Anda di halaman 1dari 5

JAWABAN UJIAN TENGAH SEMESTER GENAP 2010-2011 KEWARGANEGARAAN (Dosen Penguji: N. Satria Abdi, S.H., M.H.

) Nama : Annisa Mutiah NIM : 09023018 Kelas : VIII A

1. Salah satu ciri dari negara demokrasi adalah adanya Pendidikan Kewarganegaraan di

suatu negara.
a) Relevansi Pendidikan Kewarganegaraan dalam konteks kekinian di Indonesia:

Pendidikan Kewarganegaraan bertujuan untuk menumbuhkan wawasan dan kesadaran bernegara, sikap serta perilaku yang cinta tanah air, bersendikan kebudayaan bangsa, wawasan Nusantara dan Ketahanan Nasional kepada para mahasiswa calon ilmuwan warga negara Republik Indonesia yang mengkaji dan menguasai ilmu pengetahuan teknologi dan seni yang dijiwai dan berlandaskan ideologi Pancasila. Atau pada hakekatnya, untuk membekali dan memantapkan mahasiswa dengan pengetahuan dan kemampuan dasar hubungan warga negara Republik Indonesia yang Pancasilais dengan negara dan sesama warga negara. Sehingga Pendidikan Kewarganegaraan wajib diberikan di setiap Perguruan Tinggi di Indonesia dan juga wajib diikuti oleh seluruh mahasiswa Indonesia, di samping mata kuliah Pendidikan Agama. Namun, realita yang terjadi saat ini adalah tidak semua Perguruan Tinggi di Indonesia menerapkan Pendidikan Kewarganegaraan untuk para mahasiswanya. Sehingga masih banyak sebagian orang, terutama dari kalangan mahasiswa yang belum mengerti akan pentingnya Pendidikan Kewarganegaraan tersebut. Bahkan, tidak semua mahasiswa yang telah/ sudah memperoleh Pendidikan Kewarganegaraan mengerti dan sadar akan pentingnya Pendidikan Kewarganegaraan, karena masingmasing individu berbeda, ada yang peduli dan ada juga yang tidak peduli. Hal ini menyebabkan tujuan Pendidikan Kewarganegaraan belum tercapai sepenuhnya dan upaya untuk menumbuhkan mahasiswa (sebagai calon penerus bangsa) yang cinta

tanah air dan mampu bernegara yang berlandaskan Pancasila dan berciri khas demokrasi belum maksimal.

b) Globalisasi: - suatu keadaan dimana permasalahan-permasalahan sebuah negara bisa menjadi

permasalahan di negara tertentu.


- ditandai dengan adanya kemajuan di bidang informasi, teknologi, dan ekonomi serta

semakin menyatunya negara-negara di dunia sehingga batas-batas negara dalam arti ekonomi, keuangan, investasi, sumber daya, dan informasi semakin kabur. Kolerasi antara globalisasi dengan pelemahan jati diri (identitas nasional) bangsa Indonesia: Globalisasi membuat dunia transparan seolah-olah negara tidak mengenal batas negara. Kondisi ini menciptakan struktur global yang akan mempengaruhi struktur dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara di Indonesia, serta akan mempengaruhi pola pikir, sikap, dan tindakan masyarakat Indonesia yang juga akan mempengaruhi kondisi mental spiritual bangsa Indonesia. Di samping itu, isu global yang meliputi demokratisasi, hak asasi manusia, dan gaya hidup juga turut serta mempengaruhi keadaan nasional. Adanya globalisasi dapat mengancam pembelokan/ pelemahan jati diri bangsa. Indonesia memiliki jati diri (identitas nasonal) berupa manifestasi nilai-budaya yang tumbuh dan berkembang dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat Indonesia yang dihimpun dalam kesatuan Indonesia menjadi kebudayaan Indonesia, dengan acuan Pancasila dan roh Bhinneka Tunggal Ika sebagai dasar dan arah pengembangannya. Jika isu-isu global telah mendunia dan terjadi internvensi/ campur tangan dari Negara lain dan masuk/ mempengaruhi Indonesia, maka memungkinkan terjadinya pelemahan jati diri Indonesia, terutama apabila isu-isu global yang masuk tersebut tidak sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia. Hal ini dapat diminimalkan, misalnya dengan memfilter budaya/ isu-isu global yang beredar, dengan tanpa menghilangkan kepribadian bangsa Indonesia yang sesungguhnya.

2. Suatu bangsa dikenal melalui ciri-ciri atau kekhasan yang dimilkinya.

Kekhasan yang dimiliki bangsa Indonesia yang membedakannya dengan bangsa lain, yaitu:
-

Pancasila sebagai dasar filsafat negara Pancasila dirumuskan atas dasar kehidupan bangsa Indonesia yang mendasarkan atas kebersamaan dan kekeluargaan sebagai ciri khas bangsa Indonesia. Di samping Pancasila berfungsi sebagai dasar filsafat Negara, yang berdasarkan tinjauan material, Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat juga berfungsi sebagai filsafat hidup bangsa Indonesia, melandasi semua pola kehidupan yang bersifat hakiki, yang sejak bangsa Indonesia ada memang sudah demikian kenyataannya, hanya setelah bernegara ini menjadi konkret. Pancasila sebagai filsafat hidup bangsa ini kemudian dijabarkan juga sebgai jiwa bangsa, sebgai kepribadian bangsa, yang kemudian berfungsi sebagai pedoman hidup bangsa. Pancasila sebagai dasar Negara Indonesia berfungsijuga sebagai pemersatu bangsa Indonesia, sebagai alat persatuan dan kesatuan, yang di dalamnya merumuskan langsung cita-cita bangsa Indonesia dalam bernegara, yaitu untuk mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Cita-cita ini dapat menyatukan semua subsistem dalam system sosial yang ada. Pancasila sebagai pemersatu bangsa Indonesia susunannya juga merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan. Bentuk susunannya adalah bertingkat dan seperti piramida (disebut hierarkis piramidal) dan kesatuan sila-sila Pancasila saling berkaitan. Pancasila juga mengandung keseimbangan. Keseimbangan pertama, mempertemukan antara ide golongan Islam dan ide golongan nasionalis di lain pihak untuk menegakkan negara Pancasila. Keseimbangan kdeua, menyeimbangkan sifat individudan sifat sosial dalam kehidupan bermasyarakat. Keseimbangan ketiga, merupakan sistem antara dasar-dasar kenegaraan modern tentang system demokrasi dengan tradisi lama kehidupan bangsa Indonesia, yaitu sistem musyawarah mufakat untuk menegakkan negara modern. Dengan dasar sifat-sifat keseimbangan, maka Pancasila dijadikan sebagai dasar filsafat negara Indonesia, bukan faham individualis dan bukan pula faham kolektif. negara Indonesia yang berlandaskan Pancasila menganut juga faham

integralistik dengan ciri-ciri khusus Indonesia, sehingga dapat dinyatakan integralistik Indonesia, yang cirri utamanya adalah kebersamaan dan kekeluargaan.

Pancasila sebagai ideologi dan pedoman hidup Pancasila dirumuskan dari kehidupan bangsa Indonesia yang merupakan jiwa bangsa yang juga digunakan sebagai ideologi negara Indonesia sekaligus sebagai pedoman hidup bangsa Indonesia dalam bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Pancasila merupakan ideologi terbuka, mengandung semacam dinamika interval yang memungkinkannya untuk memperbaharui diri/ maknanya dari waktu ke waktu sehingga isinya tetap relevan dan komunikatif sepanjang zaman tanpa menyimpang dari hakekat jati dirinya. Pembaharuan diri (self renewal) maknanya bukan berarti merevisi atau mengganti nilai-nilai dasar yang terkandung di dalamnya. Apabila nilai-nilai dasar itu direvisi atau diganti, maka ideologi tersebut sudah hilang/lemah jati dirinya. Dinamika interval yang terkandung di dalam suatu ideology terbuka biasanya mempermantap, mempermapan, dan memperkuat relevansi ideologi itu dalam masyarakatnya. Tetapi hal tersebut tergantung beberapa factor, di antaranya yaitu kualitas nilai-nilai dasar yang terkandung di dalamnya, persepsi, sikap dan tingkah laku masyarakat terhadapnya, kemampuan masyarakat mengembangkan pemikiranpemikiran baru yang relevan tentang ideologinya tersebut, dan seberapa jauh nilainilai yang terkandung dalam ideologi itu membudaya dan diamalkan dalam kehidupan bermasyarakat. Bagi suatu bangsa dan negara, ideologi adalah wawasan, pandangan/ pedoman hidup atau falsafah kebangsaan dan kenegaraan dan merupakan landasan sekaligus tujuan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Sebagai ideologi nasional, Pancasila mengandung sifat itu. Ideologi berintikan serangkain nilai (norma) atau system nilai dasar yang bersifat menyeluruh dan mendalam yang dimiliki dan dipegang oleh suatu masyarakat atau bangsa sebagai wawasan atau pedoman hidupnya. Dengan demikian, masyarakat mengetahui bagaimana cara yang paling baik, yaitu secara moral atau normatif dianggap benar dan adil dalam bersikap dan

bertingkah laku untuk memelihara, mempertahankan, dan membangun kehidupan duniawi bersama dengan berbagai dimensinya.

Bhinneka Tunggal Ika Bhinneka Tunggal Ika yang maknanya berbeda-beda tapi tetap satu jua, menunjukkan bahwa dengan begitu banyaknya suku dan budaya yang ada di Indonesia (dari Sabang sampai Merauke), tapi tidak ada diskriminasi/ membedabedakan antara yang satu dengan yang lain dengan Pancasila sebagai pemersatunya. Sehingga diharapkan terwujudnya saling menghargai, menghormati, dan tolong menolpng dalam bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

3. Demokrasi langsung hanya dapat dilaksanakan di wilayah yang kecil, sekarang diterapkan juga pada wilayah yang sangat besar (Indonesia). Untuk dapat menjamin kejujurannya: 4. Hio 5. Hlo 6.