Anda di halaman 1dari 7

SEJARAH PENGAMBILAN SAMPEL PLANKTON Sejarah awal mula pengambilan sampel plankton dimulai pada awal abad ke 19 ketika

Thompson seorang ilmuan asal inggris menciptakan sebuah jaring yang dia gunakan untuk mengambil sample larva kepiting (crab) dan remis/teritip (barnacle). Dari teknik pengambilan sampel yang sederhana ini telah menciptakan suatu perkembangan terhadap alat pengambilan sampel dan teknik pengambilan sampel yang sangat mengagumkan untuk sampel yang yang sangat besar dalam lingkungan yang tidak bersahabat. Sejarah dari jaring dan penggunaannya untuk pengambilan sampel zooplankton di lautan dunia, paparan benua (continental shelf), pantai yang berteluk, dan air tawar hampir seluruhnya memiliki variasi yang sangat berbeda sebagai subjek zooplankton yang dipelajari selama ini. Suatu jurnal ilmiah tentang alat-alat yang telah digunakan untuk mengambil sampel zooplankton telah disusun oleh Wiebe dan Benfield (tahun 2000) dan menghasilkan suatu deskripsi tentang standard untuk metode sampling (metode pangambilan sampel). Wiebe dan Benfield menghasilkan suatu daftar kronologis dari sistem instrumen dan sistem kategori yang dituangkan ke dalam bentuk tulisan.( www.duncanandassociates.co.uk) Ketika melakukan pengambilan sampel plankton, seorang investigator akan mencoba menjawab 2 (dua) pertanyaan dalam suatu cara kuantitatif, : 1. Organisme plankton apakah yang hidup di dalam laut ketika pengambilan sampel dilakukan? 2. Bagaimanakah material ini bisa berlainan setiap musimnya atau dari tahun ke tahun? Dalam awal sejarah dari sampling lautan (ocean sampling), sebuah asumsi telah dikemukakan atau dibuat bahwa plankton secara merata telah terdistribusi di dalam air lautan dan karena sebab ini pengambilan sampel dapat dilakukan dengan jumlah yang kecil atau sedikit dimana dapat merepresentasikan areal lautan yang luas (jika volume air yang terfilter melalui jaring dapat dideterminasi dengan tepat dan hasil tangkapan organisme oleh jaring tidak lepas melalui mulut jaring). Pernyataan pemisalan di atas telah banyak diuji dalam berbagai cara oleh banyak investigator dan banyak sumber error yang berasosiasi dengan pengambilan sampel dengan jaring dan dengan metode penghitungan untuk menganalisa sampel telah teridentifikasi. Pada akhir-akhir ini, komunitas peneliti telah mengenali bahwa terdapat suatu variasi dalam skala yang besar dalam konsentrasi bentuk planktonik. Variabilitas spasial ini telah mengarahkan kita pada pernyataan ulang terhadap pengambilan sampel dimana hal ini telah menghasilkan alat-alat pengambilan sampel yang kita gunakan pada saat ini. (www.whoi.go.ac)

BONGO NET Seperti yang disebutkan dalam sejarah pengambilan sampel plankton di atas, berbagai alat untuk mengambil sampel plankton telah dikembangkan sejak Thompson menggunakan jaring yang diciptakannya untuk mengambil sampel larva kepiting dan larva teritip. Pada masa sekarang ini alat untuk mengambil sampel plankton disebut dengan Plankton net. Banyak sekali variasi dari jenis plankton net yang dikembangkan guna untuk mengambil sampel plankton yang dapat dispesifikkan jenis plakntonnya. Terdapat ratusan model dari plankton net yang digunakan oleh banyak peneliti di dunia. Model-meodel tersebut memiliki perbedaan-perbedaan yang spesifik seperti ukuran jaring, rangka jaring dan sebagainya. Plankton net ini didesain untuk pengambilan sampel kedua-dua jenis plankton, phytoplankton dan zooplankton, tersedia dalam berbagai ukuran jaring dan diameter bundaran mulut plankton dan dapat digunakan pada air tawar dan lingkungan lautan. Planktonet yang digunakan untuk oseanografi memiliki standard diameter bundaran mulut palnkton net 600, 800, 1000, dan 1250 mm dengan ukuran jaring dari 20 m sampai 1000 m.

Multiple Planktonet System Salah satu dari model plankton net ini adalah Bongo Net. Bongo net ini pertama kali digunakan pada awal abad 20. Bongo net ini sering juga di sebut dengan nama lain Multiple Plankton Net System oleh para ahli pada masa ini. Disebut demikian karena bentuknya yang merupakan bentuk plankton net kerucut yang digandakan dan disatukan.

Bongo Net Bongo net ini tersedia dalam bentuk yang memiliki penutup dan bentuk yang tidak memiliki penutup di bagian mulutnya. Akan tetapi bongo net yang paling sering digunakan adalah MARMAP Bongo net yang tidak memiliki penutup yang diciptakan pada sekitar tahun 1980-an. (www.whoi.go.ac)

BONGO NET SEDERHANA Desain Bongo net sederhana dapat dibuat dengan jaring dan bundaran mulut plankton net yang dapat dibuat dari besi atau pun kawat yang keras. Jaring yang digunakan adalah jaring yang memiliki ukuran yang sangat halus sehingga sampel yang diperoleh dapat memiliki varietas yang beragam. Gambar model dari bongo net sederhana ini dapat dilihat pada gambar di bawah ini.

Cara Kerja Katrol dengan kabel ukuran diameter 19 mm digunakan untuk menurunkan bongo net ke dalam kolom air. Keranjang penyimpan sampel diletakkan pada bagian ujung kerucut dari bongo net yang digunakan untuk menampung sampel yang masuk. Kemudian bongo net ini ditarik dengan menggunakan kapal. Pada akhirnya ketika bongo net diangkat, sampel yang tertampung pada keranjang penampung dapat dipindahkan dan dibawa ke laboratorium untuk di analisa. Secara teknik, bongo net ini sangat mudah untuk digunakan. BONGO NET MODERN (MARPMAP BONGO NET) Desain Bongo net ini dirancang untuk mendapat hasil tangkap dengan arah yang vertikal. Memiliki beberapa bagian tambahan, yaitu : - PVC bongo net frame, dengan ukuran diameter mulut 20, 30 atau 60 cm dan panjang 50 cm. - Kerangka gandengan vertikal stainless steel (Stainless steel vertical tow frame), didesain untuk mengurangi ketidak seimbang bongo net akibat putaran baling-baling kapal serta arus air, kerangka ini memiliki dua buah pengapit yang dikaitkan pada kawat gandengan (wire tow) yang membuat jaring tetap terbuka secara tegak lurus selama dijatuhkan ke dalam air. - Dua Nitex plankton net jenis kuat, tersedia pada setiap ukuran. - Dua keranjang penyimpan jenis PVC, terbuat dari stainless steel.

Cara kerja Cara kerja dari alat ini sama saja dengan bongo tow sederhana yaitu katrol dengan kabel ukuran diameter 19 mm digunakan untuk menurunkan bongo net ke dalam kolom air. Keranjang penyimpan sampel diletakkan pada bagian ujung kerucut dari bongo net yang digunakan untuk menampung sampel yang masuk. Kemudian bongo net ini ditarik dengan menggunakan kapal. Pada akhirnya ketika bongo net diangkat, sampel yang tertampung pada keranjang penampung dapat dipindahkan dan dibawa ke laboratorium untuk di analisa.