Anda di halaman 1dari 15

TUGAS ENGINE MANAGEMENT SYSTEM Prinsip Kerja Direct & Indirect Injection, L-Jetronic, K-Jetronic, dan Speedometer Nama

NIM Kelas Dosen Pengajar : : : : Nur Yakhin 0941220018 3A/DIV Bapak Yuniarto Agus W., S.T., M.T.

a. Direct Injection ( Sistem Injeksi Bahan Langsung) Prinsip kerja Direct injection adalah sistem bahan bakar disemprotkan langsung ke dalam ruang bakar. Sistem penginjeksian langsung ini biasanya digunakan di sistem penginjeksian mesin diesel.

Gambar 1 Konstruksi engine tipe direct injection Direct Injection Pada Engine Diesel : Penyemprotan bahan bakar ke dalam silinder dilaksanakan dengan menggunakan sebuah alat yang dinamakan penyemprot bahan bakar atau yang disebut dengan injector. Injector pada motor diesel bertanggung jawab pada pengabutan bahan bakar dalam silinder. Kualitas pengabutan yang kurang baik menyebabkan proses pembakaran yang terjadi tidak sempurna. Hal ini bisa ditandai dengan temperatur exhaust yang tinggi karena penundaan waktu, artinya jika timing penyemprotan terlambat maka waktu yang dibutuhkan bahan bakar untuk terbakar menjadi sempit, jadi bahan bakar dapat terbakar di knalpot atau saluran exhaust.

Kelebihan Direct Injection 1. Efisiensi panas tinggi. 2. Harga lebih murah. 3. Konstruksi cylinder head sederhana. 4. Perbandingan kompresi dapat diturunkan. 5. Tarikan lebih responsif. Kelemahan Direct Injection 1. Harga lebih mahal 2. Jika terjadi kerusakan, perbaikan lebih sulit. 3. Kerusakan kecil pada kelistrikan dapat mengakibatkan motor mati. 4. Butuh alternator atau pembangkit listrik lebih besar. 5.Injeksi harus menghasilkan tekanan yang tinggi. 6. Suara lebih berisik. 7. Bahan bakar yang digunanakan harus bermutu tinggi Teknologi Gasoline Direct Injection Ada empat corak teknis yang menjadi kelebihan teknologi GDI engine; ruang pemasukan yang langsung dan tegak lurus yang mampu mengoptimalkan airflow ke dalam silinder, Curved-Top Piston yang mengendalikan pembakaran dengan membantu pembentukan air-fuel campuran, pompa bahan bakar menyediakan tekanan tinggi yang diperlukan untuk penyuntikan langsung ke dalam silinder, dan injektor putaran angin tekanan tinggi yang mengendalikan pembuyaran dan penguapan percikan bahan bakar.

Gambar 2 Sistem motronik untuk motor bensin penyemprotan langsung (Sumber Motor Bakar Torak) Keterangan: 1. Sensor massa udara 2. Katup trotel dengan kontrol listrik 3. Sensor tekanan saluran udara masuk

4. Pompa tekanan tinggi 5. Katup kontrol tekanan 6. Akumulator (rel) bahan bakar 7. Koil penyalaan 8. sensor oksigen lambda 9. Konverter katalik 10. Sensor oksigen lambda 11. Pompa pengisian 12. Penyemprotan bahan bakar tekanan tinggi 13. Sensor tekanan bahan bakar 14. Katup EGR 15. ECU (Electronic Control Unit) Teknologi pokok ini, dikombinasikan dengan teknologi lain yang memiliki kendali terhadap bahan bakar yang unik, dan memungkinkan pencapaian sasaran hasil pengembangan suatu motor yang diinginkan yaitu pemakaian bahan bakar yang lebih rendah bahkan dari motor Diesel sekalipun serta tenaga output yang lebih tinggi dibanding MPI engine konvensional. Metode yang dipakai pada GDI engine adalah ; In-Cylinder Airflow GDI engine mempunyai ruang pemasukan yang tegak lurus dan langsung. Hal ini secara efisien mampu mengarahkan airflow tepat jatuh di curved-top piston, yang mampu membalikan arah airflow dengan kuat sehingga mampu menghasilkan penyemprotan bahan bakar yang optimal.

Gambar 3 Airflow pada silinder (Sumber Mitsubishi) Penyemprotan Bahan Bakar Injektor putaran angin tekanan tinggi yang dikembangkan mampu menyediakan percikan yang ideal dan mempola terhadap masing-masing gaya operasional yang terjadi pada engine. Pada waktu yang sama, dengan menerapkan gerakan putaran tinggi pada saat penyemprotan bahan bakar memungkinkan pengabutan bahan bakar yang cukup dengan suatu tekanan bahan bakar yang rendah, kira-kira 50 kg/cm2.

Gambar 4 Bentuk penyemprotan bahan bakar pada GDI Engine (Sumber Mitsubishi) Bentuk Ruang Pembakaran yang Dioptimalkan Curved-Top Piston mengendalikan bentuk air-fuel campuran seperti halnya airflow di dalam ruang pembakaran yang mempunyai suatu peranan penting untuk memelihara suatu campuran bahan bakar udara padat dan kaya. Yang mana campuran tersebut disuntikan pada saat akhir pada langkah kompresi yang kemudian dibawa ke arah busi sebelum dibuyarkan.

Gambar 5 Bentuk ruang pembakaran pada GDI Engine (Sumber Mitsubishi) b. Indirect Injection (Tipe Gasoline Direct Injection) Prinsip kerja Indirect Injection yaitu sistem penyemprotan bahan bakar ke intake manifold seperti yang digunakan pada system penginjeksian mesin bensin atau diesel, Bahan bakar disemprotkan tidak langsung ke dalam ruang bakar (lihat gambar 2). Dalam sistem ini bahan bakar akan diinjeksikan sebelum langkah hisap, sehingga pada saat langkah hisap udara dan bahan bakar akan masuk kedalam silinder karena hisapan oleh torak.

Gambar 6 Engine tipe indirect injection Kelebihan In-Direct Injection 1. Tekanan injeksi yang diperlukan lebih rendah 2. Asap hitam lebih sedikit. 3. Suara mesin lebih halus. 4. Tidak terlalu peka terhadap perubahan timinginjeksi. 5. Kecepatan mesin lebih tinggi. 6. Gangguan pada nozzle lebih kecil (tipe pin). 7. Desain yang lebih sederhana Kelemahan In-Direct Injection 1. Cylinder head lebih rumit. 2. Efisiensi panas lebih rendah. 3. Diperlukan glow plug. 4. Pemakaian bahan bakar lebih boros karena kehilangan Panas (Heat Loss) akibat area mesin yang lebih luas dan rugi tekanan. 5. Detonasi lebih mudah terjadi.

c. L-Jetronic (Luft = Udara) L-Jetronic (dari bahasa Jerman LUFT yang berarti udara) sistem bahan bakar injeksi dimana banyaknya udara yang masuk ke intake air chamber diukur berdasarkan kecepatan aliran udara yang masuk.

Gambar 7 Skema L- Jetronic Pada type ini komputer mendapat input jumlah udara masuk dari sebuah sensor (Air Flow Meter) yang ditempatkan sebelum throttle body. Kecepatan aliran udara yang masuk akan dideteksi oleh sebuah heat resistant yang akan berubah-ubah nilai tahanannya sesuai kecepatan alir udara sehingga komputer akan mengetahui jumlah udara yang masuk sebagai dasar lamanya penginjeksian bensin. Basic Injection Basic injection bersandarkan input dari dari 2 sensor utama, yaitu : sensor udara masuk, dan sensor putaran mesin. Untuk menyempurnakan besarnya waktu penginjeksian maka ada system koreksi dari sensor-sensor yang lain sebagai input ECU untuk mengirimkan signal penginjeksian (injection pulse width signal).

Gambar 8 Skema basic injection volume Sensor Aliran Udara ( L EFI ) Untuk kendaraan yang menggunakan sensor udara masuk berdasarkan kecepatan aliran udara, maka kecepatan udara akan menggesek heat resistor yang akan merubah nilai tahanan. Perubahan nilai tahanan resistor ini akan mengakibatkan perubahan tegangan yang dikeluarkan (output sensor). Dengan input sensor sebesar 12 volt dan tegangan yang keluar bervariasi antara 0 ~ 5 volt, yang dijadikan ECM sebagai dasar penghitungan jumlah udara yang masuk.

Gambar 9 Skema airflow Meter

Komponen-Komponen L- Jetronic

Gambar 10 Komponen-komponen L- Jetronic

Nama-nama komponen L- Jetronic : 1. Fuel tank 2. Fuel pump 3. Fuel filter 4. Fuel rail & Fuel Pressure regulator 6. Control Unit (ECU) 7. Fuel Injector 8. swicth. (illustration Courtesy of Robert Bosch). 9. Idle speed screw 10. Thottle combination 11. Trothle Valve 12. By Pass Air Valve 13. Main Relay 14. Oxygen sensor 15. Coolant temperature sensor 16. Thermotime swicth 17. Ignition distributor 18. Auxiliary valve 19. Idle mixture screw 20. Battery 21. Ignition Switch

d. K-Jetronic (Kontinuerlich = Kontinyu) Sensor plat akan mendeteksi jumlah udara masuk, jika udara masuk sedikit, maka gerakan dari sensor juga kecil, dan jika jumlah udara masuk bertambah maka gerakan sensor akan bergerak semakin jauh sehingga membesar. Gerakan sensor plat ini dihubungkan dengan sebuah plunyer yang akan menentukan besar kecilnya saluran bahan bakar ke injector.

Gambar 11 Cara kerja K-Jetronik

Nama-Nama Komponen K- Jetronic:

Gambar 12 Komponen-komponen K-Jetronic Keterangan : 1 fuel tank 2 electric fuel pump 3 fuel acumulator 4 fuel filter 5 warm-up regulator 6 fuel-injection valve 7 intake manifold 8 solenoid-operated start valve 9 mixture-control unit 9a fuel distributor 9b primary-pressure regulator 10 air-flow sensor 13 thermo-time switch 14 auxiliary-air device 15 thermo-time switch 16 engine-temperature sensor 17 ignition distributor 18 control relay 19 control unit 20 ignition-starting switch 21 battery

Speedometer
1.1 Pengertian Speedometer adalah alat pengukur kecepatan kendaraan darat, yang merupakan perlengkapan standar setiap kendaraan yang beroperasi di jalan. Speedometer berfungsi agar pengemudi mengetahui kecepatan kendaraan yang dijalankannya dan dijadikan informasi utama untuk mengendalikan kecepatan dikawasan/jalan agar tidak terlalu lambat atau terlalu cepat, bisa mengatur waktu perjalanan dan mengendalikan kecepatan dijalan yang kecepatannya dibatasi. Speedometer menghitung nilai kecepatan berdasarkan satuan waktu. Nilai yang umum dipakai untuk kendaraan darat adalah kilometer per jam, atau mil per jam. Dalam speedometer tersebut tertera angka dari 0 s/d 180 km per jam atau bahkan pada mobil sport ada yang s/d 300 km/jam. Angka yang tertera tersebut merupakan angka kecepatan teoritis, yang mana untuk mencapai kecepatan maksimum tentunya dengan asumsi kondisi kendaraan masih prima baik mesin maupun sasis. Indikator ini ditunjukan oleh jarum (sistem analog) atau angka (sistem digital). Dengan indikator ini pengemudi dapat membaca kecepatan kendaraan melaju dijalan, dengan demikian pengemudi dapat mempertimbangkan keamanan berkendara disesuaikan kondisi jalan serta pertimbangan antisipasi pengereman. Bahan yang digunakan dalam produksi spedometer bervariasi dengan jenis gauge dan aplikasi yang dimaksud. model mekanik yang lebih tua seluruhnya terdiri dari baja dan paduan logam lainnya, tetapi dalam tahun kemudian sekitar 40% dari bagian-bagian untuk speedometer mekanis yang dibentuk dari berbagai polimer plastik. model baru elektronik hampir seluruhnya terbuat dari plastik, dan insinyur desain terus meningkatkan polimer yang digunakan. Misalnya, kasus perakitan utama adalah sebuah speedometer biasanya terbuat dari nilon, tetapi beberapa produsen sekarang menerapkan tereftalat polibutilena lebih kedap air (PBT) polyester. 1.2 Bagian-Bagian Speedometer

Gambar 13 Komponen-komponen Speedometer

Keterangan : Dalam speedometer mekanik seperti gambar di atas,terdapat kabel yang melekat pada set gigi di transmisi. Kabel ini secara langsung melekat pada magnet permanen di dalam speedometer. Magnet tersebut diselubungi oleh sebuah alumunium yang biasa disebut cangkir alumunium. Di luar cangkir alumunium terdapat cincin alumunium. Kemudian ada pula pegas untuk menggerakkan pointer. Sebuah speedometer mekanik pasti dilengkapi oleh jarum penunjuk dan angka yang tercetak sebagai penunjuk besar kecepatan. 1.3 Jenis-Jenis Speedometer Adapun jenis-jenis speedometer antara lain : 1) Speedometer Analog

Gambar 14 Speedometer analog 2) Speedometer Digital

Gambar 15 Speedometer digital 1.4 Prinsip Kerja dan Pengkalibrasian Speedometer 1.4.1 Prinsip Kerja Ada beberapa jenis prinsip kerja speedometer, antara lain : a. Mekanis, adalah perangkat pengukur kecepatan yang dihubungkan langsung dengan roda depan ataupun transmisi dengan menggunakan suatu kabel yang ikut berputar saat kendaraan bergerak, gerakan berputar ini kemudian diubah untuk menggerakkan jarum kecepatan. Speedometer mekanis menggunakan prinsip elektromagnetik dalam kerjanya. Poros yang memutar roda terhubung ke speedometer dengan kabel panjang dan fleksibel yang terbuat dari kawat pilin. Kabel ini agak seperti driveshaft mini: jika salah satu ujung kabel berputar, demikian juga yang lain-

meskipun kabel panjang dan fleksibel. Di ujung atas, kabeltersambung ke bagian belakang speedometer. Ketika berputar, ternyata sebuah magnet di dalam speedometer ikut berputar dengan kecepatan yang sama. Magnet berputar di dalam cangkir alumunium, yang dikenal sebagai cangkir kecepatan, yang juga bebas berputar, meskipun dibatasi oleh kumparan kawat halus yang dikenal sebagai sebuah pegas. Namun, magnet dan cangkir kecepatan yang tidak terhubung bersama-sama,: mereka dipisahkan oleh udara. Gelas kecepatan melekat pada pointer yang bergerak ke atas dan ke bawah pada dial speedometer. Magnet berputar menciptakan medan magnet fluktuatif di dalam cangkir kecepatan dan, berdasarkan hukum elektromagnetisme, itu berarti arus listrik mengalir di dalam cangkir. Akibatnya, cangkir kecepatan berubah menjadi semacam generator listrik. Namun, tidak seperti di sebuah generator yang tepat (jenis yang membuat listrik untuk rumah Anda dalam pembangkit listrik), arus dalam cangkir kecepatan tidak dapat pergi kemana-mana, tidak ada yang dapat menghantarkan daya. Jadi arus hanya berada dalam pusarankita menyebutnya arus eddy untuk alasan itu. Karena mereka adalah arus listrik, dan mereka bergerak dalam sebuah konduktor listrik di dalam medan magnet, hukum lain elektromagnetisme mengatakan mereka akan membuat gerakan. Bagaimana? Arus benar-benar membuat cangkir kecepatan memutar sedemikian rupa sehingga mencoba untuk mengejar ketinggalan dengan magnet berputar. Tapi pegas menghentikan rotasi cangkir sehingga hanya berubah sedikit sebagai gantinya, menarik pointer untuk bergerak. Semakin cepat mobil berjalan, kabel semakin cepat berubah, semakin cepat magnet berputar, semakin besar arus eddy yang dihasilkannya, semakin besar gaya pada cangkir kecepatan, dan semakin mampupointer menunjuk dial speedometer. Jika Anda tidak dapat mengikuti, kita lihat di animasi sedikit di bawah.

Gambar 16 Prinsip kerja speedometer mekanik b. Elektronik, adalah pengukur kecepatan yang bekerja atas dasar sensoryang ditempatkan di poros penggerak kendaraan yang medeteksi jumlah putaran poros untuk selanjutnya data dikirim ke speedometer dengan prinsip

arus Eddy yang menggerakkan jarum kecepatan ataupun menunjukkan kecepatan secara digital. Hampir semua speedometer diproduksi sampai tahun 1980-an yang sesuai dengan desain asli speedometer yang dipatenkan Schulze. Tapi ada kelemahan. Speedometer mekanik seperti yang digunakan di dashboard mobil umumnya terlalu berat dan rumit untuk digunakan pada sepeda, misalnya. Masalah lain adalah bahwa ada banyak bagian mekanik yang keliru. Jika sebuah kabel speedometer rusak, seluruh alat langsung menjadi sia-sia-dan dibutuhkan seorang mekanik untuk melakukan perbaikan. Selain itu, dapat menjadi sulit untuk membaca dial speedometer jika Anda berkendara di jalan bebas hambatan, terutama di malam hari: apakah Anda benar-benar ingin mengambil mata Anda dari jalan untuk mencari tahu di mana jarum pada dial?Beberapa orang lebih memilih untuk melihat kecepatan mereka sebagai angka sederhana pada tampilan digital. Elektronik speedometer bekerja dengan cara yang sama sekali berbeda. Magnet kecil dipasang pada poros berputar drive mobil menyentuhsensor magnetik kecil terakhir (baik Reed switch atau sensor Hall-effect) diposisikan di dekatnya. Setiap kali magnet melewati sensor, mereka menghasilkan sebuah pulsa arus listrik singkat. Sirkuit elektronik menghitung seberapa cepat pulsa datang dan mengkonversinya menjadi sebuah kecepatan, lalu ditampilkan secara elektronik pada layar LCD. Speedometer elektronik juga dapat menampilkan kecepatan dengan pointer dan dial, sama sepertispeedometer tradisional arus eddy: dalam kasus itu, sirkuit elektronikmenggerakkan motor listrik yang sangat terkendali (disebut motor langkah) yang memutar pointer melalui sudut yang tepat. c. GPS, adalah perangkat pengukur kecepatan yang menggunakan perubahan data posisi koordinat bumi yang diperoleh dari satelit GPSyang diolah oleh prosesor menjadi informasi kecepatan. 1.4.2 Pengkalibrasian Kalibrasi adalah proses penentuan nilai sebenarnya untuk meluluskan suatu instrumen. Kalibrasi merupakan proses terutama penting dalam pembuatan speedometer karena keselamatan pengemudi sangat bergantung pada pembacaan yang akurat. Dalam mengukur mekanik, kekuatan magnet menghasilkan torsi yang mengalihkan jarum indikator. Ketika kalibrasi jenis gauge, elektromagnet digunakan untuk menyesuaikan kekuatan magnet permanen terpasang di speedometer sampai jarum sesuai dengan masukan dari kabel berputar. Ketika kalibrasi suatu alat ukur elektronik, penyesuaian dilakukan pada saat faktor kalibrasi yang ditulis ke dalam memori meter. Sistem kemudian dapat refigure keseimbangan antara masukan dari transmisi dan output dari jarum. Sekarang tersedia sistem baru otomatis untuk kalibrasi baik speedometer mekanik dan elektronik. 1.5 Cara Pembacaan Hasil Pengukuran Pembacaan hasil pengukuran pada speedometer dapat langsung dilihat pada alat. Pada skala ke berapa yang ditunjukkan speedometer maka itulah besar kecepatan dari kendaraan yang dikendarai.

Gambar 17 Contoh penunjukkan pointer(jarum) kecepatan kendaraan Misal, pada gambar di samping sebuah speedometer menunjukkan angka 100 maka kendaraan tersebut melaju dengan kecepatan sebesar 100 mil/jam atau 160 km/jam.