Anda di halaman 1dari 6

PENGANTAR METAFISIKA RUANG DAN STRUKTUR GELOMBANG MATERI

A. PENDAHULUAN Sebelum adanya teori relativitas Einstein, hukum fisika yang menggambarkan cara kerja dunia ini didasarkan pada prinsip Newton. Di awal tahun 1900-an, Einstein menyatakan sebuah teori yaitu bahwa dimensi ruang bukanlah merupakan tiga dimensi dan dimensi waktu tidak dipisahkan. Dia mengajukan sebuah alam semesta empat dimensi yang sekarang dikenal dengan kontinum ruang dan waktu. Maksudnya yaitu bahwa energy dan massa dapat saling ditukar, Objek-objek yang menurut kita solid, sebetulnya tidak (massa=energy); segala hal yang sepertinya solid sebenarnya adalah bentuk pergerakan energy pada suatu area getaran yang berbeda (energy=getaran). Dia mengemukakan bahwa gerakan yang absolute itu tidak ada karena tidak ada objek di alam semesta ini yang bisa dikatakan sebagai kerangka referensi absolute. Dia mengatakan bahwa seumpama dua pengamat yang sama-sama bergerak dengan kecepatan cahaya yang konstan dan saling berhubungan satu sama lain dan masing-masing mengobservasi dua peristiwa yang identik, maka yang satu akan merasa bahwa dua peristiwa tersebut terjadi secara bersamaan, sedangkan yang satu akan melihat dua peristiwa tersebut terjadi secara berurutan. Dengan kata lain, tidak mungkin menentukan kapan suatu peristiwa terjadi tanpa mengatakan di mana terjadinya. Gelombang fisik nyata yang terkait untuk setiap partikel yang bergerak dan menyebarkan dalam menengah materi di sekitarnya diperkenalkan oleh Louis de Broglie dalam serangkaian catatan singkat pada tahun 1923 dan dalam bentuk yang paling lengkap dalam tesisnya di Paris pada 25 November 1924. Hasil ini, diakui seluruh dunia dan mendapatkan penganugerahan Nobel pada tahun 1929 dan memunculkan bidang fisika baru yang dikenal sebagai Mekanika kuantum. B. METAFISIKA Sebuah cara sederhana untuk menjelaskan metafisika adalah hanya dengan menjatuhkan menjatuhkan bola. Perhatikan bahwa kita tidak melihat hubungan yang jelas antara bola dan bumi tetapi mereka jelas-jelas terkait, seperti yang kita lihat efek dari hubungan ini, bola bergerak (mempercepat) ke tanah. Argumen yang sama berlaku untuk Bumi di orbit mengelilingi matahari. Karena kita tidak melihat hubungan kausal antara hal-hal dalam ruang, ini berarti bahwa metafisika harus didasarkan pada sesuatu yang kita bayangkan. Masalahnya di sini adalah bahwa pikiran kita sangat baik pada membayangkan hal-hal yang tidak ada, misalnya, naga dan partikel.

Jadi kita melihat masalah metafisika dalam bentuk sederhana dan mendalam. Kita harus membayangkan hubungan antara hal-hal yang tersembunyi. Untuk mengatasi hal ini membutuhkan pengetahuan nyata dari realitas fisik seperti yang kita dapat pahami. 1. Relativitas dan Alam semesta Empat Dimensi Sebelum adanya teori relativitas Einstein, hukum fisika yang menggambarkan cara kerja dunia ini didasarkan pada prinsip Newton. Di awal tahun 1900-an, Einstein menyatakan sebuah teori yaitu bahwa dimensi ruang bukanlah merupakan tiga dimensi dan dimensi waktu tidak dipisahkan. Dia mengajukan sebuah alam semesta empat dimensi yang sekarang dikenal dengan kontinum ruang dan waktu. Maksudnya yaitu bahwa energy dan massa dapat saling ditukar, Objek-objek yang menurut kita solid, sebetulnya tidak (massa=energy); segala hal yang sepertinya solid sebenarnya adalah bentuk pergerakan energy pada suatu area getaran yang berbeda (energy=getaran). Dia mengemukakan bahwa gerakan yang absolute itu tidak ada karena tidak ada objek di alam semesta ini yang bisa dikatakan sebagai kerangka referensi absolute. Dia mengatakan bahwa seumpama dua pengamat yang sama-sama bergerak dengan kecepatan cahaya yang konstan dan saling berhubungan satu sama lain dan masing-masing mengobservasi dua peristiwa yang identik, maka yang satu akan merasa bahwa dua peristiwa tersebut terjadi secara bersamaan, sedangkan yang satu akan melihat dua peristiwa tersebut terjadi secara berurutan. Dengan kata lain, tidak mungkin menentukan kapan suatu peristiwa terjadi tanpa mengatakan di mana terjadinya. 2. Alam semesta dengan multitrack Ahli fisika dan pujangga abad 20, Max Planck, pelopor fisika kuantum, menulis bahwa kita hidup dalam apa yang dia deskripsikan sebagai suatu alam semesta multitrack. Planck menyatakan bahwa, pada setiap track atau alam semesta yang bervariasi , hukum untuk dimensi waktu,ruang,dan zat sangat berbeda dari yang ada di semua track lain. Dalam dunia realitas inderawi sehari-hari, hukum-hukum yang berlaku adalah apa yang kita lihat dan kita alami. Contohnya, kita tahu bahwa satu jam itu 60 menit, jika anda berjanji dengan seseorang teman untuk bertemu saat makan siang pada waktu tertentu, maka anda tahu bahwa teman anda juga juga akan mengerti waktu yang anda tentukan. Intinya, waktu menurut anda sama dengan waktu menurut teman anda. Dan jika teman anda tidak memenuhi janji pada waktu yang ditentukan, berarti teman anda tidak datang atau datang terlambat. Dan teman anda juga tahu bahwa dia telah ingkar janji atau telat.

3. Alam semesta medan electromagnet multidimensi Teori yang abstrak ini menjadi dasar bagi semua bidang fisika baru yang dikenal sebagai mekanika kuantum. Akhirnya mereka memberi dasar untuk penelitian di bidang seperti tenaga atom. Hanya dalam beberapa ratus tahun kemudian, energy dan massa menjadi dapat ditukar dan apa yang kita pikir sebagai objek solid sebenarnya merupakan energy yang bergetar pada tingkat yang tidak dapat kita lihat. Dimensi ruang bukan lagi merupakan dimensi tiga dimensi, dan dimensi waktu tidak lagi merupakan kesatuan yang terpisah, tetapi mereka terhubung dalam continuum ruang dan waktu empat dimensi atau multidimensi. Di dalam empat dimensi ini mungkin juga terdapat suatu track untuk kesadaran manusia. Alam semesta yang kita tahu sekarang sudah bukan lagi sebuah mesin ala newton dengan bagian-bagian yang multiple, tetapi suatu dinamika yang bagian-bagiannya saling berhubungan. 4. alam semesta yang saling berkaitan Para ahli fisika menggunakan konsep medan energy untuk menyatakan bahwa semua zat hidup berada di dalam medan electromagnet dan di abda 20 telah dikembangkan beberapa teori tentang kuantum dan partikel, yang hanya dapa disebut metafisika eksperimental. Teori-teori yang lebih baru ini berpendapat bahwa cahaya adalah suatu partikel dan juga suatu gelombang; bukan suatu gelombang riil secara fisik seperti suara atau air, tetapi suatu kemungkinan gelombang yang menunjukan kemungkinan adanya saling keterkaitan. Di tahun 1960-am, ahli fisika john bell mendalilkan bahwa partikel-partikel sub atom terhubung melebihi dimensi ruang dan waktu. Teori bell menyatakan bahwa apapun yang terjadi pada sauatu partikel akan berdampak pada yang lain dan tidak terjadi dalam suatu konsep waktu yang kaku dan berjalan dengan cepat. Einstein membatasi alam semesta dengan mengatakan bahwa tidak mungkin bagi apapun berjalan lebih cepat dari kecepatan cahaya. Teori bell berpendapat bahwa partikel-partikel sub atom saling berhubungan jadi akan mungkin untuk berjalan lebih cepat dari kecepatan (superluminal speed). Ahli fisika pemenang nobel, David Bohm, telah mengajukan argument yang dapat diperaya tentang suatu alam semesta hologram yaitu informasi dimasukan dalam suatu medan ruang/energy/waktu secara hologram. Mudahnya, suatu potongan sebuah hologram merupakan sebuah gambaran/wakil yang persis dari keseluruhan dan satu potongan tersebut dapat digunakan untuk merekonstruksi ulang keseluruhan. Yang dimaksud dengan perkataan Bell adalah kita tidak bisa lagi memandang dan menganalisa dunia seperti cara Newton, dalam bagian-bagian terpisah dan berdiri sendiri. Segala sesuatu terhubungan dengan yang lain dan saling tergantung. Dalam

satu kesatuan alam semesta, segala sesuatu yang terjadi dengan satu partikel berdampak pada partikel lain. Dan dalam semesta seperti ini, semua individu merupak bagian yang tidak dapat dipisahkan dari keseluruhan yang ada dan dapat berhubungan dengan kekuatannya. Tetapi dalam dunia submiskroskopik dan partikel-partikel kuantum, tidak satu pun dari hal itu diterapkan. Suatu electron dapat berpindah dari satu orbit yang berputar mengelilingi nucleus suatu atom, ke orbit lain tanpa pernah menyebrang ruang antar orbit. Terjadi tanpa pergerakan, tanpa waktu yang bisa diukur, dan electron itu sendiri juga dapat berubah.

Jika kita menerima teori planck bahwa ada sesuatu hal seperti alam semesta multitrack sepertinya masuk akal bahwa mungkin memang ada suatu jalan dalam kosmos multitrack ini bagi dunia paranormal. Dan, jika dipikir lebih dalam, dapat menjadi suatu tempat dimana hukum untuk dimensi waktu, ruang dan zat menjadi sangat berbeda dari yang ada dalam relativitas panca indra, relativitas, dan partikel-partikel submiskroskopik. 5. Alam semesta pendulum Jika kita mau mempertimbangkan konsep bahwa alam semesta keseluruhannya adalah sebuah kumpulan berbagai macam medan energy atau gelombang, pergerakan, aliran, interaksi, saling bertemu, dan bergetar, dimana masing-masing pada posirnya tetapi selaras dengan yang lain, menyebar semakin jauh dan jauh sepanjang kosmo; jika anda mau mempertimbangkan bahwa medan-medan energy ini mungkin dapat masuk dan keluar tubuh kita melalui pusat energy yang disebut chakra, maka anda akan menemukan bahwa teori bentov, seorang penemu obat, dapat masuk akal. Bentov menyatakan bahwa semua energy yang bergerak mempunyai karakteristik seperti pendulum; berayun ke depan dan kebelakang, berputar pada orbitnya, berdenyut secara kosentris, atau pada porosnya sendiri, saat suatu pendulum, mencapai puncak pergerakan, dan berhenti sejenak untuk berubah arah, menurut teorinya, berarti pendulum ini meninggalkan dimensidimensi yang kita tahu dan berkembang ke dalam ruang angkasa. Ketika mulai bergerak lagi, pendulum masuk lagi ke dalam dimensi-dimensinormalyang kita ketahui sehari-hari. Dia menyatakan bahwa bersama-sama dengan segala hal yang ada di akan semesta ini, manusia merupakan pendulum. Kita juga mampu memperluas medan energy kita ke ruang angkasa. Bentov yakin bahwa hal ini menerangkan tentang momen-momen supranatural, ketika seorang mampu berhubungan dengan energy di dimensi lain. 6. Gelombang Energy Sekitar tahun 300 SM, Aristotales mengklasifikasikan lima indra (panca indra): pendengaran, penglihatan, pembau, perasa(lidah), dan peraba. Indra yang terakhir ini mempunyai beberapa

bagian lagi, seperti rasa tekanan, panas, dingin, sentuhan, dan sentuhan dan sakit. Semua indra ini berfungsi karena merespons terhadap berbagai bentuk energy. Pendengaran : gelombang suara. Penglihatan : gelombang cahaya. Pembau dan perasa : zat kimia. Peraba : sensor urat syaraf. Kelima panca indra ini dapat dievaluasi dengan mengukur respons-respons. Sejak jaman aristotales inilah panca indra mulai dianggap dengan panca indra klasik. Sekarang ini ahli fisiologi telah menerima bahwa selain panca indra di atas setidaknya masih ada 15 indra tambahan dan mengakui adanya kemungkinan indra-indra lainnya yang belum ditemukan. Organ-organ pengindraan yang disebut dengan proprioseptors, terletak di bawah jaringan tubuh, di dalam otot-otot, urat daging, dan tulang sendi. Mereka mengirim informasi ke otak melalui urat syaraf pesan-pesan tentang sensasi tekanan, posisi tubuh dan sekian jumlah tekukan yang terjadi dalam berbagai persendian, begitu juga pesan-pesan yang berhubungan dengan keseimbangan. 7. Medan Energi Multidensi yang Disatukan Semua literature esoteric mengatakan bahwa kita dapat berhubungan dengan dunia paranormal dengan cara memfokuskan dan mengindentifikasikan energy kita dengan menggunakan teknik pernapasan, visualisasi, dan meditasi. Teknik-teknik di atas dapat mengondisikan fisik dan "perangkat keras" dari sistem urat saraf kita yang paling canggih, untuk mengumpulkan akses ke tingkat informasi yang lebih tinggi. teknik-teknik tersebut dapat disamakan dengan radio; kita dapat memilih dan mempelajari "gelombang frekuensi energy" tertentu pada pikiran kita. dengan mencapapai kondisi kesadaran tertentu akan membuat kita dapat mengumpulkan akses ke informasi yang tertutup di dalam struktur-struktur medan-medan energi ini. Mungkin juga alam semesta yang terdiri dari gelombang energy yang berdenyut ini dapat membawa kita suatu pengalaman yang dapat dipahami dan diterima dengan mudah. suatu alam semesta yang nantinya tidak lagi dianggap suatu hal paranormal jika semua pengalaman saling berhubungan dan kita dapat masuk ke dalam semau kita. Kita tidak perlu mengerti listrik untuk menggunakannya, perlu kita lakukan adalah "menekan tombolnya". jika kita bisa menerima konsep tentang fenomena supranatural, kita juga tidak perlu mengetahui untuk menggunakannya' yang perlu kita lakukan hanyalah "menemukan tombolnya" C. STRUKTUR GELOMBANG MATERI

Struktur elektron erat terkait dengan asal-usul hukum alam. Hukum alam telah diteliti selama ratusan tahun, namun kita tidak tahu bagaimana alam menciptakan mereka. Teori

ini pertama telah diusulkan sebelumnya oleh Clifford dan Schrodinger, yang menunjukkan bahwa hanya struktur gelombang materi (WSM), dapat menjelaskan hukum-hukum alam (yaitu Mekanika Gelombang). Selain itu, Einstein menyadari bahwa materi itu bulat dan ruang yang diperpanjang dan dengan demikian elektron bukan partikel titik, melainkan sebuah struktur ruang.
Struktur gelombang materi berhubungan dengan dasar-dasar metafisik Fisika, Mekanika Newton, yang mencoba untuk menggambarkan realitas yang dinamis saling berhubungan dalam hal materi lembam banyak diskrit 'partikel'. Hal ini kemudian diperlukan penemuan 'kekuatan / ladang' untuk menghubungkan gerakan partikel-partikel ini 'massa' dalam 'ruang absolut' dan 'waktu mutlak'. Newton (dan Einstein) menyadari bahwa ini hanya solusi matematika yang tidak menjelaskan bagaimana materi di alam semesta saling berhubungan. Serangkaian gelombang berbentuk bola yang mengalir masuk dan keluar melalui bentuk gelombang pusat gelombang berdiri bola di sekitar titik pusat dalam ruang - pusat gelombang yang membentuk 'partikel'. Para bola masuk dan keluar gelombang keduanya harus terhubung ke, dan di terus menerus komunikasi dua arah dengan semua hal-hal lain (gelombang) di ruang sekitar mereka. Materi adalah struktur gelombang alam semesta. (Struktur gelombang materi (WSM) dijelaskan secara lebih rinci dalam bagian fisika di bawah ini.) Untuk menjaga ini sebagai singkat mungkin saya tidak termasuk kutipan dari filsuf dan ilmuwan yang mendukung pernyataan-pernyataan kebenaran. Sebaliknya saya telah terhubung dengan halaman yang relevan di mana Anda akan menemukan kutipan dan ringkasan ide-ide mereka. Aku telah memisahkan pernyataan kebenaran oleh subjek - dengan penjelasan di akhir setiap bagian. Namun, pikiran kita lemah dan mengambil waktu untuk menyesuaikan diri dengan pengetahuan baru, Anda akan menemukan ini jauh lebih mudah untuk memahami dengan pembacaan kedua. Dunia di sekitar Anda tidak ada - dasar yang mendasari dari realitas fisik sederhana sekali dikenal - ruang yang adil dan gerakan gelombang nya. Komplikasi datang dari pikiran kita, bahwa panca indera kita menipu kita melihat ke dalam tubuh yang terpisah yang solid padahal sebenarnya tidak ada tapi gelombang dalam ruang.