Anda di halaman 1dari 21

First Edition

Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Islam Sultan Agung

BLOK 23

HOSPITAL MANAGEMENT
BUKU PEGANGAN MAHASISWA

Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Islam Sultan Agung Alamat: JL. Raya Kaligawe Km. 4 Semarang 50112 PO Box 1054/SM Telepon. (024) 6583584 ext. 592 Facsimile: (024) 6582455

Blok 23 : Hospital Management Buku Blok Copyright @ by Faculty of Dentistry, Islamic Sultan Agung University. Printed in Semarang Frist printed: Desember 2011 Designed by: team Blok Cover Designed by: team Blok Published by Faculty of Dentistry, Islamic Sultan Agung University All right reserved

This publication is protected by Copyright law and permission should be obtained from publisher prior to any prohibited reproduction, storage in a retrieval system, or transmission in any form by any means, electronic, mechanical, photocopying, and recording or likewise

TIM PENYUSUN BLOK 3

Koordinator blok

: drg. Uswatun Nisaa Arum Darjono, MPH ( Fakultas Kedokteran Gigi )

Anggota

: drg. Kusuma Arbianti drg. Moh. Baehaqi (Fakultas Kedokteran)

KONTRIBUTOR Core Disiplin :

1. Ilmu Kesehatan Gigi Masyarakat 2. Ilmu Kesehatan Masyarakat

Suplementary Disiplin : 1. Ilmu Epidemiologi 2. Biostatistik 3. Ilmu Manajemen 4. Ilmu Agama Islam

Kata Pengantar Bismillahirrohmanirrohim Alhamdulillahirobbilalamin, segala puji bagi Allah SWT, Robb seluruh alam yang telah memberikan karunia kepada kami hingga kami dapat menyelesaikan blok Hospital Management. Pada modul Hospital Management ini mahasiswa akan belajar tentang Rumah Sakit berkaitan dengan manajemen mutu, pemasaran, pembiayaan, SIM, fisik, lingkungan, SDM, hukum, dan strategi pengelolaan dan pengembangan RS. Kami menyadari bahwa masih banyak kekurangan dalam penyusunan blok ini. Oleh karena itu, saran-saran dari tutor maupun dari mahasiswa akan kami terima dengan terbuka. Semoga materi dalam blok 23 ini dapat bermanfaat dan membantu siapa saja yang membutuhkannya. Jazakumulloh Khoiron Katsiro

Semarang, Desember 2011

Tim Penyusun Modul

Gambaran Umum Blok Blok Public Health Management dilaksanakan pada semester 7, tahun ke 4, dengan waktu 5 minggu. Pencapaian belajar mahasiswa dijabarkan dengan penetapan domain, kompetensi utama, penjabaran kompetensi utama, kompetensi penunjang sebagaimana yang diatur dalam Buku Standar Kompetensi Dokter Gigi serta sasaran pembelajaran blok yang didapat dari penjabaran kompetensi penunjang. Blok ini terdiri dari 5 LBM dan masing-masing LBM terdiri dari judul skenario, sasaran pembelajaran LBM, konsep mapping, materi, pertanyaan minimal dan daftar pustaka. Pada modul ini mahasiswa akan belajar tentang dengan manajemen mutu, pemasaran, pembiayaan, SIM, fisik, lingkungan, logistic, SDM, hukum, dan strategi pengelolaan dan pengembangan RS. Yang dipelajari oleh mahasiswa meliputi pengetahuan manajemen pelayanan kedokteran. Untuk itu diperlukan pembelajaran praktikum dan keterampilan prosedural yang diperlukan. Mahasiswa juga akan mempelajari sikap profesionalisme yang terkait dengan topik diatas. Modul ini akan dipelajari dengan menggunakan strategi Problem Based-Learning, dengan metode diskusi tutorial menggunakan seven jump steps, kuliah, praktikum laboratorium, dan belajar ketrampilan klinik di laboratorium ketrampilan (skill lab).

Hubungan Dengan Blok Sebelumnya 1. Telah mempelajari etika kedokteran gigi (C2,P2,A2) 2. Telah mempelajari hak dan kewajiban dokter dan pasien (C2,P2,A2) 3. Telah mempelajari hubungan yang terbuka dan jujur serta saling menghargai antara dokter gigi dengan pasien , pendamping pasien dan sejawat (C2,P2,A2) 4. Telah mempelajari adanya keanekaragaman sosial,ekonomi,budaya,agama dan ras berdasarkan asal usul pasien (C2,P2,A2) 5. Telah mempelajari penggunaan teknologi ilmiah mutakhir untuk menilai informasi yang sahih secara profesional dari berbagai sumber (C3,P3,A3) 6. Telah mempelajari penapisan sumber rujukan yang sahih untuk kepentingan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan gigi dan mulut (C3,P3,A3) 7. Telah mempelajari dasar-dasar komunikasi (C2,P2,A2) 8. Telah mempelajari teknik komunikasi dasar pada pasien simulasi (C3,P3,A3) 9. Telah mempelajari cara berempati (C2,P2,A2) 10. Telah melakukan role play berempati (C3,P3,A3) 11. Telah mempelajari dasar komunikasi dengan teman sejawat (C3,P3,A3) 12. Telah mempelajari penulisan surat rujukan pasien kepada sejawat jika diperlukan sesuai dengan standar prosedur operasional yang berlaku (C3,P3,A3) 13. Telah mempelajari peraturan dan perundang-undangan yang berkaitan dengan praktik kedokteran gigi indonesia (C2,P2,A2) 14. Telah mempelajari lingkungan kerja yang sehat sesuai dengan prinsip ergonomik (C2,P3,A3) 15. Telah memahami manajemen praktik dan tatalaksana sesuai standar pelayanan kedokteran gigi (C2,P3,A3)

HUBUNGAN DENGAN BLOK SESUDAHNYA 1. Akan mempelajari manajemen kesehatan gigi masyarakat (jenjang profesi)

DAFTAR ISI

Kata pengantar Gambaran umum blok Hubungan dengan blok sebelumnya Hubungan dengan blok sesudahnya Daftar isi Kompetensi penunjang Pemetaan sasaran belajar Topik tree Materi masalah Kegiatan pembelajaran Assesment Sumber belajar Penjabaran pembelajaran modul Modul 1: Unit Belajar 1 Modul 2: Unit belajar 2 Modul 3: Unit Belajar 3 Modul 4: Unit Belajar 4 Modul 5: Unit Belajar 5

Kegiatan Pembelajaran Pada modul ini dilakukan kegiatan belajar sebagai berikut : 1. TUTORIAL Tutorial akan dilakukan 2 kali dalam seminggu. Setiap kegiatan tutorial berlangsung selama 100 menit. Jika waktu yang disediakan tersebut belum mencukupi, kelompok dapat melanjutkan kegiatan diskusi tanpa tutor di open space area yang disediakan. Keseluruhan kegiatan tutorial tersebut dilaksanakan dengan menggunakan seven jump steps. Pada tutorial 1, langkah yang dilakukan adalah 1-5. Mahasiswa diminta untuk menjelaskan istilah yang belum dimengerti pada skenario masalah, mencari masalah yang sebenarnya dari skenario, menganalisis masalah tersebut dengan mengaktifkan prior knowledge yang telah dimiliki mahasiswa, kemudian dari masalah yang telah dianalisis lalu dibuat peta konsep (concept mapping) yang

menggambarkan hubungan sistematis dari masalah yang dihadapi, jika terdapat masalah yang belum terselesaikan atau jelas dalam diskusi maka susunlah masalah tersebut menjadi tujuan pembelajaran kelompok (learning issue) dengan arahan pertanyaan sebagai berikut: apa yang kita butuhkan?, apa yang kita sudah tahu? Apa yang kita harapkan untuk tahu? Langkah ke 6, mahasiswa belajar mandiri (self study) dalam mencari informasi Pada tutorial 2, mahasiswa mendiskusikan temuan-temuan informasi yang ada dengan mensintesakan agar tersusun penjelasan secara menyeluruh dalam menyelesaikan masalah tersebut.

2. KULIAH Ada beberapa aturan cara kuliah dan format pengajaran pada problem based learning. Problem based learning menstimulasi mahasiswa untuk mengembangkan perilaku aktif pencarian pengetahuan. Kuliah mungkin tidak secara tiba-tiba berhubungan dengan belajar aktif ini, Namun demikian keduanya dapat memenuhi tujuan spesifik pada PBL. Adapun tujuan kuliah pada blok ini adalah: a. Menjelaskan gambaran secara umum isi modul, mengenai relevansi dan kontribusi dari berbagai disiplin ilmu yang berbeda terhadap tema blok. b. Mengklarifikasi materi yang sukar. Kuliah akan lebih maksimum efeknya terhadap pencapaian hasil ketika pertama kali mahasiswa mencoba untuk mengerti materi lewat diskusi atau belajar mandiri. c. Mencegah atau mengkoreksi adanya misconception pada waktu mahasiswa berdiskusi atau belajar mandiri. d. Menstimulasi mahasiswa untuk belajar lebih dalam tentang materi tersebut.

Agar penggunaan media kuliah dapat lebih efektif disarankan agar mahasiswa menyiapkan pertanyaan-pertanyaan yang tidak dapat dijawab atau kurang jelas jawabannya pada saat diskusi kelompok agar lebih interaktif Assessment Untuk sistem penilaian mahasiswa dan aturan assesmen adalah sebagai berikut: I. Ujian knowledge a. Nilai Pelaksanaan diskusi tutorial (15% dari nilai sumatif knowledge) Pada diskusi tutorial mahasiswa akan dinilai berdasarkan kehadiran, aktifitas interaksi dan Kesiapan materi dalam diskusi. Mahasiswa yang tidak mengikuti tutorial dengan alasan dan bukti yang dapat dipertanggungjawabkan, harap melapor ke tim blok untuk mengganti dengan tugas. b. Nilai Praktikum (10% dari nilai sumatif knowledge) Selama praktikum, mahasiswa akan dinilai pengetahuan, dan keterampilan. Nilai pengetahuan dan keterampilan didapatkan dari ujian responsi atau identifikasi praktikum yang dilaksanakan selama praktikum. Bagi mahasiswa yang tidak dapat mengikuti praktikum dengan alasan dan bukti yang dapat dipertanggungjawabkan, harap melapor ke tim blok untuk di jadwal ulang kegiatan praktikumnya. c. Nilai Ujian Tengah Blok (25% dari nilai sumatif knowledge) Merupakan ujian knowledge terhadap semua materi baik SGD, Kuliah Pakar, praktikum dan Ketrampilan Klinik. Materi dan pelaksanaan Ujian tengah blok setelah menyelesaikan 2 Unit Belajar.

Ketentuan bagi mahasiswa: Siswa dapat mengikuti ujian tengah blok jika memenuhi prasyarat berikut: 1. mengikuti 80% SGD 2. mengikuti 100% praktikum 3. mengikuti 75% kuliah Apabila mahasiswa berhalangan hadir pada kegiatan SGD, dan praktikum maka mahasiswa harus: 1. memberikan surat ijin ketidakhadiran pada kegiatan tersebut kepada sekretaris KOORDINATOR AKADEMIK selambat-lambatnya 1 minggu setelah blok berakhir 2. Mengganti kegiatan SGD dengan tugas dari tim blok, untuk penggantian tersebut, mahasiswa harus berkoordinasi dengan Tim blok 3. Mengganti kegiatan praktikum pada hari lain, untuk penggantian tersebut, mahasiswa harus berkoordinasi dengan Bagian

4. Setelah melaksanakan tugas pengganti SGD, dan mahasiswa mengikuti kegiatan pengganti praktikum, maka mahasiswa telah dinyatakan mengikuti kegiatan 100% siswa yang yang meninggalkan ujian tengah blok, dapat mengikuti ujian susulan tengah blok jika memenuhi prasyarat untuk mengikuti ujian. Jika mahasiswa tidak mengikuti ujian tengah blok maka nilai tengah blok dinyatakan nol. Tata cara permohonan ujian susulan dilaksanakan sebagaimana yang berlaku, yakni siswa mengajukan permohonan kepada Dekan dilampiri alasan ketidakhadirannya pada ujian tersebut, selanjutnya surat

permohonan ujian susulan dikeluarkan oleh KOORDINATOR AKADEMIK untuk disampaikan kepada Tim blok terkait. e. Nilai Ujian Akhir Modul (50% knowledge) Ujian knowledge merupakan ujian terhadap semua materi baik SGD, Kuliah Pakar, praktikum dan Ketrampilan Klinik. Materi dan pelaksanaan ujian akhir blok setelah menyelesaikan seluruh blok (4 Unit Belajar). Ketentuan bagi mahasiswa - Siswa dapat mengikuti ujian susulan akhir blok jika memenuhi prasyarat sebagai berikut: 1. mengikuti 80% dari keseluruhan SGD 2. mengikuti 100% dari keseluruhan praktikum 3. mengikuti 75% dari keseluruhan kuliah - Apabila mahasiswa berhalangan hadir pada kegiatan SGD dan praktikum maka mahasiswa harus: 1. memberikan surat ijin ketidakhadiran pada kegiatan tersebut kepada sekretaris KOORDINATOR AKADEMIK selambat-lambatnya 1 minggu setelah blok berakhir 2. Mengganti kegiatan SGD dengan melaksanakan tugas dari tim blok, untuk penggantian tersebut, mahasiswa harus berkoordinasi dengan Tim blok 3. Mengganti kegiatan praktikum pada hari lain, untuk penggantian tersebut, mahasiswa harus berkoordinasi dengan Bagian 4. Setelah melaksanakan tugas pengganti SGD, dan mahasiswa mengikuti kegiatan pengganti praktikum dan skill lab, maka mahasiswa telah dinyatakan mengikuti kegiatan 100% siswa yang meninggalkan ujian akhir blok, dapat mengikuti ujian susulan akhir blok jika memenuhi prasyarat untuk mengikuti ujian.

Jika mahasiswa tidak mengikuti ujian akhir blok maka nilai akhir blok dinyatakan nol.

Tata cara permohonan ujian susulan dilaksanakan sebagaimana yang berlaku, yakni siswa mengajukan permohonan kepada Dekan dilampiri alasan ketidakhadirannya pada ujian tersebut, selanjutnya surat

permohonan ujian susulan dikeluarkan oleh KOORDINATOR AKADEMIK, untuk disampaikan kepada Tim blok terkait. Sebelum proses pembuatan surat permohonan ujian susulan kepada Tim blok, KOORDINATOR AKADEMIK akan melakukan verifikasi prosentase kehadiran mahasiswa selama modul tersebut berlangsung.

II. Ujian ketrampilan medik (skill lab) Nilai ketrampilan medik (skill lab) diambil dari: a. Kegiatan skill lab harian: 25% dari total nilai akhir skill Selama kegiatan ketrampilan medik harian, mahasiswa akan dinilai penguasaan tekhniknya (sistematis dan lege artis). Hasil penilaian harian ketrampilan medik akan dipakai sebagai syarat untuk mengikuti ujian OSCE yang pelaksanaannya akan dilaksanakan pada akhir semester. Bagi mahasiswa yang tidak dapat mengikuti kegiatan skill lab harian ini dengan alasan dan bukti yang dapat dipertanggungjawabkan, harap melapor ke tim blok untuk di jadwal ulang kegiatan ketrampilan. Pengajuan selambat-lambatnya 1 minggu setelah blok berakhir.

b. OSCE : 75 % dari total nilai akhir skill Ujian skill dilakukan dengan menggunakan Objective and Structured Clinical Examination (OSCE). Pelaksanaan dilakukan pada akhir semester. Materi ujian OSCE merupakan materi ketrampilan klinik yang telah diberikan selama mengikuti blok yang ditentukan berdasarkan kesesuaian dengan materi ujian OSCE seluruh blok pada akhir semester. Kelulusan OSCE didasarkan pada kelulusan tiap station. Jika mahasiswa tidak lulus pada station tertentu, mahasiswa diwajibkan mengulang dan nilai skill belum dapat dikeluarkan sebelum mahasiswa lulus skill tersebut.

Ketentuan bagi mahasiswa untuk ujian OSCE: Telah mengikuti 100% kegiatan skill lab

10

bagi siswa yang tidak mengikuti ujian OSCE karena sakit atau ijin kegiatan kemahasiswaan, harus mengajukan ujian susulan OSCE untuk mengikuti OSCE susulan.

Surat permohonan ujian disampaikan kepada Dekan dan wajib diterima KOORDINATOR AKADEMIK maksimal seminggu sesudah ujian.

Siswa yang belum lulus salah satu atau lebih ketrampilan klinik wajib mengikuti remidi untuk ketrampilan yang belum lulus tersebut.

Ketentuan Penilaian Akhir Blok: Nilai akhir Blok dihitung dengan rumus sebagai berikut:

(Nilai total knowledge x sks knowledge)+(nilai total skill x sks Skill lab) SKS Blok

Standar kelulusan ditetapkan dengan Judgment borderline.

Daftar Pustaka Daftar Pustaka


Aditama, T. Y, 2006, ed 2, Manajemen Administrasi RS, University Indonesia Press, Jakarta Guwanji,J, 1991, Seri Hukum Kesehatan : "Dokter dan Rumah Sakit". Balai Penerbit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jakarta Mulyadi, 2007, ed 3, Sistem Perencanaan dan Pengendalian Manajemen, Salemba Empat, Jakarta Stamatis, D.H. 1996. Total Quality Management in Health Care: Implementation Strategies for Optimum Results. Irwin Professional Publishing Trisnantoro L. 2005, Aspek Strategis dalam Manajemen Rumah Sakit, Yogyakarta: Andi Offset. http://www.who.int/patientsafety/en/ http://www.badanmutu.or.id http://www.ihqn.or.id

11

Penjabaran Pembelajaran LBM 1

Hari/tgl
Senin 12-12-2011

Jam
08.10-09.50 SGD

Materi

Nama Instruktur

Ruang
1,2,3,4,5 Lt-1

Selasa 13-12-2011

06.30-08.10

Tipe-tipe RS, pelayanan RS, dan indicator kinerja RS Skill lab

Drg Uswatun NAD

Lt 1

08.10-11.30 Rabu 14-12-2011

Rumah sakit

08.10-11.30 13.00-14.40

Pengantar Ilmu Manajemen Hospital Safety

Dosen FE Drg Kusuma

Lt 1 Lt 1

Kamis 15-12-2011

08.10-11.30 13.00-14.40

Skill Lab Manajemen Kontemporer SGD Dosen FE

Rumah sakit Lt-1 1,2,3,4,5 Lt-1

Jumat 16-12-2011

08.10-09.50

12

Modul Unit Belajar

: 1 :

Judul

: RS dengan paradigma customer focused services


Skenario

Rumah Sakit Pusat Pertamina adalah suatu organisasi layanan kesehatan yang tidak akan pernah menjadi suatu organisasi yang solitaire atau terisolir dari lingkungannya, akan tetapi merupakan organisasi yang hidup dalam lingkungan dinamis dan sarat dengan dinamika persaingan. Dalam kondisi persaingan yang semakin ketat seperti saat ini, RSPP dituntut untuk peka menangkap dan menyaring opini yang berkembang dimasyarakat. Dari hari ke hari RSPP terus mengadakan penyesuaian-penyesuaian dalam bisnis pelayanannya. Kelalaian dan keterlambatan di dalam mengantisipasi perubahan dan melakukan penyesuaianpenyesuaian akan berarti hilangnya kesempatan dan kerugian, sehingga diperlukan paradigma baru didalam pengelolaannya. Terbentuknya paradigma baru menuntut cara pandang dan cara berpikir (mind-set) yang terkadang harus berani mematahkan tradisi yang ada. Untuk itu, sampai saat ini Rumah Sakit Pusat Pertamina terus berusaha meningkatkan kualitas pelayanannya serta tetap mengarahkan orientasi pelayanan kesehatan nya kepada pasien/client sebagai pengguna jasa layanan kesehatan (Customerfocused Services) dan mengedepankan patient safety. Didukung oleh sumber daya manusia yang handal dan profesional, RSPP di harapkan dapat menjadi rumah sakit pilihan masyarakat Indonesia (www.pertaminahospital.com) Diskusikan skenario diatas menggunakan seven jump step. 1. Jelaskan istilah yang belum anda ketahui. Jika masih terdapat istilah yang belum jelas, cantumkan sebagai tujuan pembelajaran kelompok. 2. Carilah masalah yang harus anda selesaikan. 3. Analisis masalah tersebut dengan brainstorming agar kelompok memperoleh penjelasan yang beragam mengenai persoalan yang didiskusikan, dengan menggunakan prior knowledge yang telah anda miliki. 4. Cobalah untuk menyusun penjelasan yang sistematis atas persoalan yang anda diskusikan. 5. Susunlah persoalan-persoalan yang belum bisa diselesaikan dalam diskusi tersebut menjadi tujuan pembelajaran kelompok (Learning issue/ learning objectives). 6. Lakukan belajar mandiri untuk mencapai informasi yang anda butuhkan guna menjawab Learning issue yang telah anda tetapkan. 7. Jabarkan temuan informasi yang telah dikumpulkan oleh anggota kelompok, sintesakan dan diskusikan temuan tersebut agar tersusun penjelasan yang menyeluruh (komprehensif) untuk menjelaskan dan menyelesaikan masalah

13

Penjabaran Pembelajaran LBM 2

Hari/tgl
Senin 19-12-2011

Jam
08.10-09.50 SGD

Materi

Nama Instruktur

Ruang
1,2,3,4,5 Lt-1

Selasa 20-12-2011 Rabu 21-12-2011

08.10-11.30 06.30-08.10

Skill lab Manajemen Obat dan Logistik Manajemen Mutu RS ISO 9001:2008 Drg Djoko Prianto

Rumah sakit Lt 1

08.10-11.30 13.00-14.40

Direktur RSI SA Dosen FE

Lt 1 Lt 1.

Kamis 22-12-2011

08.10-11.30 13.00-14.40

Skill Lab Manajemen keperawatan SGD Dosen Keperawatan

Rumah sakit Lt-1 1,2,3,4,5 Lt-1

Jumat 23-12-2011

08.10-09.50

14

LBM Unit Belajar

: 2 :

Judul

: Sertikifat ISO di Rumah Sakit


Skenario

Pada suatu pagi, farmasis menerima resep dokter berisi prednisone. Resep kurang jelas (qd atau qid) 80 mg prednisone per hari atau 4x80 mg sehari. Singkat kata, pasien akhirnya mendapatkan prednisone 320 mg/hari. Dua hari setelah minum obat pasien masuk ruang gawat darurat karena infeksi jamur pada tenggorok. Terapi untuk infeksi jamurpun diberikan. Pasien dipulangkan dan tetap minum prednisone 320 mg/hari. Hari ke 23 masuk RS : infeksi paru berat dan infeksi otak berat (aspergilosis). Beberapa operasi dilakukan untuk menyelamatkan pasien. Akhirnya pasien menderita gagal ginjal permanen dan harus dialysis seumur hidup. Berdasarkan kasus di atas, pada tahun 2010 RS X dicabut sertifikasi ISO 9001:2008 pada indicator outcome di Instalasi Farmasi dikarenakan terjadi medical error tipe terapi. Diketahui bahwa pada tahun 2009, badan akreditasi tersebut menilai kinerja RS X dari beberapa indicator termasuk kualitas pelayanan medik. Saat ini, RS sedang mengevaluasi manajemen mutu untuk memperbaiki citra RS.

Diskusikan skenario diatas menggunakan seven jump step. 1) Jelaskan istilah yang belum anda ketahui. Jika masih terdapat istilah yang belum jelas, cantumkan sebagai tujuan pembelajaran kelompok. 2) Carilah masalah yang harus anda selesaikan. 3) Analisis masalah tersebut dengan brainstorming agar kelompok memperoleh penjelasan yang beragam mengenai persoalan yang didiskusikan, dengan menggunakan prior knowledge yang telah anda miliki. 4) Cobalah untuk menyusun penjelasan yang sistematis atas persoalan yang anda diskusikan. 5) Susunlah persoalan-persoalan yang belum bisa diselesaikan dalam diskusi tersebut menjadi tujuan pembelajaran kelompok (Learning issue/ learning objectives). 6) Lakukan belajar mandiri untuk mencapai informasi yang anda butuhkan guna menjawab Learning issue yang telah anda tetapkan. 7) Jabarkan temuan informasi yang telah dikumpulkan oleh anggota kelompok, sintesakan dan diskusikan temuan tersebut agar tersusun penjelasan yang menyeluruh (komprehensif) untuk menjelaskan dan menyelesaikan masalah

15

Penjabaran Pembelajaran LBM 3

Hari/tgl
Senin 26-12-2011

Jam
08.10-09.50 SGD

Materi

Nama Instruktur

Ruang
1,2,3,4,5 Lt-1

Selasa 27-12-2011 Rabu 28-12-2011

08.10-11.30 06.30-08.10 08.10-11.30 13.00-14.40

Skill lab Manajemen SDM Manajemen marketing Manajemen keuangan dan pembiayaan RS Skill Lab Manajemen Lingkungan SGD Kabag. IPSRS-IPAL RSI SA Drg Moh. Baehaqi Drg Kusuma Wadir Keuangan RSI SA

Rumah sakit Lt 1 Lt 1 Lt 1.

Kamis 29-12-2011

08.10-11.30 13.00-14.40

Rumah sakit Lt-1 1,2,3,4,5 Lt-1

Jumat 30-12-2011

08.10-09.50

Sabtu 31-12-2011

7.00-8.40

UJIAN MID BLOK

Lt.1

16

Modul Unit Belajar

: 3 :

Judul

: Dokter spesialis sebagai dokter mitra


Skenario

Direktur RS Y dalam briefing bersama wadir bidang yanmed dan wadir administrasi & keuangan menyampaikan bahwa RS sedang mengalami kesulitan. Terdapat 3 dokter spesialis yang dalam surat resmi bertugas di RS tersebut tetapi dalam 2 bulan terakhir tidak menjalankan tugasnya dengan baik. Padahal dengan adanya 3 dokter spesialis tersebut, angka kunjungan pasien di rajal dan ranap meningkat sampai 3 kali lipat. RS Y adalah RS swasta di sebuah kabupaten kecil pulau Kalimantan. Para dokter spesialis tersebut tidak menjalankan tugas dengan baik karena sering pulang ke Jawa. Melihat kenyataan tersebut, direktur berkoordinasi dengan para wadir untuk memberikan fasilitas kepada dokter spesialis agar berkomitmen memberikan pelayanan di RS. Fasilitas yang disarankan direktur adalah pemberian rumah dinas, mobil dinas, dan insentif Rp 2.000.000 setiap bulan. Para wadir memberikan saran yaitu sebagai dokter mitra, para spesialis harus diberi fasilitas mengingat perannya dalam meningkatkan pendapatan RS tetapi harus memperhatikan aspek manajemen keuangan RS. Selain itu Wadir yanmed juga menyarankan untuk meningkatkan kinerja manajemen marketing di bidang promosi RS.

Diskusikan skenario diatas menggunakan seven jump step. 1. Jelaskan istilah yang belum anda ketahui. Jika masih terdapat istilah yang belum jelas, cantumkan sebagai tujuan pembelajaran kelompok. 2. Carilah masalah yang harus anda selesaikan. 3. Analisis masalah tersebut dengan brainstorming agar kelompok memperoleh penjelasan yang beragam mengenai persoalan yang didiskusikan, dengan menggunakan prior knowledge yang telah anda miliki. 4. Cobalah untuk menyusun penjelasan yang sistematis atas persoalan yang anda diskusikan. 5. Susunlah persoalan-persoalan yang belum bisa diselesaikan dalam diskusi tersebut menjadi tujuan pembelajaran kelompok (Learning issue/ learning objectives). 6. Lakukan belajar mandiri untuk mencapai informasi yang anda butuhkan guna menjawab Learning issue yang telah anda tetapkan. 7. Jabarkan temuan informasi yang telah dikumpulkan oleh anggota kelompok, sintesakan dan diskusikan temuan tersebut agar tersusun penjelasan yang menyeluruh (komprehensif) untuk menjelaskan dan menyelesaikan masalah

17

Penjabaran Pembelajaran LBM 4

Hari/tgl
Senin 2-1-2012

Jam
08.10-09.50 SGD

Materi

Nama Instruktur

Ruang
1,2,3,4,5 Lt-1

Selasa 3-1-2012 Rabu 4-1-2012

08.10-11.30 06.30-08.10 08.10-11.30

Skill lab Manajemen Fisik RS Reformasi Kesehatan di Indonesia RS pemerintah dan RS swata berdasarkan UU Skill Lab Aspek regulasi RS SGD Dr Setyo Trisnadi Drg Djoko Prianto Siti Thomas Z, SKM, MKes Dr Setyo Trisnadi

Rumah sakit Lt 1 Lt 1

13.00-14.40

Lt 1.

Kamis 5-1-2012

08.10-11.30 13.00-14.40

Lt.1 Lt-1 1,2,3,4,5 Lt-1

Jumat 6-1-2012

08.10-09.50

18

Modul Unit Belajar

: 4 :

Judul

: Rumah sakit not for profit

Skenario Suatu hari mahasiswa FKG sedang mendapat tugas modul Hospital Management. Mereka browsing dengan internet di perpustakaan. Mhs A : Sebenarnya rumah sakit itu boleh mengambil untung tidak sih? Kan harusnya RS itu not for profit Tapi kok di Mount Elizabeth Hospital website-nya kaya hotel fasilitasnya. Harga-harga room-nya juga ditampilkan di web. Coba lihat di www.parkwayhealth.com Mhs B : itu kan di luar negeri, kalo di Indonesia mungkin peraturannya berbeda. Ini di www.rskaryadi.com gak ada harganya. Mhs A : Iya sih . Tapi tunggu ini di www.rsharapanbunda.com malah ada promosi diskon untuk pelayanan USG 4D. Yang bener gimana ya peraturan di Indonesia? Rumah sakit itu not for profit atau for profit? Mhs B : Tapi kalau not for profit, sumber pembiayaan RS dari mana ya? Diskusikan skenario diatas menggunakan seven jump step. 1. Jelaskan istilah yang belum anda ketahui. Jika masih terdapat istilah yang belum jelas, cantumkan sebagai tujuan pembelajaran kelompok. 2. Carilah masalah yang harus anda selesaikan. 3. Analisis masalah tersebut dengan brainstorming agar kelompok memperoleh penjelasan yang beragam mengenai persoalan yang didiskusikan, dengan

menggunakan prior knowledge yang telah anda miliki. 4. Cobalah untuk menyusun penjelasan yang sistematis atas persoalan yang anda diskusikan. 5. Susunlah persoalan-persoalan yang belum bisa diselesaikan dalam diskusi tersebut menjadi tujuan pembelajaran kelompok (Learning issue/ learning objectives). 6. Lakukan belajar mandiri untuk mencapai informasi yang anda butuhkan guna menjawab Learning issue yang telah anda tetapkan. 7. Jabarkan temuan informasi yang telah dikumpulkan oleh anggota kelompok, sintesakan dan diskusikan temuan tersebut agar tersusun penjelasan yang menyeluruh (komprehensif) untuk menjelaskan dan menyelesaikan masalah

19

Penjabaran Pembelajaran LBM 5

Hari/tgl
Senin 9-1-2012

Jam
08.10-09.50 SGD

Materi

Nama Instruktur

Ruang
1,2,3,4,5 Lt-1

Selasa 10-1-2012 Rabu 11-1-2012

08.10-11.30 06.30-08.10 08.10-11.30 13.00-14.40

Skill lab Leadership Manajemen Strategik IDI : Konsep Melayani Umat Drg Moh. Baehaqi Direktur RSI SA Drg Rochman Mujayanto

SGD lt 1 Lt 1 Lt 1 Lt 1.

Kamis 12-1-2012

08.10-11.30 13.00-14.40

Skill Lab SIMKES RS Drs Purwito, M.Kes

SGD Lt.1 Lt-1

Jumat 13-1-2012

08.10-09.50

SGD

1,2,3,4,5 Lt-1

Sabtu 14-1-2012

07.00-08.40

UJIAN AKHIR BLOK

20

Modul Unit Belajar

: 5 :

Judul

: Rencana pengembangan RSUD


Skenario

Hasil Rapat Kerja Pemda Kabupaten T bersama Bupati diketahui bahwa RSUD T akan mendapatkan hibah tanah seluas 20 hektar untuk pengembangan RS. Selain itu, RS juga akan mendapatkan hibah dana dari APBD sebesar Rp 10 Milyar untuk biaya pengembangan RS. Harapan bupati adalah RSUD T bisa menjadi RS pusat rujukan di Propinsi G. Agar hibah tersebut dapat terealisasi, direktur melakukan rapat kerja dengan staf RS. Staf terkait membantu membuat rencana strategis dan roadmap agar focus pada pengembangan yang bertujuan menghasilkan unit revenue center bukan cost center. Selain itu RSUD T memiliki program untuk menjadi RS tipe B non pendidikan dengan menambah kapasitas tempat tidur dan beberapa jenis pelayanan.

Diskusikan skenario diatas menggunakan seven jump step. 1. Jelaskan istilah yang belum anda ketahui. Jika masih terdapat istilah yang belum jelas, cantumkan sebagai tujuan pembelajaran kelompok. 2. Carilah masalah yang harus anda selesaikan. 3. Analisis masalah tersebut dengan brainstorming agar kelompok memperoleh penjelasan yang beragam mengenai persoalan yang didiskusikan, dengan menggunakan prior knowledge yang telah anda miliki. 4. Cobalah untuk menyusun penjelasan yang sistematis atas persoalan yang anda diskusikan. 5. Susunlah persoalan-persoalan yang belum bisa diselesaikan dalam diskusi tersebut menjadi tujuan pembelajaran kelompok (Learning issue/ learning objectives). 6. Lakukan belajar mandiri untuk mencapai informasi yang anda butuhkan guna menjawab Learning issue yang telah anda tetapkan. 7. Jabarkan temuan informasi yang telah dikumpulkan oleh anggota kelompok, sintesakan dan diskusikan temuan tersebut agar tersusun penjelasan yang menyeluruh (komprehensif) untuk menjelaskan dan menyelesaikan masalah

21