Anda di halaman 1dari 19

BAB I PENDAHULUAN 1.1.

Latar Belakang Terjadinya teror Bom Mumbai di India pada tanggal 26-29 November 2008, menambah panjang kelamnya konflik antara dua negara yang berada di kawasan Asia Selatan tersebut, yaitu India dengan Pakistan. Hotel, rumah sakit, kafe, tempat ibadah dan stasiun kereta api menjadi target aksi teror. Di dalam tragedi teror Mumbai yang terjadi di India lebih dari 190 orang meninggal. Dari kejadian ini India menuding bahwa teror Bom Mumbai yang terjadi adalah tindakan yang dilakukan oleh Pakistan. Namun Pakistan menolak tuduhan yang dilontarkan oleh India atas kejadian teror Mumbai yang terjadi di India. India menuding bahwa Pakistan lah yang berada di balik kejadian tersebut dengan tertangkapnya satu teroris dari 10 orang teroris yang selamat dari kejadian peledakan Bom Mumbai tersebut. Diketahui bahwa pelaku teror yang tertangkap tersebut berkewarganegaraan Pakistan dan karenanya pemerintah India menuduh adanya campur tangan pemerintah Pakistan di balik aksi teror Mumbai kali ini. Namun pemerintah Pakistan menolak tuduhan ini tetapi dengan adanya bukti kontak komunikasi antara para teroris dengan seseorang di Pakistan pada saat terjadinya aksi teror memperkuat dugaan adanya keterlibatan orang/kelompok di luar India dalam eksekusi aksi teror di Mumbai. Sebelum terjadinya tragedi teror Bom Mumbai, pernah terjadi perang diantara kedua negara kawasan Asia Selatan tersebut yaitu pada tahun 1948, 1967 dan 1972. Dari ketiga perang yang sudah terjadi sebelumnya dengan aksi teror yang terjadi pada tahun 2008 tersebut dilatarbelakangi perebutan daerah Kashmir. Kashmir yang terletak diantara perbatasan India dengan Pakistan merupakan awal permasalah konflik yang terjadi antara India dengan Pakistan selama lebih dari 60 tahun. Kashmir yang mayoritas berpenduduk Muslim sama-sama diklaim India (didominasi Hindu) dan Pakistan (didominasi Islam) sebagai salah satu bagian dari wilayahnya. Ini yang menyebabkan keduanya berperang hingga tiga kali sejak merdeka dari Inggris tahun 1947. Akibat gejolak kekerasan kelompok perlawanan Kashmir, sedikitnya 47.000 orang tewas. India menuding kelompok itu di dukung Pakistan. Dalam kasus teror Mumbai ini teroris ikut ambil berperan dalam membombardir tempat-tempat umum yang ada di India khususnya ibukota negara bagian Maharashtra di India bagian barat.
1

India menuduh bahwa para peneror bom Mumbai tersebut adalah kelompok Lashkar-e-Taiba (LeT) yang berpangkalan di Pakistan berada di balik serangan tersebut. Namun Pakistan dan kelompok Lashkar-e-Taiba (LeT) menolak tuduhan yang tujukan oleh India terhadap mereka. Mereka juga mengutuk aksi teror yang terjadi di India khususnya daerah Mumbai yang menjadi korban. Selain bersitegang masalah teror, sebelumnya India dengan Pakistan selama ini saling bersaing dalam persenjataan nuklir pernah terlibat dalam tiga pertempuran, dua di antaranya mencakup konflik Kashmir. Kedua negara ini merupakan negara pemilik nuklir terbesar dikawasan Asia Selatan. India dan Pakistan terus berkonflik masalah perebutan kekuasaan daerah Kashmir. Tetapi mereka (India dengan Pakistan) tidak memikirkan bagaimana rakyat Kashmir terhadap ketegangan yang terjadi diantara ke dua negara tersebut. Rakyat Kashmir merasa terancam keamanannya karena mereka merasa tidak aman. Oleh sebab itu akhirnya Kashmir khususnya warganya. Mereka meneriakkan "kami ingin merdeka" dan "kami siap berkorban darah bagi kemerdekaan Kashmir". Banyak dari mereka membawa bendera hijau atau hitam, yang menyimbolkan Islam dan kedukaan. Jadi konflik yang terjadi antara India dengan Pakistan tersebut sangatlah rumit yaitu adanya aksi teror dan perang nuklir yang bertujuan untuk merubut kekuasaan suatu daerah yaitu Kashmir. Dan Kashmirnya sendiri merasa terancam dan akhirnya Kashmir khususnya warganya menyatakan ingin MERDEKA.

1.2.

Rumusan Masalah Permasalahan India dengan Pakistan memang sangat rumit, di mana kedua negara tersebut sama-sama mengklaim bahwa Kashmir merupakan bagian dari dirinya dan masalah perselisihan agama pun terjadi diantara kedua negara tersebut. Kalau dirunut dari sejarah bahwa India dengan Pakistan dulunya adalah satu negara kemudian terjadilah konflik agama sehingga India terpecah menjadi Pakistan dan India dan permasalahan wilayah yang ada hubungannya dengan masalah agama ini lah yang menjadi inti konflik tersebut. Konflik yang terjadi antara India dengan Pakistan sama halnya dengan konflik yang terjadi antara Israel dengan Palestina. Dengan terjadinya konflik yang sudah ada sejak dulu hingga sekarang terjadi Teror Bom Mumbai. Apa yang akan terjadi nantinya diantara dua negara yang berada di

kawasan Asia Selatan tersebut. Sehingga timbul pertanyaan Bagaimana hubungan bilateral Pakistan dan India pasca tragedi Bom Mumbai? 1.3. Hipotesa Hipotesa merupakan jawaban sementara secara logis terhadap rumusan masalah yang nantinya mampu atau tidak mampu akan membuktikannya dalam pembahasan. Menurut Harwanto Dahlan, hipotesa umumnya mempunyai

karakteristik, yaitu berbentuk statement atau pernyataan yang menghubungkan secara eksplisit maupun implisit satu variabel atau lebih variabel lainnya dan menentukan kriteria yang menggambarkan hubungan antar variabel-variabel serta memberikan petunjuk, bagaimana pengujian tersebut dilakukan. Hipotesa pada dasarnya adalah dugaan tentang hubungan diantara konsep-konsep yang sudah diuji dengan buktibukti yang ada dan berdasarkan asas-asas metode saintifik, generalisasi itu bias diterima atau ditolak. Hipotesa penulis dalam penelitian ini adalah pasca tragedi Bom Mumbai yang terjadi pada 26-29 November 2008, mengakibatkan semakin merenggangnya (bersitegangnya) hubungan bilateral Pakistan-India.

1.4.

Tujuan Penulisan Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah sebagai berikut: 1.4.1. Untuk menambah pengetahuan mengenai negara-negara Asia Selatan, khususnya Pakistan dan India dalam penelitian ini. 1.4.2. Untuk menambah pengetahuan dan wawasan mengenai konflik yang sering terjadi antara Pakistan dan India, khususnya tragedi Bom Mumbai pada 26 November 2008. 1.4.3. Untuk memenuhi tugas mata kuliah Politik dan Pemerintahan Negara-Negara Asia Selatan.

1.5.

Manfaat Penulisan Dari segi praktis dan akademis, mudah-mudahan makalah ini dapat menambah pengetahuan dan wawasan bagi pembaca mengenai negara Pakistan, serta masalah transnasional yang dihadapinya, yaitu konfliknya dengan negara India. Dan tragedi 26 November 2008 di Mumbai.

1.6.

Metode Penulisan Adapun metode yang digunakan penulis dalam penyusunan makalah ini adalah sebagai berikut: 1.6.1. Metode Deskriptif Metode deskriptif adalah metode penelitian dengan membuat pemaparan secara sistematis, faktual, dan akurat mengenai fakta-fakta dan sifat-sifat populasi atau daerah tertentu. 1.6.2. Metodologi Kualitatif Sebagaimana didefenisikan Bogan dan Taylor, metodologi kualitatif merupakan prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa katakata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati. Kirk dan Miller mengemukakan bahwa metode penelitian kualitatif adalah tradisi dari Ilmu Pengetahuaan Sosial yang secara fundamental bergantung pada pengamatan manusia dalam wilayahnya sendiri, dan berhubungan dengan orang-orang yang berada dalam wilayah tersebut dalam bahasa dan peristilahannya sendiri. Metode ini digunakan karena beberapa pertimbangan, yaitu: menyesuaikan metode kualitatif lebih mudah apabila berhadapan dengan kenyataan ganda. metode ini lebih peka dan lebih dapat menyesuaikan diri dengan banyak penajaman pengaruh bersama dan pola-pola nilai yang dihadapi. 1.6.3. Metode Kepustakaan Metode kepustakaan adalah metode yang digunakan penulis sebagai studi perbandingan yang relevan terhadap objek atau tema yang bersangkutan. Menurut Dr. Gorys Keraf, metode kepustakaan adalah penelitian untuk mengetahui karya-karya orang lain dengan cara mengadakan penelitian kembali, baik dengan meneliti karya-karya orang lain yang terkenal dalam suatu bidang pengetahuan, maupun untuk mengetahui pengalaman-

pengalaman mereka, yaitu bagaimana usaha mereka untuk meneliti dan menemukan apa yang sekarang dianggap sebagai hal-hal biasa.

1.7.

Teori dan Konsep Dari masalah yang penulis telah tulis diatas. Penulis telah mendapatkan teoriteori yang dapat dijabarkan dalam penelitian tersebut. Teori yang penulis gunakan dalam penulisan adalah: 1.7.1. Teori Konflik Semua hubungan antar negara selalu berisi karakteristik konflik. Demikianlah hampir dalam semua kegiatan kerja sama antar negara akan timbul beberapa konflik. Contohnya sekarang saja yaitu konflik antara India dengan Pakistan. Konflik berasal dari kata kerja Latin, configere yang berarti saling memukul. Secara sosiologis, konflik diartikan sebagai suatu proses sosial antara dua orang atau lebih (bisa juga kelompok) dimana salah satu pihak berusaha menyingkirkan pihak lain dengan menghancurkannya atau membuatnya tidak berdaya. Konflik terjadi akibat dari posisi yang saling bertentangan, sikap bermusuhan dan tindakan militer atau diplomatik dari beberapa kelompok tertentu atas suatu masalah. Konflik dilatarbelakangi oleh perbedaan ciri-ciri yang dibawa individu dalam suatu interaksi. perbedaan-perbedaan tersebut diantaranya adalah menyangkut ciri fisik, kepandaian, pengetahuan, adat istiadat, keyakinan, dan lain sebagainya. Dengan dibawasertanya ciri-ciri individual dalam interaksi sosial, konflik merupakan situasi yang wajar dalam setiap masyarakat dan tidak satu masyarakat pun yang tidak pernah mengalami konflik antar anggotanya atau dengan kelompok masyarakat lainnya, konflik hanya akan hilang bersamaan dengan hilangnya masyarakat itu sendiri. Dalam suatu konflik pasti terdapat suatu penyebab. Di bawah ini terdapat 7 tipe penyebab terjadinya konflik, yaitu: Konflik territorial terbatas. Konflik yang terutama karena susunan pemerintahan. Konflik yang diakibatkan oleh usaha suatu negara untuk mempertahankan hak mereka atau suatu territorial negara lain demi mempertahankan dan melindungi kepentingan keamanannya. Konflik karena kehormatan sosial. Konflik karena imperialisme terbatas.

Konflik karena pembebasan, atau perang revolusioner oleh suatu negara untuk membebaskan masyarakat negara lain. Konflik yang timbul sebagai akibat dari usaha suatu negara untuk mempersatukan negara yang terpecah belah. Dahrendorf membagi konflik menjadi 6 macam, yaitu:

konflik antara atau dalam peran sosial (intrapribadi), misalnya antara peranan-peranan dalam keluarga atau profesi (konflik peran (role). konflik antara kelompok-kelompok sosial (antar keluarga, antar gank). konflik kelompok terorganisir dan tidak terorganisir (polisi melawan massa). konflik antar satuan nasional (kampanye, perang saudara). konflik antar atau tidak antar agama. konflik antar politik. Konflik adalah suatu bentuk interaksi dari dua negara yang bersitegang dimana kepentingannya dan keamanannya salah satu negara merasa terganggu oleh tindakan yang dilakukan oleh negara lain. Sehingga negara yang merasa terganggu tersebut melakukan tindakan kekerasan terhadap negara yang mengganggu. Johan Galtung memberikan dua pengertian terhadap istilah konflik, yaitu: sebagai benturan fisik dan verbal dimana akan muncul penghancuran. sebagai sekumpulan permasalahan yang menghasilkan penyelesaian yang merupakan penciptaan baru. Sumber konflik menurut Johan Galtung, yaitu berasal dari adanya perbedaan kepentingan antar aktor, dan adanya nilai yang berbeda dari aktoraktor tersebut. Semntara itu, C.R. Mitchell menyatakan bahwa sumber suatu konflik itu adalah adanya sumber daya yang terbatas dan adanya ketidakmerataan sumber daya, terdapat perbedaan tujuan dan kepentingan dari aktor-aktor, serta adanya nilai yang berbeda dalam setiap sistem sosial para aktor yang terlibat konflik. Dari pendapat para ahli di atas, dapat dikatakan bahwa sumber konflik adalah adanya perbedaan kepentingan, perbedaan nilai, dan keterbatasan sumber daya. Gambaran konflik menurut C. R. Mitchell, yaitu sebagai berikut:

Situasi Konflik (Conflict Situations) Situasi ketika terdapat dua pihak atau lebih merasa menguasai suatu tujuan, saling bertentangan. Sikap Konflik (Conflict Attitudes) orientasi emosional, proses kesadaran (cognitive processes), yakni suatu penolakan informasi untuk memelihara struktur yang konsisten tentang kepercayaan mengenai dunia luar. Tingkah Laku Konflik (Conflict Behaviour) Tindakan yang dilakukan oleh satu pihak dalam segala situasi dari konflik yang diarahkan di pihak lawan dengan niat membuat lawan itu melepaskan atau memodifikasi tujuannya. Berdasarkan jumlah aktor dan jumlah tujuannya, konflik dibagi ke dalam dua bentuk, yaitu: Dispute/sengketa Di mana terdapat 2 aktor yang memperebutkan 1 tujuan yang sama di dalam bentuk konflik ini. Dillema Dalam konflik bentuk ini, terdapat 1 aktor yang memilih satu di antara 2 tujuan yang berbeda. 1.7.2. Teori Diplomasi Diplomasi adalah seni dan praktek bernegosiasi oleh seseorang (disebut diplomat) yang biasanya mewakili sebuah negara atau organisasi. Kata diplomasi sendiri biasanya langsung terkait dengan diplomasi internasional yang biasanya mengurus berbagai hal seperti budaya, ekonomi, dan perdagangan. Biasanya, orang menganggap diplomasi sebagai cara mendapatkan keuntungan dengan kata-kata yang halus. Perwakilan (emissary) adalah peran politik nyata yang pertama ada dalam masyarakat manusia. Dewasa ini, para diplomat berusaha untuk memperluas kepentingan nasional mereka ke wilayah negara lain, melindungi masyarakat nasional terhadap segala ancaman, meningkatkan volume perdagangan, menyelesaikan konflik wilayah atau mengatur lalu lintas narkotika. Dalam berdiplomasi terjadi suatu tindakan tawar-menawar atau negosiasi antara satu negara dengan negara lain dengan tujuan
7

memperjuangkan kepentingan nasional negaranya masing-masing. Negaranegara tersebut yang berdiplomasi mengirim perwakilannya yang disebut diplomat. Diplomat ini yang bertanggung jawab sekaligus mewakili negaranya dalam suatu kegiatan yang bertahap internasional. Diplomat ini yang kemudian harus memperjuangkan kepetingan negaranya agar tidak terjadinya perselisahan antara negaranya dengan negara lain. Dalam sebagian besar kasus negosiasi antara dua negara atau lebih dimaksudkan untuk saling mengubah atau menopang tujuan dan kebijakan masing-masing negara atau mencapai kesepakatan dalam beberapa isu-isu kontroversial. Di bawah ini disebutkan beberapa tujuan komunikasi diplomatik. Pertama, sebagian besar komunikasi diplomatik antar pemerintah terutama dilakukan sebagai usaha untuk saling tukar menukar pandangan, menyelidiki maksud masing-masing pihak dan meyakinkan negara lain bahwa tindakan tertentu juga merupakan bagian dari kepentingan mereka. Kedua, pertemuan diplomatik bilateral atau konferensi multilateral bias dipergunakan untuk tujuan menghindari atau memasang perangkap agar timbul kesan bahwa suatu negara sangat berminat untuk melakukan negosiasi, walaupun sebenarnya tidak menginginkan tercapainya persetujuan. Ketiga, suatu pemerintah mungkin akan melakukan negosiasi diplomatik terutama untuk maksud propaganda; ia menggunakan konferensi tidak hanya untuk membuat persetujuan terhadap beberapa isu tapi lebih ditujukan untuk menarik publik luar kepihaknya, dengan demikian akan mengurangi posisi tawar-menawar lawan-lawannya. Diplomasi terutama digunakan untuk mencapai persetujuan, kompromi dan penyelesaian terhadap konflik terhadap antar pemerintah. Diplomasi juga merupakan usaha untuk mengubah kebijakan, tindakan, tujuan dan sikap negara lain dan diplomatnya dengan cara persuasi, menawarkan ganjaran, tukar-menukar konsesi atau saling mengancam.

BAB II PEMBAHASAN 2.1. Profil Negara Pakistan

Sejarah

Lembah sungai Indus dan wilayah sekitarnya merupakan salah satu tempat lahirnya peradaban dunia, seperti yang juga terjadi pada peradaban Mesir Kuno,

Mesopotamia, dan Cina. Wilayah lembah sungai ini, kemudian dikenal dengan
Gambar 1 Bendera Pakistan Sumber CIA World Factbook

sebutan Pakistan. Migrasi bangsa Aria dari Utara secara besar-besaran terjadi pada

sekitar abad ke-15 SM. Bangsa ini membawa bahasa baru yaitu bahasa Sanskterta serta membawa adat-istiadat dan tradisi beragama sendiri, yang kemudian berkolaborasi dengan budaya penduduk setempat, bangsa Dravidia, dan berkembang menjadi Hinduisme. Agama baru mulai lahir di negara Pakistan pada abad ke-8, ketika bangsa Arab berhasil menaklukkan Sind di daerah Pakistan sebelah Selatan. Pengaruh Islam mulai menyebar di Pakistan Utara pada sekitar abad ke-10. Sejak saat itu, Islam banyak memberikan pengaruh terhadap kehidupan dan budaya masyarakat Pakistan. Pakistan lahir pada tahun 1947 sebagai negara demokrasi parlementer. Pakistan merupakan negara yang berasal dari pembagian wilayah negara India. Pada tahun 1947 terjadi pembagian di wilayah negara India yang melahirkan negara baru yang disebut dengan negara Pakistan. Negara Pakistan sendiri mulai muncul di peta dunia pada tanggal 14 Agustus 1947. Muhammad Ali Jinnah dinobatkan sebagai Gubernur Jenderal pertama untuk negara Pakistan, sedangkan Liaquat Ali Khan menjadi Perdana Menteri Pakistan yang pertama. Pada tahun 1956, Pakistan berubah menjadi negara republik, akan tetapi Jend. Ayub Khan mendirikan kekuasaan militer sejak tahun 1958. Sehingga pada tahun 1960, Ayub Khan terpilih sebagai Presiden. Beliau memimpin Pakistan selama 10 tahun dalam keadaan politik yang stabil, hingga menjelang tahun 1968 rakyat melakukan unjuk rasa, karena mereka menginginkan suatu pemerintahan yang baru dan menginginkan Pakistan kembali menjadi negara yang demokrasi. Unjuk rasa
9

itu memaksa Ayub Khan mengundurkan diri dan kemudian digantikan oleh Agha Mohammad Yahya Khan. Akan tetapi Yahya tidak berhasil mengembalikan Pakistan sebagai negara yang demokratis. Pemilu yang diadakan pada tahun 1970, ternyata dimenangkan oleh Liga Awami Pakistan Timur, yaitu kelompok kepentingan yang menginginkan otonomi yang lebih besar diberikan kepada Pakistan Timur. Sehingga Yahya sangat menolak hasil pemilu tersebut. Akibat dari penolakan ini, pada tahun 1971, Pakistan Timur berusaha memisahkan diri dari Pakistan, sehingga terjadinya perang saudara di Pakistan tidak dapat dielakkan lagi. Tentara Pakistan Barat dikirim untuk mengamankan pemberontakan di Pakistan Timur. Akan tetapi India terlalu masuk campur terhadap urusan rumah tangga Pakistan. Sehingga pasukan tentara Pakistan Barat tersebut mengalami kekalahan. Dan Pakistan Timur kemudian mendapatkan kemerdekaannya sebagai negara baru, dan diberi nama Bangladesh. Letak Geografis Pakistan merupakan suatu

negara yang memiliki luas 796.095 km2, luas daratan adalah 770.875 km2 dan luas perairan adalah 25.220 km2. Dan merupakan negara terbesar ke-36 sedunia. Di sebelah Timur Pakistan

berbatasan dengan negara India, de sebelah Barat berbatasan dengan Iran dan Afghanistan, di sebelah Utara berbatasan dengan China, dan di sebelah Selatan berbatasan dengan Laut Arab. Penduduk Kelompok etnik di Pakistan
Gambar 2 Peta Pakistan Sumber CIA World Factbook

adalah: 44,68% Punjabi, 15,42% Pashtun (Pathan), Sindhi 14,1%, 8,38% Sariaki, Muhajir 7,57%, 3,57% Balochi, dan etnik lainnya 6,28%. Sedangkan bahasa yang digunakan oleh penduduk Pakistan adalah: Punjabi 48%, Sindhi 12%, Saraiki (varian Punjabi) 10%, 8% Pashtu, bahasa Urdu (resmi) 8%, 3% Balochi, Hindko 2%, 1% Brahui, Inggris (resmi; lingua franca elit Pakistan dan kebanyakan departemen
10

pemerintah), Burushaski, dan lainnya 8%. Mayoritas penduduk beragama Islam 95% (75% Sunni, Syiah 20%), dan agama lainnya (termasuk Kristen dan Hindu) 5%. Pakistan merupakan negara dengan populasi penduduk terbanyak ke-6 di dunia, dengan 187.342.721 jumlah penduduknya. Politik dan Pemerintahan Bentuk Pemerintahan: Bergeser di antara berbagai bentuk pemerintahan parlementer, militer, dan presiden dalam mengejar stabilitas politik. Konstitusi 1973, sebagaimana telah diubah pada tahun 1985, di Pakistan digunakan sistem parlementer dengan presiden sebagai kepala negara dan perdana menteri dengan suara pemilih terbanyak, terpilih sebagai kepala pemerintahan. Bikameral legislatif, Majlis-i-Shoora (Dewan Penasehat), terdiri dari Senat (majelis tinggi) dan Majelis Nasional (majelis rendah). Politik: Kembali menjadi negara demokrasi dan debat politik terbuka juga kembali dilaksanakan setelah kematian Jenderal Mohammad Zia ul-Haq pada tahun 1988. Sehingga politik ditandai dengan campuran bervariasi dan volatile aliansi etnis, dan daerah. Provinsialisme dan etnis persaingan terus menghalangi kemajuan menuju integrasi nasional. Partai politik besar termasuk Partai Rakyat Pakistan (PPP), Liga Muslim Pakistan (Nawaz Sharif Faksi), Muhajir Qaumi Mahaz (MQM), Partai Nasional Awami, Jamaat-i-Islami (JI), Jamiat-ul-Ulama-i-Islam ( JUI), Jamiat-ulUlama-e-Pakistan (JUP), dan Solidaritas Gerakan (Tehrik-i-Istiqlal). Sistem Yudisial: Mahkamah Agung, pengadilan tinggi provinsi, dan pengadilan yang lebih rendah lainnya latihan yurisdiksi perdata dan pidana. Pengadilan Syariah federal memutuskan apakah suatu hukum sipil ini sungguh menjijikkan bagi ajaran Islam. Divisi Administrasi: Pakistan mempunyai empat provinsi, yaitu Balochistan (yang merupakan wilayah kesukuan federal), Khyber Pakhtunkhwa (dulunya disebut dengan NorthWest Frontier Province), Punjab, dan Sindh. Selain itu Pakistan juga memiliki satu teritorial, yaitu wilayah kesukuan federal (Balochistan), dan satu wilayah ibukota (Islamabad Capital Territory).

11

2.2.

Penyebab Terjadinya Bom Mumbai India dan Pakistan merupakan dua negara bertetangga di kawasan Asia Selatan yang menyimpan bibit-bibit permusuhan sejak tahun 1947. Bibit-bibit permusuhan tersebut meliputi banyak hal seperti persoalan teritorial, kedaulatan, dan bahkan identitas. Terhitung sejak pemisahan pada 1947, antara India dan Pakistan telah terjadi 3 kali peperangan, persengketaan bersenjata kedua negara di wilayah Kashmir hampir tidak pernah terhenti. Faktor penyebab kedua negara terus berseteru adalah berakar pada permasalahan di Kashmir. Kashmir adalah singkatan dari sebutan untuk wilayah Chamor dan Kashmir, yang terletak di antara India, Pakistan, Tiongkok, dan Afganistan, dengan luas wilayah 190 ribu kilometer persegi. Penyebab terjadinya serangan bom di Mumbai, yaitu pertama, kontradiksi dan konflik antar multi etnis dan multi agama di India semakin menghebat. Walaupun 80 persen lebih warganya menganut agama Hindu, tapi semua agama utama di dunia terdapat di India, khususnya agama Islam yang dianut oleh 12 persen warga India yang sebagian diantaranya mempunyai status penting di India. Dalam sejarah perkembangan India selama ribuan tahun, konflik berdarah antar penganut agama yang berbeda senantiasa mengiringi proses perkembangan sosial India. Inggris pernah meduduki seluruh sub-benua Asia Selatan termasuk tiga negara India, Pakistan, dan Bangladesh. Pemisahan India dan Pakistan yang berbuntut pada tiga kali peperangan yang didalangi kolonial Inggris telah memperuncing konflik antara kedua agama besar, yakni Hindu dan Islam. Karena itu, kontradiksi agama senantiasa merupakan unsur utama

ketidakstabilan situasi dalam negeri India. Bersamaan dengan itu, kekuatan separatis juga merupakan salah satu sumber konflik kekerasan dalam negeri India. Penyebab kedua adalah melebarnya kesenjangan antara yang kaya dan yang miskin, yang ditambah oleh faktor sejarah dan sosial yang kompleks, kesenjangan antara yang kaya dan miskin, serta faktor agama dan ras, akhirnya membuat situasi di dalam negeri India bagaikan benang kusut. Sementara, gejala ketidaksetaraan di bidang ekonomi juga berbaur dengan unsur internasional yang lebih rumit. Semuanya itu telah menciptakan suatu lingkungan yang mendukung peningkatan kriminalitas, seperti terorisme dan aksi kekerasan lainnya. Selain itu, dalam menghadapi situasi teror yang semakin serius, upaya pemberantasan terorisme di India rupanya masih terbelakang. Selama beberapa
12

tahun ini, meskipun organisasi teroris terus mengklaim bertanggung jawab atas peristiwa serangan teror, tapi aparat keamanan India sejauh ini tidak dapat menangkap dan menindak para elemen teroris.

2.3.

Tragedi Bom Mumbai 26-29 November 2008 Tragedi yang bermula pada pukul 10.30 malam (waktu setempat), 26 November 2011 di Mumbai India (dulu: Bombay) ini terjadi dengan berbagai jenis serangan, di antaranya adalah dengan Bom, kontak senjata (senjata AK-47, granat, dan RDX), serta penyanderaan. Tragedi ini mengakibatkan 170 korban jiwa, dan 327 luka-luka. Korban dari tragedi ini tidak hanya warga negara India, akan tetapi juga warga negara asing, di antaranya warga negara Amerika, Israel, Australia, Jerman, Prancis, Inggris, Jepang, Singapura, Italia, Yordania, dan tak luput pula warga negara Indonesia yang juga menjadi korban penyanderaan pada tragedi ini. Setelah dilakukan penyelidikan terhadap kasus ini, ternyata hipotesa India, yang menyatakan bahwa Lashkar-e-Taiba merupakan pelaku dari tragedi ini terbukti. Akan tetapi tidak hanya LeT yang menjadi pelaku dalam tragedi ini, Mujahidin India (Deccan Mujahideen) dan Al Qaeda juga terlibat di dalamnya. Deccan Mujahideen merupakan organisasi Mujahidin yang beraksi secara brutal dan anarkis. Kata Deccan berasal dari nama dataran tinggi Dekkan yang berada di Selatan India, sedangkan kata Mujahideen berasal dari bahasa arab yang berarti pejuang, atau Jihad yang digunakan kelompok Muslim Al-Qaeda. Para Mujahid tersebut menyerang secara membabi-buta ke 7 fasilitas penting yang berada di kota Mumbai, di antaranya adalah: Rumah Sakit Cama (penembakan dan penyanderaan) Hotel Taj Mahal Palace & Tower (penembakan, 6 bom, penyanderaan) Hotel Oberoi Trident (penembakan, bom, penyanderaan) Kantor Polisi Mumbai Selatan (penembakan yang menyebabkan Regu Anti Teroris Maharashtra dan 2 pejabat tinggi polisi tewas) Mumbai Chabad House, tempat pendeta Yahudi (penembakan, penyanderaan) Stasiun Kereta Chhatrapati ST (bom dan penembakan) Vile Parle (bom mobil) Metro Adlabs Theatre (penembakan) Cafe Leopold (penembakan) Dermaga Mazagaon (ledakan, dan sebuah kapal bersenta tertangkap) Girgaum Chowpatty (2 teroris tertangkap)
13

Tardeo (2 teroris tertangkap) Serangan ini membuat kepanikan dan trauma yang dalam bagi ratusan warga

yang menjadi korban penyerangan November 26 Mumbai. Para teroris ini sempat mengadakan pemeriksaan paspor dan menahan mereka yang memiliki paspor Inggris atau AS. Hal ini dikarenakan salah satu sasaran utama para mujahidin ini adalah warga Inggris dan Amerika. Penyerangan Hotel Taj Mahal menyebabkan korban bertumpukan di salah satu anak tangga hotel yang terbakar. Jeritan orang-orang yang panik terdengar di sejumlah lantai hotel saat petugas pemadam kebakaran menggunakan tangga cadangan dan memecahkan sejumlah kaca hotel untuk menyelamatkan mereka yang terjebak di dalam hotel tersebut. Puluhan orang juga disandera di Hotel Taj Mahal. Dalam beberapa tahun terakhir, India tidak luput dari serangkaian bom yang mematikan. Serangan 26 November di kota Mumbai, pusat ekonomi India, menjadi serangan paling mematikan dengan sistem yang terorganisis rapi. Para penyerang menembak kerumunan orang dan termasuk anggota polisi. Dalam waktu bersamaan, kelompok Deccan Mujahideen menyerang diberbagai tempat, baik hotel, transportasi umum hingga tempat orang sakit. Selain dilengkapi senjata AK-47, para teroris ini memiliki bom dan meledakkan tempat serta kerumunan orang. Sejumlah media termasuk CNN, melaporkan lebih dari 90% korban tewas adalah orang India, penduduk yang bermukin dan bermatapencaharian di Mumbai. Serangan ini menewaskan sekitar 96 orang India (82 rakyat sipil, 14 polisi), 24 orang asing dan mematikan 9 teroris. Dari media Press Trust of India melaporkan korban yang tewas hingga 27 November mencapai 280 orang. Korban kemungkinan akan terus bertambah diatas 200 orang. Hingga Jumat malam, pasukan keamanna India melakukan kontak senjata dengan kelompok penyerang. Akibat penyerangan ini, semua sekolah, sekolah tinggi dan sebagian besar kantor termasuk Bursa Efek Bombay dan Bursa Efek Nasional India ditutup pada tanggal 27 November 2008. Begitu juga, shooting film Bollywood dan serial TV dihentikan. Tragedi mengenaskan yang dikutuk negara-negara dunia dan organisasi internasional ini ternyata t terjadi tidak hanya dalam satu hari saja, akan tetapi selama tiga hari berturut-turut. Tidak hanya kali ini saja India diserang bom dan penembakan, akan tetapi juga sebelum dan setelah tragedi ini di berbagai wilayah di India, teruatam daerah perbatasan dengan Pakistan. Di antaranya:
14

7 Maret 2006 Peristiwa pengeboman ini terjadi di Kuil Sankat Mochan Hanuman di kota Suci Hindu, Varanasi. Tragedi ini menyebabkan 28 korban jiwa dan lebih dari 100 orang luka-luka. Pelaku dari peristiwa ini adalah Laskar e Kahar/Qahab. 11 Juli 2006 Tujuh rangkaian bom meledak di kereta api di Mumbai, yang menewaskan 209 korban jiwa, dan 714 orang terluka. Tersangka dari gerakan ini adalah: Gerakan Mahasiswa Islam India (SIMI), Laskar e-Toiba. 16 Agustus 2006 Bom di Kuil Hindu dekat Imphal. Korban: 5 tewas, 50 terluka. 8 September 2006 Dua Bom di pemakaman Muslim di barat kota Malegaon. Korban: 37 tewas, 125 terluka. 20 November 2006 Bom kereta api Bengali Barat. Korban: 5 tewas, lebih dari 25 terluka. 18 Februari 2007 2 bom meledak di kereta api Lahore-New Delhi setelah 1 jam berangkat. Korban: 68 tewas,49 terluka. 25 Agustus 2007 Dua Bom meledak di Hyderabad, dan 19 ditemukan belum meledak. Korban: 44 tewas, 54 terluka. Tersangka: Militan islam dari Pakistan atau Bangladesh yang ingin memperkeruh konflik Hindu dan Islam India. 13 May 2008 Serangkaian bom meledak di 8 tempat berbeda di Jaipur, termasuk pasar yang padat pengunjung dan Kuil Hanuman. Korban: 63 tewas, 213 terluka. Pelaku: Mujahidin India yang bekerjasama dengan LeT dan SIMI. 29 September 2008 Dua Bom meledak di Gujarat dan Maharashtra. Korban: 8 tewas, 80 terluka. Tersangka: Abhinav Bharat dan kelompok Hindu lainnya. 1 Oktober 2008 Tiga bom meledak di daerah konflik timur laut India. Korban: 4 tewas, 100 terluka. Tersangka: militan Muslim berbasis di Bangladesh (daerah Radhanagar dan Gulbazar). 2 November 2008
15

Bom di distrik Midnapur Barat, Bengali Barat. Target dari bom ini adalah konvoi Menteri Buddhadeb Bhattacharya. Korban akibat peritiwa ini tidak ada korban jiwa, akan tetapi enam orang terluka. Tersangka: separatis Maois. 26 November 2008 Serangkaian bom dan penembakan di tempat publik dan layanan publik di Mumbai. Korban: 160 tewas, 367 terluka. Pelaku: Mujahidin Deccan. Selama tahun 2005, sebanyak empat bom meledak di sejumlah tempat di India. 13 Juli 2011 Periwtiwa ini merupakan tragedi pengeboman di tiga tempat berbeda di Mumbai, dan merupakan pusat bisnis keuangan negara India. Peristiwa ini menewaskan 19 orang dan melukai 133 orang lainnya.

2.4.

Analisis Dari dua teori yang telah penulis paparkan secara rinci, pada bab I.Terdapat teori yang

tepat didalam menganalisa kejadian tersebut. Teori yang tepat dalam menganalisis penelitian ini adalah Teori diplomasi. Mengapa teori ini yang penulis gunakan dalam penelitiannya? Karena di dalam penelitian ini penulis akan menjelaskan hubungan antara India dengan Pakistan pasca bom Mumbai yang terjadi di India. Dari fungsi diplomasi itu sendiri yaitu dimana terjadi suatu tindakan tawar-menawar atau negosiasi antara satu negara dengan negara lain dengan tujuan memperjuangkan kepentingan nasional negaranya masing-masing. Negara-negara tersebut yang berdiplomasi mengirim perwakilannya yang disebut diplomat. Diplomat ini yang bertanggung jawab sekaligus mewakili negaranya dalam suatu kegiatan yang bertahap internasional. Diplomat ini yang kemudian harus memperjuangkan kepetingan negaranya agar tidak terjadinya perselisahan antara negaranya dengan negara lain. Maka dapat kita lihat bagaimana kegiatan diplomasi dua negara tersebut dalam menjalin hubungan mereka kedepan setelah terjadinya teror Mumbai. India dan Pakistan yang selama ini memiliki hubungan bilateral yang cukup menegangkan yaitu mereka memperebutkan daerah Kashmir untuk menjadikan wilayah kekuasaan mereka. Terkait teror di Mumbai, Pemerintah India dan Pakistan dihadapkan pada situasi untuk segera mampu menjinakkan/menghilangkan ancaman terorisme yang terus menhantui para penduduk di dua negara nuklir di Asia Selatan yang mempunyai sejarah hubungan bilateral yang kelam. Hubungan diplomatik yang terjadi diantara dua negara tersebut pasca teror Mumbai yaitu India dan Pakistan tetap memegang teguh perjanjian melakukan tukar-menukar daftar
16

instalasi-instalasi nuklir mereka, untuk melindungi lokasi-lokasi itu apabila terjadi perang antara kedua negara. Hal tersebut disepakati di tengah ketegangan yang meningkat pascaserangan teroris di Mumbai. Kedua negara telah melakukan tukar menukar daftar-daftar tahunan lokasi senjata nuklir sejak tahun 1992, sesuai dengan satu perjanjian yang mulai berlaku tahun lalu. Sikap India untuk mencari langkah-langkah diplomatis dalam menyelesaikan masalah teror Mumbai harus didukung oleh semua pihak, terutama pemerintah Pakistan dengan merealisasikan janjinya untuk memerangi terorisme di Asia Selatan dan memperbaiki hubungan bilateral India Pakistan. Penjelasan mengenai penangkapan itu diumumkan ketika pemerintah Pakistan melakukan pertemuan untuk membahas keadaan keamanan setelah serangan-serangan di Mumbai, pusat finansial India, yang telah membuat tegang hubungan antara kedua negara tetangga Asia Selatan yang berkekuatan nuklir itu. Dalam pernyataan setelah pertemuan antara India dengan Pakistan, pemerintah Pakistan mengatakan bahwa Pakistan akan bekerja sama sepenuhnya dengan India dalam penyelidikan atas serangan-serangan tersebut. Pakistan menawarkan bantuan nyata kepada otoritas India untuk menginvestigasi serangan tersebut. Pakistan menyetujui permintaan India untuk mengirim Kepala Lembaga Intelijen Internasional (ISI) Pakistan. ke India. Pakistan lakukan itu untuk membantu investigasi. Pakistan akan bekerja sama dalam penyelidikan dan berjanji mengambil tindakan paling keras jika ada bukti keterlibatan individu atau kelompok dari negaranya dalam serangan-serangan itu. Dari kegiatan diplomasi yang dilakukan oleh dua negara tersebut bahwa India dengan Pakistan sama-sama mau bekerjasama untuk menginvestigasi serangan-serangan terror bom yang terjadi di India walaupun hubungan mereka saat ini masih sangat panas atau tegang diantara mereka, adanya perjanjian melakukan tukar-menukar daftar instalasi-instalasi nuklir mereka, untuk melindungi lokasi-lokasi itu apabila terjadi perang antara kedua negara dan mengambil tindakan yang keras jika ada bukti keterlibatan individu atau kelompok dari negaranya (Pakistan) dalam serangan-serangan itu. Selain teori Diplomasi yang dipakai dalam penelitian ini. Penulis juga mempunyai teori tambahan lain dalam menganalisa penelitian ini. Teori yang penulis maksud yaitu Teori Konflik. Di mana di dalam penelitian ini terdapat konflik yang terjadi yaitu sebelum terjadinya teror Mumbai sudah terjadi sebelumnya perang diantara India dan Pakistan. Dan apa yang melatarbelakangi konflik yang terjadi diantara India dengan Pakistan ini. Melalui teori konflik ini penulis akan jelaskan. Konflik yang mempunyai arti yaitu suatu bentuk interaksi dari dua negara yang bersitegang dimana kepentingan dan keamanan salah satu
17

negara merasa terganggu oleh tindakan yang dilakukan oleh negara lain. Sehingga negara yang merasa terganggu tersebut melakukan tindakan kekerasan terhadap negara yang mengganggu. Dan di dalam teori konflik terdapat 7 penyebab terjadinya konflik. Satu diantara 7 penyebab tersebut penulis menemukan benang merah yang konflik yang terjadi antara India dengan Pakistan. Penyebab terjadinya konflik yaitu Konflik territorial terbatas. Yang dimaksud dengan konflik territorial terbatas yaitu dalam konflik ini terdapat pertentangan posisi yang menyangkut pemilikan territorial, misalnya klaim suatu negara terhadap daerah yang berada atau dekat wilayah negara lain. Masalah kedaulatan atas minoritas etnik juga sering dihubungkan dengan klaim suatu negara untuk mengontrol wilayah tersebut, dan oleh karena itulah maka disebut dengan konflik territorial terbatas. Dari penjelasan diatas penulis dapat mengambil kesimpulan bahwa konflik yang terjadi antara India dan Pakistan dengan adanya teror Mumbai di India, yang awalnya merupakan konflik perebutan daerah perbatasan antara India dengan Pakistan, dan daerah itu adalah Kashmir. Dalam konflik perebutan tersebut terdapat juga konflik agama, dimana Hindu dengan Islam terjalin hubungan yang tidak harmonis. Karena Kashmir yang mayoritas berpenduduk Muslim sama-sama diklaim India (didominasi Hindu) dan Pakistan (didominasi Islam) sebagai salah satu bagian dari wilayahnya. Dari konflik yang sudah penulis paparkan maka dapat disimpulkan bahwa konflik yang terjadi diantara India dengan Pakistan adalah perebutan kekuasaan daerah Kashmir yang dibarengi konflik agama yaitu antara Hindu dengan Islam. Dan berdasarkan hasil penyelidikan kasus, ternyata hipotesa India mengenai pelaku peristiwa naas ini terbukti. Dan ternyata di antara pelaku juga terdapat warga negara India. Maka peristiwa ini mengakibatkan hubungan bilateral dua negara (Pakistan-India) semakin memanas. Ditambah pula dengan tragedi Bom Mumbai yang terjadi lagi pada 13 Juli 2011 lalu. Hal ini tentunya membuat hubungan bilateral Pakistan-India semakin merenggang. Karena masing-masing negara memperebutkan kekuasaan di wilayah Kashmir.

18

BAB III PENUTUP 3.1. Kesimpulan Berdasarkan penjelasan di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa India dan Pakistan merupakan aktor dari konflik yang terjadi. Dan konflik yang terjadi antara kedua negara tersebut adalah saling memperebutkan kekuasaan daerah yang berada diperbatasan diantara mereka yaitu Kashmir dan juga diselingi konflik agama. Dan terjadinya konflik antara kedua negara ini juga dikarenakan adanya jaringan terorisme yang ingin mempersuram hubungan diantara India dan Pakistan yang sempat membaik dengan diadakannya beragam solusi namun dengan adanya serangan yang dilakukan oleh teroris dari tahun 1947 hingga saat ini membuat semuanya sia-sia belaka. Dan tujuan dari permasalahan yang terjadi saat ini dengan adanya tragedi Mumbai yaitu dimana antara India dan Pakistan yang sama-sama bekerjasama untuk menumpas teroris, membuat hubungan diplomatik kedua negara tersebut menjadi renggang kembali atau bersitegang kembali.

3.2.

Kritik dan Saran Dalam penyusunan makalah ini, penulis menyadari masih banyak terdapat kekurangan-kekurangan. Oleh karena itu penulis sangat mengharapkan berbagai kritik dan saran yang sifatnya membangun, demi kesempurnaan makalah penulis di masa yang akan datang.

19