Anda di halaman 1dari 22

Menghitung Gaji dengan Sistem Merit dan Metode Diskonto

September 5th, 2008 Related Filed Under Ada sebuah pertanyaan mengenai sistem penggajian, kebetulan saat gogling nemuin sebuah pertanyaan mengenai Menghitung Gaji dengan Sistem Merit dan Metode Diskonto. Pertanyaan tersebut di sampaikan oleh salah satu karyawan Jasa Marga yang di tujukan kepada pengasuh Klinik HR yaitu Bapak Dewanto Windoe pengasuh klinik HR strategis. Saya kira jawaban dari pertanyaan Lusy Seba sangat bermanfaat untuk menambah wawasan tentang remunerasi, maka dari itu sengaja saya posting disini agar selalu bisa saya ingat dan mungkin bermanfaat buat yang lain juga. Berikut pertanyaan dari lusy dan jawaban dari Dewanto : Bagaimanakah perhitungan gaji berdasarkan sistem merit? Apakah hubungan perhitungan gaji dengan metode diskonto? Jawaban : Untuk pertanyaan pertama, meritokrasi dalam remunerasi pada prinsipnya adalah sebuah sistim yang memberikan penghargaan kepada karyawan atas pencapaian kinerjanya (pay for performance). Salah satu implementasinya adalah melalui pemberian merit increase kepada karyawan. Besarnya merit increase (dalam %) ditentukan oleh 2 faktor: - Persentase Compa Ratio, yaitu rasio gaji karyawan tersebut terhadap mid salary di kelompoknya (job grade yang sama) - Nilai Kinerja (performance rating) Berikut adalah gambaran untuk menjelaskan Compa-Ratio: - karyawan A gajinya Rp 5 juta, dan menduduki sebuah jabatan di grade 8. Mid salary di grade 8 adalah Rp 4 juta. Maka compa-ratio karyawan A adalah 5 / 4 atau 125%. - karyawan B gajinya Rp 3,6 juta, dan menduduki sebuah jabatan di grade 8. Mid salary di grade 8 adalah Rp 4 juta. Maka compa-ratio karyawan B adalah 3,6 / 4 atau 90%. Nilai Kinerja bisa didapatkan dari hasil performance appraisal, misalnya Istimewa, Baik, Sedang dst.

Besarnya persentase kenaikan merit dapat dilihat dari grafik berikut :

Perusahaan dapat membuat kebijakan untuk kenaikan merit dengan membuat grafik seperti di atas. Sumbu mendatar menunjukkan Compa-Ratio sedangkan sumbu tegak menunjukkan persentase Merit Increase. Garis berwarna biru, hijau dan jingga adalah garis-garis kinerja. Mekanismenya adalah untuk kategori kinerja yang sama, semakin tinggi compa-ratio, semakin kecil persentase kenaikan merit yang diperoleh. Dalam contoh kasus kita sebelumnya, perhitungan kenaikan merit A dan B menjadi sbb: Misalkan Nilai Kinerja A dan B adalah sama yaitu Baik (lihat garis hijau), sedangkan comparatio A adalah 125% dan B adalah 90%, maka kenaikan merit A adalah 15% sedangkan B adalah 20%. Posisi dari garis-garis kinerja (kategori Istimewa, Baik, Sedang dst) ditentukan sesuai dengan strategi perusahaan serta tentunya besarnya alokasi anggaran untuk kenaikan merit. Semakin perusahaan ingin memberikan perbedaan terhadap outstanding dan average performers, semakin jauh jarak antara garis kinerja Istimewa dan Sedang. Sedangkan kemiringan garis kinerja bertujuan untuk menegakkan azas keadilan (fairness) serta menjaga agar gaji karyawan tetap berada di dalam rentang minimum-maksimum dari struktur gaji yang telah ditetapkan perusahaan. Untuk pertanyaan kedua, metode diskonto pada prinsipnya memperhitungkan nilai uang dan waktu dimana besarnya manfaat masa sekarang (net present value NPV) maupun future value dihitung berdasarkan tingkat diskonto. Sedangkan dalam perhitungan dan penentuan gaji, pada dasarnya ada 3 faktor yang menjadi acuan yaitu faktor pekerjaan (job), faktor kinerja (performance) dan harga di pasar (market). Nilai dari Faktor Pekerjaan (job) dapat diperoleh melalui proses evaluasi jabatan (job evaluation) yang akan menghasilkan bobot jabatan (job score atau job value), misalnya job Supervisor nilainya 220, Manajer 300 dst. Nilai dari Faktor Kinerja diperoleh melalui proses evaluasi kinerja (performance appraisal) secara periodik. Faktor market menentukan besarnya riil value

dari pekerjaan (job) tsb di pasar saat ini, misalnya job staf akuntan standar saat ini memperoleh penghasilan di kisaran 3-5 juta. Untuk menentukan besarnya gaji dengan obyektif dan akurat, perusahaan perlu untuk mengetahui terlebih dahulu bagaimana praktek remunerasi perusahaan lain di industri sejenis maupun di pasar secara keseluruhan. Informasi ini bisa didapatkan antara lain dengan membeli data salary survey. Informasi data gaji di market tsb juga akan memberikan gambaran kepada perusahaan mengenai praktek remunerasi perusahaan tsb dibandingkan dengan praktek remunerasi di market sehingga perusahaan dapat menentukan strategi remunerasinya ke depan sesuai dengan arah dan strategi perusahaan.

Disable IDM update


August 6th, 2011 Related Filed Under

Internet Download Manager (IDM) merupakan software yang sering kita pakai untuk mempercepat proses download, IDM memang sering melakukan update pada softwarenya sehingga release terbaru selalu hadir untuk menggantikan software sebelumnya. Namun terkadang kita enggan mengupdate dengan alasan tertentu, mungkin karena malas, koneksi leletlah atau software hasil ..? Nah berikut cara menonaktifkan auto update IDM atau disable IDM Update agar tidak selalu keluar Pop Up permintaan update. Salah satu cara untuk disable IDM Update dengan mengubah setingan Registry Langkahnya: 1. Ketik regedit pada (search program and File pada wins7 atau run pada wins XP) 2. Klik HKEY_CURRENT_USER 3. Klik Software 4. Klik kanan DownloadManager pilih new kemudian DWORD (Pilih sesuai type prosesor Anda 32/64 bit) 5. Ketik nama AutoUpdate (biarkan setingan default 0) 6. Kemudian klik kanan ExceptionServers 7. Klik modify tambahkan kata berikut *.tonec.com (tanpa tanda kutip) pada baris terakhir 8. klik OK 9. Tutup jendela registry 10. Restart Komputer Mudah-mudahan popup permintaan update IDM tidak lagi muncul, jika Anda tetap ingin mengupdate bisa dilakukan secara manual dari IDM pada menu help pilih check update. Dari ujicoba dengan cara diatas disable IDM update bisa dilakukan pada wins7 berhasil. Sekali lagi trik disable IDM update mudah-mudahan bermanfaat bagi Anda. Selamat Mencoba.

Tehnik Menentukan Gaji Pegawai


24 comments Day 1,055, 23:46 Published in: Indonesia

Pengantar Sudah banyak tool yang bisa menggambarkan berapa gaji yang harus dibayarkan. Tetapi kita hanya bisa melihatnya apabila sudah mempunyai company yang sudah berjalan. Jika tidak dibekali kemampuan hitung, akan sangat sulit untuk menentukan apakah membangun industri X di negara Y menguntungkan? Apakah membeli licence negara Z menguntungkan? Semua itu berada dalam tahap planning dan riset pasar. Ada 2 macam metode yang umum digunakan untuk menentukan gaji pegawai. Yang pertama dan paling populer adalah gaji sesuai profit, sedangkan yang menjadi alternatif adalah sesuai produktivity. Contoh dalam artikel ini tidak sama dengan riil kondisi sekarang dan menampilkan dalam kondisi maks produktivity(max health dan recommended employee number), hanya untuk memberikan gambaran kasar bagaimana cara merancang gaji pegawai tersebut. Setelah beberapa hari pertimbangan, kami mengurungkan niat sharing sheet untuk perhitungan ini karena 2 alasan, yang pertama adalah karena pasar Indonesia sedang dalam kondisi tidak sehat, dan yang kedua karena ini merupakan rahasia perusahaan, jadi tidak wajar kalau harus kami yang memberikan :p 1. Gaji sesuai profit Perhitungan ini didasarkan pada profit, dimana semua pegawai dari semua skill level harus bisa menghasilkan profit yang sama. Paling umum digunakan di seluruh dunia.

Seperti kita lihat pada gambar diatas, dengan skill dan gaji yang berbeda-beda menghasilkan profit yang sama dalam sehari. Dalam contoh adalah profit 1 idr per hari, karena company food q1 terdiri dari 10 pegawai, maka per hari profit 10 idr. 2. Gaji sesuai produktivity Perhitungan ini didasarkan pada produktivity, dimana setiap produktivity dihargai dengan harga yang sama.

Umumnya digunakan pada sistem koperasi(yang tanpa donasi) atau lembaga-lembaga non-profit lainnya, sekalipun bisa digunakan oleh perusahaan orientasi profit dengan kondisi-kondisi khusus. Sistem alternatif ini cukup unik, Sam Black pertama kali menggunakan sistem ini pada operasi Rob The Baby di Polandia saat mereka babyboom lebih dari 50k populasi. Persaingan extra ketat dimana meleset sedikit perhitungan sudah menyebabkan pengusaha merugi. Sistem ini lebih aman dari kerugian pada pasar persaingan ketat, sekalipun keuntungan lebih kecil. 3. Penerapan pada pasar yang tidak sehat Persaingan tidak sehat terjadi dimana harga jual sudah melenceng jauh dari harga produksi.

Seperti kita lihat pada gambar, profit perusahaan tersebut adalah 4 idr x 10 pegawai = 40 idr per hari, angka yang fantastis untuk kelas Q1. Semakin tinggi perbedaan bep dengan harga jual(keuntungan makin besar), maka bisa kita lihat semakin tinggi pula jenjang perbedaan gaji antar skill. Coba kita bandingkan dengan gaji sesuai produktivity yang diterapkan pada pasar tidak sehat.

Terlihat lebih adil? Belum seberapa, mari kita lihat bagaimana dengan perbedaan bep - harga jual yang lebih besar

Dalam gambar diatas terlihat dimana profit dari 1 orang pegawai 15 idr, jadi untuk 10 pegawai adalah 150 idr. Jika misalnya kita membayar semua skill dengan gaji yang sama untuk produktivity mereka, maka hasilnya akan seperti ini:

Sebenarnya untuk sebuah company dengan Q yang lebih tinggi mengambil profit lebih tinggi itu wajar. Selama ada demand, disanalah pengusaha akan menjual barang. 5. Pertanyaan lain yang masih berhubungan dengan inti artikel ini Perlukah diberlakukan regulasi harga? Sam Black menjawab: TIDAK. Jika ingin menurunkan harga untuk mencegah flow menuju pihak-pihak tertentu, silahkan bikin saingan sesuai demand pasar. Sebaliknya berikan informasi pada rakyat keuntungan-keuntungan yang didapat oleh industri dengan Q tertentu sehingga mereka bisa punya gambaran untuk memulai perusahaan mereka. Menaikkan harga juga sama buruknya, menyebabkan pasar menjadi tidak sehat. Pengusaha akan berlomba-lomba mencari skill tinggi dan mencampakkan skill rendah. Harga barang akan melambung tinggi, jauh dengan harga pasaran global. Akibatnya ekonomi macet dan rentan terhadap intervensi luar. Pengusaha asing akan masuk dan membangun perusahaan mereka untuk menggerogoti dari dalam. Hal ini sudah lumrah dan sering terjadi dalam economic war di erepublik. Perlukah merubah import tax? Sam Black menjawab: Pikirkan import tax yang tetap dalam jangka waktu yang sangat lama, terserah tinggi ataupun rendah dengan semua konsekuensinya. Seperti kemarin terjadi kehilangan WA, percuma membuka keran import grain, siapa yang mau mengeluarkan 20 gold lisensi indo hanya untuk digunakan 1-2 minggu? Terlebih lagi beberapa

bulan belakangan Indo terkenal suka ganti-ganti import tax, pemilik company di luar akan khawatir dengan perubahan kebijakan ekonomi semacam ini. Import tax tinggi bukan hanya melindungi pengusaha lokal, tapi melindungi semua pengusaha yang berada di dalam negeri. Jika demand melonjak dan harga naik terlalu tinggi, maka pengusaha asing yang berada dalam negripun akan diuntungkan dengan perlindungan import tax yang tinggi. Pasar menjadi pasar tidak sehat karena biaya gaji tetap sedangkan harga melonjak. Sebaliknya jika import tax terlalu rendah akan membahayakan job market, dimana pengusaha dalam negeri harus memotong gaji untuk mendapatkan bep yang sama dengan barang-barang impor. Mohon menentukan kebijakan untuk melindungi rakyat, bukan hanya melindungi pengusaha. Ups, Sam Black juga pengusaha :p

Secara tidak langsung melalui artikel ini penulis sudah memenuhi janji menjelaskan fenomena ketimpangan gaji yang belakangan terjadi di pasar Indonesia. Jangan nagih lagi yak

Bahan Kuliah SDM. Setelah Sebelumnya telah dibahas mengenai definisi, peranan, fungsi dan tujuan dari Gaji (pengajian) Berikut disambung dengan topik langkah-langkah dan Faktor Penting apa yang harus diperhatikan dalam Menentukan Gaji (Menurut pendapat Para Ahli Lho...): Langkah - Langkah dalam Menentukan Gaji Berdasarkan pendapat menurut Hariandja (2002), ada empat langkah penting dalam penentuan gaji, antara lain : a. Menganalisis jabatan atau tugas Analisis jabatan merupakan kegiatan untuk mencari informasi tentang tugas - tugas yang dilakukan dan persyaratan yang diperlukan dalam melaksanakan tugas tersebut supaya berhasil untuk mengembangkan uraian tugas, spesifikasi tugas dan standar untuk kerja. Kegiatan ini perlu dilakukan sebagai landasan untuk mengevaluasi jabatan. b. Mengevaluasi jabatan Evaluasi jabatan adalah proses sistematis untuk menentukan nilai relatif dari suatu pekerjaan dibandingkan dengan pekerjaan lain. Proses ini dilakukan untuk mengusahakan tercapainya internal equity dalam pekerjaan sebagaimana unsur yang sangat penting dalam penentuan tingkat gaji. Internal equity adalah jumlah yang diperoleh dipersepsi sesuai dengan input yang diberikan dibandingkan dengan pekerjaan yang sama dalam perusahaan. c. Melakukan survei gaji Survei gaji dilakukan untuk mengusahakan keadilan eksternal sebagai salah satu faktor penting dalam perencanaan dan penentuan gaji. Survei dapat dilakukan dengan berbagai macam cara seperti mendatangi perusahaan- perusahaan untuk mendapatkan informasi mengenai tingkat gaji yang berlaku, membuat kuesioner secara formal dan lain - lain. d. Menentukan tingkat gaji Setelah evaluasi jabatan dilakukan, untuk menciptakan keadilan internal yang menghasilkan ranking jabatan, dan melakukan survei tentang gaji yang berlaku di pasar tenaga kerja selanjutnya adalah penentuan gaji. Faktor - Faktor Penting dalam Menetapkan Gaji Gaji yang adil artinya yaitu bahwa gaji yang diberikan oleh suatu perusahaan kepada pegawai haruslah sesuai dengan posisi jabatan dan prestasi kerjanya, sehingga karyawan dapat merasa puas dengan hasil kerjanya dan merasa senang untuk mengabdi di perusahaan tersebut. Menurut Manullang (1996), ada beberapa faktor penting dalam menetapkan gaji yang adil, yaitu (p. 116) : 1. Pendidikan Gaji yang diberikan harus sesuai dengan tingkat pendidikan karyawan, misalnya gaji seorang sarjana harus dibedakan dengan yang bukan sarjana. 2. Pengalaman Gaji yang diberikan kepada orang yang sudah mempunyai pengalaman kerja tinggi harus dibedakan dengan orang yang belum berpengalaman. 3. Tanggungan Gaji sudah dianggap adil bila besarnya gaji bagi yang mempunyai tanggungan keluarga yang besar dibedakan dengan yang mempunyai tanggungan keluarga yang kecil. 4. Kemampuan perusahaan Kemampuan perusahaan untuk membayar karyawannya juga harus diperhitungkan. Bila perusahaan mendapat keuntungan sebaiknya karyawan juga dapat ikut menikmati melalui peningkatan gaji, kesejahteraan, dan lain lain. 5. Kondisi - kondisi pekerja Bidang pekerjaan yang memerlukan ketelitian dan keahlian yang khusus haruslah dibedakan tingkat gajinya dengan pekerja yang mengerjakan pekerjaan biasa dan sederhana.

www.liandriekopuspito.blogspot.com

Berapa Persen Gaji Anda Naik di tahun ini?



Written by Yodhia Antariksa Posted December 24, 2007 at 1:20 am

Tahun 2011 sudah bergulir. Para Manajer Keuangan di setiap perusahaan pasti sudah menyelesaikan rancangan budget yang akan dipakai tahun ini dan tentu dalam rancangan itu, termasuk formula kenaikan gaji karyawan. Artinya, dalam hari-hari ini akan segera muncul pengumuman resmi bukan lagi sekedar rumor ! mengenai berapa persen kenaikan gaji yang akan Anda peroleh dan aha mungkin juga jatah bonus tahunan. Salah satu komponen dalam penentuan kenaikan gaji adalah laju inflasi yang tahun 2010 lalu berada pada angka 6,9 %. Itu artinya gaji Anda kira-kira akan naik sebesar itu plus faktor penambah. Bagi Anda yang bekerja di perusahaan yang pelit, ya mungkin faktor penambahnya cuma 3 % (duh, nasib, nasib). Namun bagi yang beruntung bekerja di perusahaan yang peduli dengan kesejahteraan karyawannya (artinya ndak cuma lips service doang), faktor penambah itu bisa sebesar 10 %. Ditambah kenaikan inflasi yang 6,5% total kenaikan gaji Anda bisa mencapai 16,5 %. Kalau gaji Anda sekarang Rp 10 juta/bulan, berarti mulai tahun depan, akan ada tambahan pemasukan sebesar Rp 1,650,000 (lumayan.buat nambah uang pendidikan bagi si kecil). Hanya soalnya begini : tak banyak perusahaan yang memiliki kriteria jelas untuk menentukan persentase kenaikan gaji bagi setiap karyawannya. Akibatnya, sering terjadi kenaikan gaji di samaratakan untuk semua karyawan. Bagi karyawan yang kinerjanya pas-pasan, kejadian ini barangkali merupakan anugerah. Namun bagi karyawan yang telah mendedikasikan prestasi terbaiknya,

fenomena diatas tentu bisa menjadi pemincu demotivasi. Ngapain saya memberikan yang terbaik jika kenaikan gaji yang saya peroleh disamakan dengan semua orang, begitu mungkin bisiknya dalam hatinya yang tercabik. Disini ada sejenis ketidakadilan yang tersirat sebab tidak ada pembeda yang jelas (diferensiasi) antara top performers dengan poor performers. Sebenarnya dilema diatas bisa diatasi dengan baik jika setiap perusahaan memiliki sistem evaluasi karyawan yang solid dan terstruktur dengan baik. Dalam konteks ini, sistem evaluasi karyawan yang optimal setidaknya mesti memiliki dua komponen kunci : yakni komponen kompetensi untuk mengukur aspek kecakapan karyawan dan komponen hasil kinerja (performance) untuk mengukur ouput nyata yang dihasilkan karyawan. Secara spesifik komponen kompetensi dirancang untuk mengevaluasi aspek kecakapan seorang karyawan, baik dalam aspek kecakapan manajerial (misalnya : kecakapan teamwork, communication skills, dan interpersonal relation) ataupun kecapakan teknis yang berkaitan dengan profesi pekerjaannya (semisal kemampuan selling skills bagi seorang salesman, atau marketing management bagi manajer pemasaran). Komponen kompetensi ini mesti dipetakan dengan baik sesuai dengan masing-masing posisi jabatan dan kemudian juga mesti dijabarkan dalam indikator perilaku yang dapat diobservasi dan dievaluasi. Pemetaan semacam ini diperlukan sebab secara periodik, setiap tahun atau setiap semester, level kompetensi setiap karyawan harus dievaluasi secara komprehensif. Dan proses evaluasi ini hanya akan bisa berjalan dengan mulus jika setiap jenis kompetensi telah dijabarkan dalam serangkaian kriteria yang jelas. Tanpa ini, proses penilaian biasanya akan tergelincir pada feeling semata, dan terpelanting dalam kabut subyektifitas sang atasan yang acap tak jelas kriterianya. Selain komponen kompetensi, sebaiknya sistem evaluasi karyawan dilengkapi dengan komponen berikutnya yakni : komponen hasil kinerja (performance). Komponen ini intinya bertujuan untuk memetakan hasil kerja karyawan dalam serangkaian key performance indicators (KPI) yang jelas dan bisa diukur. Contoh KPI bagi orang pemasaran misalnya adalah indeks kepuasan pelanggan, market share ataupun volume penjualan per area. Contoh KPI bagi orang HR misalnya adalah jumlah goodemployee turn-over, jumlah keluhan karyawan terhadap kecepatan pelayanan HR, ataupun jumlah jam pelatihan per karyawan per tahun. Setelah serangkaian KPI dapat dirumuskan dengan baik, maka selanjutnya ditetapkan target yang hendak dicapai untuk setiap KPI yang telah disusun. Dengan model ini maka proses evaluasi karyawan tinggal membandingkan target terukur yang telah ditetapkan dengan hasil aktual yang dicapai. Dalam proses ini pula, dimensi obyektivitas akan menjadi lebih mekar sebab semuanya telah dipetakan dalam indikator yang jelas dan terukur.

Demikianlah kombinasi dua komponen kunci yakni komponen kompetensi dan komponen performance yang mestinya dijadikan sandaran untuk proses evaluasi karyawan. Berapa bobot dari setiap komponen itu dalam proses penilaian akhir? Tak ada jawaban yang baku disini. Untuk posisiposisi yang lebih jelas ukuran hasilnya seperti bagian sales dan pemasaran, maka bobot yang lebih besar (misal 60%) mestinya dialokasikan untuk komponen hasil kinerja (performance). Sebaliknya untuk posisi-posisi administratif semacam support function maka bobot untuk komponen kompetensi bisa lebih besar (misal 60 % untuk komponen kompetensi dan 40 % untuk komponen performance). Gabungan hasil evaluasi untuk kedua komponen diatas kemudian mesti dijadikan dasar untuk menntukan besaran kenaikan gaji setiap karyawan. Dengan cara ini maka persentase kenaikan gaji karyawan bisa berbeda-beda tergantung dari hasil evaluasi menyeluruh atas aspek kompetensi dan aspek kinerja yang bersangkutan. Dan dengan cara ini pula, proses penentuan kenaikan gaji bisa dibangun dengan lebih fair dan transparan.

Pengenalan Beberapa Fungsi Atau Rumus Microsoft Excel


August 11th, 2011 jrliem Leave a comment Go to comments

Microsoft Excel sangat berguna untuk mengolah data. Pengolahan data bisa dilakukan dengan memakai rumus Excel yang relevan. Rumus Excel atau fungsi microsoft Excel adalah persamaan yang dapat melakukan perhitungan, meminta kembali informasi, memanipulasi isi sel lain, melakukan kondisi pengujian, dan banyak lagi. Pengetikan rumus Excel selalu diawali dengan tanda sama dengan (=). Sebuah rumus Excel dapat mengandung fungsi, operasi matematika, dan konstanta. Fungsi adalah rumus Excel atau formula yang merupakan bawaan dari Microsoft Excel. Kita akan melihat beberapa fungsi microsoft Excel yang paling sering dipakai.

Rumus Excel VLOOKUP


Syntax dari fungsi microsoft excel ini adalah : VLOOKUP (lookup_value, table_array, col_index_num, range_lookup) Rumus Excel VLOOKUP dipakai untuk mencari nilai dalam kolom pertama dari tabel dan mengembalikan nilai dalam baris yang sama dari kolom lain dalam tabel. Supaya lebih jelas, kita pakai fungsi Microsoft Excel VLOOKUP dalam contoh berikut. Toko Saribusana memiliki tabel Daftar Barang sbb. :

Kemudian, saya diminta membuat tabel hasil penjualan bulan Juli 2011 seperti berikut :

Untuk mengisi kolom Keterangan, saya akan ambil dari Daftar Barang Toko Saribusana berdasarkan Kode yang ada, maka rumus Excel nya adalah =VLOOKUP(B12,$B$3:$E$6,2,FALSE) B12 : Kode Barang di B12 adalah acuan yang dipakai untuk mengambil data di tabel Daftar Barang. $B$3:$E$6 : range tabel yang akan kita ambil datanya, dalam hal ini adalah tabel Daftar Barang tanpa mengikutsertakan judul kolom. Dan, jangan lupa gunakan $ sebab range tabel adalah absolut. 2 : kolom ke-2 yaitu kolom Keterangan di range tabel adalah kolom yang akan kita ambil datanya. Kolom ke-1 selalu dimulai dari kolom paling kiri. Singkatnya, kita menyuruh Excel melihat Kode di cel B12 lalu cari di range tabel Daftar Barang sesuai Kode yang sama, setelah itu ambil nilai di kolom Keterangannya dan isikan di tabel Hasil Penjualan. Hasilnya :

Demikian juga untuk mengisi kolom Harga Penjualan di cel E12, dengan memperhatikan bahwa Harga Penjualan = Harga Pokok * (1+Markup), maka , rumus Excel nya adalah

=VLOOKUP(B12,$B$3:$E$6,3,FALSE)*(1+VLOOKUP(B12,$B$3:$E$6,4,FALSE)) Di fungsi Microsoft Excel tersebut, kita menyuruh Excel melihat Kode di B12 lalu cari kode yang sama di tabel Daftar Barang, setelah itu ambil Harga Pokoknya dan kalikan Harga Pokok dengan (1+Markup). Nilai Markup diambil dengan cara yang sama dengan cara mengambil nilai Harga Pokok. Maka kita mendapatkan Harga Penjualan untuk Kode di B12. Oke, silakan mencoba dulu dan mengutak atik fungsi Microsoft Excel VLOOKUP. Semoga mengerti. Oh, ya, V di VLOOKUP singkatan dari vertikal. Penggunaan VLOOKUP (bukan HLOOKUP) ketika nilainilai acuan Anda berada dalam kolom di sebelah kiri tabel data dan Anda mengambil data lain di sebelah kanannya. Gunakan fungsi microsoft excel HLOOKUP ketika nilai-nilai acuan Anda berada dalam baris di sebelah atas tabel data dan Anda ingin mengambil data-data di baris bawahnya.

Rumus Excel IF
Syntax dari fungsi microsoft excel ini adalah : IF(logical_test,value_if_true,value_if_false) Maka dengan menggunakan fungsi microsoft excel IF, kita memberikan :

suatu kondisi kepada Excel, lalu jika kondisi itu terpenuhi maka lakukan A, jika tidak terpenuhi maka lakukan B.

Oke, kita coba dalam kasus yang sama yaitu Toko Saribusana. Kembali saya diminta menambahkan sebuah kolom di Tabel Penjualan bulan Juli 2011 yang menunjukkan status barang. Jika penjualan barang lebih dari 500 unit berarti Barang Laku, jika penjualan diantara 300 dan 500 maka Cukup Laku, dan di bawah 300 berarti Ga Laku.

Rumus excel di sel G12 adalah =IF(D12>300,IF(D12>500,Laku Keras,Kurang Laku),Ga Laku) Saya meminta Excel untuk mengecek :

Apakah unit terjual di D12 lebih dari 300 =IF(D12>300 Jika ya maka cek lagi apakah D12 lebih dari 500, IF(D12>500 Jika ya maka Laku Keras, Laku Keras jika tidak maka Kurang Laku. Kurang Laku jika tidak berarti barang Ga Laku. Ga Laku

Di atas terlihat bahwa terjadi dua kali pengecekan, atau saya memakai 2 kali rumus excel IF. Fungsi If kedua berada di dalam fungsi If pertama. Fungsi IF dapat dipakai di dalam fungsi IF lainnya, jangan lupa fungsi IF di dalam tidak memakai tanda sama dengan [=] lagi. Sekarang kita akan mencoba fungsi microsoft excel yang berhubungan dengan tanggal.

Fungsi Microsoft Excel Date and Time


Kedua fungsi microsoft excel ini sering juga dipakai dalam mengolah data di Excel.

Langsung saja, di atas adalah tabel Daftar Siswa Tercepat dalam Ujian IPA dari tiap kelas. Petugas administrasi memasukkan data tanggal, bulan, tahun dalam kolom-kolom terpisah supaya lebih cepat dan mudah. Nah, tugas saya mencari siapa yang tercepat dari kelima kontestan tersebut. Pertama, saya satukan dulu tanggal, bulan dan tahun menjadi satu di sel C12 dengan fungsi microsoft excel : =DATE(E3,D3,C3)

Fungsi microsoft excel ini mengambil data di sel E3,D3,C3 dan menjadikannya tanggal. Lalu satukan juga jam, menit, dan detik tiap siswa di sel D12 dengan rumus : =TIME(F3,G3,H3) Rumus ini mengambil data di sel E3,D3,C3 dan menjadikannya waktu, untuk format time yang Anda ingini, ubah dalam menu Format Cells (klik kanan di sel, pilih Format Cells, pilih Time, pilih format yang Anda mau). Baru saya cari siswa tercepat di sel E12 dengan fungsi microsoft excel : =RANK(D12,$D$12:$D$16,1) Fungsi Rank mencari urutan dalam suatu range, lalu Anda bisa pilih mau Ascending atau Descending. Hasilnya adalah tabel berikut, selamat buat Cassey, kamu tercepat!

Okay, sementara itu dulu fungsi microsoft excel yang bisa saya berikan. Kita akan bertemu lagi di tips & trik berikutnya.

Anda mungkin juga menyukai