Anda di halaman 1dari 2

Antropometri Pada Orang Dewasa

Atropometri adalah pengukuran yang dilakukan terkait dengan status gizi seseorang. Status gizi seseorang dipengaruhi oleh umur, jenis kelamin, ras, status kesehatan dan lingkungan. 1. Kebutuhan Nutrisi Pada Orang Dewasa Standar kebutuhan gizi masa dewasa Jumlah kebutuhan energy seseorang pasa dasarnya berbeda tergantung pada umur, jenis kelamin, berat badan dan aktivitas seseorang. Sebagai contoh seorang laki-laki dewasa (20-59 tahun) dengan berat badan 62kg tinggi 165cm dan aktivitas sedang membutuhkan energy kurang lebih 3000kkal. Sedangkan bila wanita dewasa berat 54kg tinggi 156cm dengan aktivitas sedang membutuhkan 2250kkal. Apabila orang yang sama dengan aktivitas yang lebih berat, maka kebutuhan bagi laki-laki sebesar 3600kkal dan wanita 2600kkal. Karbohidrat Kebutuhan tubuh terhadap karbohidrat sekitar 5,5 gr/kg bb/hari. 1 gram karbohidrat menghasilkan 4 kalori. Protein Konsumsi protein oleh tubuh kita sekitar 1 gr/kg bb/hari. 1 gram protein menghasilkan 4 kalori. Lemak Kebutuhan lemak oleh tubuh sekitar 1,5gr/kg bb/hari. 1 gram lemak menghasilkan 9 kalori. Vitamin Vitamin merupakan zat organic yang diperlukan tubuh dalam jumlah sedikit dan akan menimbulkan penyakit yang khas bila tubuh tidak memperolehnya dalam jumlah yang mencukupi. 2. Factor Yang Mempengaruhi Kebutuhan Nutrisi Kebutuhan nutrisi tidak berada dalam kondisi yang menetap. Adakalanya kebutuhan nutrisi seseorang meningkat. Begitu pula kebalikannya, kebutuhan nutrisi seseorang menurun. Ada beberapa factor yang mempengaruhi kebutuhan seseorang terhadap nutrisi. Ada 2 kategori factor yaitu factor yang meningkatkan kebutuhan nutrisi dan factor yang menurunkan kebutuhan nutrisi. Faktor yang meningkatkan kebutuhan nutrisi : Pertumbuhan yang cepat, seperti bayi, anak-anak, remaja, dan ibu hamil. Selama perbaikan jaringan atau pemulihan kesehatan karena proses suatu penyakit. Peningkatan suhu tubuh. Aktivitas yang meningkat. Stress. Terjadi infeksi.

Factor yang menurunkan kebutuhan nutrisi : Penurunan laju pertumbuhan, misalnya lansia. Penrunan basal metabolisme rate (BMR). Hipotermi. Jenis kelamin. Gaya hidup pasif. Bad rast.