Anda di halaman 1dari 2

BAB I.

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Pada tahun 1960-an, arsitektur, perencanaan, arsitektur lansekap dan profesi lainnya saling menyalahkan satu sama lainnya sebagai penyebab dari menurun atau mundurnya kualitas urban. Keberadaan urban desain dikembangkan lebih sebagai sebuah sarana untuk membangun jembatan antara perbedaan profesi desain dan perencanaan dan memfokuskan kepada pengembangan dan peningkatan kualitas dari lingkungan binaan. Urban desain pada awalnya mencuat pada akhir tahun 1960 sebagai sebuah kritik terhadap lingkungan binaan yang dihasilkan oleh para arsitek modern, perencana kota, arsitek lansekap dan profesional lain yang terkait dalam pembangunan lingkungan binaan. Motif yang menjadikan urban desain semakin penting peranannya dapat dilihat dari tiga hal yang utama yaitu : kepentingan ekologi, kepentingan ekonomi dan kepentingan sosial dan budaya. Rem Koolhaas merupakan salah seorang arsitek dapat dikatakan beraliran dekonstruksi dilihat dalam konteks arsitektur dan urbanisme atau secara lebih jauh dalam konteks urban desain. Rem Koolhaas dalam beberapa bukunya terutama dalam buku "Delirious New York: A Retroactive Manifesto of Manhattan " (dipublikasikan pada 1978) yang merupakan embrio awal teori Rem Koolhaas dengan teori "Manhattanism" nya dan kemudian dilanjutkan dengan buku berikutnya " S,M,L,XL " (dipublikasikan pada tahun1995) dengan teori "Bigness" dan "Generic City" misalnya, demikian juga dengan tulisan lainnya seperti "Junkspace" maupun "What Ever Happened to Urbanism ?", mencoba menawarkan sebuah persepsi baru dalam melihat arsitektur dan

urbanisme. Tulisan-tulisan Rem Koolhaas ini menjadi bahan rujukan penting dalam teori arsitektur dan urbanisme. Pengkajian untuk mengetahui konsep dan pemikiran Rem Koolhaas dimulai dengan kajian awal yang mengacu kepada jurnal internasional. Selanjutnya pengkajian lebih dalam dilakukan dengan menggali literatur lainnya seperti buku, artikel, hasil wawancara maupun data pendukung lainnya yang

mengekplorasi pemikiran maupun karya Rem Koolhaas. Pengkajian ini dimulai dengan artikel jurnal internasional yaitu "OMA as tribute to OMU exploring resonances in the work of Koolhaas and Ungers" (Lara Schrijver, The Journal of Architecture Volume 13). Artikel ini mengekplorasi keterkaitan pemikiran dan karya Rem Koolhas dengan seorang tokoh arsitektur yaitu Oswald Mathias Ungers. Artikel ini juga mengupas akar atau yang mendasari teori dari Rem Koolhaas sekalipun dalam buku " In Architecture 2000 and Beyond ", Charles Jencks menempatkan Oswald Mathias Ungers dan Rem Koolhaas dalam kelompok arsitektur yang berbeda. Artikel ini juga mengupas sebuah studi kota Berlin, Jerman (" The Berlin Wall asArchitecture" ) yang dapat dikatakan sebagai akar awal dalam teori-teori Rem Koolhaas saat masih menjadi mahasiswa dan peranan Oswald Mathias Ungers sebagai mentor dan juga koleganya. Periode ini merupakan periode yang penting bagi Rem Koolhaas dimana banyak pemikirannya dalam arsitektur dan hubungan arsitektur dalam konteks kota menjadi semakin kuat dan terarah.

1.2. Tujuan Tugas ini disusun dengan tujuan untuk mengetahui konsep berpikir Rem Koolhaas dalam dalam konteks arsitektur dan urbanisme. Teori, metode dan aplikasi diharapkan didapatkan dengan pengkajian berdasar jurnal dan literatur yang berkaitan dengan Rem Koolhas. Dengan mengetahui konsep berpikir Rem Koolhaas, diharapkan dapat dijadikan pemikiran dan penelitian lebih lanjut dalam konteks teori maupun aplikasi nyata dalam arsitekur dan urbanisme.