Anda di halaman 1dari 23

AUDITING

PROFESI AKUNTAN PUBLIK

Oleh: Harnico Syahputra Roni Satria Sri Fitriani C1C109046 C1C109084 C1C109090

Dosen Pemimbing : Lismawati, SE. M.Si. Ak.

PROGRAM EKSTENSI AKUTANSI FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS BENGKULU


Jln. W.R. Supratman Kandang Limun Bengkulu

Pengauditan 1

KATA PENGANTAR Assalamualaikum Wr. Wb.. Puji syukur kami ucapkan atas kehadirat Allah SWT, yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah dengan judul Profesi Akuntan Publik dengan tepat waktu. Disini, kami akan mencoba memandang audit dari sudut profesi akuntan publik yang diawali dengan uraian mengenai timbul dan berkembangnya profesi akuntan publik. Laporan auditing merupakan alat utama yang dipakai oleh auditor independen dalam mengkomunikasikan pekerjaannya kepada pemakai jasanya, oleh karena itu, untuk memberikan gambaran secara garis besar profesi akuntan publik, dalam makalah ini diiuraikan secara rinci makna yang terkandung dalam kalimat yang tercantum dalam laporan audit. Makalah diakhiri dengan pembahasan mengenai tipe auditor, tipe auditing dan hierarki auditor dalam organisasi kantor akuntan. Ini adalah salah satu kajian yang sangat menarik, karena kita sebagai mahasiswa ekonomi akuntansi dan mungkin juga calon akuntan harus mengetahui terlebih dahulu detail seorang akuntan. Untuk itu, makalah ini hadir, yang setidaknya akan menambah informasi dan pengetahuan bagi kita semua. Dan bagaimanapun dan kemungkinan apapun bisa saja terjadi, namun bila kita menyikapinya secara krisis, paling tidak masalah hidup kita secara pribadi dapat teratasi sekian rupa dengan pola pikir kita yang dinamis. Sehingga akhirnya kelak saatnya terjun di dunia kerja, pola pikir tersebut dapat membantu orang lain. Kami mengucapkan terimakasih kepada dosen pemimbing mata kuliah Pengauditan I Ibu Lismawati, SE. M.Si. Ak. yang telah banyak memberikan pengarahan sehingga makalah ini dapat terselesaikan, walaupun sangat disadari masih jauh dari sempurna, untuk itu kritik dan saran yang membangun sangatlah diharapkan untuk perbaikan dimasa mendatang. Semoga makalah ini dapat berguna bagi kita semua. Amin Wassalamualaikum Wr. Wb

Bengkulu,

September 2011

Penyusun

Pengauditan 1

DAFTAR ISI Halaman Judul ......................................................................................................................... 1 Kata Pengantar ......................................................................................................................... 2 Daftar Isi .................................................................................................................................. 3

BAB I Pendahuluan 1.1 Latar Belakang.......................................................................................................... 4 1.2 Rumusan Masalah .................................................................................................... 5 1.3 Tujuan Penulisan ...................................................................................................... 5

BAB II Pembahasan 2.1 Timbul dan berkembangnya profesi akuntan publik ................................................ 6 2.2 Jasa yang dihasilkan akuntan publik ........................................................................ 8 2.3 Akuntan publik dan cakupannya ............................................................................11 2.4 Tipe Auditor ...........................................................................................................15 2.5 Estndar Profesional akuntan publik ......................................................................17

BAB III Penutup ............................................................................................................................ 20 Daftar Pustaka .................................................................................................................. 21 Lampiran .......................................................................................................................... 22

Pengauditan 1

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Timbul dan berkembangnya industri dan bisnis disetiap negara ikut mempengaruhi berkembangnya ekonomi secara global. Timbul dan berkembangnya profesi akuntan publik disuatu negara adalah sejalan dengan berkembangnya perusahaan dan berbagai bentuk badan hukum perusahaan dinegera tersebut. Jika perusahaan-perusahaan yang berkembang dalam suatu negara masih berskala kecil dan masih menggunakan modal pemiliknya sendiri untuk membelanjai usahanya, jasa audit yang dihasilkan oleh profesi akuntan publik belum diperlukan oleh perusahaan-perusahaan tersebut. Begitu juga jika sebagian besar perusahaan berbadan hukum selain perseroan terbatas (PT) yang bersifat terbuka, dinegara tersebut jasa audit profesi akuntan publik belum diperlukan oleh masyarakat usaha. Ketika Mendengar kata Akuntan Publik Mungkin Yang pertama kali muncul dalam benak orang awam adalah sama seperti akuntan-akuntan yang bekerja di dalam perusahaan. Kenyataanya adalah tidak demikian adanya. Akuntan Publik adalah suatu Profesi Yang bersifat Independent dan tidak memiliki suatu kepentingan atas clientnya. Akuntan publik sendiri bisa terdiri dari Auditor independent yang memberikan penilaian yang sesungguhnya atas laporan keuangan suatu perusahaan. Ataupun Mmberikan jasa-jasa lainnya yang hubungannya dengan kinerja dan pelaporan suatu entitas. Tujuan menyeluruh audit laporan keuangan adalah menyatakan pendapat tentang apakah laporan keuangan klien telah menyajikan secara wajar, dalam semua hal yang material sesauai dengan prinsip akuntansi berterima umum atau dikenal dengan GAAP. Untuk itu, auditor harus memperoleh bahan bukti yang yang cukup dan kompeten sebagai dasar yang memadai untuk menyatakan pendapat. Di dalam makalah ini akan sedikit dikupas mengenai Profesi Akuntan Publik disertai dengan contoh kasus yang berkaitan dengan Independensi dari Profesi Akuntan Publik.

Pengauditan 1

1.2 Tujuan Penulisan Supaya mahasiswa dapat mengetahui lingkup kerja akuntan publik, tipe auditor, tipe auditing dan hierarki auditor dalam organisasi kantor akuntan publik. Mencari solusi, berfikir krisis dan bertindak aktif sedini mungkin. Diharapkan pula makalah ini dapat menjadi acuan belajar di Perguruan Tinggi. 1.3 Rumusan Masalah Adapun makalah ini dibuat dengan rumusan masalah : 1. Timbul dan berkembangnya akuntan publik? 2. Jasa yang dihasilkan akuntan publik? 3. Akuntan publik dan cakupannya? 4. Hierarki auditor dalam organisasi kantor akuntan publik? 5. Tipe dan Estndar Profesi Akuntansi?

Pengauditan 1

BAB II PEMBAHASAN MASALAH 2.1. TIMBUL DAN BERKEMBANGNYA PROFESI AKUNTAN PUBLIK
Profesi akuntan publik dikenal oleh masyarakat dari jasa audit yang disediakan bagi pemakai informasi keuangan. Dalam perusahaan kecil yang berbentuk perusahaan perorangan, yang pemiliknya merangkap sebagai pemimpin perusahaan, laporan keuangan biasanya hanya disajikan untuk memenuhi kebutuhan pemilik perusahaan. Laporan keuangan tersebut digunakan oleh pemilik untuk mengetahui hasil usaha dan posisi keuangan perusahaannya. Begitu pula dalam perusahaan berbentuk firma, laporan keuangan biasanya hanya dimanfatkan oleh para sekutu, yang sekaligus sebgai pemimpin perusahaan. Selama kedua bentuk badan usaha tersebut hanya menggunakan modal yang berasal dari penyertaan pemilik, yang sekaligus menjadi pemimpin perusahaan, selama itu pula laporan keuangan mereka hanya dibuat untuk memenughi kepentingan intern saja. Dalam kondisi semacam ini jasa audit profesi akuntan publik belum diperlukan, baik oleh para pemimpin perusahaan maupun oleh pihak luar perusahaan. Dalam perusahaan berbadan hukum perseroan terbatas yang bersifat terbuka, saham perusahaan dijual kepada masyarakat umum melalui pasar modal, dan pemegang saham sebagai pemilik perusahaan terpisah dari manajemen perusahaan. Pemilik perusahaan menanamkan dana mereka di dalam perusahaan dan manajemen berkewajiban

mempertanggungjawabkan dana yang dipercayakan kepada mereka. Laporan keuangan perusahaan ini, disamping digunakan untuk keperluan manajemen perusahaan, juga dimanfaatkan oleh pemilik untuk menilai pengelolaan dana yang dilakukan oleh manajemen perusahaan. Dalam perusahaan berbentuk CV (comanditaire vennootschap), sebagian sekutunya bertindak sebgai manajemen perusahaan dan sebagian yang lain bertindak sebgai sekutu diam (Sleeping partners). Laporan keuangan dalam CV diperlukan oleh sekutu aktif maupun diam untuk meniulai pengelolaan dana ang dilaksanakan oleh sekutu aktif tersebut. Dalam perekembangan usahanya, baik perusahaan perorangan maupun berbagai perusahaan berbentuk badan hukum yang lain tidak dapat menghindarkan diri dari penarikan dana dari pihak luar, yang tidak selalu dlam bentuk penyertaan modal dari investor, tetapi berupa perbaikan pinjaman dari kreditur. Dengan demikian, pihak-pihak yang berkepentingan terhadap laporan keuangan perusahaan tidak lagi hanya terbatas pada para pemimpin Pengauditan 1 6

perusahaan, tetapi meluas kepada para investor dan kreditur serta calon investor dan calon kreditur. Pihak-pihak diluar perusahaan memerlukan informasi mengenai perusahaan untuk pengambilan keputusan tentang hubungan mereka dengan perusahaan. Umumnya mereka mendasarkan keputusan mereka berdasarkan informasi yang disajikan oleh manajemen dalam lapran keuangan. Dengan demikian, terdapat dua kepentingan yang berlawanan dalam situasi seperti yang diuraikan diatas. Disatu pihak, manajemen perusahaan ingin menyampaikan informasi mengenai pertanggungjawaban pengelolaan dana yang berasal dari pihak luar; dipihak lain, pihak luar perusahaan ingin memperoleh ionformasi yang andal dari manajemen prusahaan mengenai pertanggungjawabn dana yang mereka investasikan. Adanya dua kepentingan yang berlawanan inilah yang menyebabkan timbul dan berkembangnya profesi akuntan publik. Digambarkan dibawah ini:

Gambar 1.1 Struktur antara Akuntan Publik dengan Manajemen Perusahaan; Kreditur, Investor dan Pihak Luar Lain Dari gambar diatas digambarkan bahwa manajemen perusahaan memerlukan jasa pihak ketiga agar pertanggungjawaban keuangan yang disajikan kepada pihak luar dapat dipercaya, sedangkan pihak luar perusahaan memerlukan jasa pihak ketiga untuk memperoleh keyakinan Pengauditan 1 7

bahwa laporan keuangan yang disajikan oleh manajemen perusahaan dapat dipercaya sebgai dasar keputusan-keputusan yang diambil oleh mereka. Baik manajemen perusahaan maupun pihak ketiga yang berkepentingan terhadap perusahaan memerlukan jasa pihak ketiga yang dpat dipercaya. Tanpa menggunakan jasa auditor independen, manajemen perusahaan tidak akan dapat meyakinkan pihak luar perusahaan bahwa laporan keuangan yang disajikan berisi inforamsi yang dapat dipercaya karena dari sudut pandang pihak luar, manajemen perusahaan mempunyai kepentingan, baik kepentingan keuangan maupun kepentingan yang lain. Karena pihak luar perusahaan memerlukan jasa pihak ketiga untuk menilai keandalan pertanggungjawaban keuangan yang disajikan oleh manajemen dalam laporan keuangannya, keadaan ini memicu timbulnya kebutuhan jasa profesi akuntan publik. Profesi ini merupakan profesi kepercayaan masyarakat. Dari profesi akuntan publik inilah masyarakat mengharapkan penilaian yang bebas tidak memihak terhadap informasi yang disaji9kan oleh manajemen perusahaan dalam laporan keuangan. Perkembangan profesi akuntan publik pernah mendapat dorongan dari pemerintah dalam tahun 1979 1983, dengan dikeluarkannya Keputusan Menteri Keuangan Nomor 108/KMK 07/1979 tentang Penggunaan Laporan Pemeriksaan Akuntan Publik untuk Memperoleh Keringanan dalam Penentuan Pajak Perseroan. Perkembangan pasar modal Indonesia diwarnai dengan meningkatnya jumlah perusahaan yang menjual sahamnya dipasar modal. Perkembangan pasar modal Indonesia merupakan pendorong berkembangnya profesi akuntan publik Indonesia.

2.2 JASA YANG DIHASILKAN OLEH PROFESI AKUNTAN PUBLIK Adapun Jasa yang dihasilkan akuntan publik: Jasa Assurance, Jasa Atestasi dan Jasa Non Assurance. A. Jasa Assurance Adalah jasa profesional independen yang meningkatkan mutu informasi bagi pengambil keputusan. Jasa atestasi terdiri dari audit, pemeriksaan (examination), review, dan prosedur yang disepakati (agreed upon procedure) dalam peningkatan mutu untuk pengambilan keputusan. Jasa Assurance dapat disediakan oleh profesi akuntan publik atau berbagai profesi lain. Contoh jasa assurance yang disediakan oleh profesi lain adalah jasa pengujian berbagai produksi oleh organsiasi konsumen, jasa pemeringkatan televisi (television rating) atau jasa pemeringkatan radio (radio rating).

Pengauditan 1

B. Jasa Atestasi adalah suatu pernyataan pendapat, pertimbangan orang yang independen dan kompeten tentang apakah asersi suatu entitas sesuai dalam semua hal yang material, dengan kriteria yang telah ditetapkan. Atestasi adalah pernyataan yang dibuat oleh satu pihak yang implisit dimaksudkan untuk digunakan oleh pihak lain (pihak ketiga). Untuk laporan keuangan historis, asersi merupakan pernyatan manajemen bahwa laporan keuangan sesuai dengan akuntansi berterima umum (generally accepted accounting principles). Dibagi menjadi 4 jenis: 1. Audit Mencangkup pemerolehan dan penilaian bukti yang mendasari laporan keuangan historis suatu entitas yang berisi asersi yang dibuat oleh manajemen entitas tersebut. Atas dasar audit yang dilaksanakan terhadap laporan keuangan historis suatu entitas, auditor menyatakan suatu pendapat mengenai apakah laporan keuangan tersebut menyajikan secara wajar, dalam semua hal yang material, posisi keuangan dan hasil usaha entitas sesuai dengan prinsio akuntansi berterima umum. 2. Pemeriksaan (Exminatoin) Berupa pernyataan suatu pendapat atas kesesuaian asersi yang dibuat oleh pihak lain dengan kriteria yang telah ditetapkan. Contoh: pemeriksaan terhadap inforomasi keuangan prospektif dan pemeriksaan untuk menentukan kesesuaian pengenda;ian intern suatu entitas dengan kriteria yang ditetapkan oleh instansi pemerintah. 3. Review, Berupa permintaan keterangan dan prosedur analitik terhadap informasi keuangan suatu entitas dengan tujuan untuk memberikan keyakinan negatif atas asersi yang terkandung dalam informasi keuangan tersebut. Keyakinan negatif lebih rendah tingkatnya dibandingkan dengan keyakinan positif yang diberikan oleh akuntan publik dalam jasa audit dan jasa pemeriksaan, karena lingkup prosedur yang digunakan oleh akuntan publik dalam pengumpulan bukti lebh sempit dalam jasa review dibandingkan dengan yang dignakan dalam jasa audit dan jasa pemeriksaan. Dalam menghasilkan jasa audit dan pemeriksaan, akuntan publik melaksanakan berbagai prosedur: inspeksi; observasi, konfirmasi, permintaan keterangan, pengusutan (tracing), pemeriksaan bukti pendukung (vouching), pelaksanaan ulangn (reperforming), dan analisis.

Pengauditan 1

4. Prosedur yang disepakati (Agreed-upon procedures) Jasa atestasi atas asersi manajemen dapat dilaksanakan oleh akuntan publik berdasarkan prosedur yang disepakati antara klien dnegan akuntan publik. Contoh: klien dan akuntan bersepakat bahwa prosedur tertentu akan diterapkan terhadap unsur atau akun tertentu dalam suatu laporan keuangan, bukan terhadap semua unsur laporan keuangan.

C. Jasa Nonassurance adalah jasa yang dihasilkan oleh akuntan publik yang di dalamnya ia tidak memberikan suatu pendapat, keyakinan negatif, ringkasan temuan, atau bentuk lain keyakinan. Contoh jasa nonassurance yang dihasilkan oleh profesi akuntan publik adalah: 1. jasa kompilasi Melakukan berbagai jasa akuntansi kliennyasampai dengan penyusunan laporan keuangan), 2. Jasa perpajakan Bantuan dalam pengisian pemberitahuan pajak tahunan (SPT) pakjak penghasilan, perencanaan pajak, dan bertindak mewakili kliennya dalam menghadapi masalah perpajakan, 3. jasa konsultasi, meliputi: a. Konsultasi (consultations) Fungsi praktisi adalah memberikan konsultasi atau saran profesional yang memerlukan respon segera. Contoh: review dan komentar terhadap bisnis buatan klien. b. Jasa pemberian saran profesianal (advisory services) Berfungsi mengembangkan temuan, simpulan, dan ekomendasi untuk

dipertimbangkan dan diputuskan oleh klien. Contoh: review operasional dan improve study, analisis terhadap suatu sistem akuntansi, dll. c. Jasa implementasi Berfungsi mewujudkan rencana kegiatan menjadi kenyataan. Contoh: penyediaan jasa instalasisistem komputer dan jasa pendukung yang berkaitan, pelaksanaan tahap-tahap peningkatan produktvitas, dll. d. Jasa transaksi Berfungsi menyediakan jasa yang berhubungan dnegan beberapa transaksi khusus klien yang umumnya dengan pihak ketiga. Pengauditan 1 10

e. Jasa penyediaan staf dan jasa pendukung lainnya Berfungsi menyediuakan staf yang memadai (dalam hal kompetensi dan jumlah) dan kemungkinan jasa pendukung lain untuk melaksanakan tugas yang ditentukan oleh klien. f. Jasa Produk Berfungsi menyediakan bagi klien suatu peroduk tertentu. Contoh: penjualan dan penyerahan paket program pelatihan, penjualan dan implementasi perangkat lunak komputer, dll.

2.3 AKUNTAN PUBLIK DAN CAKUPANNYA 1. Defenisi Auditing Secara umum auditing adalah suatu proses sistematik untuk memperoleh dan mengevaluasi secara objektif mengenai pernyataan-pernyataan tentang kegiatan dan kejadian ekonomi, dengan tujuan untuk menetapkan tingkat kesesuaina antara pernnyataan-pernyataan tersebut dengan kriteria yang telah ditetapkan, serta penyampaian hasil-hasilnya kepada pemakai yang berkepentingan. Adapun unsur-unsur auditing: a. Suatu proses sistematik b. Pernyataan mengenai kegiatan dan kejadian ekonomi, c. Menetapkan tingakt kesesuaian d. Kriteria yang telah diteapkan e. Penyampaian hasil f. Pemakai yang berkepentingan

2. Auditing Ditinjau Dari Sudut Profesi Akuntan Publik Dalam hal ini auditing adalah pemeriksaan secara objektif atas laporan keuangan suatu perusahaan atau orangaisasi lain dengan tuuan menentukan apakah laporan keuanga tersebut menyajikan secara wajar atau tidak. Auditing bukan merupakan cabang akuntansi, tetapi suatu disiplin bebas, yang mendasarkan diri pada hasil kegiatan akuntansi dan daata kegiatan lain. Akuntansi merupakan proses pencatatan, penggolongan, peringkasan, dan penyajian transaksi keuangan perusahaan atau organisasi lain, hasil akhir: laproan keuangan. Dipihak lain, auditing ditunjukan untuk menetukan secara objektif keandalan informasi yang disampaikan oleh manajemen dalam laporan keuangan. Profesi akunan publik bertanggung jawab untuk menaikkan tingakt keandalan laporan keuangan perusahan-perusahaan,

Pengauditan 1

11

sehingga masyarakat keuangan memperoleh informasi keuangan yang andal sebagai dasar untuk memutuskan alokasi sumber-sumber ekonomi. 3. Laporan Audit (Audit Report) Dibagi menjadi tiga paragraf: paragraf pengantar (introductory paragraph) meliputi: (1) tipe jasa yang diberikan oleh keuangan dan tanggung jawab auditor, (2) objek yang diaudit, (3) pengungkapan tanggung jawab manajemen atas laporan keuangan dan tanggung jawab auditor atas pendapat yang diberikan atas laporan keuangan berdasarkan hasil auditnya. Paragraf Lingkup (Scope paragraf) dan paragraf pendapat (Opinion paragraph). Adapun objek auditing masa kini adalah: a. Neraca, b. Laporan Laba-Rugi, c. Laporan Perubahan Ekuitas, d. Laporan arus kas

A. Paragraf Lingkup Berisi pernyatan ringkas mengenai lingkup audit yang dilaksanakan auditor, serta suatu pernyataan keyakinan bahwa audit yang dilaksanakan berdasarkan standar auditing, yang ditetapkan oleh badan penyusun standar (standard setting body) . Di Indonesia, badan yang berwenang menyusun stnadar auditing adalah Dewan Standar Profesional Akuntan Publik, Kompartemen Akuntan Publik dan Ikatan Akuntan Indonesia. Standar auditing terdiri dari sepulih standar dan semua Pernyataan Standar Auditing (PSA) yang berlaku. Sepuluh standar auditing dibagi menjadi tiga kelompok: 1. Standar Umum (Mengatur syarat-syarat diri audior) a. Audit harus dilaksanakan oleh seorang atau lebih yang memiliki keahlian dan pelatihan teknis cukup sebgai auditor, b. Dalam semua hal yang berhubungan dengan perikatan, independensi dalam sikap mental harus dipertahankan oleh auditor, c. Dalam pelaksanaan audit dan penyusunan laporannya, auditor wajib menggunakan kemahiran profesionalnya dengan cermat dan seksama. 2. Standar Pekerjaan Lapangan (Mengatur syarat-syarat diri audior) a. Pekerjaan harus direncanakan sebaik-baiknya dan jika digunakan asisten harus disupervisi dengan semestinya, b. Pemahaman memadai atas pengendalian intern harus diperoleh untuk merencanakan audit dan menentukan sifat, saat dan lingkyup pengujian yang akan dilakukan, Pengauditan 1 12

c. Bukti audit kompeten yang cukup harus diperoleh melalui inspeksi, pengamatan, permintaan keterangan, dan konfiormasi sebagai dasar memadai untuk pelaporan. 3. Standar pelaporan (memberikan panduan bagi auditor dalam mengkomunikasikan hasil auditnya melalui laporan audit kepada pemakai inforamsi keuangan) a. Laporan auditor harus menyatakan apakah laporan keuangan telah disusun sesuai PABU, b. Laporan auditor harus menunjukan atau menyatakan, jika ada, ketidakkonsistenan penerapan prinsip akuntansi dalam penyusunan laporan keuangan priode berjalan dibandingan dengan tahun sebelumnya, c. Pengungkapan informatif dalam laporan keuangan harus dipandang memadai, kecuali dinyatakan lain dalam laporan auditor, d. Laporan auditor harus memuat suatu pernyataan pendapat mengenai laporan keuangan secara keseluruhan atauy suatu asersi bahwa pernyataan demikian tidak dapat diberikan.

Melihat standar diatas, menjadi jelas tidak setiap orang dapat melakukan audit terhadap laporan keuangan.

B. Pendapat Paragraf (Opinion Paragraph) Berisi pernyataan ringkas mengenai pendapat auditor tentang kewajaran laporan keuangan auditan. Ada empat tipe pokok laporan audit yang diterbitkan oleh auditor: 1. Laporan yang berisi pendapat wajar tanpa pengecualian (unqualified opinion report) Dengan syarat: a. Sesuai PABU b. Perubahan penerapan prinsip akuntansi bererima umum dari periode ke periode telah cukup dijelaskan, c. Informasi dalam catatan-catatan yang mendukungnya telah digambarkan dan dijelaskan dengan cuku didalam Laporan Keuangan. 2. Laporan yang berisi paendapat wajar tanpa pengecualian dengan bahasa penjelasan (unqualified opinion report with explantory languange) 3. Laporan yang berisi pendapat wajar dengan pengecualian (qualified opinion report) Jika: a. Lingkup audit dibatasi oleh klien,

Pengauditan 1

13

b. Auditor tidak dapat melaksanakan prosedur audit paneting atau tidak dapat memperoleh informasi penting karena kondisi yang berbeda diluar kekuasaan klien maupun auditor, c. Laporan keuangan tidak disusun sesuai dengan PABU, 4. Laporan yang berisi pendapat tidak wajar (adverse opinion report) 5. Laporan yang didalamnya auditor tidak mefnyatakan pendapat (disclaimer of opinion report) Jika: a. Pembatasan yang luar biasa sifatnya terhadap lingkup audit, b. Auditor tidak independen dalam hubungan dengan kliennya.
*

Lebih Jelas Lihat lampiran.

3. HIERARKI AUDITOR DALAM ORGANISASI KANTOR AKUNTAN PUBLIK Umumnya hirarkhi auditor dalam perikatan audit didalam kantor akuntan publik menjadi berikut ini: 1. Partner (rekan) Menduduki jabatan tertinggi dalam perikatan audit, bertanggung jawab atas hubungan dengan klien, bertanggung jawab secara menyeluruh mengenai auditing. Partner menandatangani laporan audit dan management latter, dan bertanggung jawab terhadap penagihan fee dari klien 2. Manajer Bertindak sebagai pengawas audit, membatu auditor senior dalam merencanakan program audit dan waktu audit, me-review kergtas kerja, laporan audit dan management latter.\ 3. Auditor senior Bertugas unuk melaksanakan audit, mengusahakn biaya audit dan waktu audit sesuai dengan rencana, mengarahkan dan mereview pekerjaan auditor junior. 4. Auditor Junior Melaksanakan prosedur audit secara rinci; membuat kertas kerja untuk

mendokumentasikan pekerjaan audit yang telah dilaksanakan. Pekerjaani ini biasanya dipegang oleh auditor yang baru saja menyelesaikan pendidikan formalnya disekolah.

Pengauditan 1

14

2.4 TIPE AUDITOR Dikelompokan menjadi tiga golongan: Auditor independen, auditor pemerintah, auditor intren. Berikut digambarkan berbagai tipe auditor dan pekerjaan profesional mereka:

Gambar 1.2 Tipe Auditing, Auditor dan Pekerjaan Mereka 1. Auditor Independen Adalah auditor profesional yang menyediakan jasanya kepada masyarakat umum, terutama dalam bidang audit atas laporan keuangan yang dibuat kliennya ( kreditur, calon investor, dan instansi pemerintah;terutama istansi pajak). Profesi auditor independen memperoleh honorium dari kliennya, namun tidak memihak terhadap kliennya tersebut.

2. Auditor Pemerintah Adalah auditor profesional yang berkerja di instansi pemerintah yang tugas pokoknya melakukan audit atas pertanggungjawaban keuangan yang disajikan oleh unit pemerintah. Biasanya bekerja di: BPKP (Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangungan) dan BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) serta istansi pajak.

Pengauditan 1

15

3. Auditor Intern Auditor yang bekerja didalam perusahaan (perusahaan negara maupun swasta) yang tugas pokoknya menentukan apakah kebijakan dan prosedur yang ditetapkan oleh manajemen puncak telah dipatuhi, menentukan bvaik atau tidaknya penjagaan terhadap kekayaan organisasi, menentukan efesiensi dan efektifitas prosedur kegiatan organisasi, serta menentukan keandalan informasi yang dihasilkan oleh berbagai bagian organisasi.

Tipe Audit:

1.3 Tipe Audit

Berdasarkan gambar diatas, Auditing umumnya digolongkan menjadi 3 golongan: 1. Audit Laporan Keuangan (Financial Statement Audit) Pengauditan 1 16

Adalah audit yang dilakukan oleh auditor independen terhadap laporan keuangan yang disajikan oleh kliennya untuk menyatakan pendapat mengenai kewajaran laporan keuangan tersebut sesuai PABU. 2. Audit Kepatuhan (Compliance Audit) Adalah audit yang tujuannya untuk menentukan apakah yang diaudit sesuai dengan kondisi atau peraturan tertentu. 3. Audit Operasional (Operatioanl Audit) Merupakan review secara sistematik kegiatan organisasi, atau bagian daripadanya, dalam hubungannya dengan tujuan tertentu. Tujuannya adalah: a. Mengevaluasi kinerja, b. Mengidentifikasi kesempatan untuk peningkatan, c. Membuat rekomendasi untuk perbaikan atau tindakan lebih lanjut.

2.5 STANDAR PROFESIONAL AKUTAN PUBLIK

1. Tipe Standar Profesional yang Diterbitkan Oleh Dewan Terdapat lima macam standar profesional yang diterbitkan oleh Dewan sebagai aturan mutu pekerjaan akuntan publik: a. Standar Auditing Merupakan pedoman audit atas laporan keuangan historis standar auditing terdiri dari 10 standar dan dirinci dalam bentuk Pernyataan Standar Auditing (PSA) , PSA terdiri dai ketentuan-ketentuan dan pedoman utama yang harus diikuti oleh akuntan publik dalam melaksanakan perikatan audit, termasuk dalam PSA adalah Interpretasi Pernyataan Standar Auditng (IPSA) yang merupakan interpretasi resmi yang dikeluarkan oleh

Dewan yang bersifat mengikat bagi anggota Ikatan Akuntansi Indonesia yang berpraktik sebagai Akuntan Publik. b. Standar Aretasi Memberikan rerangka untuk fungsi atestasi bagi jasa akuntan publik yang mencangkup tingkat keyakinan tertinggi yang diberikan dalam jasa audit atas laporan keuangan historis maupun tingkat keyakinan yang lebih rendah dalam jasa non audit c. Standar Jasa Akuntansi dan Review, Memberikan rerangka untuk fungsi nonatestasi bagi jasa akuntan publik yang mencakup jasa akuntansi dan review, termasuk didalamnya adalah Interpretasi Pernyataan Standar Jasa Akuntansi dan Review (IPSAR), yang merupakan interpretasi resmi yang Pengauditan 1 17

dikeluarkan oleh Dewan terhadap ketentuan-ketentuan yang diterbitkan oleh Dewan dalam PSAR. d. Standar Jasa Konsultasi, Memberikan panduan bagi akuntan publik di didalam penyediaan jasa konsultansi bagi masyarakat. Menyajikan temuan, simpulan dan rekomendasi yang sifat dan lingku pekerjaannya ditentukan oleh perjanjian antara praktisi dengan kliennya. e. Standar Pengendalian Mutu Memberikan panduan bagi kantor akuntan publik didalam melaksanakan pengendalian mutu jasa yang dihasilkan oleh iantornya dengan meatuhi berbagai standar yang diterbitkan oleh Dewan Standar professional Akutnan Publik dan Aturan Etika Kompartemen Akutnan Publik yang diterbitkan oleh Kompartemen Akuntan Publik.

Terdapat hubungan antara Standar Atestasi dan Standar Auditing. Standar astestasi disusun untuk memberikan panduan umum semua jenis perikatan atestasi yang mencangkup jasa pemeriksaan (exmination), review, dan kompilasi terhadap asersi manajemen. Jasa pemeriksaan yang dicakup oleh standar atestasi meliputi pemeriksaan terhadap laporan keuangan historis (dikenal dengan istilah auditing) dan lapiran keuangn prospektif. Sedangkan jasa pemeriksaan terhadap laporan keuangan historis diatur secara khusus oleh Dewan Atestasi yang khusus mengatur mutu jasa akuntan publik yang berkaina dengan pemeriksaan laporan keuangan historis. Hubungan keduanya dapat dilihat pada gambar 1.4 berikut:

Pengauditan 1

18

Gambar 1.4 Hubungan antara Atestasi dengan Standar Auditing

Pengauditan 1

19

BAB III PENUTUP Ketika Mendengar kata Akuntan Publik Mungkin Yang pertama kali muncul dalam benak orang awam adalah sama seperti akuntan-akuntan yang bekerja di dalam perusahaan. Kenyataanya adalah tidak demikian adanya. Akuntan Publik adalah suatu Profesi Yang bersifat Independent dan tidak memiliki suatu kepentingan atas clientnya. Akuntan publik sendiri bisa terdiri dari Auditor independent yang memberikan penilaian yang sesungguhnya atas laporan keuangan suatu perusahaan. Ataupun Mmberikan jasa-jasa lainnya yang hubungannya dengan kinerja dan pelaporan suatu entitas. Tujuan menyeluruh audit laporan keuangan adalah menyatakan pendapat tentang apakah laporan keuangan klien telah menyajikan secara wajar, dalam semua hal yang material sesauai dengan prinsip akuntansi berterima umum atau dikenal dengan GAAP. Untuk itu, auditor harus memperoleh bahan bukti yang yang cukup dan kompeten sebagai dasar yang memadai untuk menyatakan pendapat. Di dalam makalah ini akan sedikit dikupas mengenai Profesi Akuntan Publik disertai dengan contoh kasus yang berkaitan dengan Independensi dari Profesi Akuntan Publik. Dan bagaimanapun dan kemungkinan apapun bisa saja terjadi, namun bila kita menyikapinya secara krisis, paling tidak masalah hidup kita secara pribadi dapat teratasi sekian rupa dengan pola pikir kita yang dinamis. Sehingga akhirnya kelak saatnya terjun di dunia kerja, pola pikir tersebut dapat membantu orang lain

Pengauditan 1

20

DAFTAR PUSTAKA Mulyadi. Auditing, Bandung : Salemba Empat, 2008. www.wikipediaindonesia.com http://purnawan-kristanto.blogspot.com

Pengauditan 1

21

Lampiran Laporan audit Independen Halaman

Laporan Audit Independen

(Pihak yang dituju oleh auditor)

(Paragraf Pengantar)
Kami telah mengaudit neraca perusahaan XXXX tangal 31 Desember 2011 serta laporan laba-rugi, laporan perubahan ekuitas dan laporan arus kas untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut. Laporan keuangan adalah tanggung jawab manajemen perusahaan. Tanggung jawab kami terletak pada pernyertaan pendapat atas lapoan keuangan.

(Paragraf Lingkup)
Kami melaksanakan audit berdasarkan standar auditing yang ditetapkan Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI). Standar tersebut mengharuskan kami untuk

merencanakn dan melaksanakan audit agar kami memperoleh keyakinan memadai bahwa laporan keuangan bebas dari salah saji material. Suatu audit meliputi pemeriksaan atas dasar pengujian, bukti-bukti yang mendukung jumlahjumlah dan pengungkapan dalam laporan keuangan Audit juga meliputi penilaian atas prinsip akuntansi yang digunakan dan estimasi signifikan yang dibuat oleh manajemen serta penilaian terhadap penyajian laporan keuangan secara

keseluruhan. Kami yakin bahwa audi kami memberikan dasar yang memadai untuk meyatakan pendapat. Pengauditan 1 22

(Paragraf Pendapat)
Menurut pendapat kami, laporan keuangan yang di sebutkan di atas menyajikan secara wajar, dalam semua hal yang material, posisi keuangan perusahaan XXXX tanggal 31 Desember 2011, dan hasil usaha serta arus kas untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia.

(Paragraf Penjelasan)
Seperti telah dijelaskan pada catatan X dalam catatan atas laporan keuangan, perusahaan mengubah metode perhitungan depresiasi tahun 2011.

(Tanda tangan, nama rekan, nomor izin akuntan publik, nomor izin kantor akuntan publik) (Tanggal)

Pengauditan 1

23