P. 1
Kelompok 5 - Pemantauan Kesejahteraan Janin

Kelompok 5 - Pemantauan Kesejahteraan Janin

|Views: 311|Likes:
Dipublikasikan oleh Ayu Insafi

More info:

Published by: Ayu Insafi on Dec 25, 2011
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPTX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/21/2014

pdf

text

original

Pengkajian janin

Kelompok 5 D3 Kebidanan Unpad Angkatan VI-A

Pemantauan Kesejahteraan Janin
Definisi : Suatu upaya utuk menilai keadaan janin dikaitkan dengan aktifitas janin, kesehatan ibu, keadaan plasenta, cairan amnion, keadaan tali pusat dan kontraksi uterus

Pemantauan per trimester
Trimester I

Trimester II

Trimester III

Trimester 1
• Denyut Jantung Janin Antara minggu 10 – 12 gestasi, normalnya 120- 160 bpm. • Ultrasonografi, kegunaan:
– – – – – Mengkaji usia kehamilan Mengevaluasi adanya kelainan kongenital Mendiagnostik adanya perdarahan pervaginam Mengevaluasi pertumbuhan janin Pendukung test prenatal spt: amniosentesis

Trimester II
• TFU
– TFU yang lebih tinggi dari normall : Kehamilan ganda, Polihidramnion, Fetal makrosomi, Kandung kemih ibu penuh – TFU yang lebih rendah dari normal : Presentasi janin yang abnormal, IUGR, Kongenital anomali, Oligohidromnion

• DJJ
– Leanec sudah mulai dapat digunakan (18-20 mgg)

• Pergerakan Janin
– Primigravida : mulai terdeteksi antara minggu 18-20 gestasi – Multigravida: minggu 16 gestasi

• USG • Amniosentesis

Trimester III
• • • • • TFU Pergerakan janin DJJ USG Pemeriksaan laboratorium
– Estriol:nilai terendah – Cairan Amnion kematangan paru

PEMANTAUAN AKTIFITAS / GERAKAN JANIN
• Pola gerakan janin adalah tanda reliabel tentang kesejahteraan janin,dimana gerakan janin yang mengikuti pola teratur dari waktu ketikagerakan ini dirasakan. Data sedikitnya 10 gerakan perhari dianggap lazim.

• Tujuan Deteksi dini:
– Hipoksia – Ganguan pertumbuhan – Cacat bawaan – Infeksi

• Upaya :
– Deteksi resiko kehamilan – Penanganan faktor resiko – Sistem rujukan – Perawatan intensif neonatus

Pergerakan janin
 Minggu ke-21 sampai 24. Aktivitas bayi makin meningkat. Dia banyak menendang dan jungkir balik, karena volume air ketuban masih sering memungkinkan untuk bergerak leluasa.  Minggu ke-25 sampai 28. Bayi mulai cegukan. Inilah yang menyebabkan ibu hamil merasakan sensai seperti tersentak-sentak. Dia juga akan bergerak merespon suara dari luar karena pendengarannya makin baik. Kadang-kadang janin ‘kaget’ mendengar suara keras.

Pergerakan janin
Minggu ke-29 sampai 31. Gerakan bayi makin kuat, teratur dan terkendali. Kadang ibu hamil sampai merasakan rahim kontraksi. Minggu ke-32 sampai 24. Inilah mas apuncak aktivitas bayi. Dalam minggu-minggu ini, ibu hamil akan merasakan peningkatan frekuensi dan tipe gerakan bayi, karena dia semakin besar dan kuat.

Cara menghitung gerakan janin
• Sadovsky menghitung gerakan janin selama 1 jam. jumlah minimal gerakan dalam satu jam 4 kali. • Cardiff count to ten meminta klien untuk menghitung gerakan janin dalam 12 jam. Jika jmlah gerakan kurang dari 4, maka harus segera memeriksakan diri ke petugas kesehatan

Pengkajian dengan teknologi

Ultrasonografi (USG)

Cardiotokografi (CTG) Pemeriksaan laboratorium

• Indikasi :
– Hipertensi kronis – Hipertensi dalam kehamilan – DM – Riwayat kelahiran prematur – Postmatur – Tersangka pertumbuhan janin terhambat (PJT/IUGR)

Indikasi Pemeriksaan USG
• • • • • • • • Usia kehamilan tidak jelas Tersangka kehamilan ganda Perdarahan dalam kehamilan Tersangka IUFD Tersangka IUGR Tersangka kehamilan ektopik Tersangka kehamilan mola Terdapat perbedaan tinggi fundus uteri dan lamanya amenorea • Presentasi janin tidak jelas

USG
• Jenis:
– Transabdominal – Transvaginal

• Informasi dasar: presentasi janin, jumlah janin, kondisi plasenta, jumlah cairan amnion, usia kehamilan & malformasi mayor • Targeted: pemeriksaan mendalam  kelainan kongenital, mis craniospinal, cardiothoracic, atresia gastrointestinal, kelainan sal kemih, & skeletal

USG
• Trimester I utk mendpt info:
– – – – – – Lokasi, ada/ tidak kantung gestasi Identifikasi embrio atau janin Jumlah janin Ada/ tidak aktifitas jantung janin tanda-tanda kehidupan Panjang crown-rump Evaluasi struktur uterus & adneksa

• Trimester II: diameter biparietal, panjang femur, dan lingka abdomen dan kepala usia kehamilan & berat janin; kelainan janin, presentasi janin, estimasi jumlah cairan amnion • Timester III: usia kehamilan & berat janin, letak plasenta, presentasi

Alat USG

3D dan 4D USG

CTG
• Untuk pengkajian denyut jantung janin (DJJ) dan kontraksi uterus • Indikasi :
– Variasi DJJ – Cairan amnion mengandung mekonium – Induksi persalinan – Resiko terjadinya insufiensi utero plasenta (misal PIH, postmatur)

KARDIOTOKOGRAFI/ CARDIOTOCOGRAFI (CTG)
Untuk pengambilan keputusan tentang jenis pemantauan janin yang digunakan dibuat berdasarkan hasil klinis, dan dapat dinilai dari kemajuan persalinan. Pada masa antenatal. Pemantauan CTG dilakukan bila terdapat penyimpangan dari kondisi normal ibu atau janin.

Istilah-istilah
• Frekuensi djj

• Akselerasi: peningkatan djj > 15 bpm berlangsung selama > 15”, akibat gerakan atau stimulasi janin atau • Frekuensi dasar: kisaran djj kontraksi dasar yang timbul di antara • Deselerasi: kontraksi. Normal 115-160 Lambat: penurunan djj yang mulailebih lambat 15-30” • Variabilitas: dari kontraksi uterus – Normal: 10-25 bpm
Normal: 120-160 bpm Takikardi: 160-180 bpm Bradikardi: 100-120 bpm Gawat janin: < 100, > 180 – Berkurang: 6-10 bpm – Menghilang: 0-5 bpm – Berlebih (salvatory): . 25 bp

– – – –

Jenis CTG

Non Stress Test (NST)

Contraction Stress Test (CST)/ OCT

Non Stress Test (NST)
• Pemeriksaan ini dilakukan untuk menilai hubungan gambaran DJJ dan aktivitas janin. Penilaian dilakukan terhadap frekuensi dasar DJJ, variabilitas, dan timbulnya akselerasi yang menyertai gerakan janin. • Keuntungan: relatif cepat, tidak mahal, interpretasi mudah, bisa untuk klien rawat jalan & tidak ada efek samping • Kerugian: kadang sulit memperoleh jejak yang pas, klien harus dlm posisi bersandar selama 20-30 menit & janin mungkin tidur selama test • Indikasi pada klien: DM, PIH, IUGR, gemelli, ketuban pecah dll.

Interpretasi NST
• Reaktif
– – – – Gerak janin min 4x/ 20’ Frekuensi dasar: 120-160 bpm Variabilitas jangka panjang 6-25 bpm Ada > 2 akselerasi 15 dpm atau lebih dalam 20 menit

• Non-reaktif
– Gerak janin tidak ada dlm 20’ atau tdk ada akselerasi saat janin bergerak – Frekuensi dasar: <120, >160 – Variabilitas < 2 bpm

• Meragukan (suspicious)
– Gerak janin: < 4x/20’ atau akselerasi , 10-15 bpm – Frekuensi dasar: <120, >160 bpm – Variabilitas: 2-6 bpm

CST/OCT
• Digunakan untuk mengukur respon janin terhadap kontraksi uterus & mengevaluasi perfusi plasent • Indikasi: untuk kehamilan berisiko insufisiensi plasenta atau kelainan janin yang berhub dengan : • IUGR, DM, Postmatur
– NST non reaktif – Abnormal/ suspect BPP (biophysical profile: pengkajian 5 variabel janin: gerak napas, gerak tubuh, tonus, vol amnion & reaktivitas djj)

• Kontra Indikasi:
– Perdarahan trimester III – Bekas SC – Kejadian ygme risiko persalinan prematur: PROM, Incompetent cervix, gemelli

Interpretasi CST/OCT
Hasil Negatif Interpretasi •Frekuensi dasar normal •Variabilitas jangka panjang normal •Deselerasi lambat tidak ada •Ada akselerasi pada saat terjadi aktifitas janin •Deselerasi lambat persisten pada saat kontraksi •Variabilitas jangka panjang kurang atau (-) •Akselerasi ada/ (-) pada saat aktifitas janin •Pertimbangkan terminasi, kec maturitas paru (-) •atau perinatologi tdk mampu •Deselerasi lambat tdk persisten •Dlm 10’: kontraksi (+) atau (-) •Takikardia

Positif

Mencurigakan (suspicious)

Tidak memuaskan
Hiperstimulasi

•Hasil pencatatan kurang baik, mis ibu obesitas, •gerak janin berlebih •Kontraksi tdk adekuat (< 3/ 10’)
•Kontraksi >5x/ 10 menit atau > 90” •Sering disertai deselerasi lambat atau bradikardi

Pemeriksaan Laboratorium
• Amniosentesis • Chorionic villus sampling (CVS) • Urine & Darah Maternal

Terima kasih 

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->