan, melainkan mencerminkan nilai yang seimbang akan barang yang kita jual kepada konsumen dengan kepuasan konsumen akan kualitas produk tersebut. 3. Place Produk yang kita tawarkan tidak akan sampai ke tangan konsumen jika tempat pemasaran produk itu di tempat yang tidak tepat. Saluran distribusi dan lokasi pemasaran menjadi kunci kesuksesan pemasaran. Kami memilih Agen sayuran sebagai saluran distribusi kami, tapi kami juga akan melakukan pemasaran di kantor pemerintah dan swasta dengan cara mendatangi tempat tersebet, sehingga kami disini memakai konsep penjual datang kepada pembeli, bukan pembeli datang kepada penjual. Selain itu kami juga akan melakukan pemasarean langsung ke pasar Rakyat di Kota Bengkulu. 4. Promotion

Pemasaran produk bukan hanya memasarkan produk yang bagus, harga yang tepat dan tempat pemasaran yang tepat. Melainkan kita juga harus banyak melakukan komunikasi secara langsung kepada konsumen kita dengan melakukan pendekatan dengan jalan promosi. Pada saat promosi kita akan melakukan komunikasi kepada konsumen yang akan membuat konsumen tersebut mengerti akan produk kita. Promosi yang akan kami lakukan adalah dengan melakukan komunikasi langsung secara lisan ataupun promosi penjualan dengan langsung melakukan penjualan produk. Hal ioni dilakukan karena jika dengan penyebaran brosur kami rasa kurang efektif, karena masyarakat Kota Bengkulu kurang begitu antusia untuk mnelihat brosur yang kita berikan, terkadang mereka langsung membuang tanpa melihat isi brosur atau iklan tersebut. Dalam hal ini tentunya ibu ibu sebagai pengambil keputusan untuk membeli Produk Jamur Tiram. Sehingga kami akan banyak melakukan komunikasi pemasaran kepada Ibu ibu. Untuk promosi sekaligus dengan melakukan penjualan, akan kami lakukan di Pasar Rakyat kota Bengkulu dan Kantor kantor Pemerintah maupun swasta di Kota Bengkulu. Jika mereka telah mengetahui poduk kami, lalu mengkonsumsinya, dan memberikan penilaian yang baik kepada produk kami, tentu dengan sendirinya produk kami akan tersebar informasinya dari satu individiu ke individu lain.

BAB III ASPEK TEKNIS dan MANAJEMEN OPERASI 3.1 Teknis Produksi A. Lokasi Untuk lokasi Budidaya Jamur Tiram akan kami lakukan di rumah kami yaitu di Pondokan Ungu, Jl. W.R Supratman, gang Juwita Unib Belakang. Namun untuk penjualan atau pemasaran inovasi Jamur Tiram menjadi Keripik Jamur dan Indomie Jamur Tiram Saus Spagetti akan kami lakukan dengan membuka kios di daerah dekat kampus Universitas Bengkulu dengan memberi nama kos itu Pondok Jamur Tiram, yang mana Jamur Tiram merupakan bahan baku pada setiap menu. B. Bahan Baku 1. Bahan Baku Produksi Jamur Tiram : a. Substrat ( media ) tanam

Serbuk gergajian kayu Dedak halus Gipsun Kapur Tepung Jagung Air bersih

b. Bibit Jamur Tiram Diperoleh dengan membeli bibit jamur tiring yang didistribusikan dari Yogyakarta, hal ini untuk mendapatkan kualitas bibit yang bagus.

C. Tenaga Kerja Untuk proses Budidaya Jamur Tiram akan kami lakukan bertiga, yaitu ketua pelaksana dan dua anggota pelaksana Namun setelah melakukan inovasi menjadi Keripik Jamur Tiram dan Indomie Jamur Tiram Saus Spagetti, kami akan merekrut tenaga kerja sebanyak 2 orang untuk melakukan pekerjaan pengolahan serta penjualan.

D. Proses Produksi 1. Peralatan yang digunakan NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Sekop Alat Pengisian Bejana pengasapan dan seterilisasi Growing house Alat pengukur tempratur / kelembapan Timbangan Sarung tangan Pisau Gunting Plastik Staples NAMA PERALATAN JUMLAH 3 3 4 1 3 1 3 2 3 4 Kg 2

12 13 2.

Karung Tali

20 1

3. Bentuk dan luas Bangunan A. Bentuk bangunan tempat Budi daya Jamur Tiram

Bangunan Terlihat dari sudut depan

Bangunan Terlihat dari samping

Bangunan terlihat dari depan

4. Kapasitas Produksi Dalam Growing House kami akan melakukan budidaya Jamur Tiram sebanyak 800 baglok dengan menyusunnya di atas rak yang telah disiapkan.Dari 800 baglok itu 10% yang akan mengalami kegagalan. Sehingga ada 720 yang akan menghasilkan Jamur Tiram segar. Dari 720 baglok itu setelah 2 bulan akan siap panen dengan produksi minimal 16kg per hari ( tidak semua baglog tiap hari dapat dipanen ) BAB V ANALISIS BIAYA 6.1 Biaya Investasi Awal NO 1 Growing house KEPERLUAN Kayu Balok1 2 x 12 UNIT 6 HARGA / UNIT Rp 75.000,00 JUMLAH Rp 450.000,00

2 3 4 5 6 7 8 9

Kayu Balok 5 x 7 Bambu Papan Rumbia ( atap ) Karung Goni Paku Semen Bambu anyaman Jumlah Tukang

20 secukupya 20 100 10 2 Kg 1 sak 7

Rp 45.000,00 Rp 100.000,00 Rp 23.000,00 Rp 3.000,00 Rp 5.000,00 Rp 7.000,00 Rp 51.000,00 Rp 30.000,00

Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp

900.000,00 100.000,00 460.000,00 300.000,00 50.000,00 14.000,00 51.000,00 350.000,00 2,675.000,00

Tenaga kerja : 1.

( 1 )@ Rp 75.000,00 x 7 hari

= Rp 520.000,00 = Rp 350.000,00

1. Kernet Tukang ( 1 )@ Rp 50.000,00 x 7 hari

Jadi untuk upah tenaga kerja pembuatan growing house sebesar Rp 520.000,00 + Rp 350.000 = Rp 870.000,00 Untuk Biaya keseluruhan pembuatan Growing House siap pakai : Rp 2,675,000.00 + Rp 870.000,00 = Rp 3.545.000,00

Peralatan ALAT Sekop Bejana + perakitan Alat pengukur suhu Timbangan Sarung tangan Pisau Gunting Staples + isi Pompa Lain - Lain Jumlah UNIT 2 3 1 1 3 1 3 3 1 HARGA / UNIT Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp 65.000,00 200.000,00 15.000,00 150.000,00 5.000,00 10.000,00 5.000,00 5.000,00 150.000,00 150.000,00 JUMLAH Rp 130.000,00 Rp 600.000,00 Rp 15.000,00 Rp 150.000,00 Rp 15.000,00 Rp 10.000,00 Rp 15.000,00 Rp 15.000,00 Rp 150.000,00 Rp 150.000,00 Rp 1,250,000.00

NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

Total biaya investasi awal = Rp 3.545.000,00 + Rp 1,250,000.00 = Rp 4.795.000,00 6.2 Perhitungan Biaya produksi 1. Biaya Tetap a. Biaya Penyusutan Penyusutan Growing House@2 = Rp 1.337.500,00/ tahun = Rp 445.900,00 / 1 periode budidaya Penyusutan peralatan@1 = Rp 1,250,000.00/tahun periode budidaya Total = Rp 445.900,00 + Rp 417.000,00 = Rp 862.900,00 / 1 periode budidaya = Rp 417.000,00 / 1

b. Amortisasi Ijin usaha Pajak Jumlah c. Dana social = Rp 100.000,00 = Rp 100.000,00 = Rp 200.000,00/ 1 periode budidaya = Rp 200.000,00 / 1 periode budidaya

Total Biaya Tetap ( FC )

= Biaya Penyusutan + Biaya Amortisasi + Dana social = Rp 862.900,00 + Rp 200.000,00 + Rp 200.000,00 = Rp 1.262.900,00

2. Biaya Tidak tetap a. Bahan baku dan pembantu NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 BAHAN Serbuk gergaju Kayu Dedak Gipsun Kapur Tepung Jagung Plastik pengemas Pipa Koran bekas Tali Rapia bibit Jamur Jumlah UNIT 40 karung 80 Kg 2 karung 2 kaleng besar 10 Kg 10 Kg 10 Batang 2 Kg 2 gulung 100 bungkus HARGA 10,000.00 1.500.00 80,000.00 30,000.00 7,000.00 21,000.00 7,000.00 2,500.00 15,000.00 10,000.00 JUMLAH 400,000.00 120,000.00 160,000.00 60,000.00 70,000.00 210,000.00 70,000.00 5,000.00 30,000.00 1,000,000.00 2,125,000.00

Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp

Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp

Total bahan baku dan Pembantu

= Rp

2,125,000.00

b. Biaya Operasional Biaya Perawatan Biaya Energi ( listrik dan air ) Transportasi Biaya penjualan = Rp = Rp 500.000,00 250.000,00

= Rp 1.000.000,00 = Rp 400.000,00

Jumlah

= Rp 2.050.000,00

Total Biaya tidak tetap ( VC ) = Bahan baku dan pembantu + Biaya operasional = Rp 2,125,000.00 + Rp Rp 2.050.000,00

= Rp 4.175.000,00 Biaya produksi = FC + VC = Rp 1.262.900,00 + Rp 4.175.000,00 = Rp 5.437.900,00 / 1 periode budidaya Kapasitas Produksi = 15 Kg x 60 hari = 750 Kg / 1 periode budidaya Harga pokok penjulan Harga Jual Penjualan = Rp 7.250,53/ Kg Jamur Tiram = Rp 5.000,00 / bungkus ( Kg ) = Rp 20.000,00/Kg Jamur Tiram = Harga Jual x Kapasitas Produksi = Rp 20.000,00 x 750 Kg = Rp 15.000.000,00 / 1 x periode budidaya Keuntungan = Penjualan biaya produksi = Rp 15.000.000,00 - Rp 5.437.900,00 = Rp9.562.100,00 / 1 x Periode budidaya =

Rekapitulasi Anggaran Modal Awal Pembukaan Usaha : = Biaya Investasi awal + Biaya Produksi = Rp 4.795.000,00 + Rp 5.437.900,00 =

1.1 Sumber Pembiayaan Sumber pembiayaan kegiatan bisnis ini diperoleh dari modal pinjaman dengan mengusulkan proposal usaha PKM kepada Universitas Bengkulu. Dengan usulan pinjaman sebesar

Rp 10.000.000,00 untuk menjalankan usaha. Juka ada kekurangan biaya, maka akan ditambah dengan modal tim pelaksana. 1.2 Proses Perputaran Uang
INVESTASI HUTANG

KAS

BAHAN BAKU + PEMBANTU

TRANSPORMASI

PRODUK

DIJUAL

HASIL PENJUALAN

PERSNTASE BUAT TIM PELAKSAANA

Perputaran uang adalah : Keuntungan berikut 1. Untuk bayar hutang 2. Dan sisanya sebesar = Rp.4.000.000,00 = Rp 7.080.500,00 - Rp.4.000.000,00 = Rp 3.080.500,00 akan = Rp 7.080.500,00 / 1 x Periode budidaya dan akan dialokasikan sebagai

diinvestasikan sebagai pengembangan usaha budidaya Jamur Tiram dengan menambah proses produksi serta dengan melakukan inovasi peengolahannya menjadi Keripik Jamur Tiram dan Indomie Jamur Tiram Saus Spagetti