Disampaikan Oleh : Dwi Hayi Prasetyo,SPd Guru Fisika SMA NEGERI 1 Boja.

SIFAT-DASAR GELOMBANG BUNYI
1. Merupakan gelombang longitudinal 2. Memerlukan medium dalam perambatannya 3. Dapat mengalami pemantulan ( Refleksi )

4. Dapat mengalami pembiasan ( Refraksi )
5. Dapat mengalami perpaduan ( Interferensi ).

Cepat rambat bunyi dalam zat padat : Dirumuskan : v = √ Y/𝞺 Keterangan : v = cepat rambat bunyi ( m/s ) Y = modulus Young ( N/m2) 𝞺 = massa jenis zat padat ( kg/m3 ). .MENGUKUR CEPAT RAMBAT GELOMBANG BUNYI 1.

2. .Cepat rambat bunyi dalam zat cair : Dirumuskan : v = √ B/𝞺 Keterangan : v = cepat rambat bunyi ( m/s ) B = modulus Bulk ( N/m2 ) 𝞺 = massa jenis zat cair ( kg/m3 ).

3.40 ( tidak bersatuan ) R = tetapan umum gas = 8.314 J/mol K T = suhu gas ( K ) M = massa molekul relatif gas ( kg/mol ). .Cepat rambat bunyi dalam gas : Dirumuskan : v = √𝝲 RT/M Keterangan : v = cepat rambat bunyi ( m/s ) 𝝲 = konstanta Laplace = 1.

5 v/L Perbandingan frekuensi pada senar ( dawai ) : f0 : f1 : f2 : f3 : f4 = 1 : 2 : 3 : 4 : 5 Perbandingan frekuensi pada senar merupakan perbandingan bilangan bulat berurutan.0 𝝺3 . f2 = v/𝝺2 = 1. .0 𝝺1 .0 v/L Nada atas II : L = 1.5 v/L Nada atas III : L = 2. f3 = v/𝝺3 = 2.SENAR ( DAWAI ) dan PIPA ORGANA SEBAGAI SUMBER BUNYI A. f4 = v/𝝺4 = 2.5 v/L Nada atas I : L = 1.Pola gelombang pada senar ( dawai ). f1 = v/𝝺1 = 1.5 𝝺2 . Nada dasar : L = 0.5 𝝺4 . fo = v/𝝺0 = 0.5 𝝺0 .0 v/L Nada atas IV : L = 2.

HUKUM MARSENE : f0 = 1/2L2√F/𝞵 . 𝞵 = m1/L1 . F = m2 g Keterangan : f0 = frekuensi nada dasar ( Hz) L1 = panjang senar yg diukur massanya ( m ) L2 = panjang senar yg bergetar ( m ) F = gaya tegangan senar ( N ) m1 = massa senar ( kg ) m2 = massa beban ( kg ) g = percepatan gravitasi ( m/s2 ) .

B.0 v/L Nada Atas IV : L = 2.5 v/L Nada atas I : L =1. f4 = v/𝝺4 = 2. f0 = v/𝝺0 = 0.0 𝝺 . Pola gelombang pada pipa organa terbuka : Nada dasar : L = 0.5 𝝺 . f3 = v/𝝺3 = 2.0 v/L Nada atas II : L = 1.5 v/L Perbandingan frekuensi pipa organa terbuka : f0 : f1 : f2 : f3 : f4 = 1 : 2 : 3 : 4 : 5 .5 𝝺 . f1 = v/𝝺1 = 1.5 v/L Nada atas III : L = 2.0 𝝺 . f 2 = v/𝝺2 = 1.5 𝝺 .

f = v/𝝺0 = 1v/4L Nada atas I : L = 0.75 𝝺 .25 𝝺 . f = v/𝝺2 = 5v/4L Nada atas III : L = 1.Pola gelombang pada pipa organa tertutup : Nada dasar : L = 0.25 𝝺 . . f = v/𝝺1 = 3v/4L Nada atas II : L = 1.C. f = v/𝝺3 = 7v/4L Nada atas IV : L = 2.75 𝝺 .25 𝝺 . f = v/𝝺4 = 9v/4L Perbandingan frekuensi pipa organa tertutup : f0 : f1 : f2 : f3 : f4 = 1 : 3 : 5 : 7 : 9 Perbandingan frekuensi pada pipa organa tertutup merupakan perbandingan bilangan ganjil berurutan.

.RESONANSI ialah : peristiwa ikut bergetarnya suatu benda.Kedua frekuensi benda besarnya sama 2. karena pengaruh benda lain yang sedang bergetar Syarat terjadinya resonansi : 1.Frekuensi benda yang satu merupakan kelipatan frekuensi benda yang lain.

.Sinar gitar yang digetarkan akan menggetarkan udara yang ada didalam kotak bunyinya 3. akan menyebabkan garputala lain bergetar.Dua garputala yang kotak bunyinya dipasang berhadapan. ketika salah satu garputala digetarkan.Contoh Resonansi : 1.Garputala digetarkan diatas kolom udara berisi air 2.

25 v/L .25 𝝺 f0 = v/𝝺 = 0. Maka : v = 4 L f0 Keterangan : v = kecepatan bunyi diudara (m/s) f0 = frekuensi garputala yang digunakan (Hz) L = panjang kolom udara (m) .Percobaan Resonansi nomor (1) diatas : Nada dasar : L = 0.

INTENSITAS GELOMBANG BUNYI ialah Energi yang dipindahkan per satuan waktu per satuan luas. atau daya per satuan luas. Dirumuskan : I = E/tA = P/A Keterangan : I = intensitas gelombang bunyi ( W/m2 ) E = energy gelombang bunyi ( J ) P = daya gelombang bunyi ( W ) t = waktu ( s ) A = luas penampang ( m2 ) . yang tegak lurus pada arah cepat rambat gelombang.

Perbandingan Intensitas gelombang bunyi : I1 /I2 = (Am1 /Am2)2 = (r2/r1)2 I 1 : I2 = R2 2 : R1 2 Keterangan : I1 = intensitas bunyi di titik 1 ( W/m2) I2 = intensitas bunyi di titik 2 ( W/m2 ) Am1 = amplitudo gelombang di titik 1 ( m ) Am2 = amplitudo gelombang di titik 2 ( m ) r1 = jarak sumber bunyi terhadap titik 1 ( m ) r2 = jarak sumber bunyi terhadap titik 2 ( m ). .

Dirumuskan : TI = 1O log (I/I0) Keterangan : TI = taraf intensitas bunyi ( dB = decibel ) I = intensitas bunyi ( W/m2 ) I0 = intensitas ambang pendengaran = 10-12 W/m2 .• TARAF INTENSITAS BUNYI ialah Logaritma perbandingan antara intensitas bunyi dengan intensitas ambang pendengaran.

.• Intensitas ambang pendengaran : ialah intensitas terkecil yang masih dapat menimbulkan rangsangan pendengaran pada telinga manusia ( = 10-12 W/m2 ) • Intensitas ambang perasaan : ialah intensitas terbesar yang masih dapat diterima telinga manusia tanpa rasa sakit ( = 1 W/m2 ).

• . TIn = TI1 + 10 log n Keterangan : TI1 = taraf intensitas 1 buah bunyi ( dB ) TIn = taraf intensitas n buah bunyi ( dB ) n = jumlah bunyi B. TI2 = TI1 – 20 log (r2/r1) Keterangan : TI1 = taraf intensitas bunyi pada titik 1 ( dB ) TI2 = taraf intensitas bunyi pada titik 2 ( dB ) r1 = jarak sumber bunyi terhadap titik 1 ( m ) r2 = jarak sumber bunyi terhadap titik 2 ( m ). Taraf intensitas bunyi untuk n buah bunyi. Taraf intensitas bunyi pada jarak r tertentu.TARAF INTENSITAS BUNYI : A.

---------------------. Misal : .2 (Hz) . 1 layangan ialah gejala dua bunyi keras atau dua bunyi lemah yang terjadi secara berurutan.keras  lemah  keras -lemah  keras  lemah Frekuensi Pelayangan : fp = f1 – f2 atau fp = f2 – f1 Keterangan : fp = frekuensi pelayangan ( banyaknya layangan/sekon) f1 = frekuensi gelombang bunyi 1 (Hz) f2 = -----------------...PELAYANGAN BUNYI : ialah peristiwa berubah-ubahnya kenyaringan bunyi secara periodik. jika dibunyikan bersamaan. akibat dua sumber bunyi dengan frekuensi yang berbeda sedikit.

• EFEK DOPPLER ialah peristiwa berubahnya frekuensi sumber bunyi yang didengar oleh pendengar. jika sumber bunyi bergerak mendekati atau menjauhi pendengar. Dirumuskan : fp /(V ∓ Vp) = fs /(V ∓ Vs) .

Pendengar (P) • Sumber bunyi (S) + + .• Keterangan : fp = frekuensi yang didengar oleh pendengar (Hz) fs = frekuensi dari sumber bunyi (Hz) V = cepat rambat gelombang bunyi (m/s) = 340 m/s Vp = kecepatan pendengar (m/s) Vs = kecepatan sumber bunyi (m/s) • Ketentuan : Vp = + . Vs = + .. jika pendengar bergerak mendekati sumber bunyi.. jika sumber bunyi bergerak mendekati pendengar. jika sumber bunyi bergerak menjauhi pendengar. Vp = . Vs = . jika pendengar bergerak menjauhi sumber bunyi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful