Anda di halaman 1dari 33

Mata Kuliah Statistik NonParametrik

Tes Run Wald-Wolfowitz


Kelompok 2 : Deny Kurniawan (09.5923) Diah Tri Pujiastuti (09.5932) Eko Susanto (09.5953) Fachrul Pajri N. (09.5961) Fadillah Kurniasih (09.5962) Listra (09.6028) Henida Widyatama (09.5996) Irene Novita (09.6008) Winda Dwi Putri (09.6168)

Sekolah Tinggi Ilmu Statistik (STIS) Jakarta

Fungsi
Menguji hipotesis-nol bahwa dua sampel independen

yang diambil berasal dari populasi yang sama, dengan hipotesis alternatif sebaliknya. Untuk sampel cukup besar, Ho ditolak jika kedua populasinya berbeda dalam sembarang hal, seperti nilai tengah, median, variabilitas, kemencengan, dll

Fungsi (lanjutan)
Jelas

bahwa walaupun banyak tes lain yang dialamatkan kepada jenis perbedaan tertentu antara dua kelompok (misalnya tes median), tes WaldWolfowitz ini dialamatkan kepada sembarang perbedaan.

Dasar/Kerangka Berpikir
Asumsi yang dipakai adalah variabel berdistribusi

kontinyu, sehingga menuntut skala pengukuran minimal ordinal. Secara nalar, dua kelompok data sampel bisa disimpulkan berasal dari populasi yang sama, jika: 1) median data dekat nilainya 2) varians yang dekat nilainya 3)kemencengan dan kurtosis yang dekat nilainya

Dasar/Kerangka Berpikir
Ukuran dekat inilah sebagai dasar pengujian dari tes

Run Wald-Wolfowitz. Jika dari data yang diambil memiliki kedekatan yang masih dalam range sesuai kaidah tes Wald-Wolfowitz, maka disimpulkan kedua kelompok data tersebut berasal dari populasi yang sama. Begitu pula sebaliknya.

Metode Pengujian
1) Dua kelompok data independen yang masing-

masing berukuran n1 dan n2, kita ambil dan kita rangking n1+n2 (gabungan) skor sampel tsb dari kecil ke besar, 2) Tentukan banyaknya run (r), yaitu sembarang urutan skor-skor dari kelompok yang sama(baik kelompok 1 maupun 2)

Metode Pengujian (lanjutan)


Misalnya dua kelompok data diambil sebagai berikut: Kelompok A : 7,3,4,6,9 n1=5 Kelompok B: 5,10,15,28 n2=4 Maka gabungan data dua kelompok diatas yang di rangking dari kecil ke besar adalah 3 4 5 6 7 9 10 15 28 A A B A A A B B B
I II III IV

Metode Pengujian (lanjutan)


Dari data fiktif tersebut di dapat r=4 karena gabungan

data tersebut dapat dipartisi menjadi 4 bagian dimana masing-masing bagian berasal dari kelompok yang sama. Pada umumnya kita menolak Ho jika r terlalu kecil, yang berarti juga data-data tersebut cenderung mengelompok dan tidak membaur satu sama lain, yang kita analogikan juga kedua kelompok data tsb berasal dari populasi berlainan.

Metode Pengujian (lanjutan)


Distribusi sampling r muncul dari kenyataan bahwa bila

dua objek berlainan jenis diangkai dalam satu garis, jumlah total susunan yang berlainan yang mungkin terjadi adalah n1+n2 n1+n2 = n1 n2 Dan bahwa kemungkinan akan mendapatkan suatu harga observasi bagi r atau harga yang lebih ekstrem adalah P(rr) = Untuk n genap
Untuk n ganjil

P(rr) = dimana r = 2k-1

Kasus Sampel Kecil


Untuk kasus sampel kecil, bisa digunakan tabel F1

pada lampiran, yaitu yang berisi harga-harga kritis r untuk n1,n2 20. Harga-harga ini signifikan pada tingkat 0,05. artinya, jika suatu harga r observasi harga yang ditabelkan untuk n1,n2, maka Ho ditolak pada =5%. Begitu pula sebaliknya.

Contoh: Dilakukan penelitian untuk mengetahui adakah perbedaan disiplin kerja antara pegawai golongan III dan IV, yang didasarkan atas keterlambatan masuk dan pulang kantor, berdasarkan sampel yang dipilih secara random terhadap 10 pegawai golongan III dan 10 pegawai golongan IV, diperoleh jam keterlambatan masuk kantor sebagai berikut. Pegawai Golongan III Pegawai Golongan IV
12 12 5 9 15 16 8 14 12 16 17 13 6 4 7 11 13 18 13 10

Jawab : Ho : tidak terdapat perbedaan disiplin kerja yang signifikan antara pegawai golongan III dan IV H1 : terdapat perbedaan disiplin kerja yang signifikan antara pegawai golongan III dan IV

=5% Statistik uji : Run Wald-Wolfowitz H0 diterima bila run hitung lebih besar dari run tabel

4 B 1

5 A 2

6 B 3

7 B

8 A 4

9 A

10 11 B 5 B

12 12 12 13 A 6 A A B 7

13 B

13 B

14 15 A 8 A

16 16 17 A A B 9

18 B

Jumlah run hitung yang di dapat adalah 9, sementara jumlah run tabel dengan n1=10 & n2=10 dengan tingkat signifikan 0,05 adalah 6. Oleh karena run hitung lebih besar daripada run tabel maka keputusannya adalah terima H0, yang artinya tidak terdapat perbedaan disiplin antara pegawai golongan III (kelompok A) dan golongan IV (kelompok B).

Kasus Sampel Besar


Kalau n1 atau n2 lebih besar dari 20, Tabel F1 tidak bisa digunakan. Maka untuk sampel besar menggunakan pendekatan normal distribution dengan,
= 212 +1 1 + 2

212(212 1 2) 1 + 2 2 (1 + 2 1)

Dengan demikian:
= = 212 ( + 1) 1 + 2 212(212 1 2) 1 + 2 2 (1 + 2 1)

Suatu korelasi kontinyuitas harus dipergunakan kalau n1 dan n2 tidak

terlalu besar. Koreksi ini dituntut karena distribusi harga-harga empiris r adalah diskrit, sedangkan dengan sampel besar kita mendekati distribusi sampling itu dengan kurva normal . Sehingga menjadi:

Jadi, untuk menghitung harga z dengan koreksi kontinyuitas ,

menggunakan rumus (6.14), yaitu:

Contoh : Seorang mahasiswa ingin membandingkan hasil belajar dengan 2 metode yang berbeda. Dalam suatu kelas, mahasiswa tersebut membagi para pelajar SMA yang ada di kelas tersebut menjadi dua bagian, yakni 9 dan 21. Yang ingin dibandingkan adalah nilai mata pelajaran Matematika yang diperoleh 9 murid yang menggunakan metode pembelajaran A dengan nilai Matematika yang diperoleh 21 murid tersebut yang menggunakan metode pembelajaran B. Ujilah apakah ada perbedaan nilai Matematika yang menggunakan metode A dan dengan metode B dengan hasil nilai sebagai berikut: (gunakan =5%)

Metode A 84 80 70 100 90 89 86 78 83

Metode B 95 87 77 69 95 85 73 73 73 85 79 95 79 76 87 88 87 79 87 88 96

Jawab: Ho : Tidak ada perbedaan nilai Matematika yang menggunakan metode A dan dengan metode B H1 : Ada perbedaan nilai Matematika yang menggunakan metode A dan dengan metode B =5%
Statistik uji : Tes Wald-Wolfitz dengan menggunakan

pendekatan kurva normal (Z)


Wilayah kritik: jika nilai z observasi berada pada

wilayah tolak, yakni zhit<-z/2atau zhit>z/2

69 70 73 73 73 76 77 78 79 79 79 80 83 84 85 85 86 B A B B B B B A B B B A A A B B A

1 87 B

2 87 B 87 B
9

3 87 B 88 B

4 88 B 89 A
10

5 90 A 95 B

6 95 B
11

7 95 B

96 100 B A 12

212 ( + 1) 1 + 2 212(212 1 2) 1 + 2 2 (1 + 2 1)

131544 26100 0, 9354 z / 2 =-1,96

12 13, 6 0, 5

Jadi kesimpulannya adalah gagal tolak Ho yang artinya bahwa kedua kelompok pelajar tersebut tidak berbeda significant dalam nilai Matematika yang diajarkan dengan metode yang berbeda.

ANGKA SAMA (TIE)


Apabila angka sama terjadi antara anggota-anggota kelompok yang berlainan, maka deretan skor itu tidak tunggal (bukan satu-satunya kemungkinan deretan). Misalkan : 3 subyek mendapat skor yang sama. 2 di antaranya adalah A dan 1 lagi B maka kemungkinan deretannya adalah ABA, AAB,BAA. Apabila semua angka sama terdapat dalam sampel sama, maka banyak sampel run (r) tidak terpengaruh sehingga tingkat signifikansi yang didapatkan juga tidak terpengaruh.

ANGKA SAMA (TIE)(lanjutan) Metode dalam menghadapi kasus angka sama adalah memecah angka sama itu dalam semua cara yang mungkin dan mengamati harga-harga r yang dihasilkan. Apabila semua harga itu signifikan terhadap maka angka sama tidak menimbulkan masalah besar terhadap pengambilan kesimpulan. Apabila setelah semua kemungkinan harga r dicari kita dapatkan hasil yang signifikan dan tidak signifikan terhadap , maka kita rata-ratakan nilainilai p-value yang kita dapatkan dari masingmasing r untuk menentukan tolak atau terima Ho.

ANGKA SAMA (TIE)(lanjutan) Apabila angka sama antara skor-skor dalam kedua sampel independen itu besar, pada hakikatnya r tidak tertentu. Dalam kasus ini tes Wald-Wolfowitz ini tidak dapat diterapkan.

KEKUATAN EFISIENSI: Apabila tujuan kita ingin menguji apakah dua sampel berasal dari populasi yang mempunyai parameter lokasi yang sama tes u mann-whitney lebih kuat dibandingkan tes run. Karena tes run dirancang untuk menemukan perbedaan-perbedaan sembarang jenis sehingga kecil kekuatannya dalam menemukan perbedaan jenis tertentu, dengan kata lain hasil yang didapat dari u mann-whitney lebih ekstrem pada suatu tingkat signifikansi SMITH Fakta empiris memberikan petunjuk bahwa kekuatan efisiensi tes Wald Wolfowitz ini kirakira 75 % untuk ukuran-ukuran sampel yang berdekatan dengan 20

Contoh : Dalam suatu penelitian yang menguji tingkat daya ingat penduduk usia produktif awal di suatu daerah, seorang peneliti melakukan test yang berhubungan dengan kecepatan dan ketepatan daya tangkap antara 14 penduduk usia produktif awal yang hobi membaca dengan 10 penduduk usia produktif awal yang tidak hobi membaca. Dimana hasil test tersebut di nilai dengan skor 0-100. Tabel hasil test yang di lakukan oleh peneliti terhadap penduduk usia produktif awal yang hobi membaca dan yang tidak hobi membaca adalah sebagai berikut..

No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14

Hobi Membaca (H) 63 63 73 76 83 84 84 87 89 90 92 93 94 95

Tidak Hobi Membaca(TH) 50 51 55 55 60 61 63 70 80 81

Catatan : Ada angka yang sama di dalam suatu kelompok dan ada angka yang sama terjadi di dalam kelompok yang berlainan. Ho : Tidak ada perbedaan tingkat daya ingat penduduk usia produktif awal yang hobi membaca dengan yang tidak hobi membaca. H1 : kedua kelompok penduduk usia produktif awal tersebut memiliki perbedaan tingkat daya ingat. TesStatistik : test Wald-Wolfowitz di pilih sebagai tes menyeluruh untuk perbedaan kedua kelompok-kelompok itu. Tingkat Signifikansi : =0,05 nh=14 orang, nth=10 org Penghitungan : Ada 3 penghitungan karena ada angka yang sama di dalam kelompok berlainanya itu untuk yang hobi membaca terdapat 2 angka 63 sedangkan yang tidak hobi membaca terdapat 1 angka 63.

Urutan I :
H 63 50 80 TH 51 81 55 TH 83 84 84 87 89 H 55 60 61 H 63 63 H 90 63 63 TH 92 93 TH 63 73 H 94 95 76 77

r=6
Berdasarkan tabel F1 dengan n1=14 dan n2=10 didapatkan nilai r tabel=7, karena robs<rtabel maka keputusannya adalah tolak H0. Kesimpulan: kedua kelompok penduduk usia produktif awal tersebut memiliki perbedaan tingkat daya ingat.

Urutan II :
H 63 50 80 TH 51 81 55 TH 83 84 84 87 55 60 61 TH 63 63 H 89 H 63 TH 90 92 63 H 63 73 H 93 94 95 76 77

r=6
Berdasarkan tabel F1 dengan n1=14 dan n2=10 didapatkan nilai r tabel=7, karena robs<rtabel maka keputusannya adalah tolak H0. Kesimpulan: kedua kelompok penduduk usia produktif awal tersebut memiliki perbedaan tingkat daya ingat.

Urutan III :
TH 63 50 80 TH 51 81 55 83 55 TH 84 84 87 89 H 90 92 60 61 H 63 63 63 63 H 93 94 95 H 63 73 76 77

r=4
Berdasarkan tabel F1 dengan n1=14 dan n2=10 didapatkan nilai r tabel=7, karena robs<rtabel maka keputusannya adalah tolak H0. Kesimpulan: kedua kelompok penduduk usia produktif awal tersebut memiliki perbedaan tingkat daya ingat.

Keputusan :

Ketiga penghitungan di atas menghasilkan r yang signifikan sehingga Zobs>Z maka tolak Ho.
Kesimpulan :

Jadi tidak terdapat perbedaan tingkat daya ingat penduduk usia produktif awal yang hobi membaca dengan penduduk usia produktif awal yang tidak hobi membaca di daerah tersebut.

THANK YOU FOR YOUR