Anda di halaman 1dari 25

RENCANA KERJA SEKOLAH (RKS)

2007/2008 s.d. 2010/2011

Madrasah Ibtidaiyah Negeri Pepayungen


Desa Pepayungen Angkup Kecamatan Silih Nara Kabupaten Aceh Tengah No.Telp : (0643) 24211

MADRASAH IBTIDAIYAH NEGERI PEPAYUNGEN KABUPATEN ACEH TENGAH


Tahun 2007/2008

RENCANA KERJA SEKOLAH (RKS)


2007/2008 s.d. 2010/2011

Madrasah Ibtidaiyah Negeri Pepayungen Desa Pepayungen Angkup Kecamatan Silih Nara Kabupaten Aceh Tengah No.Telp : (0643) 24211

MADRASAH IBTIDAIYAH NEGERI PEPAYUNGEN KABUPATEN ACEH TENGAH


Tahun 2007/2008

LEMBAR PENGESAHAN
RKS/M ini telah disahkan dalam Rapat Pleno Sekolah yang dihadiri oleh Kepala Sekolah,Dewan Guru,Pengurus Komite Sekolah/Madrasah dan Perangkat Desa tempat sekolah berada

Pada Tanggal

:...........................................

Bertempat di ruang MI Negeri Pepayungen Kabupaten Aceh Tengah

Pengurus Komite Sekolah MI Negeri Pepayungen

Kepala MIN Pepayungen

Drs.ABDUL BAR

RADHIANI,S.Ag NIP : 150285024

Kata Pengantar Dengan mengucapkan puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan Rahmat dan KaruniaNya, sehingga kami telah berhasil menyelesaikan Penyusunan Rencana Pengembangan Sekolah (RPS) untuk jangka wakti 4 Tahun mendatang. Rencana ini diharapkan akan sangat berdaya guna dan berfungsi sebagai alat meraih tujuan sekolah. Rencana ini disusun berdasarkan profil sekolah sebagai bahan pertimbangan untuk meningkatkan kinerja sekolah disemua bidang terutama untuk meningkatkan mutu pendidikan. RPS adalah rencana yang membawa visi sekolah dalam menuju perbaikan-perbaikan dalam bidang pendidikan disekolah. Penyusunan RPS ini melibatkan komite Sekolah, Guru, Kepala Sekolah beserta wali mujrid dengan harapan komite sekolah dapat memberi masukan atau saran demi pengembangan sekolah dimasa yang akan datang, sehingga timbul kepercayaan masyarakat karena anggaran disekolah diketahui oleh masyarakat. Dengan melibatkan berbagai unsur terkait diharapkan Rencana Pengembangan Sekolah kedepan dapat memenuhi keinginan masyarakat, segala perencanaan baik dana maupun kegiatan belajar mengajar akademik dan non akademik dapat diketahui oleh orang tua murid dan masyarakat sehingga mereka dapat berpartisipasi langsung dalam kegiatan sekolah. Adapun tujuan pembuatan RPS ini adalah supaya sekolah kami mempunyai program jangka pendek, menengah, da jangka panjang, sehingga kami tim KKRPS dapat menyusun Rencana Pengembagan serta anggaran-anggaran yang diperlukan nantinya akan kita tuangkan dalam RAPBS/RAPBM. Kepada semua pihak yang ikut terlibat dalam penyusunan RPS ini kami ucapkan rasa terima kasih, semoga apa yang telah diberikan kepada kami mendapat imbalan yang pantas dari Allah SWT, dan kami menyadarai dalam penyusunan RPS ini masih terdapat kekurangan, karenanya kami sangat memerlukan kritik dan saran dari semua pihak untuk membantu memperjelas dan mempertajam upaya civitas sekolah dalam memcahkan persoalan yang akan diahadapi di MIN Pepayungen. Demikian pengantar tentang penyusunan RPS ini, atas partispasi semua pihak kami ucapkan ribuan terima kasih. Wassalam

Tim KKRPS MIN Pepayungen Angkup Kec. Silih Nara

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Madrasah Ibtidaiyah Negeri Pepayungen Kecamatan Silih Nara merupakan salah satu dari 21 Madrasah yang ada di Kabupaten Aceh Tengah yang dikembangkan untuk mencapai keunggulan dalam kelulusan (input) pendidikannya. Untuk mencapai keunggulan tersebut maka masukan (infut) serta proses pendidikannya diarahkan untuk menunjang tercapaikan tujuan yang dimaksud. Berdasarkan Kurikulum Madrasah Ibtidaiyah Tahun 1994 tujuan Pendidikan pada Madrasah Ibtidaiyah Pepayungen adalah : a. Menyiapkan siswa untuk melanjutkan pendidikan pada SLTP/MTsN atau yang sederajat. b. Menyiapkan siswa agar dapat diterima disekolah terfavorit. c. Menyiapkan siswa agar mampu bertingkah laku baik dan beakhlakul Qarimah. Selain menyelenggarakan pendidikan yang berorientasi pada tujuan pendidikan diatas MIN Pepayungen juga bertanggung jawab untuk melaksanakan pembinaan mutu pendidikan pada MIN Pepayungen yang akan melahirkan generasi yang berahklakul pemeberlakuan Syariat Islam di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. B. Sejarah Singkat. MIN Pepayungen awalnya adalah berasal dari sekolah swastayang didirikan pada tanggal 14 September 1968, yang pada mulanya menampung murid sebanyak 20 oarang, mereka dididik oleh beberapa orang guru yaitu satu orang tenaga yang berstatus PNS sedangkan 8 oiorang guru lainnya adalah tenaga bakti. Dalam proses pembangunan MIS Pepayungen ini , maka proses belajar mengajar dipindahkan kesekolah dasar Rutih yang dipinjam selama 1 tahun, siswa siswi belajar pada siang hari tepatnya pada jam 13.00 Wib- 14.00 Wib. Gedung MIS Pepayungen dibangun berdasarkan swadaya masyarakat dengan cara bergotong royong dalam hal pengadaan bahan, bahkan kepada wali muridpun diminta untuk menyumbang 2 keping papan untuk pembuatan meja dan kursi murid, papan tulis an meja guru. Hal ini ditetapkan berdasarkan hasil musyawarah anatar pihak sekolah, masyarakat dan wali murid. Rapat ini dilaksanakan oleh BPS (Badan Penyantun Sekolah) yang pada saat itu diketuai oleh Bapak M.Jamin.S. Qarimah seiring dengan

Pada tahun 1996 MIS ini diusulkan kepada Departemen Agama RI untuk dinegerikan dan Alhamdulillah usulan tersebut diterima berdasarkan SK Menteri Agama RI (Dr.H.Tarmizi Taher) No.107 Tahun 1997 pada tanggal 17 maret 1997 MIS Pepayungen dinegerikan menjadi MIN Pepayungen. Sejak berdiri MIN Pepayungen telah dipimpin oleh beberapa Kepala Sekolah yaitu : 1. Abdullah Hasan periode 1968-1974, 2. H.Zakaria periode 1974-1999, 3. Abdullah Hasyim S.Ag periode 1999-2003, 4. Yendra Martarosa, S.Ag tahun 2003-2005, 5. Sandipan,S.Pd.I tahun 2005-2007 6. Radhiani,S.Ag Tahun 2007 sampai dengan sekarang. C. ALASAN PENYUSUNAN RPS. Seiring dengan perkembangan suatu lembaga pendidikan kedepan, maka perlua adanya perencanaan pendidikan yang matang guna mewujudkan tujuan pendidikan. Maka dengan adanya RPS (Rencana Pengembangan Sekolah) kegiatan sekolah dalam kurun waktu 4 tahun kedepan dapat direncanakan dan diperkirakan. Perkembangan serta kebutuhan sekolah dalam bidang kegiatan program sekolah, operasional dan sumber dana pendidikan. Disamping hal tersebut diatas, RPS juga dapat dijadikan Pedoman Penyelenggaraan Pengelolaan Pendidikan yang telah disusun secara bersama-sama antara sekolah, Komite Sekolah, Tokoh masyarakat, tokoh agama dan orang tua siswa. D. LANDASAN HUKUM. Dengan adanya upaya sekolah untuk menyusun Rencana Pengembangan Sekolah (RPS) agar sekolah dapat mencapai tujuan secara efektip dan efesien, maka penyusunan RPS ini didasarkan pada beberapa hal : 1. UU No 20 Tahun 2003 tentang Sistim Pendidikan Nasional pasal 4 yang berbunyi Pengelolaan dunia pendidikan berdasaekan pada prinsif keadilan, efesinsi, trasparansi dan akuntabilitas. 2. Peraturan Pemerintah No. 19/2005 tentang Standar Nasional Pendidikan pasal 53 Setiap Satuan Pendidikan dikelola atas dasar rencana kerja tahunan yang merupakan penjabaran rinci dan rencana kerja jangka menengah satuan pendidikan yang meliputi masa 4 tahun. 3. Merupakan tuntutan perkembangan ilmu pengetahuan, tekhnologi dan globalisasi. Berangkat dari dasar-dasr diatas, maka pendidikan dasr disekolah dasar dan ibtidaiyah mempunyai tugas yang sangat mendasar dalam membina dan mendidik, mengembangkan siswa agar memiliki kemampuan dasar yang sesuai dengan tingkat perkembangan siswa. Maka siswa mempunyai tanggung jawab dalam upaya terwujudnya peningkatan mutu pendidikan, dan 2

terwujudnya

hasil

tamatan

satuan

pendidikan

dasar

yang

berkwalitas

dan

dapat

dipertanggungjawabkan dalam kontek lokal, regional dan nasional yang berpedoman pada standarmutu pendidikanbernasis pada pengembangan kompentensi dasar sistim manjemen pendidikan yang transparansi dan akuntabel dengan didukung oleh pertisipasi masyarakat sebagai potensi pendukung untuk tercapainya pendidikan yang berorientasi pada life skill saebagi dasar kemampuan yang dimiliki oleh siswa. Maka dengan Rencana Pengembangan Sekolah (RPS) diharapkan dapat dijadikan sebagai Pedoman Kerja Sekolah untuk berbagai kegiatan dan upaya pengembangan sekolah.

BAB II VISI,MISI DAN TUJUAN SEKOLAH Madrasah Ibtidaiyah Negeri Pepayungen merupakan salah satu lembaga pendidikan formal yang mengemban amanat untuk mencapai dan mendukung visi dan misi pendidikan nasional serta pendidikan di NAD. Oleh karena itu MIN Pepayungen perlu memiliki visi dan misi sekolah. Dengan adanya Visi dan Misi MIN Pepayungen dapat dijadikan arah pijakan untuk pijakan untuk bertindak dalam mencapai tujuan yang dicita-citakan. Adapun visidan misi dan tujuan pendidikan MIN Pepayungen adalah sebagai berikut : A. Visi Sekolah. Terbentuknya siswa yang beriman, bertaqwa, berahklakul karimah, berilmu dan terampil serta mampu mengaktualisasikan diri dalam kehidupan masyarakat. B. Misi Sekolah 1. Menciptakan suasana sekolah yang kondusif. 2. Menciptakan suasana belajar yang aktif,kreatif, efektif dan menyenangkan. 3. Menciptakan anak didik yang beriman, bertaqwa dan berahklakul karimah. 4. Menciptakan anak didik yang mampu membaca Al Quran dengan baik dan benar. 5. Menumbuhkembangkan sikap berfikir kreatif, inovatif dan berani tampil ditengah-tengah masyarakat. C. Tujuan Sekolah. 1. Mewujudkan anak didik yang beriman dan bertaqwa. 2. Mewujudkan anak didik yang cerdas, kreatif, iniovatif dan berahklakul karimah. 3. Meningkatkan nilai rata-rata prestasi UAS untuk semua Mata elajaran Tahun 2007/2011. 4. Banyaknya siswa yang dapat masuk kesekolah favorit. Kabupaten maupun Provinsi. 6. Mewujudkan anak didik yang berguna masyarakat. 7. Meningkatkan kemandirian dan rasa tanggung jawab pada diri sendiri melalui kegiatan pramuka dan kegiatan ekstra kurikuler lainnya. 8. Mempersiapkan anak didik untuk melanjutkan kejenjang yang lebih tinggi. 5. Menjadai juara siswa berprestasi lomba mata pelajaran dan lomba porseni baik tingkat

BAB III PROFIL SEKOLAH A. Sekolah Peduli Anak. 1.1 Sekolah menampung semua anak usia 7-12 tahun, sehingga tidak ada lagi anak usia sekolah yang tidak bersekolah. Dan jumlah siswa tiga tahun terakhir setiap tahunnya meningkat. 1.2 Sekolah hanya memberi bantuan transportasi kepada 40 orang yang ekonomi orang tuanya kurang mampu. 1.3 Semua siswa perlu diberikan tambahan gizi berupa makanan tambahan, namun sekolah belum memberikan bantuan. 1.4 Sekolah memberikan penghargaan kepada siswa yang berprestasi dan memberikan pembinaan kepada siswa yang berbakat sdan berminat. 1.5 Tidak ada siswa yang putus sekolah. 1.6 Memberikan remedial kepada siswa yang mengulang kelas. 2. Pembelajaran. 2.1 Kondisi ketersediaan unsur seperti : selabus, RPP, Bahan ajar, alokasi waktu dan pemanfaatan alat evaluasi sudah ada, namun pelaksanaan pembelajaran masih belum baik terutama dalam hal penggunaan multi metode, penggunaan lingkungan sebagai sumber belajar dan penggunaan alat peraga yang sesuai. 2.2 Kesesuaian pelaksanaan pembelajaran dengan selabus, RPP, dan alat evaluasi belum mencakup untuk seluruh bidang study. Strategi pembelajaran dilaksanakan secara berpariatif dan hasil ujian kenaikan kelas rata-rata diatas standar. 3. Prestasi Peserta Didik. 3.1 Nilai UAS 1 tahun terakhir sebahagian menurun seperti pelajaran Bahasa Indonesia dari 7,88 menjadi 7,87, PPKN dari 7,96 menjadi 7,88, Fiqh dari 7,81 menjadi 7,41. 3.2 Persentase kelulusan 3 tahun terakhir mencapai 100 % 3.3 Persentase lulusan yang melanjutkan ketongkat SLTP mencapai 100 % . 3.4 Tahun 2006-2007 prestasu yang diraih adalah Juara II lomba mata pelajaran Bahasa Indonesia TK Gugus I Juara II lomba mata pelajaran SBK TK Gugus, Jaura II lomba mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) TK Gugus, Juara II lomba mata pelajaran IPA TK Gugus, Juara III lomba mata pelajaran Matematika, juara I dan II Senam Lantaio Putri Pekan Oalh Raga Usia Dini Tk Kabuaten.

4.

Manajemen Sekolah. 4.1 Peran guru dan Kepala Sekolah dalam manjemen pembelajaran sudah cukup baik, namun peran Komite masih sangat kurang mencapai 10 %. 4.2 Keterlibatan Komite dalam manajemen peserta didik sangat kurang. 4.3 Kurangnya keterlibatan guru dan Komite dalam manajemen personalia. 4.4 Manajemen sarana dan prasarana sekolah sudah cukup baik namun dari segi pengadaan dan pemeliharaan peran Komite dan Pengawas sangatlah kurang. 4.5 Pengelolaan keuangan sekolah sudah cukup baik dengan melibatkan guru namun peran Komite dan pengawas sangat kurang. 4.6 Manjemen hubungan sekolah dengan masyarakar sudah cukup baik, namun frekwensi pertemuan yang diadakan disekolah sangatlah kurang. 4.7 Kepengawasan 3 tahun terakhir sudah cukup baik, kecuali kepengawasan PKG/MGMP masih sangat kurang, karenanya frekwensi kepengawasan masih perlu ditingkatkan.

5.

Sumber Daya Pendidikan. 5.1 Kualifikasi pendidikan guru PNS : D II 1 orang, DII 3 orang, SI 4 orang dan guru honorer DII 5 orang dan SI 3 orang. 5.2 Kondisi Kepala Sekolah 3 tahun terakhir tingkat kompetensinya rata-rata cukup. 5.3 Kursi murdi berjumlah 280 buah, meja murid berjumlah 140 buah kondisinya cukup baik, meja guru kelas berjumlah 6 stel, 3 stel baik, 3 stel rusak ringan, lemari kelas berjumlah 6 buah 3 buah baik dan 3 buah rusak, papan tulis dan papan absen siswa masih dalam kondisi baik, 1 buah lemari untuk piala dan satu buah lemari file dalam kondisi baik, sedangkan lemari/ rak buku, meja dan kursi pustaka belum tersedia. 5.4 Siswa memiliki buku 4 bidang study yaitu : Bahasa Indonesia, Matematika, IPA dan IPS (1:1) 5.5 Alat praga Matematika, IPA, IPS dan bahasa masih ada dalam kondisi baik, Media pendidikan seperti komputer dalam kondisi baik sedangkan televisi, laptop,OHP belum tersedia. Untuk alat olah raga seperti perlengkapan atletik, matras belum tersedia demikian juga dengan alat-alat kesenian belum juga ada. 5.6 Dua shet komputer dalam kondisi baik, 2 bauh mesin tik, 1 dalam kondisi baik dan 1 lagi dalam keadaan rusak ringan, sedangkan mesin poto copy dan mesia stenciel belum tersedia.

5.7 Jumlah ruang kelas 10 buah, 5 raung dalam kondisi baik, 3 ruang rusak ringan. 2 raung rusak berat sedangkan kantor, ruang UKS, Musholla dan ruang pustaka dan kantin belum ada. 5.8 Sekolah mendapatkan dana selam 3 tahun terakhir adalah dana DIPA,BOS,BOP dan Dana Alokasi Khusus (DAK). 6. Peran Serta Masyarakat. 6.1 Anggota Komite dipilh secara demokrasi yang beranggotakan 10 orang terdiri dari 1 orang ketua, satu orang sekretaris, 1 orang bendahara dan 6 orang anggota, namun keanggotaan belum mewakili dari semua unsur masyarakat. 6.2 Komite Sekolah belum memiliki AD/ART sebagai pedoman dan frekwensi pertemuan denagn anggota sangat kurang dan tidak terjadwal. 6.3 Peran dan fungsi Komite Sekolah sangat rendah.

BAB IV HARAPAN PEMANGKU KEPENTINGAN 1. Sekolah Peduli Anak. 1.1.2 Jumlah siswa setiap tahun meningkat dengan kapasitas daya tampung 40 siswa 40 siswa kelas. 1.2.2 Lebih banyak siswa yang mendapat beasiswa, biaya transportasi, baju seragam sekolah. 1.3.2 Semua siswa mendapat bantuan makanan tambahan sebagai perbaikan gizi bagi siswa. 1.4.2 Banyaknya siswa yang mendapat perhatian sekoah terhadap kecerdasan,bakat dan minat peserta didik. 1.5.2 Tetap mempertahankan agar tidak ada siswa yang putus sekolah. 1.6.2 Tidak ada lagi siswa yang mengulang kelas. 2. Pembelajaran. 2.1.2 Ketersediaan unsur pembelajaran seperti silabus, RPP, Bahan Ajar, Alokasi waktu dan Alat Evaluasi mencapai 100 % serta memaksimalkan penggunaan metode, alat praga serta penggunaan lingkungansebagai sumber belajar dan buku paket murid tersedia untuk semua bidang study. 2.2.2 Kesesuaian pelaksanaan pembelajarn dengan silabus, RPP dan alat evaluasi mencakup seluruh bidang study serta strategi pembelajaran dilaksanakan secara berfariatf dan hasil ujian kaenaikan kelas rata-rata jauh diatas standar. 3. Prestasi Peserta Didik 3.1.2 3.2.2 3.3.2 3.4.2 Nilai rata-rata UAS bidang study Bahasa Indonesia, PPKN dan Fiqih meningkat dari rata-rata 7,00 menjadi 8,00. Tetap mempeertahankan kelulusan siswa setipa tahunnya mencapai 100 %. Siswa yang lulus dan melanjutkan ke SLTP setipa tahun mencapai 100 %. Semua program yang dikompetisikan baik tingkat gugus maupun kabupaten mendapat prestasi yang memuaskan, baik lomba bidang study umum, agama, kesenia maupun olah raga.

4.

Manajemen Sekolah. 4.1.2 4.2.2 4.3.2 4.4.2 4.5.2 4.6.2 4.7.2 Dalam proses pelaksanaan perencanaan serta proses pembelajaran kepala sekolah berperan 100 % sedangkan Komite 50 %. Peran serta Kepala Sekolah dan guru dalam manajemen peserta didik mencapai 100 % sedangkan Komite 60 %. Meningkatkan keterlibatan gurtu dan Komite dalam manajemen personalia. Meningkatkan peran Komite dalam hal pemeliharaan dan pengadaan sarana dan prasarana sekolah. Meningktkan keterlibatan Komite dan Pengawas dalam hal pengelolaan keuangan sekolah. Meningkatkan frekwensi pertemuan dengan masyarakat 2-4 kali dalam setahun. Meningkatkan frekwensi kepengawasan 2-8 kali dalam setahun.

5.

Sumber Daya Pendidikan. 5.1.2 Semua guru yang kualifikasi pendidikannya < DII dan DII akan akan disetarakan ke SI 5.2.2 Tingkat Kompetensi Kepala Sekolah diatas cukup. 5.3.2 Adanya lemari dan meja guru disetiap kelas yang kondisinya baik. 5.4.2 Semua siswa memiliki buku agama, PPKN,KTK,PJK dengan rasio 1:1. 5.5.2 Tersedianya alat pembelajaran untuk semua mata pelajaran dan memiliki media pendidikan seperti televisi, laptop, OHP dan tersedianya semua perlengkapan olah raga dan kesenian. 5.6.2 Tersedianya mesin poto copy dan mesin stenciel serta ginset sebagai sarana penunjang administrasi sekolah. 5.7.2 Adanya ruang kantor, ruang kelas, ruang pustaka, musholla dan kantin sekolah. 5.8.2 Adanya pendanaan sekolah dari sumber lain seperti donatur, Alumni dan dari masyarakat.

6.

Peran Serta Masyarakat. 6.1.2 Keanggotaan Komite Sekolah mewakili dari semua unsur masyarakat seperti adanya perwakilan dari tokoh agama, pendidikan, orang yang ekonomi lemah, pengusaha dan sebagainya. 6.2.2 Memiliki AD/ART sebagai pedoman kerja, serta meningkatkan frekwensi pertemuan Dengan anggota secara terjadwal. 6.3.2 Meningkatkan peran dan fugsi Komite Sekolah dimasa yang akan datang.

BAB V TANTANGAN / SASARAN 1. Sekoah Peduli Anak. 1.1.3 Meningkatkan jumlah siswa yang mendaftar dengan sasaran 15 % setiap tahun. 1.2.3 Meningkatkan jumlah siswa yang mendapat beasiswa dan biaya transportasi serta baj seragam sekolah. 1.3.3 Semua siswa akan mendapat makanan tambahan. 1.4.3 Tingginya perhatian sekolah terhadap kecerdasan, bakat dan minat peserta didik. 1.5.3 Berupaya dengan maksimal agar tidak ada siswa yang putus sekolah. 1.6.3 Adanya siswa yang mengulang kelas pada kelas 1-2 orang dan kelas III 2 orang. 2. Pembelajaran. 2.1.3 Mengupayakan unsur pembelajaran seperti silabus,RPP, Bahan Ajar, Alokasi Waktu dan alat Evaluasi mencapai 100 % serta memaksimalkan penggunaan metode, alat praga serta penggunaan lingkungan sebagai sumber belajar dan terpenuhinya buku paket siswa untuk semua bidang study. 2.2.3 Mengupayakan kesesuaian pelaksanaan pembelajaran dengan silabus, RPP dan alat evaluasi mencakup seluruh bidang study serta strategi pembelajaran dilaksanakan secara berpariatif dan nilai akhir tidak ada lagi yang dibawah standar. 3. Prestasi Peserta Didik. 3.1 Peningkatan nilai UAS bidang study Bahasa Indonesia,PPKN dan Fiqih rata-rata naik 1 digit. 3.2 Meningkatkan standar kelulisan setipa tahunnya seta dapat mempertahankan persenatse kelulusan mencapai 100 %. 3.3 Siswa yang lulus melanjutkan sekolah kejenjang yang lebih tinggi mencapai 100 %. 3.4 Prestasi dalam setipa perlombaan baik lomba bidang study, olah raga dan kesenian cukup baik.

10

4.

Manajemen Sekolah. 4.1.3 Meningkatkan manajemen pembelajaran dengan peran serta Komite sekolah mencapai 50 %. 4.2.3 Meningkatkan peran serta guru dan komite dalam manajemen peserta didik mencapai 60 %. 4.3.3 Peran guru dan komite Sekolah dalam manajemen personalia 70 %. 4.4.3. Meningkatkan peran serta komite dan dinas pendidikan Kabupaten kota mencapai 80 % dalam pengadaan sarana dan prasarana sekolah. 4.5.3 Peran guru, Komite sekolah dan pengawas dalam manajemen keuangan mencapai 50 %. 4.6.3 Ikut sertanya masyarakat dalam semua kegiatan yang diadakan disekolah terutama dalam acara PHBI. 4.7.3 Meningkatkan kepengawasan baik dari segi kualitas maupun frekwensinya mencapai 60 %.

5.

Sumber Daya Pendidikan. 5.1.3 Meningkatkan kualifikasi guru dari DII ke SI mencapai 9 orang. 5.2.3 Meningkatkan kompetensi kepala sekolah ketingkat yang lebih baik lagi. 5.3.3 Mengupayakan 30 stel meja murid, 6 stel meja guru, 3 buah lemari kelas dan satu gedung perpustakaan. 5.4.3 Mengupayakan semua siswa memiliki buku agama, ppkn. SBK dan Penjaskes dengan rasio 1 :1. 5.5.3 Mengupayakan alat pembeljaran untuk semua bidang study, alat-alat olah raga, alat kesenian dan pengadaan OHP. 5.6.3 Tersedianya 1 mesin TIK,1 mesin photo copy, 1 mesin stenciel dan 1 buah ginset. 5.7.3 Mengupayakan perehapan 2 buah ruang rusak berat, 3 buah ruang rusak ringan dan pengadaan 1 ruang kantor kepala, 1 ruang kantor dewan guru, 1 ruang perpustakaan, 1 ruang UKS, 1 1 ruang kantin dan 1 buah musholla. 5.8.3 Mengupayakan pendanaan sekolah dari sumber lain agar kebutuhan sekolah dapat terpenuhi. 6. Peran Serta Masyarakat. 6.1.3 6.2.4 6.3.3 Mengupayakan komite sekolah mewakili dari semua unsur masyarakat. Adanya pedoman kerja komite dan tata kerja terlaksana dengan baik. Pengadaan ruang komite dan perlengkapannya.

11

BAB VI PROGRAM 1. Sekolah Peduli Anak. 1.1.4 -. Mensosialisasikan keunggulan sekolah melalui rapat desa yaitu Desa Angkup, Simpang Kemili dan Pepayungen. -. Pengadaan ATK murid. -. Transportasi dan konsumsi panitia penerimaan murid baru. 1.2.4 Memberikan beasiswa dan transportasi serta baju seragam sekolah kepada siswa kurang mampu. 1.3.4 Memberikan makanan tambahan kepada semua siswa. 1.4.4 -. Mengadakan kegiatan pengayaan kepada siswa. -. Mengadakan kegiatan ekstrakurikuler. -. Memberikan transportasi dan konsumsi kepada guru. 1.5.4 Memberikan penyuluhan kepada siswa dan orang tua agar tidak terjadi siswa putus sekolah. 1.6.4 -. Memberikan remedial kepada siswa yang mengulang kelas. -. Memberikan transportasi dan konsumsi kepada guru remedial. 2. Pembelajaran. 2.14 Memfasilitasi guru dalam perumusan silabus,RPP,Alat Bantu, porto polio dan memenuhi semua buku paket siswa. 2.2.4 -. Memfasilitasi guru untuk melengkapi silabus, RPP dan Alat Praga. -. Mengadakan penilaian kenaikan kelas dengan menggunakan sistim KBK. 3. Prestasi Peserta Didik. 3.1.4 -. Meningkatkan kualitas kompetensi guru dalam semua media pembelajaran. -. Mengadakan pelatihan PAKEM untuk semua guru. -. Mengikutsertakan guru untuk mengikuti seminar-seminar. 3.2.4 Memfasilitasi guru dan memberikan biaya transportasi kepada guru pada pengayaan sore.. 3.3.4 Mensosialisasikan pendidikan wajib belajar pendidikan dasar 9 tahun. 3.4.4 Memberikan fasilitas dan transportasi kepada guru yang membimbing dan membina siswa yang akan mengikuti perlombaan.

12

4.

Manajemen Sekolah. 4.1.4 Memfasilitasi guru, kepala sekolah dan komite dalam manajemen pembelajaran. 4.2.4 Mensosialisasikan manajemen peserta didik kepada guru dan komite sekolah. 4.3.4 Mensosialisasikan manajemen personalia kepada guru dan komite sekolah. 4.4.4 Guru dan komite sekolah mendata sarana dan prasarana yang ada disekolah. 4.5.4 Mensosialisasikan manajemen keuangan kepada guru, komite dan pengawas. 4.6.4 Mengadakan pentas seni dan ikut sertanya masyarakat dalam kegiatan ini. 4.7.4 Memfasilitasi pengawas dalam setiap kegiatan. 5. Sumber Daya Pendidikan. 5.1.4 Mengupayakan guru untuk kualifikasi pendidikan SI sebanyak 9 orang. 5.2.4 Mengadakan pelatihan atau penataran kepala sekolah. 5.3.4 Mengadakan kebutuhan mobiler sekolah. 5.4.4 Memfasilitasi siswa untuk memililki buku agama,PPkn.SBK dan Penjaskes dengan rasio 1 : 1. 5.5.4 Menyediakan alat pembelajaran untuk semua mata pelajaran, alat olah raga, kesenia,OHP,Laptop dan Televisi. 5.6.4 Melengkapi sarana penunjang administrasi berupa 1 buah mesin Tik, 1 buah mesin photo copy, 1 buah mesin stenciel dan 1 buah ginset. 5.7.4 Mengupayakan perehapan ruangan yang rusak dan pengadaan ruang kantor, perpustakaan, UKS,Kanntin dan Musholla. 5.8.4 Membuat proposal kegiatan dengan rincian dana yang diperlukan. 6. Peran Serta Masyarakat. 6.1.4 Mensosialisasikan peran dan fungsi komite sekolah. 6.2.4 -. Mengupayakan pelatihan komite sekolah -. Sosialisasi studi banding. 6.3.4 Mengupayakan perlengkapan dan peralatan komite sekolah.

13

BAB VII INDIKATOR KEBERHASILAN 1. Sekolah Peduli Anak. 1.1.5 -. Sosialisasi dilakukan setiap semester. -.Wali murid tidak ragu kwalitas sekolah. 1.2.5 Banyaknya siswa yang mendapat bantuan terutama siswa yang ekonominya lemah. 1.3.5 139 siswa mendapat makanan tambahan. 1.4.5 Banyaknya siswa yang mendapat prestasi piagam penghargaan. 1.5.5 Tidak ada siswa yang putus sekolah. 1.6.5 Meningkatnya minat belajar dan dapat menerima materi pembelajaran yang baik. 2. Pembelajaran. 2.1.5 -. Terlaksananya perumusan selabus, Rpp, Evaluasi alat bantu dan porto polio lima mata pelajaran tahun depan. -. Memfasilitasi satu nara sumber dalam kegiatan kelompok kerja guru. -. Memfasilitasi alat dan sumber yang dibutuhkan dalam kegiatan tersebut. -. Tersedianya kesesuain silabus dan RPP.Alat praga disetiap bidang sudy. 2.2.5 Terlaksananya penilaian kenaikan kelas secara KBK setipa kelas. 3. Prestasi Peserta Didik. 3.1.5 -. Proses belajar mengajar langsung dan menyenangkan. -. Kedisiplinan guru semakin meningkat 90%. -. Guru mengajar sesuai dengan RPP yang disusun. -. Menggunakan alat praga kontektual. -. Materi Pelajaran semua multi sumber. 3.2.5 Semua siswa memperoleh nilai rata-rata diatas 7. 3.3.5 Semua siswa diterima disetipa MTsN dan SLTP. 3.4.5 Semua siswa dapat mengikuti pelatihandan binaan sesuai jadwal yang telah ditentukan oleh guru.

14

4. Manajemen Sekolah. 4.1.5 -.Terwujudnya manajemen pembelajarn sekolah yang baik. -. Manajemen pembelajarn dapat terorganisir dan terkoordinir. 4.2.5 Guru,Kepala Sekolah beserta komite dapat menjalankan manajemen peserta didik yang baik. 4.3.5 Guru dan Komite dapat melaksanakan manajemen personalia dengan baik. 4.4.5 Kekurangan sarana dan prasarana sekolah dapat diketahui dengan jelas. 4.5.5 Meningkanya peran guru, komite dan pengawas dalam manajemen keuangan. 4.6.5 Terwujudnya penyebaran informasi melalui pentas seni. 4.7.5 -.Terwujudnya mutu kepengawasan yang baik. -. Aktfnya Frekwensi kehadiran pengawas. -. Adanya peningkatan kinerja kerja sekolah. 5. Sumber Daya Pendidikan. 5.1.5 -. Kualifikasi guru SI mencapai 9 orang. -. Didapatnya beasiswa untuk 9 orang. 5.2.5 Terwujudnya kompetensi kepala sekolah dengan baik dan nilai yang tinggi. 5.3.5 -. Setiap murid mempunyai tempat duduk tersendiri. -. Murid mempunyai tempat bacaan atau gedung perpustakaan. 5.4.5 Siswa memiliki buku 5 bidang study 1 :1 5.5.5 Terwujudnya proses belajar mengjar semua bidang study. 5.6.5 Sekolah memiliki sarana penunjang administrasi berupa mesin Tik, Foto copy, mesin stenciel dan ginset. 5.7.5 -.Terwujudnya sarana dan prasarana sekolah. -.Meningkatkan kekurangan sarana dan prasarana sekolah. 5.8.5 Diterimanya proposal yang diajukan, sehingga sekolah mendapat suntikan dana dari instansi yang dituju. 6. Peran Serta Masyarakat. 6.1.5 -. Peran serta komite sekolah semakin kuat dalam dunia pendidikan. -. Melahirkan semangat kepedulian pendidikan. 6.2.5 -. Meningkatnya tata kerja kinerja. -. Meningkatnya desiplin komite. 6.3.5 Pemantapan dari sisi peran dan fungsi untuk komite sekolah dimata masyarakat (dalam dan luar sekolah.

15

BAB VIII KEGIATAN 1. Sekolah Peduli Anak 1.1.6 -. Sosialisasi keunggulan sekolah ketiga desa sebanyak 3 orang. -. Penggandaan formulir pendaftaran murid baru. -. ATK penerimaan murid baru. 1.2.6 -. Menyediakan baju seragam sekolah. -. Mengadakan transportasi kepada siswa miskin. -. Memberikan beasiswa kepada siswa. 1.3.6 Menyiapkan makanan tambahan untuk 139 orang siswa. 1.4.6 Melaksanakan kegiatan pengayaan dan ekstrakurikuler di sore hari. 1.5.6 Mengadakan penyuluhan kepada siswa dan orang tua siswa agar tidak terjadi siswa yang putus sekolah. 1.6.6 Mengadakan remedial secara berkala terutama kepada siswa yang mengulang kelas. 2. Pembelajaran.. 2.1.6 -. Workshop Penyusunan Silabus. -. Workshop Penyusunan RPP. -. Workshop Penyusunan Alat Evaluasi. -. Pengadaan buku paket agama, PPKN,SBK,PJK kelas I VI. 2.2.6 -. Mengadakan perumusan pembuatan Silabus,RPP dan alat bantu secara rutin untuk semua guru. -. Membuat usulan kepada dinas untuk menggunakan sistim penilaian secara KBK. 3. Prestasi Peserta Didik. 1. Mengirim guru untuk mengikuti pelatihan PAKEM. 2. Mengirim guru untuk mengikuti seminar pembelajaran. 3. Melaksanakan pengayaan pada sore hari. 4. Mengundang pimpinan madrasah yang lebih tinggi untuk mensosialisasikan Wajar Dikdas 9 Tahun. 5. Mengadakan latihan pada sore hari bagi yang olah raga. 6. Mengadakan pengayaan sore hari bagi siswa yang mengikuti lomba bidang study.

16

4. Manajemen Sekolah. 4.1.6 Pelatihan manajemen pembelajaran untuk guru, kepala sekolah dan komite sekolah. 4.2.6 Sosialisasi manajemen peserta didik. 4.3.6 Mengikutsertakan guru, kepala sekolah, komite dalam sosialisasi manajemen personlia. 4.4.6 Komite membuat data sarana dan prasarana sesuai dengan keadaan yang sebenarnya. 4.5.6 Mengadakan sosialisasi manajemen keuangan kepada guru, komite dan pengawas. 4.6.6 Mengadakan kegiatan pentas seni disekolah. 4.7.6 Memberikan transportasi pengawas. 5. Sumber Daya Pendidikan. 5.1.6 5.2.6 5.3.6 5.4.6 5.5.6 5.6.6 5.7.6 Mengikuti program pendidikan SI sebanyak 9 orang., Workshop manajemen dan kepemimpinan. Memenuhi kebutuhan mobiler sekolah dan gedung perpustkaan. Pengadaan buku bidang study masing-masing 1:1. Memenuhi alat pembelajaran setiap mata pelajaran dan alat olah raga, kesenian,OHP,Laptop dan televisi. Mengadakan 1 mesin Tik,foto copy, mesin stenciel dan ginset. Mengadakan/ penyediaan kantor dan ruang perpustakaan, UKS,ruang Kelas,musholla dan rehabilitasi. 5.8.6 Mengantar proposal kegiatan ke instansi terkait. 6. Peran Serta Masyarakat. 6.1.6 Komite sekolah merumuskan kesiapan AD/ART. 6.2.6 Mengadakan pelatihan atau study banding komite sekolah. 6.3.6 -. Mengadakan/ menyediakan peralatan komite. -. Mengadakan/ menyediakan Kantor Komite.

17

BAB IX JADWAL KEGIATAN PENANGGUNG JAWAB 1. SEKOLAH PEDULI ANAK 1.1.7 Penanggung jawab Madrasah/ Komite, kegiatan tahun 1, Tahun 2, Tahun 3, Tahun 4. Tahun 4. 1.3.7 Penanggung jawab Kepala Madrasah dan Komite jadawal kegiatan tahun 1, Tahun 2, Tahun 3, Tahun 4. 1.4.7 Penanggung jawab Kepala Madrasah, Guru, wali murid jadwal kegiatan tahun 1, Tahun 2, Tahun 3. 1.5.7 Penanggung jawab kepala madrasah dan komite jadwal kegiatan tahun 1, Tahun 2, Tahun 3, Tahun 4. 1.6.7 Penanggung jawab kepala madrasah dan guru jadwal kegiatan tahun 1, Tahun 2, Tahun 3, 2. PEMBELAJARAN 2.1.7 Penanggung Jawab komite, Kepala Madrasah,Guru, dan komite jadwal kegiatan tahun 1, Tahun 2, Tahun 3, Tahun 4. 2.2.7 Penanggung Jawab Kepala Madrasah dan Guru, jadwal kegiatan tahun 1, Tahun 2, Tahun 3, Tahun 4. 3. PRESTASI PESERTA DIDIK 3.1.7 Penanggung Jawab Kepala Madrasah,Guru dan komite jadwal kegiatan tahun 1, Tahun 2, Tahun 3, Tahun 4. 3.2.7 Penanggung Jawab Kepala Madrasah, komite,Guru, jadwal kegiatan tahun 1, Tahun 2, Tahun 3, Tahun 4. 3.3.7 Penanggung Jawab Kepala Madrasah jadwal kegiatan tahun 1, Tahun 2, Tahun 3, Tahun 4. 3.4.7 Penanggung Jawab Kepala Madrasa,/Guru, komite jadwal kegiatan tahun 1, Tahun 2, Tahun 3, Tahun 4. 4. MANAJEMEN SEKOLAH 4.1.7 Penanggung Jawab komite,Kepala Madrasah,Guru jadwal kegiatan tahun 1, Tahun 2, Tahun 3.

1.2.7 Penanggung Jawab Kepala Madrasah/Guru, jadwal kegiatan tahun 1, Tahun 2, Tahun 3,

18

4.2.7 Penanggung Jawab Kepala Madrasah dan komite, jadwal kegiatan tahun 1, Tahun 2, Tahun 3, Tahun 4. 4.3.7 Penanggung Jawab Kepala Madrasah, komite, jadwal kegiatan tahun 1, Tahun 2, Tahun 3, Tahun 4. 4.4.7 Penanggung Jawab Kepala Madrasah,komite jadwal kegiatan tahun 1, Tahun 2, Tahun 3, Tahun 4. 4.5.7 Penanggung Jawab Kepala Madrasah,komite jadwal kegiatan tahun 1, Tahun 2, Tahun 3, Tahun 4. 4.6.7 Penanggung Jawab Kepala Madrasah, pengawas, komite, guru, jadwal kegiatan tahun 1, Tahun 2, Tahun 3, Tahun 4. 4.7.7 Penanggung Jawab Kepala Madrasa, pengawas.

5.

SUMBER DAYA PENDIDIKAN 5.1.7 Penanggung Jawab Kepala Madrasah dan Guru, jadwal kegiatan tahun 1. 5.2.7 Penanggung Jawab Kepala Madrasah, jadwal kegiatan tahun 1, Tahun 2, Tahun 3, Tahun 5.3.7 Penanggung Jawab Kepala Madrasah, komite dan instansi terkait, jadwal kegiatan tahun 1, 5.4.7 Penanggung Jawab Kepala Madrasah jadwal kegiatan tahun 1. 5.5.7 Penanggung Jawab Kepala Madrasah jadwal kegiatan tahun 1. 5.6.7 Penanggung Jawab Kepala Madrasah,Guru, jadwal kegiatan tahun 1. 5.7.7 Penanggung Jawab Kepala Madrasah dan instansi terkait. 5.8.7 Penanggung Jawab Kepala Madrasah dan instansi terkait. 6. PERAN SERTA MASYARAKAT 6.1.7. Penanggung Jawab Kepala Madrasah, Guru. jadwal kegiatan 5 tahun sekali. 6.2.7. Penanggung Jawab Komite Sekolah. 6.3.7. Penanggung Jawab Komite sekolah, Kepala Madrasah.

19

DAFTAR ISI Halaman Judul Lembar Pengesahan Kata Pengantar Daftar Isi BAB I : PENDAHULUAN.................................................................................................1 A. Latar Belakang............................................................................................................1 B. Sejarah Singkat Madrasah..........................................................................................1 C. Alasan Penyusunan RKS............................................................................................2 D. Landasan Hukum........................................................................................................2 BAB II : VISI,MISI DAN TUJUAN SEKOLAH...................................................................4 A. Visi Sekolah................................................................................................................4 B. Misi Sekolah...............................................................................................................4 C. Tujuan Sekolah...........................................................................................................4 BAB III BAB IV BAB V BAB VI : PROFIL MADRASAH...........................................................................................4 : HARAPAN PEMANGKU KEPENTINGAN......... ................................................8 : TANTANGAN DAN SASARAN..........................................................................11 : PROGRAM ............................................................................................................13

BAB VII : INDIKATOR KEBERHASILAN...........................................................................15 BAB VIII : KEGIATAN ...........................................................................................................17 BAB IX BAB X : RENCANA ANGGARAN.....................................................................................19 :PENUTUP...............................................................................................................21

BAB X

PENUTUP

Demikian serangkaian RENCANA KERJA SEKOLAH (RKS/M) MIN Pepayungen Kabupaten Aceh Tengah telah kami susun bersama Kelompok Kerja Rencana Pengembangan Sekolah/Madrasah (KKRPS) dan semua pihak yang telah terlibat dalam penyusunan RKS untuk dapat dipergunakan sebagai Panduan dan Pedoman dalam Pelaksanaan Kegiatan selam 4 Tahun kedepan dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan dan menekan angka putus sekolah sejak tahun 2001 sampai sekarang pemerintah telah mengalihkan sebagian dari subsidi BBM untuk membantu/ meringankan beban orang tua murid melalui program Kompensasi Pengurangan Subsidi BBM dalam bentuk Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Dengan tersusunnya RKS ini semoga dana yang masuk kesekolah baik dari dana BOS maupun dari dan rutin lainnya dapat dimanfaatkan seefektip mungkin yang tertuang dalam kegiatan yang tersusun dalam program kerja sekolah dapat terlaksana dengan baik dan mencapai tujuan sebagaimana yang kita harapkan, khususnya meningkatkan profesionalisme guru dan meningkatkan mutu pendidikan, kami menyadari RKS yang kami susun mungkin masih jauh dari kesempurnaan maka dari itu kami mengharapkan saran yang sipatnya membangun untuk kesempurnaan RK S ini. Akhirnya kami tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu secara tekhnis dalam penyusunan RKS ini terutama kepada TIM DBE 1 yang telah membimbing dan terus mendampingi kami hingga tersusunnya RKS ini, semoga RKS ini dapat bermanfaat bagi kita semua, Amin

20