Anda di halaman 1dari 25

Referat: SEPSIS AWITAN DINI

Pembimbing : Dr. Rita Wahyunarti, Sp.A Oleh : Diana Lutfillah 106103003444

Pendahuluan
Sepsis neonatorum sindrom klinis yang terjadi akibat invasi mikroorganisme ke dalam aliran darah, dan timbul pada satu bulan pertama kehidupan.1

Epidemiologi

Etiologi

Patogenesis

Faktor risiko mayor:


Ketuban pecah >24 jam Ibu demam Korioamnionitis Denyut jantung janin menetap >160 kali/menit Ketuban berbau

Faktor risiko minor:


Ketuban pecah >12 jam Ibu demam Nilai APGAR BBLSR Usia gestasi <37 minggu Kehamilan ganda Keputihan yang tidak diobati ISK tidak diobati

Kategori A Kesulitan bernapas Kejang Tidak sadar Suhu tubuh tidak normal

Kategori B Tremor Letargi Mengantuk Iritabel ketuban bercampur

Persalinan kurang higienis Air cepat

Kondisi memburuk secaramekonium Malas minum

Anamnesis
Riwayat ibu Riwayat lingkungan persalinan Riwayat lahir Riwayat air ketuban keruh, purulen atau bercampur mekonium Riwayat keadaan bayi

Pemeriksaan fisik
- Keadaan umum - Suhu tubuh tidak stabil - Letargi, mengantuk - Takipnea, distress respirasi - Gastrointestinal - Kulit - Iritabilitas, penurunan kesadaran, kejang

Pemeriksaan penunjang SEPTIC MARKER


Hitung leukosit (N 5000-30000/L) Hitung trombosit (N>150.000/L) IT rasio yaitu rasio neutrofil imatur dengan neutrofil total (normal: <0,2)
Usia IT rasio 1 hari 0,16 3 hari 0,12 7 hari 0,12 14 hari 1 bulan 0,12 0,12

CRP (N 1.0 mg/dl atau 10 mg/l)

Septic Workup septic marker + pemeriksaan kultur darah. 1

Gejala klinis sepsis

Algoritma Sepsis Neonatorum (-)

(+)
Septic workup Antibiotik Faktor resiko (+) 1 mayor atau 2 minor Septic marker

Faktor resiko (-) Observasi

Normal Ulang septic marker 12-24 jam Normal Observasi

Meragukan Ulang septic marker 12-24 jam

Abnormal (minimal 2 septic marker (+))

Normal

Abnormal

Kultur

Antibiotik

Stop bila kultur (-)

Pemilihan antibiotik
Terapi inisial jenis kuman penyebab tersering dan pola resistensi Antibiotik awal: ampisilin dan gentamisin Kasus infeksi berat golongan imipenem/meropenem Infeksi jamur Amphotericin B

Dosis Antibiotik untuk sepsis dan meningitis Antibiotik Cara Dosis dalam mg pemberian Hari 1-7 IV, IM IV IV IV IV, IM 50 mg/kg setiap 12 jam 100 mg/kg setiap 12 jam 50 mg/kg setiap 8 jam 50 mg/kg setiap 6 jam < 2kg: 3 mg/kg sekali sehari > 2 kg: 5 mg/kg sekali sehari

Hari 8+ 50 mg/kg setiap 8 jam 100 mg/kg setiap 8 jam 50 mg/kg setiap 6 jam 50 mg/kg setiap 6 jam 7.5 mg/kg setiap 12 jam 7.5 mg/kg setiap 12 jam

Ampisilin Ampisilin (meningitis) Sefotaksim Sefotaksim (meningitis) Gentamisin

Tatalaksana non-konvensional
Imunoglobulin intravena Transfusi FFP (Fresh Frozen Plasma) Transfusi Granulosit Pemberian G-CSF dan GM-CSF Transfusi Tukar Kortikosteroid

Komplikasi
Meningitis ARDS Terjadi ketulian dan/atau toksisitas pada ginjal Defisit neurologis Kematian

Prognosis
Diagnosis dan pengobatan dini Infeksi tidak terdeteksi Gejala sisa neurologis15-30% neonatus dengan meningitis. 1

PENCEGAHAN
Mencegah, mengidentifikasi dan mengobati ibu demam dan ketuban pecah dini Perawatan antenatal yang baik Mencegah aborsi yang berulang Mencegah persalinan premature

Melakukan pertolongan persalinan yang bersih Melakukan resusitasi dengan benar


Tindakan pencegahan infeksi: CUCI TANGAN!!!

Identifikasi awal faktor resiko sepsis

Kesimpulan
Sepsis neonatorum invasi mikroorganisme ke aliran darah, pada satu bulan pertama kehidupan.1 Angka kematian dapat mencapai 50% pada bayi yang tidak diobati. Cara mendiagnosis terdapat gejala klinis septic workup antibiotik. Penting untuk dilakukan pencegahan.

TERIMA KASIH

25