Anda di halaman 1dari 44

Belajar Excel 2007, Data Validasi

A. Data Validation Data Validation merupakan fitur Excel yang digunakan untuk membatasi masukan data atau formula. Dalam sel atau range yang divalidasi, pengguna hanya bisa memasukkan data yang diperbolehkan. Pengaturan validasi data dilakukan melalui kotak dialog Data Validation. Untuk menampilkan kotak dialog Data Validation klik tombol Data Validation yang terdapat dalam tab Data group Data Tools. 1. Tab Settings Kotak dialog Data Validation mempunyai 3 tab yaitu Settings, Input Message dan Error Alert. Tab Settings dalam kotak dialog Data Validation mempunyai fungsi untuk melakukan pengaturan validasi data yang diinginkan. Pada kotak pilihan Allow: Anda dapat memilih opsi jenis data yang tersedia, yaitu Any Value (tanpa ada pembatasan), Whole number (data angka), Decimal (data desimal), List (daftar yang berasal dari referensi sel atau kotak dialog), Date (data tanggal), Time (data waktu/jam), Text length (data teks dengan jumlah huruf tertentu) dan Custom (data yang diatur dengan menggunakan formula).

Gambar Kotak dialog Data Validation tab Input Settings. Pada pilihan Ignore blank, Anda dapat mengatur apakah nilai kosong dalam sel yang divalidasi diperbolehkan atau tidak. Jika Anda memberi tanda contreng (v) pada pilihan tersebut, maka sel yang divalidasi boleh tidak diisi (dibiarkan kosong). Jika Anda memilih opsi List pada kotak pilihan Allow:, maka muncul pilihan In-cell dropdown. Beri tanda contreng (v) pada pilihan tersebut agar sel yang divalidasi menampilkan drop down daftar pilihan pada saat diseleksi. Untuk pilihan selain List dan Custom, Anda dapat melakukan pengaturan lanjutan pada kotak pilihan Data:, yaitu between (data dengan kisaran nilai minimum sampai nilai maksimum yang ditentukan), not between (data di luar kisaran nilai minimum sampai nilai maksimum yang ditentukan), equal to (data harus sama dengan nilai yang ditentukan), not equal to (data harus tidak sama dengan nilai yang ditentukan), greater than (data dengan nilai lebih besar dari nilai yang ditentukan), less than (data dengan nilai lebih kecil dari nilai yang ditentukan), greater than or equal to (data dengan nilai lebih besar atau sama dengan nilai yang ditentukan) dan less than or equal to (data dengan nilai lebih kecil atau sama dengan nilai yang ditentukan).

2. Tab Input Message Tab Input Message mempunyai fungsi untuk menambahkan informasi bagi pengguna tentang data apa yang boleh atau tidak boleh dimasukkan ke dalam sel yang divalidasi. Informasi secara default akan ditampilkan ketika pengguna menyeleksi sel yang divalidasi.

Gambar Kotak dialog Data Validation tab Input Message. Pilihan Show input message when cell is selected digunakan untuk mengatur apakah Input Message akan ditampilkan saat sel yang divalidasi dipilih. Beri tanda contreng (v) untuk menampilkan Input Message. Untuk memberikan judul Input Message, ketikkan judul yang Anda inginkan pada kotak isian Title: Anda dapat memasukkan informasi validasi yang akan ditampilkan pada kotak isian Input message: Tampilan Input Message pada sel yang divalidasi terlihat seperti pada Gambar 2.20.

Gambar Tampilan Input Message pada sel yang divalidasi. 3. Tab Error Alert Jika pengguna memasukkan data yang tidak diperbolehkan (tidak valid) ke dalam sel yang divalidasi, maka muncul kotak pesan error seperti terlihat pada Gambar 2.21.

Gambar Data yang dimasukkan tidak valid. Anda dapat mengatur tampilan kotak pesan error agar lebih sesuai dengan validasi data. Pengaturan kotak pesan error validasi data dilakukan melalui tab Error Alert. Beri tanda contreng (v) pada pilihan Show error alert after invalid data is entered untuk menampilkan kotak pesan peringatan ketika pengguna memasukkan data yang tidak valid.

Gambar Kotak dialog Data Validation tab Error Alert. Pada kotak pilihan Style: Anda dapat memilih tampilan ikon kotak pesan error. Selain menampilkan ikon kotak pesan error, pilihan ini juga akan berpengaruh pada tindakan selanjutnya yang dapat dilakukan pengguna. Jika Anda memilih style Warning dan Information, maka data yang tidak valid masih dapat dimasukkan dengan memilih tombol Yes pada style Warning dan tombol OK pada style Information. Jika Anda memilih style Stop, maka data yang tidak valid tetap tidak dapat dimasukkan.

B. Membuat Nama Sel atau Range Nama sel atau range akan sangat membantu kita pada saat menggunakan Form Controls, misalnya untuk memasukkan daftar pilihan dalam List Box. Sebelum memberi nama range, Anda sebaiknya mengetahui beberapa aturan pemberian nama sel/range sebagai berikut:

1. Karakter yang boleh digunakan dalam nama sel atau nama range adalah tanda underscore (_) dan titik (.). 2. Nama sel atau nama range harus dimulai dari huruf atau tanda underscore (_), bukan angka atau karakter lainnya. 3. Nama sel atau nama range yang terdiri dari dua kata atau lebih tidak boleh dipisahkan dengan spasi. Anda dapat menggunakan tanda underscore (_) atau titik (.) untuk menggantikan spasi. Misalnya, nama sel Harga Barang depat Anda ganti dengan Harga_Barang atau Harga.Barang. 4. Dalam satu workbook, nama sel atau nama range harus bersifat unik (tidak ada nama sel atau nama range yang sama dalam satu workbook). Nama range dapat dibuat dengan tiga cara yaitu melalui Name Box pada Formula Bar, kotak dialog Create Names from Selection dan kotak dialog New Name.

1. Name Box Cara termudah untuk membuat nama sel atau nama range adalah melalui Name Box pada Formula Bar. Sebelum membuat nama sel atau nama range melalui Name Box pastikan Formula Bar sudah ditampilkan. 1. Untuk menampilkan Formula Bar klik Office Button kemudian tekan tombol Excel Options. Muncul kotak dialog Excel Options. 2. Pilih opsi Costumize. Beri tanda contreng (v) pada pilihan Show formula bar

kemudian klik tombol OK. Gambar Kotak dialog Excel Options. 3. Buka file Membuat Nama Sel atau Range.xlsx 4. Untuk membuat nama sel diskon sandal, tempatkan pointer pada sel B3. Arahkan kursor mouse pada Name Box kemudian ketikkan Diskon. Tekan tombol Enter pada

keyboard. sel melalui Name Box.

Gambar Membuat nama

5. Untuk membuat nama range B5:B11 yang berisi data harga sandal, blok range B5:B11. Arahkan kursor mouse pada Name Box kemudian ketikkan Harga. Tekan

tombol Enter pada keyboard. Gambar Membuat nama range melalui Name Box. 2. Kotak dialog Create Names form Selectio. Kotak dialog Create Names form Selection digunakan untuk membuat nama pada range yang diseleksi. Nama range yang digunakan adalah data dalam sel pada baris teratas (top row), baris terbawah (bottom row), kolom paling kiri (left column) atau kolom paling kanan (right column) dari range yang diseleksi. Jika data dalam sel yang akan digunakan sebagai nama range mempunyai spasi, maka spasi tersebut secara otomatis akan diganti dengan tanda underscore (_). Dalam contoh kali ini kita akan membuat nama range penjualan sandal. 1. Pastikan workbook Membuat Nama Sel atau Range.xlsx masih terbuka. Blok range C4:C11 yang berisi data penjualan. 2. Klik tombol Create from Selection yang terdapat dalam tab Formulas group Defined Names. Muncul kotak dialog Create Names from Selection. Kotak dialog Create Names from Selection juga dapat ditampilkan dengan menekan kombinasi tombol Ctrl+Shift+F3 secarabersamaan.

Gambar Kotak dialog Create Names from Selection. 3. Beri tanda contreng (v) pada pilihan Top row untuk menggunakan data dalam sel baris paling atas, yaitu Penjualan, sebagai nama range. Klik tombol OK. 3. Kotak dialog New Name Kotak dialog yang digunakan untuk membuat nama range dalam Excel 2007 adalah New Name. Salah satu kelebihan kotak dialog New Name adalah kita dapat mengatur cakupan (scope) nama range yang akan dibuat. Jika Anda memilih Workbook, maka nama range dapat digunakan untuk seluruh worksheet. Jika Anda memilih salah satu worksheet untuk membuat nama range, maka untuk menggunakan nama range pada worksheet yang berbeda Anda harus menuliskan nama worksheet diikuti tanda seru!. Misalnya, Anda membuat nama range

Pendapatan pada worksheet Sheet1. Untuk menghitung jumlah pada worksheet selain Sheet1, maka formula yang harus Anda ketikkan adalah =Sum(Sheet1!Pendapatan). 1. Pastikan workbook Membuat Nama Sel atau Range.xlsx masih terbuka. Klik tombol Define Name yang terdapat dalam tab Fomulas group Defined Nam es kemudian muncul kotak dialog New Name.

Gambar Kotak dialog New Name. 2. Untuk membuat nama range pendapatan, ketikkan Pendapatan pada kotak isian Name: 3. Pada kotak isian Scope: pilih Workbook, yang berarti nama range Pendapatan dapat digunakan untuk seluruh worksheet. 4. Ketikkan =Sheet1!$D$5:$D$11 pada kotak isian Refers to: Dalam contoh tersebut, range yang dibuat adalah range D5:D11 pada worksheet Sheet1. Langkah tersebut juga dapat dilakukan dengan cara klik tombol pada kotak sebelah kanan Refers to:. Muncul collapse dialog New Name Refers to:

Gambar Collapse dialogs New Name Refers to: 5. Blok range D5:D11 (hasil blok ditandai dengan garis putus-putus). Jika sudah, klik tombol hingga Muncul kembali kotak dialog New Name kemudian klik tombol OK. 6. Untuk membuat nama sel Jumlah_Pendapatan klik tombol Define Name yang terdapat dalam tab Fomulas group Defined Names. Muncul kotak dialog New Name. 7. Ketikkan Jumlah_Pendapatan pada kotak isian Name: Pada kotak isian Scope: pilih Workbook. Ketikkan =Sheet1!$D$12 pada kotak isian Refers to: Dalam contoh tersebut, sel yang dibuat adalah sel D12

pada worksheet Sheet1. Jika sudah, klik tombol OK.

Gambar Membuat nama sel Jumlah_Pendapatan. 4. Edit Nama Range Nama sel atau nama range yang telah Anda buat tidaklah bersifat baku.Anda dapat mengubah nama sel atau nama range sesuai dengan kebutuhan. Edit nama sel atau nama range dapat dilakukan melalui kotak dialog Nama Manager. 1. Klik tombol Name Manager yang terdapat dalam tab Fomulas group Defined Names kemudian muncul kotak dialog Name Manager.

Gambar Kotak dialog Name Manager.

2. Pilih nama sel atau nama range yang akan diedit. Klik tombol Edit... kemudian

muncul kotak dialog Edit Name. Gambar Kotak dialog Edit Name. 3. Cara mengedit nama sel atau nama range pada prinsipnya sama dengan cara membuat nama sel atau nama range. Namun demikian, kita tidak dapat mengedit Scope (cakupan) nama sel atau nama range. Lakukan pengeditan yang diperlukan kemudian klik tombol OK. 5. Menghapus Nama Range Apabila Anda sudah tidak membutuhkan nama sel atau nama range, Anda dapat menghapusnya melalui kotak dialog Name Manager. Apabila dalam workbok masih terdapat formula atau fungsi yang secara langsung ataupun tidak langsung menggunakan nama sel atau nama range, maka perhitungan tersebut akan menghasilkan error #REF! Oleh karena itu, pastikan nama sel atau nama range yang akan dihapus memang sudah benar-benar tidak dibutuhkan. 1. Untuk menghapus nama sel atau nama range klik tombol Name Manager yang terdapat dalam tab Fomulas group Defined Names kemudian tekan muncul kotak dialog Name Manager. 2. Pilih nama sel atau nama range yang akan dihapus. Jika sudah, klik tombol Delete. Muncul kotak pesan 3. Klik tombol OK untuk menghapus nama sel atau nama range. Jika Anda berniat membatalkan, klik tombol Cancel. 6. Membuat Nama Range Dinamis Anda dapat menggunakan kombinasi fungsi OFFSET dan fungsi COUNTA untuk membuat nama range dinamis. Kelebihan nama range dinamis adalah range secara otomatis akan selalu menyesuaikan dengan data yang baru dimasukkan. Dengan demikian, Anda tidak perlu melakukan penyesuaian nama range secara manual. Dalam contoh kali ini, kita akan menggunakan nama range dinamis pada fungsi VLOOKUP. Untuk melengkapi range H2:H6 yang masih kosong, lakukan langkah-langkah sebagai berikut:

Ketikkan nama salah satu salesman ke dalam sel H2, misalnya ketikkan Ningsih Utami. Ketikkan formula =VLOOKUP(H2;A3:E12;2;FALSE) pada sel H3 untuk memasukkan NIK salesman kemudian tekan tombol Enter.

Ketikkan formula =VLOOKUP(H2;A3:E12;3;FALSE) pada sel H4 untuk memasukkan tanggal lahir salesman kemudian tekan tombol Enter. Ketikkan formula =VLOOKUP(H2;A3:E12;4;FALSE) pada sel H5 untuk memasukkan tinggi badan salesman kemudian tekan tombol Enter. Ketikkan formula =VLOOKUP(H2;A3:E12;5;FALSE) pada sel H6 untuk memasukkan berat badan salesman kemudian tekan tombol Enter.

Untuk memasukkan data baru ke dalam tabel, lakukan langkahlangkah sebagai berikut:

Ketikkan Ahmad Irawan ke dalam sel A13. Ketikkan CD012602 ke dalam sel B13. Ketikkan 22/01/1985 ke dalam sel C13. Ketikkan 166 ke dalam sel D13. Ketikkan 55 ke dalam sel E13.

Ketikkan Ahmad Irawan (nama salesman yang baru diinput) ke dalam sel H2. Range H3:H6 kemudian akan menampilkan nilai error #N/A karena fungsi VLOOKUP belum disesuaikan dengan masukkan record data baru.

Gambar Fungsi VLOOKUP belum disesuaikan.

Klik tombol Define Name yang terdapat dalam tab Formulas group Defined Names. Muncul kotak dialog New Name.

Gambar Membuat nama range dinamis.

Ketikkan Tabel_Salesman pada kotak isian Name: Pilih Workbook pada kotak pilihan Scope:

Pada kotak isian Refers to: ketikkan formula =OFFSET(Sheet1!$A$2;1;0;COUNTA(Sheet1!$A:$A)-2;5) kemudian klik tombol OK. Berikut penjelasan formula yang digunakan:

OFFSET merupakan fungsi yang akan menyalin hasil yang ada dalam suatu range dengan jumlah baris dan kolom yang disebutkan jaraknya dari sel sumber. Sheet1!$A$2 merupakan sel sumber yang dijadikan dasar dalam penggunaan fungsi OFFSET. 1 menunjukkan arah baris ke bawah (positif). Karena nilainya 1, maka sel yang ditunjuk adalah sel 1 baris di bawah sel yang dijadikan dasar dalam penggunaan fungsi OFFSET. 0 merupakan arah kolom. Karena nilainya 0, maka sel yang ditunjuk terletak dalam kolom yang sama dengan sel yang dijadikan dasar dalam penggunaan fungsi OFFSET. COUNTA(Sheet1!$A:$A)-2 merupakan tinggi range yang diwakili jumlah baris pada range dalam kolom A yang tidak kosong. Karena ada sel yang tidak digunakan dalam range (sel A1 dan A2) maka tinggi range dikurangi 2. 5 merupakan lebar range yang diwakili jumlah kolom pada range.

Ubah formula pada range H3:H6 dengan memasukkan nama range Tabel_Salesman dalam formula:

Ketikkan =VLOOKUP(H2;Tabel_Salesman;2;FALSE) pada sel H3 kemudian tekan tombol Enter. Ketikkan =VLOOKUP(H2;Tabel_Salesman;3;FALSE) pada sel H4 kemudian tekan tombol Enter. Ketikkan =VLOOKUP(H2;Tabel_Salesman;4;FALSE) pada sel H5 kemudian tekan tombol Enter. Ketikkan =VLOOKUP(H2;Tabel_Salesman;5;FALSE) pada sel H6 kemudian tekan tombol Enter.

Untuk menguji hasilnya masukkan data baru ke dalam tabel, dengan langkah-langkah sebagai berikut:

Ketikkan Budi Dewanto ke dalam sel A14. Ketikkan CD012618 ke dalam sel B14. Ketikkan 13/07/1985 ke dalam sel C14. Ketikkan 163 ke dalam sel D14. Ketikkan 53 ke dalam sel E14.

Ketikkan Budi Dewanto ke dalam sel H2. Jika semua berjalan dengan benar, maka range H3:H6 secara otomatis akan menampilkan detail biodata Budi Dewanto karena fungsi VLOOKUP secara otomatis akan menyesuaikan dengan data yang baru dimasukkan.

Gambar Fungsi VLOOKUP menyesuaikan data baru.

C. Conditional Formatting

Conditional Formatting merupakan fitur Excel yang digunakan untuk memberi format sel pada data dengan kriteria tertentu. Sebagian besar pembahasan dalam buku ini menggunakan formula sebagai kriteria dalam Conditional Formatting. Penggunaan formula sebagai kriteria dilakukan karena kita dapat mengeksplorasi fitur Conditional Formatting dengan lebih optimal. Dalam contoh berikut kita akan menggunakan formula dalam Conditional Formatting untuk mendeteksi adanya sel dengan nilai error. 1. Buat workbook baru (Tekan Ctrl+N) kemudian simpan dengan nama Conditional Formatting.xlsx. 2. Ketikkan Yudhy Wicaksono pada sel A1 dan 10 pada sel A2. Pada sel A3 ketikkan formula =A1*A2 sehingga perhitungan akan menghasilkan nilai error #Value!. 3. Blok range A1:A3. Klik tombol Conditional Formatting yang terdapat dalam tab Home group Styles kemudian pilih menu New Rule Muncul kotak dialog New Formatting Rule. 4. Pilih Use a formula to determine which cells to format pada daftar pilihan Select a Rule Type: 5. Ketikkan formula =ISERROR(A1) pada kotak isian Format values where this formula is true: 6. Klik tombol Format... kemudian muncul kotak dialog Format Cells. Atur format sel yang akan digunakan dalam Conditional Formatting. Jika sudah, klik tombol OK.

Gambar Conditional Formatting untuk mendeteksi nilai error. 7. Muncul kembali kotak dialog New Formatting Rule kemudian klik tombol OK. Sel A3 dengan nilai error kemudian ditampilkan sesuai format yang Anda tentukan dalam Conditional Formatting.

8. Gambar Conditional Formatting formula error.

Anda dapat melakukan manajemen Conditional Formatting melalui kotak dialog Conditional Formatting Rules Manager. Untuk menampilkan kotak dialog Conditional Formatting Rules Manager, klik tombol Conditional Formatting yang terdapat dalam tab Home group Styles kemudian pilih menu Manage Rules

Gambar Kotak dialog Conditional Formatting Rules Manager. 1. Pilih lokasi Conditional Formatting pada kotak pilihan Show formatting rules for: 2. Untuk membuat Conditional Formatting baru, klik tombol New Rule... Muncul kotak dialog New Formatting Rule. Buat kriteria dan format Conditional Formatting yang diinginkan kemudian klik tombol OK. 3. Untuk mengedit Conditional Formatting yang sudah ada, pilih Conditional Formatting yang akan diedit kemudian klik tombol Edit Rule... Muncul kotak dialog Edit

Formatting Rule. Edit kriteria dan format Conditional Formatting yang diinginkan kemudian klik tombol OK. 4. Untuk menghapus Conditional Formatting, pilih Conditional Formatting yang akan dihapus kemudian klik tombol Delete Rule. 5. Klik tombol atau untuk memindahkan posisi Conditional Formatting. Pengaturan posisi ini sangat penting terutama jika dalam suatu range digunakan Conditional Formatting lebih dari satu.

Iklan affiliate marketing Reaksi: Email ThisBlogThis!Share to TwitterShare to Facebook 6 komentar:

Anonymous said... Hai Mas Dodon, Info Validasi data nya bagus banget, Thx 4 sharing ilmu nya :). Semoga Ilmu Mas Dodon Terus Berkembang dan Sukses buat Mas Dodon :). August 31, 2011 masdodon said... thanks, met belajar.... September 02, 2011 Anonymous said... mas, kalo kita buat list dari cell misal A1 sampai A10 dan dicel tengahnya kosong atau tidak ada nilai (misal a5 sampai A8 kosong) , bisa gak dalam data validation untuk dropdown list cell yang kosong itu tidak ikut serta jadi hanya data yang ada nilainya aja yang masuk. trims. October 29, 2011 masdodon said... coba gunakan "Ctrl" dan klik cell yg di pilh lalu lakukan dropdown. saya juga belum pernah melakuakn hal ini, semoga berhasil...

October 29, 2011 blogue said... mas, cell ini nantinya isinya berubah-ubah sesuai kebutuhan, dan yang pasti tidak selamanya seluruh cell pada kolom tersebut ada nilainya. mohon pencerahannya. November 04, 2011 Masdodon Blog said... ini akan menjadi PR buat saya dan trima kasih atas infonya. untuk lebih jelas dapat membaca buku "Mengungkap Kedahsyatan Form Controls Excel 2007 untuk Bisnis Terapan" Terima Kasih

Cara Membuat Custom List Autofill Sendiri di Excel 2007


Apakah anda pernah bekerja menggunakan Excel 2007 ? Saat anda mengetik sebuah nama bulan misalnya Januari pada sebuah sel di Excel 2007 dan dengan menggunakan fasilitas autofill maka dengan mudah anda bisa mengisi sel- sel berikutnya dibawahnya atau mungkin disampingnya dengan nama bulan-bulan berikutnya yaitu Februari, Maret sampai dengan Desember tanpa perlu lagi mengetiknya secara manual yaitu dengan cara mengklik sel yang berisi tulisan Januari dan mengarahkan kursor mouse pada pojok kanan bawah dari sel tersebut hingga muncul tanda plus (+), lalu tarik kesamping atau kebawah.

Membuat Rekapitulasi Data Dengan DSUM


Posted on November 28, 2011 by tutor

Reply

Pernahkan anda memiliki kasus untuk merekap data atau dalam pekerjaan anda diminta membuat rekapitulasi atas serangkaian data yang anda miliki. Misal merekap jumlah gaji per divisi pada sebuah institusi, nah untuk jelasnya perhatikan tampilan gambar dibawah ini. Pada gambar ditampilkan misal anda memiliki serangkaian daftar gaji karyawan

Dari data diatas anda dimina laporan untuk membuat laporan jumlah komponen penghaslan dan potongan serta jumlah per divisi sehingga dimisalkan anda diminta ringkasan laporan daftar gaji seperti tampak pada gambar dibawah ini :

Formula apa yang akan anda gunakan ?? SUM ? ya bisa anda gunaka fungsi sum, namun akan sangat merepotkan apabila data pegawaian sangat banyak. Untuk masalah ini Excel menyediakan fungsi penjumlahan untuk database yaitu fungsi DSUM, fungsi DSUM itu sendiri adalah untuk menjumlahkan angka-angka dalam kolomdi database sesuai dengan kondisi yang anda tetapkan. Untuk membuatnya rekap atas data yang dimiliki langkah-langkahnya adalah sebagai berikut: Siapkan data dan simpan di worksheet pertama dan ganti namanya menjadi data. Siapkan Format Rekapitulasi simpan di worksheet kedua dan ganti namanya menjadi rekap per divisi.

Pada saat anda membuat kolom di bagian rekapitulasi pastikan menggunakan nama kolom sesuai dengan nama kolom yang digunakan pada worksheet data, perhatikan gambar berikut :

Jadi ketika pada sheet data anda menggunakan kata divisi maka pada sheet rekap gunakan juga kata divisi, dan ketika pada kolom divisi di sheet data anda mengetik Gudang dan Logistik maka pada sheet rekap pun gunakan Gudang dan Logostik jangan menggunakan Gudang & Logistik Prinsipnya fungsi ini mencari kecocokan antara data dan kriteria yang anda tentukan !.

Buat nama range area dengan menggunakan fasilitas insert name define, adapun nama nama yang dibuat adalah :

Rumus dasar untuk menggunakan fungsi DSUM adalah : DSUM(Database,Kolom,Kriteria) Dari formula dasar diatas untuk mengisi Gaji Pokok Per Divisi, maka formulanya : =DSUM(data,Gaji Pokok,div_keuangan) =DSUM(data,Gaji Pokok,div_kepegawaian) =DSUM(data,Gaji Pokok,div_gudang) =DSUM(data,Gaji Pokok,div_umum) =DSUM(data,Gaji Pokok,div_pemasaran) Sedangkan untuk mengisi Tunjangan Per Divisi =DSUM(data,Tunjangan,div_keuangan) =DSUM(data,Tunjangan,div_kepegawaian) =DSUM(data,Tunjangan,div_gudang) =DSUM(data,Tunjangan,div_umum) =DSUM(data,Tunjangan,div_pemasaran) Dan mengisi Potongan Per Divisi =DSUM(data,potongan,div_keuangan) =DSUM(data,potongan,div_kepegawaian) =DSUM(data,potongan,div_gudang) =DSUM(data,potongan,div_umum) =DSUM(data,potongan,div_pemasaran) Sedangkan untuk mencari mencari Total Penghasilan Per Divisi, gunakan formula berikut : GajiPokok + Tunjangan Potongan Sebagai tahap akhir mencari Total per jenis penghasilan, gunakan formula : Gaji Pokok : sum(rekap_gapok) Tunjangan : sum(rekap_gapok) Potongan : sum(rekap_gapok)

Seperti halnya fungsi agregasi, Selain DSUM juga berlaku DMIN, DMAX, DCOUNT, dan DAVERAGE, untuk penggunaanya anda tinggal mengganti DSUM dengan DMIN, DMAX, DCOUNT dan DAVERAGE. Sebagai bahan latihan silahkan anda

DOWNLOAD
file latihan session ini !
Posted in Studi Kasus | Tagged DAVERAGE, DCOUNT, DMAX, DMIN, DSUM, Insert Name Define, Name Define | Leave a reply

Menghitung Kata Dalam Sebuah Cell


Posted on November 25, 2011 by tutor Reply

Berbeda dengan Microsoft Word sebagai pengolah kata, excel tidak memiliki fasilitas bahkan fungsi untuk menghitung kata, Meskipun tidak terlalu penting untuk apa kita menghitung kata dalam sebuiah cell di excel namun suatu saat pasti kita membutuhkan cara bagaimana kita menghitung kata dalam Cell di excel. Seperti telah disebutkan dimuka bahwa excel tidak memiliki fungsi atau menu untuk menhitung kata maka kita harus membuat formula nya sendiri sebagai contoh anda perhatikan lembar kerja dibawah ini :

Untuk menghitung kata seperti pada contoh diatas gunakan formula sebagai berikut : =LEN(A1)-LEN(SUBSTITUTE(A1; ;"))+1 Penjelasan : Logika untuk menyelesaikan kasus menghitung kata adalah menghitung panjang karakter dari cell A1 dengan fungsi LEN, serta mengurangi hasilnya dengan menghitung kembali panjang karakter Cell A1 sambil menghilangkan karakter spasi dengan fungsi SUBTITLE dan hasilnya ditambah satu. Sehinga apabila dirinci Formula diatas terdiri dari formula dengan perincian sebagai berikut :

1. Len(A1) menghasilkan angka 114 2. LEN(SUBSTITUTE(A1; ;")) menghasilkan angka 97 3. sehingga formula diatas akan menjadi (114-97)+1 = 18 kata ! Bagaimana mudah kan ?? dengan catatan penulisan tanda koma, titik dua dan tanda baca lainnya juga akan dihitung apabila menggunakan spasi sebagai tanda pemisahnya.
Posted in Trick | Leave a reply

Membuat Fungsi Sendiri Di Excel


Posted on November 24, 2011 by tutor 1

Hampir sebagian besar fungsi terdapat dalam excel seperti fungsi logika (if), fungsi lookup, fungsi trigonometri, fungsi tanggal dan fungsi lainnya. Namun ternyata kadang kita memiliki rumus sendiri yang tidak terdapat dalam excel. Sebagai contoh untuk menghitung luas segitiga atau luas persegi panjang atau juga mengkonversi suhu dari celcius ke kelvin. Rumusan-rumusan diatas bisa kita buat dengan formula matematika biasa, namun bisa pula kita buat fungsi sendiri sebagai contoh, ketika kita akan membuat menghitung luas segitiga cara biasa adalah membuat formula sebagai berikut : Luas Segitiga = 1/2 x alas x tinggi maka formula di excel =0.5*10*5 Ada cara lain yaitu dengan membuat fungsi matematika untuk menghitung luas, sehingga untuk menghitungluas kita menggunakan fungsi sebagai berikut (misal) =luas_segitiga(alas;tinggi) maka fungsi nya : =luas_segitiga(10;5) Nah pada contoh kasus kali ini kita akan membuat fungsi sendiri, dalam contoh kali ini kita akan membuat fungsi untuk menghitung : luas segitiga, dengan fungsi luas_segitiga(alas;tinggi) luas persegi panjang, dengan fungsi luas_persegipanjang(panjang;tinggi) konversi suhu celcius ke kelvin dengan fungsi celcius_ke_kelvin(celcius) Pembuatan fungsi sendiri (User Defined Function) dilakukan dengan menggunkan bahasa pemrogaman Visual Basic Appliaction dalam hal ini Macro untuk excel. Adapun langkahlangkahnya adalah :
1. Buka jendela macro editor dengan menekan tombol ALT+F11

2. Pada Project browser klik kanan ThisWorksheet klik insert kemudian pilih Module

3. pada jendela module ketik fungsi fungsi seperti tampak pada gambar berikut

dari tiga contoh diatas maka format penulisan nya adalah :


Function nama_fungsi(parameter_1,parameter_2,parameter_n) nama_fungsi=formula End Function

4. Tutup jendela macro editor dan kembali ke lembar kerja excel, jika terdapat kotak dialog seperti tampak pada gambar dibawah klik tombol No

5. Simpan file excel dengan memilih filetype nya Excel 97-2003 workbook (*.xls) atau Excel Macro-enabled workbook (*.xlsm)

6. Tutup file 7. Buka kembali, dan aktifkan macro dengan cara menglik tombol option pada section security option diatas formula bar

8. Pilih enabled this content klik ok

9. Saatnya menguji apakah fungsi berjalan atau tidak 10. Buatlah table data seperti gambar dibawah ini, pada Cell D3 untuk luas segitiga panggil fungsi sbb : =luas_segitiga(B3;C3) tekan enter maka hasil perhitungan akan ditampilkan.

11. Pada cell D6 hitung luas persegi panjang, panggil fungi luas_persegi() =luas_segitiga(B3;C3) tekan enter maka hasil perhitungan akan ditampilkan

12. Dan untuk menghitung konversi dari celcius ke kelvin gunakan fungsi celcius_ke_kelvin() misal untuk meng-konversi cell B9 ke kelvin =celcius_ke_kelvin(B9)

Sebagai contoh silahkan download file contoh diatas !

DOWNLOAD
Posted in Excel VBA / Macro | Tagged Macro, VBA | 1 Reply

Menjumlahkan Untuk Kondisi Tertentu


Posted on October 23, 2011 by tutor

Reply

Didalam Excel terdapat fungsi agregasi yang digunakan untuk menjumlahkan serangkaian angka yaitu fungsi sum. Fungsi sum akan sangat bermanfaat jika jumlah data yang akan kita jumlahkan sangat banyak, namun akan sangat merepotkan ketika akan menjumlahkan dengan kondisi tertentu. Nah untuk jelasnya silahkan perhatikan screenshot dibawah ini :

Dari laporan penjualan diatas untuk mencari berapa jumlah penjualan total maka kita gunakan fungsi SUM, namun bagaimana jika kita ingin mencari jumlah penjualan untuk jenis barang Monitor LCD 15 atau barang yang lainnya ?? Nah jika kasus yang dihadapi adalah kasus seperti ini maka fungsi SUM sudah tidak efisien lagi untuk digunakan sebagai penggantinya kita gunakan fungsi SUMIF. Adapun langkah-langkah untuk menghitung jumlah dengan fungsi sumif adalah sebagai berikut :

Dari gambar diatas buat tabel referensi jenis barang (atau sesuai kebutuhan untuk kasus anda) dengan cara mendata semua jenis barang (lihat tabel kecil sebelah kanan !). Beri nama tabel referensi (Cell H6 s.d. H10) tersebut dengan nama jenis_barang, gunakan fasilitas insert name define. Siapkan tabel sesuai kasus anda, dalam hal ini gunakan gambar tabel diatas. Beri nama kolom jenis barang (Cell D6 sampai D16) yang terjual dengan nama barang_terjual, gunakan fasilitas insert name define. Beri nama kolom harga Satuan (Cell F6 sampai F16) yang terjual dengan nama harga_barang, gunakan fasilitas insert name define. Beri nama Cell F17 dengan nama kriteria, gunakan fasilitas insert name define. Buat List Barang pada cell F17 dengan Data Validation type List, sehingga ketika di klik cell tersebut menampilkan kotak drop down jenis barang. Pada Sel F17 ketik Formula berikut : =SUMIF(barang_terjual;kriteria;harga_barang)

Demikian contoh kasus sumif, silahkan anda berexperimen dengan menggunakan kriteria yang lain untuk menjumlahkan berdasarkan kriteria. Untuk mempermudah latihan silahkan anda download file latihannya.

DISINI
Posted in Studi Kasus | Tagged Insert Name Define, Name Define, Sum, SUMIF | Leave a reply

Data Validation # Drop Down Button


Posted on September 25, 2011 by tutor

Pada contoh kasus kali ini penulis akan memberikan contoh kasus penggunaan data validating dengan drop down button, perhatikan gambar dibawah ini :

Penggunaan drop down pada kasus dimana anda akan memberikan pilihan yang harus diisi oleh user, dimana user tidak diperkenankan memilih/menginput yang lain, sehingga kesalahan user melakukan input data bisa dihindari agar konsistensi data bisa terjaga, sebagai contoh jika anda mendata pekerjaan pada kepala keluarga di sebuah kota, maka user yang menginput bisa saja mengetik banyak variasi hanya untuk menyebutkan pekerjaan Pegawai Negeri Sipil, kemungkinan ada yang diisi PNS atau Pegawai Negeri Sipil atau bahkan PN Sipil padahal ketiganya memiliki arti dan maksud yang sama. Untuk memaksa user memilih salah satu yang telah kita tentukan maka kita bisa menggunakan fasilitas Validation Rule dengan memilih tipe Drop Down Button (List), seperti tampak pada gambar diatas ! Sekarang mari kita buat form seperti tampilan diatas !
1. Sebagai langkah awal siapkan tabel seperti pada gambar diatas pada sheet 1 dan ganti nama sheet menjadi form 2. berikutnya buat tabel referensi pada sheet kedua dan beri nama referensi pada sheet 2

3. Setelah membuat referensi seperti tampak pada gambar diatas, blok cell yang berisi laki-laki sampai perempuan, kemudian beri nama cell dengan nama jenis_kelamin menggunakan fasilitas name define, dan blok seluruh tipe pekerjaan dan beri nama cell dengan pekerjaan menggunakan fasilitas name define 4. Kembali ke sheef form yang berisi tabel seperti pada gambar pertama, blok kolom jenis kelamin (judul kolom jangan diblok), kemudian pilih menu Data > Validation Rule (lihat gambar)

5. Kemudian akan tampak kotak dialog validation rule seperti pada gambar dibawah ini

Dari gambar diatas pada tab setting, pada bagian Allow pilih List, kemudian cek list pilihan In_cell dropdown, dan pada bagian source ketik formula =jenis_kelamin (nama disesuaikan ketika anda membuatnya di langkah ke-3).

6. Kemudian klik tab Pada contoh kasus kali ini penulis akan memberikan contoh kasus penggunaan data validating dengan drop down button, perhatikan gambar dibawah ini :

Penggunaan drop down pada kasus dimana anda akan memberikan pilihan yang harus diisi oleh user, dimana user tidak diperkenankan memilih/menginput yang lain, sehingga kesalahan user melakukan input data bisa dihindari agar konsistensi data bisa terjaga, sebagai contoh jika anda mendata pekerjaan pada kepala keluarga di sebuah kota, maka user yang menginput bisa saja mengetik banyak variasi hanya untuk menyebutkan pekerjaan Pegawai Negeri Sipil, kemungkinan ada yang diisi PNS atau Pegawai Negeri Sipil atau bahkan PN Sipil padahal ketiganya memiliki arti dan maksud yang sama. Untuk memaksa user memilih salah satu yang telah kita tentukan maka kita bisa menggunakan fasilitas Validation Rule dengan memilih tipe Drop Down Button (List), seperti tampak pada gambar diatas !

Sekarang mari kita buat form seperti tampilan diatas !


1. Sebagai langkah awal siapkan tabel seperti pada gambar diatas pada sheet 1 dan ganti nama sheet menjadi form 2. berikutnya buat tabel referensi pada sheet kedua dan beri nama referensi pada sheet 2

3. Setelah membuat referensi seperti tampak pada gambar diatas, blok cell yang berisi laki-laki sampai perempuan, kemudian beri nama cell dengan nama jenis_kelamin

menggunakan fasilitas name define, dan blok seluruh tipe pekerjaan dan beri nama cell dengan pekerjaan menggunakan fasilitas name define 4. Kembali ke sheef form yang berisi tabel seperti pada gambar pertama, blok kolom jenis kelamin (judul kolom jangan diblok), kemudian pilih menu Data > Validation Rule (lihat gambar)

5. Kemudian akan tampak kotak dialog validation rule seperti pada gambar dibawah ini

Dari gambar diatas pada tab setting, pada bagian Allow pilih List, kemudian cek list pilihan In_cell dropdown, dan pada bagian source ketik formula =jenis_kelamin (nama disesuaikan ketika anda membuatnya di langkah ke-3). 6. Kemudian klik tab input message, pada bagian Tittle pilih judul untuk validation rule dan pada bagian input message, masukan pesan yang akan ditampilkan, sehingga akan tampak seperti pada gamabr dibawah ini

7. Dan pada tab Error Alert, ceklist pilihan Show error alert, sedangkan pada bagian style anda pilih Error, serta masukan pesan error ketika user salah memilih / mengisi jenis kelamin (lihat gambar!)

8. Klik Ok dan tutup semua jendela, saatnya mengecek apakah berhasil atau tidak, coba anda pindahkan pointer ke kolom jenis kelamin di baris pertama, maka akan timbul kotak dropd down yang berisi pilihan jenis kelain laki-laki dan perempuan, coba anda mengetik selain dua pilihan diatas misal anda ketik huruf L kemudian tekan enter atau tab, maka akan terdapat pesan error bahwa anda memasukan data tidak sesuai dengan yang telah ditentukan seperti tampak pada gambar dibawah ini

9. Sebagai latihan coba anda buat data validation rule untuk kolom pekerjaan, anda cukup mengulangi langkah ke-4 sampai ke-7

Untuk bahan percoban silahkan download file yang sudah

disini
input message, pada bagian Tittle pilih judul untuk validation rule dan pada bagian input message, masukan pesan yang akan ditampilkan, sehingga akan tampak seperti pada gamabr dibawah ini

10. Dan pada tab Error Alert, ceklist pilihan Show error alert, sedangkan pada bagian style anda pilih Error, serta masukan pesan error ketika user salah memilih / mengisi jenis kelamin (lihat gambar!)

11. Klik Ok dan tutup semua jendela, saatnya mengecek apakah berhasil atau tidak, coba anda pindahkan pointer ke kolom jenis kelamin di baris pertama, maka akan timbul kotak dropd down yang berisi pilihan jenis kelain laki-laki dan perempuan, coba anda mengetik selain dua pilihan diatas misal anda ketik huruf L kemudian tekan enter atau tab, maka akan terdapat pesan error bahwa anda memasukan data tidak sesuai dengan yang telah ditentukan seperti tampak pada gambar dibawah ini

12. Sebagai latihan coba anda buat data validation rule untuk kolom pekerjaan, anda cukup mengulangi langkah ke-4 sampai ke-7

Untuk bahan percoban silahkan download file yang sudah

disini
Posted in Studi Kasus

Membuat Form Biling Rental


Posted on September 9, 2011 by tutor Reply

Biling merupakan aplikasi tagihan untuk mengkalkulasi berapa biaya yang harus dibaya oleh pelanggan, pada kasus ini akan dibahas bagaimana membuat biling rental sederhana dengan excel. Prinsip pokoknya adalah melakukan pengurangan jam mulai dengan jam selesai , dimana hasilnya adalah selisih dalam satuan menit, kemudian selisih tersebut dibagi 60 untuk dikonversi menjadi selisih jam baru dikalikan dengan tarif perjam. Untuk jelasnya perhatikan contoh form biling warnet dibawah ini :

Perhatikan gambar diatas, pengguna cukup memasukan PC yang dirental, Jam Mulai dan Jam Selesai serta menentukan tarif standar per jamnya, sedangkan kolom WAktu, Durasi dan Total akan diisi secara otomatis. Untuk membuat form biling seperti tampak diatas , tahap pertama adalah membuat cell yang akan menampung besarnya tarif perjam, kemudian beri nama cell tersebut dengan nama tarif melalui menu insert -> name define Pada kolom waktu diisi dengan mengurangi waktu selesai dengan waktu mulai, maka formulanya : =E3-D3 Pada kolom Durasi (Menit) adalah merubah kolom waktu menjadi menit dengan carai mengambil nilai jam dengan fungsi HOUR pada kolom waktu dan dikali 60 kemudian ditambah dengan nilai menit pada kolom waktu menggunakan fungsi MINUTE, sehingga formulanya adalah : =(HOUR(F3)*60)+MINUTE(F3)

Pada kolom Total, membagi kolom WAktu (Durasi) dengan 60 dan mengkalikannya dengan cell tarif =(G3/60)*tarif Untuk jelasnya silahkan download file latihannya : DOWNLOAD
Posted in Studi Kasus | Tagged Hour, Insert Name Define, Minute, Name Define | Leave a reply

Data Validation # Kasus Error Warning


Posted on August 17, 2011 by tutor Reply

Bagi anda yang terbiasa membuat format data isian di Excel artikel ini mungkin akan sangat berguna untuk menjaga agar user tidak salah memasukan nilai kedalam cell yang telah ditentukan, untuk mudahnya penulis memberikan contoh sederhana sebagai berikut :

Dari gambar diatas adalah contoh pengisian nilai hasi tes masuk pada suatu sekolah, dimana area berwarna hijau merupakan data dari bagian pendaftaran, sedangkan area kuning merukapakan area yang harus diisi oleh bagian tes masuk untuk mengisi nilai tes masuk.

Dari gambar diatas, area warna kuning sangat mungkin sekali diisi data apa saja baik huruf (a-z), tanda baca, angka, gabungan angka dan huruf bahkan gabungan karakter apapun, padahal panitia bagian tes masuk hanya diperbolehkan mengisi nilai angka yang diberi kisaran antara 1 sampai 100, jadi jika panitia bagian tes masuk mengisi selain angka 1 sampai 100 maka akan dikeluarkan error message dan dipaksa untuk mengisi angka 1 sampai 100, dengan cara ini maka dapat kita peroleh secara konsisten, inilah yang dimaksud dengan Data Validation dengan contoh kasus Error Warning Untuk memulai membuat data validation rule, siapkan terlebih dahulu data yang akan dibuat, sebagai contoh silahkan anda download file latihan disini. 1. Blok area cell yang akan anda berikan rule validasi nya, dalam gambar contoh diatas adalah area warna kuning (perhatikan gambar dibawah )

2. Berikutnya pilih Menu Data > Data Valdation > Data Validation , maka akan tampak kotak dialog data validation

3. Karena kasus ini akan mem-validasi input nilai antara 1 sampai dengan 100 maka pada Drop Down Allow Pilih Whole Number dan ceklis pilihan Ignore Blank jika anda mengizinkan cell warna kuning untuk dikosongkan. Pada bagian minimum isi dengan =1 (nilai minimal) dan pada bagian maximum isi dengan =100 (nilai maksimum).

4. Berikutnya klik tab Input Message, maka akan akan tampak kotak dialog seperti tampak pada gambar dibawah

5. Dari gambar diatas, cek list Show input message when cell is selected, untuk mengaktifkan pesan aturan input saat cell isian data dipilih, kemudian bagian Title Isi dengan judul pesan, dan pada bagian Input Message isi dengan pesan input. 6. Langkah terakhir anda klik tab Error Alert maka akan tampak pengisian error message seperti pada tampak gambar dibawah

7. Dari gambar diatas pada kotak Style pilih Stop artinya jika cell yang telah diberi aturan dipaksa diisi diluar aturan yang ditetapkan maka akan dihentikan dan dipaksa untuk dibatalkan, Kemudian pada bagian Title Isi dengan judul pesan kesalahan, dan pada Error Message isi pesan kesalahan yang akan disampaikan apa bila user salah mengisi data. 8. Klik Ok dan siap digunakan, dan hasilnya tampak seperti berikut :

TESTING Sebagai percobaan, coba anda input pada area kuning dengan angka 1 sampai 100, bagaimana hasilnya ?? bisa masuk ?? ya pasti bisa , sekarang anda coba masukan karakter selain angka misal huruf atau tanda baca , bagai mana hasilnya ?? jika tampil seperti berikut :

berarti rule anda berhasil dibuat, bahkan saat anda mengetikan angka 0 atau -1 bahkan 101 pun anda akan dihadapkan pada error message dan dipaksa memasukan angka 1 sampai dengan 100 dengan rule validation ini dijamin data anda akan konsisten.
Posted in Studi Kasus | Tagged Data Validation | Leave a reply

Input Data dengan Data Form di Excel 2007


Posted on August 12, 2011 by tutor Reply

Sejak Excel merilis versi 2007, akan terasa begitu banyak fasilitas / form yang hilang sehingga saat kita membutuhkannya akan kebingungan. Bagi anda yang terbiasa dengan shortcut pun akan kebingungan karena tidak setiap shortcut berjalan dengan baik, hal ini dialami oleh penulis ketika akan membuat data form (lihat gambar)

Biasanya jika kita menggunakan excel 2003 maka untuk menampilkan data form bisa dipanggil di menu DATA > FORM atau dengan shortcut Alt+D+F, namun dimanakan menu tersebut ketika anda menggunakan Excel 2007 ?? sebenarnya tidak hilang tetapi oleh excel 2007 secara default di non aktifkan (mungkin mengingat jarang digunakan ), untuk menampilkannya berikut langkah-langkahnya : 1. Klik Office Button 2. Klik Excel Options

3. Maka akan muncul kotak dialog Excel Option seperti tampak pada gambar berikut :

4. Dari gambar diatas :


Klik Customize Klik Command not in the ribbon pada drop down Chose Command From Cari Icon command yang anda inginkan dalam hal ini FORM, excel sudah mengurutkannya berdasarkan alfabet Klik Tombol Add Klik Tombol OK Maka icon menu form sudah siap digunakan

Posted in Trick | Tagged Data, Data Form, Form | Leave a reply

Menghitung Jadwal Angsuran


Posted on June 20, 2011 by tutor Reply

Simulasi artikel kali ini adalah simulasi perhitungan angsuran pinjaman, kasusnya diambil dari kasus penulis sendiri saat mengajukan pinjaman dari bank, dengan asumsi sebagai berikut :

Besar Pinjaman : Rp. 50.000.000 Bunga / tahun : 8% Jangka waktu pinjaman : 36 bulan (3 tahun) Dari informasi diatas akan dicari informasi berapa angsuran yang harus dibayar baik pokok maupun bunga, beserta jadwal angsuran sampai dengan pinjaman tersebut selesai. berikut screenshoot hasil perhitungan jadwal angsuran pinjaman : Continue reading
Posted in Studi Kasus | Leave a reply

Menghitung Selisih Jam


Posted on June 14, 2011 by tutor 1

Contoh kasus sederhana kali ini adalah menghitung selisih jam, setelah sebelumnya menghitung selisih hari dan jam pada artikel Menghitung Selisih Hari dan Jam. Perhatikan Contoh berikut :

dari contoh diatas dapat kita hitung dengan formula berikut untuk menghitung selisih jam yaitu dengan cara menggunakan formula berikut : =C2-B2 Rumus diatas akan berhasil tanpa error apabila waktu selesai lebih besar dari pada waktu mulai, namun apa yang terjadi jika waktu selesai lebih kecil dari waktu mulai ??? rumus diatas akan menghasilkan error. Untuk menghilangkan error tersebut maka formulanya harus dirubah menjadi seperti berikut : =C2-B2+IF(B2>C2;1) Selanjutnya copy formula tersebut pada baris berikutnya, maka error yang sebelumnya timbul akan hilang. Sedikit penjelasan dari formula diatas, setelah melakukan pengurangan antara kolom C dengan B selanjutnya dilakukan pengecekan apakah kolom B nilainya lebih besar dari kolom C, jika benar maka nilainya akan ditambah satu.
Posted in Studi Kasus | 1 Reply

Membuat Ranking Otomatis Di Excel 2007


Posted on February 1, 2011 by tutor

Artikel ini ditulis sebagai studi kasus atas proses penilaian hasil testing di lembaga pendidikan tempat penulis bekerja, sehubungan belum ada aplikasi khusus maka untuk mengelola hasil tes digunakan excel, inti dari hasil yang diinginkan adalah me-ranking hasil tes calon mahasiswa baik per mata uji tes maupun rata-rata hasi tes. untuk jelasnya perhatikan gambar dibawah ini : Continue reading
Posted in Studi Kasus

Referensi Cell dengan Vlookup


Posted on December 10, 2010 by tutor

Selama ini untuk mengisi dengan fungsi logika digunakan fungsi if, fungsi if tersebut cukup berguna jika pilihan yang tersedia relatif sedikit, namun fungsi if akan merepotkan jika pilihan yang ada sangat banyak, akibatnya formula anda mengguna if akan sangat panjang,
nah kelemahan tersebut bisa diantisipasi dengan fungsi referensi cell yaitu vlookup. Untuk memahami fungsi vlookup ada baiknya anda perhatikan lembar kerja dibawah ini : Continue reading Posted in Studi Kasus
1

Menghilangkan Baris Yang Terduplikasi


Posted on December 6, 2010 by tutor Reply

Pernahkan anda memiliki data di excel yang berulang-ulang dalam satu kolom, sedangkan anda menginginkan data yang diulang-ulang tersebut dihilangkan dan hanya satu yang diambil, atau istilah kerennya remove duplicate row ?? untuk jelasnya perhatikan contoh dibawah ini :

Continue reading
Posted in Trick | Leave a reply

Peramalan Di Excel
Posted on August 21, 2010 by tutor Reply

Peramalan yang dimaksud bukan meramalkan jodoh, karir atau sejenisnya, peramalan disini adalah melakukan peramalan terhadap suatu keadaan dimasa yang akan datang berdasarkan data historis yang telah ada. Misal sebuah perusahaan memiliki target produksi sebanyak 1000 unit maka berapa banyak bahan baku yang dibutuhkan ?, nah masalah seperti ini bisa diselesaikan dengan fungsi peramalan dalam hal ini fungsi forecasting di Excel. Continue reading
Posted in Studi Kasus | Leave a reply

Cara Cepat Menjumlahkan (Shortcut AutoSum)


Posted on August 1, 2010 by tutor 2

Pekerjaan menjumlahkan di MS Excel merupakan pekerjaan paling mudah dengan menggunakan fungsi SUM. Pekerjaan tersebut akan menjadi mudah manakala anda memiliki data yang relatif sedikit (misal jumlah baris kurang dari 100) anda pekerjaan anda cukup mengetik formula : Continue reading
Posted in Studi Kasus | Tagged autosum, Sum | 2 Replies

Menyisipkan filename and path dengan fungsi


Posted on July 31, 2010 by tutor 1

Kasus kali ini adalah bagaimana menyisipkan nama file serta lokasi file yang sedang digunakan atau istilahnya path and filename untuk file yang sedang dibuka. Sebenarnya excel sudah menyediakan menu ini secara langsung yang dapat kita akses dengan membuka menu file> page setup, kemudian pada tab Header/Footer pilih tombol Custom Header atau Custom Footer maka akan tampil kotak dialog seperti dibawah ini : Continue reading
Posted in Studi Kasus | Tagged cell, filenam, find, mid, path | 1 Reply