Anda di halaman 1dari 16

MAKALAH PRE-KLINIK KASUS CPALGIA PROGRAMS STUDI FISIOTERAPI STIKes FORT DE DE KOCK BUKITTINGGI

DISUSUN: OLEH
1. BOBY FERNANDO 2. ULAN PURNAMA SARI 3. WILSA YUSISKA 4. IYON

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN FORT DE KOCK BUKITTINGI 2011

KATA PENGANTAR
Asslammualaikum,WrWb Dengan ucapan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa kerena atas rahmat dan karuniaNYa penulis dapat menyelasaikan makalah yeng berjidulchepalgia. Penulis telas berusaha maksimal mungkin untuk membuat yang terbaik dan dengan bantuan berbagai pihak yang sangat besar manfaatnya dalam penyelesaikan makalah ini dan ucapan terima kasih kepada :
1.

Bapak Suseswoyo Amd.Ft sebagai pembimbing lapangan

2. Kakak RitaAgusmeri AMF sebagai pembimbing I 3. Kakak Suriani AMF sebagai pembimbing II

Dengan adanya makalah ini diharapkan bermanfaat bagi penulissendiri dan pembaca.kami berharap semoga makalh ini dapat memperkenal dan menanakan pemahaman tentang fisioterapi dalam kasus chpalgia. Manusia tak perna luput dari kesalahan kerna itu penulis mengharapkan saran dan kritis guna perbaikan kearah yang lebih baik dimasa depan. Wassalammualaikum WrWb

Bukittinggi ,November 2011

Penulis

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR DAFTAR ISI

BABI PENDAHLUAN BAB II PEMBAHASAN


A.

Defenisi chepalgia ................................................... Jenis- jenis chepalgia Berdasarkan penyababnya ...................................................

B.

C. Patofisiologi ...............

....................................

D. Anatomi fisiologi ................................................... - Saraf sentral ................................................... - Saraf tepi ................................................... E. Etiologi ............... ....................................

F. Cara mengatasi chepalgia ...................................................

BAB III PENUTUP A.kesimpulan ................................................... B. saran/kritik ...................................................

BAB I PENDAHULUAN
Dalam pembukaan undang-undang dasar 1945 alenia ke empat disebutkan bahwa salah satu tujuan pembangunan nasional yaitu : memajukan kesejahteraan umum. Salah satu indikator tercapainya kesejahteran umum adalah bila derajat kesehan masyarakat telah tercapai secara optimal oleh sebagian besar masyarakat. Pembangunan berwawasan kesehatan dilakukan dengan memberikan prioritas pada upaya peningkatan kesehatan masyarakat dan keluarga serta mencegah penyakit disamping upaya penyembuhan penyakit dan pemulihan kesehatan. Untuk itu di perlukan upaya

kesehatan terpadu dan bertahap yang dapat mendorong partisipasi masyarakat untuk perkembangan dan ikut bertanggung jawab. Fisioterapi adalah bentuk pelayanan kesehatan yang ditujukan kepada individu dan atau kelompok untuk mengembangkan, memelihara dan memulihkan gerak dan fungsi tubuh sepanjang daur kehidupan dengan menggunakan 2 penanganan secara manual, penigkatan gerak, peralatan ( fisik, elektroterapeutis, dan mekanis), pelatihan fungsi, komunikasi.( SK Menkes RI No. 1363/ XII/ 2001) Fisioterpi sebagai salah satu tenaga kesehatan, juga menyediakan pelayanan kesehatan bagi masyarakat umum dalam mengembangkan, memelihara dan memulihkan impairment, fungsional limitation, dan disability secara optimal.

BAB II PEMBAHASAN

A.

PENGERTIAN

Chepalgia adalah nyeri atau sakit sekitar kepala, termasuk nyeri di belakang mata serta perbatasan antara leher dan kepala bagian belakang. Chepalgia atau sakit kepala adalah salah satu keluhan fisik paling utama manusia. Sakit kepala pada kenyataannya adalah gejala bukan penyakit dan dapat menunjukkan penyakit organik (neurologi atau penyakit lain), respon stress, vasodilatasi (migren), tegangan otot rangka (sakit kepala tegang) atau kombinasi respon tersebut. (Smeltzer & Bare, 2002) Chefalgia atau sakit kepala adalah salah satu keluhan fisik paling utama manusia. Sakit kepala pada kenyataannya adalah gejala bukan penyakit dan dapat menunjukkan penyakit organik (neurologi atau penyakit lain), respon stress, vasodilatasi (migren), tegangan otot rangka (sakit kepala tegang) atau kombinasi respon tersebut. (Brunner & Suddart, 2002) Chepalgia Kronik mengacu pada sakit kepala yang terjadi lebih dari 15 hari dalam sebulan - dalam beberapa kasus bahkan setiap hari - selama tiga bulan atau lebih.

B.

JENIS-JENIS CHEPALGIA BERDASARKAN PENYEBABNYA

1.Sakit kepala karena tegang

Gejalanya diawali dengan ketegangan di otot leher, bahu, dan tengkorak akibat tekanan emosional. Sakitnya selalu berawal dari kepala belakang, merambat ke depan, lalu ke kedua sisi kepala.

2. Sakit kepala migren Migraine


Umumnya, sakit kepala yang dirasakan penderitanya lebih berat ketimbang sakit kepala akibat ketegangan. Migren selalu dirasakan pada satu sisi kepala saja dan sering juga di belakang salah satu mata. Maka muncul istilah sakit kepala sebelah. Penderita wanita kira-kira tiga kali lebih banyak dibandingkan dengan pria. Penyebabnya terutama karena perubahan hormonal. Sakit kepala jenis ini dapat membuat seseorang terjaga dari tidur lelap.

3. Sakit kepala dengan beragam gejala


Yang ini terutama menyerang pria. Gejalanya, nyeri luar biasa, umumnya terfokus di sekitar rongga mata dengan mata berair dan hidung meler.

4. Sakit kepala pascatrauma


Ini sering muncul sebagai dampak dari suatu kecelakaan meski barangkali hanya terjadi sedikit cedera di kepala. Rasa sakitnya kadang-kadang baru muncul setelah berminggu-minggu atau berbulan-bulan setelah cedera. Lalu dapat berlangsung sampai setahun setelah trauma.

5. Sakit kepala alergi


Yang satu ini sering ditemani gejala hidung meler, mata berair, dan kerongkongan sakit. Kemunculannya dapat ditimbulkan oleh makanan tertentu atau segala sesuatu yang bisa menimbulkan alergi.

6. Sakit kepala sinus

Jenis yang ini mudah diketahui lewat gejalanya. Lubang hidung tertutup satu atau keduanya dan nyeri meluas ke atas pipi dan dahi. Bagian-bagian tersebut terasa sangat peka, sehingga disentuh saja kontan terasa nyeri. Di samping sakit kepala yang penyebabnya spesifik itu, ada pula sakit kepala yang timbul semata-mata merupakan gejala sekunder dari ketidakberesan dalam tubuh yang memerlukan penanganan medis. Dengan penanganan tepat terhadap ketidakberesan itu, sakit kepala juga akan ikut teratasi.

C.PATOFISIOLOGI
` Sakit kepala timbul sebagai hasil perangsangan terhadap bangunan-bangunan diwilayah kepala dan leher yang peka terhadap nyeri. Bangunan-bangunan ekstrakranial yang peka nyeri ialah otot-otot okspital, temporal dan frontal, kulit kepala, arteri-arteri subkutis dan periostium. Tulang tengkorak sendiri tidak peka nyeri. Bangunan-bangunan intrakranial yang peka nyeri terdiri darim eninges, terutama dura basalis dan meninges yang mendindingi sinus venosus serta arteri-arteri besar pada basis otak. Sebagian besar dari jaringan otak sendiri tidak peka nyeri. Perangsangan terhadap bangunan-bangunan itu dapat berupa: 1. Infeksi selaput otak : meningitis, ensefalitis. 2. Iritasi kimiawi terhadap selaput otak seperti pada perdarahan subdural atau setelah dilakukan pneumo atau zat kontras ensefalografi.

3. Peregangan selaput otak akibat proses desak ruang intrakranial, penyumbatan jalan lintasan liquor, trombosis venos spinosus, edema serebri atau tekanan intrakranial yang menurun tiba-tiba atau cepat sekali. 4. Vasodilatasi arteri intrakranial akibat keadaan toksik (seperti pada infeksi umum, intoksikasi alkohol, intoksikasi CO, reaksi alergik), 5. gangguan metabolik (seperti hipoksemia, hipoglikemia dan hiperkapnia), 6. pemakaian obat vasodilatasi, 7. keadaan paska contusio serebri, insufisiensi serebrovasculer akut). 8. Gangguan pembuluh darah ekstrakranial, misalnya vasodilatasi ( migren dan cluster headache) dan radang (arteritis temporalis) 9. Gangguan terhadap otot-otot yang mempunyai hubungan dengan kepala, seperti pada spondiloartrosis deformans servikalis. 10. Penjalaran nyeri (reffererd pain) dari daerah mata (glaukoma, iritis), sinus (sinusitis), baseol kranii ( ca. Nasofaring), gigi geligi (pulpitis dan molar III yang mendesak gigi) dan daerah leher (spondiloartritis deforman servikalis. 11. Ketegangan otot kepala, leher bahu sebagai manifestasi psikoorganik pada keadaan depresi dan stress. Dalam hal ini sakit kepala sininim dari pusing.

D. ANATOMI FISIOLOGI
Otak terdapat di rongga tengkorak yang dibungkus oleh selaput otak yang disebut meningen, otak merupakan jaringan yang paling banyak membutuhkan energy setiap hari. Secara structural susunan saraf terbagi atas 2 macam :

SUSUNAN SARAF SENTRAL


a. Otak besar (serebrum) Otak besar terdiri dari dua belahan yang disebut hemisfer yaitu : hemisfer kanan dan hemisfer kiri, permungkaan otak bertekuk-tekuk yang disebut bilus dan belah diantara dua lekukan tersebut disebut sulkus, setiap hemisfer serebri dibagian dalam lobus terdiri dari 4 lobus yaitu : 1) Lobus Frontalis kepribadian, penilaian, laku yang dipelajari dari

Mengontrol emosi, penaksiran, dan tingkah pengembangan fikiran. 2)

Lobus Perietalis Merupakan pusat sensori : area ini menerima input sensori mayor seperti rasa nyeri, suhu, sentuhan, dan fibrasi area yang berhubungan dengan sensori. 3) Lobus Temporalis

Menerima input dari indera perasa, pendengaran dan penciuman. 4) Lobus Oksipitalis

Merupakan pusat saraf penglihatan. b. Batang otak Terdiri dari : 1) Pons

Terletak diantara otak kecil dan diantara otak besar dengan medulla oblingata, pada pons ini terdapat seratserat longitudinal yang menghubungkan medulla oblongata denganotak besar, pada pons ini terdapat saraf keanial V, VI, VII dan VIII.

2)

Medulla Oblongata

Terletak dibawah pons dan diatas medulla spinalis dan medulla oblongata terdapat persilangan consticospinal (yang membawa ransangan motorik dari otak ke medulla spinalis). Pada medulla oblongata ini terdapat pusat respiratori dan pusat kardiovaskuler. Jadi fungsi batang otak yaitu penerima reflek dari susunan dsaraf pusat. c. Otak kecil (Cerebelum)

Otak kecil terdapat di bagian belakang otak besar, permungkaan otak kecil juga tidak teratur, juga mempunyai lekuk diantara bagian, otak kecil juga terdiri dari hemisfer kiri dan kanan secara simetris.Fungsi dari otak kecil adalah sebagai pusat pengaur keseimbangan tubuh dan tempat koordinasi kontraksi otot rangka.

SUSUNAN SARAF TEPI (PERIFER)


Susunan saraf tepi terdiri dari saraf cranial termasuk sensorik dan motorik serta ganglion, saraf motorik disarafi oleh beberapa percabangan saraf cranial 12 pasang saraf. a. N. Olfactorius (Fungsi penciuman)

b. c. d. e. f. g. h. i. j. k. l.

N. Optikus (Fungsi penglihatan) N. Okulomotoris (Kelopak mata dan pergerakan mata) N. Troklearis (pergerakan mata keatas dan kebawah) N. Trigeminus (fungsi mengunyah) N. Abdusen (gerakan mata kearah samping) N. Fasialis (ekspresi muka dan wajah) N. Vestibulokoklear (Pendengaran) N. Glasofaringeal (Menelan) N. Vagus (Menggerakkan pita suara) N. Accesorius (rotasi kepala) N. Hipoglosus (Pergerakan lidah)

E. ETIOLOGI
Sakit kepala sering berkembang dari sejumlah faktor risiko yang umum yaitu : Penggunaan obat yang berlebihan. Menggunakan terlalu banyak obat dapat menyebabkan otak kesebuah keadaan tereksasi, yang dapat memicu sakit kepala. Penggunaan obat yang berlebihan dapat menyebabkan rebound sakit kepala (tambah parah setiap diobati). 1..Stres. Stress adalah pemicu yang paling umum untuk sakit kepala, termasuk sakit kepala kronis. Stress menyebabkan pembuluh darah di otak mengalami penegangan sehingga menyebabkan sakit kepala. 2.Masalah tidur Kesulitan tidur merupakan faktor risiko umum untuk sakit kepala. Karena hanya sewaktu istirahat atau tidur kerja seluruh tubuh termasuk otak dapat beristirahat pula.

3.Kegiatan berlebihan Kegiatan atau pekerjaan yang berlebihan dapat memicu datangnya sakit kepala, termasuk hubungas seks. Kegiatan yang berlebihan dapat membuat pembuluh darah di kepala dan leher mengalami pembengkakan. 4.Kafein. Sementara kafein telah ditunjukkan untuk meningkatkan efektivitas ketika ditambahkan ke beberapa obat sakit kepala. Sama seperti obat sakit kepala berlebihan dapat memperburuk gejala sakit kepala, kafein yang berlebihan juga dapat menciptakan efek rebound (tambah parah setiap kali diobati). 5.Rokok Rokok merupakan faktor resiko pemicu sakit kepala. Kandungan nikotin dalam rokok dapat membuat pembuluh darah menyempit. 6.Alkohol Alkohol menyebabkan peningkatan aliran darah ke otak. Sama seperti rokok, alkohol juga merupakan faktor risiko umum penyebab sakit kepala.

F.CARA MENGATASI SAKIT KEPALA

1. Rileks Karena terbukti bahwa banyak sakit kepala timbul lantaran ketegangan yang berkaitan dengan tekanan kehidupan sehari-hari, beberapa dokter menyarankan penderita untuk berbaring selama 20 menit untuk mengatasinya. Cara ini mungkin sama ampuhnya dengan menenggak pil penghilang rasa nyeri. Dokter juga merekomendasikan penggunaan teknik relaksasi formal dan informal.

Di antara sekian banyak teknik relaksasi formal, meditasi dan yoga mungkin bisa menjadi pilihan terbaik. Namun, hasil yang hampir sama baiknya mungkin bisa diperoleh melalui metode informal seperti latihan olahraga, membaca di waktu luang, melakukan kegiatan hobi yang menyenangkan, atau menikmati minuman tak beralkohol.

2. Ubahlah kebiasaan makan Faktor nutrisi dipercaya ikut andil cukup besar terhadap terjadinya migren. The Harvard Medical School Health baru-baru ini mempublikasikan daftar makanan penyebab migren yang mesti dihindarkan jika muncul gangguan migren. Deretan makanan jahat itu adalah anggur merah, alkohol (penyebab migren paling umum), coklat, keju yang mengandung tyramine, sosis hasil prosesan seperti hot dog (bahan makanan ini mengandung nitrit), dan makanan-makanan yang ditaburi MSG (monosodium glutamat alias vetsin).

3.

Pelihara konsistensi gaya hidup. Jika menderita sakit kepala akhir pekan, Anda mungkin perlu mengevaluasi ulang gaya hidup Anda. Kebanyakan ahli percaya, penyebab nyeri ini akibat perubahan terlalu radikal dari gaya hidup. Keluar terlalu lama di malam Minggu dan kemudian bangun siang sekali di hari Minggu merupakan biang keladinya. Untuk menghindarkan diri dari masalah ini, cobalah menyamakan irama kehidupan Anda antara hari-hari kerja dengan hari libur.

4.Olahraga. Cara ini termasuk moderat, tapi olahraga rutin (15 menit per hari, 4 hari per minggu) mampu membebaskan sakit kepala untuk banyak orang. Jalan, joging, dan olahraga aerobik lain menambah aliran oksigen ke otak dan kemudian menyembuhkan sakit kepala paling bandel sekalipun.

5.

Mungkin Anda terlalu tegang. Sakit kepala bisa disebabkan letak leher tidak benar yang menyebabkan pegal. Cobalah kompres dahi dan leher bagian belakang Anda dengan kain hangat. Bisa juga Anda kompreskan kain tersebut ke bagian kepala yang terasa sakit. Rasa hangat yang dihantarkan oleh kompres bisa membantu mengendurkan ketegangan.

6.Posisi duduk saat Anda melakukan pekerjaan sedang asyik di depan komputer bisa saja menjadi penyebab sakit kepala. Perbaiki posisi duduk Anda. Usahakan jangan menempatkan punggung terlalu rendah Hal ini dapat menyebabkan sakit pada bagian lain seperti otot leher dan bahu yang menegang dan membantu prosesnya terjadi sakit kepala. 7.Gunakan aroma terapi untuk relaksasi Anda Setelah menyelesaikan semua pekerjaan, ada baiknya Anda berendam di air hangat dengan menggunakan aroma chamomile atau lavender.

Meletakkan aroma terapi di kamar tidur Anda juga bisa mengurangi ketegangan setelah menghadapi semua kesibukan.