**** Di desa Dadapan, tinggallah seorang gadis kecil. Gadis ini seorang anak yatim piatu.

Dia bernama Klenting Kuning. Dia tinggal ikut dengan bibinya yang seorang janda bernama Mami Randa. Mami Randa ini memiliki 5 orang anak, mereka memiliki umur yang rata-rata sama dengan Klenting Kuning. Mereka adalah Klenting Merah, Hijau, Biru, Coklat dan Ungu. Meskipun begitu sifat mereka tidaklah sama. Mereka cenderung pemalas dan manja, sedangkan Klenting Kuning sangatlah rajin, dia juga pekerja keras untuk usianya yang masih belia. Klenting Kuning : “Pak, buk, ning kangen sama kalian. Ning ingin sekali bertemu kalian, ning doakan dari sini agar bapak sama ibu bahagia di atas foto sana” kedua (duduk orang termenung tuanya yang sambil telah

memandangi meninggal)

Terdengar suara Mami Randa datang. Mami Randa : “Ning, Klenting Kuning. Kamu dimana to? Di panggilpanggil kok nggak datang-datang” (Berteriak-teriak sambil berkacak pinggang) Klenting Kuning : “Dalem buk! Maaf Ning nggak dengar. Ada apa to Buk?” (Sambil menyembunyikan foto) Mami Randa : “ Halah, gayamu sok-sok nggak dengar!” (sambil mendorong pundak Klenting Kuning) Klenting Kuning : “ Tenan buk, yakin sumpah suer, Ning nggak dengar.” (sambil mengacungkan jari telunjuk dan jari tengah) Mami Randa Klenting Kuning : “ Udah masak belum kamu tadi?” : (menganggukkan kepala) “ Sudah buk, itu sudah ning siapkan makanan di atas meja.” Mami Randa : “ Ya sudah sekarang kamu nyapu, ngepel, habis itu cuci semua pakaian yang ada di ember belakang, dan itu harus selesai dalam waktu 1 jam” (Sambil menunjuk-nunjuk lantai kemudian melihat jam tangannya)

masa iya 1 hari. terus……” : ”Stop!” (menutup telinga dengan tangan) “Enak aja minta ini itu. kamu duduk di sampingku!” . Kasian kan Kuning. aku tu ngajak kamu biar ada yang bawain barang belanjaan kita. masa ya iya dong. Setelah melalui seleksi panjang terpilihlan SMP Ande-ande Lumut sebagai tujuan mereka. kalian lulus semua” (Memandang kelima putrinya) Klenting Merah Kelima Klenting Klenting Kuning : “ Anak siapa dulu?” (Memandang keempat saudaranya) : “Mami Randa !” (Melambaikan tangan) : ( Datang menghampiri ) “ Kuning boleh ikut ngobrol tidak?” Klenting Biru : “ Ikut ngobrol? Ya nggak bolehlah. terus baju yang baru. gimana yang lain setuju kan?” : “ Kak Biru. putri-putriku memang pintar-pintar ya. Kecuali kamu jadi patung. baru saja menerima surat tanda kelulusan dari SD dimana mereka bersekolah. 1 jam lagi kita akan ke pasar” : “Kepasar? Jadi ning diajak?” : ”Ya iya lah. sekarang kerjakan tugasmu” (berlalu pergi) : ”Lagi-lagi Cuma disuruh jadi tukang angkut-angkut!” (Ikutan pergi) Klenting Kuning Mami Randa Klenting Kuning Mami Randa Klenting Kuning *** Siang itu rumah Mami Randa sangatlah ramai. duduk dibelakang sana trus dengerin kita ngobrol. ning senang sekali! Nanti ning minta dibeliin tempat minum yang baru.Klenting Kuning Mami Randa : “ What???? 1 jam?” (kaget) : “ Ya iyalah 1 jam. Mami Randa : “ Wah. Mereka kemudian berdiskusi mengenai SMP mana yang akan mereka pilih untuk melanjutkan sekolah. kak Hijau jangan begitu dong.” : ” Terima kasih ya mami. terus sandal baru. Hal ini lantaran kelima putrinya ditambah Klenting Kuning.” Klenting Hijau Klenting Coklat : ”Bener banget tu. sini Ning.

soalnya aku dengar disana sekolahnya mewah.” : “ Iya to kak? Wah aku juga pengen kesana kalau begitu” : “ Bagaimana dengan kamu biru?” : “Aku sih yang penting bareng-bareng sama yang lain mami dimanapun mau” : “ Coklat juga sama kan?” : “Tentu saja mami. dimanapun mau. Klenting Kuning : ”Aku juga boleh ikut kan mami?” . Kami mau ngobrol lagi!” : ”Iya sana kebelakang!” : ”Jadi bagaimana rencana kalian? Kalian ingin melanjutkan kemana?” : ”Kalau aku ingin ke SMP Ande-ande lumut mami.” Klenting Biru Klenting Merah Klenting Kuning lalu duduk dibelakang Klenting Coklat. Mami Randa Klenting Hijau Mami Randa Klenting Merah Klenting Ungu Klenting Hijau Klenting Ungu Mami Randa Klenting Biru Mami Randa Klenting Coklat Mami Randa Semua klenting bersorak kegirangan. Murid-muridnya banyak yang berprestasi.Klenting Ungu : “Dek. guru-gurunya apa lagi. mereka pintar-pintar!” : “Baiklah kalau begitu kalian akan ibu sekolahkan di SMP Ande-ande lumut. kamu jangan kaya gitu. Kita cantik dia jelek. yang penting aku pulang dan pergi nggak jalan kaki” : ”Di SMP Ande-ande lumut juga dekat jalan raya kok dek. Aku dengar disana juga berkualitas.” : ”Iya aku setuju. jadi kan kita bisa gaya-gayaan gitu deh!” : ”Terus yang lain gimana? : ”Aku juga sama pengen kesana mami” : ”Kalau aku pengennya sekolah yang dekat jalan raya aja mami. Dia kan beda sama kita. Kita kaya dia miskin. mending kamu kebelakang sana jangan duduk bareng kami. Kita wangi dia bau.

dirumah saja. biru. kita cari baju untuk kalian saja yukkk! : ”Yuuukkk mari” Klenting Kuning Mami Randa Klenting Hijau Klenting Ungu Klenting Merah Klenting Biru Mami Randa 5 Klenting Mami Randa dan kelima putrinya pergi. Klenting Kuning ingin sekali ikut namun dilarang oleh Mami Randa . hijau. ayo kita berangkat!” : ” Mami aku ikut mendaftar masuk sekolah ya! Aku ingin sekali mami!” : ”Kamu dirumah saja. aku pasti sudah akan kualahan menyekolahkan 5 saudaramu yang lain jadi kamu jangan menambah bebanku” : ”Udahlah ning nggak usah melanjutkan. ayo kita berangkat nanti kita telat!” : ”Iya mami. lagian kamu kan juga gak punya uang. mau bayar pendaftaran pakai apa kamu nanti?” : ”Apa mami benar-benar tidak mau memberiku?” Mami Randa Klenting Kuning . Klenting Biru Klenting Ungu Mami Randa Klenting Kuning : “Mami. Pagi itu dirumah Mami Randa di Dadapan sangat ramai. sungguh kasian sekali dia. *** Hari pendaftaran masuk SMP Ande-ande lumut telah tiba. ayo cepetan!” : ”Iya ini mami juga sudah siap. Klenting Kuning menangis sendirian. ungu dan coklat sedang mempersiapkan diri untuk pergi ke SMP Ande-ande lumut untuk mendaftar.Mami Randa : ”Kamu nggak usah sekolah lagi ning. kamu jadi babu kita aja!” : ”Iya ning lagian siapa yang mau berteman sama kamu nantinya” : ”Ya jelas nggak ada yang mau lah dik” : ”Dia kan emang nggak punya teman dari dulu” : ” Sudahlah nggak perlu mengurus dia. Kan malah enak nggak perlu mikir apa-apa tinggal mengerjakan pekerjaan rumah” : ”Tapi aku ingin sekali mami” : ”Kalau kamu emang punya uang ya silahkan mendaftar sekolah. Klenting Merah.

ayo kita berangkat!” Klenting Merah Mami Randa Klenting Coklat Klenting Hijau Mami Randa Mami Randa dan kelima putrinya berangkat ke SMP Ande-ande lumut. minumlah air putih ini!” : ”Terima kasih” ( Meminum air putih yang diberikan klenting ) “sebagai imbalannya apa yang harus aku lakukan nak?” : ”Bu. tapi tadi aku terjatuh di jalan. saya akan segera mengambilkan. Klenting Kuning : ”Aku harus bagaimana ini. tapi aku nggak punya uang. hidup enak kok sempatsempatnya belain orang miskin” : ”Tu dengarkan kakakmu” : ”Maaf ya mami!” : ”Yang penting lain kali jangan kaya gitu lagi!” : ”Kalau begitu. kamu itu aneh.Mami Randa Klenting Coklat Mami Randa : ”Ya jelas tidaklah” : ”Kasian si kuning mami. lagipula SMP itu juah mana mungkin aku kesana sendirian” Tiba-tiba datanglah seorang Ibu Kunti yang datang menghampiri Klenting Kuning dengan langkah yang terseok-seok dan terlihat sangat lemah. saya ikhlas. Lagipula itu juga hanya air putih. ingin sekali rasanya bisa masuk SMP. sekarang nenek duduk dulu ya” ( mengambil 1 gelas air putih ) ”ini bu. dari kemarin-kemarin belain Klenting Kuning terus. bolehkah aku meminta seteguk air nak? Aku haus sekali!” : ”Baiklah nek. Ibu Kunti Klenting Kuning Ibu Kunti : ” Permisi nak” : ” Iya” (menoleh pada arah suara) ”Ya ampun ibu kenapa?” : ” Aku sedang melakukan perjalanan pulang nak. atau kamu mau kaya dia nggak sekolah lagi” : ”Iya coklat. kita ajak aja yuk mami!” : ”Kamu itu apa-apaan coklat.” Klenting Kuning Ibu Kunti Klenting Kuning .

kelak kamu akan membutuhkannya” (semakin terheran-heran) “Baiklah aku akan menyusul ibuk dan yang lainnya. Klenting Kuning kemudian membuka surat tersebut) “ Terima kasih telah menolongku. sebuah botol yang berisi air dan sepucuk surat. pakailah uang ini untuk melanjutkan sekolahmu. Klenting Kuning :” Aneh sekali. ini aku memiliki sebuah kotak.” : ”Baiklah bu.Ibu Kunti : ”Atau begini saja. apa benar ini untukku?” : ”Tentu saja.” *** Sementara itu di SMP Ande-ande Lumut. aku berjanji” (sambil menatap kotak yang barusaja didapatnya) Klenting Kuning Ibu Kunti Klenting Kuning Ibu Kunti Klenting Kuning Ibu Kunti Klenting Kuning Ketika Klenting Kuning menoleh kepada Ibu Kunti itu. dan tidak akan menceritakan pertemuan kita kepada orang lain. bagaimana rencana mengenaipenerimaan siswa baru kali ini?” : “ kita adakan tes kan pak?” kalian Pak Paino . Kepala Sekolah : “Bapak-ibu guru. dan simpanlah botol berisu air ini. dikotak ini ada sesuatu yang Ibu pikir sangat kamu butuhkan” : ”Wah. saya senang sekali!” : ”Tetapi kamu harus berjanji sesuatu kepadaku!” : ”Berjanji apa nek?” :” Kamu akan membukanya setelah Ibu tidak ada disini. Kepala Sekolah dan para guru sedang berdiskusi mengenai kegiatan penerimaan siswa baru. gadis kecil yang baik hati sepertimu pantas mendapatkan hadiah ini!” : ”Terima kasih nek. kotak ini indah sekali nek. dimana Ibu tadi? Bagaimana bisa dia menghilang? Baiklah sesuai permintaannya aku akan membuka kotak ini!” (membuka kotak dan terkejut akan isinya yang ternyata uang. ternyata dia sudah menghilang.

lalu usul Bu Fatimah untuk tes nanti apa? Sampaikan juga alasannya ya. itu kan juga bisa kita jadikan acuan untuk tindakan pembelajaran selanjutnya. Jadi ada baiknya jika kita melalukan tes ketiganya. ya biar siswa-siswa nanti fashionable kaya saya gitu pak!” :” tetapi sekolah ini kan untuk mencerdaskan bangsa bu.Kepala Sekolah : “Ya tentu saja. yang pertama kognitif atau pengetahuan. ranah kecerdasan anak itu ada 3. menindaklanjuti pertanyaan dari bapak Kepala Sekolah tadi. jika menurut saya. mohon maaf sebelumnya ya Bu Cinta!” :” itu tu keren pak. ada yang punya usul?” : “ sebelumnya maaf. bukan ajang model. jangan-jangan nggak punya usul!” :” berdasarkan ilmu yang saya dapatkan setelah mengikuti beberapa workshop pendidikan. dan psikomotor dengan tes keterampilan bebas sesuai bakat anak. maksud saya kita mengadakan tes apa saja begitu lho!” : ”ooooooo begitu to” : “Begini bapak-ibu sekalian. tetapi jika memang ada alternatif yang lebih baik. yang pertama tes penampilan anak dan yang kedua tes kekayaan orang tua anak” : “ Saya setuju saja bu! Yang penting panitia dapat uang lelah. iya kan pak Kepala Sekolah?” : “ untuk uang bagi panitia itu tentu ada. Selain sebagai seleksi. tes yang ibu ajukan kita ganti saja” :” ya udah saya mengalah. bagaimana?” Pak Paino Bu Cinta Pak Paino Kepala Sekolah Bu Cinta Kepala Sekolah Bu Fatimah Bu Cinta Bu Fatimah . gimana kalau testnya 2 kali. Bagaimana menurut yang lain. tetapi untuk tes yang seperti itu menurut saya aneh. ya istilah bekennya ada globalisasi gitu deh. afektif dengan wawancara. sekarang kan jaman seudah berkembang secara modern. jadi bukan maksud saya menolak usul Bu Cinta. Kognitif kita uji dengan tes tertulis. afektif atau sikap. dan psikomotorik atau keterampilan.

usulan ibu top!” :” setuju Bu Fatimah” :” Pak Paino bagaimana?” :” saya nggak mudeng apa-apa pak. ya saya ngikut aja pokoknya. dan coklat” :” namanya warna-warni ya? Baiklah. pak Kepala Sekolah kebagian untuk penerima pendaftaran. biru. Kita hom pim pah yuk!” Kepala Sekolah Berdasarkan hasil hom pimp ah. bu? Hallo?” Kepala Sekolah Bu Cinta Kepala Sekolah Pak Paino :” saya setuju sekali bu.” Kepala Sekolah Mami Randa Kepala Sekolah Mami Randa Klenting Kuning Mami Randa Kepala Sekolah Mami Randa . Selang beberapa saat muncullah Klenting Kuning. hijau. ada Klenting Merah. Pak Paino untuk tes tertulis. Mami Randa dan kelima anaknya sampai disekolah mereka kemudian mendaftarkan diri. bagaimana jadi tidak?” :” ya sudah lah!” : “ mami.(semua guru hanya memandang penuh heran tanpa ada yang menjawab) “pak.Guru-guru kemudian pergi keluar tinggalah Kepala Sekolah yang akan menerima pendaftaran. Mami Randa Kepala Sekolah Mami Randa : “ Pak saya mau mendaftarkan anak saya!” : “ Mari silahkan bu. dibayar kok! Kalau begitu usul Bu Fatimah diterima. dia pembantu dirumah. siapa saja namanya?” : “ Perkenalkan pak. ungu. Bu Fatimah untuk tes wawancara. Untuk 5 anak jadi membayar 5 juta!” : “ what 5 juta? Nggak bisa di nego tu pak?” : “ ini sudah ketentuan bu. Baik sekarang untuk pembagian panitia ya. yang penting dibayar!” :”iya-iya Pak Paino. dan Bu Cinta untuk tes bakat siswa. aku datang!” :” kamu ngapain kuning? Sana pulang!” : “putrinya juga bu?” : “ bukan.

ada apa bu?” : “ pak. ini dengan Pak Paino kan?” : “ iya.Kepala Sekolah Klenting Kuning : “ masih kecil kog dijadikan pembantu!” : “pak saya mau mendaftar sekolah pak. wawancara dan tes bakat.” (sambil memainkan tangannya) : “ kalau saya sih gampang-gampang saja bu. Kebetulan lewatlah Pak Paino. nama saya Klenting Kuning!” : “baiklah sekarang bayar 1 juta ya!” : “baik pak” : “dapat duit dari mana kamu? Jangan-jangan kamu nyuri ya!” : “ tidak mami” : “ hayo ngaku!” : “ampun mami saya jujur” : “ sudah-sudah. ternyata merencanakan kecurangan dengan menyogok salah satu guru disana. tes tertulis. ya namanya juga seleksi. biar yang diterima itu berkualitas katanya” : “ kalau jalur belakang gitu nggak ada to pak?” : “ maksud ibu?” : “ biasa…. Nah kalian bisa datang lagi besok untuk melaksanakan tes tersebut! Kepala Sekolah Klenting Kuning Mami Randa Klenting Kuning Mami Randa Klenting Kuning Kepala Sekolah Di sisi lain Mami Randa yang sedang menunggui anak-anaknya tes. tinggal ibu maunya apa dan beraninya berapa?” Mami Randa Pak Paino Mami Randa Pak Paino . Saya akan menyampaikan aturan mesuk di SMP Ande-ande lumut ini. untuk masuk sekolah ini tu susah ya pak ternyata.dia khawatis seandainya Klenting Kuning diterima maka tidak ada lagi yang bekerja dirumah. hentikan. Nanti anak-anak akan di tes sebanyak 3 kali.” : “ iya bu. Mami Randa Pak Paino Mami Randa Pak Paino : “ Permisi pak.

” : “ iya bu. ngomong-ngomong anakmu kan juga lulus SD mau ke SMP. Ia akan membeli sesuatu yang akan dia berikan kepada Klenting Kuning. sudah dulu nanti ada yang lihat. kamu daftarin sekolah mana??” Poinem ???” Sukijah Poinem Sukijah Poinem Sukijah . dari tadi kamu itu tiduuuurrr!! Mimpi apa kamu??” : “Aku mimpi kita nari-nari gitu kayak Justin Biber” :”Ya memang betul kalau itu mimpi!!” : (garuk-garuk kepala sedikit heran) : “Nem. Eh iya pak.Mami Randa : “ saya pengen anak-anak saya keterima. Semua pasti beres!” Pak Paino Mami Randa Pak Paino Mami Randa Pak Paino Mami Randa Pak Paino Merekapun berlalu dengan arah berlawanan. : “ kalau itu mahal bu” : “ lha kira-kira berapa pak?” : “ 5 juta bagaimana?” : “ Mahal banget pak 1 juta deh : “ 2 gitu gimana bu?” : “ baiklah. sedangkan Klenting Kuning ditolak. pokoknya ibu tenang saja. *** Pak Paino pun berencana menggagalkan tes bakat Klenting Kuning untuk esok hari. Pedagang Poinem Sukijah : (menari) : (tidur) : “Heh bangun!! Jualan kok malah tidur terus!! Kapan lakunya??!! (sambil membangunkan Poinem) : (menggeliat bangun) “Ealah jaaah… jadi dari tadi aku ini mimpi : “Iya.

Awas lho!! Tutup mulut!!!” :”Bereeesssss… asal beli dagangan kita.” Sukijah Poinem Sukijah deh” Poinem Sukijah Paino Pedagang Poinem Sukijah Paino Sukijah Poinem Paino sekitar) Pedagang Paino : “Oooo…. Anggur.” :”Beli minumnya saja Pak. tapi sayang bayarnya mahal” :”Oh emang bayarnya berapa?” :”Satu juta. Gaji perbulannya aja 6 juta. Saya itu mau menggagalkan tes bakat salah satu peserta yang mau masuk SMP Ande-ande Lumut.” :”Nggak perlu bingung Pak. Strawberry. Pisang juga ada.” :”Haduh Buk saya malah bingung. Sueger Pak buat penghilang dahaga. lha wong suamiku itu guru SD bersertifikasi kok.” :”Wah enak ya punya suami guru SD.” : (datang menghampiri Pedagang buah dan minuman) : (berebut menghampiri Pak Paino) :”Pak buahnya pak sueger-sueger lho Pak. biar tidak diterima disana. Buah Jeruk. Lha anakmu kamu daftarin mana??” : “SMP Ande-ande Lumut donk!! SMP situ kan berkualitas bagus. ya terus gag jadi.” :”Emang pusing kenapa to Pak?” : (garuk-garuk kepala sambil clingukan mengamati keadaan “Gini Buk.” Sukijah . Ada rasa Jeruk. tambah pusing nih. Begitu to” :”Tapi kalian jangan bilang siapa-siapa ya?!!. Mari Pak beli. tinggal beli kan beres. yang tahu sekolah bagus kan suamiku.Poinem : “Halah aku tidak tahu Jah. tak masukin ke SMP yang biasa aja :”Kalau cuma sejuta sih kecil. Melon. Melon.

Sebelumnya perkenalkan nama saya Fatimah. nggak penting bu.” :”Minuman segar juga sudah ready. Dia boleh ngutang asal tinggalkan KTP. besok pasti saya bayar.” :”Sudah gini saja Jah.Paino :”Oke.” Klenting Hijau . Awas kalau nggak dibayar. ngapain sih pakai kenalan segala. sebagai jaminan. Jangan lupa uangnya. Anakanak tidak tahu kalau sikap mereka benar-benar diamati oleh Bu Fatimah.” :”Wah iya gitu aja.” :”Ow tidak bisssaa. kalau gitu saya beli jeruknya 3 kilo dan minumannya 2 krat.” : “Oke.” (pergi meninggalkan pedagang) Sukijah Poinem Sukijah Paino Poinem Paino Setelah mengikuti tes tertulis kini mereka datang untuk mengikuti tes sikap. Tumben Poinem pinter. kalian dapat memanggil Bu Fatimah!” : “Aduh bu.” (sambil menyodorkan KTP) :”Besok lho Pak.” :”Tenang aja.” : (menyiapkan dagangan) :”Ini Pak buahnya sudah siap.” : (sambil merogoh-rogoh saku) “Aduh buk dompet Saya ketinggalan nih. pegang saja kalau ndak percaya. ngutang dulu yaa???” Pedagang Poinem Sukijah Paino Pedagang Paino :”Apa??? Ngutang???” (sambil berteriak) :”Halah ndak apa-apalah buk. Bu Fatimah : “Baiklah anak-anak sekarang kita melakukan tes wawancara. orang saya tiap hari lewat sini. Kantor saya juga seberang jalan situ. Nih KTP saya.

kecuali Bu Fatimah. terus nonton televise. alasan masuk sekolah disini apa?” : “Buat gaya-gayaan aja buk. biar kuning bisa sukses kerja. dia kan pembantu kita-kita!” : “Ouw. jadi nggak hanya kerja keras dirumah aja!” :”Emang dirumah kuning kerja apa?” : “Wah banyak bu.Bu Fatimah : “Ya sudah. Nanti tesnya nyanyi!” : “Baik bu” Klenting Biru Bu Fatimah Klenting Hijau Bu Fatimah Klenting Merah Bu Fatimah Klenting Ungu Bu Fatimah Klenting Coklat Bu Fatimah Klenting Kuning Bu Fatimah Klenting Ungu Bu Fatimah Semua Merekapun berlalu. coklat pengen pinter bu!” : “ Ok. lagian ngapain capek-capek kan ada pembantu!” : “Sekarang Klenting Merah. Beliau sungguh merasa sedih melihat kondisi anak-anak sekarang. Kalian bisa datang lagi besok untuk tes bakat. tapi paling sering tidur!” : “Kalau Klenting Hijau?” : “Kita berlima sih sama aja bu. kan sekolah ini terkenal” : “Kalau ungu?” : “Ungu sih yang penting bisa bareng-bareng sama saudara yang lain bu!” : “Kalau Coklat?” : “Coklat suka dengan sekolah ini. Kamu biasanya dirumah ngapain saja sepulang sekolah?” : “Hem. kita mulai ya! Pertama ibu tanya sama Klenting Biru. Beliaupun kemudian melampiaskan dengan sebuah puisi. macam-macam bu. . Kalau Kuning kenapa?” : “Kuning ingin meraih mimpi kuning untuk menjadi orang yang pintar dan berhasil bu. karena prestasi sekolah ini bagus. Kita kan kompak. ya sudah ibu rasa cukup. Kadang jalan-jalan. kegiatannya ya gitu-gitu aja. terakhir.

tinggal beli beres kan?” Pedagang minuman : “Jangan dengarkan dia pak. Pak Paino : “Sudah-sudah jangan berkelahi. Hutang dulu ya nanti saya antar” : “Asal jangan sampai besok pak!” : “Ya sudah. 1 kilo apel dan 6 buah minuman gelas” Pedagang minuman : “Cuma 6 aja pak. rasa jerik. Ada rasa anggur. nggak kurang nanti?” Pak Paino Pedagang buah Pak Paino : “Tidak. Dia menghampiri pedagang di pinggir jalan untuk membeli sesuatu yang akan dia berikan kepada Klenting Kuning. ini minumannya seger-seger. beli ditempat saya aja!” Pedagang buah : “Heh. jangan ganggu orang lain!” Pedagang minuman : “Eh berani macem-macem kamu ya!” Merekapun berkelahi sesaat.*** Pak Painopun berencana menggagalkan tes bakat Klenting Kuning untuk esok hari. pakai misi-misi segala. rasa melon.” Pedagang minuman : “Beli ditempat saya saja pak. saya malah jadi bingung!” : “Nggak perlu bingung pak. mau tak kasih obat biar suaranya hilang untuk sesaat” : “Ouwwwww” : “Tapi saya belum bawa uang. rasanya juga bermacam-macam. saya beli 22nya. emang misinya apa pak?” : “Mau menggagalkan tes bakat salah seorang calon siswa di Ande-ande lumut. Nggak laku nggak laku aja. itu juga Cuma untuk menjalankan misi!” : “Wah. Pedagang buah : “Mari pak beli buahnya! Masih seger-seger lho.” Pak Paino Pedagang buah : “Haduh. dada” Pedagang Pak Paino Pedagang buah Pak Paino . jangan macem-macem kamu sama pelangganku. Baru aja saya petik dari kebun buah tadi pagi.

Bu Cinta Klenting Ungu Bu Cinta Klenting Hijau : “Wah sungguh bagus sekali. Ayo dimulai sekarang” Semua klenting Pak Paino Semua Klenting Merah Pak Paino Bu Cinta 5 klenting Bu Cinta 5 klenting kemudian melakukan dance. di tes bakat kali ini.” : “Kita kan rajin latihan bu” : “Baik. kasian” Klenting Biru Klenting Merah Klenting Coklat . Bu Cinta : “Baik anak-anak. tapi kita mau ngedance ya bu!” : “Benarkah? Ibu suka dance. nunggu dia lama” : “Jangan bu. Nanti tinggal nilaimu ibu kosongi!” : “Udah bu. Kalian setuju?” : “Setuju” : “Sebelum tes minum ini dulu biar seger” : “Trima kasih pak” : “Tapi kok udah dibuka segelnya pak?” : “Kan biar gampang minumnya! Ya sudah bapak pergi dulu” : “Sudah minum semua kan. kosongi aja. Nanti kalian akan menyanyikan lagu ata bisa juga tarian. kita tunggu dulu. ayo sekarang siapa yang tampil duluan?” : “Kita mau bareng-bareng bu. yang terakhir sekarang Klenting Kuning” : “Pasti nggak bisa nyanyi” Klenting Kuning kebingungan karena tiba-tiba suaranya hilang.*** Di kegiatan tes bakat.” : “ Iya bu. Bu Cinta : “Kamu kenapa? Kalau kamu nggak bisa nggak apa2.

dia tiba-tiba ingat minuman yang diberi oleh neneknenek tempo hari dia lalu meminumnya. Di depan sekolah ada pak Kepala Sekolah. *** Hari yang dinantikan tiba yaitu pengumuman. Karena mereka bertigalah yang lulus ketiga tes. ada apa ini sebenarnya?” : “Tidak ada apa-apa kok bu.” Semua meninggalkan ruangan. masa tidak diterima?” : “Ini sudah kebijakan bu!” : “Pak Paino. Saya mohon maaf pak!” : “Apa? Kalau begitu mulai hari ini kamu saya pecat!” Mami Randa Kepala Sekolah Mami Randa Pak Paino Bu Cinta Mami Randa Pak Paino Kepala Sekolah Pak Paino Kepala Sekolah .Klenting Kuning bingung. tapi saya tidak berhasil. iya kan pak?” : “ Iya” : “Iya. tetapi gagal. Kalian bisa datang lagi besok untuk melihat pengumuman.” : “ Pak Paino. bagaimana ini. saya dibayar ibu ini untuk menggagalkan tes Klenting Kuning. Klenting Kuning : Syukurlah suaraku kembali” Klenting Kuning kemudian bernyanyi. Baiklah tes kali ini cukup. Bu Cinta : “Suara yang bagus. maka yang diterima adalah Klenting Coklat dan Klenting Kuning. semua klenting dan Mami Randa . pasti ada yang tidak beres?” : “Maaf pak. saya sudah membayar mahal. Kepala Sekolah : “Berdasarkan tes yang telah dilakukan. semua guru. peserta yang lain tidak lulus di tes afektif” : “Saya tidak terima ini. anda bilang anda bisa membantu saya? Ups bapak ikut saya” : “Saya sudah berusaha bu.

Kepala Sekolah : “Karena Klenting Kuning mau memaafkan saudarasaudaranya. saya janji nggak akan mengulangi!” : “Saya tidak menerima janjimu” : “Sudahlah pak. maka semuanya diterima sekolah disini.” Mereka semua kemudian saling bersalam-salaman.” : “Kalau Bu Fatimah bilang begitu saya memaafkan!” : “Terima kasih pak” Kepala Sekolah Pak Paino Disisi lain ternyata 5 klenting dan Mami Randa juga minta maaf pada Klenting Kuning.Pak Paino Kepala Sekolah Bu Fatimah : “Ampun pak. Semoga dia benar-benar memegang janjinya. kita maafkan saja Pak Paino. Merekapun dimaafkan oleh Klenting Kuning. Bu Fatimah membisikkan sesuatu pada pak Kepala Sekolah. .