Anda di halaman 1dari 2

RIMELDA AQUINAS 0708120320

1. Penggunaan kortikosteroid pada anak-anak Kortikosteroid adalah suatu kelompok hormon steroid yang dihasilkan di bagian korteks kelenjar adrenal sebagai tanggapan atas hormon adrenokortikotropik (ACTH) yang dilepaskan oleh kelenjar hipofisis. Sebagian besar khasiat yang diharapkan dari pemakaian kortikosteroid adalah sebagai antiinflamasi, antialergi atau imunosupresif. Karena khasiat inilah kortikosteroid banyak digunakan dalam bidang dermatologi. Berdasarkan cara penggunaannya kortikosteroid dapat dibagi dua yaitu kortikosteroid sistemik dan kortikosteroid topikal. Kortikosteroid topikal adalah obat yang digunakan di kulit pada tempat tertentu. Ada beberapa faktor yang menguntungkan pemakaian kortikosteroid topikal, yaitu: 1). Dalam konsentrasi relatif rendah dapat tercapai efek anti radang yang cukup memadai. 2). Bila pilihan glukokortikoid tepat, pemakaiannya dapat dikatakan aman. 3). Jarang terjadi dermatitis kontak alergik maupun toksik. 4). Banyak kemasan yang dapat dipilih : krem, salep, semprot (spray), gel, losion, salep berlemak (fatty ointment). Pada anak-anak penggunaan kortikosteroid dapat menyebabkan pertumbuhan terhambat. Mekanisme terjadinya melalui stimulasi somatostatin, yang menghambat growth hormone. Selain itu kortikosteroid menyebabkan kehilangan Ca2+ melalui ginjal, akibatnya terjadi sekresi PTH yang meningkatkan aktivitas osteoklast meresorpsi tulang. Kortikosteroid juga. Penggunaan preparat kortikosteroid topikal secara rutin pada bayi dan anak hendaknya dihindari. Hal ini untuk mencegah terjadinya efek iritasi pada kulit dan gangguan pertumbuhan. Penggunaan kortikosteroid dapat menghambat hormon-hormon gonad, yang pada akhirnya menyebabkan gangguan proses penulangan sehingga pertumbuhan pada bayi,anak-anak dan remaja. Bila diperlukan penggunaan kortikosteroid pada pasien usia tersebut,gunakan dengan dosis minimum dan waktu sesingkat mungkin. Pengobatan kortikosteroid pada bayi dan anak harus dilakukan dengan lebih hati-hati. Penggunaan pada anak-anak memiliki efektifitas yang tinggi dan sedikit efek samping terhadap pemberian kortikosteroid topikal dengan potensi lemah dan dalam jangka waktu yang singkat. Sedangkan pada bayi memiliki risiko efek samping yang tinggi karena kulit bayi masih belum sempurna dan fungsinya belum berkembang seutuhnya. Secara umum, kulit bayi lebih tipis, ikatan sel-sel epidermisnya masih longgar, lebih cepat menyerap obat sehingga kemungkinan efek toksis lebih cepat terjadi serta sistem imun belum berfungsi secara sempurna Pada bayi prematur lebih berisiko karena kulitnya lebih tipis dan angka penetrasi obat topikal sangat tinggi.

2. Penulisan Resep Asam salisilat topikal Mitha Pradini SIP : 0708120374 STR : 76321095700 Jln. Hang Tuah no. 48 Telp: 085271534342

R/ asam salisilat cream 5% no. I tube Sue

Pro : Tn. R Umur : 27 tahun