Anda di halaman 1dari 19

LAPORAN PRAKTIKUM TEKNIK PENANGANAN HASIL PERTANIAN

PENGUKURAN DENSITAS DAN SPECIFIC GRAVITY SERTA PENGUKURAN SUDUT GESER DAN ANGLE OF REPOSE

Oleh :

Nama NPM Hari, Tanggal Praktikum Waktu Co. Ass

: Wendi Irawan Dediarta : 150310080137 : Rabu, 16 Maret 2011 : 13.00 – 14.00 : Ade Wulan

LAPORAN PRAKTIKUM TEKNIK PENANGANAN HASIL PERTANIAN PENGUKURAN DENSITAS DAN SPECIFIC GRAVITY SERTA PENGUKURAN SUDUT GESER DAN

LABORATORIUM TEKNIK PASCA PANEN PROGRAM STUDI AGRIBISNIS FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS PADJADJARAN

2011

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Proses penanganan komoditas pertanian akan berhubungan dengan beberapa bentuk perlakuan seperti gaya (gaya gesek, gaya tekan) dan suhu (pemanasan dan pendinginan). Untuk memperoleh hasil yang memenuhi persyaratan mutu, maka setiap perlakuan yang diberikan terhadap bahan harus tetap pada kisaran yang aman untuk menghidari kerusakan pada komoditas. Oleh karena itu, pengetahuan dan pemahaman mengenai karakteristik sifat pertanian sangat diperlukan dalam perancangan maupun pengoperasian berbagai peralatan yang digunakan dalam proses penanganan maupun pengolahan, juga dalam pengembangan perancangan peralatan. Beberapa komponen karakteristik fisik komoditas pertanian antara lain densitas dan specific gravity serta pengukuran sudut geser dan angle of repose terkait langsung terhadap rancangan suatu alat khusus atau analisis perilaku produk serta perilaku produk. Densitas dan gravitasi berperan dalam perhitungan difusivitas panas dalam pindah panas, penentuan bilangan Reynold dalam penangan pneumatic atau hidrolik, pemisahan produk dari bahan yang tidak diinginkan dan pendugaan struktur fisik serta komposisi kimia. komoditas dengan bentuk yang irregular dan porus akan mempersulit proses pengukuran volume dan densitas.

1.2Tujuan Praktikum Menentukan kerapatan kamba (bulk desity), specific gravity serta sudut repost (angle of repos) suatu bahan. Mempelajari cara pengukuran densitas produk pertanian yang berbentuk tidak beraturan serta bersifat porus.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1Kerapatan Kamba (Bulk Density) Kerapatan kamba merupakan salah satu sifat fisik bahan yag umumya digunakan dalam perancangan suatu gudang penyimpanan dan volume alat pengolahan. Dalam penentuan kerapatan kamba perlu diketahui terlebih dahulu volume solid suatu komoditas pertanian yakni dengan membagi berat air yang dipindahkan dengan densitas air. Apabila komoditas yang diukur bersifat higroskops, maka digunakan media lain seperti tepung. Keraptan kamba merupakan parameter yang digunakan dalam menentukan ruang proses maupun penyimpanan bahan. Dalam penanganan bahan hasil pertanian istilah densitas dibedakan menjadi dua macam, yaitu densitas massa atau kerapatan massa (mass density) dan densitas kamba atau kerapatan kamba (bulk density). 1. Kerapatan massa adalah kerapatan bahan yang diukur tanpa menyertakan ruang-ruang kosong di antara bahan atau dengan pengertian lain perbandingan massa sebuah bahan dengan volumenya. 2. Kerapatan kamba adalah kerapatan bahan yang diukur dengan menyertakan ruang kosong di antara bahan atau dengan pengertian lain perbandingan antara massa bahan dengan volume bahan beserta ruang- ruang kosong di antara bahan. Berat satuan bahan-bahan butiran (bulk solid) dibedakan menjadi 2,

yaitu:

  • 1. Berat satuan partikel (γ butiran tunggal) disebut solid/ particle

density p ).

  • 2. Berat satuan curah (bulk density), yaitu berat bahan curah dibagi

volume total bahan termasuk pori-pori. Macam-macam bulk density, yaitu:

  • - Apparent/ Loose Bulk Density, yaitu densitas bahan curah tanpa pemadatan (γ a ).

  • - Compacted/ Tapped Bulk Density, yaitu densitas bahan curah dengan pemadatan (γ c ).

  • - Working/ Dynamic Bulk Density, yaitu densitas bahan curah untuk penanganan bahan curah. Dalam menentukan Bulk Density dan Densiti curah, dapat digunakan

rumus sebagai berikut : bulk density (γ) =

- Compacted/ Tapped Bulk Density , yaitu densitas bahan curah dengan pemadatan (γ ). - Working/
  • 2.2 Spesific Gravity

Pengertian berat jenis (spesific gravity) adalah perbandingan berat bahan terhadap berat air yang volumenya sama dengan bahan. Spesific gravity (berat jenis) menunjukkan kerapatan massa yang dipengaruhi oleh gravitasi. Spesific gravity memiliki peranan penting dalam penanganan komoditas pertanian seperti pengeringan dan penyimpanan biji-bijian, stabilitas makanan ringan, penentuan kemurnian biji, sortasi dan grading, evaluasi kemasakan buah, tekstur dan kemasakan buah, estimasi ruang udara di dalam jaringan tanaman, serta evaluasi kualitas produk seperti pada jagung manis, kacang-kacangan, kentang dan lain-lain. Penentuan specific gravity dapat menggunakan rumus sebagai berikut:

- Compacted/ Tapped Bulk Density , yaitu densitas bahan curah dengan pemadatan (γ ). - Working/

Dimana: massa air yang dipindahkan = (massa wadah + air + bahan) – (massa wadah + air).

  • 2.3 Sudut Repos Karakteristik friksi yang perlu diketahui dalam perancangan mesin- mesin pascapanen dari bahan hasil pertanian terutama biji-bijian adalah sudut repos (angle of repose). Biasanya sudut repos diperlukan untuk menentukan sudut kemiringan corong pengumpan (hopper) atau kemiringan saringan mesin sortasi. Sudut repos adalah sudut yang terbentuk antara bidang alas dan bidang miring dari suatu bentuk segitiga pada saat bahan curah (biji-bijian) dijatuhkan secara bebas atau sampai bahan mulai jatuh bergulir. Sedut repos terbagi dua, yaitu:

1.

Sudut repos statik, yaitu sudut gesek antar bijian diambang

batas gerak.

  • 2. Sudut repos dinamik, yaitu sudut antara lereng timbunan bijian

dengan permukaan horizontal. Menurut Sahay dan Singh (1994), nilai sudut repos dari suatu bahan dipengaruhi oleh bentuk, ukuran, kadar air, dan orientasi bahan.

BAB III METODOLOGI

  • 3.1 Alat dan Bahan

    • 3.1.1 Alat :

Timbangan analitik

Gelas ukur

Beaker glass

Alat pengukur sudut repos

3.1.2

Bahan :

Kacang hijau

Kacang Kedelai

Jagung

Air

  • 3.2 Prosedur Perrcobaan

    • 3.2.1 Menentukan Bulk Density

      • a. Timbanglah sejumlah bahan dengan menggunakan

timbangan analitik.

  • b. Ukurlah volume bahan yang telah ditimbang tersebut

dengan menggunakan

gelas ukur/gelas baker.

  • c. Hitunglah bulk density bahan dengan menggunakan

persamaan sebagai berikut :

bulk density (γ) =

BAB III METODOLOGI 3.1 Alat dan Bahan 3.1.1 Alat : ∑ Timbangan analitik ∑ Gelas ukur
  • 3.2.2 Menentukan Spesific Gravity

a.

Timbanglah bahan dengan menggunakan timbangan analitik.

b.

Masukkan

air

ke

dalam

gelas

ukur/gelas

baker,

kemudian

timbanglah gelas yang telah diisi air tersebut (massa wadah+air).

  • c. Masukkan bahan ke dalam gelas ukur/gelas baker yang telah diisi ari tersebut dan catatlah massanya (massa wadah+air+bahan).

  • d. Hitunglah specific grafity bahan dengan menggunakan persamaan sebagai berikut : Dimana : Massa air yang dipindahkan = (massa wadah + air + bahan) - (massa wadah + air).

c. Masukkan bahan ke dalam gelas ukur/gelas baker yang telah diisi ari tersebut dan catatlah massanya

3.2.3 Menentukan Sudut Repos

  • a. Letakkan bahan pada permukaan bidang atas (seng) dari alat pengukur sudut repos.

  • b. Naikkanlah lapisan atas dari alat pengukur sudut repos

sedikit demi sedikit sampai dengan bahan mulai bergulir jatuh

dan amati busur derajat untuk melihat besarnya sudut lapisan bawah dan lapisan atas dari alat pengukur sudut repos.

  • c. Pada saat bahan mulai bergerak, catatlah sudut yang

terbentuk (sudut repos bahan).

  • d. Ulangi pengukuran pada permukaan yang berbeda (mika

dan kayu) dengan masing-masing permukaan diulang sebanyak

30 kali.

3.2.4. Mengukur Densitas Bahan Pertanian Porus Berbentuk Tak

Menentu Dengan Pelapisan Lilin

  • a. Siapkan sampel dan timbang beratnya, m s.

  • b. Siapkan air dan ukur volumenya, V a.

  • c. Panaskan lilin sampai mencair.

  • d. Setelah lilin mencair, celupkan sampel ke dalam lilin

kemudian timbang berat sampel berlapis lilin, m s1.

  • e. Masukkan sampel berlapis lilin ke dalam air. Ukur volume

air ditambah sampel dan lilin, V s+1+a.

  • f. Hitung volume lilin, V 1.

g. Hitung volume sampel berdasarkan persamaan V s = V s+1+a - V 1 - V a. h. Hitung densitas sampel s = m s / V s.

g. Hitung volume sampel berdasarkan persamaan V = V - V 1 - V a. h.

BAB IV HASIL PERCOBAAN

  • 4.1 Bulk Density

Bulk Density (

g. Hitung volume sampel berdasarkan persamaan V = V - V 1 - V a. h.
       

Nilai

     

Bahan

 

Massa (gr)

∆V (ml)

Bulk Density

Rata-rata

 

SD

Jagung 1

 

3.00

 
  • 2 1,5

   

Jagung 2

 

2.82

 
  • 2 1,41

1,54

 

0,153948

Jagung 3

 

2.71

 
  • 1 1,71

 

Kedelai 1

 

2.92

 
  • 2.5 1,49

   

Kedelai 2

 

2.92

 
  • 2.5 1,184

1,27

 

0,194857

Kedelai 3

 

2.86

2.00

1,128

 

Kacang Hijau 1

 

2.98

 
  • 2 1,168

   
   

2.96

 
  • 2.5 1,168

1,26

 

0,151266

Kacang Hijau 2 Kacang Hijau 3

 

2.82

 
  • 2.5 1,43

 
  • 4.2 Spesific Grafity

 
 
Nilai Bahan Massa (gr) ∆V (ml) Bulk Density Rata-rata SD Jagung 1 3.00 2 1,5 Jagung
 
     

Massa

Massa

 

Massa air yang

 

Spesific

Komoditas

Perco

Bahan

Wadah

Mb + Mw

dipindahkan

Gravity =

baan

 

(Mw) + air

+ Ma

(Mbu/Map) x

 

(Mb)

(Ma)

(Map)

(1g/cm3)

   
  • 1 9,07

 

52,58

 

61,17

 

8,59

1,06

 
  • 2 8,97

 

52,45

 

61,31

 

8,86

1,01

Jagung

 
  • 3 9,03

 

52,73

 

61,56

 

8,83

1,02

 

Rata-rata

 

1,03

 

SD

0,02

   
  • 1 52,53

9,07

 

61,34

8,81

1,03

 
  • 2 52,67

9,01

 

61,49

8,82

1,02

K. Hijau

 
  • 3 52,77

9,01

 

61,73

8,96

1,01

 

Rata-rata

 

1,02

 

SD

0,01

   
  • 1 52,57

9,04

 

61,40

8,83

1,02

K. Kedelai

 
  • 2 52,86

9,03

 

61,64

8,78

1,03

 
  • 3 52,44

9,04

 

61,22

8,78

1,03

   

Rata-rata

 

1,03

   

SD

0,003

4.3 Sudut Repos 4.3.1 Uji Repos Dengan Mika

PERCOBAAN

JAGUNG

KACANG HIJAU

KEDELAI

1

20

12

8

2

15

9

8

3

20

6

7

4

18

15

6

5

22

7

8

6

25

7

7

7

24

9

8

8

21

10

6

9

20

5

6

10

24

14

7

11

22

5

6

12

24

12

8

13

26

13

10

14

20

8

6

15

18

17

9

16

20

8

10

17

25

14

9

18

25

14

8

19

20

10

9

20

21

14

9

21

24

8

6

22

25

12

10

23

23

11

7

24

25

11

9

25

25

10

6

26

25

15

7

27

24

13

10

   

28

 

40

12

6

 
 

29

 

24

14

8

 

30

 

26

9

7

 

Rata-rata

 

23,03333

10,8

7,7

 

SD

 

4,230296

3,188341

1,369915

 

4.3.2 Uji Repos Dengan Seng

 
   

PERCOBAAN

JAGUNG

KACANG HIJAU

KEDELAI

 
 

1

 

22

15

14

 

2

 

23

20

15

 

3

 

22

20

12

 

4

 

24

17

18

 

5

 

23

19

15

 

6

 

25

12

14

 

7

 

34

10

10

 

8

 

28

27

16

 

9

 

28

20

14

 

10

 

28

25

20

 

Rata-rata

 

25,7

18,5

14,8

 

SD

 

3,802046

5,275731

2,820559

 

4.4 Densitas bahan pertanian

 
 

Tabel Hasil Perhitungan Densitas

 
       

Massa

Volume

 

Volume

 

Perc

Volume

Densitas

komod

itas

obaa

Massa

(Ms)

Volume

air (Va)

Sample +

Lilin

Sample+

lilin+air

Lilin

Sample (Vs) = Vs + l + a -

ρs =

n

(Msl)

(Vs+l+a)

(Vl)

Vl - Va

Ms/Vs

 

1

3,72

 
  • 10 4,10

 
  • 16 0,41

5,59

0,67

Terong

2

1,91

 
  • 10 2,11

 
  • 12 0,22

1,78

1,07

3

2,09

 
  • 10 2,24

12,50

0,16

2,34

0,89

 

Xbar (Densitas) = 0,88

   

SD Densitas = 0,20

 

BAB V PEMBAHASAN

Informasi mengenai bulk denisty membantu kita dalam menentukan design storange (ruang penyimpanan). Karena berdasarkan data bulk denisty tersebut, kita dapat menetukan storange (ruang penyimpanan) yang diperlukan oleh produk tersebut. Apabila nilai bulk denisty dari produk tersebut besar, maka ruang penyimpanan yang diperlukan oleh produk tersebut besar pula. Dan apabila nilai bulk denisty kecil maka ruang penyimpanan yang diperlukan oleh produk tersebut kecil pula. Perhitungan standar deviasi pada jagung, kedelai dan kacang hijau. Pada jagung, standar deviasi yang didapat adalah 0,153948, pada kedelai standar deviasi yang diperoleh adalah 0,194857, sedangkan pada kacang hijau standar deviasi yang diperoleh adalah 0,151266. Setiap bahan berbeda standar deviasinya dikarenakan berat jenis yang dimiliki masing-masing bahan berbeda-beda, semakin besar berat jenis yang dimiliki bahan maka semakin kecil standar deviasinya.

Dari perhitungan tentang specific gravity didapat kesimpulan bahwa semakin kecil nilai specific gravity suatu bahan maka semakin besar pengaruh gravitasinya. Dalam percobaan kali ini bahan yang dipakai yaitu jagung, kedelai dan kacang hijau. Pada percobaan jagung nilai yg paling kecil dilakukan pada percobaan kedua yakni 1,01 hal ini berarti tingkat gravitasi yang dimiliki oleh jagung yang paling tinggi terdapat pada percobaan ke dua. Pada percobaan kadelai nilai yang paling kecil dilakukan pada percobaan pertama sebesar 1,02, jadi tingkat gravitasi kedelai yang paling tinggi terdapat pada percobaan pertama. Sedangkan untuk kacang hijau, nilai yang paling kecil terdapat pada percobaan ke tiga sebesar 1,01, jadi tingkat gravitasi kacang hijau yang paling tinggi terdapat pada percobaan ke tiga. Biasanya sudut repos diperlukan untuk menentukan sudut kemiringan corong pengumpan (hopper) atau kemiringan saringan mesin sortasi. Pembentukan sudut repos dipengaruhi oleh bentuk, ukuran, kadar air, dan orientasi bahan. Terlihat dari hasil praktikum rata – rata sudut repos dengan menggunakan mika, maka diperoleh sudut repos rata-rata jagung 23,03º, kacang hijau 10,80º, dan kedelai 7,70º. Pada saat menggunakan seng, diperoleh sudut repos rata-rata pada jagung 3,80º, kacang hijau 5,27º , dan kedelai 2,82º. Sudut repos yang paling kecil yaitu sudut repos dari kacang kedelai. Hal itu berarti bahwa kacang kedelai mudah menggelinding terlihat juga dari bentuk kacang kedelai itu sendiri yang kecil di bandingkan dari bahan yang lain. Perbedaan sudut repos ini yang menjadikan perbedaan kemiringan corong pada mesin – mesin pengolah hasil pertanian.

BAB VI KESIMPULAN

1) Data kerapatan kamba (bulk density) dan spesific gravity bahan diperlukan untuk menyimpan biji-bijian, perencanaan silo, bunker, hopper, perancangan, pengemasan, dan lain-lain. Dari hasil perhitungan, nilai bulk density terbesar terdapat pada jagung. 2) Data volume, densitas, dan spesific gravity bahan diperlukan dalam proses pengeringan dan penyimpanan biji-bijian, proses sortasi, grading, pengemasan, rancang bangun alat mesin, dan lain-lain. Dari hasil perhitungan, nilai spesific gravity paling besar tedapat pada jagung dan kedelai. Semakin kecil nilai specific gravity suatu bhan maka semakin besar pengaruh gravitasinya. 3) Besar kecilnya nilai sudut repos dipengaruhi oleh karakteristik fisik bahan yang akan diukur sudutnya. Menurut Sahay dan Singh (1994), nilai sudut

repos dari suatu bahan dipengaruhi oleh bentuk, ukuran, kadar air, dan orientasi bahan.

DAFTAR PUSTAKA

Sudaryanto, dkk. 2011. Penuntun Praktikum

Mata

Kuliah

Teknologi Hasil

Pertanian. Fakultas Teknologi Industri Pertanian Universitas

Padjadjaran.

Abbas, Akmadi. 2007. Karakteristik Fisik Wortel (Daucus Carrota L.) Terhadap Penanganan Pasca Panen dan Quality Control. http://elib.pdii.lipi.go.id/katalog/index.php/searchkatalog/ /7852/785 ... 7.pdf. (Diakses pada tanggal 22 Maret 2011).

Anonim.

2011.

Sifat-Sifat

Fisik

Bahan-Bahan

Pertanian.

http://bambangpurwantana.staff.ugm.ac.id/ (Diakses pada tanggal 22 Maret 2011).

...

/PengBhn01.doc.

LAMPIRAN

LAMPIRAN Gambar 1. Timbangan Analitik Gambar 2. Gelas Ukur

Gambar 1. Timbangan Analitik

LAMPIRAN Gambar 1. Timbangan Analitik Gambar 2. Gelas Ukur
LAMPIRAN Gambar 1. Timbangan Analitik Gambar 2. Gelas Ukur

Gambar 2. Gelas Ukur

LAMPIRAN Gambar 1. Timbangan Analitik Gambar 2. Gelas Ukur

Gambar 3. Beaker Glasss

Gambar 4. Kacang Hijau

Gambar 3. Beaker Glasss Gambar 4. Kacang Hijau Gambar 5. Kacang Kedelai Gambar 6. Jagung Gambar

Gambar 5. Kacang Kedelai

Gambar 3. Beaker Glasss Gambar 4. Kacang Hijau Gambar 5. Kacang Kedelai Gambar 6. Jagung Gambar

Gambar 6. Jagung

Gambar 3. Beaker Glasss Gambar 4. Kacang Hijau Gambar 5. Kacang Kedelai Gambar 6. Jagung Gambar

Gambar 7. Pengukuran Kacang Hijau

Gambar 3. Beaker Glasss Gambar 4. Kacang Hijau Gambar 5. Kacang Kedelai Gambar 6. Jagung Gambar
Gambar 3. Beaker Glasss Gambar 4. Kacang Hijau Gambar 5. Kacang Kedelai Gambar 6. Jagung Gambar

Gambar 8. Pengukuran Kacang Kedelai

Gambar 3. Beaker Glasss Gambar 4. Kacang Hijau Gambar 5. Kacang Kedelai Gambar 6. Jagung Gambar

Gambar 9. Pengukuran Jagung

Gambar 10. Pengukuran Masa Air

Lampiran :

Alat :

Gambar 9. Pengukuran Jagung Gambar 10. Pengukuran Masa Air Lampiran : Alat :
Gambar 9. Pengukuran Jagung Gambar 10. Pengukuran Masa Air Lampiran : Alat :
Bahan :
Bahan :

Bahan :

Bahan :
Bahan :