Anda di halaman 1dari 27

KEMITRAAN dalam Promosi Kesehatan

Latar Belakang
Fokus kegiatan promosi kesehatan adalah konsep pemberdayaan dan kemitraan Tujuan kemitraan: meningkatkan percepatan, efektivitas dan efisiensi upaya kesehatan dan upaya pembangunan pada umumnya

Definisi
Suatu kerja sama formal antara individuindividu, kelompok-kelompok atau organisasiorganisasi untuk mencapai suatu tugas atau tujuan tertentu (Notoatmodjo, 2003). Hubungan (kerjasama) antara dua pihak atau lebih, berdasarkan kesetaraan, keterbukaan dan saling menguntungkan (memberikan manfaat) (Depkes, 2006) Suatu kerjasama yang formal antara individuindividu, kelompok-kelompok atau organisasiorganisasi untuk mencapai suatu tujuan tertentu.

Orientasi Kemitraan
Berorientasi pada tindakan yang berfokus pada pengurangan atau pencegahan masalah masyarakat dengan
(1) (2) (3)

menganilisis masalah, menerapkan solusi, dan menciptakan perubahan sosial

Dalam kerjasama tersebut ada kesepakatan tentang komitmen dan harapan masingmasing anggota

Kata Kunci Kemitraan


kerjasama antara kelompok, organisasi, individu bersama-sama mencapai tujuan tertentu yang disepakati bersama saling menanggung risiko dan keuntungan

Landasan Membangun Kemitraan


saling memahami kedudukan, tugas dan fungsi masing-masing/structure saling memahami kemampuan masing-masing anggota/capacity saling menghubungi /linkage saling mendekati/proximity saling terbuka dan bersedia membantu/openness saling mendorong dan saling mendukung/synergy saling menghargai/reward

Langkah Membangun Kemitraan


Penjajakan Penyamaan persepsi Pengaturan peran Komunikasi intensif Pelaksanaan Monitoring/evaluasi

Unsur Kemitraan menurut WHO


Policy-makers (pengambil kebijakan) Health managers Health professionals Academic institutions Communities institutions

Unsur Kemitraan
Unsur pemerintah, dimana unsur ini terdiri dari berbagai sektor pemerintah terkait dengan kesehatan, kesehatan sebagai sektor kuncinya, sektor pendidikan, pertanian, kehutanan, agama, lingkungan hidup, industri dan perdagangan, dan sebagainya Dunia usaha atau unsur swasta (private sectors) atau kalangan bisnis Unsur organisasi non-pemerintah atau sering disebut Ornop atau non government organization(NGO), yang meliputi dua unsur penting yakni lembaga swadaya masyarakat dan organisasi massa termasuk yayasanyayasan di bidang kesehatan, organisasi profesi seperti IDI, PDGI, IAKMI, PPNI dan sebagainya.

Peran Dinkes dlm Kemitraan


Initiator: memprakarsai kemitraan dalam rangka sosialisasi dan operasionalisasi Indonesia Sehat. Motor/dinamisator: sebagai penggerak kemitraan, melalui pertemuan, kegiatan bersama, dll. Fasilitator: memfasiltasi, memberi kemudahan sehingga kegiatan kemitraan dapat berjalan lancar. Anggota aktif: berperan sebagai anggota kemitraan yang aktif. Peserta kreatif: sebagai peserta kegiatan kemitraan yang kreatif. Pemasok input teknis: memberi masukan teknis (program kesehatan). Dukungan sumber daya: memberi dukungan sumber daya sesuai keadaan, masalah dan potensi yang ada.

Indikator Keberhasilan
Indikator input : Jumlah mitra yang menjadi anggota. Indikator proses :Kontribusi mitra dalam jaringan kemitraan, jumlah pertemuan yang diselenggarakan, jumlah dan jenis kegiatan bersama yang dilakukan, keberlangsungan kemitraan yang dijalankan. Indikator output : Jumlah produk yang dihasilkan, percepatan upaya yang dilakukan, efektivitas dan efisiensi upaya yang diselenggarakan.

MENGORGANISIR DIRI DALAM MENANGANI ISU KESEHATAN

DEFINISI
Mengorganisir diri berarti kita berinisiatif mengajak orang/teman untuk membentuk kelompok sebagai tempat untuk mendiskusikan masalah dan penyebabnya, merumuskan cara mengatasinya dan melakukan aksi bersama

Kenapa?
Lebih mungkin mendapatkan hak untuk sehat dan terhindar dari penyakit Isu-isu kesehatan semakin berkembang cepat

Keuntungan
Menciptakan kekuatan Membuat aksi kita berkelanjutan Suara lebih terdengar Tujuan lebih efektif

Langkah-langkah mengorganisir
Membentuk kelompok Memelihara kelompok

Peran aktif anggota kelompok Pastikan keg yg direncanakan dan disepakati dilaksanakan secara konsisten Kembangkan keg menarik Mekanisme informasi dan perkembangan Penghargaan Ciptakan hub setara dan bersahabat Dorong anggota untuk mentaati aturan main Aturan main disesuaikan mengikuti perupahan yang terjadi di dalam dan luar kelompok

Menyiapkan aksi
Sepakati masalah yang akan ditangani Tetapkan bentuk penanganan Buat rencana aksi Bagi peran untuk melaksanakan aksi

Bentuk-bentuk aksi
Lobi Debat publik Petisi Siaran pers Konferensi pers Testimoni Lembar fakta Mobilisasi massa

Lobi
Mendatangi pihak yg terkait dengan masalah yg sedang diperjuangkan untuk berdialog agar mendapatkan dukungan Cth: TOMA setempat baik formal maupun non formal Efektif jika: waktu tepat, ada materi dan bahan2 pendukung lainnya, juru bicara terampil, lakukan uji coba proses lobi di kelompok, ada anggota yg ikut dalam lobi

Debat publik
Dialog yang melibatkan berbagai kelompok masyarakat atau organisasi dan juga individu atau TOMA dan stakeholders lainnya Tujuan untuk mendapatkan kesamaan pemahaman atas masalah yg dihadapi dan cara penanganannya

Petisi
Lembaran tertulis yang berisi penyataan sikap tentang tuntutan kita terhadap pihakpihak terkait Tujuan untuk mempengaruhi mereka agar mendukung perjuangan thd isu

Siaran pers
Gagasan tertulis tentang suatu masalah yg kita anggap penting utk diketahui masyarakat Isi memuat tentang apa dan seberapa besar masalahnya, kenapa masalah terjadi, apa yg diharapkan masyarakat shg mereka juga dapat memberikan dukungan serta peran serta thd masalah yg diperjuangkan Isi singkat, padat dan fokus pada isu yg sedang dibahas Ada dukungan data atau informasi yg akurat

Konferensi pers
Pertemuan resmi dengan para wartawan untuk memberikan informasi dan pesan yang penting, layak serta segera menjadi bahan berita Dilakukan jika memiliki pesan yang mengandung unsur berita, terkini, terkait dengan keadaan atau masalah setempat dan menarik perhatian orang. Tujuan untuk membangun kesadaran dan kesepahaman masyarakat serta menyatakan sikap thd masalah yg dihadapi dan perubahan apa yg diinginkan

Testimoni
Pengungkapan kesaksian secara pribadi korban untuk mengubah cara pandang serta memperoleh empati dari berbagai pihak yang selama ini dianggap keliru dan merugikan. Testimoni tdk berdiri sendiri namun merupakan keg yang menyatu dgn keg lain spt pelatihan, workshop, seminar, dialog publik dll. Informasi dan pesan disampaikan langsung Dampaknya bisa menghilangkan prasangka, stigma dan diskriminasi

Lembar fakta
Informasi dan pesan singkat berbentuk tulisan yang didukung oleh data dan fakta tentang isu Tujuan untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, kepekaan dan mempengaruhi cara pandang pihak-pihak tertentu Informasi harus akurat dan dapat dipertanggungjawabkan

Mobilisasi massa
Pengerahan massa dengan cara mengajak masyarakat untuk terlibat secara langsung dalam aksi untuk mendukung upaya memperjuangkan masalah yang dihadapi Misal dalam kampanye hidup sehat, menghilangkan stigma dan diskriminasi thd ODHA. Mobilisasi massa tdk berdiri sendiri tetapi menjadi bagian dalam keg lain seperti unjuk rasa

Materi Praktik KIE


Pengembangan Media Alat Bantu Penyuluhan Perencanaan Evaluasi Praktik selama 1 jam di lab per 2 kelompok PBL secara bergantian