P. 1
ARTIKEL PHBS OPHEL

ARTIKEL PHBS OPHEL

|Views: 876|Likes:
Dipublikasikan oleh Shenny Galuh

More info:

Published by: Shenny Galuh on Dec 22, 2011
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/18/2013

pdf

text

original

Gambaran Perilaku Hidup Bersih dan Sehat pada anak Sekolah Dasar dan Faktorfaktor yang Berhubungan di Kelurahan

Duri Kepa, Jakarta Barat Periode 14 November 2011 – 2 Desember 2011

Abstrak

Latar belakang: Masa SD(sekolah dasar) adalah masa keemasan untuk menanamkan nilai-nilai PHBS(Prilaku Hidup Bersih Sehat) dan berpotensi sebagai agen of change untuk mempromosikan PHBS baik di lingkungan sekolah, keluarga maupun masyarakat. Dari hasil survey di 10 propinsi di Indonesia tahun 2004 dengan sasaran seluruh anak SD, dengan prevalensi penyakit yang disebabkan karena rendahnya PHBS sangat bervariasi antara 4,8 % - 83,0 %, dimana prevalensi yang tertinggi adalah propinsi Nusa Tenggara Barat sebsar 83,0%, dan terkecil di propinsi jawa timur sebesar 4,8 %. Masalah kebersihan diri yang cukup banyak, yaitu 86% murid yang bermasalah pada gigi, 42%murid yang tidak menggosok gigi, 8% murid yang tidak mencuci tangan sebelum makan dan 37 %tidak mencuci kaki sebelum tidur, 25 % tidak biasa memakai alas kaki, 53%tidak biasa potong kuku, 8 % kebiasaan mandi 1 kali sehari. Perilaku hidup sehat mengenai aktivitas olahraga pada anak SD di Jakarta berkisar antara secara keseluruhan 69,5 %, merokok 0,4% pada tahun 2001 menjadi 1,8% pada tahun 2004. Masalah minuman keras pada anak SD sebesar 36,93 %, masalah narkoba menurut hasil survei BNN menunjukkan jenis ganja sekitar 0,71%, Sabu 0,38%, Kokain 0,01%. Angka terbaru pada penyalahgunaan narkoba di tingkat SD menunjukan angka yang mencapai 3.853 kasus. Metode: Desain penelitian yang digunakan adalah studi deskriptif dengan pendekatan cross sectional dengan uji dengan uji statistic analitik non-parametrik chi square. Populasi target adalah semua anak siswa Sekolah Dasar dan populasi terjangkau anak SD di Kelurahan Duri Kepa. Diambil sampel 106 orang dengan teknik multistage random sampling. Hasil: Didapatkan sebaran PHBS anak SD, didapatkan 19.8% siswa memiliki perilaku yang baik, 39.6 % memiliki perilaku yang cukup, dan 40.5% yang memiliki PHBS yang kurang. Pada sebaran usia siswa, banyaknya siswa berusia antara 7-8 tahun sebesar 33,9%., yang berusia antara 9-10 tahun sebesar 32.0%, dan usia 11-12 tahun sebesar 33,9%. Pada sebaran jenis kelamin siswa, didapatkan hasil sebesar 22,6% pada siswa laki-laki yang menunjukan PHBS yang masih kurang di banding dengan siswa perempuan. Pada sebaran peran guru, ditemukan hasil sebesar 24,5% yang menunjukan kurangnya peran guru dalam membina PHBS di lingkungan belajar. Sebaran peran teman sekolah maka disimpulkan bahwa sebesar 24.5% peran teman sekolah berhubungan terhadap PHBS masingmasing individu. Sebaran pendapatan keluarga siswa SD berpendapatan rendah sebanyak 21,6%. Analisis:Teknik analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah dengan program SPSS 17.00. Kesimpulan: Berdasarkan penelitian diketahui bahwa ada hubungan bermakna antara perilaku hidup bersih sehat pada anak SD dengan jenis kelamin, peran guru, peran orangtua dan tingkat pendapatan orangtua siswa. Kata Kunci: Perilaku Hidup Bersih dan Sehat, Sekolah.

Abstract
Background: The primary (elementary school) was the golden age to instill the values of PHBs (Clean Living Healthy Behaviour) and potentially as an agent of change to promote good PHBs in the school environment, family and society. From the results of the survey in 10 provinces at Indonesia in 2004 with the goal of all elementary school children, with prevalence of disease due to the low PHBs varies between 4.8% - 83.0%, which is the highest prevalence of West Nusa Tenggara province sebsar 83.0%, and smallest in east Java province of 4.8%. Personal hygiene problems are considerable, ie 86% of students with problems of the teeth, 42% of students who do not brush your teeth, 8% of students who did not wash hands before eating and 37% do not wash your feet before bed, 25% do not

mengikuti kegiatan olahraga dan aktivitas fisik di sekolah. 2 Di Indonesia. buang air kecil dan buang air besar di jamban serta menyiram jamban dengan air setelah di gunakan. Target population is all children are elementary school students and elementary school children population in the Village affordable Duri Kepa.8% in 2004. Karena itu PHBS merupakan hal yang penting. found the result by 24. Healthy behavior of sports activities in elementary school children in Jakarta ranges between 69. jajan di kantin sekolah.71%.4% smoked in 2001 to 1. number of pupils aged between 7-8 years at 33.usually wear footwear. 0. Results: Obtained distribution of PHBs elementary school children. menimbang berat badan dan mengukur tinggi badan setiap bulan.93%. keluarga maupun masyarakat. memberantas jentik nyamuk. Alcohol problems in primary school children by 36. Keywords: Clean and Healthy Behavior.38%.0%. Setiap tahunnya ada 100.5% which indicates a lack of teacher's role in fostering PHBs in the learning environment.000 anak meninggal akibat Diare dan . Sabu 0. Conclusion: Based on the research note that there is a significant relationship between hygienic behavior in elementary school children with a healthy sex. membuang sampah pada tempatnya.1 Berdasarkan Badan Kesehatan Dunia (WHO) tahun 2007. tidak merokok.5% who have less PHBs. At the age distribution of students.5% of school-related roles of PHBs friend of each individual. On the distribution of the role of teacher.9%. Sampled 106 people with a multistage random sampling technique. showed 22.6% in male students who show the PHBs are still lacking in appeal to female students. Methods: The study design used was a descriptive study with cross-sectional approach to test the statistical analytic test of non-parametric chi square. Adapun indikator PHBS di sekolah meliputi. Untuk itu diperlukan indikator sebagai alat ukur untuk menilai apakah aktifitas pokok yang di jalankan telah sesuai dengan rencana dan menghasilkan dampak yang diharapkan. 53% are not unusual cut nails.9%. mencuci tangan dengan air bersih yang mengalir dan sabun.6% had adequate behavior. found that 19. role of parents and parents' income level.01% cocaine. Dengan melakukan kebiasaan mencuci tangan dapat mengurangi kejadian diare sebanyak 32%. 8% bath 1 time a day habit. 0.5% overall. Latest figures on drug abuse in the primary level shows the number that reached 3853 cases.. Distribution of the role of school friends it was concluded that 24. Aged between 9-10 years of 32.6%. School Pendahuluan Masa sekolah dasar adalah masa keemasan untuk menanamkan nilai-nilai PHBS dan berpotensi sebagai agen of change untuk mempromosikan PHBS baik di lingkungan sekolah. the role of teacher. menunjukkan penyebab kematian terbesar bagi bayi dan balita saluran di dunia adalah ISPA (infeksi pernapasan akut) dan diare. Analysis: The technique of analysis used in this study is to SPSS 17.8% of students have good behavior. On the gender distribution of students.00. and 40. Distribution of family income low-income elementary students as much as 21. 39. the drug problem according to survey results indicate the type of marijuana BNN about 0. and aged 11-12 years at 33.

5 Menurut Narkotika hasil survei (BNN) Badan masalah Nasional tahun 2007. persentase 37 % murid yang tidak mencuci kaki sebelum tidur. persentase 42% murid yang tidak menggosok gigi.4 Menurut data Susenas tahun 2004 di Provinsi DKI Jakarta menyebutkan masalah mengenai kesehatan diri juga cukup tinggi.8% pada tahun 2004. 3 Menurut data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) tahun 2004 di Provinsi DKI Jakarta Cakupan sebagian besar anak SD memiliki masalah terkecil di propinsi jawa timur sebesar 4.67% dan trikuriasis 61. .8 Nasional narkoba menunjukkan jika pada jenjang SD 11. persentase 53% murid tidak biasa potong kuku.93 %.0%. persentase 8 % murid yang mempunyai kebiasaan mandi 1 kali sehari. Dari enam jenis narkoba. Kesehatan perilaku dapat Banyak dasar yang (RIKESDAS) menyangkut mempengaruhi penyakit dapat kebersihan diri yang cukup banyak. persentase 8% murid yang tidak mencuci tangan sebelum makan.5 %. dimana prevalensi yang tertinggi Barat adalah sebesar propinsi 83.0 %.83. Jika siswa SD memahami PHBS bukan tidak mungkin dapat menekan tingginya angka kesakitan. Berdasarkan data Laporan Hasil Riset bahwa kebersihan kesehatan. sekitar 3% anak-anak mulai merokok sejak usia kurang dari 10 tahun mengalami lonjakan yang paling signifikan. dengan prevalensi penyakit yang disebabkan karena rendahnya perilaku hidup bersih dan sehat sangat bervariasi antara 4.12% sedangkan infeksi campuran 45.prevalensi kecacingan masih tinggi antara 60%-90% tergantung pada lokasi dan sanitasi lingkungan. Dari hasil survey di 10 propinsi di Indonesia tahun 2004 dengan sasaran seluruh anak sekolah dasar. dari 0. Ini karena disebabkan perilaku hidup anak yang kurang sehat. Ketika anak-anak sudah mulai merokok maka dikhawatirkan kebiasaan ini akan berlanjut hingga remaja bahkan dewasa.56%. antara lain persentase sebesar 86% murid yang bermasalah pada gigi.2%. Selain itu perilaku hidup sehat mengenai aktivitas olahraga pada anak sekolah dasar (SD) di Jakarta berkisar antara secara keseluruhan 69.8 % .4% pada tahun 2001 menjadi 1. Nusa dan Tenggara %. dapat disimpulkan disebabkan karena perilaku hidup bersih dan sehat yang masih kurang. Mengenai masalah minuman keras pada anak sekolah dasar sebesar 36. persentase 25 % murid tidak biasa memakai alas kaki. Menurut hasil laporan penelitian pada murid Sekolah Dasar di daerah Jakarta Pusat ternyata prevalensi askariasis sebesar 66.

tempat dan tanggal lahir. random sampling pada sejumlah sekolah dasar yang berada di Kelurahan Duri .71% jenis ganja terbesar dipakai. 1) dibuat sample frame. lalu dilanjutkan stratified random sampling.853 kasus. Angka terbaru pada penyalahgunaan narkoba di tingkat SD menunjukan angka yang 3. Populasi targetnya adalah seluruh siswa sekolah dasar dan populasi terjangkau adalah seluruh siswa yang bersekolah di Kelurahan Duri Kepa. Kriteria eksklusi adalah semua siswa SDN 01. Kecamatan Kebon Jeruk.38%. untuk mengstratakan kelas berdasarkan usia. sabu 0. Berdasarkan latar belakang permasalahan di atas peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tentang gambaran perilaku hidup bersih dan sehat pada anak sekolah dasar dan faktor-faktor yang berhubungan di Kelurahan Duri Kepa. Alat ukur yang dipakai adalah dengan cara pengumpulan data. Teknik pengambilan sample adalah multistage random sampling. Jumlah mencapai hanya tersebut Kepa. periode November sampai Desember 2011. dari kelas I. Kecamatan kebon jeruk. Secara undian didapatkan SDN 01 sebagai subyek penelitian. periode November sampai dengan Desember 2011. di Kelurahan Duri Kepa. Pengambilan sampel dalam penelitian probability ini adalah dengan dengan cara simple sampling.kelas VI yang kemudian di buat sample frame. Sampel di hitung dan di dapatkan besar sample adalah 106 orang.01%. Kriteria inklusi adalah semua siswa SDN 01. dimana dilakukan empat tahapan. Tujuan penelitian Bertujuan untuk mengetahui sudah diuji coba terhadap sampel dari siswa sekolah dasar kelas I. 2) setelah itu simple random gambaran perilaku hidup bersih sehat pada anak sekolah dasar dan faktor-faktor yang berhubungan di Kelurahan Duri Kepa. Bahan dan Metodelogi penelitian Desain penelitian yang digunakan adalah studi deskriptif dengan pendekatan cross sectional mengenai gambaran perilaku hidup bersih dan sehat anak sekolah dasar. Data primer dengan yang diambil dari responden yang menggunakan kuesioner terhitung sampai bulan Juni 2007.sekitar 0. namun menolak untuk berpartisipasi dalam penelitian. Kelurahan Duri Kepa dan bersedia untuk berpartisipasi dalam penelitian. Jakarta Barat. Kecamatan Kebon Jeruk.VI dan data sekunder diambil dari bagian tata usaha pihak sekolah berupa daftar nama murid .nomer induk siswa. Penelitian ini dilaksanakan di sekolah dasar. kokain 0.

Kecamatan Kebon Jeruk. tentang.8% 22. yaitu untuk melihat homogenitas karakteristik subjek (usia. jenis kelamin.6% 39.9% yang memiliki perilaku hidup bersih dan tidak sehat. 17. dan kelas V-VI.6% Pada sebaran perilaku hidup bersih dan sehat anak sekolah dasar. dan . Hasil penelitian dan Pembahasan Berdasarkan penelitian yang dilakukan di SDN 01. Kelurahan Duri Kepa. jenis kelamin.1 Sebaran Sampel Berdasarkan Perilaku Hidup Bersih dan Hidup Sehat Anak Sekolah Dasar Negeri Perilaku Variabel Bersih dan sehat Tidak bersih dan sehat Bersih dan tidak sehat Tidak bersih dan tidak sehat Frekuensi 21 24 19 42 Persentase 19. tingkat pendapatan. dan dibagi menjadi kelas I-II. tingkat pendapatan. maka diperoleh hasil pengumpulan data sebanyak 106 sampel penelitian yang menggunakan multistage random sampling pada anak sekolah dasar di SDN 01: pengambilan per strata dengan teknik sampling didasarkan menurut usia. Variabel penelitian terdiri dari Variabel terikat yaitu berupa perilaku hidup bersih dan sehat siswa sekolah dasar. variabel bebas berupa usia.9% 39. chi-square.2 Sebaran Sampel Berdasarkan Gambaran Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Anak Sekolah Dasar Negeri Variabel PHBS Perilaku Baik Perilaku Cukup Perilaku Kurang Frekuensi 21 43 42 Persentase 19.sampling stratified dengan random cara undian. peran orang tua. dan peran teman.8% siswa memiliki perilaku bersih dan sehat. 22. 4) Dari pembagian tersebut di ambil sample secara acak yang telah dihitung dengan cara proporsional. peran guru.8% 40. kelas III-IV. Jakarta Barat.6% 17. peran guru. peran orang tua.6% Tabel 4. 3) yang Analisa data dengan uji statistik non parametrik. didapatkan 19. Tabel 4. dan peran teman ).6 % memiliki perilaku yang tidak Bersih dan sehat.

dan Tingkat pendapatan Orang Tua Siswa SDN 01 Mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Variabel Usia Siswa Variabel 7-8tahun 9-10 tahun 11-12 tahun Jenis Kelamin Siswa Laki-laki Perempuan Peran Orang Tua Siswa Peran Guru Berperan Kurang berperan Berperan Kurang berperan Peran Teman Berperan Kurang berperan Pendapatan Orang Tua Siswa Tinggi Sedang Rendah Frekuensi 36 34 36 50 56 56 50 67 39 73 33 36 34 36 Persentase 33.1% 52.3 Sebaran Sampel Berdasarkan Usia Siswa.perilaku yang tidak bersih dan tidak sehat sebesar 39.2% 36.9% 32.9%. Peran Guru.8% 52.1% 63. Peran Teman.6%.9% Pada sebaran usia siswa.7% 68. di dapatkan hasil sebesar 33. Peran Orang Tua Siswa. Tabel 4. Jenis Kelamin Siswa. Pada sebaran mengenai peran orang tua siswa dengan PHBS anak sekolah dasar.0%. Hal ini bisa disebabkan karena masih kurangnya peranan orang tua dan guru.9% orang tua yang kurang berperan dalam memberikan .0% 33.1% 33.8% 47..0% 33. didapatkan hasil sebesar 22.9%.9% 32. Banyaknya siswa yang berusia antara 7-8 tahun sebesar 33.8% 31.9% 47. yang berusia antara 9-10 tahun sebesar 32. dan usia 11-12 tahun sebesar 33. Pada sebaran jenis kelamin siswa.6% pada siswa laki-laki yang menunjukan perilaku hidup bersih dan sehat yang masih kurang di banding dengan siswa perempuan. serta adanya hubungan yang bermakna antara tingkat pendapatan orang tua siswa dengan perilaku hidup bersih dan sehat.

481 > 0.323 < 0. Peran Guru. Sementara pada sebaran peran guru. Hal ini mungkin disebabkan oleh adanya kaitan yang kuat antara lingkungan sekolah dan lingkungan bermain atau tempat tinggal siswa yang akan berpengaruh pada perilaku hidup bersih dan sehat secara keseluruhan sedangkan untuk sikap tergantung dari masing-masing individu.5% yang menunjukan bahwa kurangnya peran guru dalam membina siswanya terkait perilaku hidup bersih dan sehat di lingkungan belajar. Peran Teman. Kelurahan Duri Kepa.572 < 0.4 Hubungan Antara Usia Siswa. Jenis Kelamin Siswa. Jika diliat dari hasil sebaran peran teman sekolah maka dapat disimpulkan bahwa sebesar 24. serta mendukung dan mengontrol perilaku anak mengenai kebersihan diri dan kesehatanya.05 Ditolak 8 7 6 5 16 11 15 17 21 22 17 12 13 24 18 36 34 36 50 56 Chi-S 6.5% peran teman sekolah berhubungan terhadap perilaku hiduup bersih dan sehat masingmasing individu. Pada sebaran pendapatan keluarga didapatkan sebagian keluarga siswa yang bersekolah di SDN 01.05 Ditolak Chi-S 2.6%. Hal ini tentu akan berpengaruh terhadap pola hidup bersih dan sehat anak sekolah di lingkungan keluarga dan tempat tinggalnya. Kecamatan Kebon Jeruk berpendapatan rendah sebanyak 21. ditemukan hasil sebesar 24.05 Gagal ditolak Perilaku Cukup Kurang Total Uji P Ho . dan Tingkat pendapatan Orang Tua Siswa SDN 01 Mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Variabel Baik Usia 7-8tahun 9-10 tahun 11-12 tahun Jenis Kelamin Laki-laki Perempuan Peran Orang Tua Siswa Berperan Kurang berperan 17 4 33 10 6 36 56 50 Chi-S 41.pengajaran. Peran Orang Tua Siswa. Tabel 4.

jenis kelamin laki-laki (22. Barat.9%). Sedangkan pada peran orang tua siswa anak sekolah dasar dengan PHBS terdapat hubungan yang bermakna secara statistik (P < 0. periode November-Desember 2011 dapat disimpulkan sebagai berikut : 1) Dari 106 responden terdapat 19. adalah cukup. periode November-Desember 2011.6%). kurangnya peran orang tua (33. Jakarta Jeruk.05 Gagal ditolak 20 0 30 13 16 26 67 39 Chi-S 24.5% anak yang mempunyai PHBS cukup.6%). maka menyimpulkan bahwa perilaku hidup .05 Ditolak Tidak terdapatnya hubungan yang bermakna antara usia siswa di SDN 01 Duri Kepa.9%). kurangnya peran guru (24. belum tentu perilaku hidup bersih dan Kesimpulan dan saran Berdasarkan hasil penelitian mengenaI perilaku hidup bersih dan sehat pada anak sekolah dasar dan faktor-faktor yang berhubungan di SDN 01 Kelurahan Duri Kepa.05).05). Semakin tinggi usia. 2) Hasil sebaran terbesar berdasarkan faktor-faktor yang berpengaruh adalah usia anak 7-8 tahun dan 1112 tahun (33. dengan perilaku hidup bersih dan sehat (p>0. Begitu pun juga tidak ada hubungan bermakna secara statistik antara jenis kelamin dengan gambaran PHBS anak sekolah dasar (P < 0. Kecamatan Kebon Jeruk.8% sehat juga baik. kategori dan 39.806 < 0.dan pendapatan keluarga rendah (21.Peran Guru Berperan Kurang berperan Peran Teman Berperan Kurang berperan Pendapatan Orang Tua Tinggi Sedang Rendah 8 9 4 8 32 3 9 10 23 25 51 30 Chi-S 31. Diantara diatas.6% anak yang peneliti mempunyai PHBS kurang.05 Ditolak 14 7 33 10 26 16 73 33 Chi-S 2. 40. Hal ini sesuai dengan penelitian Siti Aisyah (2008) yang menunjukkan tidak adanya hubungan usia dengan perilaku hidup bersih dan sehat pada anak sekolah dasar.409 < 0.05). bersih dan sehat anak sekolah dasar di SDN 01.241 > 0. Kelurahan Kecamatan Kebon Duri Kepa. anak yang mempunyai PHBS baik.5%).

Di ciptakan kebijakan oleh sekolah melalui peraturan dalam upaya menciptakan sekolah sehat. Memperbanyak penyediaan sarana cuci tangan yang dilengkapi dengan sabun seperti di setiap kelas. Saran untuk Dinas Kesehatan Jakarta Barat a. Hal ini dapat di lakukan dengan membantu e. Mengadakan meningkatkan kualitas perilaku melakukan dalam advokasi pendanaan terkait Misalnya terhadap pihak sponsor untuk pembangunan sarana cuci tangan. c. peran orang Kesehatan Sekolah sebagai tua . Duri Kepa) a. peran guru. d. kegiatan mungkin. Perlu lebih memperkenalkan dan memperbanyak jumlah sekolah yang PHBS sehat siswa b. kesehatan khususnya mengenai PHBS di Sekolah c. dengan PHBS yang di buat semenarik perlu dengan lomba kebersihan kelas. Saran Berdasarkan hasil penelitian dan kesimpulan di atas. b. dengan mengadakan pertemuan rutin dalam rangka membentuk sekolah yang sehat. Bekerjasama dengan puskesmas setempat untuk dan sekolah terkait media mengembangkan melaksanakan sehingga program akan PHBS bagi kepala sekolah. 4) Variabel usia dan peran teman leading sektor. Dinas Kesehatan menginisiasi revitalisasi Usaha . 2. dan tingkat pendapatan orang tua mempunyai hubungan yang bermakna dengan perilaku hidup bersih dan sehat pada anak sekolah dasar. Penanaman perilaku hidup bersih dan sehat bagi anak sekolah sejak dini dengan memberikan contoh yang baik dari pendidik baik di dalam maupun di luar sekolah. Saran untuk institusi pendidikan (SDN 01 Kel. tampak ada beberapa hal yang diperlukan untuk meningkatkan perilaku hidup bersih sehat pada anak sekolah dasar: 1. di kantin dan di ruang UKS.3) Variabel jenis kelamin. Diperlukan pengenalan dukungan terhadap dan program tidak mempunyai hubungan yang bermakna dengan perilaku hidup bersih dan sehat pada anak sekolah dasar. guru.

Laporan Data Susenas: Status . Promosi Promosi Kesehatan Departemen Kesehatan RI. Notoatmodjo. 2008. dan Perilaku Kesehatan : PT Rineka Cipta. Tahun 2004. Laporan Hasil Riset Kesehatan Dasar (Rikesdas) Nasional 2007. Metodologi Rineka RI. Nasional.Soekidjo. Pedoman Kebijakan Kesehatan. Kesehatan. Cipta. Jakarta. Disarankan kepada puskesmas dan Kesehatan. 11. Ditjen PMM & PLP. Jakarta. 2005. Kesehatan Nasional Pusat Kesehatan RI. Promosi Kesehatan. Jakarta. 5. 1998-2002. Notoatmodjo Penelitian S. Pendidikan Kesehatan. Perilaku Kesehatan Hidup Sehat dan 2002dan Indonesia. Departemen Pembinaan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di Berbagai Tatanan : Pusat Promosi Kesehatan. Lingkungan. 2007. Jakarta.Soekidjo. Departemen Kesehatan RI. Pengembangan Departemen Pengelolaan Promosi Kesehatan Dalam Pencapaian PHBS. Badan Kesehatan Survei Penelitian Republik Kesehatan dan Indonesia. Departemen Pendidikan Kesehatan dan Ilmu Perilaku 1993. mengembangkan perilaku hidup bersih dan sehat pada anak sekolah dasar dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas kesehatan hidup yang lebih baik. Pusat Promosi Kesehatan. Nasional. Penyakit ISPA. 8. 2008. Pelayanan Kesehatan. Penelitian Republik Kesehatan di lakukan siswa 2004. posyandu kegiatan untuk menggiatkan guna penyuluhan Pengantar Jogyakarta. Badan Kesehatan Survei Pengembangan Departemen pemberian reward yang dapat antusiasme melakukan kegiatan Laporan Data Susenas : tentang minum-minuman keras. Jakarta. 2003.pemilihan duta PHBS sekolah yang dalam kegiatannya merangsang dalam tersebut. Departemen Kesehatan RI. 4. Pusat Pemberantasan Depkes RI. 9. 10. Kepustakaan 1. 3. Promosi Kesehatan Sekolah. Notoatmodjo. 7. Pedoman 3. 6. 2. 1993.

Nurul Aini. Jakarta. diakses 18 Juni P. Departemen Kesehatan Republik aceh. Departemen Kesehatan Sanitasi dan RI. 1992. 24.depkes. Metodologi Penerbit Kesehatan di Sekolah. Martuti. Jakarta. 18. 15. 17. 14. 2006. Perilaku Hidup Bersih Pendidikan Kesehatan Guru Pendidikan Pendidikan. rakyat. Departemen Jakarta. 2006. Jakarta. Masalah Penyakit di Indonesia dan Majalah Jakarta.12. Promosi Kesehatan. 22. www.pikirandikutip Penanggulangannya. Undang-undang Kesehatan RI Penelitian 2008. Departemen Kesehatan http://www.ashoRI. Chandra. Jakarta. SD). Jakarta. Program Pemberantasan Cacingan di Sekolah Dasar DKI Jakarta.go. Prinsip Dasar Kesehatan Cacingan Kedokteran 1994. 2008. Pusat Tentang Hygiene 13. Yayasan Kusuma Buana. 2010. Departemen Kesehatan RI. Buletin PHBS di Sekolah. Sasongko. Mukono. dan Sehat di Sekolah :Pikiran Rakyat. Buku Kedokteran EGC. A.id. Sumber [online]: http:/www. Pedoman Persyaratan Makanan. Mengelola Kreasi PAUD : Wacana. 23. Indonesia. diakses 16 Desember 2008. Penerbit Kesehatan: No. Untuk KIBBLA. Sirnabakti. Suharto (Petunjuk Departemen Nasional.23. Jogjakarta.diknas. Hadidjaja www. Tersedia dari: 25 Juli 2010.com/node/137558.id/download. 2007. Indonesia. di akses 8 Budiman. Panduan Promosi %20PLAN/PHBS. [online] Data Tahun dari Anak Usia 2007/2008. Sekolah. Panduan Pelatihan Komunikasi Perubahan Perilaku. Kuncinya Hidup Bersih. 2007. HEALTH Indonesia. 25. . Departemen Kesehatan RI.ppt.go. 16. 21. Departemen Kesehatan Republik Lingkungan.org/artikel/Training %20module November 2009. 20. 2009. 1998. 19. 2000. [online] dari Surabaya. 2008. 2007. Jakarta.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->