P. 1
TB. IRBANG II

TB. IRBANG II

|Views: 4,734|Likes:
Dipublikasikan oleh MAWAR99
Tugas Besar Irigasi & Bangunan Air II
Tugas Besar Irigasi & Bangunan Air II

More info:

Published by: MAWAR99 on Dec 21, 2011
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/01/2015

pdf

text

original

Kapasitas saluran ditentukan menurut banyaknya keperluan air. Untuk harga

kebutuhan air normal diambil a = 1,4 lt/det/ha.

Perlu diketahui bahwa areal yang akan dialiri merupakan areal yang cukup

luas, sehingga tidak mungkin dapat ditanami secara serentak, maka sebaiknya

penanaman dilakukan secara bertahap (rotasi), agar dapat mengaliri seluruh

permintaan.

Oleh karena itu suatu areal yang mempunyai luas (X ha) memerlukan air

sebanyak X ha x a lt/det/ha = Xa lt/det.

Dikarenakan ada faktor lain yang juga mempengaruhi keperluan air tersebut,

maka keperluan air seluas X ha tersebut dikalikan dengan koefisien lengkung

(diambil lengkung tegal).

Maka kapasitas saluran menjadi :

Q = A.c.a

Dimana :

Q = Debit/kapasitas saluran (m3

/det)

A = Luas areal (ha)

c = Koefisien lengkung tegal atau koefisien kapasitas.

a = Kebutuhan air norma (lt/det/ha)

Contoh Perhitungan

Diambil salah satu petak irigasi yang telah diketahui luas arealnya pada petak

SP.1 Ki dengan :

A = 100 ha

a = 1,4 lt/det/ha

c = diperoleh dari tabel koefisien lengkung tegal

= 1,105 untuk A = 100 ha

Irigasi & Bangunan Air II

maka :

Q = A.c.a.

= 100 x 1,105 x 1,4 = 154,7 lt/det = 0,1547 m3

/det

Tabel Perhitungan :

Nama Petak Luasan Petak Koef. Lengkung Tegal a (lt/det/ha)

Q =A.c.a./1000

(m3/det)

SP1.Ki

100

1.105

1.4

0.1547

SP1.Ka

98

1.11

1.4

0.1523

SP2.Ki

120

1.045

1.4

0.1756

SP2.Ka

116

1.055

1.4

0.1713

SP3.Ki

125

1.03

1.4

0.1803

SP3.Ka

95

1.125

1.4

0.1496

SP4.Ki

110

1.07

1.4

0.1648

SP4.Ka

105

1.09

1.4

0.1602

SP5.Ki

55

1.375

1.4

0.1059

SP5.Ka

46

1.46

1.4

0.0940

SJ1.Ki

100

1.105

1.4

0.1547

SJ1.Ka

70

1.255

1.4

0.1230

SJ2.Ki

120

1.045

1.4

0.1756

SJ21.Ka

99

1.11

1.4

0.1538

SJ3.Ki

123

1.04

1.4

0.1791

SJ3.Ka

105

1.09

1.4

0.1602

SJ4Ki

108

1.08

1.4

0.1633

SJ4.Ka

81

1.19

1.4

0.1349

SJ5.Ki

37

1.57

1.4

0.0813

SJ5.Ka

20

1.93

1.4

0.0540

B1.Ki

95

1.125

1.4

0.1496

B1.Ka

71

1.25

1.4

0.1243

B2.Ki

120

1.045

1.4

0.1756

B2.Ka

70

1.255

1.4

0.1230

B3.Ki

90

1.145

1.4

0.1443

B3.Ka

95

1.125

1.4

0.1496

B4.Ki

62

1.315

1.4

0.1141

B4.Ka

120

1.045

1.4

0.1756

Σ = 4,8793 (m3/det)

Irigasi & Bangunan Air II

Dalam rencana Jaringan Irigasi ini hanya akan dibahas beberapa masalah

secara umum tentang peta petak saluran-saluran dan bangunan-bangunan yang

diperlukan.

PETA PETAK IRIGASI

a. Petak Primer

Petak yang mendapat air dari saluran induk, batasnya ditentukan oleh

keadaan medan (batas-batas alami) dan kemampuan sungai yang memberi

air untuk dapat mengaliri dengan baik petak primer. Petak primer dibagi

dalam petak-petak sekunder.

b. Petak Sekunder

Petak yang mendapat air dari seluran sekunder, batasnya ditentukan oleh

keadaan medan (batas-batas alami) seperti : sungai-sungai, saluran-saluran

pembuang, bukit-bukit, desa-desa, saluran primer dan lain-lain.

c. Petak Tersier

Petak yang mendapat air langsung dari saluran sekunder ataupun primer

melalui pintu-pintu sadap dan pintu tersier.

SALURAN-SALURAN IRIGASI

a. Saluran Primer

Saluran yang menerima air langsung dari penangkap air (pintu intake pada

bendung).

b. Saluran Sekunder

Saluran yang menerima air dari saluran primer untuk petak sekunder yang

dilayaninya.

c. Saluran Tersier

Saluran yang menerima air dari saluran sekunder untuk aluran petak yang

dilayaninya.

Irigasi & Bangunan Air II

d. Saluran Kuarter

Saluran yang menerima air dari saluran tersier, berada dalam petak tersier

yang membagi air langsung kesawah atau lahan pertanian.

Saluran Punggung

Saluran yang ditarik melalui titik-titik tinggi dari sebuah punggung yang dapat

memberikan air kekanan dan kekiri.

Saluran Garis Tinggi

Saluran Tranche mengikuti garis tinggi dengan kemiringan yang sangat kecil.

BANGUNAN-BANGUNAN IRIGASI

a. Bendung

Bendung untuk membendung sungai
Pintu-pintu pengambilan untuk mengambil air dari singai
Pintu-pintu penguras untuk membersihkan singai dimuka pintu

pengambilan.

Kolam olak atau kolam peredam energi (energi dissipator) sebagai

pematah energi.

Kantong lumpur atau kantong pasir untuk mengendapkan lumpur atau

pasir dari air yang telah dimasukkan.

Pintu pembilas untuk membersihkan kantong lumpur.

b. Bangunan Bagi

Berguna untuk membagi air antara saluran primer dan saluran sekunder,

antara saluran sekunder dan tersier dan didalam petak tersier dan saluran

kuarter.

c. Bangunan Penyadap

Bergun untuk menyadap air dari saluran sekunder atau saluran primer

untuk keperluan petak-petak tersier

Irigasi & Bangunan Air II

d. Bangunan Pengukur

Untuk mengukur air yang diambil dari sungai, saluran induk, sekunder dan

tersier.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->