Anda di halaman 1dari 9

Laporan Pendahuluan

Praktikum Fisika Lanjutan





Nama Percobaan : DISTRIBUSI RADIASI DAN KOEFISIEN ABSORPSI
Nomor Percobaan : 7
Hari dan Tanggal Percobaan : Sabtu, 8 Oktober 2011
Nama Praktikan : Susi Nofridianita
Nomor Pokok Mahasiswa (NPM) : 1006806721
Teman Kerja 1 :
Nomor Pokok Mahasiswa (NPM) :
Teman Kerja 2 :
Nomor Pokok Mahasiswa (NPM) :
Teman Kerja 3 :
Nomor Pokok Mahasiswa (NPM) :
Teman Kerja 4 :
Nomor Pokok Mahasiswa (NPM) :
Nama Asisten :







Laboratorium Fisika Lanjutan
Departemen Fisika FMIPA UI
Universitas Indonesia
2011
a) Tujuan Percobaan
b) Alat-alat
c) Teori Dasar
d) Cara Kerja
7. Tujuan Percobaan
Tujuan percobaan pada eksperimen kali ini adalah :
Menghitung distribusi radiasi dengan distribusi Poisson dan Normal
Menghitung koefisien absorpsi dari lempeng Alumunium
Memahami cara kerja alat pencacah Geiger-Muller

7.1 Teori Dasar
7.1.1 Distribusi Poisson dan Normal
Proses pencacahan suatu radiasi radioaktifitas dengan menggunakan GM counter menghasilkan suatu
probabilitas dari kejadian pada interval waktu tertentu. Jika probabilitas dari n kejadian dan jumlah
eksperimen yang dilakukan adalah m pada interval waktu tertentu mengikuti suatu distribusi Binomial

( ) ) 0 ( ) 1 ( ) ( m n p p n P
n m
m
n
m
m
n
s < =

....................(1)

Dengan asumsi probabilitas kejadian terjadi dalam interval waktu t A maka timbul harga rata-rata dari n
kejadian n dengan hubungan

m
mp n = ....................(2)

Jika t A kecil maka nilai m meningkat menjadi tak hingga dan nilai n tetap maka Persamaan (1) mendekati
sebuah distribusi Poisson

n
n
n
e
n
n
n P

=
!
) ( ......................(3)
Standar Deviasi (o ) dari suatu probabilitas dinyatakan sebagai

=
n
n n n p
2
) )( ( o ..........................(4)
Untuk distribusi Poisson standar deviasinya adalah
n = o ......................(5)
Jika nilai n lebih besar dari 50, maka distribusi Poisson pada persamaan (3) mendekati distribusi normal
yaitu
2
2
2
) (
,
2
1
) (
o
o
to
n n
n
e n F

= ................(6)

Pada distribusi Poisson probabilitas hanya memiliki satu parameter yaitu harga rata-rata n sedangkan
pada distribusi Normal terdapat dua parameter yaitu harga rata-rata n dan standar deviasi o dan nilai
o tidak beubah ketika perubahan dari distribusi Poisson ke distribusi Normal sehingga distribusi Normal
dapat dituliskan

n
n n
n
e
n
n F
2
) (
2
2
1
) (

=
t
........................ (7)

000
Lempeng Aluminium
Sinar Radioaktif
Alat Pencacah GM
Bahan Radioaktif
Io I

Gambar 1. Sinar Radioaktif Mengalami Pengurangan Intensitas Ketika Melewati Lempeng Aluminium



7.1.1 Koefisien Absorpsi
Untuk berkas-berkas dari radiasi dan , intensitas yang ditransmisikan melalui suatu medium absorbsi
bervariasi menurut hukum eksponensial yaitu
x
x
e I I

=
0
..................(8)
Dimana I
0
adalah intensitas sinar datang, Ix adalah intensitas sinar yang ditransmisikan, x adalah
ketebalan medium yang dilalui dan adalah koefisien absorpsi medium untuk radiasi tertentu dan satuan
adala m
-1
.

7.2 Alat-alat
Alat-alat yang digunakan pada eksperimen kali ini yaitu :
Lempengan Alumunium
Sumber Radioaktif
Alat Pencacah Geiger-Muller
Detektor Rafioaktif
Pencatat Waktu
Pingset

7.3 Cara Kerja
Sebelum melakukan eksperimen dan pengambilan data, praktikan terlebih dahulu meminta petunjuk
kepada asisten mengenai prosedur eksperimen. Prosedur eksperimen adalah sebagai berikut :

7.3.1 Distribusi Normal
1. Menyusun detektor pencacah dan alat pencacah GM seperti pada gambar 2.
2. Mengatur alat pencacah GM dalam kondisi nol.
3. Melakukan pencacahan untuk radiasi random atau background tiap 10 detik sebanyak
minimal sebanyak 50 data.

7.3.2 Distribusi Poisson
1. Menyusun alat detektor pencacah dan alat pencacah GM.
2. Mengatur alat pencacah GM dalam kondisi nol.
3. Mmasukkan bahan yang mengandung radoaktif ke dalam wadah. Kemudian mengarahkan
detektor ke bahan tersebut dan melihat pada alat pencacah, akan terlihat angka-angka
pencacahan.
4. Melakukan pencacahan umtuk radiasi radioaktif tiap 10 detik sebanyak minimal sebanyak 50
data.

7.3.3 Koefisien Absorbsi
1. Menyusun alat detektor pencacah dan alat pencacah GM.
2. Mengatur alat pencacah dalam kondisi nol.
3. Melakukan pencacahan radiasi background tiap 60 detik dan mengulangi sebanyak 3 kali. Hal
ini untuk mengukur intensitas sumber tanpa penghalang.
4. Memasukkan bahan mengandung radioaktif ke dalam wadah. Kemudian mengarahkan
detektor ke sumber radioaktif.
5. Mengatur bahan radioaktif pada jarak tertentu dan mengusahakan jarak ini tidak berubah
selama pengukuran.
6. Meletakkan lempeng alumunium antara sumber radioaktif dengan detektor dan melakukan
pencacahan tiap 60 detik dan mengulangi sebanyak 3 kali.
7. Melakukan hal yang sama untuk lempeng aluminium dengan ketebalan yang berbeda.

Catatan :
Gunakan pinset untuk memindahkan bahan radioaktif dari tempatnya. Jangan menggunakan tangan dan
cuci tangan setelah pengukur

Distribusi Radiasi dan Koefisien Absorpsi
(Nuklir-Geiger Muller)

a. Tujuan Percobaan
Tujuan percobaan pada eksperimen kali ini adalah :
Menghitung distribusi radiasi dengan distribusi Poisson dan Normal
Menghitung koefisien absorpsi dari lempeng Alumunium
Memahami cara kerja alat pencacah Geiger-Muller

b. Alat-alat
Alat-alat yang digunakan pada eksperimen kali ini yaitu :
Lempengan Alumunium
Sumber Radioaktif
Alat Pencacah Geiger-Muller
Detektor Rafioaktif
Pencatat Waktu
Pingset

c. Teori Dasar
1. Distribusi Poisson dan Normal
Proses pencacahan suatu radiasi radioaktifitas dengan menggunakan GM counter
menghasilkan suatu probabilitas dari kejadian pada interval waktu tertentu. Jika probabilitas dari
n kejadian dan jumlah eksperimen yang dilakukan adalah m pada interval waktu tertentu
mengikuti suatu distribusi Binomial
( ) ) 0 ( ) 1 ( ) ( m n p p n P
n m
m
n
m
m
n
s < =

....................(1)
Dengan asumsi probabilitas kejadian terjadi dalam interval waktu t A maka timbul harga rata-rata
dari n kejadian n dengan hubungan
m
mp n = ....................(2)
Jika t A kecil maka nilai m meningkat menjadi tak hingga dan nilai n tetap maka Persamaan (1)
mendekati sebuah distribusi Poisson
n
n
n
e
n
n
n P

=
!
) ( ......................(3)
Standar Deviasi (o ) dari suatu probabilitas dinyatakan sebagai

=
n
n n n p
2
) )( ( o ..........................(4)
Untuk distribusi Poisson standar deviasinya adalah
n = o ......................(5)
Jika nilai n lebih besar dari 50, maka distribusi Poisson pada persamaan (3) mendekati distribusi
normal yaitu
2
2
2
) (
,
2
1
) (
o
o
to
n n
n
e n F

= ................(6)
Pada distribusi Poisson probabilitas hanya memiliki satu parameter yaitu harga rata-rata n
sedangkan pada distribusi Normal terdapat dua parameter yaitu harga rata-rata n dan standar
deviasi o dan nilai o tidak beubah ketika perubahan dari distribusi Poisson ke distribusi Normal
sehingga distribusi Normal dapat dituliskan
n
n n
n
e
n
n F
2
) (
2
2
1
) (

=
t
........................ (7)

000
Lempeng Aluminium
Sinar Radioaktif
Alat Pencacah GM
Bahan Radioaktif
Io I

Gambar 1. Sinar Radioaktif Mengalami Pengurangan Intensitas Ketika Melewati Lempeng Aluminium
2. Koefisien Absorpsi
Untuk berkas-berkas dari radiasi dan , intensitas yang ditransmisikan melalui suatu
medium absorbsi bervariasi menurut hukum eksponensial yaitu
x
x
e I I

=
0
..................(8)
Dimana I
0
adalah intensitas sinar datang, Ix adalah intensitas sinar yang ditransmisikan, x adalah
ketebalan medium yang dilalui dan adalah koefisien absorpsi medium untuk radiasi tertentu
dan satuan adala m
-1
.

d. Cara Kerja
Sebelum melakukan eksperimen dan pengambilan data, praktikan terlebih dahulu meminta petunjuk
kepada asisten mengenai prosedur eksperimen. Prosedur eksperimen adalah sebagai berikut :
a. Distribusi Normal
1. Menyusun detektor pencacah dan alat pencacah GM seperti pada gambar 2.
2. Mengatur alat pencacah GM dalam kondisi nol.
3. Melakukan pencacahan untuk radiasi random atau background tiap 10 detik sebanyak
minimal sebanyak 50 data.
b. Distribusi Poisson
1. Menyusun alat detektor pencacah dan alat pencacah GM.
2. Mengatur alat pencacah GM dalam kondisi nol.
3. Mmasukkan bahan yang mengandung radoaktif ke dalam wadah. Kemudian mengarahkan
detektor ke bahan tersebut dan melihat pada alat pencacah, akan terlihat angka-angka
pencacahan.
4. Melakukan pencacahan umtuk radiasi radioaktif tiap 10 detik sebanyak minimal sebanyak 50
data.
c. Koefisien Absorbsi
1. Menyusun alat detektor pencacah dan alat pencacah GM.
2. Mengatur alat pencacah dalam kondisi nol.
3. Melakukan pencacahan radiasi background tiap 60 detik dan mengulangi sebanyak 3 kali. Hal
ini untuk mengukur intensitas sumber tanpa penghalang.
4. Memasukkan bahan mengandung radioaktif ke dalam wadah. Kemudian mengarahkan
detektor ke sumber radioaktif.
5. Mengatur bahan radioaktif pada jarak tertentu dan mengusahakan jarak ini tidak berubah
selama pengukuran.
6. Meletakkan lempeng alumunium antara sumber radioaktif dengan detektor dan melakukan
pencacahan tiap 60 detik dan mengulangi sebanyak 3 kali.
7. Melakukan hal yang sama untuk lempeng aluminium dengan ketebalan yang berbeda.
Catatan :
Gunakan pinset untuk memindahkan bahan radioaktif dari tempatnya. Jangan menggunakan tangan
dan cuci tangan setelah pengukuran.