Anda di halaman 1dari 6

Kegiatan atau pekerjaan yang berhubungan dengan kesehatan (termasuk gerakan statis maupun dinamis). 1. Penjual jamu gendong.

Penjual jamu gendong berkeliling menjajakan dagangannya kepada konsumen. Mereka menggendong keranjang jamu dipunggungnya. Keranjang jamu tersebut berisikan botol-botol berbagai macam jenis jamu. Keranjang jamu tersebut diletakkan dipunggung dan diikatkan dengan sebuah kain yang menyerong melingkari tubuh penjual jamu gendong. Posisi kerja penjual jamu adalah jongkok dan berdiri saat berkeliling menjual jamu dengan memikul bakul di sebelah kanan bahu. Berat beban yang diangkat sekitar 30 kg. Gerakan yang dialami penjual jamu adalah gerakan dinamis yaitu jongkok kemudian saat ad yang akan membeli jamu kemudian berdiri serta berjalan sambil memikul bakul jamu saat menjajakan jamu. Keluhan yang dirasakan si penjual jamu: terdapat pada bahu kanan yang terjadi karena kontraksi otot trapesius yang berlebihan. Otot fleksor dan ekstensor berkontraksi ketika pekerja membawa ember yang berisi air dan gelas. Otot rektus femoris berkontraksi ketika pekerja berjalan membawa beban di punggungnya. Kontraksi otot yang berlebihan akan mengakibatkan kram. Ketika pekerja menggendong keranjang jamu dan berjalan, tulang yang bekerja adalah tulang selangka, tulang belikat, dan ruas tulang punggung menahan beban keranjang jamu. Tulang paha sebagai penopang berat badan pekerja. Tulang hasta dan pengumpil, tulang pangkal tangan dan tulang pergelangan tangan bekerja ketika pekerja meracik jumu pesanan konsumen atau pembeli serta untuk membawa barang bawaan yang lain. 2. Sales Promotion Girl di swalayan. SPG (Sales Promotion Girl) mengharuskan seseorang berdiri hingga berjam-jam. Berdiri merupakan salah satu postur alami manusia yang sebenarnya tidak menimbulkan bahaya kesehatan tertentu. Tapi jika dilakukan dalam jangka waktu yang lama hal ini akan mempengaruhi kondisi tubuh, sama seperti halnya

bahaya terlalu lama duduk. Hal ini karena tubuh dipengaruhi oleh pengaturan daerah kerja sehingga membatasi posisi-posisi tubuh pekerja dalam beraktivitas. Akibatnya tubuh pekerja hanya memiliki sedikit kebebasan bergerak dan menjadi lebih kaku. Kurangnya fleksibilitas tubuh akan menyebabkan masalah kesehatan. Gerakan yang dialami adalah gerakan statis yaitu berdiri terus mnerus dalam waktu lama selama bekerja. Keluhan yang dirasakan oleh pekerja ini: merasakan ketegangan otot tapi juga ketidaknyamanan lainnya seperti berkumpulnya darah di kaki, serta berdiri terlalu lama mengakibatkan radang pembuluh darah. Peradangan ini dari waktu ke waktu berkembang menjadi varises kronis dan menyakitkan. Selain itu juga bisa menyebabkan sendi di tulang belakang, pinggul, lutut dan kaki menjadi seperti terkunci yang nantinya memicu terjadinya penyakit rematik degeneratif akibat kerusakan pada tendon dan ligamen (struktur yang mengikat otot tulang).

3. Tukang becak dayung


Becak merupakan alat transportasi tradisional yang menggunakan tenaga manusia sebagai penggerak. Jenis pekerjaan tersebut memiliki resiko tinggi terhadap terjadinya cedera pada anggota tubuh ataupun cedera pada otot rangka, selain itu aktivitas ini memerlukan energi yang cukup besar. Gerakan dialami adalah gerakan dinamis pada kedua kaki yaitu mengayuh pedal becak. Keluhan yang dialami pekerja ini: pengayuh becak pada umumnya mengeluhkan sakit pada leher bagian atas, leher bagian bawah, punggung, lengan atas kanan, pinggang, bokong, pantat, lengan bawah kiri, lengan bawah kanan, tangan kiri, tangan kanan, paha kiri, paha kanan, lutut kanan, betis kiri, betis kanan, kaki kiri dan kaki kanan.

4. Supir Mengemudi merupakan pekerjaan yang lumrah dilakukan di kota-kota besar saat ini. Masalah yang muncul biasanya terjadi jika seseorang mengemudi

untuk jarak jauh atau setiap hari menyetir dengan posisi yang salah sehingga menimbulkan rasa nyeri atau sakit di beberapa bagian tubuh. Gerakan yang dialami adalah statis yaitu duduk terlalu lama di kabin mobil selama perjalanan. Keluhan yang dirasakan pengemudi: 1. Sakit punggung dan pinggang 2. Nyeri di leher dan bahu 3. Cedera stres yang berulang, biasanya terjadi pada supir truk yang menyetir jarak jauh sehingga merasa nyeri di bahu, siku serta pergelangan tangan. 4. Kram pada tungkai bawah 5. Postur tubuh yang buruk 6. Adanya ketegangan pada paha belakang 7. Sirkulasi darah yang buruk di tungkai kaki Kondisi ini biasanya disebabkan oleh terlalu lama duduk dan tidak mendapatkan dukungan yang baik dari tulang belakang, postur menyetir yang salah, melakukan gerakan yang sama berulang-ulang dalam 1 menit serta adanya getaran ban yang mempengaruhi otot. Jalan yang tidak rata atau polisi tidur bisa menyebabkan getaran dari kendaraan yang mempengaruhi tulang belakang. Jika postur tubuh sudah tidak benar, maka getaran ini bisa menyebabkan cedera. Paparan jangka panjang dapat menyebabkan disc herniation (bantalan antara ruas tulang belakang didorong keluar posisi normal yang menyebabkan iritasi pada saraf tulang belakang). Untuk mencegah rasa nyeri yang muncul akibat mengemudi, ada beberapa hal yang bisa dilakukan termasuk menerapkan sistem ergonomis yaitu: 1. Mulailah dengan menyesuaikan antara tempat duduk dan postur tubuh, posisi paha harus nyaman yang didukung oleh kursi serta lutut harus sedikit menekuk

2. Jangan duduk terlalu jauh dari pedal. Jika kaki meregang saat mengemudi akan meningkatkan tekanan pada lumbar tulang belakang dan stres di leher, bahu serta pergelangan tangan. 3. Bagian belakang kursi dimiringkan antara 100-110 derajat dari kaki untuk mengurangi tekanan tambahan di lempeng tulang belakang. 4. Hindari membungkuk saat mengemudi dan jika menyetir untuk waktu lama atau menderita sakit punggung, gunakan penyangga lumbar tulang belakang untuk memberikan dukungan. 5. Kaki dan panggul harus memiliki ruang yang cukup untuk bergerak dan mengubah posisi tanpa mengganggu kegiatan mengemudi. 6. Jangan duduk dengan saku terisi baik oleh dompet, telepon seluler atau isi lainnya. Hal ini bisa melukai jaringan lunak, mengurangi sirkulasi dan menekan saraf yang mengarah ke punggung serta nyeri kaki. 7. Cobalah istirahat singkat setiap perjalanan 2 jam, keluar dari mobil dan lakukan peregangan pada seluruh tubuh terutama punggung dan tangan. 5. Sekretaris kantor. Saat ini, di masyarakat khususnya perkotaan, bekerja di depan layar komputer sudah menjadi hal yang lazim. Sebagian besar dari kita menghabiskan waktu rata-rata hingga 6 atau 7 jam per hari di depan komputer. Sayang, belum banyak yang mengetahui cara kerja maupun peletakan alat kerja yang baik. Meskipun banyak di antara pekerja kantor yang tidak peduli, ada beberapa hal yang mesti diperhatikan saat bekerja dengan mouse. Mouse adalah alat pelengkap komputer yang bermanfaat untuk mengatur kursor dan fungsi-fungsi lainnya. Dengan sistem Windows yang saat ini umum digunakan, banyak perintah yang bisa dijalankan melalui mouse, seperti membuka file, menutup, dan menggarisbawahi. Tombol-tombol pada keyboard diperlukan untuk menulis angka atau huruf saja.

Di samping itu, banyak kemudahan yang ditawarkan oleh mouse saat ini. Jika mouse diletakkan atau digunakan secara tidak benar, berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan bahkan hingga sakit ke punggung. Gerakan yang dialami adalah gerakan dinamis yaitu gerakan tangan dan jari saat menggunakan mouse. Keluhan yang dialami adalah nyeri di atas tangan, sekitar pergelangan tangan, lengan atas, dan siku. Bisa terbentuk benjolan yang nyeri dan pada tahap akhir, bisa menjadi kista ganglion di sekitar sendi dan sepanjang urat di tangan. Perasaan baal (tanpa rasa) pada ibu jari dan telunjuk yang bisa berkembang menjadi Carpal Tunnel Syndrome (CTS).

Sumber: 1. 2. 3. 4. http://intisari-online.com/read/sakit-otot-tulang-dan-sendi http://www.anekanews.com/2011/07/mengenal-penyebab-penyakit-akibatkerja.html http://beritaterkini.us/health/tips-hindari-sakit-punggung-akibat-bawaanberat.html http://myrid1muhamad.blogspot.com/2011/01/analisis-perancangan-kerjadan-ergonomi.html