Anda di halaman 1dari 59

TEMA, PEMANFAATAN SUMBER DAYA HAYATI UNTUK MENDUKUNG KETAHANAN PANGAN

USUL PENELITIAN HIBAH PENELITIAN STRATEGIS NASIONAL TAHUN 2010

JUDUL PENELITIAN PENGGUNAAN EKSTRAK DAUN KATUK DAN TEPUNG KUNYIT UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS DAGING PADA BROILER YANG DIBERI PAKAN BERLEMAK TINGGI Prof. Ir. Urip Santoso, M.Sc., Ph.D Dr. Ir. Yosi Fenita, M.S Dr. Agus Martono Hadi Putranto DEA Ir. Sri Winarsih, M. P. Ir. Kususiyah, M.P.

UNIVERSITAS BENGKULU MARET 2010

HALAMAN PENGESAHAN USUL PENELITIAN HIBAH PENELITIAN STRATEGIS NASIONAL TAHUN 2010 1. Judul Usulan : PENGGUNAAN EKSTRAK DAUN KATUK DAN TEPUNG KUNYIT UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS DAGING PADA BROILER YANG DIBERI PAKAN BERLEMAK TINGGI 2. Ketua Peneliti a. Nama Lengkap b. Jenis Kelamin c. NIP d. Bidang Keahlian e. Jabatan Fungsional f. Jurusan/Fakultas g. Alamat h. Telpon/Faks i. Pos-el 3. Anggota Peneliti
No 1. 2. 3. 4. 5. Nama dan Gelar Akademik Bidang Keahlian Jurusan/ Instansi Alokasi Waktu (Jam/Minggu)

: Prof. Ir. Urip Santoso, M.Sc., Ph.D : L/P : 131619670 : Nutrisi Ternak Monogastrik : Guru Besar : Peternakan/Pertanian : Jln. Raya Kandang Limun, Bengkulu : (0736) 21170 eks. 219, 110. : santoso@unib.ac.id

Prof. Ir. Urip Santoso, M.Sc., Ph.D Dr. Yosi Fenita Dr. Agus Martono Hadi Putranto DEA Ir. Sri Winarsih Ir. Kususiyah, MP

Nutrisi Ternak Monogastrik Nutrisi Unggas Kimia Mikrobiologi Produksi Unggas

Peternakan Peternakan Kimia/MIPA IHPT/Faperta Peternakan

8 4 3 3 3

4. Biaya yang diusulkan 5. Lama Waktu Penelitian Mengetahui Ketua Lembaga Penelitian

: Rp 100.000.000,: 1 (satu) tahun Bengkulu, 10 Maret 2010 Ketua Peneliti,

Yuwana, Ph.D NIP 195912101986031003

Prof. Ir. Urip Santoso, M.Sc., Ph.D NIP 196009211986031001 Menyetujui, Ketua Lembaga Penelitian,

Drs. Sarwit Sarwono, M. Hum NIP 195810121986031003 2

I.

IDENTITAS PENELITIAN

1. Judul Usulan : PENGGUNAAN EKSTRAK DAUN KATUK DAN TEPUNG KUNYIT UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS DAGING PADA BROILER YANG DIBERI PAKAN BERLEMAK TINGGI 2. Ketua Peneliti a. Nama Lengkap b. Bidang Keahlian c. Jabatan Struktural d. Jabatan Funsional e. Jurusan/Fakultas f. Alamat Surat g. Telpon/Faks h. Pos-el
No 1.

: Prof. Ir. Urip Santoso, M.Sc., Ph.D : Nutrisi Ternak Monogastrik (Biokimia Nutrisi) : : Guru Besar : Peternakan/Pertanian : Jurusan Peternakan, Fakultas Pertanian UNIB : 073621170 eks. 219, 110 : santoso@unib.ac.id
Bidang Keahlian Jurusan/Instansi Alokasi Waktu (Jam/Minggu)

3. Angota Peneliti (maksimum 4 orang)


Nama dan Gelar Akademik

Prof. Ir. Urip Santoso, M.Sc., Ph.D Dr. Yosi Fenita Dr. Agus Martono Hadi Putranto DEA Ir. Sri Winarsih Ir. Kususiyah, MP

2. 3. 4. 5.

Nutrisi Ternak Monogastrik Nutrisi Unggas Kimia

Peternakan Peternakan Kimia/MIPA

8 4 3 3 3

Mikrobiologi IHPT/Faperta Produksi Peternakan Unggas

4. Objek penelitian (uraikan) : Obyek penelitian ini adalah meningkatkan kualitas daging pada broiler yang diberi pakan berlemak tinggi dengan menggunakan ekstrak daun katuk dan tepung kunyit. Peningkatan kualitas daging yang sesuai dengan tuntutan pasar/konsumen sudah mencapai taraf yang mendesak. Banyak kasus, terutama di negara maju dan di perkotaan, penderita jantung koroner, stroke dan penyempitan pembuluh darah serta penyakit degeneratif lainnya disebabkan oleh konsumsi daging yang rendah kualitasnya. 5. Masa pelaksanaan penelitian 6. Anggaran yang diusulkan 7. Lokasi penelitian (jelaskan) : Maret-November 2010 : Rp 75.000.000,: Jurusan Peternakan, Fakultas Pertanian UNIB

8. Hasil yang ditargetkan (jelaskan) : 1) performans ayam broiler lebih efisien; 2) kualitas daging ayam broiler berkualitas tinggi sesuai dengan tuntutan konsumen (enriched meat). 9. Luaran penelitian (lihat panduan) : 1) satu publikasi ilmiah di jurnal nasional terakreditasi (Media Peternakan, IPB); 2) teknologi tepat guna formula pakan broiler. 10. Institusi lain yang terlibat (sebut dan jelaskan keterkaitannya) Tidak ada.

11. Keterangan lain yang dianggap perlu Penelitian ini direncanakan menghasilkan dua buah skripsi mahasiswa. Adapun topik-topik yang akan diteliti oleh mahasiswa adalah: a) Pengaruh suplementasi ekstrak daun katuk dan tepung kunyit pada pakan berlemak tinggi terhadap performans ayam broiler. b) Pengaruh suplementasi ekstrak daun katuk dan tepung kunyit pada pakan berlemak tinggi terhadap deposisi lemak pada ayam broiler.

II.

SUBSTANSI PENELITIAN

ABSTRAK Salah satu kriteria ketahanan pangan yang baik adalah ketersediaannya bahan pangan yang berkualitas tinggi. Broiler sebagai bahan pangan dewasa ini kualitasnya masih belum sesuai dengan tuntutan konsumen yang menghendaki daging berlemak rendah seperti kolesterol, tetapi tinggi protein, asam amino yang seimbang, warna karkas dan daging yang baik, bau amis yang rendah, rasa daging yang enak, tinggi vitamin A serta tinggi kadar mineral, dan bebas mikrobia patogen serta bebas antibiotika. Rendahnya kualitas daging broiler disebabkan oleh pemberian lemak yang tinggi dalam pakan broiler. Pemberian lemak tinggi dalam pakan broiler itu tidak dapat dihindarkan, karena kebutuhan akan energi pada broiler sangat tinggi yang hanya dapat dipenuhi oleh minyak atau lemak. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan daging broiler dengan kualitas yang tinggi, dengan cara memberikan feed supplement berupa campuran ekstrak daun katuk dan tepung kunyit. Target khusus penelitian ini adalah: 1) feed supplement alami untuk pakan broiler berlemak tinggi; 2) performans ayam broiler lebih efisien; 3) kualitas daging ayam broiler yang tinggi (enriched meat). Seratus lima puluh ekor broiler didistribusikan ke dalam 10 kelompok perlakuan. Dalam setiap kelompok perlakuan terdiri dari 3 petak kandang yang masing-masing petak tersebut berisi 5 ekor broiler. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap. Adapun ke 10 kelompok perlakuan itu adalah sebagai berikut: 1) broiler diberi pakan berlemak hewan tinggi tanpa ekstrak daun katuk (EDK) dan tepung kunyit (kontrol); 2) broiler diberi pakan berlemak hewan tinggi yang mengandung 9 g EDK plus 0,5 g tepung kunyit; 3) broiler diberi pakan berlemak hewan tinggi yang mengandung 18 g EDK plus 0,5 g tepung kunyit; 4) broiler diberi pakan berlemak hewan tinggi yang mengandung 9 g EDK plus 1 g tepung kunyit; 5) broiler diberi pakan berlemak hewan tinggi yang mengandung 18 g EDK plus 1 g tepung kunyit; 6) broiler diberi pakan berminyak kelapa tinggi tanpa ekstrak daun katuk (EDK) dan tepung kunyit (kontrol); 7) broiler diberi pakan berminyak kelapa tinggi yang mengandung 9 g EDK plus 0,5 g tepung kunyit; 8) broiler diberi pakan berminyak kelapa tinggi yang mengandung 18 g EDK plus 0,5 g tepung kunyit; 9) broiler diberi pakan berminyak kelapa tinggi yang mengandung 9 g EDK plus 1 g tepung kunyit; 10) broiler diberi pakan berminyak kelapa tinggi yang mengandung 18 g EDK plus 1 g tepung kunyit. Adapun variabel yang diukur adalah performans broiler, dan uji organoleptik, vitamin A, kolesterol,lemak, kalium, dan Salmonella sp. dalam daging serta uji organoleptik. Semua data dianalisis varians (ANOVA) dan jika berbeda nyata akan diuji dengan kontras ortogonal. Luaran penelitian: 1) satu publikasi ilmiah di jurnal nasional terakreditasi (Media Peternakan, IPB); 2) formula pakan broiler (teknologi tepat guna). 4

BAB I. PENDAHULUAN a) Latar belakang Salah satu masalah yang amat penting bagi ketahanan suatu masyarakat atau bangsa adalah tersedianya bahan makanan bagi penduduknya. Bangsa yang mampu menyediakan bahan makanan bagi rakyatnya dengan cukup -- baik jumlah maupun kualitasnya -- akan mempunyai ketahanan nasional yang baik. Sebaliknya, bangsa yang tidak mampu menyediakan bahan makanan secara cukup akan mempunyai ketahanan nasional yang buruk. Ketergantungan pangan terhadap negara lain akan menguras devisa negara dan sekaligus akan menghancurkan sumber daya lokal di bidang pangan serta rentan terhadap embargo pangan. Salah satu bahan pangan yang sampai sekarang masih sangat rentan karena sebagian besar masih impor adalah daging. Selain sebagian besar masih impor, target konsumsi protein hewani asal ternak sebesar 6 g/kapita/hari yang setara dengan daging 10,3 kg/kapita/tahun, telur 6,5 kg/kapita/tahun, dan susu 7,2 kg/kapita/tahun juga masih belum tercapai (Rohayanah, 2006; Rusfidra, 2006). Konsumsi daging pada tahun 2007 baru tercapai sebesar 8,5 kg/kapita/tahun (Suryana, 2008). Untuk mendukung pencapaian target swasembada daging pada tahun 2014 yang merupakan salah satu prioritas baik di tingkat kabupaten, provinsi maupun nasional -dan pencapaian target konsumsi daging sebesar 10,3 kg/kapita/tahun, pengembangan industri broiler sebagai penyedia daging menjadi sangat mendesak. Ini disebabkan karena broiler dapat menyediakan daging dalam waktu relatif cepat, yaitu dengan umur panen berkisar 35-42 hari. Namun, industri broiler di Indonesia masih menghadapi beberapa tantangan yang harus segera diatasi agar Indonedia mampu menyediakan daging dalam jumlah yang cukup dengan kualitas yang baik dan menguntungkan produsen. Masalah pertama adalah rendahnya efisien produksi broiler, yang disebabkan oleh tingginya harga pakan broiler. Masalah kedua adalah tuntutan konsumen yang menghendaki daging broiler yang rendah lemak seperti kolesterol, tetapi tinggi protein, asam amino yang seimbang, warna karkas dan daging yang baik, bau amis yang rendah, rasa daging yang enak, tinggi vitamin A serta tinggi kadar mineral, dan bebas mikrobia patogen serta bebas antibiotika. Wuryaningsih (2005) dan Rahmianna (2006) menyatakan bahwa isu keamanan pangan asal ternak yang meresahkan masyarakat antara lain cemaran mikroba pathogen.

Penggunaan lemak tinggi pada industri broiler sudah menjadi praktek seharihari untuk memenuhi kebutuhan energi bagi ayam broiler, sebab tanpa pemberian lemak tinggi kebutuhan energi tidak akan terpenuhi. Namun, pemberian lemak tinggi pada pakan broiler menghasilkan daging dengan kualitas yang rendah, yang ditandai oleh tingginya kadar lemak dalam daging. Tingginya kadar lemak dalam daging menyebabkan rendahnya kadar protein dan zat gizi lainnya. Selain itu, mengkonsumsi daging berlemak tinggi akan membawa dampak negatif pada kesehatan manusia seperti tingginya resiko terkena atherosclerosis, stroke, jantung koroner dan penyakit metabolik lainnya. Selain itu, daging broiler yang dihasilkan masih belum bebas dari cemaran mikrobia patogen dan belum bebas antibiotika. Untuk itu diperlukan feed supplement yang mampu menurunkan kadar lemak daging sekaligus memperkaya zat gizi lain yang dibutuhkan serta mampu menghasilkan daging yang bebas mikrobia patogen (khususnya Salmonella sp. dan Escherichia coli) dan bebas antibiotika.

b) Tujuan Khusus Tujuan penelitian ini adalah untuk menghasilkan daging broiler berkuatilas tinggi pada ayam broiler yang diberi pakan berlemak tinggi dengan cara memberi feed supplement alami berupa campuran ekstrak daun katuk plus tepung kunyit.

c) Urgensi (Keutamaan) Penelitian Dari uraian tersebut di atas, maka ketersediaan daging broiler yang cukup jumlahnya dan baik kualitasnya sangat mendesak untuk segera diwujudkan. Ketercukupan protein hewani ini baik jumlah dan kualitasnya sangat penting bagi peningkatan ketahanan pangan di Indonesia (Siagian, 2007). Rendahnya kualitas daging broiler pada industri broiler di Indonesia dewasa ini ditandai oleh tingginya kadar lemak dalam daging dan cemaran mikrobia patogen serta tingginya residue antibiotika. Ini berarti Indonesia masih sangat rawan ketahanan pangannya. Berbagai hasil penelitian menunjukkan bahwa rendahnya kualitas daging memegang peranan utama sebagai penyebab penyakit jantung koroner dan gangguan kronis lainnya (Grundy dan Denke, 1990), sementara cemaran mikrobia patogen menyebabkan penyakit infeksi (Baumler et al., 2000). Jadi, sangatlah logis jika Pemerintah Daerah dan Pemerintah Pusat dewasa ini sangat memprioritaskan ketersediaan daging dalam 6

jumlah yang cukup dengan kualitas yang baik, agar ketahanan pangan di Indonesia semakin tinggi. Di sisi lain, hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian lemak ke dalam pakan broiler adalah sangat penting. Hal ini disebabkan oleh karena bahan pakan berlemak tinggi menyediakan energi yang tinggi yang amat diperlukan dalam pakan broiler. Selain itu lemak juga sebagai penyedia asam lemak esensial bagi broiler serta harganya lebih murah daripada minyak karena lemak hewan merupakan limbah yang juga menjadi masalah dalam pengelolaannya. Manfaat lain pemberian lemak tinggi adalah peningkatan efisiensi pertumbuhan broiler yang disebabkan antara lain adanya peningkatan efisiensi penggunaan energi metabolis dan protein (Nitsan et al., 1997; Santoso, 2001), dan peningkatan sintesis protein (Santoso, 2001d). Pakan berlemak tinggi terbukti meningkatkan waktu retensi pakan dalam usus atau memperpanjang laju alir, sehingga proses pencernaan dan penyerapan zat gizi non lemak lebih baik (Sanz et al., 1999). Namun demikian, pemberian lemak hewan berkadar tinggi terbukti meningkatkan kadar trigliserida, total lemak dan total kolesterol dalam daging, hati dan serum yang disebabkan oleh peningkatan sintesis asam lemak dan sintesis kolesterol. Iriyanti et al. (2005) menemukan bahwa pemberian minyak lemuru dan/atau minyak kelapa sawit meningkatkan kadar kolesterol darah pada ayam. Pakan yang mengandung lemak tinggi akan mengakibatkan menurunnya kualitas karkas karena tingginya deposisi lemak (Pesti dan Fletcher, 1983). Sobri et al. ((2006) juga menyatakan bahwa pemberian lemak tinggi meningkatkan lemak karkas, lemak abdominal dan kolesterol. Selanjutnya Sobri et al. (2006) menemukan bahwa pemberian asam lemak jenuh meningkatkan lemak abdominal, lemak daging dan kolesterol daging pada itik jantan. Pemberian asam lemak trans yang tinggi (lemak hewan dan minyak kedelai) meningkatkan kadar kolesterol plasma (Hartoyo et al., 2005). Hal ini diperkuat oleh Santoso (2001d) dimana pemberian minyak kedelai yang tinggi meningkatkan deposisi lemak pada broiler. Rodriguez-Vico et al. (1993) menemukan bahwa pemberian minyak kelapa sebanyak 10% meningkatkan kadar kolesterol, trigliserida dan fosfolipid plasma pada ayam bertumbuh. Santoso et al. (2001a) juga menemukan bahwa pemberian pakan berkolesterol tinggi meningkatkan kadar kolesterol di hati dan serum pada tikus. Akibat negatif lain dari pemberian lemak atau minyak yang tinggi adalah meningkatnya bau amis daging. Daging broiler yang berkadar lemak tinggi tentunya akan menurunkan nilai jual daging tersebut, 7

karena konsumen dewasa ini cenderung untuk mengkonsumsi produk ayam berlemak rendah. Ada beberapa kerugian yang dihasilkan oleh hal tersebut. Pertama adalah bahwa lemak yang tinggi akan mengurangi keuntungan industri broiler karena lemak dinilai sebagai limbah, dan juga meningkatkan biaya pengolahan limbah broiler. Kedua, mengkonsumsi daging berlemak tinggi akan dapat menimbulkan kerugian bagi konsumen. Kerugian tersebut meliputi turunnya cita rasa daging dan tingginya resiko terkena berbagai penyakit metabolik seperti hiperkolesterolemia, atherosclerosis, jantung koroner, stroke, kanker (Pal et al., 1999; Grundy dan Denke, 1990; Hardini et al., 2004). Di negara maju dan kota besar, konsumsi daging berlemak tinggi berkorelasi positif dengan kejadian beberapa penyakit metabolik tersebut. Disana penyakit tersebut telah menjadi penyakit nomor satu penyebab kematian. Oleh sebab itu, pemberian pakan berlemak tinggi pada broiler perlu diimbangi oleh bahan pakan (feed supplement) lain untuk menghambat laju pertumbuhan lemak. Berdasarkan uraian di atas, maka diperlukan suatu cara untuk menurunkan pengaruh negatif pemberian lemak hewan pada ayam broiler. Ekstrak daun katuk telah terbukti mampu menurunkan kadar kolesterol dan trigliserida daging serta penimbunan lemak pada broiler (Santoso et al., 2004) dan ayam petelur (Santoso et al., 2005) yang diberi pakan dengan kadar lemak yang rendah. Namun belum diketahui apakah ekstrak daun katuk mampu menurunkan zat nutrisi tersebut secara efektif pada broiler yang diberi pakan berkadar lemak tinggi. Hal ini terkait dengan fakta bahwa pemberian bahan yang terbukti mampu menurunkan kadar lemak pada ayam yang diberi pakan berlemak rendah, belum tentu efektif menurunkan lemak jika broiler tersebut diberi lemak tinggi. Santoso et al. (2001b) menemukan bahwa pemberian daun tu-chung sebanyak 5% mampu menurunkan kadar kolesterol dan trigliserida pada ayam bertumbuh yang diberi pakan berlemak rendah, tetapi tidak mampu menurunkan kadar berlemak tinggi. Untuk itu ekstrak daun katuk perlu dikombinasikan dengan feed supplement lain. Kunyit berpotensi untuk menurunkan deposisi lemak pada broiler (Samarasinghe et al., 2003). Peneliti ini memberikan tepung kunyit sebanyak 1 g/kg pakan dan menemukan bahwa tepung kunyit mampu menurunkan lemak abdominal. Senyawa aktif dalam kunyit yang berpotensi untuk menurunkan lemak sekaligus 8 senyawa tersebut jika ayam tersebut diberi pakan

sebagai zat antibakteri serta zat antioksidan adalah kukurmin beserta turunannya (Sundaryono, 2004, 2005). Untuk itu, penelitian ini dirancang untuk menurunkan deposisi lemak pada ayam broiler yang diberi pakan berlemak tinggi dengan menggunakan kombinasi ekstrak daun katuk dan tepung kunyit pada ayam broiler.

d. Luaran Penelitian Penelitian ini direncanakan menghasilkan beberapa luaran (output) penelitian. Pertama, penelitian ini direncanakan akan menghasilkan satu publikasi ilmiah di jurnal nasional terakreditasi (Media Peternakan, IPB). Selain itu, data pendukung yang dihasilkan oleh penelitian ini juga akan dapat dipublikasikan di jurnal nasional tak terakreditasi sebanyak satu publikasi. Kedua, penelitian ini direncanakan akan menghasilkan teknologi tepat guna, yaitu berupa formula pakan broiler. Formula ini mampu menghasilkan daging dengan kualitas yang diharapkan oleh konsumen, yaitu daging yang kaya gizi (tinggi protein, -karotin, mineral dan vitamin A) dan rendah lemak seperti kolesterol serta bebas mikrobia patogen dan residu antibiotika. Formula ini juga mampu meningkatkan efisiensi produksi, sehingga tingkat keuntungan yang diperoleh industri broiler meningkat. Meningkatnya keuntungan ini selain disebabkan oleh meningkatnya efisiensi produksi, juga diduga disebabkan oleh meningkatnya harga daging broiler sebanyak 30-50%.

BAB II. STUDI PUSTAKA Menurut Peraturan Pemerintah Nomor 68 tahun 2002 tentang Ketahanan Pangan, bahwa ketahanan pangan adalah kondisi terpenuhinya pangan bagi rumah tangga yang tercermin dari tersedianya pangan cukup, baik jumlah maupun mutunya, aman, merata dan terjangkau [Pasal 1 ayat (1)]. Menurut FAO (1996) dan Undang Undang Republik Indonesia Nomor 7 tahun 1996 ada empat komponen yang harus dipenuhi untuk mencapai kondisi ketahanan pangan, yaitu: kecukupan ketersediaan pangan; stabilitas ketersediaan pangan tanpa fluktuasi dari musim ke musim atau dari tahun ke tahun; aksesibilitas/keterjangkauan terhadap pangan dan; kualitas/keamanan pangan. Jika hanya mendasarkan kepada definisi di atas, maka ketersediaan pangan baik jumlah dan kualitasnya tidak memandang apakah kecukupan pangan tersebut 9

dipenuhi dari dalam negeri atau luar negeri. Hal ini dapat menjadikan suatu negara bergantung kepada negara lain dalam hal kecukupan pangan. Kondisi ini tentu saja rentan terhadap embargo pangan yang berarti sesungguhnya ketahanan pangan suatu negara tersebut tidak stabil. Untuk menjamin kestabilan ketahanan pangan dalam negeri, maka Peraturan Pemerintah Nomor 68 tahun 2002 pada Pasal 3 menyebutkan bahwa sumber penyediaan pangan diutamakan berasal dari produksi pangan dalam negeri. Selanjutnya Pasal 2 ayat (2) menyebutkan bahwa untuk mewujudkan penyediaan pangan dilakukan (antara lain dengan, pen.) mengembangkan sistem produksi pangan yang bertumpu pada sumberdaya, kelembagaan dan budaya lokal. Sayangnya, sampai saat ini pengembangan sistem produksi dalam negeri masih menemui beberapa kendala, yang mengakibatkan Indonesia masih bergantung kepada impor dalam mencukupi kebutuhan pangan, baik jumlah dan kualitasnya. Salah satu bahan pangan yang masih impor adalah sumber protein asal ternak seperti daging, susu dan telur. Selain sebagian besar masih impor, target konsumsi protein hewani asal ternak sebesar 6 g/kapita/hari yang setara dengan daging 10,3 kg/kapita/tahun, telur 6,5 kg/kapita/tahun, dan susu 7,2 kg/kapita/tahun (Rohayanah, 2006; Rusfidra, 2006) juga masih belum tercapai. Konsumsi daging pada tahun 2007 baru tercapai sebesar 8,5 kg/kapita/tahun (Suryana, 2008). Untuk mendukung pencapaian target swasembada daging pada tahun 2014 dan pencapaian target konsumsi daging sebesar 10,3 kg/kapita/tahun, pengembangan industri broiler sebagai penyedia daging menjadi sangat mendesak. Ini disebabkan karena broiler dapat menyediakan daging dalam waktu relatif cepat, yaitu dengan umur panen berkisar 35-42 hari. Namun, industri broiler di Indonesia masih menghadapi beberapa tantangan yang harus segera diatasi agar Indonedia mampu menyediakan daging dalam jumlah yang cukup dan mempunyai mutu yang baik serta menguntungkan bagi produsen. Masalah pertama adalah masih rendahnya efisien produksi broiler, yang disebabkan oleh tingginya harga pakan broiler. Masalah kedua adalah tuntutan konsumen yang menghendaki daging broiler yang rendah lemak seperti kolesterol, tetapi tinggi protein, asam amino yang seimbang, warna karkas dan daging yang baik, bau amis yang rendah, rasa daging yang enak, tinggi vitamin A serta tinggi kadar mineral, dan bebas mikrobia patogen serta bebas antibiotika. Kedua masalah tersebut dapat diatasi dengan memberikan feed supplement ke dalam pakan berlemak tinggi tersebut.

10

Lemak Lemak merupakan isitilah generik dan sudah umum dimasukkan ke dalam pakan unggas untuk meningkatkan densitas energi dan mengurangi sifat berdebu pada pakan (Turgut et al., 2006). Tingkat ketidakjenuhan dan panjang rantai mempengaruhi metabolisme, kecernaan dan penyerapan lemak dan akibatnya mempengaruhi nilai ME-nya. Lemak yang berasal dari hewan mempunyai lebih rendah nilai yodium dan lebih tinggi penyerapannya jika dibandingkan dengan minyak yang berasal dari tumbuhan. Ada beberapa keuntungan jika pakan broiler mengandung lemak tinggi. Terdapat bukti bahwa pemberian lemak yang lebih tinggi memberikan sumbangan terhadap perbaikan toleransi panas pada broiler (Daghir, 1995). Zulkifli et al. (2003) melaporkan bahwa pemberian pakan mengandung kadar tinggi minyak sawit meningkatkan performans pertumbuhan dan daya tahan terhadap panas pada broiler. Namum, penambahan lemak yang tinggi pada broiler dapat meningkatkan deposisi lemak, kehilangan vitamin A dan E oleh oksidasi dan perubahan flavor daging unggas (Patrick dan Schaible, 1980). Zulkifli et al. (2007) menemukan bahwa choice feeding lemak terbukti sangat efektif jika pakan tunggal dengan penambahan minyak sawit yang tinggi dapat menurunkan pengaruh negatif dari suhu tinggi pada ayam broiler. Pemberian lemak yang tinggi meningkatkan berat badan dan memperbaiki efisiensi penggunaan pakan pada ayam petelur (Turgut et al., 2006). Namun demikian pemberian lemak tinggi dalam pakan menimbulkan beberapa kerugian. Penambahan lemak yang tinggi pada broiler dapat meningkatkan deposisi lemak, kehilangan vitamin A dan E oleh oksidasi dan perubahan flavor daging unggas (Patrick dan Schaible, 1980). Turgut et al. (2006) menemukan bahwa pemberian lemak tinggi meningkatkan kadar trigliserida, VLDL dan kolesterol dalam serum. Selain itu, ditemukan bahwa pemberian lemak (tallow) yang lebih tinggi cenderung menurunkan kadar kalsium dalam serum, menurunkan kadar abu, berat abu dan berat tulang pada tibia ayam petelur. Mengkonsumksi produk berkolesterol tinggi akan meningkatkan kadar kolesterol darah. Akan tetapi asam lemak jenuh dan lemak-trans mempunyai pengaruh yang lebih tinggi dari pada kolesterol terhadap peningkatan kolesterol darah dan LDL-kolesterol. Peningkatan kadar kolesterol darah akan meningkatkan resiko

11

terkena penyakit jantung koroner, yang dapat berlanjut kepada serangan jantung (Sparks, 2006). Asam lemak jenuh dan kolesterol dalam jumlah yang tinggi akan meningkatkan low density lipoprotein (LDL) dan kolesterol darah, sehingga mengakibatkan penyakit aterosklerosis dan gangguan jantung (Pal et al., 1999). Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa konsumsi kolesterol tinggi menyebabkan gangguan hiperkolesterol dan atherosclerosis pada kebanyakan hewan dan primata (Strong dan McGill, 1967; Grundy dan Denke, 1990). Hardini et al. (2004) menyatakan bahwa kandungan kolesterol yang tinggi dalam telur jika dikonsumsi melebihi kebutuhan akan menyebabkan tingginya resiko terkena penyakit jantung koroner, stroke dan hiperkolesterolemia. Aksi asam lemak sebagai lipid yang meningkatkan kadar kolesterol total jika dibandingkan dengan karbohidrat telah lama dipublikasikan. Hasil penelitian Ahrens et al. (1957), Keys et al. (1965), Hegsted et al. (1965) menunjukkan bahwa asam lemak jenuh meningkatkan total kolesterol. Mattson dan Grundy (1985), Grundy dan Vega (1988) melaporkan bahwa kadar LDL-kolesterol, sebagaimana total kolesterol, meningkat oleh pemberian asam lemak jenuh dalam pakan. Rodriguez-Vico et al. (1993) menemukan bahwa pemberian minyak kelapa sebesar 10% dan 20% meningkatkan secara drastik kadar total kolesterol dan trigliserida dalam lipoprotein pada ayam bertumbuh. Tanaka et al. (1973) menemukan bahwa pemberian asam stearat pada sapi meningkatkan kadar trigliserida, kolesterol ester, kolesterol bebas dan fosfolipid dalam serum. Takahashi et al. (1981b) menemukan bahwa pemberian minyak kelapa dan lemak lard meningkatkan deposisi lemak pada ayam. Hal ini disebabkan oleh meningkatnya sejumlah asam lemak yang secara langsung masuk ke dalam lemak tubuh. Hood (1971) menemukan bahwa pemberian lemak hewan (sapi) secara drastik meningkatkan sintesis kolesterol dalam hati dan kadar trigliserida dalam serum pada puyuh. Sanyoto dan Riyanto (2004) menemukan bahwa pemberian minyak kelapa dan lemak sapi sebanyak 3% meningkatkan deposisi lemak abdominal. Peningkatan deposisi lemak abdominal ini disebabkan oleh tingginya kadar lemak dalam pakan. Hasil penelitian Laurin et al. (1985) menunjukkan bahwa suplementasi lemak meningkatkan kadar lemak karkas secara signifikan. Selain meningkatkan deposisi lemak abdominal, pemberian minyak kelapa diketahui mempunyai efek positif yaitu meningkatkan kandungan vitamin E dalam hati pada unggas. Soto-Salanova dan Sell 12

(1995) menemukan bahwa pemberian minyak kelapa pada level 9,98% pada ayam bertumbuh mempunyai kadar vitamin E di hati lebih tinggi jika dibandingkan dengan ayam yang diberi minyak sayur atau tallow. Legowo (2004) menyatakan bahwa masalah gangguan kesehatan akibat mengkonsumsi lemak terutama dipengaruhi oleh tiga hal yaitu jumlah, jenis dan kondisi lemaknya. Ada kecenderungan konsumen di Indonesia terutama masyarakat ekonomi lemah-sedang untuk mengkonsumsi lemak produk hewan yang sebenarnya merupakan limbah dan minyak yang mengandung asam lemak jenuh sebagai sumber energi. Hal ini tentunya dapat meningkatkan kadar kolesterol, trigliserida dan jenis lemak lainnya dalam darah, yang dapat berkembang menjadi gangguan kesehatan. Sementara, konsumen ekonomi menengah-atas cenderung berusaha mengkonsumsi produk hewan rendah lemak, sehingga kebutuhan akan produk hewan rendah lemak sudah menjadi gaya hidup mereka. Udayana (2005) menemukan bahwa pemberian lemak sapi sebanyak 7,16% tidak menurunkan berat badan dan persentase karkas pada itik Bali, sedangkan pemberian diatas level tersebut menurunkan kedua variabel tersebut. Penurunan berat badan dan karkas oleh pemberian lemak di atas 7,16% dapat dicegah jika dalam pakan ditambahkan feed additive yang berperan meningkatkan kedua variabel tersebut. Lemak sapi dan lemak ayam merupakan bahan pakan tinggi energi tetapi berharga murah. Pemanfaatan lemak hewan (sapi, ayam dll.) sebagai sumber energi secara ekonomis menguntungkan karena harganya yang lebih murah jika dibandingkan dengan jagung. Selain itu, lemak dapat dimanfaatkan sebagai sumber asam lemak esensial bagi unggas. Permasalahan tingginya akumulasi lemak pada broiler sebagai akibat pakan berlemak tinggi dapat diatasi dengan ekstrak daun katuk dan tepung kunyit. Berdasarkan hasil penelitian, daun katuk kaya akan -karotin yaitu sebanyak 10.020 g (Depkes, 1982). -karotin selain berfungsi meningkatkan kadar -karotin dan vitamin A dalam karkas broiler, ia juga berfungsi sebagai antilemak. Selain itu, daun katuk juga kaya akan vitamin C, flavonoid dan methyl pyrroglutamate (Agustal et al., 1997) dimana senyawa-senyawa tersebut juga bersifat antilemak. Hasil penelitian Santoso et al. (2002, 2005) menunjukkan bahwa pemberian ekstrak air panas (suhu 90oC) sebanyak 9 g/kg ransom meningkatkan warna kuning telur dan mampu menurunkan kadar kolesterol dalam telur sebesar 40%. Hasil penelitian Santoso et al.

13

(2002) menunjukkan bahwa pemberian ekstrak air panas (suhu 90oC) menurunkan kadar kolesterol telur lebih baik daripada ekstrak etanol atau ekstrak methanol. Dalam penelitian lain (Santoso et al., 2001), ekstrak air panas ini mampu menurunkan akumulasi lemak abdomen sebanyak 30%. Ekstraksi dengan air pada suhu tinggi sangat penting artinya untuk menghilangkan efek negative dari daun katuk. Menurut Chang et al. (1988) dan Lai et al. (1996) bahwa mengkonsumsi jus segar dari daun katuk dapat merangsang kelainan pada paru-paru yaitu Bronchiolitis obliterans dan chronic obstructive pulmonary disease. Pengaruh negatif ini dapat dikurangi dengan merebus daun katuk. Senyawa lain yang penting dalam daun katuk yang kemungkinan berperan dalam metabolisme zat gizi ditemukan oleh Agustal et al. (1997). Mereka menemukan bahwa hasil GCMS terhadap ekstrak daun katuk, maka ditemukan ada 6 senyawa utama yaitu monomethyl succinate dan cis-2-methyl cyclopentanol acetate (ester), asam benzoat dan asam fenil malonat (asam karboksilat), 2-pyrrolidinon dan methyl pyrroglutamate (alkaloid). Apabila daun katuk dipanaskan dengan air, maka senyawasenyawa ester yang ada dalam daun katuk akan dihidrolisis menjadi asam karboksilat. Sedangkan Suprayogi (2000) menemukan bahwa daun katuk mengandung androstan17-one, 3-ethyl-3-hydroxy-5 alpha (steroid). Depkes (1982) menemukan bahwa daun katuk kaya akan vitamin C yaitu sebanyak 164 mg/100 gram daun katuk. Vitamin C berguna bagi kesehatan broiler dan petelur yang dipelihara pada daerah tropis yang mempunyai suhu dan kelembaban tinggi. Suplementasi vitamin C juga berguna bagi broiler dan petelur yang mempunyai pertumbuhan dan produktivitas tinggi. Ipek et al. (2007) nenemukan bahwa pemberian vitamin E dan C mampu meningkatkan produksi telur, efisiensi penggunaan pakan dan pertambahan berat badan.

Feed Supplement Salah satu upaya untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi penggunaan pakan adalah dengan menambahkan feed supplemnet ke dalam pakan broiler. Feed supplement adalah zat atau bahan yang ditambahkan ke dalam pakan yang dapat meningkatkan kesehatan ternak dan proses pemanfaatan gizi oleh ternak (Sinurat et al., 2002). Salah satu senyawa yang dapat terdapat dalam feed supplement komersial adalah antibiotik. Meskipun antibiotik mampu meningkatkan produktivitas, namun antibiotik ternyata mempunyai efek negatif terhadap kesehatan manusia ketika mereka 14

mengkonsumsi daging dan telur (Barton dan Hart, 2001), sehingga banyak negara yang kemudian melarang penggunaannya. Peneliti lain (Chen et al., 1998; Imik et al., 2006; dan Kyriakis et al., 2003) juga menemukan bahwa meskipun antibiotika sebagai perangsang pertumbuhan dengan cara mengurangi bakteri dan memodifikasi mikroflora dalam saluran pencernaan, antibiotika juga tersimpan dalam produk ternak dan berpotensi menyebabkan resistensi mikrobia patogen yang menyerang manusia. Hal ini diperkuat oleh Khaksefidi dan Rahimi (2005) bahwa penggunaan antibiotik untuk meningkatkan pertumbuhan, efisiensi pakan dan mencegah infeksi usus menyebabkan berkembangnya bakteria yang resisten terhadap antibiotik saluran pencernaan dan adanya residu obat dalam daging, dan telur. Feed supplement komersial disamping mengandung antibiotik, ia juga mengandung senyawa sintetik. Terdapat bukti bahwa penggunaan senyawa sintetik mempunyai efek samping yang lebih besar daripada senyawa alami. Cao et al. (2004) menemukan bahwa penggunaan senyawa sintetik ternyata lebih berpotensi untuk merusak sistem kekebalan tubuh daripada senyawa alami. Mekanisme tentang lebih tingginya efek samping senyawa sintetik masih belum diketahui. Selain itu, senyawa sintetik akan terakumulasi dalam daging, dan ketika dikonsumsi, dapat mempunyai efek negatif terhadap kesehatan manusia dalam jangka panjang. Selain permasalahan tersebut di atas, feed supplement komersial yang dijual di pasar tidak mengandung senyawa-senyawa yang mampu meningkatkan kualitas daging broiler seperti warna karkas dan warna daging, dan rasa daging serta tidak mengandung 2007). Daun Katuk dan Ekstraknya Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian tepung daun katuk sebesar 3% mampu menurunkan deposisi lemak abdominal dan karkas (Santoso dan Sartini, 2001). Meskipun tepung daun katuk mampu menurunkan deposisi lemak sampai level yang efisien, performans ayam broiler menurun. Turunnya performans broiler tentu saja dapat menurunkan tingkat keuntungan yang diperoleh oleh peternak. Berdasarkan asumsi bahwa serat kasar sebagai penyebab utama turunnya performans dan bahwa senyawa aktif dalam tepung daun katuk masih relatif rendah, maka selanjutnya diteliti pengaruh ekstrak daun katuk (Santoso et al., 2001c). Selanjutnya dinyatakan bahwa 15 senyawa-senyawa yang mampu menurunkan Salmonella sp., Escherichia coli, kolesterol, trigliserida, dan bau amis produk unggas (Medion, dalam

ekstrak daun katuk yang diberikan melalui air minum mampu menurunkan deposisi lemak sama efisiennya dengan tepung daun katuk dengan diiringi oleh naiknya performans ayam broiler. Dari hasil penelitian ini pula diketahui bahwa ekstrak daun katuk berpotensi untuk menurunkan mikrobia patogen dan menaikkan mikrobia efektif. Namun terdapat kelemahan dalam metode di atas, yaitu cara pemberian ekstrak daun katuk yang melalui air minum tidak efisien, sebab banyak ekstrak daun katuk yang terbuang karena tidak habis diminum oleh broiler. Untuk mengatasi kelemahan itu maka penelitian dilanjutkan dengan memberikan ekstrak daun katuk kepada broiler sebagai feed supplement (Santoso, 2001a,b,c). Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa pemberian ekstrak daun katuk sebanyak 18 g/kg ransum mampu menurunkan deposisi lemak di abdomen, leher, paha, dan hati. Selanjutnya ditemukan bahwa pemberian ekstrak daun katuk mampu meningkatkan efisiensi produksi yang ditandai oleh naiknya pertambahan berat badan dan efisiensi penggunaan pakan. Hasil perhitungan bahwa suplementasi ekstrak daun katuk meningkatkan keuntungan secara sangat nyata. Suplementasi ekstrak daun katuk ke dalam ransum broiler juga terbukti bahwa menurunkan jumlah Salmonella sp. dan Escherichia coli pada daging, dan mampu meningkatkan mikrobia efektif seperti Lactobacillus sp. pada daging. Dari serangkaian penelitian tersebut serta senyawa aktif yang terdapat dalam daun katuk (Agustal et al., 1997; Suprayogi, 2000) serta kandungan gizi yang baik (Santoso dan Sartini, 2001), maka ekstrak daun katuk diduga berpotensi menurunkan kolesterol serta memperkaya zat gizi seperti asam amino serta memodifikasi asam lemak. Untuk membuktikan hal ini maka penelitian kemudian dilanjutkan melalui Penelitian Hibah Pekerti (Santoso et al., 2004). Hasil penelitian membuktikan bahwa ekstrak daun katuk mampu menurunkan kadar kolesterol dan lemak total daging broiler secara nyata, memperkaya asam amino terutama asam glutamat, total asam amino dan kadar proteinnya. Santoso et al. (2004) yang menemukan kandungan protein ekstrak daun katuk sebanyak 24% serta mengandung asam aspartat, asam glutamat, serin, glisin, histidin, arginin, treonin, alanin, prolin, tirosin, valin, metionin, sistin, isoleusin, leusin, fenilalanin dan lisin. Selain itu, hasil penelitian Agustal et al. (1997) menunjukkan bahwa salah satu senyawa utama dalam daun katuk adalah metilpiroglutamat. Metil piroglutamat (Suprayogi, 2000) dapat dikonversikan menjadi asam glutamat. Asam glutamat merupakan senyawa antara dalam sintesis asam amino dan protein. Santoso et al. (2005) menyatakan bahwa gugus metil sebagai hasil 16

pemecahan

methylpyroglutamate,

monomethyl

succinate

and

cis-2-methyl-

cyclopenthanol acetate mempunyai peranan penting dalam reaksi biokimia sebagai sumber metil dari luar, misalnya sebagai sumber metil bagi sintesis metionin (Santoso et al., 2005). Santoso et al. (2004) menemukan bahwa pemberian ekstrak katuk sebesar 9 g/kg mampu meningkatkan kadar protein daging sebesar 33%. Peningkatan protein daging yang nyata ini mempunyai arti penting terhadap industri broiler, sebab USDA (1997) menyatakan bahwa untuk mengklaim secara legal bahwa produknya meningkatkan sejumlah zat gizi, maka produk tersebut harus mengandung paling sedikit 25% lebih banyak daripada jumlah zat gizi yang normal. Peningkatan kadar protein daging masih dimungkinkan pada level pemberian ekstrak di atas 9 g/kg ransum. Hasil penelitian ini diperkuat pada ayam petelur (Santoso et al., 2005) yang menunjukkan bahwa pemberian ekstrak daun katuk sebesar 9 g/kg pakan mampu menurunkan kadar kolesterol telur sebesar 40%. Hasil ini juga diperkuat oleh penelitian Subekti (2003) pada ayam kampung. Dari serangkaian penelitian tersebut dapat ditarik simpulan bahwa ekstrak daun katuk mampu meningkatkan kualitas daging broiler. Hasil penelitian (Santoso et al., 2008a) menunjukkan bahwa daun katuk yang diekstrak tanpa pemanasan (hanya dibuat jus) mampu menggantikan feed supplement komersial dengan kualitas daging yang lebih baik serta kadar kolesterol yang lebih rendah. Selanjutnya dinyatakan bahwa kelebihan ekstrak daun katuk jika dibandingkan dengan feed additive komersial, disamping lebih kaya akan senyawa-senyawa yang dapat digunakan untuk menghasilkan enriched meat, juga mempunyai kelebihan dalam aspek harga. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa harga jual ekstrak daun katuk adalah Rp feed additive. Jika kita 15.000,-/kg, sedangkan harga feed additive komersial adalah sebesar Rp 30.000,-/kg. Jika dihitung, setiap ekor ayam broiler membutuhkan 17,5 g menggunakan feed additive komersial diperlukan biaya sebesar Rp 525,-, tetapi jika menggunakan ekstrak katuk diperlukan biaya hanya Rp 262,5 per ekornya. Jika dalam industri broiler skala menengah yang mengeluarkan broiler sebanyak 20.000 ekor setiap bulannya, maka akan dihemat biaya sebesar Rp 5.250.000,-/bulan. Keuntungan lain penggunaan ekstrak daun katuk adalah harga daging atau telur yang dihasilkan mempunyai harga lebih tinggi antara 30-60% dari harga daging dan telur yang diberi feed additive komersial serta mempunyai mutu internasional. Hasil pengamatan di pasar menunjukkan bahwa telur bebas Salmonella sp saja dijual dengan harga Rp 1.000,-/butir, sementara telur biasa hanya Rp 600,- - Rp 700,-. Padahal, produk dari 17

penelitian ini bukan saja menghasilkan daging dan telur yang bebas Salmonella sp., tetapi juga bebas Escherichia coli, rendah kolesterol, kaya -karotin, kaya asam glutamat, asam aspartat, arginin, dan bebas residu senyawa sintetik & antibiotik serta tinggi kelezatan tetapi rendah bau amisnya. Namun efektivitas ekstrak daun katuk untuk meningkatkan kualitas daging pada broiler yang diberi pakan berlemak tinggi belum terbukti. Ekstrak daun katuk juga berpotensi meningkatkan kadar mineral dalam daging terutama kalsium, fosfor, kalium dan besi. Santoso et al. (2004) menemukan bahwa ekstrak daun katuk kaya akan mineral dengan kandungan abu sebesar 8,76%. Selanjutnya, Santoso et al. (2001) menemukan bahwa ekstrak daun katuk kaya akan kalsium, kalium dan fosfor; dan juga besi (Yahya et al., 1992). Menurut Yahya et al. (1992) daun katuk segar mengandung zat besi sebanyak 6,25 mg per seratus gram daun, sedangkan menurut Padmawati dan Rao (1990) sebesar 8,8 mg. Dugaan bahwa ekstrak katuk berpotensi meningkatkan mineral daging ini didukung oleh hasil penelitian Santoso (2001a) yang menemukan bahwa pemberian ekstrak daun katuk sebesar 18 g/kg ransum mampu menurunkan kelainan kaki Jika satu kg daun segar menghasilkan 300 gram ekstrak katuk (Santoso et al., 1998) dan hasil penelitian Yahya et al. (1992) dan Padmawati dan Rao (1990) dijadikan acuan bahwa sekitar 60% zat besi terekstrak, maka dalam 300 gram ekstrak katuk terkandung lebih kurang 0,1125 0,1590% atau setara dengan 1125 1590 ppm. Daya guna ekstrak katuk diduga akan lebih meningkat jika ekstraksi dilakukan pada suhu yang lebih rendah. Risfaheri et al. (1997) menemukan bahwa meskipun ekstraksi dengan air panas (suhu 90oC) menghasilkan rendemen yang tinggi namun beberapa senyawa penting mengalami kerusakan. Meskipun ekstrak daun katuk terbukti mampu menurunkan deposisi lemak pada ayam broiler yang diberi pakan berlemak rendah, namun efektivitasnya pada pakan berlemak tinggi diperkirakan masih belum optimal, yaitu belum mampu menurunkan deposisi lemak di atas 25%. Oleh sebab itu diperlukan feed supplement lain agar penurunan deposisi lemak di atas 25%. Kunyit Kunyit berpotensi untuk menurunkan deposisi lemak pada broiler (Samarasinghe et al., 2003). Peneliti ini memberikan tepung kunyit sebanyak 1 g/kg

18

pakan dan menemukan bahwa tepung kunyit mampu menurunkan lemak abdominal. Senyawa aktif utama dalam kunyit adalah curcumin, suatu antioksidan kuat (Asai et al., 1999; Murray and Pizzorno, 1999), dan turmerin suatu antioksidan peptida (Srinivas et al., 1992). Senyawa aktif dalam kunyit yang berpotensi untuk menurunkan lemak sekaligus sebagai zat antibakteri serta zat antioksidan adalah kukurmin beserta turunannya (Sundaryono, 2004, 2005). Kermanshahi dan Riasi (2006) menemukan bahwa pemberian tepung kunyit secara nyata menurunkan kadar trigliserida, kolesterol total dan LDL-kolesterol dalam serum ayam petelur. Hussain (2002) menyatakan bahwa pemberian curcumin dari kunyit mampu menurunkan penimbunan lemak pada hewan. Jain et al. (2007) melalui telaah pustakanya menyatakan bahwa kunyit mampu menurunkan penimbunan lemak pada kelinci, menurunkan resiko terkena atherosclerosis yang disebabkan oleh turunnya kolesterol serum, mencegah oksidasi LDL pada kelinci, dan menormalkan kembali tekanan darah. Selanjutnya dinyatakan bahwa sifat menurunkan deposisi lemak dari kunyit ini juga dibuktikan pada jenis hewan lainnya. Berdasarkan uraian di atas, maka diduga kombinasi suplementasi ekstrak daun katuk dan tepung kunyit akan mampu secara nyata menurunkan kolesterol, trigliserida dan deposisi lemak pada berbagai organ tanpa menurunkan produksi dan efisiensi penggunaan pakan pada broiler yang diberi pakan berlemak tinggi. Selain itu, feed supplement alami ini mampu menurunkan bau amis daging dan jumlah mikrobia patogen (Salmonella sp. dan Escherichia coli), tetapi mampu meningkatkan rasa, vitamin A, -karotin dan mineral dalam daging.

BAB III. METODE PENELITIAN Penelitian yang akan dilaksanakan melalui Hibah Penelitian Strategis Nasional merupakan tahap akhir dari serangkaian penelitian berikut ini. No. 1. Tahun 1995 Judul Luaran Indikator capaian Publikasi Lemak turun abdomen 30% tapi

Pengaruh tepung daun 1. katuk

terhadap internasional.

performans dan deposisi 2. satu skripsi terjadi penurunan lemak abdomen. performans. mahasiswa.

19

No. 2.

Tahun 1996

Judul

Luaran

Indikator capaian abdomen dengan yang

Pengaruh ekstrak daun 1. Satu publikasi di Lemak katuk dalam air minum jurnal deposisi lemak. nasional turun terhadap performans dan terakreditasi. 2. Dua

performans skripsi lebih baik.

mahasiswa. 3. 1998 Pengaruh ekstrak daun 1. Tiga publikasi di Lemak katuk dalam ransum jurnal nasional turun, terhadap performans, terakreditasi. abdomen performans

lebih baik dengan

deposisi lemak, mutu 2. Tiga skripsi mutu daging yang daging dan jumlah mahasiswa. lebih baik dan mikrobia patogen pada daging. rendahnya mikrobia patogen. Level terbaik adalah pada level 18 g ekstrak daun katuk/kg ransum 4. 1999 Pengaruh katuk performans, metode 1. Satu publikasi di Ekstrak daun katuk nasional berpotensi sebagai feed supplement terhadap terakreditasi.

pemberian ekstrak daun jurnal

deposisi 2. Dua skripsi pada broiler. lemak, dan mutu daging. mahasiswa.

20

No. 5.

Tahun 2000

Judul Pengaruh katuk performans,

Luaran lama Dua terhadap deposisi

Indikator capaian skripsi Lama terbaik pada 42 hari). pemberian adalah periode

pemberian ekstrak daun mahasiswa.

finisher (umur 21-

lemak dan mutu daging. 6. 2004 Penggunaan additive memproduksi designer. ekstrak 1. Tiga

skripsi Ekstrak daun katuk dapat diberikan

daun katuk sebagai feed

mahasiswa.

untuk 2. Daging rendah pada kadar yang meat kolesterol, tinggi dianjurkan, yaitu 5 protein tetapi tidak g/kg ransum. Akan produk residu tetapi daging tidak bebas antibiotika. residu antibiotika. bebas

2008

Penggunaan ekstrak-air 1. Metode ekstraksi Ekstrak air daun daun katuk Sebagai yang optimum. katuk mampu pengganti feed additive 2. Daging rendah menggantikan feed komersial untuk kolesterol, tinggi supplement memproduksi meat protein dan bebas komersial. Namun designers yang efisien. residu antibiotika. 3. Tiga skripsi produk ini, rendah PUFA, kolesterol baru turun 15-20%, vitamin A & E masih ditingkatkan. perlu

mahasiswa.

21

No. 8

Tahun 2009

Judul Peningkatan

Luaran

Indikator capaian

kualitas 1. Feed Formula feed aging broiler melalui supplement alami. supplement alami supplementasi ekstrak 2. Enriched meat mampu daun katuk dan minyak (daging sesuai menggantikan feed lemuru sebagai dengan tuntutan supplement pengganti feed komersial dengan pasar). supplement komersial. daging 3. Tiga skripsi kualitas yang sesuai dengan mahasiswa. 4. Satu publikasi di jurnal nasional terakreditasi. tuntutan pasar.

Penelitian ini akan dilakukan di laboratorium Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Bengkulu. Penelitian direncanakan melalui 4 tahap yaitu: 1). ekstraksi daun katuk dan pembuatan tepung kunyit; 2). tahap persiapan kandang dan pemeliharaan ayam broiler; 3). Analisis laboratorium dan; 4) Analisis data.

Tahap 1. Ekstraksi daun katuk Daun katuk dikering-anginkan sampai kering. Setelah kering daun katuk ditumbuk menjadi tepung. Tepung yang diperoleh kemudian direndam dalam air selama 30 menit dengan perbandingan daun katuk dan air adalah 1:5. Setelah itu, hasil rendaman diblender dan disaring. Ekstraksi dilakukan dua kali. Hasil saringan kemudian dikeringkan pada suhu 50oC selama 36 jam. Kunyit segar dijemur di bawah sinar matahari sampai kering (kadar air sekitar 10%). Kunyit kering kemudian digiling sampai menjadi tepung.

Tahap 2. Pemeliharaan ayam broiler

22

Penelitian ini menggunakan broiler umur 20 hari (periode finisher). Ransum yang digunakan mengandung protein kasar 19% dan ME 3200 kkal/kg tanpa suplementasi antibiotika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk menghasilkan pakan yang efisien dan memenuhi kebutuhan energi pada broiler, maka perlu ditambahkan 10% minyak (Udayana, 2005). Namun dewasa ini minyak tumbuhan mempunyai harga yang tinggi. Untuk itu perlu dicarikan alternatif penggantinya. Lemak hewan sangat potensial untuk menggantikan minyak tumbuhan, sebab selain harganya murah karena masih dinilai sebagai limbah rumah potong hewan juga karena mempunyai energi yang relatif hampir sama dengan minyak. Oleh karena pemberian lemak atau minyak akan menghasilkan daging berkualitas rendah, maka ke dalam formula pakan broiler perlu ditambahkan feed supplement yang berpotensi untuk meningkatkan kualitas daging. Ekstrak daun katuk (Santoso, 2001 a,b,c; Santoso et al., 2005) pada level 9 atau 18 g/kg pakan dan tepung kunyit pada level 1 g/kg pakan (Samarasinghe et al., 2003). sangat berpotensi untuk meningkatkan kualitas daging melalui penurunan deposisi lemak dan cemaran mikrobia patogen. Untuk tujuan ini, pada umur 20 hari 150 ekor broiler dikelompokkan ke dalam 10 kelompok perlakuan yaitu sebagai berikut:

EDK & Tepung Kunyit 0 g EDK + 0 g tepung kunyit 9 g EDK + 0,5 g tepung kunyit 18 EDK + 0,5 g tepung kunyit 9 g EDK + 1 g tepung kunyit 18 g EDK + 1 g tepung kunyit EDK= ekstrak daun katuk

Lemak Hewan 6%

Minyak Kelapa 6%

Setiap perlakuan terdiri dari 3 buah kandang yang berisi 5 ekor broiler. Susunan pakan basal tercantum pada Tabel 1. Tabel 1. Susunan pakan basal penelitian 1 Bahan Pakan Lemak Hewan 10% Minyak Kelapa 10%

23

Jagung kuning Minyak/Lemak Bungkil kedelai Tepung ikan Kalsium karbonat Mineral mixuture Garam dapur Top mix Komposisi kimia Protein (%) ME (kkal/kg)

56,13 6,0 29,6 4,7 1,32 1,35 0,4 0,5

56,13 6,0 29,6 4,7 1,32 1,35 0,4 0,5

19,64 3215

19,64 3215

Tahap 3. Pengambilan sampel dan analisis laboratorium Pada akhir penelitian, 4 ekor ayam broiler (dengan jenis kelamin betina) untuk setiap kelompok perlakuan disembelih dan berat organ dalam (hati, jantung, usus, limfa, rempelo dan pankreas), lemak perut dan lemak leher ditimbang. Untuk mengukur kejadian fatty liver syndrome, maka warna hati dibandingkan dengan warna standar dari nilai 1 (normal) sampai dengan 5 (fatty liver syndrome yang berat). Daging paha diambil, dan kemudian dianalisis kadar mineral (kalium), uji

organoleptik, asam lemak tak jenuh rantai panjang -3 (PUFA), asam vitamin A, kolesterol, lemak, dan Salmonella sp dalam daging serta kualitas karkas. Kadar mineral yaitu kalsium, fosfor, kalium, besi dan protein dianalisis dengan metode AOAC (1980). Kolesterol kuning telur dianalisis dengan modifikasi Liebermann-Burchad sebagai berikut. Sampel kuning telur ditimbang (0,01-0,1 g) dan dimasukkan ke dalam tabung yang ditambahkan 12 ml alcohol-eter (3:1) sedikit demi sedikit sambil diaduk selama 1-2 menit. Kemudian dibiarkan selama 30 menit. Setelah itu dipusingkan pada 3000 rpm selama 10 menit. Dekantasi larutan (supernatan) ke dalam tabung berskala dengan memasukkan kloroform sampai mencapai 5 ml. Ke dalam 2 tabung gelas yang lain masing-masing masukkan 5 ml standar kolesterol dan 24

5 ml kloroform (untuk blanko). Kemudian ke dalam 3 tabung tersebut tambahkan 2 ml asam asetat anhidrat dan 0,1 ml asam sulfat pekat. Kocok dan biarkan selama 15 menit, diukur absorbsinya pada spectrophotometer dengan panjang gelombang 420 nm. Untuk menganalisis komposisi asam lemak pada dalam daging, maka total lipid daging diekstraksi dengan menggunakan metode Folch et al. (1957) dan dimetilasi dengan 20% boron trifluoride methanol complex dalam larutan methanol (Morrison dan Smith, 1964). Komposisi asam lemak kemudian ditentukan dengan kromatografi gas. Untuk uji mutu daging, maka akan diuji berat karkas, cooking loss, meat bone ratio, warna karkas, warna daging, dan uji organoleptik. Untuk uji organolepteik, sepuluh panelis sensori terlatih akan diminta untuk membandingkan palatabilitas relatif dari rasa dan bau amis. Uji warna karkas dilakukan dengan cara membandingkan warna daging dengan menggunakan yolk colour scale. Uji warna daging dilakukan dengan cara membandingkan warna daging dada dengan warna standard ID-DLO. Panelis juga diminta menilai bau amis dan rasa dari nilai 1 sampai dengan 5. Bau amis daging dinilai berdasarkan nilai 1 (sangat amis), nilai 2 (amis), nilai 3 (agak amis), nilai 4 (kurang amis) dan nilai 5 (tidak amis). Untuk uji rasa, panelis diminta untuk mencicipi dan menilai rasa daging dari tidak enak (nilai 1) sampai dengan sangat enak (nilai 5) menurut metode Santoso et al. (2002). Untuk uji rasa, daging direbus pada suhu 80oC selama 20 menit, didinginkan dan diuji rasa.

Tahap 4. Analisis data Semua data dianalisis varians (ANOVA) dan jika berbeda nyata akan diuji dengan kontras ortogonal.

BAB IV. PEMBIAYAAN Biaya yang dibutuhkan untuk penelitian ini sebesar Rp 75.000.000 (Seratus juta rupiah) dengan rincian dalam Tabel 2. Justifikasi anggaran yang lebih mendalam tercantum dalam lampiran II. Tabel 2. Anggaran yang dibutuhkan (Rp)

25

No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8.

Jenis Pengeluran Pelaksana (Gaji & Upah) Peralatan Bahan Aus (material penelitian) Perjalanan Pertemuan/seminar Laporan Penelitian Publikasi Ilmiah (2 buah) Lain-lain Total Anggaran

Anggaran Yang Diusulkan (Rp) 21.070.000 0 36.860.000 7.070.000 950.000 700.000 950.000 7.400.000 75.000.000

DAFTAR PUSTAKA Agustal, A., M. Harapini dan Chairul. 1997. Analisis kandungan kimia ekstrak daun katuk (Sauropus androgynus (L) Merr dengan GCMS. Warta Tumbuhan Obat Indonesia 3 (3): 31-33. Ahrens, E. H., J. Hirsch, W. Insull, T. T. Tsaltas, R. Blomstrand and M. Peterson. 1957. The influence of dietary fats on serum-lipid levels in man. Lancet, 1: 943-953. AOAC. 1980. Official Methods of Analysis. 11 ed. Association of Official Analytical Chemist, Washington, D.C. Asai, A., K. Nakagawa and T. Miyazawa. 1999. Antioxidative effects of turmeric, rosemary and capsicum extracts on membrane phospholipids peroxidation and liver lipid metabolism in mice. Biosci. Biotechnol. Biochem., 63: 21182122. Baumler, A.J., B.M. Hargis, and R.M. Tsolis. 2000. Tracing origin of Salmonella outbreaks. Science 287(5450): 5052. Barton, M. D. dan W. S. Hart. 2001. Public health risks: Antibiotic resistance- A review. Asian-Aust. J. Anim. Sci. 14: 414-422. Cao, J., K. Li, X. Lu and Y. Zhao. 2004. Effects of florfenical and chromium (III) on humoral immune response in chicks. Asian-Aust. J. Anim. Sci. 17: 366-370. Chang, Y. L., Y. T. Yao, N. S. Wang and Y. C. Lee. 1998. Segmental necrosis of small bronchi after prolong intakes of Sauropus androgynus in Taiwan. Am. J. Respir. Crit. Care Med., 157: 594-598.

26

Chen, J. Y., J. D. Latshaw, H. O. Lee and D. B. Min. 1998. -tocopherol content and oxidative stability of egg yolk as related to dietary -tocopherol. J. Food Sci. 63: 919-922. Daghir, N. J. 1995. Nutrient requirements for poultry at high temperatures, In: (Ed. N. J. Daghir), Poultry Production in Hot Climates. CAB International, Wallingford, UK. Pp. 101-124. FAO. 1996. World Food Summit, 13-17 November 1996. Rome, Italy: Food and Agriculture Organisation of The United Nations. Folch, J., M. Lees and G. H. Sloane Stanley. 1957. A simple method for isolation and porification of total lipids from animal tissues. J. Biol. Chem. 226: 497-509. Grundy, S. M. And M. A. Denke. 1990. Dietary influences on plasma lipids and lipoproteins. J. Lipid Res. 31: 1149-1172. Grundy, S. M. and G. L. Vega. 1988. Plasma cholesterol responsiveness to saturated fatty acids. Am. J. Clin. Nutr., 47: 822-824. Hardini, D., Supadmo dan Zuprizal. 2004. Penggunaan minyak ikan lemuru dan minyak sawit dalam pakan terhadap kandungan colesterol telur itik segar dan asin. Buletin Peternakan, 28 (1): 15-25. Hartoyo, B., I. Irawan dan N. Iriyanti. 2005. Pengaruh asam lemak dan kadar serat yang berbeda dalam ransum broiler terhadap kandungan colesterol, HDL dan LDL serum darah. Animal Prod., 7: 27-33. Hegsted, D. M., R. B. McGdandy, M. L. Myers and F. J. Stare. 1965. Quantitative effects of dietary fat on serum cholesterol in man. Am. J. Clin. Nutr., 17: 281-295. Hood, R. L. 1991. Effects of dietary fats on hepatic colesterol sntesis in Japanese quail. Poultry Sci., 70: 1848-1850. Hussain, H. E. M. A. 2002. Hypoglycemic, hypolipidemic and antioxidant properties of combination of curcumin from Curcuma longa, Linn, and partially purified product from Abroma augusta, Linn in streptozotocin induced diabetes. Indian J. Clin. Biochem., 17 (2): 33-43. Imik, H., A. Hayirli, L. Turgut, E. Lacin, S. Celebi, F. Koc dan L. Yildiz. 2006. Effects of additive on laying performance, metaboloic profile, and egg quality of hens fed a high level sorghum (Sorghum vulgare) during the peak layaing period. Asian-Aust. J. Anim. Sci. 19: 573-581.

27

Ipek, A., O. Canbolat dan A. Karabulut. 2007. The effect of vitamin E and vitamin C on the performance of japanese quails (Coturnix coturnix Japonica) reared under heat stress during growth and egg production period. Asian-Aust. J. Anim. Sci. 20:252-256. Iriyanti, N., Zuprizal, T. Yuwanta dan S. Keman. 2005. Pengaruh penggunaan minyak ikan lemuru dan minyak kelapa sawit dalam pakan terhadap profil metabolisme lemak pada darah ayam kampung jantan. Animal Prod., 7: 6773 Jain, S., S. Shrivastava, S. Nayak and S. Sumbhate. 2007. PHCOG MAG: Plant review recent trends in Curcuma longa, Linn. Pharmacognosy Reviews, 1 (1): 119-128. Kermanshahi, H. and A. Riasi. 2006. Effect of tumeric powder (Curcuma longa) and soluble NSP degrading enzyme on some blood parameters of laying hens. Int. J. Poultry Sci., 5 (5): 494-498. Keys, A., J. T. Anderson and F. Grande. 1965. Serum cholesterol response to changes in the diet. IV. Particular saturated fatty acids in the diet. Metabolism, 1$; 776-787. Khaksefidi, A dan Sh. Rahimi. 2005. Effect of probiotic inclusion in the diet of broiler chickens on performance, feed efficiency and carcass quality. Asian-Aust. J. Anim. Sci. 18:1153-1156. Kyriakis, S. C., I. Georgoulakis, A. Spais, C. Alexopoulos, C. C. Miliotis dan S. K. Kritas. 2003. Evaluation of toyocerin, a probiotic containing Bacillus toyoi spores, on health status and productivity of weaned, growing and finishing pigs. Asian-Aust. J. Anim. Sci. 16: 1326-1331. Laurin, D. E., S. P. Touchburn, E. R. Chavez and C. W. Chan. 1985. Effect of dietary fat supplementation on the carcass composition of three genetic lines of broilers. Poultry Sci., 64: 2131-2135. Lai, R. S., A. A. Chiang, M. T. Wu, J. S. Wang, N. S. Lai, J. Y. Lu and L. P. Ger. 1996. Outbreak of bronchiolitis obliterans associated with consumption of Sauropus androgynus in Taiwan. Lancet, 348: 83-85. Legowo, A. M. 2004. Kajian tentang pengembangan produk ternak rendah lemak dan tinggi asam lemak tidak jenuh. J. Indon. Trop. Anim. Agric., 29 (4): 225-233.

28

Mattson, F. H. And S. M. Grundy. 1985. Comparison of effects of dietary saturated, monounsaturated and polyunsaturated fatty acid on plasma lipids and lipoproteins in man. J. Lipid Res., 26: 194-202. Medion. 2007. Top Mix. Top Feed Supplement for Top Profit. Medion. Bandung, Indonesia. Morel, P. C. H., R. M. Padilla and G. Ravindran. 2003. Effect of non-starch polysaccharides on mucin secretion and endogenous amino acid losses in pigs. Asian-Aust. J. Anim. Sci. 16: 1332-1338. Murray, M. T. and J. E. Pizzorno Jr. 1999. Curcurma longa (turmeric). In: (Ed. J. E. Pizzorno Jr. and M. T. Murray). Texbook of Natural Medicine (Vol. 1), 2nd Ed. Livingstone, pp. 689-693. Nitsan, Z., A. Dvorin, Z. Zoref and S. Mokady. 1997. Effect of added soybean oil and dietary energy on metabolizable and net energy of broiler diets. Br. Poultry Sci. 38: 101-106. Padmavathi, P dan M. P. Rao. 1990. Nutritive value of Sauropus androgynus leaves. Plant Foods for Human Nutrition, 40: 107-113. Pal, S., C. Bursill, C. D. K. Bottema, and P. D. Roach. 1999. Regulation of the lowdensity lipoprotein receptor by antioxidants. In: Antioxidants in Human Helath and Disease. T. K. Basu, N. J. Temple and M. L. Garg (Eds.). CABI Publishing, New York. P: 55-70. Patrick, H. and P. J. Schaible. 1980. Poultry Feed and Nutrition. 2 nd edition. Avi Publishing Inc., Westport, Connecticut, USA. Pesti, G. M. and D. L. Fletcher. 1983. The response of male chickens to diet with various protein and energy content during the growing phase. Bri. Poultry Sci., 24: 91-94. Rahmianna, A.A. 2006. Aflatoksin pada kacang tanah dan usaha untuk mengendalikannya. Makalah disampaikan dalam Pertemuan Forum Aflatoksin Indonesia, Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, 24 Februari 2006. Republik Indonesia. 2002. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 68 tahun 2002 tentang Ketahanan Pangan. Jakarta. Sekretaris Negara R.I.

29

Risfaheri, S., Yuliani dan Anggraeni. 1997. Studi pembuatan simplisia dan ekstrak kering daun katuk. Warta Tumbuhan Obat Indonesia 3 (3): 30-31. Rodriguez-Vico, F., J. M. Lopez, M. Castillo, M. F. Zafra and E. Garcia-Peregrin. 1993. Effect of dietary coconut oil on lipoprotein composition of young chick (Gallus domesticus), Comp. Biochem. Physiol., 106A: 799-807. Rohayanah. 2006. Pola Pengembangan Peternakan Sapi Potong dalam Rangka Pencapaian Swasembada Daging 2010 di Kalimantan Timur. Tesis S2. ITB. Rusfidra. 2006. aan_Ternak. Samarasingle, K., C. Wenk, K. F. S. T. Silva and J. M. D. M. Gunasekera. 2003. Turmeric (curcuma longa) root powder and mannanoligosaccharides as alternatives to antibiotics in broiler chicken diets. Asian-Aust. J. Anim. Sci., 16: 1495-1500. Santoso, U. 2001a. Effect of Sauropus androgynus Extract on the Carcass Quality of Broiler Chicks. Buletin Ilmu Peternakan dan Perikanan 7: 22-28. Santoso, U. 2001b. Effect of Sauropus androgynus Extract on the Performance of Broiler. Buletin Ilmu Peternakan dan Perikanan 7: 15-21. Santoso, U. 2001c. Effect of Sauropus androgynus Extract on Organ Weight, Toxicity and Number of Salmonella sp and Escherichia coli of Broilers Meat. Buletin Ilmu Peternakan dan Perikanan, 7 (2): 162-169. Santoso, U. 2001d. Effect of early feed restriction and high-fat realimentation diet on growth and fat accumulation in broiler chicks. Media Veteriner, 8 (1): 19-23. Santoso, U., M. Ishikawa and K. Tanaka. 2001b. Effects of fermented chub mackerel extract on lipid metabolism of rats fed a hig-cholesterol diet. Asian-Aus. J. Anim. Sci., 13 (4): 516-520. Santoso, U., S. Ohtani and K. Tanaka. 2001b. Tu-chung leaf meal supplementation reduced an increase in lipid accumulation of chickens stimulated by dietary cholesterol. Asian-Aust. J. Anim. Sci. 13: 1758-1763. Santoso, U., Suharyanto dan E. Handayani. 2001c. Effects of Sauropus androgynus (katuk) leaf extract on growth, fat accumulation and fecal microorganisms in broiler chickens. Jurnal Ilmu Ternak dan veteriner, 6: 220-226. Aplikasi Bioteknologi dalam Pemuliaan Ternak. Rusfidra.multiply.com/journal/item/7/Aplikasi_Bioteknologi_dalam_Pemuli

30

Santoso, U., Y. Fenita dan W. Piliang. 2004. Penggunaan Ekstrak Daun Katuk sebagai Feed Additive untuk Memproduksi Meat Designer. Laboran Penelitian Hibah Pekerti. Universitas Bengkulu. Bengkulu. Santoso, U. and Sartini. 2001. Reduction of fat accumulation in broiler chickens by Sauropus androgynus (Katuk) leaf meal supplementation. Asian-Aust. J. Anim. Sci. 14: 346-350. Santoso, U. Y. Fenita dan Kususiyah. 2008. Penggunaan Ekstrak Air Daun Katuk sebagai Pengganti Feed additive Komersial untuk Memproduksi Meat Designers yang Efisien. Laboran Reset Unggulan Universitas. Universitas Bengkulu. Bengkulu. Santoso, U., J. Setianto dan Y. Fenita. 2008b. Pengkayaan Zat-zat Gizi dalam Telur dengan Ekstrak Daun Katuk dan Minyak Ikan Lemuru plus Vitamin E. Laporan Penelitian Hibah Bersaing Tahun 2. Universitas Bengkulu. Bengkulu. Santoso, U., J. Setianto dan T. Suteky. 2002. Penggunaan Ekstrak Daun Katuk untuk Meningkatkan Efisiensi Produksi dan Kualitas Telur yang Ramah Lingkungan pada Ayam Petelur. Laporan Penelitian Hibah Bersaing Tahun 1. Jakarta. Santoso, U., J. Setianto dan T. Suteky. 2005. Effects of sauropus androgynus (katuk) extract on egg production and lipid metabolism in layers. Asian-Australasian J. Anim. Sci. 18: 364-369. Sanyoto, J. I. dan J. Riyanto. 2004. Penggunaan minyak kelapa dan lemak sapi sebagai sumber energi ransum broiler. J. Indon. Trop. Anim. Agric., 29: 148-155. Sanz, M., A. Flores, P. P. De Ayala and C. J. Lopez-Bote. 1999. Higher lipid accumulation in broilers fed saturated fats than in tose fe don unsaturated fats. Br. Poultry Sci., 40: 95-101. Siagian, V. 2007. Peningkatan protein hewani untuk ketahanan pangan. Suara Pembaruan Daily Sinurat, A. P., T. Purwadaria, M. H. Togatorop, T. Basaribu, I. A. K. Bintang, S. Sitompul dan J. Rosida. 2002. Respon ayam pedaging terhadap penambahan bioaktif tanaman lidah buaya dalam ransum: Pengaruh berbagai bentuk dan

31

dosis bioaktif dalam tanaman lidah buaya terhadap performans ayam pedaging. JITV 7: 69-75. Sobri, M., Supadmo dan A. Wibowo. 2006. Pengaruh sumber energi dan asam lemak ransum terhadap perlemakan tubuh itik jantan di daerah tropik. J. Indon. Trop. Anim. Agric. 31 (1): 41-45. Soto-Salanova, M. F. and J. L. Sell. 1995. Influence of supplemental dietary fat on change in vitamin E concentration in livers of poults. Poultry Sci., 74: 201204. Sparks, N. H. C. 2006. The hens egg is its role in human nutrition changing? Worlds Poultry Sci. J., 62: 308-315. Subekti, S. 2003. Koalitas Telur dan Karmas Ayam Local yang Diberi Tepung Daun Katuk dalam Ransum. Program Pascasarjana IPB. Bogor. Sundaryono, A. 2004. The possibility to increase of the production of the natural curcumin by laboratory synthesis. Exacta, 2 (2): 80-83. Sundaryono, A. 2005. Penentuan mekanisme reaksi degradasi kurkumin oleh larutan natrium metanolat. Exacta, 3 (1): 21-27. Suprayogi, A. 2000. Studies on the Biological Effets of Sauropus androgynus (L.) Merr: Effects on Milk Production and the Possibilities of Induced Pulmonary Disorder in Lactating Sheep. Cuviller Verlag Gottingen. Suryana, A. 2008. Dukungan teknologi penyediaan produk pangan peternakan bermutu, aman dan halal. www.litbang.deptan.go.id/special/HPS/dukungan_tek_peternakan.pdf. Takahashi, T., Y. Akiba and T. Matsumoto. 1981a. Effects of dietary fat on uptake rate of palmitic acid and lipoprotein lipase activity in growing chicks. Jpn. J. Zootech. Sci., 52 (6): 472-477. Takahashi, K., Y. Akiba and T. Matsumoto. 1981. Effect of the type and amount of dietary fat on lipogenesis and lipolysis in growing chicks. Jpn. J. Zootech. Sci., 52 (3): 212-218. Tanaka, K., I. Nakajima and H. Hayashi. 1973. Effect of dietary supplement of stearic acid or safflower oil on the plasma lipids and milk fat in the cow. Jpn. J. Zootech. Sci., 44 (3): 165-173.

32

Turgut, L., A. Hayirli, S. Celebi, M> A. Yoruk, M. Gul, M. Karaoglu and M. Macit. 2006. The effects of vitamin D supplementation to peak-producing hens fed diets differing in fat source and level on laying performance, metabolic profile, and egg quality. Udayana, I. D. G. A. 2005. Pengaruh penggunaan lemak sapi dalam ransum sebagai pengganti sebagian energi jagung terhadap berat badan akhir dan presentase karmas itik Bali. Majalah Ilmiah Peternakan, 8: 41-44. United States Department of Agriculture (USDA). 1997. Agricultural Statistics 1997, Washington DC, United States Government Printing Offfice. Wuryaningsih, E. 2005. Kebijakan pemerintah dalam pengamanan pangan asal hewan. Prosiding Lokakarya Nasional Keamanan Pangan Produk Peternakan, Bogor, 14 September 2005. Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan, Bogor. hlm. 913. Yahya, Y., A. Nasoetion dan F. Anwar. 1992. Pengaruh pengplahan dan kandungan vitamin C terhadap penyerapan zat besi dengan cara in vitro pada beberapa jenis sayuran daun hijau. Media Gizi dan Keluarga, 16: 11-17. Zulkifli, I., J. Ginsos, P. K. Liew and J. Gilbert. 2003. Growth performance and Newcastle disease antibody titres of broiler chickens fed palm-based diets and their response to heat stress during fasting. Arch. Geflugelk, 67: 125130. Zulkufli, I., N. N. Htin, A. R. Alimon, T. C. Loh and M. Hair-Bejo. 2007. Dietary selection of fat by heat-stressed broiler chickens. Asian-Aus. J. Anim. Sci. 20: 245-251.

33

LAMPIRAN-LAMPIRAN Lampiran I. BIODATA PENELITI KETUA PENELITI 1. IDENTITAS DIRI 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7 8 Nama Lengkap dan Gelar Jabatan Fungsional NIP Tempat dan Tanggal Lahir Alamat Rumah Nomor telepon/ Faks Nomor HP Alamat Kantor Prof. Ir. Urip Santoso, M.Sc., Ph.D. Guru Besar 131619670 Brebes dan 21 September 1960 Jalan Unib Permai II/47 Bengkulu 38125 (0736) 7310256 08153806740 Jurusan Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Bengkulu. (0736) 21170 eks. 219 santosoburgo@yahoo.com, santoso@unib.ac.id

9 Nomor telepon/ faks. 10. Alamat pos-el 11. Lulusan yang telah dihasilkan 12

S1 = 100 orang S2 = 2 orang S3 = 1 orang Mata Kuliah yang Diampu 1. Nutrisi Ternak Monogastrik (Unggas) 2. Perancangan Percobaan Produksi Ternak 3. Penyajian Ilmiah. 4. Nutrisi Ternak Dasar 5. Ilmu Komunikasi S1 UGM Peternakan (Nutrisi Ternak) 1980 1985 Pengaruh naungan terhadap produksi dan kecernaan in vitro Pueraria phaseoloides. Dr. Sujono S2 Gifu University Biokimia Nutrisi (Unggas) 1990 1992 Effect of early feed restriction on growth and body composition in broiler chickens Prof. Keiichi Tanaka S3 Gifu University Biokimia Nutrisi (Unggas) 1992 1995 Studies on effect of early feed restriction on growth and body composition in broiler chickens Prof. Keiichi Tanaka

2. RIWAYAT PENDIDIKAN 1 PROGRAM 2 Nama Perguruan Tinggi 3 Bidang Ilmu 4 Tahun Masuk 5 Tahun Lulus 6 Judul Skripsi/Tesis/Disertasi

7 Nama Pembimbing/Promotor

34

3.

PENGALAMAN PENELITIAN (bukan skripsi, tesis, maupun disertasi) Urutan judul penelitian yang pernah dilakukan (sebagai ketua) selama 5 tahun terakhir, dengan urutan dimulai dari penelitian yang paling diunggulkan menurut Saudara sampai penelitian yang tidak diunggulkan. NO TAHUN JUDUL PENELITIAN PENDANAAN SUMBER JML 1. 2009 Peningkatan kalitas daging HPSN UNIB Rp broiler melalui 2009 100.000.000 suplementasi ekstrak katuk dan minyak lemuru sebagai penganti feed suplement komersil (ketua) 2. 2004 Penggunaan Ekstrak Daun Penelitian Rp Katuk sebagai Feed Hibah Pekerti 65.000.000,Additive untuk (Dikti) Memproduksi Meat Designer 3. 2008 Penggunaan Ekstrak-Air Penelitian Riset Rp Daun Katuk Sebagai Unggulan 35.000.000,Pengganti Feed Additive UNIB Komersial Untuk Memproduksi Meat Designers Yang Efisien 4. 2007 Pengkayaan Zat-zat Gizi Penelitian Rp dalam Telur dengan Hibah Bersaing 45.000.000,Ekstrak Daun Katuk dan (Dikti) Minyak Ikan Lemuru plus Vitamin E 5. 2008 Pengkayaan Zat-zat Gizi Penelitian Rp dalam Telur dengan Hibah Bersaing 45.000.000,Ekstrak Daun Katuk dan (Dikti) Minyak Ikan Lemuru plus Vitamin E 6. 2002 Penggunaan ekstrak daun Penelitian Rp. katuk untuk meningkatkan Hibah Bersaing 42.000.000,produksi dan kualitas telur (Dikti) yang ramah lingkungan pada ayam petelur 7. 2003 Penggunaan ekstrak daun Penelitian Rp katuk untuk meningkatkan Hibah Bersaing 36.100.000,produksi dan kualitas telur (Dikti) yang ramah lingkungan pada ayam petelur 8. 2006 Pengaruh Tepung Dana Mandiri Rp 3.000.000,Mengkudu terhadap Kadar Kolesterol Telur Ayam

35

JUDUL PENELITIAN PENDANAAN Pengaruh Tepung Daun Dana Mandiri Rp. Sukun terhadap 3.000.000,Performans dan Deposisi Lemak pada Ayam Broiler 10. 2009 Pemenfaatan lumpur sawit HKPSPN Batch Rp 85.000.000 dengan suplementasi asam II amino terhadap performans produksi dan kualitas telur (anggota) 11. 2009 Kajian Konservasi : HKPSPN Batch Rp 83.000.000 Populasi Tampilan II Reproduksi Potensi Domestikasi Ayam Burgo Palsma Nutfah Endemik Bengkulu (anggota) Sumber pendanaan: DM, SKW, Fundamental, Hibah Bersaing, Hibah Pekerti, Hibah Pascasarjana, RAPID atau sumber lain, sebutkan. 4. PUBLIKASI ARTIKEL ILMIAH DALAM JURNAL Urutan judul Artikel Ilmiah yang pernah dilakukan (sebagai ketua) selama 5 tahunterakhir, dengan urutan dimulai dari Artikel Ilmiah yang paling diunggulkan menurut Saudara sampai Artikel Ilmiah yang tidak diunggulkan. 1. ARTIKEL ILMIAH DALAM JURNAL NASIONAL NO TAHUN JUDUL ARTIKEL VOLUME ILMIAH 1. 2005 Pengaruh pemberian 30 (4): 237ekstrak daun katuk 241. dalam ransum terhadap produksi, kadar nitrogen dan fosfor, dan jumlah koloni mikrobia pada feses ayam petelur. 2. 2007 Pengaruh penambahan 2 (1): 5-10 ekstrak daun katuk terhadap kualitas telur dan berat organ dalam 3. 2004 Perbaikan penampilan 29: 76-79 dan komposisi kimia karkas broiler oleh pemberian kultur Bacillus subtilis selama refeeding. NAMA JURNAL Jurnal Pengembangan Peternakan Tropis,

NO 9.

TAHUN 2005

Jurnal Sain Peternakan Indonesia Jurnal Pengembangan Peternakan Tropis,

36

1. ARTIKEL ILMIAH DALAM JURNAL NASIONAL NO TAHUN JUDUL ARTIKEL VOLUME ILMIAH 4. 2003 Studi perbandingan 28: 185-190 karakteristik performans dan metabolisme lemak pada broiler yang dipelihara pada musim panas dan musim gugur 5. 2003 The beneficial effect of 28 (1): 39early feed restriction 48. on growth, body composition and fat accumulation in broiler chickens 6. 2004 The effect of 29: 27-32. fermented feces on growth, fat deposition and carcass quality in broiler chickens

NAMA JURNAL Jurnal Pengembangan Peternakan Tropis,

Jurnal Pengembangan Peternakan Tropis

Jurnal Pengembangan Peternakan Tropis

2. ARTIKEL ILMIAH DALAM JURNAL INTERNASIONAL NO JUDUL ARTIKEL ILMIAH NAMA JURNAL 1. Effect of Sauropus androgynus Asian-Australasian (Katuk) extract on egg production Journal of Animal and lipid metabolism in layers. Science

VOLUME, NOMOR, TAHU N Maret 2005

5. PUBLIKASI BUKU TEKS/BUKU AJAR Urutan judul Buku yang pernah dilakukan (sebagai ketua) selama 5 tahun terakhir, dengan urutan dimulai dari Buku yang paling diunggulkan menurut Saudara sampai Artikel Ilmiah yang tidak diunggulkan. NO TAHUN JUDUL BUKU NAMA PENERBIT 1 Tidak ada 6. PENGALAMAN PEROLEHAN HKI NO TAHUN JUDUL/TEMA HKI 1 Tidak ada JENIS NOMOR PENDAFTARA N/SERTIFIKAT

37

7. PENGALAMAN RUMUSAN KEBIJAKAN PUBLIK/REKAYASA SOSIAL LAINNYA. NO TAHUN JUDUL/TEMA/JENIS TEMPAT RESPON REKAYASA SOSIAL PENERAPAN MASYARAKAT YANG TELAH DITERAPKAN 1 Tidak ada Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan dapat dipertanggung jawabkan secara hukum. Dan apabila dikemudian hari ternyata dijumpai ketidak sesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima resiko. Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi persyaratan sebagai salah satu syarat pengajuan hibah Penelitian Hibah Strategis Nasional Tahun 2010 Bengkulu, 10 Maret 2010 Pengusul Materai 6.000 Prof. Ir. Urip Santoso, M.Sc., Ph.D NIP 196009211986031001

38

ANGGOTA PENELITI I I. IDENTITAS DIRI 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7 8 Nama Lengkap dan Gelar Jabatan Fungsional NIP Tempat dan Tanggal Lahir Alamat Rumah Nomor telepon/ Faks Nomor HP Alamat Kantor Dr. Ir. Yosi Fenita, MP Lektor kepala 19680418 199403 2 001 Bukittinggi 18 April 1968 Depati Payung Negara V no 121 Rt 24 Rw 05 Pagar Dewa Bengkulu 0736 21170 Pes 209 0813 677 48 227 Jurusan Peternakan- Fakultas Pertanian Unib Jl Raya Kandang Limun Bengkulu 0736 21170 Pes 209 yosi_fenita. unib. ac.id. S1 = 58 orang S2 = 2 orang S3 = 0rang 1 Nutrisi ternak dasar 2 Biokimia 3 Managemen Limbah Ternak 4 Managemen Ternak unggas 5 Nutrisi ternak monogastrik S2 Unand Ilmu ternak 1992 1995 Analisis produktivitas ayam ras petelur di kabupaten 50 kota IPB Nutrisi biokimia unggas 1995 2002 Suplementasi lisin dan metionin dalam ransum berbasis hidrolisat bulu ayam terhadap perlemakkan dan performans ayam broiler Prof. Dr. Toha Sutardi, M.Sc S3

9 Nomor telepon/ faks. 10. Alamat pos-el 11. Lulusan yang telah dihasilkan 12 Mata Kuliah yang Diampu

II. RIWAYAT PENDIDIKAN 1 PROGRAM S1 2 Nama Perguruan Unand Tinggi 3 Bidang Ilmu Produksi ternak 4 Tahun Masuk 5 Tahun Lulus 6 Judul Skripsi/Tesis/Disertasi 1987 1992 Pemanfaatan beberapa limbah dalam ransum ayam petelur fase layer dengan linear programmning

7 Nama Prof. Dr. H.Ir Pembimbing/Promotor Hafil Abbas, MS

Prof. Dr. H.Ir Hafil Abbas, MS

39

III. .

PENGALAMAN PENELITIAN
NO 1 TAHUN 2009 JUDUL PENELITIAN PENDANAAN SUMBER JML

2009

2009

2008

2007

2007

2005

2004

Pemenfaatan lumpur sawit dengan suplementasi asam amino kritis terhadap performans produksi dan kualitas telur (ketua) Peningkatan kalitas daging broiler melalui suplementasi ekstrak katuk dan minyak lemuru sebagai penganti feed suplement komersil (anggota) Kajian Konservasi : Populasi Tampilan Reproduksi Potensi Domestikasi Ayam Burgo Palsma Nutfah Endemik Bengkulu (anggota) Pengkayaan zat-zat gizi dalam telur dengan ekstrak daun katuk dan minyak lemuru plus vitamin E (anggota) Pemanfaatan ampas sagu Fermentasi (Metrilon Sp) dalam ransum berbasis minyak ikan lemuru (sardinella longiceps) terhadap kualitas telur ayam petelur (ketua). Pengkayaan zat-zat gizi dalam telur dengan ekstrak daun katuk dan minyak lemuru plus vitamin E (anggota) Mikroenkapsulasi minyak ikan lemuru dengan suplementasi prekursor karnitin yang optimal untuk memproduksi meat designer broiler. (ketua). Penggunaan Ekstrak daun katuk sebagau feed additive untuk memproduksi meat designer

HKPSPN Batch II

Rp 85.000.000

HPSN UNIB 2009

Rp 100.000.000

HKPSPN Batch II

Rp 83.000.000

Hibah Bersaing Dikti

Rp 45.000.000

PHK A2 JPT

Rp 30.000.000

Hibah Bersaing Dikti

Rp 45.000.000

PHK A2 JPT

Rp 30.000.000

Hibah pekerti (Dikti)

Rp 65.000.000

40

Pengaruh pemberian niasin SP4 Rp15.000.000 terhadap perlemakan dan kadar kolesterol telur puyuh. (ketua). 10 2003 Suplementasi Temulawak SEMI QUE Rp 3.000.000 (Curcuma xanthorrhiza Roxb) Dalam ransum Sebagai Upaya Menurunkan kadar Kolesterol dan Peningkatan Kuliitas Telur Ayam Ras Petelur Strain Platinum (ketua). 11 2003 Penggunaan ekstrak daun Hibah Rp 36.100.000 katuk untuk meningkatkan Bersaing Dikti produksi dan kualitas telur yang ramah lingkungan (anggota) 12 2002 Upaya Peningkatan SEMI QUE Rp 3.000.000 Kecernaan Tepung Bulu dengan Hidrolisis Asam (HCl) terhadap performans dan organ dalam ayam Broiler. SEMI QUE THN II (Ketua) Sumber pendanaan: DM, SKW, Fundamental, Hibah Bersaing, Hibah Pekerti, Hibah Pascasarjana, RAPID atau sumber lain, sebutkan. IV. PUBLIKASI ARTIKEL ILMIAH DALAM JURNAL Urutan judul Artikel Ilmiah yang pernah dilakukan (sebagai ketua) selama 5 tahun terakhir, dengan urutan dimulai dari Artikel Ilmiah yang paling diunggulkan menurut Saudara sampai Artikel Ilmiah yang tidak diunggulkan. 1. ARTIKEL ILMIAH DALAM JURNAL NASIONAL
NO 1 TAHUN JUDUL ARTIKEL ILMIAH VOLUME NAMA JURNAL

2004

2003

2004

Suplementasi precursor karnitin dan minyak lemuru dalam ransum berbasis hidrolisat bulu ayam terhadap kadar kolesterol daging. Pengaruh precursor karnitin dalam ransom berbasis Hidrolisat bulu ayam terhadap kadar kolesterol darah ayam broiler.

Vol VII no Jurnal 2 tahun tropis 2003.

Peternakan

EDISI KHUSUS Tahun 2004..

Jurnal Pengembangan Ternak Tropis.

41

1. ARTIKEL ILMIAH DALAM JURNAL NASIONAL (lanjutan)


NO 3. TAHUN JUDUL ARTIKEL ILMIAH VOLUME NAMA JURNAL

2005

2005

2006

Suplementasi bawang putih sebagai antioksidan dalam ransum berbasis minyak ikan lemuru (sardinella longiceps) terhadap profil asam lemak ayam ras coklat. Uji kerusakkan lemak ransom ayam petelur yang menggunakan minyak ikan lemuru (sardinella longiceps) dengan penambahan bawang putih sebagai antioksidan alami selama penyimpanan. Pengaruh pemberian niasin terhadap kadar kolesterol telur puyuh. Jurnal Pengaruh pemberian niasin terhadap perlemakkan serum darah puyuh. Pengaruh pemeberian air nans terhadap kualitas daging ayam petelur afkor Pengaruh air mengkudu terhadap performans ayam broiler

Vol VIII no 3 Edisi Juni 2005 ISSN 14107791.

Jurnal ilmiah Ilmuilmu peternakan.

Vol VIII no 3 Edisi Juni 2005 ISSN 14107791.

Jurnal ilmiah ilmuilmu peternakan.

2006

2008

2008

Edisi Khusus Seminar Unggas Lokal 2006 Vol I Nomor 2 JuliDesember 2006 Vol III Nomor 2 JuliDesember 2008 Vol III Nomor 1 JanuariJuni 2008

Jurnal Pengembangan ternak tropis. UNDIP Journal ISSN 19783000. Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu. Journal ISSN 19783000. Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu. Journal ISSN 19783000. Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu.

42

2. ARTIKEL ILMIAH DALAM JURNAL INTERNASIONAL


NO 1 JUDUL ARTIKEL ILMIAH VOLUME, NOMOR, ATAHUN Seminar Edisi Khusus Sago Proeding Internasional Juni 2009 With Biotechnologi Acid Egg Livestock Development Bukittinggi Juni 2009 NAMA JURNAL

Effects Of Feeding Fermented Dregs (Metroxylon Sp) Addition Of Critical Amino On Blood Cholesterol And Cholesterol Levels Of Layers.

Kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat No 1 Kegiatan pengabdian Bentuk masyarakat Pemanfaatan limbah udang Penerapan sebagai sumber protein hasil IPTEKs ransom puyuh untuk meningkatkan produktivitas dan mengatasi pencemaran lingkungan Peningkatan pemahaman masyarakat tentang urgensi domestikasi dan konservasi ayam burgo sebagai plasma nutfah propinsi Bengkulu dalam upaya meningkatkan pendapatan rumah tangga peternak melalui pembentukan unit produksi percontohan di kecamatan Curup kabupaten Rejang Lebong. Penggunaan limbah restoran sebagai bahan alternative untuk meningkatkan efesiensi produksi pada peternakan broiler rakyat Penggunaan daun katuk sebagai feed aditif broiler Introksi ayam arab untuk meningkatan pendapat peternak IPTEKS Tempat instansi UNIB Tahun 2003

DIKTI

2002

Penerapan hasil IPTEKs

DIKTI

2003

4 5

Penerapan hasil IPTEKs Pelatihan

DIKTI UNIB

2004 2005

43

V. PUBLIKASI BUKU TEKS/BUKU AJAR Urutan judul Buku yang pernah dilakukan (sebagai ketua) selama 5 tahun terakhir, dengan urutan dimulai dari Buku yang paling diunggulkan menurut Saudara sampai Artikel Ilmiah yang tidak diunggulkan.
NO 1 TAHUN 2009 JUDUL BUKU Nutrisi Ternak Dasar NAMA PENERBIT UNIB PRESS

VI. PENGALAMAN PEROLEHAN HKI Urutan Hki yang pernah diterbitkan selama 5 tahun terakhir.
NO TAHUN 1 JUDUL/TEMA HKI Tidak ada JENIS NOMOR PENDAFTARAN/ SERTIFIKAT

VII. PENGALAMAN RUMUSAN KEBIJAKAN PUBLIK/REKAYASA SOSIAL LAINNYA. Urutan judul rumusan kebijakan/rekayasa sosial lainnya yang pernah dibuat/ ditemukan selama 5 tahun terakhir
NO TAHUN JUDUL/TEMA/JENIS REKAYASA SOSIAL YANG TELAH DITERAPKAN Tidak ada TEMPAT PENERAPAN RESPON MASYARAKAT

Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan dapat dipertanggung jawabkan secara hokum. Dan apabila dikemudian hari ternyata dijumpai ketidak sesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima resiko. Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi persyaratan sebagai salah satu syarat pengajuan hibah Penelitian Strategis Nasional Unib Tahun 2010. Bengkulu, 10 Maret 2010 Pengusul

Dr. Ir. Yosi Fenita, MP NIP 19680418 199403 2 001

44

ANGGOTA PENELITI II 1. IDENTITAS DIRI 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7 8 9 10. 11. 12 Nama Lengkap dan Gelar Jabatan Fungsional NIP Tempat dan Tanggal Lahir Alamat Rumah Nomor telepon/ Faks Nomor HP Alamat Kantor Nomor telepon/ faks. Alamat pos-el Lulusan yang telah dihasilkan Mata Kuliah yang Diampu Dr. Agus Martono Hadi Putranto DEA Lektor Kepala 131599571 Yogyakarta, 12 Maret 1961 Jln Unib Permai II/32, Bengkulu 38125 (0736) 7310573 085273388373 Jurusan Kimia, FMIPA, Universitas Bengkulu (0736) 20919/(0736) 20919 gusmartono@yahoo.com S1 = 25 orang S2 = orang S3 = orang 1. Kimia Lingkungan 2. Kimia Anorganik

2. RIWAYAT PENDIDIKAN 1 PROGRAM 2 Nama Perguruan Tinggi 3 Bidang Ilmu 4 Tahun Masuk 5 Tahun Lulus 6 Judul Skripsi/Tesis/Disertasi

S1 UNY Pendidikan Kimia 1979 1985 Standardisasi Mutu Batubara Tanjung Enim sebagai Bahan Bakar Industri Semen Baturaja

S2 INPT-France Teknik 1991 1994 Temps de Retention Du Cuir De Bovins Par Le Traitement du Matiere Chimique et Matiere Vetetale

S3 INPT-France 1997 2000 Recuperation et Separation Des Acides Citrique Lactique et Malique a Partir DEffluents Aqueux De LIndustrie De La Canne Sucre Par Extraction Liquid-Liquid Prof. Dr. J. Molinier

7 Nama Pembimbing/Promotor

Drs Suharto, MS

Prof. Dr. F. Silvestre

45

3.

PENGALAMAN PENELITIAN (bukan skripsi, tesis, maupun disertasi) Urutan judul penelitian yang pernah dilakukan (sebagai ketua) selama 5 tahun terakhir, dengan urutan dimulai dari penelitian yang paling diunggulkan menurut Saudara sampai penelitian yang tidak diunggulkan.
NO 1. 2. 3. 4. TAHUN 2004 2005 2006 2007 JUDUL PENELITIAN Analisis kadar tanaman minyak atsiri pada rimpang temu giring Pemanfaatan planton sebagai bioindikator di perairan Mekanisme reaksi esterifikasi pada alkohol Mekanisme reaksi pada ekstraksi asam-asam karboksilat dengan pelarut organo phosphor dan pelarut amina tersier rantai panjang Pembersihan lingkungan perairan melalui metoda ekstraksi cair-cair untuk limbah cair industri kelapa sawit PENDANAAN SUMBER JML DIPA 3.000.000 DIPA Mandiri Fundamental Dikti 3.000.000 3.000.000 70.000.000

5.

2008

Fundamental Dikti

75.000.000

4. PUBLIKASI ARTIKEL ILMIAH DALAM JURNAL Urutan judul Artikel Ilmiah yang pernah dilakukan (sebagai ketua) selama 5 tahunterakhir, dengan urutan dimulai dari Artikel Ilmiah yang paling diunggulkan menurut Saudara sampai Artikel Ilmiah yang tidak diunggulkan. 1. ARTIKEL ILMIAH DALAM JURNAL NASIONAL
NO 1. TAHUN 2003 JUDUL ARTIKEL ILMIAH Efek polaritas diluent terhadap koefisien partisi pada ekstraksi cair-cair terhadap asam-asam karboksilat Pengaruh persentase penambahan volume pelarut terhadap ekstraksi cair-cair asam-asam karboksilat dari limbah cair industri gula tebu Pewarnaan alami ramah lingkungan pada kulit lantung Metoda dan manfaat isolasi minyak atsiri dari daun selasih VOLUME 6 (2) NAMA JURNAL Jurnal Ilmiah MIPABKS-PTN

2.

2006

2 (2)

Gradien-MIPA UNIB

3. 4.

2007 2007

5 (1) 5 (2)

Dharma Raflesia Dharma Raflesia

46

2. ARTIKEL ILMIAH DALAM JURNAL INTERNASIONAL


NO JUDUL ARTIKEL ILMIAH 1 Liquid-liquid equilibra of lactic acid between water and tris (6-methyl heptyl) amine and tributyl phosphate in various diluents Measurement of partition coefficients of carboxylic acids between water and triisooctylamine dissolved in various diluents Recovery of aconotic and lactic acids from simulated aqueous effluents of the sugar cane industry through liquidliquid extraction Recovery of carboxylic acids from aqueous solution by liquid-liquid extraction with a triisooctylamine diluents system NAMA JURNAL J. Chem. Eng. Data VOLUME, NOMOR, TAHUN 39 (4):711713, 1994 43 (5): 849851, 1998

2.

J. Chem. Eng. Data

3.

J. Chem. Technol. 75:1169-1173, Biotech. 2000 Brazilian J. Chem. 18 (4): 441Eng. 447, 2001

4.

5. PUBLIKASI BUKU TEKS/BUKU AJAR Urutan judul Buku yang pernah dilakukan (sebagai ketua) selama 5 tahun terakhir, dengan urutan dimulai dari Buku yang paling diunggulkan menurut Saudara sampai Artikel Ilmiah yang tidak diunggulkan.
NO 1 TAHUN Tidak ada JUDUL BUKU NAMA PENERBIT

6. PENGALAMAN PEROLEHAN HKI Urutan Hki yang pernah diterbitkan selama 5 tahun terakhir.
NO TAHUN 1 2 JUDUL/TEMA HKI Tidak ada JENIS NOMOR PENDAFTARAN/ SERTIFIKAT

7. PENGALAMAN RUMUSAN KEBIJAKAN PUBLIK/REKAYASA SOSIAL LAINNYA. Urutan judul rumusan kebijakan/rekayasa sosial lainnya yang pernah dibuat/ ditemukan selama 5 tahun terakhir
NO TAHUN JUDUL/TEMA/JENIS REKAYASA SOSIAL YANG TELAH DITERAPKAN Tidak ada TEMPAT PENERAPAN RESPON MASYARAKAT

47

Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan dapat dipertanggung jawabkan secara hokum. Dan apabila dikemudian hari ternyata dijumpai ketidak sesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima resiko. Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi persyaratan sebagai salah satu syarat pengajuan hibah Penelitian Hibah Strategis Nasional Tahun 2010 Bengkulu, 10 Maret 2010 Pengusul Materai 6.000 Dr. Agus M.H. Putranto, DEA NIP 131599571

48

ANGGOTA PENELITI III 1. IDENTITAS DIRI 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7 8 9 10. 11. 12 Nama Lengkap dan Gelar Jabatan Fungsional NIP Tempat dan Tanggal Lahir Alamat Rumah Nomor telepon/ Faks Nomor HP Alamat Kantor Nomor telepon/ faks. Alamat pos-el Lulusan yang telah dihasilkan Mata Kuliah yang Diampu Ir. Sri Winarsih, M.P Lektor Kepala 131410576 Palembang, 22 April 1957 Jln Timur Indah 2/62 Gang 4, Bengkulu 081373420310 Jurusan IHPT, Faperta, Universitas Bengkulu (0736) 21170-26793/(0736) 22105 sri_w09@yahoo.com S1 = 50 orang S2 = orang 1. Ilmu Penyakit Tumbuhan 2. Ilmu Hama dan Penyakit Tanaman 3. Bakteriologi 4. Virologi 5. Mikrobiologi S1 Unsri Teknik Pertanian 1977 1982 S2 Unsri Ilmu Penyakit Tumbuhan 1990 1993 S3

2. RIWAYAT PENDIDIKAN 1 PROGRAM 2 Nama Perguruan Tinggi 3 Bidang Ilmu 4 5 6 7 3. Tahun Masuk Tahun Lulus Judul Skripsi/Tesis/Disertasi Nama Pembimbing/Promotor

PENGALAMAN PENELITIAN (bukan skripsi, tesis, maupun disertasi) Urutan judul penelitian yang pernah dilakukan (sebagai ketua) selama 5 tahun terakhir, dengan urutan dimulai dari penelitian yang paling diunggulkan menurut Saudara sampai penelitian yang tidak diunggulkan.
NO 1. TAHUN 2000 JUDUL PENELITIAN Pengaruh pemberian Trichoderma viridae dan sekam padi terhadap penyakit rebah kecambah di persemaian cabai Penggunaan Gliociadium virens dan pupuk kandang untuk pengendalian Sclerotium rolfsii penyebab busuk batang pada kacang tanah Pengaruh bahan organik terhadap pertumbuhan PENDANAAN SUMBER JML Mandiri 3.000.000

2.

2006

Mandiri

3.000.000

3.

2007

Mandiri

3.000.000

49

4. 5.

2008 2009

Gliociadium virens dan daya antagonisnya terhadap Fusarium oxysporum secara in-vitro Identifikasi penyakit layu tanaman jarak di Bengkulu dan usaha pengendaliannya Seleksi agensia hayati antagonis terhadap Fusarium penyebab layu pada tanaman jarak di Bengkulu

Perusahaan Swasta Hibah Bersaing, Dikti

5.000.000 40.000.000

4. PUBLIKASI ARTIKEL ILMIAH DALAM JURNAL Urutan judul Artikel Ilmiah yang pernah dilakukan (sebagai ketua) selama 5 tahunterakhir, dengan urutan dimulai dari Artikel Ilmiah yang paling diunggulkan menurut Saudara sampai Artikel Ilmiah yang tidak diunggulkan. 1. ARTIKEL ILMIAH DALAM JURNAL NASIONAL
NO 1. TAHUN 2000 JUDUL ARTIKEL VOLUME ILMIAH Pengaruh pemberian 2 (5), 2000 Trichoderma viride dan sekam padi terhadap penyakit rebah kecambah di persemaian cabai Efektivitas Trichoderma 7, 2000 viride dan karbendazim dalam menghambat pertumbuhan Fusarium oxysporum penyebab busuk batang panili di pembibitan Penggunaan Gliociadium 9 (1), 2006 virens dan pupuk kandang untuk pengendaliaan Sclerotium roflsii penyebab busuk batang pada kacang tanah Pengaruh bahan organik terhadap pertumbuhan Gliciadium virens dan daya antagonisnya terhadap Fusarium oxysporum secara in-vitro NAMA JURNAL Jurnal Pertanian Ilmu-Ilmu

2.

2000

Jurnal Penelitian Universitas Bengkulu

3.

2006

Jurnal Akta Agrosia

4.

2007

Jurnal Pertanian

Ilmu-Ilmu

2. ARTIKEL ILMIAH DALAM JURNAL INTERNASIONAL


NO JUDUL ARTIKEL ILMIAH NAMA JURNAL VOLUME, NOMOR, TAHUN

50

5. PUBLIKASI BUKU TEKS/BUKU AJAR Urutan judul Buku yang pernah dilakukan (sebagai ketua) selama 5 tahun terakhir, dengan urutan dimulai dari Buku yang paling diunggulkan menurut Saudara sampai Artikel Ilmiah yang tidak diunggulkan.
NO 1 TAHUN Tidak ada JUDUL BUKU NAMA PENERBIT

6. PENGALAMAN PEROLEHAN HKI Urutan Hki yang pernah diterbitkan selama 5 tahun terakhir.
NO TAHUN 1 JUDUL/TEMA HKI Tidak ada JENIS NOMOR PENDAFTARAN/ SERTIFIKAT

7. PENGALAMAN RUMUSAN KEBIJAKAN PUBLIK/REKAYASA SOSIAL LAINNYA. Urutan judul rumusan kebijakan/rekayasa sosial lainnya yang pernah dibuat/ ditemukan selama 5 tahun terakhir
NO TAHUN JUDUL/TEMA/JENIS REKAYASA SOSIAL YANG TELAH DITERAPKAN Tidak ada TEMPAT PENERAPAN RESPON MASYARAKAT

Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan dapat dipertanggung jawabkan secara hokum. Dan apabila dikemudian hari ternyata dijumpai ketidak sesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima resiko. Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi persyaratan sebagai salah satu syarat pengajuan hibah Penelitian Hibah Strategis Nasional Tahun 2010. Bengkulu, 10 Maret 2010 Pengusul Materai 6.000 Ir. Sri Winarsih, M.P NIP 131410576

51

ANGGOTA PENELITI IV 1. IDENTITAS DIRI 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7 8 Nama Lengkap dan Gelar Jabatan Fungsional NIP Tempat dan Tanggal Lahir Alamat Rumah Nomor telepon/ Faks Nomor HP Alamat Kantor Ir. Kususiyah, MS Lektor 131789997 Tulungagung, 6 Oktober 1963 Jln Unib Permai III/6, Pematang Gubernur (0736) 73100607 081367355038 Jurusan Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Bengkulu (0736) 21170 eks. 219 kususiyah@yahoo.com S1 = 50 orang S2 = orang S3 = orang 1. Ilmu Produksi Ternak Unggas 2. Dasar Fisiologi Ternak 3. Dasar Reproduksi Ternak 4. Ilmu Reproduksi dan Inseminasi Buatan 5. S1 IPB Produksi Ternak Unggas 1982 1986 Pengaruh kepadatan kandang terhadap performans ayam jantan tipe petelur Prof. Dr. Dawan Sugandi, M.Sc S2 IPB Produksi Ternak Unggas 1990 1992 Pengaruh penggunaan zeolit dalam liter terhadap performans ayam broiler pada kepadatan kandang berbeda Prof. Dr. Dawan Sugandi, M.Sc S3

9 Nomor telepon/ faks. 10. Alamat pos-el 11. Lulusan yang telah dihasilkan 12 Mata Kuliah yang Diampu

2. RIWAYAT PENDIDIKAN 1 PROGRAM 2 Nama Perguruan Tinggi 3 Bidang Ilmu 4 Tahun Masuk 5 Tahun Lulus 6 Judul Skripsi/Tesis/Disertasi

7 Nama Pembimbing/Promotor

52

3.

PENGALAMAN PENELITIAN (bukan skripsi, tesis, maupun disertasi) Urutan judul penelitian yang pernah dilakukan (sebagai ketua) selama 5 tahun terakhir, dengan urutan dimulai dari penelitian yang paling diunggulkan menurut Saudara sampai penelitian yang tidak diunggulkan.
NO 1. TAHUN 2006 JUDUL PENELITIAN Performans produksi telur itik Talang Benih pada level protein berbeda serta kajian penggunaan CPO dalam ransom untuk memperbaiki kualitas telur itik Talang Benih Performans produksi telur itik Talang Benih pada fase produksi kedua Performans produksi telur itik Talang Benih pada fase produksi ketiga Performans pertumbuhan itik Talang Benih Jantan dan Betina PENDANAAN SUMBER JML A2, Jurusan Rp 30.000.000,Peternakan UNIB

2. 3. 4.

2007 2008 2005

Mandiri Mandiri Mandiri

Sumber pendanaan: DM, SKW, Fundamental, Hibah Bersaing, Hibah Pekerti, Hibah Pascasarjana, RAPID atau sumber lain, sebutkan. 4. PUBLIKASI ARTIKEL ILMIAH DALAM JURNAL Urutan judul Artikel Ilmiah yang pernah dilakukan (sebagai ketua) selama 5 tahunterakhir, dengan urutan dimulai dari Artikel Ilmiah yang paling diunggulkan menurut Saudara sampai Artikel Ilmiah yang tidak diunggulkan. 1. ARTIKEL ILMIAH DALAM JURNAL NASIONAL
NO 1. TAHUN 2005 JUDUL ARTIKEL VOLUME ILMIAH Pengaruh penggunaan 5 (3) tepung ampas tahu dalam ransom terhadap performans puyuh fase pertumbuhan Kajian performans puyuh 6 (1) dari Bengkulu, Padang dan Yogyakarta Pengaruh komposisi 6 (3) genetic hasil persilangan puyuh asal tiga daerah (Bengkulu, Padang, Yogyakarta) terhadap kualitas karkas puyuh jantan NAMA JURNAL Agriculture

2. 3.

2006 2006

Agriculture Jurnal Pembangunan Pedesaan

53

2. ARTIKEL ILMIAH DALAM JURNAL INTERNASIONAL


NO JUDUL ARTIKEL ILMIAH 1 Tidak ada NAMA JURNAL VOLUME, NOMOR, TAHUN

5. PUBLIKASI BUKU TEKS/BUKU AJAR Urutan judul Buku yang pernah dilakukan (sebagai ketua) selama 5 tahunterakhir , dengan urutan dimulai dari Buku yang paling diunggulkan menurut Saudara sampai Artikel Ilmiah yang tidak diunggulkan.
NO 1 TAHUN Tidak ada JUDUL BUKU NAMA PENERBIT

6. PENGALAMAN PEROLEHAN HKI Urutan Hki yang pernah diterbitkan selama 5 tahun terakhir.
NO TAHUN 1 2 JUDUL/TEMA HKI Tidak ada JENIS NOMOR PENDAFTARAN/ SERTIFIKAT

7. PENGALAMAN RUMUSAN KEBIJAKAN PUBLIK/REKAYASA SOSIAL LAINNYA. Urutan judul rumusan kebijakan/rekayasa sosial lainnya yang pernah dibuat/ ditemukan selama 5 tahun terakhir
NO TAHUN JUDUL/TEMA/JENIS REKAYASA SOSIAL YANG TELAH DITERAPKAN Tidak ada TEMPAT PENERAPAN RESPON MASYARAKAT

Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan dapat dipertanggung jawabkan secara hokum. Dan apabila dikemudian hari ternyata dijumpai ketidak sesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima resiko. Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi persyaratan sebagai salah satu syarat pengajuan hibah Penelitian Hibah Strategis Nasional Tahun 2009 Bengkulu, 10 Maret 2010 Pengusul Materai 6.000 Ir. Kususiyah, MP NIP 131789997

54

Lampiran II. JUSTIFIKASI ANGGARAN 1. Anggaran untuk pelaksana: No. Nama 1. Prof. Urip Santoso 2. Dr. Yosi Fenita 3. Dr. Agus Martono 4. Ir. Sri Winarsih, M.P. 5. Ir. Kususiyah, MP 6. Isnani Murti, S.IKom. 7. 8. 9. 9. Alokasi Waktu 7 jam/minggu 4 jam/minggu 3 jam/minggu 3 jam/minggu 3 jam/minggu 7 bulan Harga Satuan 27.500/jam 22.500/jam 22.500/jam 22.500/jam 22.500/jam 250.000/bulan 5.000/jam 5.000/jam 250.000/bulan 1.000.000 Jumlah (Rp) 6.160.000 2.880.000 2.160.000 2.160.000 2.160.000 1.750.000 900.000 900.000 1.000.000 1.000.000 21.070.000 2. Anggaran untuk komponen peralatan No. NAMA ALAT KEGUNAAN DALAM PENELITIAN HARGA SATUAN (Rp) HARGA SELURUHNYA (Rp)

(Bendahara) Guntur (Pembantu Peneliti) 5 jam/minggu Dana (Pembantu Peneliti) 5 jam/minggu Sarto (Petugas Kandang) 4 bulan Janu Didik Santoso (Pengolah data)

1. 3. Anggaran untuk bahan aus (material penelitian). NO 1. 2. 3. 4. 5. 7. NAMA BAHAN KEGUNAAN DALAM PENELITIAN 2 rim Kertas HVS Administrasi, laporan 1 flash disk Simpan data 1 buah toner HP Laser Jet Print 1020 2 boks ayam broiler Objek penelitian 800 kg ransum Pakan percobaan Papan Membuat petak percobaan (30 buah) HARGA SATUAN (Rp 35.000 200.000 650.000 450.000 7.000 800.000 HARGA SELURUHNYA (Rp) 70.000 200.000 650.000 900.000 5.240.000 800.000

55

3. Anggaran untuk bahan aus [material penelitian (lanjutan)]. NO 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. 24. 25. 26. NAMA BAHAN KEGUNAAN DALAM PENELITIAN 190 kg daun katuk Penelitian Kuali tanah 10 buah Tempat ekstraksi daun katuk Kompor minyak tanah 5 Ekstraksi buah Termometer batang 5 buah Mengukur suhu air ekstraksi Tempat minum 10 buah Materi penelitian Tempat pakan 10 buah Materi penelitian 2 liter Rodalon Desinfektan 2 botol Vaksin ND Vaksinasi 2 botol Vaksin Gumboro Vaksinasi Vitachick Obat-obatan lain Tempat menjemur (10 Jemur katuk buah) Kapas Analisis kolesterol daging (40 sampel) Uji organoleptik (40 sampel) Analisis total lipid daging (40 sampel) Analisis asam lemak (40 sampel) Analisis Salmonella sp (40 sampel) Analisis Kalium daging (40 sampel) Jumlah HARGA SATUAN (Rp 5.000 40.000 80.000 20.000 30.000 50.000 50.000 200.000 200.000 25.000 20.000 90.000 22.500 60.000 225.000 200.000 22.500 HARGA SELURUHNYA (Rp) 950.000 400.000 400.000 100.000 300.000 500.000 100.000 400.000 400.000 100.000 200.000 250.000 20.000 3.600.000 950.000 2.400.000 9.000.000 8.000.000 950.000 36.860.000

56

4. Anggaran untuk perjalanan NO 1. TUJUAN Transportasi lokal (Kota Bengkulu, Kabupaten Rejang Lebong, Kepahyang & Seluma Bogor Yogyakarta Jumlah KEPERLUAN Biaya satuan (Rp) BIAYA SELURUHNYA (Rp) 2.070.000

Mencari dan 2.070.000 membeli bahan penelitian Antar sampel & 2.500.000 telusur pustaka Seminar 2.500.000

2. 3.

2.500.000 2.500.000 7.070.000

5. Pengeluaran lain-lain: NO. JENIS PENGELUARAN 1 Penyusunan dan perbanyakan laporan (kemajuan 2 3 4 5 6. 7. 8. 9. 1, kemajuan 2, laporan akhir) Seminar Publikasi Bahan pustaka Dokumentasi Poster (ukuran besar) 3 buah Konsumsi (60 bungkus @ Rp 15.000) Komunikasi Monitoring dan ealuasi Jumlah BIAYA SELURUHNYA 700.000 950.000 950.000 400.000 300.000 300.000 900.000 500.000 5.000.000 10.000.000

Jumlah total biaya penelitian Rp 75.000.000 (Tujuh puluh lima juta rupiah).

Lampiran III. LAIN-LAIN YANG DIANGGAP PERLU a. Skripsi Mahasiswa Penelitian ini direncanakan menghasilkan dua buah skripsi mahasiswa. Adapun topik-topik yang akan diteliti oleh mahasiswa adalah: a) Pengaruh suplementasi ekstrak daun katuk dan tepung kunyit pada pakan berlemak tinggi terhadap performans ayam broiler. b) Pengaruh suplementasi ekstrak daun katuk dan tepung kunyit pada pakan berlemak tinggi terhadap deposisi lemak pada ayam broiler. b. Jadwal Kegiatan No. A. KEGIATAN/PENANG GUNG JAWAB PERSIAPAN 3 BULAN 4 5 6 7 8 9 10 11 57

1 2 3 4 B. 1 2 C. 1 2 3 D. 1 2 3 4 5

Pertemuan awal tim/Ketua Penetapan rencana kerja/Ketua Persiapan kandang/Teknisi Persiapan lay out/Peneliti dan teknisi PEMELIHARAAN Pemeliharaan ayam sebelum penelitian/Peneliti Pemeliharaan ayam selama penelitian SAMPLING Pemilihan sampel/Peneliti Penyembelihan ayam/Teknisi Analisis/Peneliti dan teknisi PENYUSUNAN LAPORAN Analisis data/Peneliti Menyusun draft laporan/Peneliti Perbaikan laporan I/Peneliti Penggandaan Laporan akhir/teknisi Pengiriman laporan/Teknisi

X X X X

X X X

X X X X X X

X X

X X X X X

c. Sarana 1. Laboratorium No. Laboratorium 1. 2. Nutrisi dan Makanan Ternak, Jurusan Peternakan, Fakultas Pertanian, UNIB Produksi Ternak, Jurusan Peternakan, Fakultas Pertanian UNIB Teknologi Industri Pertanian, Fakultas Pertanian UNIB

Kemampuan

3.

Penunjang Penelitian Analisis proksimat 20% dan kolesterol serta ekstraksi katuk Kandang dan 40% peralatan untuk pemeliharaan broiler dan sampling Analisis mineral 5%

58

c. Sarana (lanjutan) 1. Laboratorium No. Laboratorium 4. 5. 6. Ilmu Hama dan Penyakit Tanaman, Fakultas Pertanian UNIB Agronomi, Fakultas Pertanian UNIB Departemen Pertanian Bogor

Kemampuan Analisis mikrobia Vitamin Analisis amino

Penunjang Penelitian jumlah 5% 10% asam 20%

2. Peralatan Utama No. Alat 1. Spektrofotometer 2. 3. 4. Soklet Satu set alat analisis protein HPLC

Tempat Faperta UNIB Faperta UNIB Faperta UNIB Departemen Pertanian Bogor

Kegunaan Kolesterol, mineral dan TBA Total lipid Protein Asam amino

Kemampuan 40 sampel/hari 10 sampel/hari 10 sampel/hari 30 sampel/hari

3. Keterangan Tambahan Peneliti utama mempunyai satu set komputer beserta jaringan internet. Fasilitas ini digunakan untuk analisis data, penelusuran pustaka dan laporan penelitian.

59