Anda di halaman 1dari 33

LAPORAN MINGGUAN PRAKTIKUM KIMIA DASAR PENGENALAN PERALATAN DI LABORATORIUM

MAKALAH

Oleh : Nama NRP Kelompok Meja Tanggal Percobaan Asisten Anwar

: Ermawati : 113020138 :F : 1 (satu) : 15 Oktober 2011 : Muhammad Luthfi Khairul

LABORATORIUM KIMIA DASAR JURUSAN TEKNOLOGI PANGAN FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS PASUNDAN BANDUNG 2011

I PENDAHULUAN

Bab ini akan menguraikan mengenai : (1) Latar Belakang, (2) Tujuan Percobaan, dan (3) Prinsip Percobaan. 1.1.Latar Belakang Alat adalah suatu benda yang dipakai untuk mengerjakan sesuatu : perkakas, perabot yang dipakai untuk mencapai maksud atau tujuan (Anonim, 2011). Sebelum memulai praktikum tentunya kita harus mengenal alat, bentuk dari alat tersebut, fungsi, dan cara kerjanya. Agar nantinya pada saat praktikum kita tidak kesulitan ataupun salah menggunakan alat tersebut. Alat yang berada di laboratorium merupakan sarana yang dipakai terlaksanakannya kegiatan saat praktikum. untuk menunjang dan sesudah

Sebelum

melakasanakan praktikum, peralatan laboratorium yang digunakan dibersihkan dahulu agar bersih. Tidak ada zat-zat atau kotoran lainnya yang menempel. Ini bertujuan untuk menjaga kebersihan dan keawetan peralatan tersebut. Dan juga setelah selesai digunakan disimpan kembali ke tempatnya. 1.1. Tujuan Percobaan Tujuan percobaan peralatan di laboratorium ini adalah untuk mengetahui dan menguasai jenis-jenis alat, nama masing-masing alat, prinsip kerja alat, fungsi alat yang baik dan benar. Agar pada praktikum selanjutnya tidak melakukan kesalahan.

1.2. Prinsip Percobaan Prinsip percobaan peralatan di laboratorium ini adalah berdasarkan identifikasi alat yang digunakan pada saat melakukan praktikum serta fungsi dari masing-masing alat tersebut, dan penggunaan atau cara yang tepat untuk menggunakannya sehingga tidak ada kesalahan saat melakukan praktikum selanjutnya.

II TINJAUAN PUSTAKA

Bab ini akan menguraikan mengenai : (1) Tabung Reaksi, (2) Batang Pengaduk, (3) Sendok Spatula, (4) Cawan Petri, (5) Botol Semprot, (6) Pipet Ukur, (7) Pembakar Spirtus, (8) Cawan Krus, (9) Rak Tabung Reaksi, (10) Bunsen, (11) Eksikator, (12) Labu Erlenmeyer, (13) Pipet Tetes, (14) Botol Timbang, (15) Pipet Seukuran/ Sekunder, (16) Kasa Asbes, (17) Kaki Tiga, (18) Corong, (19) Lumpang dan Alu, (20) Statif, (21) Klem, (22) Buret, (23) Sikat Tabung Reaksi, (24) Kawat Nikrom, (25) Plat Tetes, (26) Gelas Kimia, (27) Penjepit Tabung Reaksi, (28) Kaca Arloji, (29) Labu Ukur, (30) Termostrat, (31) Pipa Kapiler, (32) Pipa U, (33) Penjepit Cawan Krus, (34) Tabung Sentrifuse, (35) Termometer, dan (36) Gelas Ukur. 1.1 Tabung Reaksi Tabung reaksi yaitu alat yang berbentuk tabung. Terbuat dari kaca bening borosilikat yang tahan panas. Tabung reaksi berfungsi sebagai tempat untuk mereaksikan bahan kimia dalam jumlah yang kecil (Sutrisno, 2, 2011).

Gambar 1. Tabung Reaksi 1.2 Batang Pengaduk Batang pengaduk terbuat dari kaca yang tahan panas. Berfungsi untuk mengaduk zat yang berbentuk cairan (Sutrisno, 3, 2011).

Gambar 2. Batang Pengaduk 1.3 Sendok Spatula Sendok spatula ada yang terbuat dari alumunium dan juga plastik. Berfungsi untuk mengambil bahan kimia dalam bentuk padatan ataupun serbuk (Sutrisno, 3,2011).

Gambar 3. Sendok Spatula 1.4 Cawan Petri Cawan petri terbuat dari porselen. Berfungsi untuk menguapkan zat (Sutrisno 3, 2011).

Gambar 4. Cawan Petri/uap 1.5 Botol Semprot Botol terbuat dari pollatilen. Berfungsi untuk menampung aqua DM yang digunakan untuk mencuci alat-alat (Anonim, 2011).

Gambar 5. Botol Semprot 1.6 Pipet Ukur Pipet Ukur terbuat dari kaca yang pada dindingnya terdapat skala. Berfungsi untuk mengambil cairan dalam jumlah tertentu secara tepat (Sutrisno, 2, 2011).

Gambar 6. Pipet Ukur 1.7 Pembakar Spirtus Pembakar spirtus terbuat dari kaca yang tahan panas. Pada bagian atasnya terdapat sumbu dan penutup. Penutup pada pembakar spirtus berfungsi untuk mematikan api. Isi dari pembakar spirtus ini adalah methanol. Berfungsi untuk memanaskan zat.

Gambar 7. Pembakar Spirtus

1.8 Cawan Krus Cawan krus terbuat dari porselen. Berfungsi untuk menyimpan zat yang akan dipanaskan atau diabukan (Brady, 123, 1999).

Gambar 8. Cawan Krus 1.9 Rak Tabung Reaksi Rak tabung reaksi terbuat dari kayu dan berbentuk balok. Pada bagian atapnya terdapat lubang yang berfungsi untuk menyimpan tabung reaksi.

Gambar 9. Rak Tabung Reaksi 2.10. Bunsen Bunsen terbuat dari besi dan alumunium. Berfungsi untuk memanaskan zat.

Gamber 10. Bunsen

2.11. Eksikator Eksikator terbuat dari kaca yang tebal. Didalamnya terdapat silica. Berfungsi untuk mendinginkan cawan krus atau untuk menyerap uap air.

Gambar 11. Eksikator 2.12. Labu Erlenmeyer Labu Erlenmeyer terbuat borosilikat. Terdapat skala pada dindingnya Berfungsi untuk menyimpan dan memanaskan larutan, menampung filtrat hasil penyaringan, dan menampung titran pada saat titrasi (Sutrisno, 1, 2011).

Gambar 12. Labu Erlenmeyer 2.13. Pipet Tetes Pipet tetes terbuat dari kaca. Bagian bawahnya menyempit dan bagian atasnya terdapat piller yang berukuran kecil. Berfungsi untuk mengambil cairan dalam jumlah tetesan (Sutrisno, 2, 2011).

Gambar 13. Pipet Tetes

2.14. Botol Timbang Botol timbang ada yang terbuat dari kaca dan plastik. Biasanya botol timbang juga disertai dengan tutup. Berfungsi untuk menyimpan zat yang akan di timbang.

Gambar 14. Botol Timbang

2.15. Pipet Seukuran/Sekunder Pipet seukuran/sekunder terbuat dari kaca. Bisa juga disebut dengan pipet gondok karena bagian tengahnya menggelembung. Terdapat skala pada dindingnya. Berfungsi untuk mengambil zat yang berbentuk cairan (Sutrisno, 1, 2011).

Gambar 15. Pipet Seukuran/sekunder

2.16. Kasa Asbes Kasa asbes terbuat dari kawat yang bagian tengahnya terdapat asbes. Berfungsi sebagai alas pada saat pembakaran (Sutrisno, 3, 2011).

Gambar 16. Kasa Asbes 2.17. Kaki Tiga Kaki tiga terbuat dari besi. Penyangganya ada tiga dan pada bagian atasnya berbentuk lingkaran. Berfungsi untuk menahan kasa asbes saat membakar (Sutrisno, 3, 2011)

Gambar 17. Kaki Tiga 2.18. Corong Corong ada yang terbuat dari kaca yang tahan panas dan plastik. Corong berfungsi untuk menyaring endapan ataupun campuran kimia

(Brady, 176, 1999).

Gambar 18. Corong

2.19. Lumpang dan Alu Lumpang dan alu terbuat dari porselen yang tebal. Lumpang berfungsi sebagai tempat untuk menyimpan zat yang akan dihaluskan. Sedangkan alu berfungsi sebagai alat untuk menghaluskan zat tersebut (Sutrisno, 3,2011).

Gambar 19. Lumpang dan Alu 2.20. Statif Statif terbuat dari besi yang panjang dan pada bagian alasnya berbentuk kotak untuk menahan besi tersebut. Berfungsi untuk menegakkan buret, corong, corong pisah, dan peralatan gelas lainnya pada saat digunakan.

Gambar 20. Statif

2.21. Klem Klem terbuat dari besi. Berfungsi untuk menjepit buret pada statif dan menahan kondensor saat destilasi.

Gambar 21. Klem

2.22. Buret Buret terbuat dari kaca yang mempunyai skala pada dindingnya. Buret ada yang berwarna coklat dan bening. Terdapat keran pada ujungnya. Berfungsi untuk mengeluarkan cairan dengan volume tertentu. Biasanya digunakan pada saat titrasi (Sutrisno, 2, 2011).

Gambar 22. Buret

2.23. Sikat Tabung Reaksi Sikat Tabung Reaksi terbuat dari kawat yang pada unjungnya terdapat sikat. Berfungsi untuk membersihkan tabung reaksi ataupun perkakas gelas lainnya.

Gambar 23. Sikat Tabung Reaksi

2.24. Kawat Nikrom Kawat nikrom pangkal satunya terbuat dari kaca dan pangkal satunya lagi terbuat dari kawat yang ujungnya melingkar. Berfungsi untuk mereaksikan senyawa ataupun zat dalam nyala api (Anonim, 2011)

Gambar 24. Kawat Nikrom 2.25. Plat Tetes Plat tetes terbuat dari porselen yang tebal. Berfungsi untuk mereaksikan zat dalam jumlah tetesan (Anonim, 2011)

Gambar 25. Plat Tetes 2.26. Gelas Kimia Gelas kimia terbuat dari borosilikat. Terdapat skala pada dindingnya. Berfungsi sebagai alat untuk menampung larutan, alat memanaskan cairan, dan untuk mengukur volume larutan yang tidak memerlukan ketelitian yang tinggi.

100 200 300 400 500

Gambar 26. Gelas Kimia

2.27. Penjepit Tabung Reaksi Penjepit tabung reaksi terbuat dari kayu. Berfungsi untuk menjepit tabung reaksi saat dipanaskan.

Gambar 27. Penjepit Tabung Reaksi 2.28. Kaca Arloji Kaca arloji terbuat dari kaca. Berfungsi untuk penutup gelas kimia, tempat saat menimbang, dan tempat untuk mengeringkan padatan dalam desikator (Sutrisno, 2, 2011).

Gambar 28. Kaca Arloji

2.29. Labu Ukur Labu ukur terbuat dari kaca dan plastik. Terdapat tutup dan berfungsi untuk membuat larutan dengan konsentrasi tertentu dan juga alat untuk mengencerkan larutan (Brady, 102, 2011).

250 M

Gambar 27. Labu Ukur

2.30. Termostrat Termostrat berbentuk seperti termos, namun bentuknya kecil.

Termostat adalah komponen dari suatu sistem kontrol yang mengatur suhu dari suatusistem sehingga suhu sistem dipertahankan dekat suhu setpoint yang diinginkan. Pada tutup termostrat terdapat lubang tempat untuk menaruh thermometer, yang fungsinya untuk mengukur suhu didalam larutan tersebut (Anonim, 2011)

Gambar 30. Termostrat

2.31. Pipa Kapiler Pipa kapiler terbuat dari kaca, bentuknya seperti huruf L. Pipa kapiler berfungsi sebagai alat untuk menentukan titik lebur atau titik leleh suatu senyawa (Anonim, 2011).

Gambar 31. Pipa Kapiler

2.32. Pipa U Pipa U terbuat dari kaca, bentuknya melengkung menyerupai seperti huruf U. Pipa U berfungsi sebagai alat untuk menganalisis apakan didalam suatu larutan terdapat gelembung-gelembung gas atau tidak (Anonim, 2011).

Gambar 32. Pipa U 2.33. Penjepit Cawan Krus Penjepit cawan krus terbuat dari besi. Berfungsi sebagai penjepit cawan krus saat dikeluarkan dari tanur pengabuan ataupun memegang cawan pada saat pembakaran diatas bunsen.

Gambar 33. Penjepit Cawan Krus 2.34. Tabung Sentrifuse Tabung sentrifuse terbuat dari kaca, sama seperti tabung reaksi. Namun pada ujung bawahnya agak mengecil. Tabung sentrifuse berfungsi sebagai tabung/ perantara untuk memisahkan larutan dan endapan (Anonim, 2011).

Gambar 34. Tabung Sentrifuse 2.35. Termometer Termometer terbuat dari kaca yang tahan panas. Termometer adalah alat yang digunakan untuk mengukur suhu (temperatur), ataupun perubahan suhu. Termometer terdapat berbagai jenis dan satuan derajat yang berbeda, misalnya thermometer selcius, reamur, farenheit, dan kelvin (Anonim, 2011).

Gambar 35. Termometer 2.36. Gelas Ukur Gelas ukur terbuat dari kaca atau borosilakat ada juga yang terbuat dri plastik. Gelas ukur digunakan untuk mengukur volume larutan dalam jumlah tertentu. Gelas ukur juga mempunyai berbagai ukuran. Dindingnya terdapat skala, yang biasanya digunakan dengan ketelitian 0.1. Tingkat ketelitiannya lebih tinggi dari pada gelas kimia (Sutrisno, 1, 2011).

Gambar 36. Gelas Ukur

III ALAT DAN METODE PERCOBAN

Dalam bab ini menguraikan mengenai : (1) Alat yang digunakan dan (2) Metode yang digunakan. 1.10 Alat-alat yang digunakan

Alat-alat yang digunakan dalam percobaan pengenalan alat adalah tabung reaksi, batang pengaduk, cawan petri, botol semprot, pipet ukur, cawan krus, rak tabung reaksi, bunsen, labu erlenmeyer, pipet tetes, botol timbang, pipet seukuran/sekunder, kasa asbes, kaki tiga, corong, statif, klem, buret, plat tetes, gelas kimia, penjepit tabung reaksi, labu ukur, termostrat, pipa kapiler, pipa U, penjepit cawan krus, tabung sentrifugasi, dan gelas ukur. 1.11 Metode yang digunakan

3.2.1. Tabung Reaksi Cara menggunakan tabung reaksi adalah dibersihkan terlebih dahulu lalu dikalibrasi dengan aqua DM setelah itu lap dengan lap atau kertas isap. Kemudian sampel yang akan direaksikan dimasukkan kedalam tabung reaksi. 3.2.2. Batang Pengaduk Cara menggunakan batang pengaduk adalah dibersihkan lalu dikalibrasi. Dimasukkan batang pengaduk pada gelas kimia yang sudah berisi larutan, kemudian diaduk larutan tersebut memakai batang pengaduk. 3.2.3. Cawan Petri Cara menggunakannya adalah dibersihkan, dikalibrasi, lalu dilap. Dimasukkan sampel yang akan diuapkan lalu taruh cawan diatas pembakaran

3.2.4. Botol Semprot Cara menggunakannya adalah aqua DM dimasukkan kedalam botol semprot, lalu pijin badan botol lalu semprotkan. 3.2.5. Pipet ukur Cara menggunakannya bersihkan, kalibrasi, dan lap. Lalu kalibrasi dengan larutan yang akan dipipet sebanyak tiga kali. Kemudia cairan disedot (bisa memakai mulut ataupun piller) sampai tinggi melewati tanda dan pangkal pipet ditutup dengan jari bila dengan mulut, bila dengan piller ditahan. Lalu paskan volume cairan dengan skala. Dan keluarkan larutan ke tempat yang diinginkan. 3.2.6. Cawan Krus Cara menggunakannya adalah bersihkan, kalibrasi, dan dilap agar kering. Masukan zat ke dalam cawan petri lalu tutup penutupnya. Sesudah itu taruh cawan kedalam tanur pengabuan. 3.2.7. Rak Tabung Reaksi Cara menggunakannya adalah taruh tabung reaksi pada lubang-lubang yang terdapat di rak tabung reaksi. 3.2.8. Bunsen/Burner Cara menggunakannya buka pengatur udara pada bunsen. Lalu buka keran gas, bila sudah tercium gas hidupkan api lalu taruh api pada mulut bunsen. Bila diperlukan atur lagi pengatur udaranya agar nyala apinya sesuai yang diinginkan.

3.2.9. Labu Erlenmeyer Cara menggunakannya adalah bersihkan, kalibrasi, lalu keringkan dengan lap. Kemudian suatu larutan dimasukkan lalu dititrasi, goyangkan memutar labu erlenmeyernya. 3.2.10. Pipet Tetes Cara menggunakannya adalah bersihkan, dikalibrasi, lalu dikeringkan dengan kertas isap. Lalu dicelupkan pipet kedalam larutan. Tekan pillernya lalu longgarkan. 3.2.11. Botol Timbang Cara menggunakannya adalah dibersihkan, dikalibrasi, lalu

dikeringkan dengan lap. Buka tutupnya, di masukkan zat yang akan ditimbang. Jika sudah tutup agar zat didalamnya tidak terkontaminasi. 3.2.12. Pipet Seukuran/Sekunder Cara menggunakannya sama dengan pipet ukur. Diersihkan,

dikalibrasi, dan dilap. Lalu dikalibrasi dengan larutan yang akan dipipet sebanyak tiga kali. Kemudia cairan disedot (bisa memakai mulut ataupun piller) sampai tinggi melewati tanda dan pangkal pipet ditutup dengan jari bila dengan mulut, bila dengan piller ditahan. Lalu dipaskan volume cairan dengan skala. Dan keluarkan larutan ke tempat yang diinginkan.

3.2.13. Kasa Asbes Cara menggunakannya adalah diletakkan kasa di atas bunsen dengan disangga kaki tiga. Lalu diletakkan alat gelas yang terdapat larutan yang akan dipanaskan.

3.2.14. Kaki Tiga Cara menggunakannya adalah diletakkan kaki tiga diantara bunsen dan kasa asbes. 3.2.15. Corong Cara menggunakannya adalah dibersihkan, dikalibrasi, lalu dilap. Siapkan kertas saring yang telah dibentuk seukuran dengan corong. Letakkan kertas saring pada corong, lalu basahi sedikit dengan aqua DM. Diselipkan lagi kertas saring di mulut labu ukur agar udara masuk yang memudahkan larutan masuk kedalam labu. Lalu letakkan corong di mulut labu, tuang larutan yang akan disaring. 3.2.16. Statif Cara menggunakannya letakkan statif pada bidang datar lalu bagian atasnya dipasangkan klem sebagai penyangga buret. Cara menggunakannya letakkan statif pada bidang datar lalu bagian atasnya dipasangkan klem sebagai penyangga buret. 3.2.17. Klem Cara menggunakannya longgarkan perr klem, lalu dipasangkan pada statif. Tarik bagian atas dan bawahnya lalu letakkan buret diantarannya. 3.2.18. Buret Cara menggunakannya adalah dibersihkan, dikalibrasi, lalu dikeringkan dengan batang pengaduk yang ditutupi dengan kertas isap. Periksa keadaan kerannya dan tetesannya apakah bocor atau tidak. Lalu dikalibrasi dengan

larutan yang akan dimasukkan kedalam buret, periksa apakah ada gelembung atau tidak. Buka keran perlahan untuk mengeluarkan larutannya. 3.2.19. Plat Tetes Cara menggunakannya adalah dibersihkan, dikalibrasi, lalu dikeringkan dengan lap. Lalu letakkan kertas lakmus merah/biru yang sudah dipotong kecil. Lalu teteskan larutan yang akan diperiksa sifat asam/basanya. 3.2.20. Gelas Kimia Cara menggunakannya adalah dibersihkan, dikalibrasi, lalu dikeringkan dengan lap. Simpan larutan didalamnya. 3.2.21. Penjepit Tabung Reaksi Cara menggunakannya adalah bagian dekat perrnya ditarik. Letakkan tabung reaksi diantaranya. Lalu longgarkan. 3.2.22. Labu Ukur Cara menggunakannya adalah dibersihkan, dikalibrasi, lalu dikeringkan dengan lap. Kemudian dimasukkan larutan yang akan diencerkan atau masukkan zat dengan bantuan kertas isap, agar zat tidak menempel pada dinding diatas batas atas. Lalu dimasukkan aquadest untuk melarutkannya. Paskan dengan batas bawah. Tutup lalu homogenkan. 3.2.23. Termostrat Cara menggunakannya adalah, larutan dimasukkan kedalam termostrat. Lalu diukur berapa suhunya memakai termometer.

3.2.24. Pipa Kapiler Cara menggunakan pipa kapiler adalah pipa kapiler disanggah dengan klem dan statif. Lalu larutan atau senyawa yang akan ditentukan titik lelehnya dimasukkan kedalam pipa kapiler. Lalu termometer dicelupkan kedalam larutan atau senyawa tersebut. Bunsen diarahkan di bagian bawah pipa kapiler. Disediakan juga stopwatch untuk menghitung waktu saat larutan atau senyawa meleleh. Catat hasilnya. 3.2.25. Pipa U Cara menggunakannya adalah tabung yang berisi larutan yang akan dianalisis adanya gas dihubungkan melalui mutul tabungnya memakai pipa U. 3.2.26. Penjepit Cawan Krus Cara menggunakannya adalah bagian dinding cawan krus dijepit oleh penjepit cawan. 3.2.27. Tabung Sentrifuse Cara menggunakannya adalah larutan yang akan disentrifuga dimasukkan kedalam tabung sentrifuse. Lalu dimasukkan kedalam alat sentrifugasi. 3.2.28. Gelas Ukur Cara menggunakannya adalah larutan dimasukkan kedalam gelas ukur. Sesuaikan dengan volume yang diperlukan. Baca ketepatan volume dengan melihat miniskus bawah.

IV HASIL PENGAMATAN

Dalam bab ini akan menguraikan mengenai : (1) Hasil pengamatan. 4.1 Hasil Pengamatan Tabel 1. Hasil Pengamatan Pengenalan Alat Nama Alat Fungsi dan Cara Kerja Alat Berfungsi untuk mereaksikan larutan

dalam jumlah yang sedikit. Cara kerjanya, larutan dimasukkan

kedalam tabug reaksi lalu dimasukkan pereaksinya. Berfungsi untuk mengaduk larutan agar tercampur. Cara Kerjanya masukkan batang pengaduk kedalam larutan yang akan dicampur. Berfungsi untuk menguapkan senyawa. Cara kerjanya, masukkan senyawa yang akan diuapkan lalu bakar diatas

pembakaran. Berfungsi untuk menampung aqua DM. Cara kerjanya, masukkan aqua DM

kedalam botol, tekan badan botol, lalu semprotkan. Berfungsi untuk mengambil larutan dalam jumlah tertentu. Cara menggunakannya, bersihkan lalu kalibrasi dengan larutan yang akan

diambil. Ambil dengan bantuan piller

Berfungsi

untuk

pengabuan,

biasanya

dipakai saat menentukan kadar abu suatu sampel. Cara kerjanya, masukkan sampel kedalam cawan yang sudah diketahui beratnya hingga konstan. Lalu masukkan cawan kedalam tanur. Berfungsi untuk menaruh tabung reaksi agar tidak jatuh. Cara kerjanya, tabung reaksi di masukkan kedalam lubang yang terdapat di rak tabung reaksi. Berfungsi sebagai alat untuk pembakaran. Cara kerjanya, longgarkan pengatur

udaranya lalu buka kran gas. Sesudah itu percikan api pada mulut bunsen. Berfungsi untuk menyimpan, memanaskan larutan. Menampung titran pada proses titrasi dan penampung destilat pada proses destilasi. Cara menggunakannya pada proses titrasi adalah larutan dimasukkan kedalam labu erlenmeyer, lalu tambahkan indikator. Titrasikan dengan larutan baku primer yang ada didalam buret. Berfungsi untuk mengambil larutan dalam jumlah tetesan. Cara menggunakannya adalah masukkan pipet kedalam larutan, lalu tekan pillernya. Angkat pipet lalu keluarkan larutan.

Berfungsi untuk menyimpan sampel atau cuplikan yang akan ditimbang. Cara kerjanya adalah masukkan sampel atau cuplikan lalu yang akan ditimbang. agar tidak

Timbang

tutup

terkontaminasi. Berfungsi untuk mengambil larutan yang akan dibuat menjadi larutan baku primer. Cara kerjanya adalah kalibrasi dengan larutan yang akan dipipet 3 kali. Ambil larutan dengan bantuan piller. Lepas piller utuk mengeluar larutan tersebut. Berfungsi sebagai alas dalam pembakaran. Cara kerjantya adalah simpan kasa asbes diatas kaki tiga. Berfungsi sebagai penyanggah kasa dalam pembakaran. Cara kerjanya adalah, simpan kaki tiga diantara bunsen dan kasa asbes. Berfungsi sebagai alat untuk menyaring endapan ataupun campuran kimia. Cara kerjanya adalah alasi corong dengan kertas saring, basahi. Lalu letakkan corong pada tempat penampung larutan. Berfungsi untuk menahan buret, kondensor dan lainnya. Cara kerjanya, letakkan statif pada bidang datar. Pasangkan klem pada ujung atasnya. Berfungsi untuk menjepit buret. Cara kerjanya, pasangkan klem pada statif lalu tarik bagian ujungnya. Simpan ujung

buret diantaranya. Berfungsi untuk mengeluarkan cairan

dengan volume tertentu. Dalam titrasi buret berfungsi sebagai alat untuk

menampung larutan baku primer. Cara kerjanya, bersihkan lalu kalibrasi buret dengan larutan yang akan

dimasukkan kedalamnya 3 kali. Lalu masukkan larutan sesuai yang diinginkan. Buka kran untuk mengeluarkan larutan tersebut. Berfungsi untuk mereaksikan senyawa dalam jumlah tetesan. Cara kerjanya, dalam menentukan sifat larutan asam basa. Kertas pH dimasukkan kedalam lubang plat tetes lalu larutan diteteskan kedalamnya. Berfungsi untuk melarutkan senyawa,

mengukur volume larutan yang tidak dilihat


100 200 300 400 500

ketelitiannya

dan

menampung

larutan. Cara kerjanya, saat melarutkan senyawa. Masukkan zat yang akan dilarutkan

kedalam gelas kimia lalu tambahkn aqua DM. Berfungsi untuk menjepit tabung reaksi saat pembakaran Cara kerja, tekan bagian bawah dekat per penjepit, lalu selipkan tabung reaksi dan longgarkan.

Berfungsi untuk membuat larutan baku primer. Dan juga untuk alat untuk

mengencerkan larutan. Cara kerjanya, masukkan larutan yang akan diencerkan. Lalu tambahkan dengan aqua DM larutkan sampai tanda batas.
250 M

Tutup botol lalu homogenkan. Berfungsi untuk menjaga suhu larutan yang ada didalamnya. Cara kerjanya, taruh larutan kedalam termostrat, letakkan termometer di tutup termostrat untuk mengukur suhunya. Berfungsi untuk menentukan titik leleh suatu cuplikan atau senyawa. Cara kerjanya, letakkan pipa kapiler dengan disanggah statif dan dipasangkan klem. Lalu letakkan bunsen dibawah pipa kapiler. Celupkan termometer untuk

mengukur suhu saat meleleh dan siapkan stopwatch untuk menghitung waktu saat meleleh. Berfungsi untuk menganalisis apakah

dalam suatu larutan terdapat gas atau tidak. Cara kerjanya, pasangkan pipa U pada masing-masing mulut tabung. Paskan, lalu amati gas yang terjadi. Berfungsi untuk menjepit cawan krus saat mengambil cawan dari tanur. Cara kerjanya, longgarkan penjepit lalu himpit cawan diantaranya setelah itu rapatkan.

Berfungsi untuk menampung larutan yang akan dipisahkan antara endapan dan larutannya. Cara kerjanya, masukkan larutan kedalam tabung, lalu letakkan tabung pada alat sentrifugasi. Berfungsi untuk mengukur volume larutan tertentu. Cara kerjanya, masukkan larutan yang diperlukan. Tambahkan sampai tanda batas yang diinginkan. Baca skala pada miniskus bawah. (Sumber, Ermawati, Meja I, Kelompok F, 2011)

IV KESIMPULAN DAN SARAN

Dalam bab ini akan menguraikan mengenai (1) Kesimpulan dan (2) Saran. 5.1. Kesimpulan Berdasarkan hasil pengamatan, semua alat yang dilaboratorium memiliki nama, fungsi, dan cara kerja masing-masing. Sehingga dalam penggunaanya pun akan berbeda-beda sesuai dengan cara kerjanya. Kesalahan penggunaan alat bisa mempengaruhi konsentrasi larutan, karena alat memiliki tingkat ketelitian yang berbeda-beda.

5.2. Saran Saran untuk laboratorium agar lebih diperhatikan alat-alat yang ada agar bisa dipergunakan dengan baik dan tidak kekurangan. Seperti waktu pengenalan peralatan, tidak semua alat dikenalkan kepada praktikan. Misalnya, sikat tabung reaksi, lumpang dan alu, kawat nikrom, dsb.

DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2011 . Alat-alat Kimia Beserta Fungsinya. www.sholehalamak.blogspot.com. Acessed : 14 Oktober 2011 Anonim. 2011 . Alat-alat Praktikum Kimia. www.scribd.com. Acessed : 12 Oktober 2011 Anonim. 2011. Peralatan Gelas di Laboratorium. www.google.co.id/imgh. Acessed : 16 Oktober 2011 Brady, J. E. 1999. Kimia Universitas Asas & Struktur. Jakarta:Binarupa Aksara Sutrisno, E, T., Nurminabari, I, S., 2011. Penuntun Praktikum Kimia Dasar. Universitas Pasundan : Bandung

LAMPIRAN Peralatan di Laboratorium

Anda mungkin juga menyukai