MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA

PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR 8 TAHUN 2009 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR 23 TAHUN 2007 TENTANG PEDOMAN TATA CARA PENGAWASAN ATAS PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI DALAM NEGERI, Menimbang : a. bahwa dalam rangka pelaksanaan pengawasan terhadap penyelenggaraan urusan pemerintahan di daerah perlu adanya pedoman pengawasan atas urusan wajib dan pilihan yang dibagi berdasarkan sub-sub bidang urusan yang menjadi kewenangan Pemerintah, Pemerintah Provinsi, dan Pemerintah Kabupaten/Kota; b. bahwa Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 23 Tahun 2007 tentang Pedoman Tata Cara Pengawasan atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah perlu dilakukan perubahan sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah Provinsi, dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota; c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan huruf b, perlu menetapkan Peraturan Menteri Dalam Negeri tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 23 Tahun 2007 tentang Pedoman Tata Cara Pengawasan Atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah; Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437) sebagaimana telah diubah beberapa kali, terakhir dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik

2.

3.

4.

5.

Indonesia Tahun 2008 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4844); Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 165, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4594); Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah Provinsi, dan Pemerintahan Dearah Kabupaten/Kota (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4737); Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 130 Tahun 2003 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Dalam Negeri sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 50 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua Atas Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 130 Tahun 2003 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Dalam Negeri; Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 23 Tahun 2007 tentang Pedoman Tata Cara Pengawasan atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah; MEMUTUSKAN :

Menetapkan

:

PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR 23 TAHUN 2007 TENTANG PEDOMAN TATA CARA PENGAWASAN ATAS PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DAERAH. Pasal I

Lampiran I Daftar Materi Pemeriksaan bagian II Pemerintahan Daerah dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 23 Tahun 2007 Tentang Pedoman Tata Cara Pengawasan Atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah, diubah sebagaimana tercantum dalam Lampiran Peraturan Menteri ini. Pasal II Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.

Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 28 Januari 2009 MENTERI DALAM NEGERI, ttd H. MARDIYANTO

• Tatacara Pengawasan Periksa apakah kebijakan operasional yang telah ditetapkan telah sesuai dengan kebijakan nasional. pendidikan menengah dan pendidikan non formal yang telah dilaksanakan apakah telah sesuai dengan renstra. URUSAN WAJIB 1. pendidikan menengah dan pendidikan non formal yang telah dilaksanakan. Sosialisasi dan pelaksanaan standar nasional pendidikan di 1. • Pemerintah daerah telah melakukan koordinasi dan sinkronisasi terkait kebijakan operasional dan program pendidikan.a. KEBIJAKAN 1) KEBIJAKAN DAN STANDAR Wewenang Provinsi Wewenang Kabupaten/Kota 1. pendidikan menengah dan pendidikan non formal sesuai dengan perencanaan strategis tingkat provinsi dan nasional. 1.LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR NOMOR 8 TAHUN 2009 TANGGAL 28 JANUARI 2009 A.b. 1. Penetapan kebijakan operasional pendidikan di kabupaten/kota sesuai dengan kebijakan nasional dan provinsi. 2. 2. 1. pendidikan dasar. pendidikan dasar. Perencanaan operasional program pendidikan anak usia dini. Kesesuaian program pendidikan dan operasional antar daerah dengan kebijakan yang telah ditetapkan. Penetapan kebijakan operasional pendidikan di provinsi sesuai dengan kebijakan nasional. pendidikan dasar. pendidikan menengah dan pendidikan non formal sesuai dengan perencanaan strategis pendidikan nasional. Dokumentasi dan administrasi kegiatan program pendidikan anak usia dini. • • Periksa pelaksanaan koordinasi dan sinkronisasi kebijakan operasional dan program pendidikan di daerah • Teliti apakah ada kebijakan yang masih bertentangan dengan kebijakan program pendidikan nasional. – • Indikator Kinerja Pemerintah daerah telah menetapkan peraturan daerah yang mengatur tentang pendidikan. pendidikan dasar. pendidikan dasar. Periksa apakah telah dilaksanakan sosialisasi di tingkat kabupaten/kota terkait 1 • Pemahaman tentang standar nasional pendidikan di tingkat • • .c. Sosialisasi dan pelaksanaan standar nasional pendidikan di • Disusunnya rencana • pelaksanaan program pendidikan anak usia dini.c. PENDIDIKAN a.a. pendidikan menengah dan pendidikan non formal sesuai dengan renstra. Koordinasi dan sinkronisasi kebijakan operasional dan program pendidikan antar kabupaten/kota. Perencanaan strategis pendidikan anak usia dini. • Alat Bukti/ Verifikasi Indikator Peraturan daerah tentang kebijakan operasional pendidikan yang telah dilegalisasi dalam Lembaran Daerah.b. Kesesuaian pemahaman terhadap standar nasional pendidikan yang • Periksa dokumentasi dan administrasi kegiatan program pendidikan anak usia dini. 1.

dan pembinaan satuan pendidikan. Jumlah pemantauan lapangan terhadap satuan/penyelenggara pendidikan dalam kurun waktu satu tahun. • Periksa apakah pemberian izin pendirian serta pencabutan izin satuan pendidikan dasar. • Adanya peraturan tentang izin pendirian. • Kesesuaian antara pengelolaan penyelenggaraan pendidikan lintas kabupaten/kota. pencabutan izin penyelenggaraan. • Peraturan dan dokumen tentang izin pendirian. Alat Bukti/ Verifikasi Indikator komprehensif di tingkat kabupaten/kota dengan kebijakan program pendidikan. satuan pendidikan menengah dan satuan/penyelenggara pendidikan nonformal telah memenuhi syarat-syarat pendirian sesuai perundangundangan Periksa kebijakan yang telah ditetapkan berkaitan dengan Penyelenggaraan dan/atau 2 4. pendidikan menengah dan pendidikan nonformal. 3. untuk tingkat pendidikan dasar dan menengah. • Periksa apakah pemahaman tentang standar nasional pendidikan telah sesuai kebijakan daerah. • • 4. Pengelolaan dan penyelenggaraan pendidikan anak usia dini. • Adanya pedoman pengelolaan dan penyelenggaraan pendidikan formal dan non nformal. – 4. 3. Pemberian izin pendirian serta pencabutan izin satuan pendidikan dasar. pengembangan tenaga kependidikan dan penyediaan fasilitas penyelenggaraan pendidikan lintas kabupaten/kota. pencabutan izin penyelenggaraan. Penyelenggaraan dan/atau pengelolaan satuan pendidikan sekolah dasar dan menengah • Adanya peraturan tentang penyelenggaraan dan/atau pengelolaan satuan pendidikan • Peraturan dan dokumen tentang penyelenggaraan dan/atau pengelolaan satuan • . Indikator Kinerja kabupaten/kota. Penyelenggaraan dan/atau pengelolaan satuan pendidikan dan/atau 4. pendidikan dasar.a.a.b. dan pembinaan satuan/penyelenggara pendidikan. Tatacara Pengawasan pelaksanaan standar nasional pendidikan. pengembangan tenaga kependidikan dan penyediaan fasilitas penyelenggaraan pendidikan. satuan pendidikan menengah dan satuan/penyelenggara pendidikan nonformal. Wewenang Kabupaten/Kota tingkat kabupaten/kota. Koordinasi atas pengelolaan dan penyelenggaraan pendidikan. Periksa apakah telah dilaksanakan koordinasi terkait pengelolaan dan penyelenggaraan pendidikan.LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR NOMOR 8 TAHUN 2009 TANGGAL 28 JANUARI 2009 Wewenang Provinsi tingkat provinsi.b.

c. • Monitoring dan evaluasi satuan pendidikan dasar bertaraf internasional. • Periksa kebijakan yang telah ditetapkan dengan pemberian dukungan sumber daya terhadap penyelenggaraan perguruan tinggi. 5.c. Pemberian dukungan sumber daya terhadap penyelenggaraan perguruan tinggi. – • • Periksa kebijakan yang telah ditetapkan berkaitan dengan Penyelenggaraan dan/atau pengelolaan pendidikan berbasis keunggulan lokal pada pendidikan dasar dan menengah. Adanya peraturan tentang penyelenggaraan dan/atau pengelolaan pendidikan berbasis keunggulan lokal pada pendidikan dasar dan menengah. • Peraturan dan dokumen tentang izin pendirian dan pencabutan izin satuan pendidikan dasar dan menengah berbasis keunggulan lokal. Pemberian izin pendirian serta pencabutan izin satuan pendidikan dasar dan menengah berbasis keunggulan lokal. Pemberian dukungan sumber daya terhadap penyelenggaraan perguruan tinggi. Alat Bukti/ Verifikasi Indikator pendidikan sekolah dasar dan menengah bertaraf internasional. • Adanya peraturan tentang izin pendirian dan pencabutan izin satuan pendidikan dasar dan menengah berbasis keunggulan lokal.d. Penyelenggaraan dan/atau pengelolaan pendidikan berbasis keunggulan lokal pada pendidikan dasar dan menengah. 3 . • Tatacara Pengawasan pengelolaan satuan pendidikan sekolah dasar dan menengah bertaraf internasional Periksa apakah pemberian izin pendirian serta pencabutan izin satuan pendidikan dasar dan menengah berbasis keunggulan lokal. Indikator Kinerja sekolah dasar dan menengah bertaraf internasional. 4. Pemantauan dan evaluasi satuan pendidikan bertaraf internasional. 4. Pemantauan dan evaluasi satuan pendidikan sekolah dasar bertaraf internasional. 6.LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR NOMOR 8 TAHUN 2009 TANGGAL 28 JANUARI 2009 Wewenang Provinsi program studi bertaraf internasional pada jenjang pendidikan dasar dan menengah. • Periksa hasil monitoring dan evaluasi pelaksanaan kebijakan dalam satuan pendidikan bertaraf internasional. 4. 6. • Kurikulum satuan pendidikan sekolah dasar berdasarkan standar internasional. • Kualitas penyelenggaraan pendidikan di perguruan tinggi. 5. – Wewenang Kabupaten/Kota bertaraf internasional. 4. • Peningkatan mutu sumber daya penyelenggaraan pendidikan di perguruan tinggi. • Peraturan dan dokumen tentang penyelenggaraan dan/atau pengelolaan pendidikan berbasis keunggulan lokal pada pendidikan dasar dan menengah.d.

• Daya serap anggaran • • Copy dokumen DIPA yang diterima daerah Dokumen atau tanda bukti lain tentang penggunaan anggaran untuk kurun waktu tertentu • c. • Indikator Kinerja Adanya pengembangan dan peremajaan data dalam sistem informasi manajemen pendidikan. PEMBIAYAAN Wewenang Kabupaten/Kota 1. 2. Penyediaan bantuan biaya penyelenggaraan pendidikan anak usia dini. Peremajaan data dalam sistem infomasi manajemen pendidikan nasional untuk tingkat provinsi. pendidikan menengah dan pendidikan nonformal sesuai kewenangannya. Dokumen peremajaan data dan sistem informasi manajemen pendidikan. • Tatacara Pengawasan • Periksa apakah telah dilaksanakan peremajaan data dalam sistem informasi manajemen pendidikan nasional. • Indikator Kinerja Daya serap anggaran • • Alat Bukti/ Verifikasi Indikator Copy dokumen DIPA yang diterima daerah Dokumen atau tanda bukti lain tentang penggunaan anggaran untuk kurun waktu tertentu • Tatacara Pengawasan Periksa bantuan biaya dalam penyelenggaraan pendidikan anak usia dini. 2. 7. KURIKULUM 4 . b. pendidikan menengah dan pendidikan nonformal dan pendidikan bertaraf internasional Periksa dana yang dialokasikan dalam pembiayaan penjaminan mutu satuan pendidikan sesuai kewenangannya Wewenang Provinsi 1. Pembiayaan penjaminan mutu satuan pendidikan sesuai kewenangannya.LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR NOMOR 8 TAHUN 2009 TANGGAL 28 JANUARI 2009 Alat Bukti/ Verifikasi Indikator Wewenang Provinsi 7. Wewenang Kabupaten/Kota Peremajaan data dalam sistem infomasi manajemen pendidikan nasional untuk tingkat kabupaten/kota. Pembiayaan penjaminan mutu satuan pendidikan sesuai kewenangannya. Penyediaan bantuan biaya penyelenggaraan pendidikan bertaraf internasional sesuai kewenangannya. pendidikan dasar. pendidikan dasar.

.

Pengawasan pendayagunaan bantuan sarana dan prasarana pendidikan. PENDIDIKAN DAN TENAGA KEPENDIDIKAN Wewenang Kabupaten/Kota 1. Laporan hasil pengawasan • Periksa apakah telah dilaksanakan pengawasan terhadap pendayagunaan bantuan sarana dan prasarana pendidikan yang telah diberikan Periksa apakah telah dilakukan pengawasan terhadap satuan pendidikan menengah dalam pendayagunaan buku pelajaran 2.a. Laporan hasil pengawasan • Tatacara Pengawasan Periksa apakah sarana dan prasarana pendidikan menengah telah memenuhi standar minimal Wewenang Provinsi 1. Pengawasan penggunaan buku pelajaran pendidikan menengah 2. Pengawasan penggunaan buku pelajaran pendidikan anak usia dini. b. • Derajat pemenuhan standar nasional tentang sarana dan prasarana • • Bukti fisik sarana dan prasarana. b. Pengawasan terhadap pemenuhan standar nasional sarana dan prasarana pendidikan menengah. dan pendidikan nonformal. pendidikan menengah.a.LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR NOMOR 8 TAHUN 2009 TANGGAL 28 JANUARI 2009 d. Perencanaan kebutuhan pendidik dan tenaga kependidikan untuk . • Indikator Kinerja Derajat pemenuhan standar nasional tentang sarana dan prasarana • • Alat Bukti/ Verifikasi Indikator Bukti fisik sarana dan prasarana. pendidikan menengah. Perencanaan kebutuhan pendidik dan tenaga kependidikan pendidikan • Indikator Kinerja Tertib administrasi kepegawaian • Alat Bukti/ Verifikasi Indikator Dokumen manajemen atau pengelolaan SDM kependidikan mulai dari need Tatacara Pengawasan • Periksa kebutuhan pendidik dan tenaga kependidikan untuk pendidikan bertaraf 6 Wewenang Provinsi 1. Pengawasan pendayagunaan bantuan sarana dan prasarana pendidikan.a. dan pendidikan nonformal • Derajat pemenuhan standar nasional tentang sarana dan prasarana • Laporan hasil pengawasan • e. SARANA DAN PRASARANA Wewenang Kabupaten/Kota 1.a. pendidikan dasar. pendidikan dasar. Pengawasan terhadap pemenuhan standar nasional sarana dan prasarana pendidikan anak usia dini.

pengembangan sampai pemberhentian/ pemensiunan • Tatacara Pengawasan internasional yang telah direncanakan sesuai dengan ketentuan Periksa realisasi pengangkatan dan penempatan pendidik dan tenaga kependidikan PNS untuk satuan pendidikan bertaraf internasional Tertib administrasi kepegawaian 2. pengembangan sampai pemberhentian/ pemensiunan Dokumen manajemen atau pengelolaan SDM kependidikan mulai dari need assessment . pendidikan menengah dan pendidikan nonformal. pendidikan dasar.a. Peningkatan kesejahteraan. pengembangan sampai pemberhentian/ pemensiunan • Dokumen manajemen atau pengelolaan SDM kependidikan mulai dari need assessment . penghargaan. Wewenang Kabupaten/Kota anak usia dini. • Tertib administrasi kepegawaian • • Periksa Peningkatan kesejahteraan. 1. 1.a. pengembangan sampai pemberhentian/ pemensiunan Dokumen manajemen atau pengelolaan SDM kependidikan mulai dari need assessment . 4.LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR NOMOR 8 TAHUN 2009 TANGGAL 28 JANUARI 2009 Wewenang Provinsi pendidikan bertaraf internasional sesuai kewenangannya. Pengangkatan dan penempatan pendidik dan tenaga kependidikan PNS untuk satuan pendidikan bertaraf internasional. pendidikan menengah dan pendidikan nonformal sesuai kewenangannya. pendidikan dasar.b. pengembangan sampai pemberhentian/ pemensiunan • Periksa realisasi Pemindahan pendidik dan tenaga kependidikan PNS antar kabupaten/kota 3. • Indikator Kinerja Alat Bukti/ Verifikasi Indikator assessment . pendidikan menengah. dan pendidikan nonformal sesuai kewenangannya 2. penghargaan. pendidikan dasar. Pengangkatan dan penempatan pendidik dan tenaga kependidikan PNS untuk pendidikan anak usia dini. Peningkatan kesejahteraan. penghargaan. 4. dan perlindungan pendidik dan tenaga kependidikan pendidikan bertaraf internasional Periksa Pembinaan dan pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan pendidikan bertaraf internasional • Tertib administrasi kepegawaian • • 7 .b. pendidikan menengah dan pendidikan nonformal. dan perlindungan pendidik dan tenaga kependidikan pendidikan bertaraf internasional. pendidikan dasar. Pembinaan dan pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan pendidikan bertaraf internasional. dan perlindungan pendidik dan tenaga kependidikan pendidikan anak usia dini. • Tertib administrasi kepegawaian • Dokumen manajemen atau pengelolaan SDM kependidikan mulai dari need assessment . Pemindahan pendidik dan tenaga kependidikan PNS antar kabupaten/kota. Pemindahan pendidik dan tenaga kependidikan PNS di kabupaten/ kota. Pembinaan dan pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan pendidikan anak usia dini. 3.

Pengalokasian tenaga potensial pendidik dan tenaga kependidikan di daerah. pengembangan sampai pemberhentian/ pemensiunan • Tertib administrasi kepegawaian • Dokumen manajemen atau pengelolaan SDM kependidikan mulai dari need assessment pengembangan sampai pemberhentian/ pemensiunan • f. • Tatacara Pengawasan Periksa bentuk bantuan yang diberikan dalam pelaksanaan ujian nasional pendidikan dasar. fasilitasi. dan pendidikan nonformal. 2. fasilitasi. fasilitasi. dan evaluasi pelaksanaan ujian sekolah • Kesesuaian dengan standar pendidikan tentang hasil ujian • Laporan hasil kegiatan (termasuk laporan penggunaan anggaran) • 8 . pendidikan dasar. • Alat Bukti/ Verifikasi Indikator Laporan hasil kegiatan (termasuk laporan penggunaan anggaran). • Indikator Kinerja Tertib administrasi kepegawaian • Tatacara Pengawasan • Periksa apakah terdapat tenaga pendidik dan kependidikan yang diberhentikan karena melanggar peraturan perundang-undangan uang berlaku Periksa pengalokasian tenaga potensial pendidik dan tenaga kependidikan di daerah Dokumen manajemen atau pengelolaan SDM kependidikan mulai dari need assessment . pendidikan menengah. dan pendidikan non formal Periksa laporan hasil koordinasi. Koordinasi. monitoring. monitoring. pendidikan menengah. Wewenang Kabupaten/Kota 4. dan evaluasi pelaksanaan ujian sekolah 2.LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR NOMOR 8 TAHUN 2009 TANGGAL 28 JANUARI 2009 Alat Bukti/ Verifikasi Indikator Wewenang Provinsi 4. Pemberhentian pendidik dan tenaga kependidikan PNS pada pendidikan bertaraf internasional selain karena alasan pelanggaran peraturan perundangundangan 5.b. Membantu pelaksanaan ujian nasional pendidikan dasar. pendidikan menengah dan pendidikan nonformal. Pemberhentian pendidik dan tenaga kependidikan PNS pada pendidikan anak usia dini. dan pendidikan nonformal selain karena alasan pelanggaran peraturan perundang-undangan.b. monitoring dan evaluasi Wewenang Provinsi 1. pendidikan menengah. Membantu pelaksanaan ujian nasional pendidikan dasar. 5. • Indikator Kinerja Kesesuaian dengan standar pendidikan tentang hasil ujian. PENGENDALIAN MUTU PENDIDIKAN 1) PENILAIAN HASIL BELAJAR Wewenang Kabupaten/Kota 1. Koordinasi.

Penyelenggaraan Surveilans Epidemiologi (SE). Wewenang Kabupaten/Kota skala kabupaten/kota 3. 3. penyelelidikan kejadian luar biasa skala kabupaten/kota • Indikator Kinerja Cakupan desa/kelurahan mengalami KLB yang dilakukan penyelidikan epidemiologi < 24 jam 100% pada tahun 2015 • Alat Bukti/Verifikasi Indikator Provinsi Kabupaten/Kota Laporan • Laporan penyusunan penyusunan dan dan penetapan penetapan kebijakan kebijakan untuk untuk penyusunan penyusunan rencana rencana kerja kerja operasional operasional program program kesehatan kesehatan tingkat tingkat Kabupaten/Kota provinsi • Laporan kajian SE Laporan kajian SE • Laporan investigasi. penyelidikan kejadian luar biasa skala provinsi • • • • • • 9 .LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR NOMOR 8 TAHUN 2009 TANGGAL 28 JANUARI 2009 Alat Bukti/ Verifikasi Indikator Wewenang Provinsi skala provinsi. penanggulangan dan Kejadian Luar Biasa penanggulangan (KLB) di kabupaten/kota Kejadian Luar Biasa • Laporan pelatihan teknis (KLB) lintas SE kabupaten/kota • Laporan penyebaran Laporan pelatihan informasi skala teknis SE Kabupaten/Kota Laporan penyebaran • Laporan penyampaian informasi skala laporan berkala penyakit Tatacara Pengawasan • Pemeriksaan terhadap laporan hasil pelaksanaan kegiatan (output) Membuktikan kebenaran hasil laporan kegiatan/data dengan uji petik Menganalisa permasalahan Wewenang Provinsi 1. Penyelenggaraan Surveilans Epidemiologi (SE). KESEHATAN a. dan Laporan investigasi. Penyediaan biaya penyelenggaraan ujian sekolah skala provinsi. • Indikator Kinerja Tatacara Pengawasan pelaksanaan ujian nasional Kesesuaian dengan standar pendidikan tentang hasil ujian • Laporan hasil kegiatan (termasuk laporan penggunaan anggaran) • Periksa biaya yang dialokasikan dalam penyelenggaraan ujian sekolah 2. Penyediaan biaya penyelenggaraan ujian sekolah skala kabupaten/kota. UPAYA KESEHATAN 1) PENCEGAHAN DAN PEMBERANTASAN PENYAKIT Wewenang Kabupaten/Kota 1.

Penyelenggaraan pencegahan dan penanggulangan penyakit menular skala provinsi 2. Penyelenggaraan pencegahan dan penanggulangan penyakit menular skala kabupaten/kota • Cakupan desa/kelurahan mengalami KLB yang dilakukan penyelidikan epidemiologi < 24 jam 100% pada tahun 2015 • • • • • provinsi Laporan penyampaian laporan berkala penyakit menular potensial wabah dan laporan insidentil situasi penyakit yang dianggap perlu Laporan bimbingan teknis kinerja SE terhadap kabupaten/kota Laporan penyusunan dan penepatan kebijakan untuk penyusunan rencana kerja operasional program kesehatan tingkat provinsi Laporan penyelidikan KLB lintas kabupaten/kota Laporan pelatihan teknis pengelola Laporan kajian SE Laporan tata laksana kasus yang memerlukan teknologi dan sumber daya yang belum mampu diselenggarakan pada tingkat kabupaten/kota • • • • • • • Laporan penyusunan dan penepatan kebijakan untuk penyusunan rencana kerja operasional program kesehatan tingkat kabupaten/kota Laporan penyelidikan KLB skala kabupaten/kota Laporan pelatihan teknis pengelola Laporan kajian SE Laporan tata laksana kasus Laporan bimbingan teknis monitoring dan evaluasi terhadap unit pelaksanan teknis dan penyelenggaraan oleh masyarakat • • • Pemeriksaan terhadap laporan hasil pelaksanaan kegiatan (output) Membuktikan kebenaran hasil laporan kegiatan/data dengan uji petik Menganalisa permasalahan 10 .LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR NOMOR 8 TAHUN 2009 TANGGAL 28 JANUARI 2009 menular potensial wabah dan laporan insidentil situasi penyakit yang dianggap perlu Laporan bimbingan teknis kinerja SE terhadap unit pelaksana teknis kabupaten/kota maupun di masyarakat • • 2.

LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR NOMOR 8 TAHUN 2009 TANGGAL 28 JANUARI 2009 • 3. Pengendalian operasional. Penyelenggaraan pencegahan dan penanggulangan penyakit tidak menular tertentu skala provinsi 3. penanggulangan masalah kesehatan. Penyelenggaraan pencegahan dan penanggulangan penyakit tidak menular tertentu skala kabupaten/kota • Cakupan desa/kelurahan mengalami KLB yang dilakukan penyelidikan epidemiologi < 24 jam 100% pada tahun 2015 • • • • • 4. Penyelenggaraan operasional penanggulangan masalah kesehatan akibat bencana dan wabah skala kabupaten/kota • Cakupan pelayanan gawat darurat level 1 yang harus diberikan sarana kesehatan (RS) di Kabupaten/kota 100% pada tahun 2015 • • Laporan bimbingan teknis monitoring dan evaluasi Laporan penyusunan dan penepatan kebijakan untuk penyusunan rencana kerja operasional program kesehatan tingkat provinsi Laporan pelatihan teknis pengelola Laporan kajian SE Laporan tata laksana kasus yang memerlukan tekhnologi dan sumber daya yang belum mampu diselenggarakan pada tingkat kabupaten/kota Laporan bimbingan teknis monitoring dan evaluasi Laporan penyusunan dan penepatan kebijakan untuk penyusunan rencana kerja operasional program kesehatan tingkat provinsi Laporan penyelidikan KLB lintas • • • • • Laporan penyusunan dan penepatan kebijakan untuk penyusunan rencana kerja operasional program kesehatan tingkat kabupaten/kota Laporan pelatihan teknis pengelola Laporan kajian SE Laporan tata laksana kasus Laporan bimbingan teknis monitoring dan evaluasi terhadap unit pelaksanan teknis dan penyelenggaraan oleh masyarakat • • • Pemeriksaan terhadap laporan hasil pelaksanaan kegiatan (output) Membuktikan kebenaran hasil laporan kegiatan/data dengan uji petik Menganalisa permasalahan • • • Laporan penyusunan dan penepatan kebijakan untuk penyusunan rencana kerja operasional program kesehatan tingkat kabupaten/kota Laporan penyelidikan KLB lintas kabupaten/kota Laporan pelatihan teknis • • • Pemeriksaan terhadap laporan hasil pelaksanaan kegiatan (output) Membuktikan kebenaran hasil laporan kegiatan/data dengan uji petik Menganalisa permasalahan 11 . akibat bencana dan wabah skala provinsi 4.

monitoring dan evaluasi terhadap unit pelaksanan teknis dan penyelenggaraan oleh masyarakat • • • • kabupaten/kota Laporan pelatihan teknis pengelola Laporan kajian SE Laporan tata laksana kasus yang memerlukan tekhnologi dan sumber daya yang belum mampu diselenggarakan pada tingkat kabupaten/kota Laporan bimbingan teknis.LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR NOMOR 8 TAHUN 2009 TANGGAL 28 JANUARI 2009 pengelola Laporan kajian SE Laporan tata laksana kasus Laporan bimbingan teknis. monitoring dan evaluasi • • • 2) LINGKUNGAN SEHAT Wewenang Kabupaten/Kota 1. Penyelenggaraan pencegahan dan penanggulangan pencemaran lingkungan skala kabupaten/kota • Indikator Kinerja Cakupan pelayanan yang harus diberikan sarana kesehatan (RS) di Kabupaten/kota 100% pada tahun 2015 • Alat Bukti/Verifikasi Indikator Provinsi Kabupaten/Kota Laporan • Laporan penyusunan penyusunan dan dan penetapan penetapan kebijakan kebijakan untuk untuk penyusunan penyusunan rencana rencana kerja kerja operasional operasional program program kesehatan kesehatan tingkat tingkat Kabupaten/Kota provinsi • Laporan pelatihan teknis pengelola Laporan pelatihan teknis pengelola • Laporan kajian ADL Laporan kajian ADL • Laporan bimbingan Laporan bimbingan teknis. monitoring evaluasi terhadap unit dan evaluasi pelaksana teknis dan Tatacara Pengawasan • Pemeriksaan terhadap laporan hasil pelaksanaan kegiatan (output) Membuktikan kebenaran hasil laporan kegiatan/data dengan uji petik Menganalisa permasalahan Wewenang Provinsi 1. Penyelenggaraan pencegahan dan penanggulangan pencemaran lingkungan skala provinsi • • • • • 12 . monitoring dan teknis.

pasar. hotel. lingkungan kerja. sarana kesehatan. sarana kesehatan. pasar.LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR NOMOR 8 TAHUN 2009 TANGGAL 28 JANUARI 2009 penyelenggaraan oleh masyarakat • 2. rumah sakit. Laporan pembinaan teknis. Penyehatan Lingkungan • Cakupan pelayanan yang harus diberikan sarana kesehatan (RS) di Kabupaten/kota 100% pada tahun 2015 • • Laporan upaya kesehatan lingkungan yang memerlukan teknologi dan sumber daya yang belum mampu diselenggarakan pada tingkat kabupaten/kota Laporan penyusunan rencana kerja operasional pemeliharaan dan pengawasan kualitas kesling diperumahan. lingkungan kerja. sekolah. sarana kesehatan. advokasi. rumah sakit. angkutan umum dan TTU lainya skala Kabupaten/kota Laporan melaksanakan pelatihan teknis di • • • Pemeriksaan terhadap laporan hasil pelaksanaan kegiatan (output) Membuktikan kebenaran hasil laporan kegiatan/data dengan uji petik Menganalisa permasalahan 13 . angkutan umum dan TTU lainya skala Kabupaten/kota. sosialisasi. hotel. hotel. sekolah. sarana kesehatan. monev dan pelaporan dalam pemeliharaan dan pengawasan kualitas kesehatan lingkungan di perumahan. angkutan umum dan TTU lainya skala propinsi. monev dan pelaporan dalam pemeliharaan daan pengawasan kualitas kesehatan kesehatan lingkungan di perumahan. sekolah. advokasi. Laporan pembinaan teknis. lingkungan kerja. rumah sakit. • • • Laporan penyusunan rencana kerja operasinal pemeliharaan dan pengawasan kualitas keslingdiperumahan . pasar. sekolah. sekolah. lingkungan kerja. rumah sakit. sosialisasi.

hotel. Tenaga dan tim penyiapan materi Anggaran dan pembinaan Logistik Laporan Mendistribusikan kesiapsiagaan makanan formula Tatacara Pengawasan • Pemeriksaan terhadap laporan hasil pelaksanaan kegiatan (output) Membuktikan kebenaran hasil laporan kegiatan/data dengan uji petik Menganalisa permasalahan Wewenang Provinsi 1.LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR NOMOR 8 TAHUN 2009 TANGGAL 28 JANUARI 2009 bidang kesehatan lingkungan skala Kabupaten/kota • pasar. Penyelenggaraan surveilans kewaspadaan pangan dan gizi buruk tingkat provinsi • • • • • 14 . angkutan umum dan TTU lainya skala nasional Laporan pelaksanaan pelatihan teknis di bidang kesehatan lingkungan skala provinsi 3) PERBAIKAN GIZI MASYARAKAT Wewenang Kabupaten/Kota • Pelaksanaan surveilans kewaspadaan pangan dan gizi buruk tingkat kabupaten/kota • Indikator Kinerja Cakupan balita gizi buruk mendapat perawatan 100% pada tahun 2010 • Alat Bukti/Verifikasi Indikator Provinsi Kabupaten/Kota Laporan penetapan • Laporan penetapan pedoman teknis pedoman pelaksanaan tentang surveilans tentang surveilans kewaspadaan kewaspadaan pangan pangan dan gizi dan gizi buruk buruk • Laporan pemanfaatan Laporan hardware dan software pemanfaatan untuk sistim pelaporan hardware dan surveilans gizi software untuk • Laporan pengendalian sistim pelaporan kualitas data meliputi surveilans gizi pelatihan. penyiapan Laporan materi dan pembinaan pengendalian • Laporan kesiapsiagaan kualitas data untuk : meliputi pelatihan.

PSG Laporan pelaksanaan TOT untuk pengelolaan surveilans gizi dan penggunaan hardware/software untuk sistim pelaporan surveilans gizi di tingkat provinsi Laporan perlakuan terhadap data: Dikumpulkan Dicatat Diolah Dilaporkan • • • • • .PSG. Laporan pelaksanaan pelatihan untuk pengelolaan surveilans gizi dan penggunaan hard ware/ software untuk sistim pelLaporan surveilans gizi.LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR NOMOR 8 TAHUN 2009 TANGGAL 28 JANUARI 2009 dan obat-obatan sampai sasaran Informasi dan transportasi Laporan pengelolaan surveilans kewaspadaan pangan dan gizi meliputi pelaksanaan kegiatan program: PWS-Gizi. Laporan perlakuan terhadap data : Dikumpulkan Dicatat Diolah Dilaporkan Dianalisa Disajikan Laporan pelaksanaan SKD-KLB dilakukan kajian epidemiologi bersumber data rutin dan khusus untuk mengidentifikasi ada tidaknya potensi bencana/ ancaman KLB gizi buruk di masyarakat Laporan penyebarluasan hasil kajian kepada pengelola program 15 • • • untuk: Tenaga dan tim Anggaran Logistik Makanan formula dan obat-obatan untuk bufferstok provinsi Informasi dan transportasi Laporan pengelolaan surveilans kewaspadaan pangan dan gizi meliputi pelaksanaan kegiatan program: PWS-Gizi. SKG. SKD-KLB. SKG. SKDKLB.

pelaksanaan dalam meningkatkan jaringan kewaspadaan pangan dan gizi Laporan pemberian • • • • • • • • .LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR NOMOR 8 TAHUN 2009 TANGGAL 28 JANUARI 2009 kesehatan dan pihak lain yang terkait Laporan apabila teridentifikasi adanya ancaman KLB. makanan formula dan obat-obatan ke sasaran Laporan pelaksanaan peningkatan kewaspadaan dan kesiapsiagaan menghadapi KLB gizi buruk Laporan pelaksanaan dan peningkatan jaringan kewaspadaan pangan dan gizi Laporan untuk mendapat feedback dan rencana tindak lanjut 16 • • • • • • Dianalisa Disajikan Laporan pelaksanaan SKD KLB menetapkan kajian epidemiologi bersumber data rutin dan khusus untuk mengidentifikasi ada tidaknya potensi bencana/ ancaman KLB gizi buruk di masyarakat Laporan pemberian feedback segera atas hasil kajian Laporan koordinasi peningkatan kewaspadaan dan kesiapsiagaan menghadapi KLB gizi buruk Laporan penyelenggaraan pendistribusian logistik. Laporan pelaksanaan surveilans ketat jika terjadi KLB Laporan tindakan segera KLB-gizi buruk Laporan pelaksanaan pendistribusian logistik. dalam waktu yang secepatcepatnya memberikan peringatan kewaspadaan dini KLB kepada program terkait di lingkungan Dinkes/Kab kota Laporan respon cepat untuk penanganan kasus. makanan formula dan obatobatan ke kabupaten/kota Laporan penyelenggaraan.

LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR NOMOR 8 TAHUN 2009 TANGGAL 28 JANUARI 2009 Laporan pemberian pembinaan teknis kepada petugas puskesmas dan kader terkait Laporan monev sistem dalam penerapan pelaksanaan pedoman. pendistribusian bantuan dan intervensi yang dilakukan dai lapangan A. Semua balita ditimbang setiap bulan dan naik berat badannya • • Laporan penyelenggaraan pemantauan pertumbuhan balita (0-5 th) skala provinsi Formulasi pedoman dan modul pelatihan PP Balita Sosialisasi pedoman dan modul pelatihan TOT petugas kabupaten tentang modul Semua balita ditimbang setiap bulan dan naik berat badannya Laporan penyelenggaraan pemantauan pertumbuhan balita (0-5 th) skala Kabupaten/kota Pembuatan Juknis Penyelenggaraan PP Balita Sosialisasi Juknis PP Balita Pelatihan PP Balita bagi petugas puskesmas dan kader Distribusi dan maintenance alat dan bahan (KMS. pendistribusian bantuan dan intervensi yang dilakukan di lapangan 2. A. • • • Pemeriksaan terhadap laporan hasil pelaksanaan kegiatan (output) Membuktikan kebenaran hasil laporan kegiatan/data dengan uji petik Menganalisa permasalahan 17 . Pemantauan penanggulangan gizi buruk skala provinsi • Penyelenggaraan penanggulangan gizi buruk skala kabupaten/kota • Cakupan balita gizi buruk mendapat perawatan 100% pada tahun 2010 feedback dan • rencana tindak lanjut • Laporan pemberian pembinaan teknis kepada petugas terkait • • Laporan monev sistem dalam penerapan pelaksanaan pedoman.

alat ukur PB/TB. Tripot. bahan KIE dan R/R) Supervisi dan feedback • Laporan penyelenggaraan sistim informasi gizi skala provinsi Pengolahan data hasil penimbangan balita (SKDN. konseling) Konfirmasi rujukan balita dengan gangguan pertumbuhan di puskesmas Konseling pertumbuhan balita di puskesmas dan sarana Yankes lainnya Supervisi & feedback Pembuatan Juknis Penyelenggaraan PP Balita • Laporan penyelenggaraan sistim informasi gizi skala kabupaten/kota Pendataan sasaran Balita Pengumpulan data hasil penimbangan balita (SKDN. dacin. Tripot. ST. ST. alat ukur PB/TB. BGM) Validasi data Analisis Interpretasi Feedback .LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR NOMOR 8 TAHUN 2009 TANGGAL 28 JANUARI 2009 dacin. ploting BB pada KMS. BGM) Pengolahan data 18 pelatihan PP Balita Penyediaan alat dan bahan (KMS. bahan KIE dan R/R) Pelaksanaan pemantauan pertumbuhan di Posyandu (penimbangan. Interpretasi.

TTD dan garam beryodium Laporan peningkatan kapasitas SDM dalam program suplementasi Kapsul Vitamin A dan TTD pada masyarakat • • • Pemeriksaan terhadap laporan hasil pelaksanaan kegiatan (output) Membuktikan kebenaran hasil laporan kegiatan/data dengan uji petik Menganalisa permasalahan • • • 19 . Semua bayi. semua ibu hamil mendapat tablet tambah darah (TTD). semua ibu hamil mendapat tablet tambah darah (TTD). balita dan bufas mendapat kapsul vitamin A. Semua bayi. anemia dan GAKY Laporan B.LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR NOMOR 8 TAHUN 2009 TANGGAL 28 JANUARI 2009 hasil penimbangan balita (SKDN. semua anak sekolah di daerah endemik mendapat kapsul yodium: • Laporan pembuatan Juknis implementasi pedoman pemberian suplementasi /obat gizi Laporan pembuatan Juknis pedoman KIE pencegahan & penanggulangan masalah vitamin A. BGM) Pembuatan balok SKDN di Posyandu dan desa Diskusi hasil pencapaian SKDN di desa Validasi data hasil PP balita Rencana Tindak Lanjut B. balita dan bufas mendapat kapsul vitamin A. Laporan implementasi pedoman KIE (pemasaran sosial) distribusi kapsul vitamin A. semua anak sekolah di daerah endemik mendapat kapsul yodium: • • Laporan implementasi pedoman pemberian suplementasi /obat gizi.

dan implementasi politik. fasilitasi pendidikan politik. budaya dan pendidikan politik. kelembagaan partai politik. pemilu. • • 5) PENINGKATAN KAPASITAS APARATUR PENYELENGGARA PEMERINTAH Wewenang Kabupaten/Kota Indikator Kinerja • Dilakukannya fasilitasi dan meningkatknya kapasitas aparatur penyelenggara pemerintahan dalam rangka memperkuat sistem dan implementasi politik. kelembagaan politik pemerintahan. • . kelembagaan pemerintahan. fasilitasi Alat Bukti/ Verifikasi Indikator • Laporan kegiatan fasilitasi dan peningkatan kapasitas aparatur penyelenggara pemerintahan dalam rangka memperkuat sistem dan implementasi politik. kelembagaan politik pemerintahan. Fasilitasi dan peningkatan 1. pilpres dan pilkada pilpres dan pilkada skala skala kabupaten/kota. budaya dan pendidikan politik. kelembagaan politik kelembagaan politik pemerintahan. Peningkatan kapasitas aparatur kapasitas aparatur kesbangpol di bidang sistem kesbangpol di bidang sistem dan implementasi politik. budaya dan pendidikan politik. fasilitasi Tatacara Pengawasan • Periksa kegiatan atau program yang dimaksudkan untuk meningkatkan kapasitas aparatur Kesbangpol di politik dalam negeri. budaya dan partai politik. kelembagaan partai politik.LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR NOMOR 8 TAHUN 2009 TANGGAL 28 JANUARI 2009 Alat Bukti/ Verifikasi Indikator • Wewenang Provinsi Wewenang Kabupaten/Kota Indikator Kinerja Tatacara Pengawasan dan pemerintah daerah periksa apakah Kepala Daerah telah melaksanakan pemantauan dan pengawasan terhadap pelaksanaan program kegiatan politik dalam negeri sesuai peraturan perundangan Periksa apakah Kepala Daerah telah melakukan evaluasi tahunan atas kinerja program politik dalam negeri Periksa apakah laporan pelaksanaan yang dibuat telah sesuai dengan ketentuan atau pedoman yang berlaku. pemilu. kelembagaan partai politik. provinsi. Periksa apakah laporan kegiatan peningkatan kapasitas aparatur kesbangpol telah disusun 201 Wewenang Provinsi 1.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful