Anda di halaman 1dari 3

Penyakit gondok merupakan penyakit yang bisa menyerang siapa saja.Bagaimana solusi terbaik untuk mengobati penyakit gondok??

Berikut adalah pembahasannya..

Goiter atau gondok adalah pembesaran kelenjar tiroid, dan dapat terjadi dalam bentuk diffuse atau nodular. Penyakit ini merupakan penyakit tiroid yang tersering, endemik di bagian tertentu dunia dan juga dapat terjadi secara sporadik. Baik endemik maupun sporadik, adanya gondok mencerminkan gangguan sintesis hormon tiroid yang paling sering disebabkan oleh defisiensi yodium dalam makanan. Faktor lain yang sering dihubungkan dengan gondok endemik ialahfaktor goitrogen, kelebihan unsur yodium, nutrisi, dan genetik. Pada penyakit ini, fungsi tiroid dapat normal (gondok non toksik), over aktif (gondok toksik), atau under aktif (gondok hipotiroid). Gondok dapat membesar ke dalam ruang retrosternal, dengan atau tanpa pembesaran substantial anterior. Karena hubungan secara anatomis kelenjar tiroid ke trakea, laring, saraf laryngeal superior dan inferior, dan esophagus, pertumbuhan abnormal dapat menyebabkan sindrom kompresif yang bermacam-macam. Gondok endemik terjadi di daerah yang tanah, air, dan pasokan makanannya hanya mengandung sedikit yodium. Kata endemik digunakan jika gondok terdapat pada lebih dari 10% persen populasi di suatu tempat.Dengan meningkatnya suplementasi yodium ke dalam makanan, frekuensi dan keparahan gondok endemik telah berkurang secara bermakna. Gondok sporadik jauh lebih jarang terjadi daripada gondok endemik. Keadaan ini lebih sering ditemukan pada perempuan daripada laki-laki dengan insidensi puncak pada usia pubertas atau dewasa muda saat terjadi peningkatan fisiologik kebutuhan akan tiroksin. Gondok sporadik dapat disebabkan oleh sejumlah penyakit, termasuk ingesti zat yang mengganggu sintesis hormon tiroid, misalnya kalsium dan sayuran yang termasuk golongan brassica dan cruciferae (misal kol, kembang kol, tauge, brusel, dan lobak cina) yang berlebihan. Pada kasus yang lain, gondok dapat terjadi akibat defek herediter enzim yang mengganggu sintesis hormon tiroid. Namun, pada sebagian kasus penyebab gondok sporadik tidak jelas. Penyakit gondok disebabkan oleh membesarnya kelenjar tiroid pada leher. Hubungan antara penyakit ini dengan kurangnya konsumsi yodium telah diketahui lebih dari 130 tahun yang lalu. Beberapa abab sebelumnya, penyakit gondok ditangani dengan mengkonsumsikan pasien benda yang kaya akan yodium seperti karang laut yang dibakar. Yodium berinteraksi dengan protein yang disebut dengan thyroglobulin, dan cincin aromatik dari protein ter-iodinisasi. Dua dari molekul yang ter-iodinisasi tersebut berinteraksi, membentuk suatu unit thyroxine yang berikatan dengan protein. Unit aromatik ini kemudian lepas dan menghasilkan suatu hormon tiroid thyroxine yang sangat kuat.

Manusia maupun hewan mamamalia muda memerlukan hormon tiroid untuk pertumbuhan dan perkembangan yang normal. Kekurangan dari hormon tiroid pada saat kandungan berakibat penurunan mental dan daya pikir anak tersebut. Kekurangan hormon tiroid pada tingkat rendah pada orang dewasa mengakibatkan hypotiroidism, atau sering kita sebut dengan istilah gondok, dengan gejala-gejala seperti malas bergerak, kegemukan, dan kulit yang mengering. Yodium yang kita dapatkan dari mengkonsumsi makanan dan minuman berada dalam bentuk ion yodium, dan besarnya bergantung dari kadar yodium dalam tanah. Tanah dengan kadar yodium rendah mengakibatkan banyak pasien menderita penyakit gondok dan dapat ditanggulangi dengan mengkomsumsi garam yang ber-iodinisasi NaI (100mg iyodium per gram garam). Klasifikasi 1. Grade 0 : Normal

Dengan inspeksi tidak terlihat, baik datar maupun tengadah maksimal, dan dengan palpasi tidak teraba. 2. Grade IA

Kelenjar Gondok tidak terlihat, baik datar maupun penderita tengadah maksimal, dan palpasi teraba lebih besar dari ruas terakhir ibu jari penderita. 3. Grade IB

Kelenjar Gondok dengan inspeksi datar tidak terlihat, tetapi terlihat dengan tengadah maksimal dan dengan palpasi teraba lebih besar dari Grade IA. 4. Grade II

Kelenjar Gondok dengan inspeksi terlihat dalam posisi datar dan dengan palpasi teraba lebih besar dari Grade IB. 5. Grade III

Kelenjar Gondok cukup besar, dapat terlihat pada jarak 6 meter atau lebih. Setiap penderita Gondok akan mengalami defisit IQ Point sebesar 5 Point dibawah normal Kebutuhan Yodium

Kebutuhan yodium setiap hari di dalam makanan yang dianjurkan saat ini adalah:

50 mikrogram untuk bayi (12 bulan pertama). 90 mikrogram untuk anak (usia 2-6 tahun). 120 mikrogram untuk anak usia sekolah (usia 7-12 tahun).

150 mikrogram untuk dewasa (diatas usia 12 tahun). 200 mikrogram untuk ibu hamil dan menyusui.

Ada beberapa pendapat yang salah dan kenyataan yang berbeda. Pendapat yang salah, misalnya, garam beryodium dapat mengobati GAKY seperti kretin, namun kenyataan GAKY tidak dapat diobati kecuali hanya dicegah. Juga pendapat yang salah, bahwa mengkonsumsi yodium sangat berbahaya, kenyataannya mengkonsumsi yodium, melalui garam beryodium dalam jangka lama tidak berbahaya.