Anda di halaman 1dari 9

KONSTRUKSI DERMAGA

Oleh: Dr. Ir. M. Arsyad Thaha, MT I. PENDAHULUAN

Bagian terbesar dari wilayah negara Indonesia yaitu berkisar 65 % adalah wilayah laut (termasuk pantai). Jumlah pulau berkisar 17.000 buah dikelilingi oleh garis pantai dengan panjang berkisar 81.000 km terbesar kedua di dunia. Kondisi tersebut cukuplah menjadi alasan mengapa dalam GBHN 1999-2004 sektor transportasi laut nasional menjadi salah satu prioritas pembangunan. Walaupun kebijakan ini sudah sangat terlambat namun diharapkan dengan kesadaran dan potensi yang dimiliki pemerintah dan rakyat Indonesia dapat mempercepat laju pembangunan tersebut sehingga dalam waktu yang tidak lama negara Indonesia dapat mencapai suatu kondisi ketahanan dan siap bersaing ketika era perdagangan bebas baik Asia maupun Dunia berlaku. Era perdagangan bebas akan ditandai dengan meningkatnya secara drastic volume transportasi laut dunia yang masuk ke wilayah Indonesia, sehingga mau tidak mau Indonesia harus siap menerima kejutan tersebut jika ingin tetap menjadi tuan di negara sendiri. Konsekwensi dari hal tersebut, infrastruktur dan sarana transportasi laut nasional mutlak harus dibenahi. Pelabuhan adalah salah satu infrastruktur dalam system transportasi nasional yang teramat penting. Pelabuhan adalah suatu kawasan di perairan pantai yang ditetapkan dan di bangun sebagai tempat peralihan transportasi laut dan darat. Di samping itu, pelabuhan juga dibangun untuk memenuhi banyak kebutuhan khusus diantaranya sebagai pangkalan angkatan laut, pangkalan pendaratan ikan (PPI), industri, pertambangan, wisata dan lain-lain. Menyadari akan meningkatnya pembangunan sector transportasi laut yang tersirat dalam GBHN serta dijadikannya sector kelautan dan perikanan menjadi sector andalan penghasil devisa negara dan mulai beralihnya penggalian potensi pertambangan dan industri ke zona laut setelah sumber daya di daratan terkuras dan
1

sulit memulihkannya (Dahuri et.al., 1996), maka dapat dipastikan bahwa dalam waktu singkat ke depan diperlukan membangun banyak pelabuhan baik untuk prasarana transportasi local, nasional maupun untuk kebutuhan khusus seperti perikanan, industri, pertambangan dan lain-lain. Untuk mengantisipasi hal seperti diuraikan di atas, maka penyiapan sumber daya manusia yang mengerti dan menguasai bidang kepelabuhan, menjadi hal yang sangat penting. Universitas Hasanuddin sebagai Perguruan Tinggi terkemuka di Indonesia Bagian Timur yang juga memiliki PIP di bidang kelautan, mempunyai kewajiban dan beban moril untuk menyiapkan SDM tersebut. Salah satu langkah untuk pemahaman awal tentang Kepelabuhanan adalah melalui Pelatihan/Pembekalan KKN ini. Tema yang diberikan adalah Konstruksi Dermaga yang merupakan salah satu struktur utama tempat sandar kapal dalam suatu pelabuhan, sehingga sebelum membicarakan dermaga, maka terlebih dahulu perlu dipahami defenisi dan macam pelabuhan. I. DEFENSI DAN MACAM PELABUHAN

Pelabuhan dikenal dalam dua istilah yaitu Harbour (Bandar) dan Ports (pangkalan). Bandar adalah suatu kawasan yang menjamin kapal dapat berlabuh dengan aman dan terlindung dari gangguan hidro-oceanografi lautan terbuka. Sedangkan pangkalan adalah Bandar yang dilengkapi dengan fasilitas bongkar muat di darat. Aspek Klasifikasi Teknis Macam Pelabuhan 1. Alam (Natural harbour) 2. Buatan (Artificial harbour) 3. Semi Alam (Semi Natural harbour) 1. Niaga (Lokal, Nasional, Internasional)
2

Fungsi Operasional

Geografis/Letak

Pengelolaan

Tingkatan/Pera n

2. Industri (Industrial harbour) 3. Perikanan (Fishery harbour) 4. Militer (Military harbour) 5. Pariwisata (Tour harbour) 6. Minyak (fuel/tanker harbour) 7. Tambang (Goal harbour) 8. Hewan (Quarantine harbour) 9. Ferry (Ferry harbour) 10. Perlindungan (Refuge harbour) 11. Paket kiriman (package harbour) 1. Pantai (Coastal harbour) 2. Muara Sungai (Estuary harbour) 3. Sungai (River harbour) 4. Danau(lake/lagoon harbour) 5. Terusan (channel harbour) 6. Laut Terbuka (Open Sea harbour) 1. Diusahakan 2. Tidak diusahakan 3. Otonom 4. Bebas 1. Pintu Gerbang/Utama (Gateway Ports) 2. Pengumpul (Collector Ports) 3. Antar Pulau (ILS ports) 4. Lokal/Perintis (Feeder Ports)

II.

TIPE-TIPE KONSTRUKSI DERMAGA

Dermaga adalah suatu struktur sipil yang berfungsi sebagai tempat kapal bersandar melakukan bongkar muat barang/penumpang dari dan ke kapal. Dermaga harus memenuhi beberapa syarat minimal diantaranya : 1. Harus mampu mengakomodasi volume bongkar muat
3

2. Harus mampu mengakomodasi peralatan bongkar muat 3. Harus bebas dari luapan atau air laut akibat gelombang dan pasang surut 4. Harus mudah didekati kapal 5. Harus bisa berhubungan langsung dengan fasilitas darat di belakangnya 6. Harus kuat dan stabil dari gaya-gaya luar yang bekerja

Aspek Klasifikasi Posisi letaknya Fungsi Operasional

Macam Dermaga 1. Wharf/Quay (sejajar garis pantai) 2. Pier (tegak atau hampir tegak lurus garis pantai) 1. Dermaga barang umum 2. Dermaga Kontainer 3. Dermaga Penumpang 4. Dermaga Serbaguna (Multipurpose) 5. Dermaga Ro-Ro 6. Dermaga Ferry 7. Dermaga Barang Cair 8. Dermaga Barang curah 1. Tipe terbuka (Open deck types): struktur tiang pancang (biasa, dengan platform) 2. Tipe tertutup (Closed types): a. Gravity Wall Caisson, Concrete Block, L Shaped Block, Celluler Block b. Sheet Pile Types 3. Tipe terapung (Floating Types)
Apron

Tipe Strukturnya

Tiang tegak & miring

DERMAGA TIANG PANCANG (OPEN DECK TYPE)

Apron Back Fill Stone Timbunan Caiss on Pondasi Batu Kosong

DERMAGA CAISSON (GRAVITY WALL TYPE) Apron Timbunan Back Fill Stone Pondasi Batu Kosong Concrete Block

DERMAGA CONCRETE BLOCK (GRAVITY WALL TYPE) Apron Timbunan L Shaped Block Pondasi Batu Kosong 5 DERMAGA L SHAPED BLOCK (GRAVITY WALL TYPE)

Apron Timbunan Celluler Block Pondasi Batu Kosong

DERMAGA BLOCK CELLULAR (GRAVITY WALL TYPE)

Apron Timbunan Jangkar Sheet Pile

DERMAGA SHEET PILE DENGAN JANGKAR Apron Timbunan

Tiang miring

Sheet Pile

DERMAGA SHEET PILE DENGAN TIANG MIRING BELAKANG

Apro n Timbunan Tiang miring & tegak Sheet pile DERMAGA SHEET PILE DENGAN TIANG MIRING DEPAN

Jembatan

Ponton

Jangkar DERMAGA TERAPUNG (FLOATING TYPE)

III.

PELAKSANAAN KONSTRUKSI
Aktivitas Utama Pelaksanaan Penyiapan tiang Pemancangan tiang (tegak/miring) Pengecoran pur, balok dan plat lantai Pemasangan fender, bollard, pelengkap lainnya Pembuatan kotak caisson (Pracetak) Penyiapan pondasi dasar caisson Peralatan Utama Alat pancang: manual, diesel hammer, drop hammer dsb. Alat cor beton Floating dock Kapal tarik/dorong 7

Tipe Dermaga Dermaga Tiang Pancang

Dermaga Caisson

Dermaga Concrete Block

Dermaga L Shaped

Dermaga Block Celluler

Dermaga Turap (Sheet Pile Types)

Pengapungan dan penarikan caisson Pemasangan caisson pada posisi rencana Pengisian caisson dengan pasir Penempatan back fill stone Pelaksanaan reklamasi belakang caisson Pemadatan muka reklamasi dan caisson Pengecoran lantai apron Pemasangan fender, bollard, pelengkap lainnya Pembuatan Blok beton pracetak Penyiapan pondasi dasar Blok Transpor dan pengangkatan blok Pemasangan blok pada posisi rencana Penempatan back fill stone Pelaksanaan reklamasi belakang blok Pemadatan muka reklamasi dan blok Pengecoran lantai apron Pemasangan fender, bollard, pelengkap lainnya Pembuatan Blok beton pracetak Penyiapan pondasi dasar Blok Transpor dan pengangkatan blok Pemasangan blok pada posisi rencana Pelaksanaan reklamasi belakang blok Pemadatan muka reklamasi dan blok Pengecoran lantai apron Pemasangan fender, bollard, pelengkap lainnya Pembuatan blok cellular (Pracetak) Penyiapan pondasi dasar blok Pemasangan blok pada posisi rencana Pengisian blok dengan batu Penempatan back fill stone Pelaksanaan reklamasi belakang blok Pemadatan muka reklamasi dan blok Pengecoran lantai apron Pemasangan fender, bollard, pelengkap lainnya Penyiapan tiang (sheet pile) Pemancangan sheet pile Pemasangan Jangkar Pemancangan tiang miring/tegak Pelaksanaan reklamasi belakang Pengecoran lantai apron Pemasangan fender, bollard pelengkap

Heavy crane Excavator Submerged pump Kapal pengisi pasir Barge reclaim Kapal keruk Crane barge Alat cor beton Alat-alat bantu

Heavy crane Trailer Excavator Kapal pengisi batu Kapal keruk Crane barge Alat cor beton Alat-alat bantu Heavy crane Trailer Excavator Kapal pengisi batu Kapal keruk Crane barge Alat cor beton Alat-alat bantu Heavy crane Trailer Excavator Kapal pengisi batu Kapal keruk Crane barge Alat cor beton Alat-alat bantu Alat pancang: manual, diesel hammer, drop hammer dsb. Excavator Alat cor beton Alat-alt bantu 8

Dermaga Terapung

lainnya Pembuatan Ponton (beton, baja, fiber) Fabrikasi jembatan (baja, beton, kayu) Pembuatan blok pemberat/jangkar Transpor dan pemasangan ponton Pemasangan tali angker Pemasangan jembatan Pemasangan fender, bollard, pelengkap lainnya

Floating dock Kapal tarik/dorong Heavy crane Excavator Submerged pump Crane barge Alat cor beton Alat-alat bantu