Anda di halaman 1dari 6

Menghitung Frekuensi Pernapasan dan Denyut Nadi

XI.IPA.2 SMAN 2 CIREBON

Kelompok 1
Anggota: Aviya Munawaroh (o6) Ayundha Nabilah (07) Endarastya Sarah (14) Naufal Abyan (21) Ryan Hardiman (26)

MENGHITUNG FREKUENSI PERNAPASAN dan DENYUT NADI

I.

TUJUAN PENELITIAN Siswa dapat menghitung dan membandingkan frekuensi pernapasan dan denyut nadi dalam situasi yang berbeda.

II.

DASAR TEORI Dari berbagai literatur menyebutkan bahwa : Denyut Nadi (pulse) adalah getaran/ denyut darah di dalam pembuluh darah arteri akibat kontraksi ventrikel kiri jantung. Denyut ini dapat dirasakan dengan palpasi yaitu dengan menggunakan ujung jari tangan di sepanjang jalannya prmbuluh darah arteri, terutama pada tempat- tempat tonjolan tulang dengan sedikit menekan diatas pembuluh darah arteri. Frekunsi denyut nadi manusia bervariasi, tergantung dari banyaknya factor yang mempengaruhinya. Seseorang dikatakan bernapas bila menhirup O2 dan meneluarkan CO2 melalui system pernapasan. Bernapas dapat dalam dan dapat juga dangkal. Pernapasan yang dalam mempunyai volume udara yang besar, baik pada waktu inspirasi atau ekspirasi. Sedangkan pada pernapasan dangkal maka volume udara akan mengecil.

III.

ALAT BAHAN 1. 2. 3. 4. Probandus Alat pengukur waktu (jam tangan, stopwatch) Buku catatan Alat tulis

IV.

LANGKAH KERJA 1. Siapkan probandus dengan menggunakan jas lab 2. Ada lima kondisi yang akan diteliti frekuensi denyut nadi dan pernapasannya

a. Dalam posisi duduk

Probandus harus duduk selama 10 menit dan tidak boleh melakukan aktivitas lain. Setelah duduk selama 10 menit, lalu hitung frekuensi denyut nadinya dengan menempelkan jari pada lengan tangan probandus. Untuk mengitung frekuensi pernapasan, bisa dilihat dari perut atau bisa dengan menempelkan jari di dekat hidung probandus. Hitung frekuensi denyut nadi dan pernapasan selama 1 menit dengan menggunakan stopwatch. Lalu ulangi lagi selama 5 kali. Catat 5 kali hasil pengamatan. b. Dalam posisi tiduran Probandus harus berbaring selama 10 menit dan tidak boleh melakukan aktivits lain. Setelah berbaring selama 10 menit, lalu hitung frekuensi denyut nadinya dengan menempelkan jari pada lengan tangan probandus. Untuk mengitung frekuensi pernapasan, bisa dilihat dari perut atau bisa dengan menempelkan jari di dekat hidung probandus. Hitung frekuensi denyut nadi dan pernapasan selama 1 menit dengan menggunakan stopwatch. Lalu ulangi lagi selama 5 kali. Catat 5 kali hasil pengamatan. c. Dalam posisi berdiri Probandus harus berdiri selama 15 menit dan tidak boleh melakukan aktivits lain. Setelah berdiri selama 15 menit, lalu hitung frekuensi denyut nadinya dengan menempelkan jari pada lengan tangan probandus. Untuk mengitung frekuensi pernapasan, bisa dilihat dari perut atau bisa dengan menempelkan jari di dekat hidung probandus. Hitung frekuensi denyut nadi dan pernapasan selama 1 menit dengan menggunakan stopwatch. Lalu ulangi lagi selama 5 kali. Catat 5 kali hasil pengamatan. d. Dalam posisi lari-lari kecil Probandus harus berlari-lari kecil selama 10 menit dan tidak boleh melakukan aktivits lain. Setelah berlari-lari kecil selama 10 menit, lalu hitung frekuensi denyut nadinya dengan menempelkan jari pada lengan tangan probandus. Untuk mengitung frekuensi pernapasan, bisa dilihat dari perut atau bisa dengan menempelkan jari di dekat hidung probandus. Hitung frekuensi denyut nadi dan pernapasan selama 1 menit dengan menggunakan stopwatch. Lalu ulangi lagi selama 5 kali. Catat 5 kali hasil pengamatan e. Dalam posisi istirahat setelah loncat-loncat Probandus harus loncat-loncat selama 10 menit dan tidak boleh melakukan aktivits lain. Setelah loncat-loncat selama 10 menit, lalu hitung frekuensi denyut nadinya dengan menempelkan jari pada lengan tangan probandus. Untuk mengitung frekuensi pernapasan, bisa dilihat dari perut atau bisa dengan menempelkan jari di dekat hidung probandus. Hitung frekuensi denyut nadi dan pernapasan selama 1 menit dengan menggunakan stopwatch. Lalu ulangi lagi selama 5 kali. Catat 5 kali hasil pengamatan 3. Lalu hasilnya masukkan ke dalam tabel.

V.

HASIL PENELITIAN FREKUENSI DENYUT NADI MENIT KE1 2 3 4 5 68 74 71 75 75 69 65 69 65 65 93 96 94 86 80 127 110 105 106 107 140 139 130 120 115 FREKUENSI PERNAFASAN MENIT KE1 25 23 20 57 60 2 24 24 24 42 49 3 20 26 22 41 47 4 23 25 18 36 40 5 23 23 18 34 41

KEGIATAN Duduk Tiduran Berdiri Lari-lari kecil Loncat-loncat

Frekuensi Denyut Nadi

140 120 100 80 60 40 20 0 MENIT KE-1 MENIT KE-2 MENIT KE-3 MENIT KE- 4 MENIT KE-5

Frekuensi Pernapasan

60 50 40 30 20 10 0 MENIT KE-1 MENIT KE-2 MENIT KE-3 MENIT KE-4 MENIT KE-5

VI.

ANALISIS Berdasarkan data diatas, dapat dianalisis bahwa, Pada saat duduk, frekuensi denyut nadi dan pernapasan probandus stabil karena tubuh tidak melakukan aktivitas yang membutuhkan banyak tenaga. Pada saat berbaring, frekuensi nadi dan pernapasn probandus juga cenderung normal dan stabil karena pada saat berbaring, tubuh tidak melakukan aktivitas yang membutuhkan banyak tenaga. Pada saat berdiri, frekuensi denyut nadi dan pernapasan mulai meningkat karena pada saat berdiri, tubuh memerlukan tenaga lebih dari pada saat duduk ataupun berbaring. Pada saat lari-lari kecil, frekuensi denyut nadi dan pernapasan meningkat lebih cepat permenitnya karena tubuh memerlukan tenaga yang banyak saat berlari-lari kecil. Pada saat loncat-loncat, frekuensi denyut nadi dan pernapasan semakin meningkat lebih dari saat berlari-lari kecil karena pada saat loncat, tubuh memebutuhkan tenaga yang banyak.

Mengapa frekuensi denyut nadi dan pernapasan cenderung meningkat ketika kita melakukan aktivitas yang lebih berat? Itu disebabkan karena pada saat melakukan aktivitas yang berat, tubuh kita membutuhkan tenaga, dan tenaga itu datang dari oksidasi di dalam sel. Oksidasi di dalam sel terjadi karena ada O2 yang masuk. Jadi semakin berat aktivitas yang kita lakukan, semakin cepat juga tubuh kita mengabil O2 dari udara, dan denyut nadi juga semakin cepat karena darah mengalir dengan cepat untuk mengantarkan O2 pada sel untuk di oksidasi.

VII.

KESIMPULAN Frekuensi nadi dan pernapasan setiap orang berbeda tergantung dari aktivitas yang dilakukannya. Semakin berat aktivitasnya, semakin meningkat juga frekuensi denyut nadi dan pernapasannya.