Anda di halaman 1dari 17

Geopolitik India Terkait Konfliknya Dengan Pakistan di Kawasan Asia Selatan

ABSTRAK Geopolitik di Asia Selatan dapat dipahami melalui analisis dua negara besar di Asia Selatan yakni India dan Pakistan. Geopolitik adalah suatu studi yang mengkaji masalah-masalah geografi, sejarah dan ilmu sosial, dengan merujuk kepada politik internasional. Geopolitik mengkaji makna strategis dan politis suatu wilayah geografi, yang mencakup lokasi, luas serta sumber daya alam wilayah tersebut. Geopolitik mempunyai 4 unsur yang pembangun, yaitu keadaan geografis, politik dan strategi, hubungan timbal balik antara geografi dan politik, serta unsur kebijaksanaan. idang kajian geografi politik relatif luas, seperti aspek keruangan, aspek politik, aspek hubungan regional, dan internasional.1 Dimana dikalangan akademisi, studi tentang Geopolitik melibatkan analisis geografi, sejarah dan ilmu sosial dengan mengacu pada tata ruang politik dan pola pada berbagai skala mulai dari tingkat negara sampai tingkat internasional. Disamping itu dalam merumuskan strategi perlu memperhatikan kondisi social, budaya, penduduk, sumber daya alam, lingkungan regional maupun internasional. Geostrategi juga merupakan cabang dari geopolitik yang berurusan dengan strategi. Latar Belakang India adalah letak dari peradaban kuno seperti Budaya Lembah Indus dan merupakan tempat kelahiran dari empat agama utama dunia: Hindu, Buddha, Jainisme, dan Sikhisme. Penduduk asli dataran India adalah bangsa Dravida (terkenal dengan kebudayaan MohenjjoDarro),semakin tersisih ke selatan ketika kedatangan bangsa Aria..nah bangsa Aria ini berasal dari Asia Tengah. Agama asli bangsa Aria itu Hindu, oleh karena itu wilayah mereka kemudian dinamakan Hindustan.
1

http://www.idonbiu.com/2009/07/pengertian-geopolitik-indonesia.html 1

Islam mulai dikenal masyarakat India seiring kontak mereka dengan para pedagang Arab..karena berbagai India terletak di Jalur Sutera yang menghubungkan kebudayaan. Gambaran perkembangan

kerajaan islam di India, salah satu peninggalan kerajaan Mughol di India yang sangat terkenal adalah Taj Mahal. Republik India adalah sebuah negara di Asia yang mempunyai jumlah penduduk terbanyak kedua di dunia, dengan populasi lebih dari satu milyar jiwa, dan adalah negara terbesar ketujuh berdasarkan ukuran wilayah geografis. Jumlah penduduk India tumbuh pesat sejak pertengahan 1980-an. Terletak di Asia Selatan dengan garis pantai sepanjang 7.000 km, dan bagian dari anak benua India, India merupakan bagian dari rute perdagangan penting dan bersejarah. Dia membagi perbatasan dengan Pakistan, Republik Rakyat Tiongkok, Myanmar. Banglades, Nepal, Bhutan, dan Afganistan. Sri Lanka, Maladewa, dan Indonesia adalah negara kepulauan yang bersebelahan. Cuaca India beragam, dari cuaca tropis di selatan hingga ke cuaca menengah di utara. Sebagian dari India yang terletak di pegunungan Himalaya mempunyai cuaca tundra. India memperolehi hujannya dari monsun. Faktor-faktor di atas menimbulkan geopolitik tersendiri di kawasan Asia Selatan, terutama antara India dan Pakistan. Geopolitik di Asia Selatan dapat dipahami melalui analisis dua negara besar di Asia Selatan yakni India dan Pakistan. India dan Pakistan adalah 2 negara yang masing-masing terletak di wilayah Asia Selatan dan Barat. Karena sama-sama memiliki wilayah luas serta sumber daya alam dan manusia yang melimpah kedua negara ini dianggap sebagai calon negara yag akan berpengaruh bagi dunia, terutama India yang akhir-akhir ini diprediksi sebagai calon superpower di Asia. Namun kelebihanserta ambisi yang dimiliki kedua negara tersebut sering memancing keduanya untuk bersaing dan berkonflik. India dan Pakistan merupakan dua kekuatan politik dominan yang sangat mempengaruhi arti penting strategis kedua negara di Asia Selatan.
2

Perbedaan antara kedua negara yang tadinya bersatu tersebut selalu diwarnai konflik. Adapun konflik yang selalu menjadi wacana kesepakatan perdamaian selalu berhubungan dengan persoalan perbatasan dua negara yang masih simpang siur, kapabilitas perekonomian, isu nuklir, dan regionalisme. Terdapat beragam strategi yang diimplementasikan kedua negara, salah satunya ialah Cricket Diplomasi2 dan perekonomian sebagai instrumen geopolitik penting saat ini. Tulisan di bawah ini memaparkan konteks geopolitik yang

mengkontruksi hubungan India-Pakistan, arena geopolitik yang berperan terkait dengan kapabilitas perekonomian, kedekatan geopolitik dengan Timur Tengah sebagai negara Islam, kedekatan dengan kekuatan eksternal seperti Amerika, China, dan Rusia sebagai konsekuensi logis pasca Perang Dingin yang menyisakan strategi dua negara, serta wacana kedua negara dalam mendapatkan pengaruh dari negara-negara Asia Selatan lainnya. Pertanyaan Penelitian 1. Bagaimana bentuk instrumen geopolitik yang dimiliki oleh India untuk mencapai ambisinya menjadi hegemon di kawasan Asia Selatan? 2. Bagaimana konteks geopolitik yang mengkonstelasi hubungan India-Pakistan di Asia Selatan

Rumusan Masalah Berdasarkan menjadi hegemon pertanyaan di penelitian Asia di atas, maka penulis

merumuskan permasalahan sebagai berikut: Sejauh mana India mampu kawasan Selatan terkait konstelasi hubungannya dengan Pakistan?

THINK TANK Notes about public policy, by Steve Coll 3

Tujuan Penulisan Makalah ini di tulis untuk memenuhi syarat mata kuliah Ekonomi Politik India dan untuk mengetahui apakah India ini nantinya akan tetap bertahan sebagai hegemon di kawasan Asia Selatan terkait konstelasi hubungannya dengan Pakistan.

Kerangka Pemikiran dan Teoritis 1. Ekonomi Politik Internasional Dalam istilah sederhananya ekonomi politik internasional adalah suatu analisis yang meneruskan permasalahan mengenai pemisahan dan pembedaan disiplin ilmu politik, ekonomi, sosiologi dan metode mereka dalam menganalisis, mencari pemahaman yang luas dari sebagian besar secara nasional, jika bukan global, isu-isu dan peristiwa-peristiwa. EPI menggunakan tiga pokok perspektif analisis dan empat struktur internasional yang menggabungkan unsur ekonomi, politik dan sosial untuk menggambarkan dan menjelaskan permasalahan internasional dan global serta isu-isu yang tidak dapat dijelaskan jika hanya menggunakan salah satu disiplin ilmu saja. Pada dasarnya EPI terbentuk dari tiga disiplin ilmu yaitu ilmu ekonomi, ilmu sosial dan sosiologi yang digabungkan dalam menganalisis isu-isu yang ada. Dan juga terdapat tiga pendekatan atau perspektif struktur EPI.3 2. Realisme Realisme pada intinya menyangkal bahwa negara-negara berusaha untuk bekerja sama. Para realis awal seperti E.H. Carr, Daniel Bernhard, dan Hans Morgenthau berargumen bahwa, untuk maksud meningkatkan keamanan mereka, negara-negara adalah aktor-aktor rasional yang yang dominan, level analisis permasalahan dan tiga

David N. Balaam & Michael Veseth Introduction To International Political Economy Chapter 1.
3

berusaha mencari kekuasaan dan tertarik kepada kepentingan diri sendiri.4 Sifat anarki dari sistem internasional membuat kekuatan militer menjadi kebutuhan untuk menakut-nakuti lawan potensial. Bagi realisme, kekuatan militer itu adalah sumber kekuasaan dan ukuran bagi prestasi nasional. Sedangkan ekonomi penting Bila untuk semua memperkuat negara dan meningkatkan keamanan militer. berusaha

memaksimalkan pemakaian kekuasaannya, maka stabilitas akan terjaga, yang tercipta dari adanya keseimbangan kekuasaan melalui pembentukan blok-blok kekuasaan dalam wujud sistem persekutuan atau aliansialiansi.5 Metode Penelitian Studi Literatur a. Data Primer : buku dan jurnal : situs internet terkait

b. Data sekunder

http:// id.wikipedia.org/wiki/HubunganInternasional_Realisme
Kegley, Jr 1995: 4-5

Pembahasan

1. Instrumen Geopolitik India di Kawasan Asia Selatan India, negara republik yang merdeka dari Inggris pada 15 Agustus 1947. Melalui kekuatan ekonomi, kapabilitas militernya, membuat India secara politis negara paling berpengaruh di Asia Selatan. Kemampuannya diilustrasikan melalui sasaran-saaran strategis pertumbuhan ekonomi, penduduk yang menguasai informasi teknologi perangkat lunak di dunia. Selain itu sasaran strategisnya yang lain ialah membangun hubungan diplomatis yang baik dan erat utamanya dengan negara Barat seperti Inggris dan Amerika Serikat. Sebelumnya, semasa Perang Dingin menerima bantuan dari Uni Soviet. Sekarang India lebih memiliki kedekatan dengan Amerika Serikat dan Israel terutama di bidang pertahanan dan pengembangan nuklir (Guttinger, 2011: 6). India menghadapi persoalan diversitas terkait dengan pluralisme dan bentuk-bentuk diveristas lain seperti agama, etnis, struktur sosial yang mengakar kuat dalam masyakarat, dan lainnya. Selain itu, India juga menghadapi isu kebangsaan yang selama ini didominasi oleh Arya yang mengklaim sebagai ras terbaik, separatisme, dan isu regionalisme di tingkat kawasan. Nation Building menjadi persoalan yang sulit diwujudkan
6

karena perbedaan agama, etnis, dan kasta dalam kounitasnya. Gerakan separatisme Kasmir secara geopolitik sangat strategis bagi kedua negara. Sedangkan prospek regionalisme di Asia Selatan, India selalu entusias untuk menggagas adanya regionalisme karena India berambisi muncul sebagai hegemoni kawasan di masa mendatang. Terkait instrumen geopolitik yang digunakan India di kawasan Asia Selatan ini yaitu lebih mengarah kepada instrumen militernya. Dengan kekuatan 1 juta prajurit, dilengkapi peralatan moderen dengan industri pendukung, serta anggaran militer yang sangat besar, militer India merupakan salah satu yang terkuat di dunia saat ini. Di Asia ia hanya dapat ditandingi oleh RRC. Adanya gabungan kekuatan militer, ekonomi, sosial, politik, sumber daya, serta teknologi memberi kesempatan bagi India untuk berkembang menjadi salah satu adidaya Asia. Dengan anggaran sebesar US$ 13,6 miliar hanya untuk 2000/2001 ini, hanya US$ 1 miliar di bawah RRC -ini menurut pengakuan India, sementara RRC mengaku anggaran militernya jauh di bawah India- India menunjukkan kemampuannya untuk menjadi salah satu militer yang terkuat di Asia. Pengadaan dilakukan dengan mekanisme yang cukup kompleks dan profesional, sekali pun sebagai akibat dari masih besarnya ketergantungan teknologi, beberapa kasus sempat muncul. Berikut beberapa pengadaan yang patut dicatat:
1. Angkatan Darat

Angkatan Darat dengan bangga menantikan 300 T-90 Russia, selain berbagai macam radar, UAV, howitzer dan roket BM21 Grad M yang akan memperkuat peluncur roket lokal Arjun. Sebagian besar amunisi dibeli dari Israel. Demikian pula banyak proses upgrade persenjataan dilakukan dengan bantuan Israel.
2. Angkatan Laut

Angkatan Laut akan diperkuat dengan MiG-29K yang satu paket dengan kapal induk Admiral Gorshkov. Banyak kritik tentang hal ini,
7

karena Gorshkov sebenarnya tidak dibuat untuk mengangkut MiG-29K, bahkan lebih merupakan pengangkut helikopter, atau maksimal Yak. Implementasi MiG-29 untuk carrier base aircraft sendiri masih belum populer. Pengadaan TU-22M Backfire untuk maritime aircraft cukup penting, mengingat kategorinya sebagai pembom jarak jauh, yang sanggup menyerang sebelum dikenali oleh radar. Ditambah dengan TU142M (ASW). Selain itu, empat kapal selam Kelas Kilo akan menambah armada kapal selam India. Yang juga perlu dicatat adalah bahwa India menyewa beberapa peralatan militer dari Rusia. Termasuk di antaranya adalah kapal selam nuklir seperti INS Chakra. Israel turut membantu dalam melakukan modernisasi kapal-kapal tempur India, khususnya dalam teknologi radar dan perlengkapan electronic warfare lainnya.
3. Angkatan Udara

Angkatan Udara menantikan kedatangan 50 SU-30MKI yang disertai dengan alih teknologi. Ini menandai peningkatan standar fighter India, sekali pun dalam implementasinya masih bermasalah. Pembelian 10 Mirage 2000 menunjukkan bahwa India tidak meninggalkan teknologi Prancis. Namun karena penolakan India atas NPT kemungkinan Prancis tidak akan memberikan teknologi Mirage yang terakhir. India juga telah melakukan upgrade lokal Mempertahankan wing atas lama tempur 125 MiG-21 yang ini sangat dimilikinya. untuk dibutuhkan

menandingi superioritas jumlah jet tempur RRC. Sedang dirundingkan kemungkinan pembelian Beriev A-50 (Mainstay), pesawat AWACS Rusia. Perlu menjadi pertimbangan pasokan Indonesia serta untuk turut membeli Beriev dibandingkanstate of art AWACS AS, khususnya karena pertimbangan ketersediaan minimnya kemungkinan berhadapan dengan Rusia (zero enggagement possibility) dalam 50 tahun ke depan. Selain itu, 40 helikopter Mi-17-1B versi upgrade juga sedang dinantikan pengirimannya. Heli ini dapat beroperasi pada high altitude, sesuai dengan geografi India di perbatasan dengan Cina dan Pakistan.

India mengangarkan biaya pertahanan US$ 32,5 miliar pada tahun ini. Naik 40 persen dari dua tahun sebelumnya. Sekitar 70 persen diantaranya dipakai untuk mendatangkan persenjataan. India memasok persenjataan dari Rusia, sekitar 82 persen. Namun, negara pengeskpor lainnya mulai mendekati India. Dalam kunjungannya bulan Juli ke India, Perdana Menteri Inggris, David Cameron mengadakan kerja sama senilai hampir US$ 1,1 miliar, untuk membeli 57 pesawat jet tipe Hawk. Presiden Amerika Serikat, Barrack Obama, dalam kunjungan November lalu, menjalin kerja sama US$ 4,1 miliar untuk sepuluh pesawat pengangkut tipe C-17. Perancis dan India sudah hampir menyelesaikan kerja sama senilai US$ 2,1 miliar untuk pesawat jet tempur Mirage 2000, saat Presiden Perancis, Nicolas Sarkozy berkunjung Desember lalu. Beberapa pekan kemudian India dan Rusia resmi berkejasama dalam pengembangan generasi kelima sektor jet tempur. Kerja sama dilakukan saat kunjungan Presiden Rusia, Dmitry Medvedev. India masih menunggu kapal laut jenis carrier yang diperbaharui bernilai US$ 2,3 miliar, dan memesan enam kapal selam seharga US$ 4,5 miliar dari Perancis. India diperkirakan mengeluarkan US$ 80 miliar dalam sepuluh tahun nanti untuk meningkatkan senjata militernya itu. Menurut Wezeman, India akan membeli 126 jet tempur senilai US$ 11 miliar, dan sekitar 200 helikopter senilai US$ 4 miliar. Kapal karier amphibi senilai US$ 300 juta sampai US$ 500 juta per kapal, dan sedang berdiskusi memesan kapal selam bernilai US$ 10 miliar.6 Perkembangan kemajuan senjata militer India ini memperlihatkan bahwa India cukup siap untuk menjadi hegemon di kawasan Asia Selatan sendiri, meskipun Pakistan selalu muncul untuk berusaha menyaingi India baik secara politik, ekonomi dan pertahanan keamanan.

2. Geopolitik India di Kawasan Asia Selatan terkait konfliknya dengan Pakistan


6

Tempointeraktif.Com India Perkuat Senjata Militer 9

India telah empat kali berperang melawan Pakistan.7 Teoritis, kekuatan militer India masih di atas Pakistan. Demikian pula dalam hal teknologi, ekonomi, industri, sosial dan politik. Kekuatan militer Pakistan utamanya dapat berkembang salah satunya karena dukungan politis dari Amerika Serikat, khususnya dalam era Perang Dingin dalam strategi peyangga menghadapi Russia di Afghanistan. Setelah berakhirnya perang dingin, Pakistan kehilangan nilai strategis bagi AS, dan dengan demikian AS memberlakukan penghentian seluruh bantuan ke Pakistan sejak Oktober 1990 (Pressler Amandement). Setelah perang India-Pakistan tahun 1965, Cina memberi bantuan kepada Pakistan. Hal ini disebabkan karena Cina memandang India sebagai potensi-lawan (pseoudo-enemy), karena perang Cina-India tahun 1962. Namun setelah hubungan AS-Pakistan berakhir pasca Pressler Amandement tahun 1990, barulah Cina secara besar-besaran memberi dukungan kepada Pakistan. Yang paling mengancam India adalah penjualan IRBM M-9 dan M-11 dari Cina pada 1991, serta penjualan melalui Korea Utara (Nodong I dan II). Rudal-rudal ini diganti namanya menjadi Ghauri I, Ghauri II dan Shaneen. Secara geopolitik, Pakistan memainkan peran penting sebagai

stabilitator pengaruh India di kawasan. Dalam mengimbangi kekuatan India, Pakistan menggunakan instrumen arsenal yakni nuklir yang teknologi pengembangannya merupakan warisan dari Perang Dingin melalui bantuan Uni Soviet. Isu kedua yang membuat Pakistan muncul sebagai wilayah strategis ialah terorisme. Amerika Serikat memberikan sejumlah bantuan persenjataan, bantuan ekonomi dan finansial, serta latihan-latihan militer bersama guna menumpas terorisme di Pakistan. Perkembangan terbaru berkaitan dengan War on Terrorism yang dirintis Amerika Serikat, ialah terbunuhnya Osama bin Laden di Pakistan. Peristiwa ini sempat melonggarkan hubungan kedua negara diakibatkan Amerika Serikat secara de facto melanggar yurisdiksi hukum di Pakistan. Kedekatan Pakistan dengan aktor eksternal lain seperti China di wilayah konflik Kashmir juga menjadi isu penting bagi India sehingga India merasa
7

http:// id.wikipedia.org/wiki/India-Pakistan 10

antisipatif dengan kehadiran China di Asia Selatan. Untuk itu, hubungan India dan Pakistan dapat diilustrasikan sebagai perpanjangan kepentingan antara Amerika Serikat dan China di Asia Selatan. Kedekatan Pakistan dan China ini disinyalir sebagai strategi Pakistan Black Pearl yang merupakan perpanjangan strategi China the String of Pearls di Laut Arab melalui konstruksi pelabuhan Gwader yang 75% didanai oleh China. Prospek pelabuhan tersebut di Pakistan berfungsi sebagai pelabuhan angkatan militer laut China. Selain itu, China juga memfasilitasi Pakistan melalui pembelian Jet Tempur China JF-17.8 Sejak pendiriannya, negara menghadapi persoalan dengan perbatasannya dengan India, utamanya Kashmir. Selain itu juga menghadapi instabilitas akibat persoalan terorisme di wilayahnya dan pengaruh militer asing yang sangat dominan. Saat ini, politik Pakistan sedang dalam masa transisi. Salah satu perhatian internasional terhadap Pakistan berkaitan dengan isu nuklir yang dimiliki Pakistan yang dipandang sebagai ancaman, utamanya oleh India. Kemampuan nuklir Pakistan diperoleh dengan bantuan teknologi dari Prancis dan kemudian Cina. Kepemilikan nuklir ini diungkapkan dengan uji coba Ghauri pada April 1998 yang merupakan balasan atas percobaan rudal nuklir India. Kemampuan nuklir Pakistan dan Cina menjadi alasan bagi India untuk mengembangkan teknologi peluncuran dari laut sebagai proyeksi minimum detterance-nya (kemampuan serangan balasan nuklir). Dengan sejarah 4 kali pertempuran, potensi konflik di Kashmir, adanya dukungan Cina serta kepemilikan rudal nuklir balistik, Pakistan menjadi potensi-lawan nomor satu bagi India. Pada Mei 1998, India kembali melakukan uji coba nuklir, berlawanan dengan trend pemusnahan nuklir pasca perang dingin. Hal ini segera diikuti oleh Pakistan dengan uji coba nuklir yang lebih bersifat balasan atas uji coba India. Maka dimulailah perlombaan senjata nuklir baru secara terbuka. India saat ini diperkirakan memiliki 60 senjata nuklir yang dapat diluncurkan dengan rudal Agni atau Phritvi, atau melalui pesawat.
8

http://www.foreignpolicy.com/articles/2011/06/03/pakistan_s_black_pearl 11

Target India selanjutnya adalah memiliki kemampuan peluncuran rudal nuklir dari laut, baik permukaan mau pun dari kapal selam. Ini adalah target minimum detterence India saat ini. Enam reaktor nuklir air berat India memiliki plutonium yang cukup untuk mempersenjatai 200 nuklir. Jika dalam hal ini Pakistan bersekutu dengan China, sementara India juga membuat persekutuan dengan Amerika Serikat dan Vietnam. Pertaruhan Amerika dan Cina di Laut Cina Selatan memang punya nilai yang cukup strategis. Disamping nilai strategisnya sebagai jalur pelayaran dari kawasan Pasifik menuju Lautan Hindia, yang tak kalah strategis adalah karena sumber kekayaan alamnya di bidang sumber daya biologis dan hidrokarbon. Sedangkan Vietnam sendiri secara geopolitik cukup strategis. Dengan kehadiran angkatan laut India, India praktis mendapat akses pintu masuk bagi kapal-kapal lautnya ke Vietnam sekaligus mendapatkan akses pangkalan laut di Halong Bay dan Nhatraneg. Sedangkan secara timbal-balik, Vietnam bisa meningkatkan postur angkatan lautnya dengan pembangunan dan pengembangan kualitas kapal-kapal angkatan lautnya sekaligus mendapatkan pelatihan bagi para pelaut Vietnam. Dapat diamati bahwa suatu persekutuan strategis India-Vietnam akan tercipta. Disini, Vietnam memang cukup beralasan untuk kuatir dengan ancaman Cina, terutama di matra laut. Pada 1988, terbukti angkatan laut Vietnam gagal menghadang gerak laju angkatan laut Cina untuk menguasai Pulau Spratly. India antusias dalam membantu Vietnam dan Amerika menghadang Cina di kawasan Laut Cina Selatan dan Asia Tenggara, hal tersebut akibat reaksi terhadap semakin eratnya persekutuan Cina dan Pakistan. Selain itu juga ada informasi bahwa Pakistan telah memberikan sebuah pangkalan bagi angkatan laut Cina di lepas pantai wilayah Pakistan. Melihat konstelasi seperti itu, jika terjadi eskalasi konflik yang kian menajam di Laut Cina Selatan dan semakin kuatnya kontol militer Cina di kawasan ini, maka India bisa dipastikan akan merasa dalam posisi yang tidak menguntungkan akibat kepungan Pakistan-Cina.
12

Di

atas

semua

itu,

mengingat

kepentingan

strategisnya

dan

pertaruhannya yang besar untuk menguasai Laut Cina Selatan dan juga Selat Malaka, maka bisa dipastikan Amerika berada di balik sentiman anti Cina terhadap India. Apalagi fakta bahwa sampai hari ini, India masih termasuk dalam persekutuan strategis dengan mantan penjajahnya yaitu 7 Inggris dalam payung Common Wealth (Persekutuan Negara-Negara Persemakmuran). Bagi Amerika ini jelas dipandang sebagai sebuah peluang yang terbuka untuk menguasai geopolitik kawasan Laut Cina Selatan, termasuk beberapa wilayah sengketa antara Vietnam dan Cina. Karena itu, kehadiran militer Amerika, khususnya angkatan lautnya di wilayah kedaulatan laut Vietnam, akan segera terjadi dalam waktu dekat. Kerjasama angkatan laut antara Vietnam dan India tetap menjadi fokus, dengan Vietnam memberikan India hak untuk menggunakan pelabuhannya di selatan, Nha Trang, secara signifikan ditempatkan dekat dengan Teluk Cam Ranh yang strategis. Selama kunjungan Sang ke India, kedua belah pihak menegaskan kembali perlunya meningkatkan kerjasama dalam menjamin keselamatan dan keamanan wilayah jalurjalur laut dan mengajukan dialog keamanan. Untuk memberikan landasan ekonomi yang kuat bagi bagi hubungan bilateral, Vietnam juga memutuskan untuk meningkatkan target perdagangan dari sekarang 2,7 miliar dolar AS ke 7 miliar pada 2015.9 India dan Pakistan yang sudah berkonflik sejak lama semakin memperluas ketegan di kawasan Asia sendiri, dimana India bersekutu dengan Amerika Serikat dan negara-negara regional lainnya seperti Vietnam, Myanmar dn Filipina, sedangkan Pakistan bersekutu dan mulai mendekatkan diri dengan China. China yang muncul sebagai ancaman baru bagi Amerika Serikat, ini juga merupakan salah satu alasan mengapa Amerika Serikat lebih memilih bersekutu dengan India ketimbang Pakistan. Terlebih lagi isu terorisme semenjak kerja sama Amerika Serikat dengan Pakistan setelah tewasnya pemimpin teroris nomor satu dunia Osama
9

Bin

Laden

di

Pakistan,

seolah-olah

Amerika

Serikat

tidak

Era Baru News.Com Waspada terhadap China, Myanmar dan Vietnam dekati India 13

memerlukan Pakistan lagi dalam mencapai kepentingannya. Hal ini semakin jelas ketika Menlu AS dengan rekannya dari India yang mengatakan Pakistan perlu memberantas tempat-tempat persembunyian teroris dengan alasan demi kepentingan Pakistan sendiri dan negaranegara lain di wilayah itu.10

Penutup
http://cyborgrizki.wordpress.com/2011/07/20/amerika-dan-india-mintapakistan-berantas-pangkalan-teroris
10

14

Kesimpulan Secara keseluruhan konstelasi geopolitik di India dan Pakistan berkaitan dengan isu terorisme, persoalan nuklir, sengketa perbatasan di Kashmir, isu nasionalisme dan globalisasi, prospek regionalisme di kawasan Asia Selatan, dan strategi kekuatan eksternal untuk ikut mempengaruhi dinamika geopolitik di kawasan tersebut. Asia Selatan selalu diiringi ketidakstabilan apabila dua negara besar ini Pakistan dan India terus menerus memiliki hubungan tidak stabil. Misalnya Pakistan selalu menjadi berseberangan dengan India, dan menjadi sasaran tuduhan kelompok terorisme di Kashmir dan serangan terorisme barubaru ini di Mumbai, India. Dikarenakan ketegangan internal tersebut, Pakistan selalu

memainkan strategi ganda guna mengkonter India antara lain: Cricket Diplomacy, menghalangi India berkoalisi dengan Uni Soviet (pada era Perang Dingin) sementara Pakistan bersekutu dengan Uni Soviet, saat ini Pakistan cenderung dekat dengan China, berhubungan dengan Amerika Serikat terkait isu terorisme, dan lainnya. Namun semenjak Amerika Serikat menyadari peran Pakistan hanya kecil kemungkinan menguntungkan bagi negaranya, akhirnya memilih untuk lebih bersekutu dengan India. Disini Amerika Serikat juga memiliki geopolitik terhadap kekuatan China yang juga merupakan salah satu ancaman bagi Amerikat Serikat sendiri. Persoalan baru yang melatarbelakangi hubungan dua negara yakni perbedaan pertumbuhan ekonomi yang mana perekonomian India seakan lebih besar daripada Pakistan. Sehingga, sampai pada kesimpulan bahwa sulit sekali untuk membuat perbandingan dua negara dengan satu atau dua variabel determinan, misalnya kepemilikan nuklir dan perekonomian karena tingkat kapabilitas nuklir dua negara ini masih simpang siur sehingga sulit diestimasi. Baik India dan Pakistan sendiri tidak mau mengalah satu sama lain.

15

India tidak memiliki harapan untuk menjadi pemimpin regional, mengingat posisi politisnya di kawasan Asia Selatan yang dikelilingi oleh negara-negara besar yang pseudo-hostile, seperti Pakistan, Cina dan Afghanistan. Kecuali tentunya di wilayah Bay of Bengal yang tergabung dalam Bimstec. Disini pun India harus berhadapan dengan Thailand. Sementara India berada di bawah tekanan Barat untuk

menunjukkan mandat demokratis. India sedang muncul sebagai pemain yang serius dalam lanskap strategis Asia, bagi negara-negara Asia Timur untuk menjangkau perdagangan, diplomasi, dan potensialnya, sebagai kunci penyeimbang regional. China terlalu besar dan kuat untuk diabaikan oleh negara-negara regional. Namun negara-negara di sekitar China sekarang berusaha untuk memperluas ruang strategis mereka dengan menjangkau kekuatan regional dan global lainnya. Negara-negara kecil di wilayah ini sekarang mencari ke India untuk bertindak sebagai penyeimbang dalam pandangannya terhadap pertumbuhan pengaruh China dan mengantisipasi pengurangan Amerika dari daerah ini dalam waktu dekat, sementara negara-negara besar melihat India sebagai mesin penarik bagi pertumbuhan regional. Untuk hidup sampai potensi penuh dan memenuhi harapan negaranegara regional, India harus melakukan pekerjaan yang lebih meyakinkan, muncul sebagai mitra strategis kredibel daerah. Baik di India maupun negara-negara regional di Asia Timur memiliki insentif untuk menentukan hubungan mereka dalam mengoposisi ke China. Tapi mereka pasti tertarik untuk meningkatkan hubungan mereka dengan negara-negara lain untuk mendapatkan manfaat dari China dan membawa kemiripan kesetaraan dalam hubungan mereka. Kekuatan besar politik di wilayah ini baru saja dimulai. Peran India menjadi sedemikian penting dalam penyeimbangan kekuasaan berkembang seperti ini. Negara-negara regional lainnya tertarik pada peran India yang lebih pro-aktif di wilayah tersebut seperti Vietnam, Myanmar dan Filipina.

16

17