Anda di halaman 1dari 10

BAB 1.

PENDAHULUAN

1.1

Latar Belakang Tidak setiap kata yang tercetak dalam sebuah buku itu harus dibaca, dan tidak semua detail

buku harus dipelajari. Apa yang tercetak belum tentu benar dan belum tentu berharga untuk dibaca. Penting atau tidaknya apa yang tercetak bagi kita ditentukan oleh pertimbangan ini: Apakah informasi dan gagasan yang ada itu penting dan relevan untuk kita? Apakah sesuai dengan tujuan kita membaca? Memang, adakalanya sebuah buku harus kita baca secara keseluruhan, misalnya buku pegangan utama yang harus kita pelajari secara mendalam dan kita sendiri belum banyak mengetahui perihal yang dibahas di buku itu. Sementara untuk buku yang lain, suatu bagian adakalanya perlu kita baca lebih dari satu kali secara mendalam, kita sesuaikan dengan kebutuhan kita. Akan tetapi, ada bagian lain yang harus kita lompati saja, karena tak akan ada gunanya kita baca. Jurus membaca yang sangat ampuh untuk mengatur kecepatan kita dalam membaca dan sangat efektif memberikan hasil yang maksimal ada dua yaitu, skimming dan scaning.

1.2

Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan di atas, dapat ditentukan rumusan masalah

sebagai berikut: 1. Apa yang dimaksud membaca dengan cara skimming? 2. Apa yang dimaksud membaca dengan cara scanning?

1.3

Tujuan dan Manfaat

Tujuan dari pembuatan makalah ini adalah untuk memenuhi tugas Membaca kelas A dan diharapkan dengan tersusunnya makalah ini, pembaca dapat memahami bagiamana cara membaca dengan tekhnik skimming dan tekhnik scanning.

BAB 2. PEMBAHASAN

2.1

Bagian yang Dapat Dilompati Bacaan apa saja, baik itu buku, majalah, ataupun surat kabar harus kita baca sesuai dengan

tujuan kita. Kita tidak boleh diperbudak oleh apa yang tercetak , dengan membaca semua yang ada. Kita harus berani menjadi tuan, dan bacaan itu yang menjadi budak kita. Jika anda tidak membutuhkan fakta- fakta dan detailnya, maka lompati fakta dan detail itu dan pusatkan perhatian untuk cepat menguasai ide pokoknya. Cara membaca yang hanya untuk mendapatkan ide pokoknya ini disebut skimming. Sebaliknya, jika anda hanya membutuhkan suatu fakta tertentu saja, atau informasi tertentu saja, atau data statistik tertentu saja, maka anda perlu melompati lainnya dan langsung mencari hal tertentu itu saja. Teknik melompat (skipping) untuk langsung ke sasaran yang kita cari tersebut disebut dengan scanning. Beberapa bagian yang dapat dilompati dapat diuraikan dibawah ini: 1. Anda dapat melompati definisi, batasan tertentu atau keterangan dan detail yang telah anda ketahui dari buku lain, dan anda telah merasa cukup menguasainya. Akan tetapi, jangan melompati keseluruhan bab itu, perhatikanlah barangkali ada yang mengandung gagasan baru. Layangkanlah pandangan dengan kecepatan tinggi keparagraf- paragraf bab itu,

barangkali ada gagasan baru dan lambatkan pada gagasan yang mengandung bab baru tersebut, atau bagian yang menarik untuk dibaca. 2. Anda dapat melompati bagian- bagian yang berisi informasi yang tidak memenuhi tujuan anda membaca. Misalnya, anda membaca sebuah biografi dan anda hanya membutuhkan pandangan poitik orang tersebut, sedangkan bab- bab pertama buku itu membicarakan detail kehidupannya dimasa kecil, maka bagian- bagian ini dapat anda lewati. 3. Adakalanya penulis dalam membuat analisis permasalahan, mengawalinya dengan beberapa contoh. Jika anda telah membaca dua atau tiga contoh dan anda merasa sudah cukup menangkap idenya, maka anda dapat melompati contoh- contoh lainnya.

4. Ada juga penulis dalam mengawali bab baru menyajikan ringkasan bab sebelumnya. Jika anda baru saja membaca bab sebelumnya tersebut dan anda merasa cukup menguasainya, maka ringkasan itu dapat anda lompati. Banyak yang telah mempraktekkan skimming, walaupun kebanyakan dari mereka tidak secara sadar dan terorganisasikan. Terutama pada saat tergesa-gesa, mereka akan melompati bagian- bagian yang tidak menarik atau tidak berguna. 2.2 Gerakan Mata dalam Skimming dan Scaning Dalam skimming dan scanning, tidak ada pola khusus untuk gerakan mata yang terbaik. Akan tetapi, ada cara yang sesuai dengn tujuan anda dalam membaca. Untuk skamming yang bertujuan mendapatkan informasi sebanyak-banyaknya, gerakan mata hampir seperti membaca lengkap, kecuali jika anda harus melompati bagian- bagian tertentu. Salah satu pola yang efektif adalah menelusuri awal paragraf yang memuat ide pokok. Lalu cepat bergerak ke bagian lain paragraf itu dan berhenti disana-sini jika menemukan detail pentingnya,kemudian bergerak cepat lagi dan berhenti lagi untuk memungut detail atau gagasan yang penting. Gerakan mata dalam scanning tidak terlalu berbeda dengan skimming. Untuk mengetahui tempat informasi tertentu, bantuan yang baik adalah judul- judul bab dan subjudulnya. Lalu, jika yang dicari itu suatu angka, maka gerakkan mata dengan cepat dan berhentilah pada setiap angka yang sekiranya mirip, jika ternyata bukan, maka jangan tunda untuk terus bergerak kebawah. Demikian pula jika anda mencari nama. Skimming dan scanning bukanlah pekerjaan ringan. Kita harus bekerja keras, tidak boleh seenaknya atau santai dalam mempraktekkannya. Dengan demikian, maka manfaat dari skimming dan scanning akan terasa. 2.2.1 Gerakan mata dalam skimming Mata bergerak di baris-baris pertama yang mengandung ide pokok dari paragraf, kemudian melompat (skipping) dan (fixate) di beberapa fakta. Detail tertentu yang penting yang menunjang ide pokok. Detail penting dapat di tunjukkan oleh tipografi, atau tanda-tanda rincian. Apabila kita membaca suatu topik yang menjadi perhatian kita, detail dan ide pokok itu seperti dengan sendirinya menjadi perhatian kita, mudah kita mengenalinya.
3

Contoh Gerakan Mata dalam Skimming (1) Biasanya paragraf pertama perlu dibaca kecepatan rata-rata . paragraf pertama umumnya berisi pengantar atau ringkasan tentang bahan yang akan dibicarakan . Kadang-kadang paragraf kedua berisi pengantar atau pendahulua. sedangkan paragraf pertama mungkin hanya untuk pemanasan , dan digunakan oleh pengarangnya untuk menarik perhatian pembaca. Membaca paragraf ketiga mungkin tidak perlu tetapi ide pokok biasanyaada dikalimat pembuka . . . .. . .. . . . . . kalimat topik . . . .. . .. . .. . . .. .. .. . .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. Selain dari kalimat pertama terkadang pembaca perlu mencari detail dibagian lain dalam paragraf . . . .. .. .. .. .. .. . .. .. . . .. .. . . . .. .. .. .. .,.. .. .. nama .. .. .. .. .. .. .. .. . tanggal . .. .. .. .. . . ini tidak ada isinya .. . . .. .. . . . . . Kadang-kadang ide pokok berada ditengah atau diakhir paragraf. Beberapa paragraf ada yang mengulang ide-ide . . . . . . . Jika ide pokok tidak bisa ditemukan di kalimat pertama, maka seluruh paragraf perlu dibaca. Kemudian lompati beberapa paragraf . . . . . untuk menghemat waktu .. . .. . Ingat anda harus tetap cepat .. . . . . . . . 800 kpm . .. . . . . . . . Jangan takut melompati setengah atau lebih dari masingmasing paragraf . . . . . . . . . . . . .. . . . . . . .. Jangan mulai tertarik dan membaca semuanya . . . . . . . .. .. . . .. .. .. .. . . . .. .skimming adalah berat. . . . . . . ... . . . . . . Pemahaman memang rendah . . . . . . . . . . . . . 50% . . . . . . .. . . . .. . . . Tidak terlalu rendah . . . . . . .. .. . . .. . . . Dengan skimming membaca menjadi lebih muda . . . .. .. . . . . . . menambah kepercayaan . . . . . . . . . . . . . . . . Mungkin anda tidak mendapatkan apa-apa dibeberapa paragraf .. . . . . . . .. . . . .. . Jangan gelisah . . . . . . . Skimming banyak gunanya . . . . . .. . . .. . . Laporan . . Surat kabar . . . suplemen . Dua paragraf akhir perlu dibaca semua dengan seksama karena seringkali berisi ringkasan . Ingat pentingnya skimming adalah mendapatkan hanya ide pokok penulis dengan kecepatan yang tinggi.

Contoh gerakan Mata dalam Skimming (2) Yang membedakan pelbagai aliran anarkisme satu dari yang lain adalah dasar kepercayaan itu. Anarkisme religius percaya bahwa asal saja manusia beragama, ia tidak akan menyeleweng dan oleh karena itu tidak diperlukan suatu lembaga pemaksa. Ada yang percaya bahwa negara merupakan alat dari kekuatan-kekuatan setani dan kegelapan yang menentang kerajaan cahaya yang bersifat rohani. Begitulah anarkisme dualistik misalnya dalam Manikeisme yang dipengaruhi oleh aliran Zoroaster di Persia 2500 tahun yang lalu. Dalam lingkungan agama kristani kadang-kadang muncul gerakan-gerakan Kiliastik (dari kata Yunani khilioi, seribu) yang mengharapkan suatu kerajaan langsung oleh Yesus Kristus selama seribu tahun. Ada yang mengharapkan kerajaan Roh Kudus langsung dalam hati manusia dan atas nama itu menentang negara. Dalam agama Islam beberapa aliran Shia dan Mahdisme menentang negara sebagai sesuatu yang secara hakiki sekuler dan oleh karena itu berlawanan dengan sikap takwa yang sebenarnya. Harapan-harapan akan kedatangan ratu adil di Jawa juga menunjukkan tendensi-tendensi serupa. 2.3 Skimming: Cara Membaca Efisien Skimming adalah tindakan untuk mengambil intisari atau saripati dari suatu hal. Karena itu, skimming bacaan berarti mencari hal-hal yang penting dari bacaan itu, yaitu ide pokok dan detail yang penting yang dalam hal ini tidak selalu di permukaan (awal) tetapi terkadang di tengah atau di dasar (bagian akhir). Banyak yang mengartikan skimming sebagai sekedar menyapu halaman, sedangkan pengertian yang sebenarnya adalah suatu keterampilan membaca yang diatur secara sistematis untuk mendapatkan hasil yang efisien, untuk berbagai tujuan, seperti hal berikut: 1. Untuk mengenali topic bacaan. Apabila Anda pergi ke took buku atau perpustakaan dan ingin mengetahui pembahasan apa dalam buku yang Anda pilih itu, Anda melakukan skimming beberapa menit (atau browsing). Skimming untuk melihat bahan yang akan dibaca, sekedar untuk mengetahui bahan tersebut, juga banyak dilakukan orang untuk memilih artikel di majalah dan surat kabar. 2. Untuk mengetahui pendapat orang (opini). Disini Anda sudah mengetahui topic yang dibahas, yang Anda butuhkan adalah pendapat penulis itu terhadap masalah tersebut.

Misalnya, tulisan tajuk surat kabar; Anda mungkin cukup membaca paragraph pertama atau akhir yang biasanya memuat kesimpulan yang dibuat oleh penulisnya (redaksi). 3. Untuk mendapatkan bagian penting yang kita perlukan tanpa membaca seluruhnya. Anda perlu melihat semua bahan itu untuk memilih ide yang bagus, tetapi tidak membaca secara lengkap. 4. Untuk mengetahui organisasi penulisan, urutan ide pokok dan cara semua itu disusun dalam kesatuan pikiran dan mencari hubungan antar bagian bacaanitu. 5. Untuk penyegaran apa yang pernah dibaca, misalnya dalam mempersiapkan ujian atau sebelum menyampaikan ceramah. Skimming ini juga disebut sebagai review (tinjau balik). 2.4 Scaning: Cepat Menemukan Informasi Scanning adalah : suatu teknik membaca untuk mendapatkan suatu informasi tanpa membaca yang lain-lain; jadi langsung ke masalah yang dicari yaitu: a. Fakta khusus b. Informasi tertentu Kegiatan scanning harus dilakukan dengan cepat dan akurat.scanning juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, diantaranya: 1. Mencari nomor telepon 2. Mencari kata pada kamus 3. Mencari entri pada indeks 4. Mencari angka angka statistik 5. Melihat acara siaran TV, dan 6. Melihat daftar pelajaran. 2.4.1 Scanning Prosa Scanning prosa adalah mencari topic tertentu dalam suatu bacaan, yaitu dengan mencari letak bagian yang memuat informasi yang dibutuhkan. Caranya : 1. Anda harus mengetahui kata kunci yang menjadi petunjuk (clue words). 2. Kenali organisasi tulisan dan bentuk tulisan,untuk memperkirakan letak jawaban.lihat juga gambar, grafik, ilustrasi, tabel, yang berkaitan. 3. Gerakkan mata secara sistematik dan cepat.
6

4. Setelah menemukan tampatnya, lambatkan kecepatan membaca untuk meyakinkan kebenaran apa yang anda cari.

2.4.2 Scanning Informasi Topik Tertentu Untuk mengumpulkan bahan-bahan mengenai topik tertentu, seorang penulis tidak perlu membaca seluruh bagian buku, tetapi cukup dengan scaning-menemukannya melalui daftar isi dan indeks, serta alat-alat visual, seperti grafik. Dalam satu buku, topic yang dicari dapat tersebat di berbagai bab buku. Lokasi atau letak topik tertentu hatus cepat ditemukan dengan mengantisipasi beberapa kemungkinan. Pencarian itu harus cepat dilakukan sehingga kita dapat beralih dari satu buku ke buku-buku lainnya. Informasi dan gagasan yang ada mengenai topik tertentu dapat cepat kita kuasai.

2.4.3 Scanning Kata di Kamus Untuk memudahkan dalam mencari kata dalam kamus, sebaiknya pembaca membaca bagian kamus terlebih dahulu. Kamus terdiri dari tiga bagian, yaitu bagian pendahuluan, isi, dan tambahan. Bagian pendahuluan memuat keterangan cara menggunakan kamus. Bagian isi berisi daftar istilah kata dan arti atau maksud dari kata tersebut. Bagian tambahan dapat berupa daftar tokoh terkenal, nama geografi, daftar berbagai ukuran, frase asing, dan hal lain. Ketika menemukan sebuah kata dalam kamus, pembaca perlu memperhatikan ejaan kata dengan seksama. Selain itu, pembaca juga perlu memperhatikan cara pengucapan, panjang pendek, dan aksennya (tekanannya). Perhatikan juga etimologi (asal-usul kata) dan perhatikan contoh kalimat yang ada agar pembaca lebih mengerti dan paham dengan arti dari kata tersebut.

2.4.4 Scanning Nomor Telepon Untuk memudahkan seseorang dalam mencari nomor telepon yang dibutuhkan, sebaiknya orang itu membaca buku telepon dan petunjuk di dalamnya. Dalam buku telepon, terdapat beberapa penjelasan dan bagian tertentu. 1. Departemen, Lembaga Negara, Lembaga Non-Departemen a. Disusun pada halaman khusus menurut abjad. b. Bagian-bagian departemen atau lembaga disusun berdasarkan struktur organisasi.
7

c. Lembaga pemerintahan yang berada di bawah suatu departemen, ditempatkan di bawah departemen yang bersangkutan, misal: TVRI RRI BSF 2. Nama Langganan Pribadi a. Nama keluarga dicantumkan lebih dulu kemudian diikuti nama pribadi. b. Nama pribadi tanpa nama keluarga / marga ditulis langsung. Singkatan nama, gelar, pangkat dan lainnya dicantumkan di belakang. 3. Badan Usaha a. Nama perusahaan didahulukan diikuti bentuk badan usaha kecuali nama perusahaan yang disingkat. 4. Petunjuk halaman. Pada sudut kiri dan kanan atas setiap halaman terdapat tulisan yang dapat memudahkan menemukan nama. 5. Halaman Kuning, memuat daftar badan usaha yang disusun menurut kelompok usaha. Disusun di bawah Departemen Penerangan

2.4.5

Scanning Acara Televisi

Program siaran disusun untuk memenuhi selera orang banyak dengan multi tujuan. Berikut ini latihan jenis scanning untuk memilih acara televisi: 1. Perhatikan sekilas acara televisi beserta strukturnya. 2. Cari acara yang akan diinginkan. 3. Cari secepatnya, ukurlah waktu pengerjaannya.

BAB 3. PENUTUP

3.1 Kesimpulan Skimming dan scanning adalah suatu keterampilan membaca yang diatur secara sistematis untuk mendapatkan hasil yang efisien. Cara membaca yang hanya untuk mendapatkan ide pokok disebut skimming. Sedangkan untuk memperoleh suatu fakta tertentu saja, atau informasi tertentu saja, atau data statistik tertentu saja yang diperlukan adalah tekhnik scanning.

3.2 Saran Diharapkan setelah pembaca membaca makalah yang kami susun ini, pembaca mampu menerapkan tekhnik membaca dengan cara skimming dan scanning sehingga mendapat hasil membaca yang efisien dan efektif.

DAFTAR PUSTAKA

Soedarso. 1994. Sistem Membaca Cepat dan Efektif. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

10