Anda di halaman 1dari 8

LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI UMUM GAMET JANTAN DAN BETINA

Oleh: KELOMPOK 8: NAILUL FITRIYAH YULANDA ANTONIUS ARIS WIDODO HERLINDA MAWARDIKA TURHADI (115090100111002) (115090107111018) (115090107111022) (115090113111004) (115090113111005) ASISTEN: ADISURYO NUGROHO

LABORATORIUM BIOLOGI DASAR JURUSAN BIOLOGI FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG 2011

HALAMAN PERNYATAAN DAN DESKRIPSI TUGAS

Kami yang bertandatangan di bawah ini menyatakan dengan sesungguhnya bahwa Laporan yang berjudul Gamet Jantan dan Betina ini adalah asli hasil kerja kelompok VIII dan tidak mrngandung sedikitpun unsur plagiarism (menyalin dari kelompok lain).

Dengan pembagian tugas sebagai berikut : Aris Widodo Nailul Fitriyah : Sampul,tinjauan pustaka,abstrak : Metode praktikum,halaman pernyataan,tinjauan pustaka

Herlinda Mawardika : Penutup,tinjauan pustaka,hasil&pembahasan Turhadi Yulanda Antonius : Pendahuluan,tinjauan pustaka : Hasil & pembahasan,tinjauan pustaka

Pernyataan ini dibuat dengan sebenarnya, dengan kesadaran kelompok dan bukan atas paksaan. Malang, 28 November 2011

Aris Widodo

: ..................................................................

Herlinda Mawardika : ..................................................................

Nailul Fitriyah

: ..................................................................

Turhadi

: ..................................................................

Yulanda Antonius

: ..................................................................

Pengaruh Peningkatan Kadar NaCl terhadap Pertumbuhan Mikrobia Kelompok 8: Aris W.,Herlinda M.,Nailul F.,Turhadi.,Yulanda A. Jurusan Biologi,Fakultas MIPA,Universitas Brawijaya

ABSTRAK

Praktikum ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan morfologi gamet jantan dan betina serta mengetahui manfaat limbah rumah potong untuk aplikasi teknologi reproduksi.Dalam percobaan ini untuk pengamatan gamet jantan, semen kambing yang dicampur dengan Nacl fisiologis diletakkan pada mikrotube. Diambil dengan pipet untuk diteteskan pada objek gelas dan setelah ditutup dengan cover glass diamati dengan mikroskop. Disini yang diamati adalah sel sperma dan pergerakannya. Sedangkan untuk gamet betina, ovarium kambing dibersihkan dan sel sel ovarium diaspirasi dengan syringe berisi PBS. Cairan yang didapatkan dimmasukkan dalam cawan petri kemudian diamati dengan mikroskop. Dari hasil percobaan dapat diketahui bahwa sel spermatozoa terdiri dari kepala, leher, akrosom, dan ekor namun tidak bergerak karena telah mati.Selain itu juga tampak ovum yang berbentuk bulat telur.

Kata kunci: Gamet, Nacl fisiologis, Reproduksi

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Salah satu ciri dari mahkluk hidup adalah mempertahankan atau melestarikan keturunan agar tidak terjadi kepunahan dengan cara melakukan reproduksi. Artinya,setiap makhluk hidup melakukan proses perbanyakan keturunan atau perkembangbiakan. Di dalam proses

perkembangbiakan ini terjadi proses fertilisasi, Menurut Susilawati(2011), Proses fertilisasi adalah suatu peristiwa secara seri mulai dari penempelan spermatozoa pada oosit, penembusan zona pelusida, perivitellin, sitoplasma hingga fusinya pronuclei yang berasal dari spermatozoa dengan pronuclei yang berasal dari oosit. Spermatozoa adalah sel gamet jantan yang diproduksi pada proses spermatogenesis yang terjadi hanya di tubuli seminiferi yana terletak di testes(Susilawati, 2011). Sedangkan, Sel telur dihasilkan pada organ reproduksi betina(Ovarium). Umumnya, Sel telur ukurannya lebih besar daripada sel sperma(Kay, 2002). Pentingnya praktikumGamet Jantan dan Betina ini, agar kita bisa mempelajari perbedaan morfologi gamet jantan dan betina. Selain itu, kita juga bisa mengetahui manfaat limbah rumah potong untuk aplikasi teknologi reproduksi. 1.2 Rumusan Masalah Rumusan Masalah dalam praktikum ini yaitu: - Apakah perbedaan morfologi gamet jantan dan betina ? - Apakah manfaat limbah rumah potong untuk aplikasi teknologi reproduksi ? 1.3 Tujuan Tujuan yang ingin dicapai dalam praktikum ini adalah sebagai berikut: -Mempelajari perbedaan mofologi gamet jantan dan betina -Mengetahui manfaat limbah rumah ptotng untuk aplikasi teknologi reproduksi. 1.4 Manfaat Setelah melakukan praktikum gamet Jantan dan Betina ini diharapkan dapat mengetahui perbedaan morfologi gamet jantan dan betina serta memahami manfaat limbah rumah potong untuk aplikasi teknologi reproduksi, misalnya pemanfaatan sperma dan ovarium hewan ternak dalam jumlahh besar.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Spermatogenesis bermula dengan terjadinya proses pembelahan pematangan pertama dimana kromosom ayah dan ibu terbagi untuk dua sel anak (spermatosid II) yang kemudian membelah menjadi spermatid dan melalui pembelahan pematangan kedua akan dihasilkan empat sel sperma (Rohen, 2009).Sedangkan oogenesis meliputi dua proses yaitu penggandaan oogonium dan periode pematangan dimana setelah pubertas terjadi pembentukan oosit II dan badan kutub.Pada saat spermatozoa menembus membran sel telur, sel telur masih berada di tahap oosit sekunder. Tahap ini berakhir pada saat fertilisasi yaitu dengan terbentuknya ovum dan badan kutub II(Furconita, 2002). Spermatozoa dibentuk di dalam tubuliseminiferi yang berada di dalam testes. Bentuk spermatozoa yang sempurna adalah merupakan sel yang memanjang, yang terdiri dari kepala yang tumpul yang didalamnya terdapat nucleusatau inti, dan ekor yang mengandung apparatus untuk pergerakan sel. Pada kepala terdapat akrosom yang memiliki struktur dinding yang rangkap yang terletak diantara membran plasma bagian anterior nucleus, leher menghubungkan kepala dan ekornya(flagela) yang dibagi lagi menjadi bagian tengah, pokok, dan akhir yang bagian-bagian tersebut mempunyai struktur yang berbeda(Susilawati, 2011).Menurut Nalbandov (1990), Sel sperma yang normal terbentuk dari kepala, leher, bagian tengah, dan ekor kepala yang ditutup oleh tudung protoplasmik(galea kapitis) Menurut Kay (2002), Sel telur atau produksi ova merupakan ciri biologis hewan betina. Sel telur diproduksi pada organ reproduksi betina(ovarium). Bagian-bagian Sel telur (ovum) menurut Toelihere (1979), Sel telur mempunyai dua membran yang jelas, membrana vitellin dan zona pellucida. Membrana vitellin berguna untuk difusi dan pengangkutan aktif. Zona pellucida adalah suatu selaput yang homogen dan semi-permeabel. Membran ovum penting untuk perlindungan ovum maupun adsorbsi selektif terhadap ion-ion anorganik dan zat-zat metabolik. Inti sel ovum cukup besar, terletak pada suatu posisi eksentrik dan mengandung satu atau dua nuclei chromatic.

Gambar 1.Ovum (Furconita, 2002)

BAB III METODE PRAKTIKUM

3.1 Waktu dan Tempat Praktikum Gamet Jantan dan Betina ini dilaksanakan pada Senin, 21 November 2011 pukul 11.10-13.10 WIB di Laboratorium Biologi Dasar, Jurusan Biologi,Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam,Universitas Brawijaya Malang. 3.2 Cara kerja Berikut ini adalah langkah kerja praktikum Gamet Jantan dan Betina : Satu tetes semen kambing dimasukkan ke dalam mikrotube berukuran 1,5 ml.Diamati dengan mikroskop sel spermatozoa dan pergerakannya. Setelah itu, ovarium kambing dibersihkan dari jaringan - jaringan disekitarnya.Diisi syringe 5 ml dengan PBS atau Nacl fisiologis sebanyak 2 ml.Diaspirasi sel ovarium melalui folikelnya dengan syringe tersebut.Dimasukkan cawan petri cairan yang telah didapatkan.Berikutnya diamati dengan mikroskop.Selsel yang didapatkan digambar dan diberi catatan.

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN Spermatogenesis bermula dengan terjadinya proses pembelahan pematangan pertama dimana kromosom ayah dan ibu terbagi untuk dua sel anak (spermatosid II) yang kemudian membelah menjadi spermatid dan melalui pembelahan pematangan kedua akan dihasilkan empat sel sperma (Rohen, 2009).Sperma dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu sperma normal dan sperma kelainan.Menurut Alam (2007), sperma yang kelainan dapat disebabkan oleh beberapa faktor yaitu cacat bawaan dari lahir, kegagalan testis untuk turun ke skrotum, pemaparan bahaya seperti sinar-x, radioaktivitas, beberapa gangguan genital, kondisi panas disekitar testis dan stres emosional. Sedangkan oogenesis meliputi dua proses yaitu penggandaan oogonium dan periode pematangan dimana setelah pubertas terjadi pembentukan oosit II dan badan kutub.Pada saat spermatozoa menembus membran sel telur, sel telur masih berada di tahap oosit sekunder. Tahap ini berakhir pada saat fertilisasi yaitu dengan terbentuknya ovum dan badan kutub II (Furconita,2002). Jika oogenesis tidak diikuti dengan fertilisasi maka akan terjadi menstruasi.Siklus menstruasi mengacu pada perubahan yang terjadi pada uterus.Fase aliran tersebut, saat pendarahan menstruasi(hilangnya sebagian besar lapisan fungsional endometrium) terjadi selama beberapa hari.Kemudian sisa lapisan mengalami regenerasi dan menebal selama satu atau dua minggu.Fase berikutnya endometrium terus menebal, mengandung banyak pembuluh darah, dan

mengembangkan kelenjar yang mensekresikan cairan kaya glikogen.Jika embrio belum

terimplementasi di uterus pada akhir fase sekresi, maka siklus menstruasi baru akan dimulai kembali (Manuaba, 2007). Saat mengamati gamet betina dengan mikroskop, memang lebih sulit untuk mengamati ovum. Gelembung udara justru terlihat lebih jelas.Hal ini bisa saja terjadi jika cairan dari ovarium terlalu sedikit sehingga ovum tidak ikut terhisap.Menurut ( sel telur yang terlihat di mikroskop berbentuk bulat telur dengan bagian dalam terlihat gelap.Untuk pengamatan gamet jantan, tampak sel sperma tidak bergerak karena telah mati,berukuran sangat kecil, dan termasuk sperma normal karena memiliki kepala, ekor, leher,dan akrosom. Dalam percobaan mengenai gamet, digunakan PBS saat akan melakukan aspirasi pada sel folikel ataupun dicampurkan dengan semen kambing.Hal ini dimaksudkan untuk menjaga kondisi fisiologis dari gamet tersebut sehingga tidak rusak.Selain itu juga dapat meningkatkan volume intervaskuler dalam waktu singkat (Dobson, 2008)

Gambar : Sperma normal dan bagian-bagiannya (Rohen, 2009)

BAB V PENUTUP 5.1 Kesimpulan Setelah melakukan percobaan ini dapat diketahui bahwa terdapat perbedaan antara morfologi gamet jantan dan betina.Gamet jantan (sperma) berbentuk panjang, terdiri dari kepala yang mengandung informasi genetik, leher ,akrosom, dan ekor.Sperma yang kelainan bercirikan kepala ganda,ekor terlalu pendek,dll.Sedangkan ovum bebrbentuk bulat telur,tersusun atas inti sel, membran sel, dan zona pelusida.Selain itu juga dapat diketahui pemanfaatan limbah dari rumah potong untuk penelitian, misalnya pembelian sperma dan ovarium kambing atau sapi.

5.2 Saran Sebaiknya dalam praktikum ini kita harus lebih hati-hati lagi saat mengamati cairan dari folikel sehingga dapat diamati perbedaan ovum dan gelembung udara. Selain itu juga pengambilan cairan lebih diperbanyak agar ovum ikut terhisap syringe.

DAFTAR PUSTAKA Alam,Syamsir.2007.Infertil.Jakarta:Gramedia Pustaka Utama Beale,Lionel.2002.The Microscope in Application in Its Practical to Practical Medicine.USA:John Willey and Sons,Inc Dobson, Michael.2008.Anaesthesia at The District Hospital.New York:World Health Organization. Furconita,Deswaty.2002.Biologi.Jakarta:Binacipta Key,Ian.2002.Introduction to Animal Physiologi.Oxford:Bios Scientific Publishers Ltd Manuaba,Chandranita.2007.Pengantar Kuliah Obstetri.Jakarta: Buku Kedokteran EGC Nalbandov,A.V.2000.Fisiologi Reproduksi pada Mamalia dan Unggas.Jakarta:UI Press Rohen, Johannes W. dan Drecoll,EL.2009.Embriologi Fungsional.Jakarta:Buku Kedokteran EGC Susilawati,Trinil.2011.Spermatologi.Malang:UB Press Toelihere,Mozes.2009.Fisiologi Reproduksi pada Ternak.Bandung:Angkasa