Anda di halaman 1dari 23

Tugas Tutorial Blok XV LAPORAN KASUS MOTION SICKNESS

Oleh : Yuyun Mawaddatur Rohmah Made Ngurah Arya P 082010101034 082010101079

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS JEMBER 2011

Motion Sickness Patient was old 29 years old housewife who presented with headache after 10 minutes trip. Since age 13, she reported a recurring throbbing in the back of the head with an intensity of 4/10 with light and noise sensitivity but not nausea, with attacks lasting a couple of hours and triggered by stress. Also since the age of 13, always when she is a passanger in a motor vehicle for a trip any longer than 5 minutes, she will get a generalized throbbing headache with an average intensity of 5/10 with nausea, light and noisy sensitivity, and occasional vomiting but no aura. With longer trips, the headache will be as intense as 7/10 with nausea and vomiting. Despite having attacks 1 to 2 times weekly, she would continue to be a passanger to watch her children as her hausband would drive. The headaches didi not occur when she was the driver or a passenger on an airplane. She had never been on a boat. Her mother also had migraines that would occur without triggers, but could be triggered by being passenger in a car or flying in turbulent weather. Verapamil was prescribed, resulting in reduction in the frequency of headaches and 100% oxygen prn with benefit.

Mabuk Perjalanan Seorang pasien ibu rumah tangga berusia 29 tahun mengeluhkan sakit kepala setelah perjalanan 10 menit. Sejak berusia 13 tahun dia menjelaskan keluhannya terjadi di belakang kepala terasa berdenyut dengan intensitas 4/10 di pengaruhi adanya sensitivitas terhadap cahaya, kebisingan dan tidak ada keluhan mual. Keluhan yang dirasakan terjadi beberapa jam dan dipicu karna adanya stres. Dan juga sejak usia 13 tahun, ketika dia menjadi penumpang kendaraan bermotor pada perjalanan lebih dari 5 menit, dia mengalami sakit kepala berdenyut dengan intensitas 5/10 disertai dengan mual, sensitive terhadap cahaya dan kebisingan. Dan sesekali muntah tapi tanpa aura. Pada perjalanan panjang intensitas keluhan bisa sampai 7/10 dengan disertai mual dan muntah. Meskipun dia tahu akan mengalami serangan satu sampai dua kali setiap minggu, ia akan tetap menjadi seorang penumpang mobil untuk melihat anak-anaknya dan suaminya sebagai pengemudi. Sakit kepala tidak muncul saat dia menjadi pengemudi atau penumpang pesawat terbang. Dan dia belum pernah naik kapal. Ibu nya juga mempunyai migraine tanpa adanya pemicu. Migraine itu muncul ketika dia menjadi penumpang mobil atau terbang dengan suasana yang tidak kondusif (bergejolak). Verapamil menjadi salah satu obat yang diberikan dalam peresepan dokter dan dapat menurunkan keluhan sakit kepala dan juga dengan oksigen 100% murni bisa memberikan hasil yang lebih baik.

IDENTITAS PASIEN Nama Jenis Kelamin Umur Berat Badan Status Perkawinan Pekerjaan : Ny. V : Perempuan : 29 tahun :: Menikah : Ibu rumah tangga

Pendidikan Terakhir : Agama Alamat ::-

ANAMNESIS KU RPS RPD : Sakit kepala saat perjalanan. : Px mengeluhkan sakit kepala setelah perjalanan 10 menit. : Penyakit serupa (+) pada usia 13 thun, ketika dia menjadi penumpang kendaraan

bermotor pada perjalanan > 5 menit, mengalami sakit kepala berdenyut dengan intensitas 5/10 mual (+), sensitive terhadap cahaya dan kebisingan. Perjalanan panjang intensitas keluhan bisa sampai 7/10, mual (+), muntah (+). Keluhan muncul beberapa jam, dipicu oleh stress. Sakit kepala (-) saat naik pesawat terbang. Kapal (?) belum prnah. Riwayat pengobatan : verapamil, meringankan sakit kepala. RPK : Ibunya mempunyai riwayat migrain, yang bisa dipicu saat naik mobil aatu

pesawat pada cuaca yang buruk. Riw. Sosek : Ny. V adalah wanita usia 29 th, pekerjaan ibu rumah tangga yang biasa

beraktivitas menggunakan mobil maupun pesawat terbang ; status ekonomi menengah ke atas. PEMERIKSAAN FISIK Keadaan Umum Vital Sign :: TD : - ; HR : - ; RR : - ; t: -

Pada anamnesis perlu ditanyakan alamat pasien, berkenaan dengan jika ada sesuatu yang mendesak, missal salah dalam pemberian obat maka pasien bisa langsung segera dihubungi. Perlu ditanyakan juga berat badan pasien, sehubungan dengan pemberian dosis pada obat yang akan disarankan. Seharusnya ditambahkan pada pemeriksaan fisiknya yaitu keadaan umum pasien, dan vital sign pasien tersebut. Serta ditanyakan pula sebelum atau saat perjalanan apakah memakan sesuatu, atau minum sesuatu. Hal itu juga berkaitan dengan reflek muntah pada pasien. Ditanyakan pula riwayat pengobatan, sebelumnya apa sudah pernah ke dokter, pernah mengkonsusmsi obat apa, bagaimana hasilnya. Dan juga ditanyakan riwayat alergi, baik makanan, maupun obat-obatan. Digali lebih dalam tentang keluhan utama, pusingnya seperti apa

gejalanya, apa pusing berputar, atau sakit kepala, yang sering pusing kepala bagian mana, ditanyakan pula frekuensinya apakah semakin sakit atau sakitnya berkurang. Pada keadaan seperti apa sakit bisa bertambah parah & sakit berkurang. Pada saat pasien datang periksa, dilihat juga kondisi umum pasien apakah pucat, dilihat juga nadinya apakah bradikardi atau takikardi, apakah ada keringat dingin dan gejala2 yang lainnya. Verapamil yang pernah dikonsumsi oleh pasien, merupakan obat anti hipertensi dan anti aritmia. Obat tersebut merupakan salah satu obat Ca Chanal Bloker. Obat itu kemungkinan digunakan oleh dokter dalam peresepan, karna diduga pasien mempunyai riwayat hipertensi. Jadi dokter yang member peresepan verapamil menduga bahwa sakit kepala nya pasien di perkirakan karna adanya hipertensi. Diagnosis Motion sickness DD TERAPI Antikolinergik: scopolamine Antihistamin: dimenhydrinate oral, diphenhydramine, promethazine, meclizine,dan cyclizine. Obat antihistamin umumnya digunakan dalam pencegahan dan pengobatan penyakit. Obatobatan ini untuk mencegah dan mengobati mual, muntah, dan pusing Morning sickness Kehamilan Hipotensi Meniere dissease

Contoh Penulisan Resep :

Jember, 20 Desember 2011 dr. Rahde Yuyun SIP : Jl. Cendrawasih No 37

R/ Dimenhidrinat tab 500 mg No. I S. u.c 1 dd tab I

Pro

: Ny. V

Umur : 29 thn Alamat : -

Ket : u.c = usus cognitus = aturan pakai diketahui. Sebelumnya dokter sudah memberi tahu pasien, bahwa aturan pakainya diminum 30 menit sebelum melakukan perjalanan. Informasi pasien Sediaan oral diminum 30 menit sebelum melakukan perjalanan. Obat ini dapat menyebabkan pusing atau mengantuk.

EDUKASI DAN PENCEGAHAN Hindari membaca saat dalam perjalanan dan tidak duduk di kursi yang menghadap ke belakang. Berada dalam posisi dimana mata selalu melihat gerakan yang sama dengan yang dirasakan tubuh dan telinga. Kalau di mobil atau bus, duduklah di depan dan lihat pemandangan. Kalau di kapal, pergilah ke dek dan melihat gerakan horizon. Kalau di pesawat, duduklah dekat jendela dan melihat keluar. Duduklah di bagian dekat sayap, di mana gerakan terasa paling minimal. Makan makanan ringan sebelum bepergian atau menghindari makanan jika sudah merasa mual. Hindari menonton atau berbicara dengan penumpang lain yang mengalami motion sickness. Jaga agar kepala tidak bergoyang-goyang saat duduk di sandaran kursi. Hindari merokok atau duduk di sebelah orang yang sedang merokok. Jika terlanjur mual, makanlah biskuit atau minum minuman berkarbonasi untuk mengurangi keluhan lambung. Fokus pada objek yang jauh atau mata tertutup, bukan membaca atau melihat sesuatu di dalam kendaraan; meminimalkan gerakan kepala, dan jika perlu tidur terlentang. Minumlah banyak air dan aturlah ventilasi udara Meminum obat antimotion sickness minimal 30-60 menit sebelum perjalanan dimulai, atau seperti yang direkomendasikan oleh dokter. Beradaptasi dengan kondisi ini.

Motion Sickness Kalau mengacu dari istilahnya dalam bahasa Inggris, motion = gerakan, maka motion sickness ini adalah suatu sickness (penyakit, gangguan) yang disebabkan oleh adanya gerakan. Motion sickness adalah mabuk yang terjadi karena tubuh, mata, dan telinga mengirimkan sinyal yang bertentangan ke otak. Misalnya saat kita berada di dalam mobil. Telinga bagian dalam merasakan adanya goncangan, tetapi mata kita tidak bisa melihat atau karena mata kita melihat gerakan seperti visual realit simulasi saat perjalanan tetapi tubuh kita tidak merasa. Oleh karena itu, otak kita mendapat 2 sinyal yang berbeda dari indera kita sehingga menyebabkan motion sickness. Mabuk di perjalanan adalah masalah umum pada orang yang bepergian menggunakan mobil, kereta api, pesawat terbang dan juga perahu atau kapal. Motion sickness dapat muncul tiba-tiba, dengan perasaan mual dan berkeringat dingin. Hal ini kemudian dapat menyebabkan pusing, mual dan muntah. Otak seseorang mendapat sinyal adanya gerakan dari mata, telinga, otot, dan sendi. Ketika mendapat sinyal yang tidak cocok, seseorang bisa terkena motion sickness. Penyakit ini merupakan gangguan yang terjadi pada telinga bagian dalam (labirin) yang mengatur keseimbangan, dan disebabkan karena gerakan yang berulang, seperti gerak ombak di laut, pergerakan mobil, perubahan turbulensi udara di pesawat, dll. Di telinga bagian dalam (yang juga disebut labirin), motion sickness mempengaruhi keseimbangan. Adanya suatu gerakan dirasakan oleh otak melalui tiga jalur yang berbeda dari sistem saraf yang mengirimkan sinyal dari telinga bagian dalam (motion sensing, akselerasi, dan gravitasi), mata (visi), dan jaringan yang lebih dalam dari permukaan tubuh (proprioceptors). Ketika tubuh bergerak dengan sengaja, misalnya, ketika kita berjalan, informasi dari semua tiga jalur dikoordinasikan oleh otak kita. Tetapi, jika gerakan tidak disengaja, misalnya terguncangguncang saat mengendarai mobil, otak kesulitan mengkoordinasikan informasi dari ketiga jalur tersebut. Akibatnya, timbul gejala-gejala motion sickness. Ketika ada gerakan yang tidak disengaja dari tubuh, seperti yang terjadi saat berkendara di mobil, otak tidak mengkoordinasikan input, dan dianggap ada discoordination atau konflik antara masukan dari tiga jalur. Ini adalah hipotesis bahwa konflik antara input menjadi penyebab terjadinya motion sickness. Sebagai contoh, ketika kita sedang duduk menonton sebuah gambar yang menggambarkan adegan bergerak, jalur visi kita memberitahu otak kita bahwa ada gerakan, tapi telinga kita dan otak kita mengatakan bahwa tidak ada gerakan. Jadi, ada konflik di otak, dan beberapa orang akan

mengalami motion sickness. Tanpa motion-sensing organ telinga bagian dalam, motion sickness tidak terjadi, hal ini menunjukkan bahwa telinga bagian dalam sangat berpengaruh terhadap terjadinya motion sickness. Input visual tampaknya menjadi kurang penting, karena orang buta dapat terkena penyakit ini. Telinga bagian dalam (labirin) memantau arah gerak, seperti berputar atau maju-mundur, perpindahan dari sisi ke sisi, dan gerakan naik-turun. Mata mengamati dimana tubuh berada dalam suatu ruang (misalnya, terbalik, sisi kanan atas, dll) dan juga arah gerakan. Reseptor tekanan kulit seperti kaki menyentuh tanah. Otot dan sendi reseptor sensorik melaporkan bagian tubuh yang bergerak. Sistem saraf pusat (otak dan sumsum tulang belakang) memproses semua informasi dari sistem-sistem tersebut untuk membuat persepsi. Sebagai contoh, bayangkan Anda sedang naik di pesawat terbang saat badai, dan pesawat sedang mengalami turbulensi udara. Tapi mata tidak mendeteksi adanya gerakan ini karena semua yang dilihat adalah bagian dalam pesawat. Akibatnya, otak menerima pesan yang tidak berkoordinasi antara satu dengan yang lainnya. Atau misalkan Anda sedang duduk di kursi belakang sebuah mobil yang bergerak dan sedang membaca buku. Telinga dan reseptor kulit mendeteksi adanya gerakan dalam perjalanan, tetapi mata hanya melihat halaman-halaman buku. Misalkan juga, Anda menderita kerusakan telinga bagian dalam hanya pada satu sisi bisa disebabkan karna cedera kepala atau infeksi. Telinga bagian dalam yang rusak tidak mengirim sinyal yang sama ke otak sebagaimana seharusnya telinga yang sehat. Sinyal-sinyal yang bertentangan tentang sensasi rotasi dapat menghasilkan rasa berputar atau vertigo, serta mual. Sistem vestibular bekerja dengan sistem sensorimotor lain dalam tubuh, seperti sistem visual kita (mata) dan sistem rangka (tulang dan sendi), untuk memeriksa dan mempertahankan posisi tubuh kita saat istirahat atau bergerak. Hal ini juga membantu kita mempertahankan fokus pada objek yang stabil meskipun ada perubahan posisi tubuh kita. Sistem vestibular melakukan hal ini dengan mendeteksi kekuatan mekanik, termasuk gravitasi, yang bertindak atas organ-organ vestibular kita ketika kita bergerak. Kanalis semisirkularis berisi cairan yang mengatur pada sudut kanan satu sama lain. Mereka memberikan sinyal ke otak ketika kepala kita bergerak, berputar, seperti ketika kita mengangguk kepala kita naik dan turun atau melihat dari kanan ke kiri. Setiap kanal semisirkularis (berbentuk setengah lingkaran) yang berisi struktur yang berisi endolimfe. Struktur ini, yang disebut cupula, dan juga terdapat sel-sel rambut. Sel-sel rambut memiliki ekstensi benang panjang, yang disebut stereocilia. Ketika kepala bergerak, cairan di dalam kanal bergerak. Gerakan ini menyebabkan cupula membungkuk dan stereocilia yang di

dalamnya miring ke satu sisi. Posisi miring memberikan sinyal pada otak dan memberitahukan gerakan dan posisi kepala. Antara kanalis semisirkularis dan koklea organ otolithic, ada dua kantong berisi cairan yang disebut dengan utrikulus dan sakulus. Organ-organ ini memberitahu otak ketika tubuh kita bergerak dalam garis lurus, seperti ketika kita berdiri atau naik mobil atau di sepeda. Dan juga memberitahukan otak tentang posisi kepala sehubungan dengan gravitasi, seperti apakah kita duduk, bersandar, atau berbaring. Seperti semicircular canals, utricle dan saccule memiliki sel-sel rambut sensori. Bila Anda memiringkan kepala Anda, kemudian stereocilia mengalami gerakan. Seperti dengan kanalis semisirkularis, gerakan ini menciptakan sinyal yang memberitahu otak tentang posisi kepala. Sistem visual bekerja dengan sistem vestibular untuk melihat adanya objek ketika kepala bergerak dan menyeimbangkan posisi tubuh ketika dalam keadaan berjalan atau naik kendaraan. Reseptor sensorik pada sendi dan otot kita juga membantu kita menjaga keseimbangan kita saat kita berdiri diam atau berjalan. Otak menerima, menafsirkan, dan memproses informasi dari sistem ini untuk mengontrol keseimbangan kita. Motion sickness dapat terjadi ketika terdapat ketidaksesuaian antara sistem yang berbeda. Jika otak mendapatkan informasi yang bertentangan dari telinga, mata, sendi, maka reseptor histamin di pusat-pusat muntah otak dapat dirangsang untuk memperlambat gerakan saluran pencernaan. Walaupun ada beberapa neurotransmiter yang terlibat, tetapi saat ini obat yang paling sering dipakai untuk mengatasi motion sickness adalah antihistamin. Obat ini bekerja memblok reseptor histamin di otak yang berada di chemoreceptor trigger zone (CTX) yang mengkoordinasikan input tadi. Obat ini bisa mencegah mual, muntah, dan pusing akibat motion sickness. Antihistamin yang sering dipakai adalah dimenhidrinat (ada berbagai nama paten), namun demikian bisa juga digunakan obat antihistamin lainnya. Obat sebaiknya diminum sebelum perjalanan dimulai. Bisa juga menggunakan antimuskarinik seperti beladonna atau scopolamin, tapi ini adalah obat lama yang sudah jarang dipakai.

Gejala-gejala dari motion sickness muncul ketika sistem saraf pusat menerima pesan yang bertentangan dari sistem lain. Gejala-gejala motion sickness antara lain pusing, hipersalivasi, mual, muntah, pucat, berkeringat dingin, lelah, malaise dan pusing (vertigo), penglihatan kabur, kebingungan atau disorientasi, perubahan denyut jantung dan tekanan darah, ketakutan, kecemasan, atau panik. Beberapa orang juga merasa lelah, tertekan, atau tidak mampu berkonsentrasi. Gejala dapat datang dan pergi selama periode waktu yang singkat atau berlangsung selama waktu yang cukup lama.

Prevalensi dari motion sickness hampir 80% dari populasi mengalaminya. Perahu kecil dan mobil cenderung yang paling provokatif merangsang terjadinya

motion sickness. Lebih sering terjadi pada wanita (terutamaselama kehamilan), anak-anak usia 2-12tahun, dan orang dengan migrain. Penelitian di India mengatakan prevalensi motion sickness adalah sekitar 28%, wanita lebih rentan (27%) dari pria (16,8%). Individu yang aktif lebih jarang terkena.

Orang dengan usia berapapun dapat terkena motion sickness. Pada orang dengan usia lebih dari 40 tahun lebih sering mengalami motion sickness, sementara anak-anak di bawah usia 2 tahun sangat tahan terhadap kondisi tersebut. Namun, cenderung memuncak pada anak-anak usia antara 4 dan 10 tahun. Wanita cenderung lebih sering terkena motion sickness daripada pria, pada usia berapa pun. Sementara pada orang hamil sulit untuk menentukan antara motion sickness atau morning sickness.

Rasa mual, kata ini berasal dari kata Yunani yang berarti kapal - Naus. Mungkin ahli bahasa menghubungkan pergerakan kapal dengan laut dan mabuk perjalanan. Sebenarnya banyak gerak dapat menyebabkan penyakit termasuk perjalanan melalui laut, udara, kereta api, mobil, ayunan, ruang, unta, gajah, pada kenyataannya hampir apapun yang bergerak. Rangsangan lingkungan

lainnya yang dapat menyebabkan mabuk mencakup paparan lingkungan buatan seperti stimulator penerbangan, dan juga wahana taman hiburan.

Berdasarkan penyebabnya motion sickness dapat dibedakan atas: Seasickness, Carsickness, Simulation sickness, Airsickness, Space sickness.

Keseimbangan bergantung pada empat sistem berbeda. Sistem vestibular Rangsang proprioseptif Penglihatan Batang otak dan serebelum

Apa yang menyebabkan gangguan keseimbangan? Sebuah gangguan keseimbangan mungkin disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri di telinga, cedera kepala, atau gangguan peredaran darah yang mempengaruhi telinga bagian dalam atau otak. Banyak orang mengalami masalah dengan rasa keseimbangan ketika mereka semakin tua. Selain itu, masalah dalam sistem visual, sistem saraf ,peredaran darah dapat menjadi sumber dari beberapa masalah keseimbangan. Sebuah gangguan sistem peredaran darah, seperti tekanan darah rendah, dapat menyebabkan perasaan pusing ketika kita tiba-tiba berdiri. Masalah dalam sistem kerangka atau visual, seperti arthritis atau ketidakseimbangan otot mata, juga dapat menyebabkan masalah keseimbangan. Namun, banyak gangguan keseimbangan dapat mulai tiba-tiba dan tanpa penyebab yang jelas.

Ada beberapa jenis gangguan keseimbangan. Beberapa yang paling umum adalah: BPPV Labyrinthitis adalah infeksi atau peradangan telinga bagian dalam yang menyebabkan pusing dan kehilangan keseimbangan. Ini sering dikaitkan dengan infeksi saluran pernapasan. Mnire disease dikaitkan dengan perubahan volume cairan dalam bagian dari labirin itu. Mnire disease menyebabkan vertigo, gangguan pendengaran tidak teratur, tinitus (dering atau mendengung di telinga), dan perasaan penuh di telinga. Neuronitis vestibular adalah peradangan dari saraf vestibular. Gejala utamanya adalah vertigo. Fistula Perilymph adalah kebocoran cairan telinga bagian dalam ke telinga tengah. Hal ini dapat terjadi setelah cedera kepala, perubahan drastis dalam tekanan atmosfer (seperti saat scuba diving), aktivitas fisik, operasi telinga, atau infeksi telinga kronis. Gejala yang paling menonjol, selain pusing dan mual, adalah kegoyangan saat berjalan atau berdiri yang meningkat dengan aktivitas dan berkurang dengan istirahat. Beberapa bayi dapat lahir dengan fistula perilymph, biasanya dalam hubungan dengan gangguan pendengaran pada saat lahir. Mal de debarquement sindrom (MdDS) adalah gangguan keseimbangan di mana seseorang merasa seolah-olah terus menerus goyang atau terapung-apung. Hal ini biasanya terjadi setelah pelayaran di laut atau perjalanan laut lainnya. Biasanya, gejala akan hilang dalam hitungan jam atau harisetelah mendarat. Namun, kasus yang parah dapat bertahan berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun. Fisiologi Alat Keseimbangan Keseimbangan dan orientasi tubuh seseorang terhadap lingkungan di sekitarnya tergantung pada input sensorik dari reseptor vestibuler di labirin, organ visual dan proprioperseptif. Gabungan informasi ketiga reseptor sensorik tersebut akan diolah di SSP, sehingga menggambarkan keadaan posisi tubuh pada saat itu. Labirin terdiri dari labirin statis yaitu utrikulus dan sakulus yang merupakan pelebaran labirin membrane yang terdapat dalam vestibulum labirin tulang. Pada tiap pelebarannya terdapat macula utrikulus yang di dalamnya terdapat sel-sel reseptor keseimbangan. Labirin kinetic terdiri dari tiga kanalis semisirkularis

dimana pada tiap kanalis terdapat pelebaran yang berhubungan dengan utrikulus, disebut ampula. Di dalamnya terdapat krista ampularis yang terdiri dari sel-sel reseptor keseimbangan dan seluruhnya tertutup oleh suatu substansi gelatin yang disebut kupula. Gerakan atau perubahan kepala dan tubuh akan menimbulkan perubahan cairan endolimfa di labirin dan selanjutnya silia sel rambut akan menekuk. Tekukan silia menyebabkan permeabilitas membrane sel berubah, sehingga ion kalsium akan masuk ke dalam sel yang menyebabkan terjadinya proses depolarisasi dan akan merangsang pelepasan neurotransmitter eksitator yang selanjutnya akan meneruskan impuls sensoris melalui saraf aferen ke pusat keseimbangan di otak. Sewaktu berkas silia terdorong ke arah berlawanan maka terjadi hiperpolarisasi. Organ vestibuler berfungsi sebagai tranduser yang mengubah energy mekanik akibat rangsangan otolit dan gerakan endolimfa di dalam kanalis semi sirkularis menjadi energy biolistrik, sehingga dapat memberi informasi mengenai perubahan posisi tubuh akibat percepatan linear atau percepatan sudut. Dengan demikian dapat memberi informasi mengenai semua gerak tubuh yang sedang berlangsung. Sistem vestibuler berhubungan dengan sistem tubuh yang lain, sehingga kelainannya dapat menimbulkan gejala pada sisitem tubuh yang bersangkutan. Gejala yang timbul dapat berupa vertigo, rasa mual dan muntah. Pada jantung berupa bradikardi atau takikardi dan pada kulit reaksinya berkeringat dingin. Untuk membantu mengevaluasi masalah keseimbangan, disarankan untuk pergi ke otolaryngologist. Otolaryngologist adalah seorang dokter dan ahli bedah yang khususkan dalam hidung tenggorokan telinga. Otolaryngologist dapat menentukan dan menilai penyebab masalah keseimbangan tergantung pada gejala dan status kesehatan orang tersebut. Otolaryngologist akan meminta untuk dilakukan pemeriksaan pendengaran, tes darah, sebuah alat electronystagmogram (yang mengukur gerakan mata dan otot-otot yang mengontrol mereka), atau studi pencitraan kepala dan otak. Tes lain disebut posturography. Untuk tes ini, Anda berdiri di platform bergerak khusus di depan layar berpola. Dokter mengukur seberapa gerak tubuh Anda bergerak dalam menanggapi gerakan dari platform, layar berpola, atau keduanya.

Beberapa pertanyaan yang bias mengarah pada diagnosis motion sickness adalah sebagai berikut, Jika Anda menjawab "ya" untuk pertanyaan-pertanyaan ini, segeralah berkonsultasi pada dokter. Apakah saya merasa goyah? Apakah saya merasa seolah-olah ruangan itu berputar di sekitar saya? Apakah saya merasa seolah-olah pindah saat duduk, diam dan berdiri? Apakah saya kehilangan keseimbangan dan mudah jatuh? Apakah saya merasa seolah-olah jatuh? Apakah saya merasa "pusing" atau seolah-olah akan pingsan? Apakah pandangan saya kabur? Apakah saya pernah merasa bingung, seperti kehilangan akal

TERAPI Antikolinergik: scopolamine Antihistamin: dimenhydrinate oral, diphenhydramine, promethazine, meclizine,dan cyclizine. Obat antihistamin umumnya digunakan dalam pencegahan dan pengobatan penyakit. Obatobatan ini untuk mencegah dan mengobati mual, muntah, dan pusing AH1 tertentu misalnya difenhidramin, dimenhidrinat, derivate piperazin dan prometazin dapat digunakan untuk mencegah dan mengobati mabuk perjalanan udara, laut dan darat. Dahulu digunakan skopolamin untuk mabuk perjalanan berat dengan jarak dekat (kurang dari 6 jam). tetapi sekarang AH1 lebih banyak digunakan karena efektif dengan dosis relative kecil. Karena AH1 seperti juga skopolamin memiliki anti kolinergik yang kuat, maka diduga sebagian besar efek terhadap mabuk perjalanan di dasarkan oleh efek antikolinergiknya. Untuk mencegah mabuk perjalanan AH1 sebaiknya diberikan setengah jam sebelum berangkat. AH1 terpilih untuk mengobati mabuk perjalanan ialah prometazin, difenhidramin, siklizin, dan meklizin. Meklizin cukup diberikan sehari sekali. AH1 efektif diberikan untuk dua pertiga kasus vertigo, mual dan muntah. AH1 efektif sebagai antimuntah pascabedah, mual dan muntah waktu hamil dan radiasi.

Pada dosis terapi, semua AH1 menimbulkan efek samping walaupun jarang bersifat serius. Efek samping yang paling sering ialah sedasi.

Dimenhidrinat Nama dagang - Dramasine - Dramamine/Antimo Dosis Oral : Dewasa dan anak (12 tahun ke atas): 50-100 mg tiap 4-6 jam, tidak lebih dari 400 mg dalam 24 jam, atau seperti petunjuk dokter. Anak usia 6 s.d <12 tahun: 25-50 mg tiap 6-8 jam, tidak lebih dari 150 mg dalam 24 jam, atau seperti petunjuk dokter. Anak usia 2 s.d.<6 tahun: 12,5-25 mg tiap 6 -8 jam, tidak lebih dari 75 mg dalam 24 jam, atau seperti petunjuk dokter. Alternatif lain:anak: 1,25 mg/kg atau 37,5 mg/m2 s.d. oral atau IM 4 kali sehari sampai dosis maksimum 300 mg sehari. Anak usia < 2 tahun: hanya atas petunjuk dokter. IM : Dewasa: sama seperti dosis oral. IV : Dewasa: sama dengan dosis oral. Anak : dosis IV belum ditetapkan. Untuk injeksi IV: 50 mg obat diencerkan dengan 10 ml injeksi NaCl 0,9% dan diberikan perlahan-lahan selama 2 menit. Interaksi

Dengan Obat Lain : Meningkatkan efek obat-obat penekan SSP, meningkatkan efek obat-obat antikolinergik (seperti antidepresi trisiklik), menutupi gejala awal ototoksisitas bila diberikan bersamasama dengan obat-obat ototoksik (seperti aminoglikosida).

Dengan Makanan : -

Kontraindikasi Penderita asma, bronkhitis kronis, emfisema, glaukoma, denyut jantung yang abnormal, pembesaran prostat, sebaiknya menghindari mengkonsumsi obat ini. Demikian juga wanita hamil dan menyusui. Efek samping Umum: mengantuk, sakit kepala, pandangan kabur, telinga berdenging, mulut dan saluran pernapasan kering, inkoordinasi, palpitasi, pusing, hipotensi.efek samping yang lain : anoreksia, konstipasi, diare, frekuensi urin, dan disuria. Rasa sakit dapat terjadi pada tempat injeksi. Mekanisme kerja Menghambat stimulasi vestibular, mula-mula bekerja pada sistem otolith, dan pada dosis yang lebih besar bekerja pada kanal semisirkular; menghambat asetilkolin. Bentuk sediaan : Tablet 50 mg, 100 mg Stabilitas penyimpanan Sediaan disimpan pada suhu kamar, pembekuan larutan oral dan injeksi harus dihindari. Tablet harus disimpan dalam wadah yang tertutup baik, dan larutan oral harus disimpan dalam wadah yang tertutup rapat.

Informasi pasien

Sediaan oral diminum 30 menit sebelum terpapar gerakan (motion). Pasien sebaiknya tidak menggunakan obat ini bila alergi terhadap dimenhidrinat, difenhidramin, 8-kloroteofilin, atau benzil alkohol. Obat ini seharusnya tidak diberikan kepada infant berusia di bawah 1 bulan. Obat ini dapat menyebabkan pusing atau mengantuk. Hindari mengemudi, menggunakan mesin atau melakukan aktivitas berbahaya yang butuh kewaspadaan/kesadaran. EDUKASI DAN PENCEGAHAN Hindari membaca saat dalam perjalanan dan tidak duduk di kursi yang menghadap ke belakang. Berada dalam posisi dimana mata selalu melihat gerakan yang sama dengan yang dirasakan tubuh dan telinga. Kalau di mobil atau bus, duduklah di depan dan lihat pemandangan. Kalau di kapal, pergilah ke dek dan melihat gerakan horizon. Kalau di pesawat, duduklah dekat jendela dan melihat keluar. Duduklah di bagian dekat sayap, di mana gerakan terasa paling minimal. Makan makanan ringan sebelum bepergian atau menghindari makanan jika sudah merasa mual. Hindari menonton atau berbicara dengan penumpang lain yang mengalami motion sickness Jaga agar kepala tidak bergoyang-goyang saat duduk di sandaran kursi. Hindari merokok atau duduk di sebelah orang yang sedang merokok. Jika terlanjur mual, makanlah biskuit atau minum minuman berkarbonasi untuk mengurangi keluhan lambung. Fokus pada objek yang jauh atau mata tertutup, bukan membaca atau melihat sesuatu di dalam kendaraan; meminimalkan gerakan kepala, dan jika perlu, tidur terlentang. Minumlah banyak air dan aturlah ventilasi udara Meminum obat antimotion sickness minimal 30-60 menit sebelum perjalanan dimulai, atau seperti yang direkomendasikan oleh dokter. Beradaptasi dengan kondisi ini.

DAFTAR PUSTAKA

Benson, Alan et.al. Motion sickness : Medical Aspects of Harsh Environments. Elysabeth. 2009. Farnakologi dan Terapi Edisi 5. Jakarta : Balai Penerbit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Ganong, William. 2003. Buku Ajar Fisiolagi Kedokteran. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC. Golding. 2006. Motion sickness susceptibility : Autonomic Neuroscience. Guyton; Hall. 2006. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC. Ikawai, Zullies. 2010. Melawan mabuk Perjalanan.

http://zulliesikawati.wordpress.com/tag/motion-

sickness/. [18 Desember 2011].

Marks, Jay. Motion sickness. http://www.medicinenet.com/motion_sickness/article.htm. [18 Desember 2011]. Medika, Warta. 2010. Mabuk Perjalanan, Motion sickness. [18

http://www.wartamedika.com/2010/11/mabuk-perjalanan-motion-sickness.html. Desember 2011].

Medine. 2010. Motion Sickness. http://www.nlm.nih.gov/medlineplus/motionsickness.html. [18 Desember 2011]. Mycek, Mary et.al. 2001. Farmakologi Ulasan bergambar. Jakarta : Penerbit Widya Medika. Shifa, Zahrotu. 2010. Mabuk Perjalanan, Why. http://id.shvoong.com/medicine-and-

health/1966983-

mabuk-perjalanan/. [18 Desember 2011].

Supandi, Arsyad; Iskandar, Nurbaiti. 2006. Buku Ajar Ilmu Kesehatan Telinga Hidung Tenggorok Kepala Leher Edisi Kelima. Jakarta : Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.