Anda di halaman 1dari 16

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Kata reptilia berasal dari bahasa Latin, yaitu reptile yang berarti luar. Anggota Reptil sekitar 6.000 species yang kebanyakan hidup di daeraj tropis dan subtropis. Reptil berkembang biak dengan ovipar atau ovovivipar. Semua anggota reptil memiliki telur yang terbungkus cangkang. Reptilia mempunyai kulit-kulit yang tebal yang mengandung keratin dan impermeabel terhadap air. Kelompok hewan ini mengalami pergantian kulit setiap tahun. Reptilia mempunyai paru-paru yang berkembang dibandingkan paru-paru Amphibia. Kebanyaka reptil

mempunyai jantung yang hampir terbagi menjadi empat.1 Anggota Reptil dari kelompok kadal merupakan hewan karnivora. Mereka memakan serangga, bahkan ada yang memakan sesamanya. Reptilia termasuk dalam vertebrata yang pada umumnya tetrapoda, akan tetapi pada beberapa diantaranya tungkainya mengalami reduksi atau hilang sama sekali seperti pada serpentes dan sebagian lacertilia. Reptilia yang tidak mengalami reduksi tungkai umumnya memiliki 5 jari atau pentadactylus dan setiap jarinya bercakar. Rangkanya pada reptilia mengalami osifikasi sempurna dan bernafas dengan paruparu.2

1 2

Salman Akhyar, Biologi, (Grafindo:Jakarta), 2004, h. 78. Luthfi Nur Hidayat, Kelas Reptilia, http://Kelas Reptilia.com, 17 Juni 2011

B. Tujuan Adapun tujuan pada praktikum ini yaitu mahasiswa mengetahui bentuk morfologi dan bentuk anatomi tokek (Gekko gecko).

C. Manfaat Adapun manfaat pada praktikum ini yaitu mahasiswa dapat mengetahui bentuk-bentuk morfologi dan bentuk-bentuk anatomi tokek (Gekko gecko) beserta bagian-bagiannya.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Kata Reptilia berasal dari kata reptum yang berarti melata. Reptilia merupakan kelompok hewan darat pertama yang sepanjang hidupnya bernafas dengan peru-paru. Ciri umum kelas ini yang membedakan dengan Kelas yang lain adalah seluruh tubuhnya tertutup oleh kulit kering atau sisik. Kulit ini menutupi seluruh permukaan tubuhnya dan pada beberapa anggota ordo atau sub-ordo tertentu dapat mengelupas atau melakukan pergantian kulit baik secara total yaitu pada anggota Sub-ordo Ophidia dan pengelupasan sebagian pada anggota Subordo Lacertilia. Sedangkan pada Ordo Chelonia dan Crocodilia sisiknya hampir tidak pernah mengalami pergantian atau pengelupasan. Kulit pada reptil memiliki sedikit sekali kelenjar kulit.3 Termasuk klas ini adalah kadal dan ular (ordo Squamata), kura-kura dan penyu (ordo Chelonia), buaya dan aligator (ordo Crococilia), tuatara atau Spenodon punctatum (ordo Rhychocephalia). Keempat ordo ini merupakan wakil yang representatif dari 14 ordo yang diketahui berkembang pada zaman mesozoikum yang merupakan zaman Reptilia. Reptilia merupakan sekelompok vertebrata yang meyesuaikan diri di tempat yang kering di tanah. Reptil menunjukkan kemajuan bila di bandingkan dengan Amphibia. Hal ini ditunjukkan dengan mempunyai tubuh yang kering dan berupa sisik yang merupakan

Luthfi Nur Hidayat, Kelas Reptilia, http://Kelas Reptilia.com, 17 Juni 2011

peyesuaian hidup menjauhi air, extremitas cocok untuk gerak cepat, serta adanya kecenderungan ke arah pemisahan darah yang beroksigen dengan dan tidak beroksigen dalam jantung.4 Bentuk luar tubuh reptilia bermacam-macam yakni ada yang bulat pipih, bulat panjang, berbentuk gelendong berekor. Umumnya tubuh dapat di bagi atas bagian cephal, cervix, truncus, dan cauda. Bagi hewan yang memiliki ekstremitas, maka bagian ini pendek berkuku panjang berkait. Mulut yang agak panjang bertepi dengan gigi kecil runcing yang terletak dalam lekuk. Mata besar terletak di sebelah lateral. Di belakang mata terdapat lekukan yang tertutup oleh kulit, sebagai lubang hidung yang memiliki membran tympani.5 Beberapa jenis reptil memiliki alat pendengaran dan ada yang yang dilengkapi telinga luar atupun tidak. Pada beberapa jenis lainnya, alat pendengaran tidak berkembang. Mata pada reptil ada yang berkelopak dan ada yang tidak memiliki kelopak mata. Kelopak mata pada reptil ada yang dapat digerakkan dan ada yang tidak dapat digerakkan dan ada juga yang berubah menjadi lapisan transparan. Habitat dari Kelas Reptilia ini bermacam-macam. Ada yang merupakan hewan akuatik seperi penyu dan beberapa jenis ular, semi akuatik yaitu Ordo Crocodilia dan beberapa anggota Ordo Chelonia, beberapa Sub-ordo Ophidia, terrestrial yaitu pada kebanyakan Sub-kelas Lacertilia dan Ophidia, bebepapa anggota Ordo Testudinata, sub terran pada sebagian kecil

4 5

Maskoeri Jasin, Zoologi Vertebrata, Sinar Wijaya, Surabaya, 1984, h. 101. Ibid., h.102.

anggota Sub-kelas Ophidia, dan arboreal pada sebagian kecil Sub-ordo Ophidia dan Lacertilia.6 Pada beberapa reptilia, ventrikel itu hampir-hampir sempurna terbagi menjadi 2 bilik, walaupun kebanyakan pembagian itu belum sempurna betul.arteri-arteri pulmoner sudah terpisah dari arteri sistemik, karena fungsi arteri kardinal posterior di kerjakan seluruhnya oleh vena cava posterior. Fertilisasi internal. Reptilia itu ovipar atau ovovivipar. Yang ovipar meletakkan telurtelurnya dengan kulit cangkang yag keras. Yang ovovivipar menghasilkan telur dengan banyak kuning telur, dan telut itu tumbuh dan berkembang dalam oviduk (saluran telur) hewan betina.7 Reptil hidup hidup di air dan darat. Reptilia mencakup tiga ordo besar yaitu Chelonia atau Testudines, Squamata atau Lepidosauria, dan Crocodilia. Chelonia adalah reptilia yang memiliki cangkang. Cangkang bagian atas disebut karapaks, sedangkan bagian bawahnya disebut plastron. Cangkang merupakan bagian dari tulang belakang dan modifikasi tulang rusuk yang berfungsi sebagai pelindung dari pemangsanya. Chelonia yang hidup di laut adalah penyu hijau (Chelonia mydas) dan penyu belimbing (Dermochelys coriacea) yang memiliki kaki berbentuk dayung untuk berenang.Cangkang chelonia lebih tipis

dibandingkan Chelonia darat.Contoh chelonia darat adalah kura-kura paua (Chelodina novaeguineae). Chelonia termasuk hewan berumur panjang hingga mencapai 200 tahun. Squamata adalah reptilia yang umumnya memiliki kulit bersisik.Reptil yang termasuk golongan ini adalah kadal dan ular. Kadal memiliki
6 7

Luthfi Nur Hidayat, op. cit., Mukayat Djarubito, Zoologi Dasar, Erlangga, Jakarta, 1989, h. 204.

sisik yang licin dan berbentuk membulat.tubuhnya kebanyakan berkaki empat, bertubuh kecil, dan memiliki ekor. Contoh hewan kadal bertubuh kecil misalnya, kadal kebun (Mabuya multifasciata), cecak dinding (Cosymbotus paltyurus) dan bunglon kebun (Bronchocela jubata), hingga kadal yang bertubuh besar seperti biawak komodo (Varanus komodoensis).8 Sistem peredaran darah pada reptil tidak bisa disamaratakan dalam satu model. Ini tidak begitu mengherankan mengingat keragaman morfologi, fisiologi dan perilaku yang ditemukan di dalam superkelas ini. Kita dapat membagi model jantung reptile ke dalam tiga pola; pola Squamata, pola Varanid, dan pola Crocodilian. Pola ini ditandai dengan tiga ruang jantung (2 atria dan 1 ventrikel jantung). Atrium kanan menerima darah miskin oksigen lalu diteruskan ke cavum venosum ventrikel. Atrium kiri menerima darah kaya oksigen dari paru-paru lalu diteruskan ke cavum arteriosum.9 Kadal masa kini pertama kali timbul di zaman jura. Mereka masih merupakan penghuni penting gurun pasir dan hutan daerah panas di bumi. Kaki hewan-hewan ini akhirnya lenyap dan dengan demikian terjadilah ular. Meskopun ular dapat bertahan hidup di daerah iklim sedang dengan cara hibernasi selama musim dingin, tetapi mereka juga berhasil di daerah tropis dan subtropis. Selain itu juga terdapat buaya, hewan ini dapat bergerak cepat dengan mengangkat selurh badannya di atas tanah.10

8 9

Luthfi Nur Hidayat, op. cit., Iwan Irnawan, Sistem Sirkulasi Pada Reptil, http://blogbiologi.com, 17 Juni 2011. 10 Kimball, Biologi Jilid 3, Erlangga, Jakarta, I983, h. 936.

BAB III METODE PRAKTIKUM

A. Waktu dan Tempat Adapun waktu dan tempat pelaksanaan praktikum ini adalah sebagai berikut : Hari/ tanggal Pukul Tempat : Rabu/ 16 Juni 2011-06-15 : 10.00 12.00 WITA : Laboratorium Zoologi Lantai 2 Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar Samata-Gowa.

B. Alat dan Bahan 1. Alat Adapun alat yang digunakan pada praktiku ini adalah papan bedah atau papan seksi, alat bedah, kapas , botol dan tissue 2. Bahan Adapaun bahan yang digunakan pada praktikum ini yaitu eter dan tokek (Gekko gecko).

C. Cara Kerja Adapun cara kerja pada praktikum ini yaitu : 1. 2. 3. Menyiapkan tokek (Gekko gecko) yang akan digunakan. Memasukkan tokek (Gekko gecko) ke dalam botol yang telah di beri eter. Meletakkan tokek (Gekko gecko)yang telah dibius sebelumnya di atas papan bedah. 4. Mengamati bagian morfologi serta bagian anatomi tokek (Gekko gecko) tersebut. 5. Menggambar bentuk morfologi serta bentuk anatomi tokek (Gekko gecko) beserta bagian-bagiannya.

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Pengamatan 1. Morfologi tokek (Gekko gecko) a. Begian dorsal

123

45

Keterangan : 1. Cavum oris 2. Nares 3. Mata (Organum visus) 4. Digity 5. Extremitas anterior 6. Dorsal 7. Extremitas posterior 8. Cloaca 9. Caudal

b.

Bagian ventral

1 Keterangan : 1. Cavum oris 2. Digity

34

3. Ekstremitas anterior 4. Ventral 5. Ekstremitas posterior 6. Cloaca 7. Caudal

2. Anatomi tokek (Gekko gecko)

3 4 5 6

Keterangan : 1. Jantung (cor) 2. Paru-paru (Pulmo) 3. Lambung (Ventriculum) 4. Empedu (Gillbladder) 5. Hati (Hepar) 6. Testis 7. Intestinum 8. Cloaca

a. Sistem sirkulasi Keterangan : 1. Konus 2. Atrium 3. Ventrikel

b. Sistem pencernaan Keterangan : 1. Hati (Hepar) 2. Empedu (Gillbladder) 3. Lambung (Ventriculum) 4. Usus (Intestinum) 5. Cloaca

c. Sistem respirasi Keterangan : 1. Paru-paru (Pulmo) 2. Bronchus

d. Sistem reproduksi Keterangan : 1. Testis

B. Pembahasan 1. Morfologi Reptilia termasuk dalam vertebrata yang pada umumnya tetrapoda, akan tetapi pada beberapa diantaranya tungkainya mengalami reduksi atau hilang sama sekali seperti pada serpentes dan sebagian lacertilia. Reptilia yang tidak mengalami reduksi tungkai umumnya memiliki 5 jari atau pentadactylus dan setiap jarinya bercakar. Rangkanya pada reptilia mengalami osifikasi sempurna dan bernafas dengan paru-paru. Semua Reptil bernafas dengan paru-paru. Jantung pada reptil memiliki 4 lobi, 2 atrium dan 2 ventrikel. Pada beberapa reptil sekat antara ventrikel kanan

dan ventrikel kiri tidak sempurna sehingga darah kotor dan darah bersih masih bisa bercampur. 2. Anatomi a. Sistem respirasi Paru-paru reptilia berada dalam rongga dada dan dilindungi oleh tulang rusuk. Paru-paru reptilia lebih sederhana, hanya dengan beberapa lipatan dinding yang berfungsi memperbesar permukaan pertukaran gas. Pada reptilia pertukaran gas tidak efektif. Pada kadal, kura-kura, dan buaya paru-paru lebih kompleks, dengan beberapa belahanbelahan yang membuat paru-parunya bertekstur seperti spon. Paru-paru pada beberapa jenis kadal misalnya bunglon Afrika mempunyai pundi-pundi hawa cadangan yang memungkinkan hewan tersebut melayang di udara. b. Sistem pencernaan Tidak ada gigi, lidah lebar, tetapi tidak dapat di tonjolkan ke luar. Sistem pencernaan terdiri dari faring yang dapat dibesarkan, esofagus berdinding tebal, lambung, usus halus, usus besar, dan kloaka. Hati dengan kandung empedu besar dan pankreas. c. Sistem sirkulasi Reptil punya sistem peredaran darah ganda, jantungnya terdiri atas empat ruang, yaitu serambi kiri, serambi kanan, bilik kiri, dan bilik kanan. Sekat antara bilik kanan dan kiri pada reptil tidak sama sekali sempurna Jantung reptil memiliki dua buah aorta, aorta kanan dan aorta kiri. Aorta kanan keluar dari bilik kiri dan mengalirkan darah ke seluruh tubuh. Aorta

kiri keluar dari perbatasan bilik kiri dan bilik kanan mengalirkan darah ke bagian belakang tubuh. d. Sistem reproduksi Kelompok reptil seperti kadal, ular dan kura-kura merupakan hewan-hewan yang fertilisasinya terjadi di dalam tubuh (fertilisasi internal). Umumnya reptil bersifat ovipar, namun ada juga reptil yang bersifat ovovivipar, seperti ular garter dan kadal. Namun makanannya diperoleh dari cadangan makanan yang ada dalam telur. Reptil betina menghasilkan ovum di dalam ovarium. Ovum kemudian bergerak di sepanjang oviduk menuju kloaka. Reptil jantan menghasilkan sperma di dalam testis. Sperma bergerak di sepanjang saluran yang langsung berhubungan dengan testis, yaitu epididimis. Dari epididimis sperma bergerak menuju vas deferens dan berakhir di hemipenis. 3. Klasifikasi Adapun klasifikasi ilmiah tokek (Gekko gecko) yaitu : Kingdom Filum Kelas Ordo Famili Genus Spesies : Animalia : Chordata : Reptilia : Squamata : Gekkonidae : Gekko : G. gecko (www.wikipedia.com)

BAB V PENUTUP

A. Kesimpulan Adapun kesimpulan pada praktikum ini yaitu reptilia merupakan kelompok hewan darat pertama yang sepanjang hidupnya bernafas dengan paruparu. Ciri umum kelas ini yang membedakan dengan Kelas yang lain adalah seluruh tubuhnya tertutup oleh kulit kering atau sisik. Kulit ini menutupi seluruh permukaan tubuhnya. Anggota Reptil dari kelompok kadal merupakan hewan karnivora. Mereka memakan serangga, bahkan ada yang memakan sesamanya. Reptilia termasuk dalam vertebrata yang pada umumnya tetrapoda, akan tetapi pada beberapa diantaranya tungkainya mengalami reduksi atau hilang sama sekali seperti pada serpentes dan sebagian lacertilia.

B. Saran Adapun saran pada praktikum ini yaitu sebaiknya pada praktikum selanjutnya praktikan telah menyiapkan terlebih dahulu semua bahan yang akan di gunakan sehingga paktikum yang akan dilaksanakan dapat berjalan dengan lancar.

DAFTAR PUSTAKA

Iwan Irnawan, Sistem Sirkulasi Pada Reptil, http://blogbiologi.com, pada tanggal 17 Juni 2011. John W. Kimball, Biologi Edisi Kelima Jilid 3, Erlangga : Jakarta, I983. Luthfi Nur Hidayat, Kelas Reptilia, http://Kelas Reptilia.com, pada tanggal 17 Juni 2011 Salman Akhyar, Biologi, Grafindo : Jakarta, 2004. Maskoeri Jasin, Zoologi Vertebrata, Sinar Wijaya : Surabaya, 1984. Mukayat Djarubito, Zoologi Dasar, Erlangga : Jakarta, 1989.