Anda di halaman 1dari 13

BAB I PENDAHULUAN A. Judul Praktikum Pemeriksaan Kolesterol Darah B. Tanggal Praktikum Jumat , 14 Oktober 2011 C. Tujuan Praktikum 1.

Mahasiswa dapat mengukur kadar glukosa darah dengan metode CHODPAP. 2. Mahasiswa akan dapat menyimpulkan hasil pemeriksaan kadar kolesterol darah pada saat praktikum setelah membandingkannya dengan nilai normal. 3. Mahasiswa akan dapat dapat melakukan diagnosa dini penyakit apa saja yang disebabkan oleh peningkatan kadar kolesterol dengan bantuan hasil praktikum yang dilakukan.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA Dasar Teori Kolesterol merupakan komponen structural membrane sel dan merupakan senyawa induk dari hormone steroid, vitamin D3, dan garam empedu. Kolesterol disintesis secara de novo di dalam hati dan sel epitel usus serta dapat juga diperoleh dari lipid makanan. Sintesis secara de novo bergantung pada jumlah kolsterol dan trigliserida dalam lipid makanan (Staf Pengajar Departemen Farmakologi FK UNSRI). Di dalam tubuh, lemak di metabolisme dengan beberapa jalur. Pertama jalur eksogen, kedua jalur endogen, ketiga jalur pengembalian lemak yang disebut transfer reverse kolesterol transport (Staf Pengajar Departemen Farmakologi FK UNSRI). 1. Jalur Eksogen Kolesterol makanan diabsorpsi dari usus dalam bentuk paket ikatan gliserol-ester dengan 3 cincin asam lemak yang dinamakan kilomikron. Pada kapiler, jaringan lemak dan otot polos, ikatan trigliserid ini dipecah oleh enzim lipoprotein lipase sehingga membebaskan asam lemak, dan sisanya adalah partikel kaya kolesterol,dan bila sampai hepar, akan diikat oleh reseptor khusus dan diambil masuk ke dalam sel. 2. Jalur Endogen Pada jalur endogen kolesterol yang telah disintesis di hati diangkut ke jaringan oleh VLDL dan LDL. Sehingga LDL disebut bad lipoprotein. HDL akan mengangkut kolesterol dari jaringan ke hati (Koolman, 2000).

3. Transfer Reverse Cholesterol Transport

Adalah jalur yang digunakan untuk menggambarkan transport koleterol dari jaringan ekstrahepatik ke liver, ataupun pendaurulangan atau untuk eliminasi dari tubuh. Jalur ini memfasilitasi dan meregulasi dengan beberapa faktor pengoperasi dalam plasma. Beberapa dari faktor-faktor tersebut adalah target potensial untuk terapi yang di rancang untuk pencegahan artherosklerosis (Christopher J, 2005). Beberapa faktor yang mempengaruhi kolesterol adalah faktor genetik, umur, jenis kelamin, dan lingkungan. Kadar kolesterol ini cenderung meningkat pada orang-orang yang gemuk, kurang berolahraga, stres, dan perokok (www.litbang.depkes.go.id). Faktor resiko yang menyebabkan suatu penyakit merupakan factor factor yang dipercaya dapat meningkatkan resiko timbulnya penyakit yang terkait. Pola hidup seseorang adalah kunci utama pemegang peran yang sangat penting dalam mempengaruhi kondisi kesehatan seseorang (www.litbang.depkes.go.id). Asosiasi kesehatan di Amerika menggolongkan factor resiko menjadi 3 yaitu : 1. Faktor resiko utama (major risk factor) adalah faktor resiko yang diyakini secara langsung meningkatkan resiko timbulnya penyakit. 2. Faktor resiko tidak langsung ( contributing risk factor ). adalah faktor resiko yang dapat diasosiasikan dengan timbulnya suatu penyakit. 3. Faktor resiko alami Faktor resiko yang disebabkan keturunan, jenis kelamin dan usia. (www.litbang.depkes.go.id)

Beberapa Faktor Resiko yang Mempengaruhi Kadar Kolesterol a. Kebiasaan merokok b. Kurang mengkonsumsi sayuran dan buah - buahan c. Kurang olahraga serta kegemukan d. Mengkonsumsi alcohol berlebihan e. Usia dan Jenis kelamin f. Kebiasaan minum kopi berlebihan g. Stres (www.litbang.depkes.go.id) a. Kebiasaan Merokok Kebiasaan ini akan membuat kerja jantung dan paru paru perokok kurang efisien, sehingga sangat beresiko terhadap penyakit jantung, bronchitis dan kanker. Merokok sangat mempengaruhi system kardiovaskular karena beberapa hal yaitu : a. Memasukkan karbon monoksida kedalam tubuh Ketika menghisap rokok maka secara otomatis akan

memasukkan karbon monoksida ke dalam paru paru, kemudian karbon monoksida tersebut melekat pada sel darah merah, tempat dimana oksigen biasa melekat. Akibatnya jumlah oksigen yang dibawa oleh darah menjadi berkurang, sehingga jantung, otot dan tubuh menjadi kekurangan oksigen (www.litbang.depkes.go.id). b. Menurunkan kadar HDL kolesterol yang baik Dengan turunnya kadar HDL Kolesterol dalam aliran darah akan membuat darah mejadi mudah membeku, sehingga memungkinkan terjadinya penyumbatan arteri, serangan jantung dan stroke. Beberapa penelitian di dapat bahwa, merokok 20 batang atau

lebih dalam sehari dapat mengakibatkan penurunan HDL sekitar 12% (www.litbang.depkes.go.id). b. Kurang Mengkonsumsi Sayuran dan buah - buahan Sayuran dan buah buahan merupakan jenis bahan makanan yang dapat menurunkan kadar kolesterol ( hipokolesterol ) (www.litbang.depkes.go.id). c. Kurang Olahraga Serta Kegemukan Kegemukan atau obesitas menunjukkan adanya penumpukan lemak tubuh yang berlebihan. Kondisi yang demikian selain mempengaruhi kadar kolesterol juga merupakan salah satu faktor resiko gangguan jantung koroner dan juga beberapa faktor resiko yang lain seperti diabetes mellitus serta hipertensi.Kegemukan terkait erat dengan tenaga yang kurang dikeluarkan, sedangkan makanan yang dikonsumsi tersimpan dalam tubuh dalam bentuk lemak (www.litbang.depkes.go.id). d. Mengkonsumsi Alkohol Berlebihan Kebiasaan meningkatkan mengkonsumsi kadar kolesterol alkohol total berlebihan dan dapat

trigliserida

(www.litbang.depkes.go.id). e. Usia dan Jenis Kelamin Semakin tua umur manusia maka organ tubuhnya juga akan semakin menurun kemampuannya, hai ini merupakan salah satu contoh faktor resiko alami. Pada usia tua pembuluh arteri koroner, yang secara sederhana jika diibaratkan seperti saluran pipa air, maka semakin lama akan semakin banyak kerak atau karat yang terdapat pada bagian dalam pipa. Jika kandungan kotoran didalam air tinggi, pembentukan kerak akan bertambah cepat. Dalam perumpamaan itu, kolesterol jahat merupakan kotoran yang terdapat dalam air. Jika tekanan darah

meningkat

lambat

laun

keelastisitasan

arteri

akan

hilang(www.litbang.depkes.go.id). Jika pola hidup yang salah dikombinasikan dengan faktor faktor genetic yang bisa menyebabkan persoalan kolesterol, maka akan mempercepat terbentuknya artherosclerosis. Pada wanita sebelum usia menopause, memiliki kadar kolesterol total yang lebih rendah dari pada pria dengan usia yang sama. Tetapi setelah menopause kadar kolesterol LDL pada wanita cenderung meningkat (www.litbang.depkes.go.id). f. Kebiasaan Minum Kopi Berlebihan Mengkonsumsi kopi secara berlebihan akan meningkatkan kadar kolesterol total dan LDL darah (www.litbang.depkes.go.id). g. Stres Beberapa penelitian yang telah dilakukan membuktikan bahwa seseorang yang sedang mengalami stress atau tekanan, kadar kolesterol darahnya lebih tinggi dibandingkan saat tidak mengalami tekanan (www.litbang.depkes.go.id).

BAB III METODE PRAKTIKUM A. Alat 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 1. 2. 1. Spuit 3 cc Torniquet Plakon Eppendorf Sentrifugator Tabung reaksi 3 ml Mikropipet (10 l 100 l) Mikropipet (10 l 1000l) Yellow tip Blue tip Kuvet Spektofotometer B. Bahan : Sampel (plasma) Working Reagen C. Cara Kerja : Persiapan sampel: a. b. Ambil darah probandus sebanyak 3 cc dengan menggunakan spuit. Masukkan darah ke dalam tabung vacum met dan sentrifugasi dengan kecepatan 4000 rpm selama 10 menit, kemudian ambil plasma untuk sampel

c.

Sampel (plasma) sebanyak 10 l kemudian dicampur dengan working reagen sebanyak 1000l

d. Inkubasi campuran selama 20 menit dalam suhu ruangan 20-

250C. Kemudian ukur dengan spektofotometer pada 546 nm dan nilai faktor 100. D. Nilai Normal Dicurigai Meningkat : diatas 220 mg/dl : diatas 260 mg/dl

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

A.

Hasil Pengamatan Nama Probandus Jenis kelamin Umur : Sania Nadianisa M. : Perempuan : 19 tahun

+ Plasma 10 l Dihomogenkan, Inkubasi 20 menit Working reagen 1000l

Setelah diinkubasi selama 20 menit, tabung tersebut diukur pada spektrofotometer dengan panjang gelombang 546 nm Hasil. B. Hasil Pemeriksaan Hasil dari pemeriksaan kolesterol darah probandus : kadar kolesterol darah yaitu 196 mg/dl. C. Pembahasan Probandus memiliki kadar kolesterol darah yang normal karena rentang nilai normal kadar kolesterol dalam darah adalah kurang dari 220 mg/dl. Apabila hasil yang didapatkan tidak normal, maka hasil yang mungkin memengaruhi hasil percobaan tersebut adalah Faktor Praktikan, faktor alat atau faktor probandusnya. Faktor praktikan merupakan kesalahan-kesalahan yang mungkin dilakukan praktikan selama pengukuran. Misalnya, pengambilan plasmadarah maupun reagen yang kurang tepat takarannya karena penggunaanmikropipet yang tidak benar. Kemudian alat-alat praktikum, tidak menutup kemungkinan adanyaalatalat yang sudah mengalami kerusakan. Kondisi probandus juga dapat memengaruhi hasil dari percobaan. Halini dapat terjadi karena tes kadar kolesterol ini dipengaruhi oleh asupanmakanan, jadi ketika saat sebelum pasien yang akan diperiksamengkonsumsi makanan yang mengandung lemak tinggi, maka kadar kolesterol saat diperiksa juga tinggi.

BAB V KESIMPULAN

1.

Dari hasil praktikum kadar kolesterol darah adalah

normal yaitu 196

mg/dl karena rentang kadar kolesterol darah normal yaitu < 220 mg/dl. 2. Kolesterol dalam darah mengalami 3 jalur metabolism yaitu jalur eksogen, jalur endogen, dan jalu transport pengembalian.
3.

Faktor-faktor yang mempengaruhi kadar kolsterol dalam darah diantaranya genetik (usia dan jenis kelamin), psikologi, dan kebiasaan (pola makan, konsumsi alkohol, merokok, olahraga, dan kopi).

DAFTAR PUSTAKA

http://www.litbang.depkes.go.id/aktual/kliping/herbal030106.html Christopher J. Packard, Daniel John Rader. 2005 .Lipids and atherosclerosis. Taylor and Francis. Staf Pengajar Departemen Farmakologi FK UNSRI. 2004. Kumpulan Kuliah Farmakologi. EGC

Koolman, Jan. 2000. Atlas Berwarna & Teks Biokimia. Jakarta: hipokrates. 168 169 hal.