Anda di halaman 1dari 69

MAPALA AKAMPA Sekretariat : Kampus Universitas Majalengka

Jl. K.H. Abdul Halim No.103 Majalengka, Telp/FAX: (0233) 281496

MATERI DIKLATSAR

SEJARAH PECINTA ALAM INDONESIA Sejarah kepecintaalaman di Indonesia mulai dikenal sejak tahun 1964 ditandai dengan berdirinya sebuah himpunan dan pendaki gunung WANADRI di Bandung. Pada decade 80-an perkembangan sangat pesat. Hamper seluruh Universitas dan SLTA mempunyai kelompok pecinta alam pada masa awal 80 kegiatan para pendaki gunung di Indonesia masih sebatas regional dan nasional,kalaupun ada yang keluar negri baru sebats survey dan penjajagan awal. Tantangan prestasi pada massa ini sudah mulai merambah dalam lingkup yang lebih luas sampai sekarang. Para pendaki Indonesia mulai melakukan pendakian diluar kawasan Indonesia. Ekspedisi-ekspedisi dalam skala yang lebih luas mulai banyak dilakukan, kegiatanya sudah sangat beragam dan banyak kegiatan yang lebih menarik ketimabng melakukan pendakian gunung, muatan ilmiah dan wawasan lingkungan lebih mendapat perhatian, kegiatannya memiliki efek samping yang lebih positif pada profesi (pekerjaan) dan mengarah pada sikap kerja yang lebih professional. Sejak awal organisasi kepecintaalaman mengarah pada pola pembentukan kepribadian. Sampai sekarang hal tersebut masih dominant dalam setiap proses regenerasi sudah menjadi ciri khas bahwa pecinta alam adalah pribadi yang teguh dan kuat mempertahankan prinsip dan nilai-nilai yang mereka anggap benar, tidak mudah tersentuh oleh berbagai pihak yang bias mencoba menguasai kepentingan mereka atau mencoba mengembankan hegemoni (mempengaruhi) pemikiran dan pendekatan baru atas eksistensinya. Para perintis itu telah terbukti menjadi katalisator (penggerak) dalam menentang kebijakan konvensional. Kini giliran kita!!!!. Pengenalan Organisasi Jiwa muda yang selalu haus akan sebuah tantangan menjadikan mereka memilih kegiatan yang cenderung bersifat non formal dan penuh tantangan sebagai alternative kegiatan untuk mengekspresikan luapan jiwa mereka. Dari sinilah muncul kelompok-kelompok yang menamakan pendaki gunung, penempuh rimba, pemanjat tebing, penelusur goa, pecinta lingkungan, dan petualang ke dalam satu wadah yang sering dikenal dengan pecinta alam. Dalam pengertian awam, kelompok pecinta alam lebih di kenal sebagai kelompok hura-hura yang berambut gondrong, cara berpakaian seenaknya, yang melawan segala bentuk kemapanan, tidak mau terikat dengan tata karma, yang nggak pernah mandi, dan sebagainya. Pendeknya ecinta alam adalah kelompok yang semau gue. Benarkah demikian??? Lalu bagaimana dengan mahasiswa pecinta alam atau MAPALA??? Organisasi kepecitalaman yang berada di lingkup perguruan tinggi dikenal dengan mahasiswa Pecinta Alam (MAPALA),Himpunan mahasiswa pecinta Alam( IMPALA) Ikatan Mahasiswa Pecinta Alam(IMPALA) dan sebagainya. Seorang MAPALA tidak mau dituntut untuk bersikap lebih. Predikat yang melekat padanya adalah jaminan terhadap sebuahy kerja yang lebih baik. Mampu melakukan penelitian pengabdian masyarakat serta kegiatan lain sesuai dengan latar belakang dan disiplin ilmu masing-masing. Denagn kata lain, bagaimana kita mengemas kegiatan yang mungkin sudah umum dilakukan orang tetapi dengan cara mahasiswa. Syukur lagi jika kita bias menciptakan suatu aktifitas baru yang lebih bermanfaat untuk lingkungan dan orang banyak. Kemampuan personal akan sangat mendukung dan dibutuhkan untuk mencapai hasil yang kita harapkan.
NAPAK ALAM AKAMPA

UNIVERSITAS MAJALENGKA

MATERI DIKLATSAR

Struktur organisasi MAPALA secara umum menggambarkan aktifitasnya. Dari sinilah luas tidaknya lingkupbidang kegiatan pecinta alam di tingkat Perguruan Tinggi dapat dilihat. Struktur masing-masing organisasi MAPALA belum tentu sama, tetapi secara global terdiri dari dua kegiatan, yaitu teknis dan non teknis. Atau dapat dibedakan lagi menjadi kegiatan internal dan eksternal. Bidang Aktifitas Pecinta Alam Pendidikan Dan Latihan : Proses transfer ilmu kecakapan serta pendidikan dan pengembangan. Petualangan Dan Ekspedisi : aktivitas petualangan dan ekspedisi antara alain : pendakian gunung, penempuh rimba, penyusuran sungai dan pantai, olah raga arus deras, panjat tebing, petualangan goad an lain-lain. Observasi : Pengamatan atau study masyarakat suku terasing, desa tertinggal, sosiologi pedesaan dan karakter lainya. Lingkungan : Pengamatan dan penyelamatan lingkungan, analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL), konservasi sumber daya alam(KSDA), panghijauan dan lainlain. Kemanusiaan : partisipasi bakti masyarakat penyelenggaraan kegiatan alikasi teknologi terapan, partisipasi dalam aktivitas Search And Rescue (SAR), bantuan bencana alam dan lain-lain. Pengembangan Organisasi dan SDM : aktivitas ilmiah, sarasehan, diskusi panel, seminar, lokakarya, mengikuti maupun menyelenggrakan berbagai kegiatan alam bebas dan lainlain. Hubungan : Melakukan hubungan dengan instansi/badan dan organisasi yang bergerak dalam bidang ilmuiah, organisasi-organisasi sejenis dan badan-badan yang terkait. Klasifikasi perjalanan FUN ADVENTURE Sasaran Adventure HUTAN GUNUNG DANAU RAWA TEBING UDARA PENINGGALAN PURBA SUNGAI LAUT PANTAI GOA SUKU PEDALAMAN MITOS DAN LEGENDA FLORA FAUNA CULTURE HIGH RISK ADVENTURE

SEJARAH PENDAKIAN GUNUNG Meneliti kembali sejarah pendakian gunung akan kembali membuka berbagai catatan yang tidak cukup jelas, hal ini haruslah dimaklumi karena kegiatan ini telah dimulai manusia dimana saat itu teknologi tidaklah seperti yang terlihat saat ini. Oleh karenanya banyak tulisan tentang para pelaku sejarah pendakian gunung hanya berupa catatan kecil dan banyak penulis hanya mereka-reka tentang apa yang sebenarnya dipikirkan oleh mereka dalam tujuannya menggapai tempat-tempat tertinggi di dunia.
NAPAK ALAM AKAMPA

UNIVERSITAS MAJALENGKA

MATERI DIKLATSAR

Because it is there jika boleh meminjam kutipan kata dari sang legendaris George Mallory ketika ditanya alasannya mengapa mendaki gunung. Apakah menggapai tempat-tempat tertinggi telah mengispirasi kegiatan pembangunan manusia selanjutnya seperti pembangunan altar untuk roh, menyaksikan pemandangan sebuah kota dari puncak bangunan atau juga membangun menara-menara yang berhubungan dengan pengamatan cuaca dan geologi. Saat ini, pendakian gunung merupakan bagian dari olahraga, hobi bahkan telah menjadi sebuah profesi. Kegiatan pendakian gunung membutuhkan kekuatan fisik dan mental hingga persiapan logistik yang baik untuk bisa berhasil. Selain sebagai kegiatan yang kian diminati saat ini pendakian gunung juga memberikan kontribusi pada berbagai kegiatan ilmiah. Berikut adalah beberapa catatan penting dalam sejarah pendakian gunung : 1874 - Grove, Gardiner, Walker, Sottajev dan Knubel mencapai puncak gunung tertinggi di Eropa: Elbrus. 1913 - Karstens, Harper, Tatum dan Stuck mencapai puncak gunung tertinggi di Amerika Utara: Gunung McKinley (Gunung Denali). 1953 - Norgay dan Hillary mencapai puncak gunung tertinggi di dunia: Mount Everest di Nepal. 1985 - Dick Bass mencapai Mount Everest dan menjadi orang pertama yang mencapai seluruh Seven Summits. Tidak semua orang dilahirkan untuk daerah yang keras seperti gunung. Namun hal ini bukan berarti kita tidak dapat melakukan petualangan di daerah keras seperti gunung. Untuk dapat melakukannya kita harus melatih dengan baik dan terus melakukan hingga memiliki berbagai pengalaman yang cukup. Peralatan yang paling mahal tidak akan memberikan kompensasi jadi pastikan kita terus membangun pengalaman pendakian kita. Hiking, merupakan komponen yang lebih lembut dari pendakian gunung (Mountainering), karena murni berjalan di jalur-jalur yang jelas di gunung dengan tujuan menjelajahi dan menikmati alam. Yang bisa didapatkan dari hal seperti ini adalah keakraban dengan alam dan tidak perlu dilakukan dengan tergesa-gesa bahkan banyak kegiatan bisa dilakukan di dalamnya.

PERENCANAAN DAN PENGELOLAAN PERJALANAN DI ALAM BEBAS ( Manajemen Perjalanan/ Manajemen Expedisi ) PENDAHULUAN Dorongan untuk melakukan petualangan di alam bebas menyebabkan para penggiatnya melakukan berbagai kegiatan perjalanan, mulai dari pendakian gunung, penyusuran pantai , pengarungan sungai berarus deras, dll. Perjalanan tsb dilakukan dengan berbagai tujuan mulai dari eksplorasi, survey maupun hanya untuk berjalan-jalan. Semua perjalanan tsb memerlukan persiapan yang baik, mengingat kegiatan di alam bebas seperti ini menghadapkan kita pada
NAPAK ALAM AKAMPA

UNIVERSITAS MAJALENGKA

MATERI DIKLATSAR

berbagai kondisi alam yang apabila tidak kita ketahui dengan baik akan menghadapkan kita pada keadaan yang dapat membahayakan jiwa kita, dan sebaliknya bila kita pahami akan memberikan kenikmatan berpetualang pada penggiatnya. Agar perjalanan di alam bebas dapat berjalan sesuai dengan rencana kita, ada beberapa hal yang perlu dilakukan : 1. TUJUAN Merumuskan suatu tujuan haruslah berdasarkan realita, tidak boleh terlalu ambisius. Tujuan haruslah disesuaikan dana yang telah tersedia, kemampuan anggota, dan waktu. Setiap anggota harus mengetahui dengan jelas tujuan perjalanannya, hal ini untuk menghindari kesalahpahaman yang mungkin akan terjadi. 2. WAKTU Apakah waktu yang ditetapkan bisa diikuti oleh semua anggota ? perencanaan perjalanan alam bebas harus pula memperhitungkan kalender kuliah atau pekerjaan anggota-anggotanya. Hal lain yang harus diperhatikan adalah musim pada saat pelaksanaan perjalanan alam bebas tsb. 3. PESERTA Jumlah anggota yang ikut haruslah ditetapkan dengan beberapa pertimbangan, berapa orang yang dapat dilibatkan dengan fasilitas transportasi yang ada ? berapa orang yang dibutuhkan untuk melaksanakan tujuan berdasarkan keahlian, pengalaman dan minat peserta bekerjasama eegentk sesuai dengan ae iitanuyan' iklnpdnlak k untuk menentukan itu semua maka seleksi haruslah dilakukan. Tentukan koordinator perjalanan (leader), bidang-bidang koordinasi, subkoordinasi, seperti bidang dana, publikasi dan dokumentasi, perlengkapan akomodasi, logistik, medis dll. Koordinator perjalanan haruslah dipilih dari orang-orang yang berwibawa dan punya pengalaman sebagai pemimpin. Dia tidak harus seorang pendaki yang hebat, tetapi yang lebih penting lagi adalah yang mampu mengkoordinasi pendakian tsb. 4. ANGGARAN KEUANGAN Dalam menyusun keuangan, beberapa hal harus diperhitungkan, antara lain kemungkinan situasi ekonomi negara kita, seperti inflasi, perubahan kurs mata uang asing. Sebagai contoh ekspedisi Indonesia ke Himalaya beberapa tahun yang lalu tidak jadi berangkat hanya beberapa hari sebelum pemberangkatan karena terjadi inflasi. Kemungkinan lain adalah tidak tercapainya dana yang dibutuhkan.Alokasi dana atau perjalanan harus tepat dan masuk akal. Buatlah anggaran yang terperinci untuk setiap bidang. Pengeluaran dan pemasukan uang hanya berhak dilakukan oleh satu orang, mis bendahara atau pemimpin perjalanan. 5. PERIJINAN Setiap daerah atau negara mempunyai peraturan perijinan yang berbeda. Izin ini tergantung juga pada sifat ekspedisi yang akan dilakukan : untuk penelitian, wisata, pembuatan film, atau petualangan. Demikian pula apabila perjalanan itu gabungan dengan pihak luar negeri, bagaimana prosedurnya haruslah diperhitungkan. 6. PEMBUKUAN PERJALANAN
NAPAK ALAM AKAMPA

UNIVERSITAS MAJALENGKA

MATERI DIKLATSAR

Pembukuan sebaiknya dilakukan secepatnya, kalau perjalanan itu dilakukan pada masa liburan mis, pembukuan harus dilaksanakan jauh-jauh hari sebelum kehabisan tiket . Kalau suatu lembaga memastikan akan memberikan bantuan transportasi tentulah kita tidak akan kesulitan tinggal menentukan tanggal keberangkatan yang pasti. 7. SPONSOR DAN PUBLIKASI Adakalanya pencantuman seorang penasehat atau pelindung dalam organisasi perjalanan dilakukan dengan pertimbangan diplomatis, yaitu untuk mendukung organisasi itu dalam usaha untuk mencari kemudahan fasilitas atau lainnya. Publikasi di media massa seringkali penting dan berkaitan erat dengan usaha pengumpulan dana. Seorang yang bertanggung jawab atas publikasi perlu ditunjuk. Dia harus pandai berhubungan dengan pihak luar dan menarik minat pers untuk menyiarkan ekspedisi ini baik di koran, majalah, radio maupun televisi. Siaran pers harus disiapkan secara menarik lengkap dengan foto atau gambar. 8. PENELITIAN DAN PERENCANAAN PERJALANAN Perencanaan terperinci harus dilakukan oleh setiap bidang. Kalau memang memungkinkan ada baiknya mengirimkan satu kelompok pendahulu untuk dilakukan survey lokasi, yang bertugas mencari informasi tentang lokasi. Tinggi gunung, tumbuh-tumbuhan yang ada, arus sungai, temperatur, adat istiadat penduduk setempat, semua informasi tsb haruslah diketahui. Team survey harus juga mencari informasi tentang camp induk yang akan didirikan dan untuk melapor pada pejabat setempat, tidak lupa menghubungi puskesmas atau dokter setempat (untuk bekerja sama apabila ada kecelakaan dalam perjalanan). Bila survey tidak bisa dilaksanakan pencarian informasi bila dilakukan dengan bertanya kepada orang yang sudah pernah berekspedisi ke sana, membaca buku atau mempelajari peta. Dengan terkumpulnya seluruh informasi kita dapat merencanakan perjalanan sematang mungkin. Lakukanlah pengecekan dan konfirmasi seluruh informasi apa yang telah masuk. Checklist perlengkapan disesuaikan dengan kondisi lokasi, buatlah daftar peralatan yang harus dibawa oleh individu atau kelompok. Pastikan tiap anggota membawa P3K dan obat-obatan pribadi. 9. PERENCANAAN DI LAPANGAN Kegiatan di lapangan harus sudah jauh-jauh hari disiapkan. Dirumuskan secara terperinci dalam schedule. Susunlah rencana itu dalam suatu jadwal khusus hari per hari. Tetapkanlah waktu yang diperlukan untuk mencapai target/ tujuan perjalanan, serta strategi yang akan digunakan dan rute yang akan ditempuh, serta tempat menginap/ bivoak.

10.BRIEFING Seluruh anggota perjalanan akhirnya dikumpulkan untuk menerima briefing. Pada kesempatan ini, pimpinan perjalanan menjelaskan segala sesuatu yang berkenaan dengan perjalanan antara lain : tujuan, lokasi, kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi, metode dan strategi di lapangan dsb, kalau perlu dalam kesempatan ini diadakan pula ceramah oleh para ahli untuk menjelaskan tentang lokasi dari segi geologi atau antropologi. Kesempatan ini juga dapat dilaksanakan untuk mengenal dan mengadakan latihan pemakaian peralatan baru.
NAPAK ALAM AKAMPA

UNIVERSITAS MAJALENGKA

MATERI DIKLATSAR

11. CHECK KESEHATAN Pastikan semua anggota telah melakukan check kesehatan. Usahakan mendapat vaksinasi untuk mencegah demam, tuberculoses, serta anti tetanus. 12. PELAKSANAAN DI LAPANGAN Dalam tahap ini pemimpin perjalanan langsung menangani pelaksanaan perjalanan. Pimpinan harus pandai menekankan kepada anggota-anggotanya bahwa keberhasilan suatu perjalanan ditentukan oleh kemampuan setiap anggota untuk belajar tinggal dan bekerjasama sebagai suatu kelompok yang utuh, pada setiap kesempatan lakukanlah pertemuan untuk mengadakan evaluasi dan diskusi mengenai masalah-masalah yang dihadapi. Berilah kesempatan setiap bidang untuk melaporkan setiap kegiatan yang telah dan akan dilaksanakan, sehingga setiap anggota akan dapat mengetahuinya. 13. SETELAH PERJALANAN Tahap ini adalah anti klimaks, sehingga kegiatannya seringkali terulur-ulur, bahkan tak jarang dilupakan. Baiknya membuat laporan perjalanan. Kalau memungkinkan kirimkanlah ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu kelancaran perjalanan.

NAPAK ALAM AKAMPA

UNIVERSITAS MAJALENGKA

MATERI DIKLATSAR

MOUNTAINERING Pada garis besar gunung terbagi menjadi 2, yaitu gunung berapi/aktif dan tidak aktif. Berdasar bentuknya dibagi menjadi Gunung api strato(bentuk campuran) tersusun atas perselingan lelehan lava erupsi efusif dengan bahan lepas hasil erupsi eksplosif. contoh : Gunung Tangkuban perahu Gunung api perisai : bentuk ini tersusun terutama oleh perlapisan lelehan atau lelehan lava encer.Sehingga lava encer ini menghasilkan kubah landai.Contohnya : Gunung Mauna Loa di Hawaii Gunung api maar. Gunung ini terjadi karena suatu erupsi eksplosif yang berlangsung relatif singkat pada gunung api baru yang terbentuk.Hasil letusan ini berupa suatu lubang kawah yang landai.kawah ini biasanya kemudian terisi air dan merupakan suatu danau kawah Gunung api kaldera: Terjadi sebagai akibat dari suatu erupsi eksplosif yang dahsyat sehingga puncak dari kerucut gunung api runtuh,dan terbantuk kawah raksasa dengan tebing yang terjal dan mempunyai garis tengah kaldera antara 2 km sampai dengan lebih dari 10 km Contoh : Gunung Tambora di Nusa Tenggara dan Gunung Tengger di Jawa Timur Jenis Perjalanan/Pendakian Mountenaineering dalam arti luas berarti suatu perjalanan yang meliputi dari Hill Walking/Fell Walking, Scrambling, Climbing, Mountenaineering. Adapun uraiannya sebagai berikut: a. Hill Walking/Fell Walking Perjalanan mendaki bukit yang relative landai dan tidak membutuhkan peralatan teknis pendakian yang rumit, landai dalam arti kemiringan sudut tanah tidak lebih dari 45mdpl. b. Scrambling Pendakian pada tebing-tebing batu yang tidak begitu terjal sekitar kemiringan 45x72mdpl. Tangan kadang-kadang diperlukan hanya untuk keseimbangan, bagi pemula tali kadang harus dipasang sebagai pengaman. c. Climbing Kegiatan pendakian yang membutuhkan penguasaan teknik mendaki, tali-temali dan kekuatan fisik, mental, ketenangan serta keberanian. Peralatan teknis dibutuhkan untuk pengaman. Sudut kemiringan tanah dalam pendakian jenis climbing ini berkisar lebih dari 72 mdpl. d. Mountenaineering Gabungan dari semua bentuk pendakian diatas dimana selain dibutuhkan pengetahuan teknik mendaki, persiapan fisik dan peralatan mendaki juga diperlukan tentang manajemen pendakian.

NAPAK ALAM AKAMPA

UNIVERSITAS MAJALENGKA

MATERI DIKLATSAR

PERLENGKAPAN DAN PERBEKALAN Keberhasilan suatu perjalanan di alam bebas ditentukan juga oleh perencanaan perlengkapan dan perbekalan yang tepat. Beberapa hal yang harus diperhatikan antara lain : Tujuan Jenis medan Lama perjalanan Keterbatasan kemampuan membawa Hal-hal khusus, mis : obat-obatan tertentu. Setelah mengetahui hal-hal tsb, maka kita dapat memilih perlengkapan dan perbekalan yang sesuai dan selengkap mungkin, tetapi bebannya tidak melebihi kemampuan membawanya. Perhitungan beban total untuk perorangan tidak boleh melebihi sepertiga berat badan (sekitar 15 20 kg). PERLENGKAPAN DASAR Perlengkapan jalan (untuk medan hutan gunung) 1. Sepatu Melindungi tapak kaki sampai mata kaki Kulit tebal tidak mudah sobek bila kena duri. Keras bagian depannya, untuk melindungi ujung jari kaki apabila terbentur batu. Bentuk sol bawahnya dapat menggigit ke segala arah dan cukup kaku Ada lubang ventilasi bersekat halus. 2. Kaos kaki

Menyerap keringat Menghindari lecet pada kaki

3. Celana lapangan Kuat, lembut, ringan, praktis Tidak menggangu gerakan Terbuat dari bahan yang Mudah kering, bila basah

kaki menyerap keringat tidak menambah berat

NAPAK ALAM AKAMPA

UNIVERSITAS MAJALENGKA

MATERI DIKLATSAR

4. Baju Lapangan Melindungi tubuh dari kondisi sekitar Kuat, ringan, tidak menggangu pergerakan Terbuat dari bahan yang menyerap keringat Praktis, mudah kering 5. Topi lapangan Melindungi kepala dari kemungkinan akibat duri Melindungi kepala dari curahan hujan, terutama kepala bagian belakang Kuat dan tidak mudah robek 6. Sarung tangan cidera

Sebaiknya terbuat dari kulit, tidak kaku dan tidak menghalangi pergerakan

7. Ikat pinggang/Gesper Terbuat dari bahan yang kuat, dengan kepala yang tidak terlalu besar tapi teguh. Kegunaan ikat pinggang selain menjaga agar celana tidak melorot juga untuk meletakkan alat-alat yang perlu cepat dijangkau , seperti pisau pinggang, tempat air minum dll. 8. Ransel (carriel) Ringan, kuat, sesuai dengan kebutuhan dan keadaan medan, nyaman dipakai dan praktis. 9. Peralatan navigasi Kompas, peta, penggaris, busur derajat, pensil dll.

10. Lampu senter Water proof Bola lampu

dan dilapisi karet dan batery cadangan

NAPAK ALAM AKAMPA

UNIVERSITAS MAJALENGKA

10

MATERI DIKLATSAR

11. Peluit 12. Pisau


Pisau saku serba guna Pisau pinggang Golok tebas

13. Perlengkapan tidur : Satu set pakaian tidur Kaus kaki untuk tidur Sleeping bag (kantong tidur) Matras Tenda/ ponco/ plastik untuk bivak

14. Perlengkapan masak dan makan : 1. 2. 3. 4. Alat masak lapangan (misting) Alat bantu makan lainnya (sendok, piring, dll) Alat pembuat api (lilin, spirtus, parafin, dll) Vedples (tempat air)

PERENCANAAN PERBEKALAN Yang perlu diperhatikan :


NAPAK ALAM AKAMPA

UNIVERSITAS MAJALENGKA

11

MATERI DIKLATSAR

1. Lamanya perjalanan yang akan dilakukan 2. Aktivitas yang akan dilakukan 3. Keadaan medan yang akan dihadapi Sehubungan dengan hal di atas, ada beberapa syarat yang harus diperhatikan : Cukup mengandung kalori, mempunyai komposisi gizi, serta tidak asing di lidah Terlindung dari kerusakan, tahan lama, mudah dan sederhana dalam penangannya Sebaiknya makanan yang siap pakai PACKING Dalam penyusunan, yang menjadi dasar adalah keseimbangan beban, bagaimana kita menumpukan berat beban pada tubuh sedemikian rupa sehingga kaki dapat bekerja secara efisien. Dalam batas-batas tertentu, rangka yang dimiliki oleh ransel banyak memberikan kenyamanan. Rangka ini membuat posisi tubuh lebih menyenangkan saat menggendong beban. Namun bagaimanapun desain ransel yang dimiliki akan sedikit artinya apabila anda tidak mampu menyusun barang-barang anda dengan baik. Pertimbangan : 1. Tempatkan barang-barang yang lebih berat paling atas dan sedekat mungkin dengan badan. Barang-barang yang relatif lebih ringan (sleeping bag, pakaian tidur) ditempatkan di bagian bawah. 2. Letakkan barang-barang yang sewaktu-waktu diperlukan pada bagian paling atas atau pada kantong luar ransel (ponco, alat P3K, kamera, dll) 3. Kelompokkan barang-barang dan masukkan ke dalam kantong-kantong plastik yang tidak tembus air, terutama pakaian tidur/ cadangan, pakaian dalam, kertaskertas. Sekali lagi, buatlah check list dari semua perlengkapan. Kalau mungkin dengan beratnya agar dapat dengan mudah menyusunnya SURVIVAL Timbulnya kebutuhan survival karena adanya usaha manusia untuk keluar dari kesulitan yang dihadapi. Kesulitan-kesulitan tsb antara lain : Keadaan alam (cuaca dan medan) Keadaan mahluk hidup disekitar kita (binatang dan tumbuhan) Keadaan diri sendiri (mental, fisik, dan kesehatan) Banyaknya kesulitan-kesulitan tsb biasanya timbul akibat kesalahan-kesalahan kita sendiri. Definisi Survival
NAPAK ALAM AKAMPA

UNIVERSITAS MAJALENGKA

12

MATERI DIKLATSAR

Arti survival sendiri terdapat berbagai macam versi, yang akan kita bahas di sini hanyalah menurut versi pencinta alam S : Sadar dalam keadaan gawat darurat U : Usahakan untuk tetap tenang dan tabah R : Rasa takut dan putus asa hilangkan V : Vitalitas tingkatkan I : Ingin tetap hidup dan selamat itu tujuannya V : Variasi alam bisa dimanfaatkan A : Asal mengerti, berlatih dan tahu caranya L : Lancar, slaman, slumun, slamet Jika anda tersesat atau mengalami musibah, ingat-ingatlah arti survival tsb, agar dapat membantu anda keluar dari kesulitan. Dan yang perlu ditekankan jika anda tersesat yaitu istilah "STOP" yang artinya : S : Stop & seating / berhenti dan duduklah T : Thingking / berpikirlah O : Observe / amati keadaan sekitar P : Planning / buat rencana mengenai tindakan yang harus dilakukan Kebutuhan survival Ada faktor-faktor yang dapat mempengaruhi keberhasilan dalam melakukan survival, selain faktor keberuntungan (nasib baik/pertolongan Tuhan tentunya), yaitu: 1. Sikap mental Semangat untuk tetap hidup Kepercayaan diri Akal sehat Disiplin dan rencana matang Kemampuan belajar dari pengalaman

2. Pengetahuan Cara membuat bivak Cara memperoleh air Cara mendapatkan makanan Cara membuat api Pengetahuan orientasi medan Cara mengatasi gangguan binatang Cara mencari pertolongan 3. Pengalaman dan latihan Latihan mengidentifikasikan tanaman Latihan membuat trap, dll 4. Survival kit( alat untuk melakukan survival )
NAPAK ALAM AKAMPA

UNIVERSITAS MAJALENGKA

13

MATERI DIKLATSAR

Perlengkapan memancing Pisau Tali kecil Senter Cermin suryakanta, cermin kecil Peluit Korek api yang disimpan dalam tempat kedap air Tablet garam, norit Obat-obatan pribadi Jarum + benang + peniti 5. Kemauan belajar

Langkah yang harus ditempuh bila anda/kelompok anda tersesat : Mengkoordinasi anggota Melakukan pertolongan pertama Melihat kemampuan anggota Mengadakan orientasi medan Mengadakan penjatahan makanan Membuat rencana dan pembagian tugas Berusaha menyambung komunikasi dengan dunia kuar Membuat jejak dan perhatian Mendapatkan pertolongan Bahaya-bahaya dalam survival Ada beberapa permasalahan yang akan kita hadapi, yaitu masalah / bahaya yang ada di alam (bahaya obyektif), masalah yang menyangkut diri kita sendiri (bahaya subyektif). Ada beberapa aspek yang akan muncul dalam menghadapi survival: 1. Psikologis : panik, takut, cemas, kesepian, bingung, tertekan, dll. 2. Fisiologis : sakit, lapar, haus, luka, lelah, dll. 3. Lingkungan : panas, dingin, kering, hujan, angin, vegetasi, fauna, dll. Mengatasi Gangguan Binatang a. Nyamuk Obat nyamuk, autan, dll Bunga kluwih dibakar Gombal dan minyak tanah dibakar kemudian dimatikan sehingga asapnya bisa mengusir nyamuk Gosokkan sedikit garam pada bekas gigitan nyamuk

b. Laron
NAPAK ALAM AKAMPA

UNIVERSITAS MAJALENGKA

14

MATERI DIKLATSAR

Mengusir laron yang terlalu banyak dengan cabe yang digantungkan c. Lebah Apabila disengat lebah :

Oleskan air bawang merah pada luka berkali-kali Tempelkan tanah basah/liat di atas luka Jangan dipijit-pijit Tempelkan pecahan genting panas di atas luka d. Lintah Apabila digigit lintah :

Teteskan air tembakau pada lintahnya Taburkan garam di atas lintahnya Teteskan sari jeruk mentah pada lintahnya Taburkan abu rokok di atas lintahnya e. Semut Gosokkan obat gosok pada luka gigitan Letakkan cabe merah pada jalan semut Letakkan sobekan daun sirih pada jalan semut f. Kalajengking dan lipan Pijatlah daerah sekitar luka sampai racun keluar Ikatlah tubuh di sebelah pangkal yang digigit Tempelkan asam yang dilumatkan di atas luka Bobokkan serbuk lada dan minyak goreng pada luka Taburkan garam di sekeliling bivak untuk pencegahan Air Seseorang dalam keadaan normal dan sehat dapat bertahan sekitar 20 30 hari tanpa makan, tapi orang tsb hanya dapat bertahan hidup 3 - 5 hari saja tanpa air. Air yang tidak perlu dimurnikan : 1. Hujan Tampung dengan ponco atau-daun yang lebar dan alirkan ke tempat penampungan 2. Dari tanaman rambat/rotan Potong setinggi mungkin lalu potong pada bagian dekat tanah, air yang menetes dapat langsung ditampung atau diteteskan ke dalam mulut
NAPAK ALAM AKAMPA

UNIVERSITAS MAJALENGKA

15

MATERI DIKLATSAR

3. Dari tanaman Air yang terdapat pada bunga (kantung semar) dan lumut Air yang harus dimurnikan terlebih dahulu : 1. Air sungai besar 2. Air sungai tergenang 3. Air yang didapatkan dengan menggali pasir di pantai (+ 5 meter dari batas pasang surut) 4. Air di daerah sungai yang kering, caranya dengan menggali lubang di bawah batuan 5. Air dari batang pisang, caranya tebang batang pohon pisang, sehingga yang tersisa tinggal bawahnya lalu buat lubang maka air akan keluar, biasanya dapat keluar sampai 3 kali pengambilan Makanan Patokan memilih makanan : Makanan yang di makan kera juga bisa di makan manusia Hati-hatilah pada tanaman dan buah yang berwarna mencolok Hindari makanan yang mengeluarakan getah putih, seperti sabun kecuali sawo Tanaman yang akan dimakan di coba dulu dioleskan pada tangan-lengan-bibir lidah, tunggu sesaat. Apabila aman bisa dimakan Hindari makanan yang terlalu pahit atau asam Hubungan air dan makanan Untuk air yang mengandung karbohidrat memerlukan air yang sedikit Makanan ringan yang dikemas akan mempercepat kehausan Makanan yang mengandung protein butuh air yang banyak Tumbuhan yang dapat dimakan Dari batangnya : Batang pohon pisang (putihnya) Bambu yang masih muda (rebung) Pakis dalamnya berwarna putih Sagu dalamnya berwarna putih Tebu Dari daunnya : Selada air Rasamala (yang masih muda) Daun mlinjo Singkong Akar dan umbinya : Ubi jalar, talas, singkong Buahnya : Arbei, asam jawa, juwet Tumbuhan yang dapat dimakan seluruhnya : Jamur merang, jamur kayu
NAPAK ALAM AKAMPA

UNIVERSITAS MAJALENGKA

16

MATERI DIKLATSAR

Ciri-ciri jamur beracun : Mempunyai warna mencolok Baunya tidak sedap Bila dimasukkan ke dalam nasi, nasinya menjadi kuning Sendok menjadi hitam bila dimasukkan ke dalam masakan Bila diraba mudah hancur Punya cawan/bentuk mangkok pada bagian pokok batangnya Tumbuh dari kotoran hewan Mengeluarkan getah putih Binatang yang bisa dimakan Belalang Jangkrik Tempayak putih (gendon) Cacing Jenis burung Laron Lebah , larva, madu Siput Kadal : bagia belakang dan ekor Katak hijau Ular : 1/3 bagian tubuh tengahnya Binatang besar lainnya Binatang yang tidak bisa dimakan Mengandung bisa : lipan dan kalajengking Mengandung racun : penyu laut Mengandung bau yang khas : sigung Teknik Membuat Api Bunga api adalah tahap awal dalam pembuatan api. Selanjutnya ialah mengusahakan untuk menangkap bunga api dengan kawul atau ranting dan daun kering. 1. Mematik Cara ini dilakukan dengan membenturkan atau menggesekan dua benda keras. Dapat dilakukan dengan dua benda yang sejenis ataupun dengan dua benda yang berbeda jenis. Cara yang dapat digunakan bermacam-macam, yang penting adalah dapat menimbulkan bunga api. Salah satu caranya adalah dengan memaku kayu bidang datar hingga yang tampak bagian kepalanya saja. Kemudian gesekan/benturkan batu atau logam ke arah kepala paku tersebut. Gesekan dengan sedikit ditekan dan agak cepat hingga menimbulkan bunga api. Kemudian bunga api tersebut dapat ditangkap dengan sabut kering dan sebagainya.
NAPAK ALAM AKAMPA

UNIVERSITAS MAJALENGKA

17

MATERI DIKLATSAR

2. Gergaji Api (Fire Saw) Cara ini membutuhkan tenaga yang cukup besar dan kuat. Cara ini memanfaatkan efek panas akibat gesekan kayu. Metodanya seperti menggergaji kayu dengan kayu lainnya, sehingga menimbulkan bunga api. Biasanya kayu yang digunakan berbeda antara kayu satu dengan kayu yang lainya. Kayu yang dipilih adalah kayu yang empuk sehingga tidak terlalu sulit dalam melakukan penggergajian.

3. Fire Thong Fire Thong adalah cara mendapatkan api dari sehelai kulit kayu atau rotan kering yang ditarik menyilang di atas sepotong kayu atau rotan kering. Kulit rotan tersebut dililitkan pada sebatang pohon yang empuk, lalu ditarik oleh tangan kanan dan kiri secara bergantian. Pada bagian bawahnya diberi sabut, kawul, atau dedaunan kering yang siap menangkap bunga api. 4. Jejak/Trap Salah satu keterampilan yang mendukung dalam melakukan kegiatan survival adalah keahlian membuat trap. Trap ini digunakan survivor untuk menangkap binatang untuk diambil dagingnya untuk dimakan. Membuat trap kadangkala memerlukan bahan lainya, seperti : karet, kawat, tali, dan sebagainya. Maka dari itu barang-barang tersebut tersedia di dalam survival kit. Dalam pembuatan trap, hendaknya diketahui hewan apa saja yang biasa lewat atau tinggal di daerah itu. Dengan mengetahui hewan apa yang akan ditangkap, kita dapat menyesuaikan jenis trap apa yang akan dibuat. Perlu diingat bahwa trap akan sia-sia jika binatang yang telah terperangkap dapat meloloskan diri. Maka dari itu pembuatan trap biasanya dalam bentuk yang sederhana tetapi mempunyai kekuatan yang baik. Trap sangat banyak jenis dan macamnya, karena dalam pembuatan trap tergnatung kepada kreasi survivor. Kita akan membahas lima jenis trap yang sering digunakan.

NAPAK ALAM AKAMPA

UNIVERSITAS MAJALENGKA

18

MATERI DIKLATSAR

1. Trap Menggantung (Hanging Snare) Perangkap model menggantung ini biasanya memanfaatkan : a) Kelenturan dahan pohon. b) Patok yang diberi lekukan dan dihubungkan dengan tali. c) Tali laso yang lalu menghubungkan dahan pohon yang lentur dengan patok, sehingga apabila laso goyang maka tali pada patok akan lepas dan dahan pohon akan menarik, hingga akhirnya tali akan menjerat. Perangkap ini ditujukan untuk menangkap binatang yang cukup besar seperti : kelinci, ayam, bebek, dan lain lain. Membaca Jejak/Trap Jenis : Jejak buatan : dibuat oleh manusia Jejak alami : tanda jejak sebagai tanda keadaan lingkungan Jejak alami biasanya menyatakan tentang : Jenis binatang yang lewat Arah gerak binatang Besar kecilnya binatang Cepat lambatnya gerak binatang Membaca jejak alami dapat diketahui dari : Kotoran yang tersisa Pohon atau ranting yang patah Lumpur atau tanah yang tercecer di atas rumput

BIVOACK/ SHELTER Pengetahuan dasar yang harus dimiliki untuk setiap kegiatan lapangan (kegiatan di lama bebas) adalah pengetahua tentang survival (asal kata survive). Ada beberapa definisi / pengertian survival ini, antara lain : a. Survival adalah tindakan paling awal yang di lakukan setiap mahluk hidup untuk mempertahankan hidupnya dari berbagai ancaman. b. Survival adalah perjuangan untuk memperjuangkan bertahan hidup. Salah satu permasalahan / Problema yang dihadapi dan bagaimana tindakan yang harus di lakukan bila kita dalam keadaan survival. Salah satu permasalahan yang sering di hadapi adalah masalah alam (cuaca, keadaan medan dan lain-lain) Masalah alam ternyata juga dapat membahayakan jiwa manusia dan menyebabkan kematian, terutama factor dingin. Dingin terjadi karena temperatur di alam lebih rendah dari pada temperature tubuh kita. Tetapi yang di maksud dengan dingin sebagai penyebab dari kematian adalah penurunan suhu tubuh kita yang I kenal dengan nama Hypothermia. Suhu tubuh normal berkisar antara 36 37derajat Celcius, penurunan sekitar 1-2 C saja dapat
NAPAK ALAM AKAMPA

UNIVERSITAS MAJALENGKA

19

MATERI DIKLATSAR

menyebabkan gangguan fungsi vital dari tubuh kita. Penurunan suhu tubuh ini iasanya terjadinya tanpa kita sadari. Tindakan yang harus kita lakukan untuk melindungi tubuh kita dari pengaruh cuaca (dingin, panas, hujan, angin) di perlukan pengetahuan perlngkapan yang di gunakan dan cara membuat perlindungan sementara. Cara membuat perlindungan sementara dalam perjalana ini diknal pula dengan istilah membuat BIVOACK yang di uraikan dalam materi ini. Membuat perlindungan sementara dapat dilakukan dengan berbagai macam cara dengan mengingat hal-hal sebagai berikut ini : Hindari daerah aliran air Di atas shelter tidak ada dahan pohon mati/rapuh Bukan sarang nyamuk/serangga Bahan kuat Jangan terlalu merusak alam sekitar Terlindung langsung dari angina

Bivoack sistem cepat Jika tidak ada bahan-bahan tesedia untuk mendirikan bivoackgunakan penutup atau pelindung yang tersedia, misalnya : batu karang yang menggantung/ miring dan menonjol yang dapat menolong dari angin dan hujan. Pada tempat yang benar-benar datar, arahkan punggung anda pada angin dan susun peralatan di belkang anda untuk menaan angin. Bivoack dengan menggunakan dahan kayu / pohon

Bivoack dari akar Akar yang berserabut dan kuat pada pohon membuat rintangan yang bagus dari angina dam badai, jika mereka pada sudut yang tepat terhadap angin, Pengisian pada tempat antara akar biasanya membuat bvoack lebih efektif, dan mendukung untuk mendirikan bivoack yang lebih nyata dari bahan-bahan yang lain.

NAPAK ALAM AKAMPA

UNIVERSITAS MAJALENGKA

20

MATERI DIKLATSAR

Menggunakan lubang Bivoack dari batang yang roboh

Batu rintangan penghalang

Bivoack dengan pohon muda

Bivoack Sheet

Tepee .

Tepee parasut.

NAPAK ALAM AKAMPA

UNIVERSITAS MAJALENGKA

21

MATERI DIKLATSAR

Dinding batang kayu dan layer (penutup)

Bivoack terbuka yang berbentuk miring

Cara memasang atap/samping bivoack

Bambu Tanaman berbatang besar ini, sesungguhnya rumput, adalah merupakan bahan yang bia berubah-ubah dan dapat digunakan untuk bagian atas, lantai, atap dan didnding. Bambu raksasa yang berukuran lebih dari 30 meter (100kaki) dan diameter 30cm (satu kaki) adal tanaman asia yang ditemukan didaerah lembab dari India sampai ke Cina yaitupada dataran rendah dan lereng gunung, tetapi tetapi ada jenis asli yang berasal dari Afrika dan Australia dan dua jenis di temukan dibagian selatan Amerika Serikat belahan bambu secara vertical untuk membuat atap dan selokan untuk menampung air hujan, Batang yang sudah dibelah, direbahkan secara bersusun satu sama lain, membentuk sederhana seperti genteng menahan air.

NAPAK ALAM AKAMPA

UNIVERSITAS MAJALENGKA

22

MATERI DIKLATSAR

Ratakan bamboo yang sudah dibelah itu untuk dinding, lantai atau papan dengan memotong secara vertical dengan ukuran 1.25cm (setengah inci) Lembaran kertas pada bongkol bamboo dapat juga di gunakan sebagai bahan atap. Peringatan : Hati-hati ketika mengumpulkan bambu, bambu tumbuh di rumput yang sering kali merupakan kumpulan yang tidak teratur.Beberapa batang dibawah menekan ketika di potong, Roboh dengan kuat, pecah menjadi serpihan-serpihan yang tajam. Bambu yang di belah bisa menjadi tajam dan dapat menyebabkan luka yang serius. Kulit bagian bawah pada bambu terdapat semacam bulu / rambut halus yang dapat menyebabkan iritasi kulit.

FLORA DAN FAUNA YANG BERMANFAAT DAN BERBAHAYA Keanekaragaman jenis tumbuhan dan hewan di Indonesia cukup tinggi sehingga pengenalan dan pemilihan jenis yang dapat dimakan dan sebagai obat perlu diketahui, sebab ada beberapa jenis tumbuhan yang beracun dan ada beberapa jenis hewan yang berbisa sehingga kesalahan memilih dapat berakibat fatal. Demikian pula apabila memakan satu jenis hewan atau tumbuhan, tidak semua bagian dapat dimakan selain rasa dan kandungan nutrisi, tetapi adapula bagian dari tumbuhan atau hewan yang mengandung racun. 1. Tumbuhan Hutan Sebagai Sumber Makanan Yang perlu diperlu diperhatikan dalam memilih makanan yang bersumber dari sekian banyak tumbuhan hutan adalah : 1. Tumbuhan tersebut sudah dikenal dan biasa dimakan 2. Tumbuhan tersebut tidak hidup menyendiri (soliter) 3. Tumbuhan tersebut tidak berwarna menyolok, tidak bergetah susu dan berbau kurang sedap 4. Jangan memakan jenis tumbuhan yang terasa gatak atau panas pada kulit, bibir dan lidah
NAPAK ALAM AKAMPA

UNIVERSITAS MAJALENGKA

23

MATERI DIKLATSAR

5. Jangan memakan satu jenis tumbuhan saja 6. Sebaiknya dimasak dulu sebelum dimakan Bagian tumbuhan yang dapat dimakan dan memberikan energi cukup adalah umbi kemudian buah, daun muda dan umbut atau batang muda. Adapula beberapa jenis tumbuhan yang dapat dimank bunganya Jenis tumbuhan yang dapat dimakan antara lain : 1. Umbi talas(Colocasia sp), rumput teki(Cyperus rotundus), uwi atau gadung(Dioscorea hispida) dan ganyong(Canna hybrida) 2. Buah senggani atau herendong(Malastoma polyantum), arbei hutan(Rubus sp), markisa atau konyal(Passiflora quadrangularis) dan ceplukan(Physalis angilata) 3. Biji muda sengon(Albizia lophanta) dan kaliandra(Caliandra cathartica) 4. Daun muda paku tiang(Alsophia glauca), rasamala(Altingia excelsa), selada air(Nasturtium officinale), poh-pohan atau banyon(Pileamelastomoides), sintrong(Gynura arrantiaca), dan antanan atau gagan atau kaki kuda(Cantella asiatica) 5. Umbut paku tiang, batang muda ketebon(Genostegia hirta}, umbut palem muda(Fam palmae), batang daun begonia(Begonia sp) dan rebung bambu(Bambosa sp) 6. Bunga honje dan kecombrang(Nicolaria sp), bunga turi(Sesbania glandiflora), pisang hutan(Musa sp) yang dapat dimakan yaitu :buah, jantung, batang bagian dalamk dan bongkol pisang muda. 7. Jenis jamur yang bisa dimakan dan mengandung protein tinggi yaitu jamur kuping(Aircularia judae) dan jamur tiram(Pleuretus ostratus). Hati-hatilah bila memakan jamur, karena banyak yang beracundan bila tidak mengenali lebih baik menghindar. 2. Manfaat Lain Dari Tumbuhan Hutan Dalam keadaan survival dimana seorang dihadapkan pada kondisi sulit, dapat memanfaatkan tumbuhan selain untuk makanan dapat pula sebagai obat, bahan bakar, untuk membuat tempat berlindung dan tempat mencari air. 1. Sebagai tumbuhan obat Tumbuham obat atau simplisia nabati banyak terdapat di Indonesia tetapi masihkurang dikenal dan diketahui khasiatnya oleh umum. Adapula jenis-jenis tumbuhan obat yang ditanam disela-sela hutan produksi dan disebut empon-empon. Pengenalan dan pemanfaatan obat masih secara trsisional dan disampaikan secara turun-temurun pada masyarakat Indonesia. Beberapa jenis tumbuhan obat yang ditemui di hutan yaitu : Lumut hati, bila diamakan dapat sebagai obat hepatitis(penyakit hati)

NAPAK ALAM AKAMPA

UNIVERSITAS MAJALENGKA

24

MATERI DIKLATSAR

Antanan atau gagan atau kaki kuda daunnya bila dimakan atau dilalap, dapat sebagai obat sakit perut, batuk, asma dan sariawan Kaliandra, dau dan biji mudanya dapat sebagai obat sariawan Sembung manis, jenis tumbuhan herba yang daunnya dapat digunakan untuk sakit panas dan sakit perut Kiurat, daunnya untuk obat luar, seperti luka dan salah urat(keseleo) Numpong, daunnya dihaluskan untuk obat lika Getah kamboja, untuk menghilangkan bengkak.

Masih banyak jenis tumbuhan obat yang berasal dari hutan, tetapi untuk penggunaannya harus dicampur dan diolah bersama jenis tumbuhan lainnya sehingga menjadi jamu untuk mengobati sakit tertentu 2. Untuk bahan bakar Kayu dan ranting kering, getah damar dan getah pinus yang mengandung terpetin. 3. Untuk membuat atap bivoak Daun anggrek tanah atau congkok, daun honje, daun pisang, daun pandan hutan, daun palem hutan, daun aren dan daun paku sarang burung yang biasa menempel pada hutan besar 4. Penyimpan air Tumbuhan palem, bambu, rotan dan tali air atu liana yang biasa menggantung dari pohon ke pohon. Tumbuhan juga dapat dimanfaatkan untuk membuat peralatan dan dijadikan arah pergerakan survivor 3. Tumbuhan Yang Berbahaya Dan Beracun Beberapa jenis tumbuhan dapat berpengaruh buruk terhadap manusia jika dimakan maupun melalui kontak langsung dengan kulit. Jenis ini kebanyakan mempunyai karekteristik tersendiri terlihat dari bentuk mofologisnya Jenis tumbuhan yang berbahaya bila kontak langsung dengan kulit : 1. Rengas atau ingas, getahnya dapat menimbulkan iritasi kulit dan dapat merusak jaringan kulit 2. Kemadu atau pulus, bulu daunnya bila tersentuh menyebabkan gatal dan panas 3. Rarawean atau raweh, kelopak polongnya mempunyai rambut yang membuat kulit gatal 4. Aren, buah aren mentah dapat menyebabkan gatal Jenis tumbhan beracun jika dimakan yaitu :
NAPAK ALAM AKAMPA

UNIVERSITAS MAJALENGKA

25

MATERI DIKLATSAR

1. Jarak, racun pada bijinya menyebabkan muntah, buang air besar dan kepala pusing 2. Pangi atau picung, seluruh pohonnya mengandung asam sianida yang sangat beracun 3. Kecubung, daun dan bunganya mengandung atropin yang menyebabkan halusinasi 4. Jamur amannita verna, mengandung meskarin yang dapat mematikan hewan maupun manusia 5. Jamur Psilocybe sp, mengandung philosibin yang menyebabkan halusinasi 6. Jamur jenis lain yang mengandung racun : Amanita muscaria, Corprinus sp, Hygrophorus miniatus, Gomphus bonarii, Microglossum rufum 4. Hewan Sebagai Sumber Makanan Yang perlu diperhatikan untuk mendapatkan makanan yang bersumber dari hewan yaitu : 1. 2. 3. 4. 5. Jenis hewan tersebut Tempat hidup atau habitat nya Ukuran tubuhnya Makanannya Pola tingkah laku hewan tersebut

Banyak jenis hewan yang dapat dijadikan bahan makanan dalam keadaan survival, tetapi karena sifat hewan yang mobile. Maka mendapatkannya lebih sulit dibanding tumbuhan. Situasi dan kondisi lingkungan juga mempengaruhi sifat dan tingkah laku hewan trsebut. Ada hewan yang keluar dari tempat persembunyian \nya dan mencari makan pada malam hari (noctural), sehingga siang hari sulit ditemukan, adapula yang keluar siang hari saja (diurnal). Hampir semua jenis hewan dapat dimakan tetapi dalam menagkap hewan tersebut harus hati-hati karena ada beberapa jenis hewan yang berbahaya dan berbisa dan diperlukan keterampilan untuk untuk menangkap atau menjerat hewan tersebut. Untuk mengetahui jenis, ukuran tubuh dan populasi hewan pada suatu daerah, selain dengan melihat langsung juga bisa dengan melihat kotoran dan jejak kaki hewan tersebut. Hewan yang dapat dimakan antara lain : 1. Mollusca Yang termasuk kelompok ini adalah berbagai macam siput dan kerang. Siput umumnya hidup disemak dalam hutan, sedangkan kerang umumnya hidup disaluran-saluran air atau terbenam dalam Lumpur

2.

Annelida

NAPAK ALAM AKAMPA

UNIVERSITAS MAJALENGKA

26

MATERI DIKLATSAR

Yang termasuk dalam kelompok ini adalah cacing dan lintah. Cacing dapat diperoleh dengan cara menggali tanah atau disarang burung pada pohon. Cacing yang mempunyai ukuran yang cukup besar adalah cacing Sonari. Jika akan dimanfaatkan, isi perutnya perlu dibersihkan dahulu. 3. Insecta (berbagai macam serangga)

Jenis serangga yang sering dimanfaatkan adalah jenis belalang karena mudah dijumpai didaerah berumput. Dibeberapa tempat juga dijumpai ulat serangga yang mengandung protein tinggi, seperti ulat sagu dan ulat jati. 4. Crutascea

Yang termasuk jenis hewan ini adalah kepiting dan udang. Hewan ini dapat dijumpai pada aliran air yang mengalir dipegunungan, terutama didaerah pinggiran sungai yang berbatu 5. Pisces

Sama hal nya dengan udang, ikan juga sering dijumpai didaerah aliran air di pegunungan, sungai dan danau, karena air merupakan habitat ikan 6. Amphibia (berbagai jenis katak)

Banyak dijumpai dekat aliran air dihutan terutama pada malam hari, karena katak bersifat noctural. Katak yang bisa dimakan jenis (rana sp). Di hutan Sumatra, Kalimantan dan Sulawesi banyak ditemukan jenis (rana macrodont) yang merupakan jenis katak beukuran besar yang bisa dimakan 7. Reptilia (berbagai jenis hewan melata)

Yang termasuk kelompok ini adalah ular, kadal, cicak dan sebagainya. Didaerah hutan merupakan hunian ular besar seperti ular sanca. Disampin berbahaya karena lilitannya yang kuat, ular sanca tidak berbisa dan dapat dimakan. Daging dari jenis ular berbisa dapat dimakan, tetapi bagian kepala dan isi perytnya harus dibuang karena dikepala terdapat kelenjar bisa 8. Mamalia (berbagai jenis hewan menyusui)

Yang termasuk kelompok hewan ini adalah kelinci, rusa, tikus dan sebagainya. Untuk mendapatkan hewan ini cukup sulit karena gerakannya yang lincah sehingga dibutuhkan jerat untuk menagkapnya

9.

Aves (berbagai jenis burung)

NAPAK ALAM AKAMPA

UNIVERSITAS MAJALENGKA

27

MATERI DIKLATSAR

Yang termasuk kelompok ini adalah aym hutan, yang dapat dijerat, seadngkan jenis burung lainnya sulit didapat karena kemampuan tebangnya. 5. Hewan Yang Berbahaya Dan Berbisa Beberapa jenis hewan dapat menimbulkan bahay bagi manusia salah satu sebabnya karena terganggu dan dengan alat pembelaan dirinya maka hewan tesebut menyerang. Adapula jenis hewan, terutama hewan pengisap darah dan hewan carnivora besar yang memanfaatkan kehadiran manusia sebagai sumber makanannya Jenis hewan yang berbahay dan berbisa antara lain adalah : 1. Nyamuk malaria. Nyamuk ini merupakan vector dari bakteri Plasmodium malariae 2. Agas Sejenis nyamuk yang hidupnya bergerombol di hutan atau rawa. Gigitan hewan ini dapat menyebabkan gatal dan panas 3. Semut api Hewan ini hidupnya diatas permukaan tanah merayap diantara guguran daun. Gigitan semut ini menyebabkan panas dan perih pada kulit 4. Tawon atau Lebah Sengatan hewan ini bisa menyababkan bengkak, sakit dan menimbulkan demam bagi penderita 5. Kelabang Sengatannya menyebabkan bengkak dan sakit sekali 6. Kalajengking Sengatan kalajengking menyebabkan bengkak dan sakit sekali. Hewan ini mempunyai capit, akan tetapi yang berbahaya adalah ekornya (talson) 7. Pacet dan Lintah Kedua jenis hewan ini mempunyai alat penghisap darah yang mengandung zat anti pembeku darah 8. Harimau dan Macan Kumbang Kedua jenis hewan ini masih terdapat di hutan Sumatra 9. Buaya Terdapat dimuara sungai dan rawa Sumatra, Kalimantan, Sulawesi dan Irian Jaya 10. Ular Beberapa jenis ular berbisa seperti ular cobra, ular belang, ular tanah, ular hijau, ular cabe dan ular pucuk, masing-masing mempunyai karekteristik tersendiri Beberapa petunjuk untuk mengidentifikasi ular berbisa :
NAPAK ALAM AKAMPA

UNIVERSITAS MAJALENGKA

28

MATERI DIKLATSAR

1. Tidak semua ular berbisa kepalanya berbentuk segitiga, tetapi ular yang kepalanya bebentuk segitiga adalah ular berbisa. Sisik dibawah cloaca ular berbisa membentuk lempengan tunggal, sedangkan pada ular tidak berbisa membentuk lempengan membelah 2. Pada bagian punggungnya berlunas sehingga membentuk garis punggung dari mulai dari belakang kepala sampai ekor 3. Mempunyai kelenjar dan gigi bisa pada bagian kepala Gigitan ular berbisa dapat berakibat fatal dan dapat menyebabkan kematian. Hindarilah jika berjumpa ular berbisa, apabila terpaksa unatuk memanfaatkannya sebagai bahan makanan, maka langsung saja dibunuh menggunakan alat dan jangan berusaha menangkapnya. Hal ini untuk menjaga kemungkinan buruk akibat ular tersebut KONSERVASI SUMBER DAYA ALAM ( KSDA ) Ditinjau dari bahasa, konservasi berasal dari kata conservation, dengan pokok kata to conserve (Bhs inggris) yang artinya menjaga agar bermanfaat, tidak punah/lenyap atau merugikan. Sedangkan sumber dalam alam sendiri merupakan salah satu unsur dari liungkungan hidup yang terdiri dari sumber daya alam hayati dan sumber daya alam non hayati, serta seluruh gejala keunikan alam, semua ini merupakan unsur pembentuk lingkungan hidup yang kehadirannya tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lainnya. Dari sedikit uraian tersebut diatas, maka konservasi sumber daya alam dapat diartikan sebagai pengelolaan sumber daya alam yang dapat menjamin pemanfaatannya secara bijaksana dan menjamin kesinambungan pertsediaannyadengan tetap memelihara dan meningkatkan kualitas keanekaragamannya. Menurut kemungkinan pemulihannya, kita mengenal 2 (dua) macam sumber daya alam, yaitu : 1. Renevable, sumber daya alam yang dapat dipulihkan/ diperbaharui, yaitu sumber daya alam yang dapat dipakai kembali setelah diadakan beberapa proses. Contoh : air, pohon, hewan dll 2. Anrenevable, yaitu sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui/ dipulihkan apabila dipakai terus menerus akan habis dan tidaka dapat diperbarui. Contoh : minyak bumi, batubara, Emas dll. Pengertian konservasi sumber daya alam dan ekosistemnya dapat mengandung tiga aspek, yaitu : 1. Perlindungan sistem penyangga kehidupan 2. Pengawetan dan pemeliharaan keanekaragaman, jenis baik flora dan fauna beserta ekosistemnya. 3. Pemanfaatan secara lestari bagi terjaminnya sumber daya alam hayati dan ekosistemnya. Kendala / permasalahan dan upaya penanggulangannya dalam konservasi lingkungan. Dalam melaksanakan pembangunan konservasi sumber daya alam, dan ekosistemnya masih ditemui kendala pada umumnya diakibatkan oleh :
NAPAK ALAM AKAMPA

UNIVERSITAS MAJALENGKA

29

MATERI DIKLATSAR

1. Tekanan penduduk 2. Jumlah penduduk Indonesia yang padat sehingga kebutuhan akan sumber daya alam meningkat. 3. Tingkat kesadaran 4. Tingkat kesadaran ekologis dari masyarakat masih rendah, hal ini dikarenakan tingkat pendidikan yang rendah dan pendapatan yang belum memadai. Sebagai contoh beberapa kawasan konservasi yang telah ditetapkan banyak mengalami kerusakan akibat perladangan liar / berpindah-pindah. 5. Kemajuan teknologi :Kemajuan teknologi yang cukup pesat akan menyerap kekayaan (eksploitasi sumber daya alam) dan kurangnya aparat pengawasan serta terbatasnya sarana prasarana. 6. Peraturan dan perundang-undangan Peraturan perundang-undangan yang ada saat ini belum cukup mendukung pembentukan kawasan konservasi khususnya laut (perairan). Agar usaha pembangunan konservasi sumber daya alam dan lingkungan hidup di Indonesia dapat mencapai harapan yang telah ditetapkan secara garis besar perlu ditempuh upaya sebagai berikut : 1. Intensifikasi pengelolaan kawasan konservasi 2. Peningkatan dan perluasan kawasan konservasi sehingga mewakili tipe-tipe ekosistem yang ada. 3. Recruitment dan peningkatan ketrampilan personel melalui pendidikan dan latihan. 4. Peningkatan sarana dan prasarana yang memadai. 5. Peningkatan kerjasama dengan isntansi lain didalam dan luar negeri. 6. Penyempurnaan peraturan perundang-undanagn dibidang konservasi sumber daya alam dan lingkungan hidup. 7. Peningkatan pengamanan dan pengawasan terhadap kawasan konservasi (dengan pemberian pal-pal batas) peradaran flora dan fauna. 8. Memasyarakatkan konservasi ke seluruh lapisan masyarakat sehingga dapat berperan serta dalam upaya konservasi sumber daya alam dan lingkungan Kawasan konservasi adalah merupakan salah satu sumber kehidupan yang dapat meningkatkan kesejahtreraan masyarakat Indonesia. Oleh karena itu usaha-usaha konservasi di Indonesia haruslah tetap memegang peranan penting dimasa yang akan datang, suatu hal yang perlu diperhatikan adalah bahwa usaha konservasi sumber daya alam tersebut harus dapat terlihat memberikan keuntungan kepada masyarakat luas, hal ini penting untuk mendapat dukungan dan partisipasi seluruh lapisan masyarakat.

NAPAK ALAM AKAMPA

UNIVERSITAS MAJALENGKA

30

MATERI DIKLATSAR

Definisi-definisi 1. Sumber Daya Alam Hayati adalah unsur-unsur hayati dialam yang terdiri dari sumber alam nabati (tumbuhan) dan sumber daya alam hewani (satwa) yang bersama unsur non hayati disekitarnya secara keseluruhan membentuk ekosistem. 2. Konservasi sumber daya alam hayati, adalah pengelolaan sumber daya alam hayati yang pemanfaatannya dilakukan secara bijaksana untuk menjaga kesinambungan persediaannya dengan tetap memelihara dan meningkatkan kualitas keanekaragaman dan nilainya. 3. Ekosistem sumber daya alam hayati, adalah sistem hubungan timbal balik antara unsur dalam alam baik hayati maupun non hayati yang saling ketergantungan dan pengaruh mempengaruhi. 4. Kawasan suaka alam, adalah kawasan dengan ciri khas tertentu baik didarat dan diperairan yang mempunyai fungsi pokok sebagai kawasan pengawetan keanekaragaman tumbuhan, satwa, dan ekosistemnya yang juga berfungsi sebagai wilayah penyangga kehidupan. 5. Kawasan pelestarian alam, adalah kawasan dengan ciri khas tertentu baik didarat maupun diperairan yang mempunyai fungsi perlindungan sistem penyangga kehidupan, pengawetan keanekaragaman jenis tumbuhan dan satwa, serta pemanfaatannya secara lestari sumber daya alam hayati dan ekosistemnya. 6. Kader konservasi dan pecinta alam, adalah seseorang atau sekelompk orang yang telah terdidik atau ditetapkan oleh isntansi pemerintah atau lembaga non pemerintah yang secara sukarela sebagai penerus upaya konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya, bersedia serta mampu menyampaikan pesan-pesan konservasi kepada masyarakat. 7. Cagar alam, adalah hutan suaka alam yang berhubungan dengan keadaan alam yang khas termasuk alam hewani dan alam nabati yang perlu dilindungi untuk kepentingan ilmu pengetahuan dan kebudayaan.

PERTOLONGAN PERTAMA GAWAT DARURAT (PPGD) Sehari-hari dimana saja dan kapan saja, tidak jarang kita jumpai berbagai macam kecelakan, dengan akibat luka ringan maupun berat. Menilik dari hal tersebut, diharapkan kita dapat menguasai dan menerapkan pengetahuan tentang pertolongan pertama apabila terjadi kecelakaan. Mountain Sicknes ( Penyakit yang sering terjadi saat melakukan pendakian ) antara lain: 1. Ketegangan dan panik - Pencegahan : Sering berlatih Berpikir positif dan optimis Persiapan fisik dan mental
NAPAK ALAM AKAMPA

UNIVERSITAS MAJALENGKA

31

MATERI DIKLATSAR

2. Matahari / kepanasan ( Hipoksia ) - Kelelahan panas - Kejang panas - Sengatan panas Pencegahan keadaan panas : Aklimitasi Persedian air Mengurangi aktivitas Garam dapur 3. Serangan penyakit - Demam - Disentri ( diare ) - Typus - Malaria 4. Kemerosotan mental ( Drop ) - Gejala : Lemah, lesu, kurang dapat berpikir dengan baik, histeris - Penyebab : Kejiwaan dan fisik lemah, Keadaan lingkungan mencekam - Pencegahan : Usahakan tenang,Banyak berlatih 5. Bahaya binatang beracun dan berbisa - Keracunan Gejala : Pusing dan muntah, nyeri dan kejang perut, kadang-kadang mencret, kejang-kejang seluruh badan, bisa pingsan. Penyebab : Makanan dan minuman beracun Pencegahan : Air garam di minum Minum air sabun mandi panas Minum teh pekat Di tohok anak tekaknya 6. Keletihan amat sangat Pencegahan : Makan makanan berkalori, Membatasi kegiatan 7. Kelaparan 8. Kehausan ( Dehidrasi ) 9. Lecet 10. Shock 11. Pingsan 12. Kejang otot ( kram ) 13. Terkilir (Reptura Tendo) 14. Dislokasi (sendi meleset) 15. Patah Tulang 16. Keracunan 17. Kedinginan ( Hypotermia ) Untuk penurunan suhu tubuh < 30 C bisa menyebabkan kematian

NAPAK ALAM AKAMPA

UNIVERSITAS MAJALENGKA

32

MATERI DIKLATSAR

Navigasi Darat "The world is a book, and those people who do not travel, only read a page" Navigasi darat, adalah bagian dari ilmu untuk menentukan posisi suatu objek dan arah perjalanan baik pada medan sebenarnya maupun pada peta. Kemampuan membaca dan memahami peta, menggunakan alat navigasi untuk menentukan posisi serta menganalisa dan memberikan asumsi awal terhadap medan yang dilalui merupakan salah satu dari keahlian dasar yang perlu dimiliki oleh setiap penggiat alam bebas. Hal tersebut merupakan bekal awal dalam merencanakan dan melakukan kegiatan di alam terbuka maupun dalam usaha pencarian atau penyelamatan korban kecelakaan / tersesat. Berikut beberapa pemahaman dasar yang dapat digunakan untuk mempelajari dan berlatih lebih lanjut mengenai ilmu medan, peta dan kompas (IMPK) : 1. Peta adalah gambaran unsur unsur alam dan atau buatan manusia, yang berada di atas atau bawah permukaan bumi dan digambarkan pada bidang datar dengan proyeksi tertentu dalam ukuran yang diperkecil yang kebenarannya dapat dipertanggungjawabkan secara visual maupun matematis. Jenis Peta berdasarkan penggunaan

1) Peta Dasar : Dibuat untuk membuat peta turunan, perencanaan maupun pengembangan wilayah. Umumnya menggunakan peta topografi 2) Peta Tematik : Menyajikan isi dan untuk kepentingan tertentu dengan menggunakan peta dasar untuk meletakan info tematiknya Jenis Peta Berdasarkan Isi, seperti :

1) Peta Topografi (Topographic Map), menampilkan Menampilkan sebagian unsur buatan manusia dan unsur alam dengan proyeksi tertentu 2) Peta Hidrografi, menampilkan informasi kedalaman dan keadaan dasar laut serta info lainnya untuk kepentingan pelayaran 3) Peta Geologi, menampilkan informasi keadaan geologis 4) Peta Geografi, Menampilkan informasi ikshtisar peta dengan skala kecil dari 1 : 100.000 5) Peta Kadaster, menampilkan informasi kepemilikan tanah dan batas nya 6) Peta irigasi, menampilkan informasi jaringan irigasi 7) Peta Jalan, menampilkaninformasi jaringan jalan 8) Peta Kota, menampilkan informasi jaringan transportasi, drainase, saran kota, dll

NAPAK ALAM AKAMPA

UNIVERSITAS MAJALENGKA

33

MATERI DIKLATSAR

Jenis Peta Berdasarkan Skala :

1) Peta Skala Besar, dengan skala lebih besar dari 1 : 10.000 2) Peta Skala Sedang, dengan skala kecil dari 1 : 10.000, besar dari 1 : 100.000 3) Peta Skala Kecil, dengan skala kecil dari 1 : 100.000 2. Kompas Adalah alat penunjuk arah, yaitu arah utara magnetis bumi yang disebabkan oleh sifat kemagnetisannya. Karena sifatini, maka dalam penggunaannya jauhkan kompas dari pengaruh benda-benda yang terbuat dari baja atau besi, karena akan menyebabkan penunjukkan yang salah pada jarumnya. * Kompas Orienteering 1) Baseplate / Kompas Protactor, ditemukan Kjellstrom bersaudara, terdiri atas rectangular baseplate (panah warna merah sepanjang axis), lingkaran kompas (0, hampir di seluruh dunia untuk lingkaran penuh adalah 360 , tetapi sebagian belahan eropa menggunakan 400). Tanda dibagian dasar rumah kompas (panah dan garis paralel di dalam panah), lanyard untuk memasang kompas di pinggang, garis skala untuk ukuran jarak peta sepanjang satu atau lebih ujung dari baseplate, cermin untuk membaca peta secara detail, lubang berbentuk lingkaran dan segitiga untuk menandai jalur orienteering diatas peta.

2) Kompas orienteering top kompas baru membuat lubang Kompas ini lalu di atas kompas pula. Keuntungan selalu di baca di baca dan cepat, Kekurangan nya dengan sudut

Ibujari. Organisasi dari Swedia membuat dengan mempertajam baseplate dan untuk memasang kompas tsb di jempol. dipasang di jempol tangan kiri, diletakkan yang juga dipegang dengang tangan kiri dari model ini adalah peta dan kompas dalam satu unit, peta menjadi lebih mudah ditambah satu tangan bebas bergerak. adalah sudut yang sangat akurat sesuai kompas sangat sulit diambil.

Kompas Bidik
NAPAK ALAM AKAMPA

UNIVERSITAS MAJALENGKA

34

MATERI DIKLATSAR

1) Kompas Prismatik 2) Kompas Lensa 3. Protactor

4. GPS Receiver Adalah bagian dari sistem radio navigasi berbasis satelit yang secara terus-menerus mentransmisikan informasi dalam bentuk kode, sehingga memungkinkan kita untuk mengidentifikasikan lokasi / posisi, ketinggian, kecepatan dan waktu dengan mengukur jarak kita dengan satelit. Lebih dalam mengenai topik ini dapat dilihat pada tulisan Global Positioning System. 5. Sistem Proyeksi peta Adalah penggambaran sistematis garis garis sebagian / seluruh bola bumi di atas permukaan bidang datar dengan menggambarkan garis paralel dari lintang dan garis meridian dari bujur.Proyeksi dapat dianalogikan dengan terminasi berikut : jika 3 orang yang belum pernah melihat gajah diminta untuk menggambar seekor gajah dari sudut yang berbeda pada selembar kertas (depan, belakang, samping) tentu akan menghasilkan gambar yang berbeda beda. Demikian juga dengan peta dan bumi. Interpretasi permukaan bumi yang merupakan objek berbentuk elipsoid (3 dimensi) kedalam peta (2 dimensi) perlu menggunakan teknik tertentu agar gambar yang dihasilkan memiliki distorsi minimum dan mampu memberikan informasi mengenai gambaran kondisi sebenarnya (berdasarkan skala dan perspektif tertentu). Beberapa paparan dasar mengenai sistem proyeksi peta yang umum digunakan : Cilindrical Projection

Geographical Projection

NAPAK ALAM AKAMPA

UNIVERSITAS MAJALENGKA

35

MATERI DIKLATSAR

Lambert Conformal Conic Projection

Azimuthal Projection Tra nsve rse

Mercator (TM) (Gauss Conformal / Guass-Krger / Transverse Cylindrical Orthomorphic), merupakan sistem proyeksi silinder, konform, tangen, traversal. Bidang silinder memotong bola bumi pada 1 garis bujur disebut meridian standar. Pada sistem ini, garis bujur tergambar sedikit melengkung dan garis lintang tegak lurus.

Universal Transverse Mercator (UTM), merupakan model proyeksi berbasis TM namun secant. Sistem ini mendefenisikan 60 posisi dengan proyeksi silender transverse mercator dan meridian sentral berbeda, masing masing nya disebut dengan zona. Kelebihan proyeksi ini: 1) Proyeksi simetris untuk setiap zona sebesar 6 36

NAPAK ALAM AKAMPA

UNIVERSITAS MAJALENGKA

MATERI DIKLATSAR

2) Transformasi tiap zona dapat dikerjakan dengan rumus yang sama untuk tiap zona diseluruh dunia. 3) Mereduksi distorsi proyeksi pada area menuju kutub bumi

Pembagian zona pada Proyeksi UTM Lebar setiap Zona 6 dihitung dari 180 BB / logitude -180 dengan nomor zona 1 (disebut Start Longitude / SL) hingga 180 BT dengan nomor zona 60 ( disebut Eng Longitude / EL). Masing masingnya memiliki garis bujur tengah / zone central longitude (ZCL). Jadi setiap zona memiliki Start longitude / SL dan End Longitude (EL) + 6. Sehingga dapat disebutkan bahwa 1 zona memiliki batas longitude (Long) -180 hingga -174 (didapatkan dari -180 + 6 = -174) dengan ZCL -177 (didapatkan dari -180 + 6/2 = -177). Lebar satu zone adalah 8 dengan batas parallel atas 84U dan batas parallel bawah 80S. Pusat koordinat terletak pada perpotongan garis lintang dan bujur tengah yang disebut paralel tengah. Batas zone berikutnya dihitung dengan cara : SL zone [X+1] = SL zone [X] + 6 EL zone [X] = SL zone [X] + 6 ZCL zone [X+1] = ZCL zone [X] + 6 Indonesia terbagi dalam 9 zone, dengan panjang tiap zone yang 6 terletak pada meridian 90 BT 144 BT. Batas garis paralel 10 LU - 15L S dengan 4 satuan daerah zona L, M, N, dan P. Bidang referensi digunakan spheroid GRS 1967 (Geodetic Reference System)Lebih dalam mengenai topik ini dapat dilihat pada tulisan Sistem Proyeksi Peta.
NAPAK ALAM AKAMPA

UNIVERSITAS MAJALENGKA

37

MATERI DIKLATSAR

6. Istilah Dasar 6.1. Sudut Adalah besaran selisih derajat yang dibentuk oleh 2 buah garis, dimana yung satu menuju ke utara magnetis dan yang lain menuju ke sasaran. 1) Sudut Azimuth Sudut mendatar yang besarnya dihitung sesuai dengan arah jarum jam dari arah utara. Azimuth ditujukkan untuk menentukan arah di medan atau di peta, melakukan pengecekkan arah perjalanan, karena garis yang membentuk sudut kompas tsb adalah arah lintasan yang menghubungkan titik awal dan akhir perjalanan kita. 2) Sudut Back Azimuth Sudut arah dari suatu garis dilihat menurut arah kebalikkan. Cara menghitung nya : Jika azimuth lebih dari 180, maka back azimuth sama dengan azimuth dikurangi 180. Jika azimuth yang kita peroleh kurang dari 180, maka back azimuthnya sama dengan 180 ditambah azimuth. 6.2. Skala Peta, jarak antara titik di peta dengan jarak mendatar pada medan sebenarnya. 1) Skala Numerik, dinyatakan dengan angka Contoh : 1:50.000 berarti 1 cm = 50.000 cm atau 1 cm = 500 m atau 2 cm = 1 km 2) Skala Grafis, dinyatakan dengan unit batang disertai nilai, berguna ketika terjadi perubahan ukuran peta pada saat penggandaan /info skala numerik tidak tercantum

6.3. Sistem Koordinat Adalah titik yang terbentuk berdasarkan sistem sumbu yaitu dari perpotongan garis koordinat horizontal / absis dan vertikal / ordinat yang terdapat dipeta. Koordinat
NAPAK ALAM AKAMPA

UNIVERSITAS MAJALENGKA

38

MATERI DIKLATSAR

peta berguna untuk menunjukan suatu posisi pada permukaan bumi di peta. Pada penyebutan, garis mendatar diinformasikan terlebih dahulu lalu garis tegak. Garis Koordinat ini membagi peta dalam kotak kotak (karvak). Sistem Koordinat yang lazim digunakan yaitu : 1) Geografi / gratikul (Geographical Coordinat) Menyatakan posisi suatu titik dalam satuan derajat , menit , dan detik dari garis lintang (Utara dan Selatan) dan bujur (Barat dan Timur) 2) Grid / UTM (Grid Coordinat) Menyatakan posisi suatu titik dalam ukuran jarak (meter) dari perpotongan antara sumbu absis (x) dengan ordinalt(y) pada koordinat grid sebelah selatan ke utara dan barat ke timur dari titik acuan. Penyebutan dengan koordinat grid dapat dilakukan dengan 4 Angka, 6 Angka, atau 8 Angka. 6.4. Arah Utara Utara Sebenarnya / Utara Geografi (Truth North / Geographical North, US / TN) diberi symbol * , arah utara yang ditunjukan garis bujur (meridian) dan menuju ke kutub utara bumi atau titik pertemuan garis bujur bumi. Utara peta / Utara Grid (Grid North, UP / GN) diberi simbol GN, arah utara yang ditunjukan garis koordinat tegak peta ke arah atas Utara magnetik (Magnetic North, UM) diberi simbol T (anak panah separuh) , arah utara yang ditunjukan jarum kompas menuju kutub utara magnetik bumi

6.5. Iktilaf Iktilaf Peta / Konvergensi Meredian, merupakan sudut yang dibentuk utara sebenarnya dengan utara peta Iktilaf Magnetik / Deklinasi, merupakan sudut yang dibentuk utara sebenarnya dengan utara magnetic Iktilaf Utra Peta Utara Magnetik / Deviasi, merupakan sudut yang dibentuk utara peta dengan utara magnetis

6.6. Variasi Magnetik yaitu perbedaan besarikhtilaf magnetik pada waktu yang berlainan. Jika variasi magnetis ini bertambah maka disebuti Increase dan jika berkurang maka disebut Decrease.
NAPAK ALAM AKAMPA

UNIVERSITAS MAJALENGKA

39

MATERI DIKLATSAR

6.7. Kontur garis khayal diatas permukaan bumi yang menghubungkan titik- titik yang tingginya sama sehingga dapat mengetahui bentuk medan yang sebenarnya (menunjukan ketinggian, perbedaan ketinggian, kemiringan, proyeksi 3D). Terdapat istilah penting : Interval Kontur, jarak tegak 2 garis kontur yang berdekatan / jaran bidang datar yang berdekatan.

Rumus : Interval kontur atau Ci = 1/2000 x skala peta Namun rumus ini tidak selamanya dapat digunakan karena garis kontur pada daerah terjal berbeda dengan daerah landai Indeks Kontur, garis kontur yang penyajiannya ditonjolkan setiapinterval kontur tertentu untuk memudahkan pembacaan medan. 1

Rumus : i = 25 / jumlah cm dalam km i = n log tan a, dengan n (0.01 S + 1)1/2 m 6.8. Titik Ketinggian

Tinggi Mutlak adalah tinggi yang diukur dari pemukaan laut, merupakan standarisasi pengukuran. Tinggi mutlak digunakan untuk menentukan tinggi sebenarnya dari permukaan laut. Tinggi Nisbi adalah tinggi yang diukur dari tempat dimana bendaitu berada, biasanya diukur dari permukaan tanah. Titik Triangulasi adalah titik atau tanda yang merupakan pilar / tonggak yang menyatakan tinggi mut lak suatu empat dari permukaan laut . Titik ini digunakan oleh jawatan topografi untuk menentukan tinggi suatu tempat atau letak suatu tempat dalam pengukuran secara ilmu pasti pada waktu pembuatan peta.

7. Pengetahuan Peta 7.1. Bagian Bagian Peta

NAPAK ALAM AKAMPA

UNIVERSITAS MAJALENGKA

40

MATERI DIKLATSAR

Judul Peta, bagian yang menyatakan identitas peta. Pada peta BAKOSURTANAL meliputi Judul Peta (biasanya merupakan nama daerah adminsist ratif, tempat terkenal dll) , Skala, Nomor Lembar Peta, Nama Lembar dan Edisi / terbitan. Sistem Penomoran Peta perlu diketahui untuk membantu dalam mencari peta tertentu. Letak Peta dan Diagram Lokasi Petunjuk Letak Peta, menunjukan nomor dan nama lembar peta terhadap peta sekelilingnya. Biasanya dalam bentuk matrikini berukuran 3 x 3. Lokasi, menunjukan letak peta pada ara yang lebih luas Sistem Referensi, terdiri dari sistem proyeksi, sistem grid, datum horizontal, datum vertikal, satuan tinggi dan selang kontur Pembuat dan Penerbit Peta informasi Nama dan Nomor Lembar Peta Legenda, merupakan petunjuk tanda atau simbol konvensional yang digunakan pada peta disertai warna dan deskribsi Keterangan Riwayat Peta Petunjuk Pembacaan Koordinat Pembagian Daerah Administrasi Skala Singkatan / Kesamaan Arti Utara Sebenarnya, Utara Grid, Utara Magnetik

7.2. Sistem Penomoran Peta Penomoran Peta Topografi Jawatan Geologi Nasional Peta Topografi ini menggunakan sistem proyeksi LCO dan sistem koordinat geografis. Batas peta wilayah indonesia yaitu : Barat : 94 40, Timur : 141 BT, Utara : 6 LU, Selatan : 11 LS. Penomoran dimulai dari meridian 0 di jakarta yaitu 106 48 27,29 BT (12 barat bujur 106 40 27,29 timur green wich) 1) Lembar Peta skala 1 : 100.000 (Peta induk) Ukuran 1 lembar peta adalah 20 bujur x 20 lintang. Sehingga terdapat 7089 Lembar Petaindonesia skala 1 : 100.000. Penomoran tiap 20 lintang dari 94 30' BT - 141 BT dengan angka latin 1-139 Penomoran tiap 2 bujur dari 11 LU - 6 LU dengan huruf latini LI Contoh penomoran : 58/XLII berarti lembar ke 58 mendatar dari kiri, lembar ke XLII vertikal dari atas.

2) Lembar Peta skala 1 : 50.000 Ukuran 1 lembar peta adalah 10 bujur x 10 lintang. Sehingga 1 lembar peta skala 1 : 100.000 terdapat 2 x 2 = 4 lembar peta skala 1 : 50.000 41

NAPAK ALAM AKAMPA

UNIVERSITAS MAJALENGKA

MATERI DIKLATSAR

Penomoran dengan huruf latin A D mulai pojok kanan bawah berlawanan arah jarum jam.

Contoh penomoran : 58/XLII B berarti lembar ke 58 mendatar dari kiri, lembar ke XLIi vertikal dari atas peta 1 : 100.000, lembar ke 2 dari pojok kanan bawah berlawanan arah jarum jam. 3) Le m ba r

Peta skala 1 : 25.000 Ukuran 1 lembar peta adalah 5 bujur x 5 lintang. Sehingga 1 lembar peta skala 1 : 100.000 terdapat 3 x 3 = 9 lembar peta skala 1 : 25.000 Penomoran dengan huruf latin a q tanpa huruf i mulai dari pojok kanan atas searah jarum jam. Contoh penomoran : 58/ XLII f berarti lembar ke 58 mendatar dari kiri, lembar ke XLII vertikal dari atas peta 1 : 100.000, lembar ke 6 dari pojok kanan atas searah jarum jam. Sistem Penomoran Peta Topografi UTM/AMS Peta Topografi ini menggunakan sistem proyeksi UTM dan sistem koordinat Grid / UTM. Batas peta wilayah indonesia yaitu : Barat : 94 30 BT, Timur : 141 BT, Utara : 6 LU, Selatan : 12 LS 1) Lembar Peta UTM global skala 1 : 1.000.000 Penomoran tiap 6 bujur dari 180 BB 180 BT dengan angka latin 1 60 Penomoran tiap 8 lintang dari 84 LU - 80 LS dengan huruf latin dari huruf C - X tanpa huruf I dan O. (80 x 60 atau 885 km x 665 km, dengan pusat koordinat pada garis lintang dan garis bujur tengah yang disebut paralel tengah) Dengan penomoran seperti ini (885 km x 665 km) maka indonesia berada pada zona 46 dengan bujur sentral 93 BT hingga zona 54 dengan bujur sentral 1410 BT serta arah lintang L,M,N,P mulai 15 LS 10 LU

2) Lembar Peta skala 1 : 250.000 Ukuran 1 lembar peta adalah 1 30 bujur x 1 30 lintang. Sehingga terdapat 4 x 8 = 32 lembar peta wilayah indonesia skala 1 : 250.00 42

NAPAK ALAM AKAMPA

UNIVERSITAS MAJALENGKA

MATERI DIKLATSAR

Penomoran tiap 1.5 bujur dari 94 30' BT - 141 BT dengan angka latin 1-31 Penomoran tiap 1 lintang dari 6 LU - 12 LS dengan angka romawii XVII

3) Lembar Peta skala 1 : 100.000 indonesia ( Peta Induk) Ukuran 1 lembar peta adalah 30 bujur x 30 lintang. Sehingga 1 lembar peta skala 1 : 250.000 terdapat 2 x 3 = 6 lembar peta skala 1 : 100.000 Penomoran tiap 30 bujur dari 94 30' BT - 141 BT dengan angka latin 1-94 Penomoran tiap 30 lintang dari 6 LU - 11 LS dengan angka latin 1-36 Contoh penomoran : 2145 berarti lembar ke 21 mendatar dari 45 vertikal. 4) Lembar Peta skala 1 : 50.000 Ukuran 1 lembar peta adalah 15 bujur x 15 lintang. Sehingga 1 lembar peta skala 1 : 100.000 terdapat 2 x 2 = 2 lembar peta skala 1 : 50.000 Penomoran dengan angka romawii iV mulai dari pokok kanan atas searah jarum jam

Contoh penomoran : 2145-IV berarti lembar 2145, urutan ke 4 dari pojok kanan atas searah jarum jam. 5) Lembar Peta skala 1 : 25.000 Ukuran 1 lembar peta adalah 730 bujur x 730 lintang. Sehingga 1 lembar peta skala 1 : 50.000 terdapat 2 x 2 = 2 lembar peta skala 1 : 25.000 Penomoran dengan huruf latin a d mulai dari pokok kanan atas searah jarum jam Contoh penomoran : 2145-IVa berarti lembar 2145, urutan ke 4 dari pojok kanan atas searah jarum jam dan pertama dari pojok kanan atas searah jarum jam.

Sistem Penomoran Peta Topografi BAKOSURTANAL


NAPAK ALAM AKAMPA

UNIVERSITAS MAJALENGKA

43

MATERI DIKLATSAR

Peta Topografi ini menggunakan sistem proyeksi UTM dan sistem koordinat geografis dan grid / UTM. Batas peta wilayah Indonesia yaitu : Barat : 94 30' BT, Timur : 141 BT, Utara : 6 LU, Selatan : 15 LS

1) Lembar Peta skala 1 : 1.000.000 Ukuran 1 lembar peta adalah 4 bujur x 6 lintang. Karena peta BAKOSURTANAL mengikuti proyeksi UTM, maka maka tiap 4 bujur dibagi menjadi 2 penomoran lagi : A dan B. Untuk arah lintang Selatan makin besar ke bawah (A, B) , utk lintang Utara makin kecil ke bawah (B, A).

2) Lembar Peta skala 1 : 500.000 indonesia


NAPAK ALAM AKAMPA

UNIVERSITAS MAJALENGKA

44

MATERI DIKLATSAR

Ukuran 1 lembar peta adalah 2 bujur x 3 lintang. Sehingga 1 lembar peta skala 1 : 1.000.000 terdapat 2 x 2 = 2 lembar peta skala 1 : 500.000 3) Lembar Peta skala 1 : 250.000 indonesia ( Peta Induk) Ukuran 1 lembar peta adalah 1 bujur x 1 30 lintang. Sehingga 1 lembar peta skala 1 : 500.000 terdapat 2 x 2 = 2 lembar peta skala 1 : 250.000 Penomoran tiap 1.5 lintang dari 94 30' BT - 141 BT dengan angka latin 1-31 Penomoran tiap 1 bujur dari 6 LU - 11 LS dengan angka latin 1 17 4) Lembar Peta skala 1 : 100.000 Ukuran 1 lembar peta adalah 30 bujur x 30 lintang. Sehingga 1 lembar peta skala 1 : 250.000 terdapat 3 x 2 = 6 lembar peta skala 1: 100.000 Penomoran dengan angka latin 1 6 mulai dari pojok kiri bawah berlawanan arah jarum jam Contoh penomoran : 2145-1 berarti lembar ke 21 mendatar dari 45 vertikal, urutan ke 1 dari pojok kiri bawah ber lawanan arah jarum jam. 5) Lembar Peta skala 1 : 50.000 Ukuran 1 lembar peta adalah 15 bujur x 15 lintang. Sehingga 1 lembar peta skala 1 : 100.000 terdapat 2 x 2 = 4 lembar peta skala 1 : 50.000 Penomoran dengan angka latin 1 4 mulai dari pojok kiri bawah berlawanan arah jarum jam

6) Lembar Peta skala 1 : 25.000 Ukuran 1 lembar peta adalah 730 bujur x 730 lintang. Sehingga 1 lembar peta skala 1 : 50.000 terdapat 2 x 2 = 4 lembar peta skala 1 : 25.000 Penomoran dengan angka latin 1 4 mulai dari pojok kiri bawah berlawanan arah jarum jam

7) Lembar Peta skala 1 : 10.000 Ukuran 1 lembar peta adalah 230 bujur x 230 lintang. Sehingga 1 lembar peta skala 1 : 50.000 terdapat 3 x 3 = 9 lembar peta skala 1 : 10.000 Penomoran dengan angka latin 1 9 mulai dari pojok kiri bawah berlawanan arah jarum jam

NAPAK ALAM AKAMPA

UNIVERSITAS MAJALENGKA

45

MATERI DIKLATSAR

Contoh penomoran : 1209 hingga 1209-6229

8. Orientasi Peta Adalah menyamakan kedudukan peta dengan medan sebenarnya atau menyamakan utara peta dengan utara sebenarnya. Sebelum Memulai orientasi peta, usahakan untuk mengenal dulu tanda- tanda medan sekitar yang menyolok dan posisinya di peta dengan pencocokan bentuk puncakan, sungai, desa dll. Jadi minimal diketahui secara kasar posisi. Orientasi peta ini berfungsi untuk meyakinkan perkiraan posisi anda adalah benar. Langkah-langkah orientasi peta: 1. Usahakan untuk mencari tempat yang berpemandangan terbuka agar dapat melihat tanda- tanda medan yang menyolok. 2. Siapkan kompas dan peta anda, letakkan pada bidang datar Utarakan peta, dengan berpatokan pada kompas, sehingga arah peta sesuai dengan arah medan sebenarnya 3. Cari tanda- tanda medan yang paling menonjol disekitar anda, dan temukan tandatanda medan tersebut di peta. 4. Lakukan hal ini untuk beberapa tanda medan
NAPAK ALAM AKAMPA

UNIVERSITAS MAJALENGKA

46

MATERI DIKLATSAR

5. Ingat tanda- tanda tersebut, bentuknya dan tempatnya di medan yang sebenarnya. Ingat hal-hal khas dari tanda medan. 9. Cross Bearing Technic : a. Resection Yaitu menentukan posisi dipeta dengan menggunakan dua atau lebih tanda medan yang dikenali. Langkah-langkah melakukan resection: 1) Lakukan orientasi medan 2) Cari objek / titik yang mudah dikenali pada medan sebenarnya dan pada peta, minimal 2 buah 3) Bidik tanda- tanda medan tersebut dari posisi saat ini (azimuth) 4) Hitung hasil backazimuth, tarik garis lurus dari titik acuan tersebut 5) Lakukan langkah 2 4 pada titik acuan lain 6) Perpotongan garis yang ditarik dari back azimuth titik acuan tersebut adalah posisi kita dipeta.

b. Intersection Yaitu menentukan posisi suatu titik (benda) pada peta dengan menggunakan 2 atau lebih tanda medan yang dikenali dilapangan dan dipeta. Langkah- langkah melakukan intersection adalah: 1) 2) 3) 4) Lakukan orientasi medan dan resection untuk memastikan posisi kita di peta. Bidik obyek yang kita amati Pindahkan sudut yang didapat ke dalam peta Bergerak ke posisi lain dan lakukan langkah 1-3

NAPAK ALAM AKAMPA

UNIVERSITAS MAJALENGKA

47

MATERI DIKLATSAR

5) Perpotongan garis perpanjangan dari dua sudut yang didapat adalah posisi obyek yang dimaksud. Semakin banyak titik bidik untuk menarik garis perpotongan, semakin akurat hasil yang didapatkan. Sudut terbaik antara titik bidik untuk melakukan intersection adalah 90 derajat

10. Metode Pergerakan Sudut Kompas ( Passing Compass / Man to Man) Yaitu membuat lintasan berada pada satu garis lurus dengan cara membidikaan kompas ke depan dan ke belakang pada jarak tertentu. Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut: 1) 2) 3) 4) Tentukan titik awal dan titik akhir perjalanan dan plot pada peta, tarik garis lurus dan hitung sudut yang menjadi arah perjalanan / azimuth dan back azimuth nya. Perhatikan tanda medan yang menyolok pada titik awal perjalanan. Perhatikan tanda medan lain pada lintasan yang dilalui. Bidikkan kompas seusai dengan azimuth, dan tentukan tanda medan lain di ujung lintasan / titik bidik sebagai penunjuk. Pergi ke tanda medan di tersebut, dan bidik kembali ke titik awal tadi. Jika arah perjalanan benar maka sudut ini akan sama dengan back azimuth.

Sering terjadi tidak ada benda / tanda medan tertentu yang dapat dijadikan sebagai sasaran. Untuk itu dapat dibantu oleh seorang rekan sebagai tanda (Man to Man) . 11. Interpretasi dan Analisa Peta Topografi Sebelum melakukan perjalanan untuk memahami kondisi medan sebenarnya berdasarkan informasi pada peta sehingga dapat digunakan sebagai asumsi awal dalam penyusunan rencana perjalanan.

NAPAK ALAM AKAMPA

UNIVERSITAS MAJALENGKA

48

MATERI DIKLATSAR

Interpretasi dan analisa peta ini dapat dilakukan dari : a. Informasi dasar peta seperti judul peta, tahun peta itu dibuat, legenda peta, lokasi daerah dan titik ekstrim seperti perkampungan (nama daerah, nama jalan, nama sungai, nama gunung dan bentukan alam lain), perpotongan sungai, jalan, ketinggian suatu titik, kerapatan kontur berdasarkan pemahaman tentang sifat kontur yang dapat digunakan untuk memperkirakan jarak dan waktu tempuh, karakter medan / kemiringan (terjal / landai), vegetasi, dll. b. Tanda Medan Melakukan analisa bentuk kontur yang tergambar pada peta untuk mendapatkan gambaran medan sebenarnya. Mengenali tanda medan ini dapat dilakukan berdasarkan sifat garis kontur yaitu : 1) Perbedaan tinggi antara 2 kontur adalah setengah dari angka ribuan pada skala yang dinyatakan dalam satuan meter (biasanya tertera pada setiap peta topografi) 2) kontur yang rendah selalu mengelilingi kontur yang lebih tinggi, kecuali untuk kawah 3) antar kontur tidak akan saling berpotongan, kecuali berhimpit pada lembah yang sangat curam dimana terdapat air terjun 4) kontur yang bebentuk seperti huruf V dari pusat kontur merupakan punggungan dan yang berbentuk seperti huruf V terbalik dari pusat kontur adalah lembahan. 5) Kontur terputus-putus menyatakan ketinggian setengah atau lebih dari perbedaan tinggi antara 2 buah kontur berurut. 6) Makin rapat kontur, menunjukkan daerah yang makin terjal/curam. 7) Saddle adalah daerah rendah dan sempit diantara dua ketinggian 8) Pass adalah celah memanjang yang membelah suatu ketinggian 9) Bentukan sungai dapat terlihat dipeta sebagai garis yang memotong rangkaian tingkat kontur, biasanya terdapat pada lembahan dan namanya tertera mengikuti alur sungai.

NAPAK ALAM AKAMPA

UNIVERSITAS MAJALENGKA

49

MATERI DIKLATSAR

Dalam kondisi sebenarnya, sering kali teknik cross bearing tidak selalu dapat dilakukan seperti karena faktor cuaca atau tidak terlihatnya titik ekstrim yang dapat dijadikan acuan. Salah satu hal yang dapat dilakukan dalam kondisi seperti ini adalah dengan melakukan analisa dan interpretasi peta untuk kemudian dapat dibandingkan hasilnya dengan medan sekitar, serta merunutnya dari titik awal perjalanan. Oleh karena itu, biasakan untuk mempelajari, menandai dan melakukan sebanyak mungkin analisa medan selama perjalanan serta melakukan cross check perkiraan awal tadi dengan fakta yang didapatkan dilapangan. Semakin banyak kita mengetahui tanda tanda medan yang dilalui, semakin memahami pula kita tentang sifat dan tingkat kesulitan medan tersebut yang akan sangat berguna selama melakukan perjalanan dan dalam situasi darurat. Namun, Navigasi darat adalah ilmu praktis, yang hanya dapat terasah jika dipraktekkan langsung pada kondisi sebenarnya. Pemahaman mengenai teori dan konsep hanyalah membantu untuk memahami ilmu navigasi, bukan menjamin kemampuan navigasi darat seseorang. Memahami Peta Kompas Sebelum masuk ke medan yang sebenarnya kita harus mengetahui dan memahami tanda tanda medan pada peta. Misalnya nama puncak bukit, sungai, jurang, dan sebagainya. Keterangan mengenai hal ini dapat diketahui dgn membaca keterangan pada peta atau mungkin bertanya ke pada penduduk. Langkah selanjutnya adalah orientasi peta. Orientasi peta adalah meng Utarakan peta atau dengan kata lain menyesuaikan letak peta dengan benatng alam yang sebenarnya kita hadapi. Langkah langkah dalam orientasi peta : a. Dengan kompas prisma 1. Letakkan peta pada bidang datar 2. Bentangkan kompas di atas peta 3. Himpitkan garis rambut pada kompas dan takik pada cincin jempol dengan sumbu Y peta 4. Geser/ putar putarkan peta tanpa posisi kompas, sampai jarum kompas dengan garis rambut sejajar dengan sumbu Y Peta. b. Dengan kompas silva 1. Letakkan peta pada bidang datar 2. Setel piringan kompas dengan pembagian derajat pada posisi 0, kemudian letakkan di atas peta 3. Himpitkan tanda panah penyesuai, garis penyesuai, garis bantu, sehingga sejajar dengan sumbu Y peta. 4. Geser/ putar-putarkan peta tanpa merubah posisi kompas sampai jarum kompas dengan tanda panah penyesuai sejajar dengan sumbu Y peta. Bila semua tahapan tersebut telah dilakukan dengan benar, berarti peta telah terorientasi.

NAPAK ALAM AKAMPA

UNIVERSITAS MAJALENGKA

50

MATERI DIKLATSAR

kompas prima nama bagian-bagiannya 1. kotak kompas dengan pembagian arah angin dan cincin karet 2. kaca kompas yg dapat diputar dengan pembagian derajat 3. pelat yg bercahaya dengan garis tanda dan garis rambut 4. garis petunjuk yg bercahaya 5. lingkaran kompas dengan pembagian derajat dan jarum kompas yg bercahaya 6. gelang kaca dari tembaga 7. tutup kompas dengan kaca, garis rambut, garis tanda yg bercahaya di bibir pelindung 8. pelindung kaca 9. sekrup pengapit 10. prisma yg dapat disetel, dengan lubang tempat melihat dan cincin jempol dengan takik

NAPAK ALAM AKAMPA

UNIVERSITAS MAJALENGKA

51

MATERI DIKLATSAR

NAPAK ALAM AKAMPA

UNIVERSITAS MAJALENGKA

52

MATERI DIKLATSAR

SIMPUL 1. Figure-of-Eight ini sangat fleksibel simpul paling sering digunakan untuk melampirkan ke tali jangkar poin. Kebanyakan hal-hal yang dapat dilakukan dengan pemelihara knots (misalnya double loop knot untuk Y-belay) juga dapat dilakukan sesuai dengan kombinasi angka dari eights. Jika Anda hanya belajar satu simpul, membuatnya satu ini. Kekuatan: 55% (normal), 40% (abnormal)

2.Figure-of-Nine simpul yang dapat digunakan sebagai alternatif dari figure-of-Eight. Sangat mirip dengan Figure-of-delapan dengan hanya sebuah tambahan berbelok sebelum menyelesaikan simpul. It is a little bulkier dari angka-of-delapan besar tapi memiliki kekuatan. Kekuatan: 70% (normal), 55% (abnormal) 3.Bowline ini dapat digunakan untuk mengikat pada tali di sekitar belay tetapi yang paling sering digunakan untuk Tying/mengikat akhir baris tali keselamatan orang sekitar ketika mereka membuat belaying atau naik tangga. Simpul ini memiliki kecenderungan untuk melepaskan dan dapat datang dibatalkan sehingga adalah ide yang baik untuk digunakan setengah halangan untuk mengamankan 'ekor' dari simpul ke lingkaran. Kekuatan: 50% (normal) 4. Yosemith Bowline Ini adalah varian dari dasar bowline yang mendapat sekitar masalah dari simpul loosening sendiri dengan akhir tali threading dan kembali melalui simpul. Ini adalah alternatif untuk menggunakan rapi setengah-halangan untuk mengamankan akhir tali dan simpul yang dihasilkan memiliki kekuatan yang sama

dengan

Figure-of-eigth.

NAPAK ALAM AKAMPA

UNIVERSITAS MAJALENGKA

53

MATERI DIKLATSAR

5. Alpine Butterfly simpul yang baik untuk rebelays atau Tying/mengikat suatu titik poin dari tali. Keuntungan yang utama adalah bahwa dua strands dari tali yang muncul dari simpul berada di 180 derajat satu sama lain daripada muncul dalam arah yang sama seperti dalam zigure-of-delapan misalnya. Cara ini bagus pertengahan-simpul tali dan baik untuk rebelays karena memiliki kekuatan yang lebih besar dari figur-of-eight jika rebelay gagal. 6.Double Figure-of-eight on the bight Ini double loop knot ini paling sering digunakan untuk laberang Ybelays. Sifat dari simpul berarti bahwa cukup mudah untuk menyesuaikan loops oleh tali bergerak dari salah satu loops ke yang lain. 7. Bowline on the bight Ini adalah satu lagi double loop knot cocok untuk Rigging Y-belays. Memiliki keuntungan yang agak sedikit lebih besar dari Figur-of-Eigth sedikit di teluk.

8.Italian/Munter Hitch Yang sangat baik diri reversing gesekan simpul cocok untuk belaying orang atau naik bila menggunakan tangga. Juga dapat digunakan untuk memberikan Bar dan halus naik dari piring stitcht (IMHO). Ini adalah salah satu nilai pembelajaran bagi semua orang kesempatan bila Anda lupa Stitcht Plate atau descender.

9. Clove Hitch (simpul pangkal)


NAPAK ALAM AKAMPA

UNIVERSITAS MAJALENGKA

54

MATERI DIKLATSAR

simpul sederhana ini sangat berguna ketika anda memerlukan cepat belay sekitar obyek atau meskipun sebuah krab. Dapat digunakan untuk tambatan karena sifatnya yang anti sloping/tidak gampang loss. 10. Double Fisherman's standar untuk Tying/mengikat dua simpul tali bersama. Jika digunakan di tengah sebuah pitch, satu lingkaran simpul seperti Figure-of-Eight harus terikat menjadi salah satu 'ekor' dari simpul untuk keamanan selama simpul lulus. Dua knot yang menenangkan ganda nelayan tidak boleh mirror gambar dari satu sama lain (yaitu mereka yang sama harus memiliki 'hati') jika mereka tidak akan susunan benar. 11.Constrictor Knot Simpul baru dan berguna untuk cavers maupun climbers adalah awal abad ini .Di beri nama "constrictor simpul'. Hal ini secara sangat besar tahan terhadap gesekan, serta dapat digunakan untuk Clamp/penahan suatu object. 12.Farmers hitch Simpul ini adalah sangat baik untuk Tying/mengikat di tengah sebuah pendakian tali, untuk rebelays, karena banyaknya dari berbagai jenis - anyplace satu lingkaran yang mengarah kedua cara . Metode untuk meletakkan dalam kesederhanaan itu sendiri adalah: Mengambil tiga berubah dari tali sepanjang tangan Anda, maka: 1. Memindahkan pusat bagian (b) bagian kanan atas. 2. Memindahkan pusat bagian baru (c) bagian kiri atas. 3. Memindahkan pusat bagian baru (a) bagian kanan atas. 4. Tarik bagian tengah baru (b) sampai dengan bentuk lingkaran 5. Untuk sebagian besar hasil memuaskan, tangan menghapus sebelum hadiah atau memuat simpul. 13.Tape/Water Knot Simpul utama ini digunakan untuk Tying/mengikat webing menjadi slings untuk caving atau panjat tebing.
NAPAK ALAM AKAMPA

UNIVERSITAS MAJALENGKA

55

MATERI DIKLATSAR

Ujung webbing muncul dari simpul harus diamankan ke webbing menggunakan setengah lingkaran hitches atau insulating tape. Simpul ini terikat sehingga beban bearing tape muncul dari sisi berlawanan dari simpul sehingga secara alami akan kencang bila terbebani . 14.Larks-foot ( Simpul Jangkar) Sering digunakan untuk mendapatkan tape/webbing lebih aman di sekitar stalagmit atau kolom. Simpul adalah hanya satu lingkaran di sekitar objek tape, tetapi akan mengurangi kesempatan slipping off the tape/webbing. 15. Prusik knot simpul prusik ditampilkan di sebelah kiri, dan Kleimheist simpul prusik di sebelah kanan. Baik ini, beserta lainnya prusik knot, dapat digunakan untuk membuat tali prusik. Tali yang digunakan untuk-prusik loop harus yang seimbang panjangnya, sedikit lebih pendek daripada tali untuk dinaiki.

NAPAK ALAM AKAMPA

UNIVERSITAS MAJALENGKA

56

MATERI DIKLATSAR

MATERI ROCK CLIMBING Pada dasarnya Rock Climbing dari mountaineering ( kegiatan mendaki gunung, suatu perjalanan petualang ke tempat-tempat yang tinggi ), hanya disini kita menghadai medan yang khusus. Dengan membedakan daerah atau medan yang di lalui, Mountaineering dapat dibagi menjadi : hill walking, Rock Climbing dan Ice/Snow Climbing. Hill walking merupakan perjalanan biasa melewati serangkaian hutan dan perbukitan dengan berbekl pengetahuan peta/kompas dan survival. Kekuatan kaki jadi factor utama suksesnya suatu perjalanan. Untuk rock climbing, medan yang dihadapi berua perbukitanm atau tebing dimana sudah diperlukan bantuan tangan untuk menjaga keseimbangan tubuh atau untuk menambah ketinggian. Es/ snow climbing hamper sama dengan halnya rock climbing, namun medan yang dihadapi adalah perbukitan atau tebing ice salju. Sejarah Panjat Tebing Indonesia Berawal dari mereka yang mempunyai mata pencaharian sebagai pengunduh sarang burung wallet gua di tebing- tebing Kalimantan Timur atau Karang Bolong Jateng, merupakan tonggak sejarah panjat tebing di Indonesia, kemudian pada tahun 1958 lapangan terbang perintis dibuka pada beberapa lokasi di Irian membangkitkan semangat para pendaki gunung Untuk mencoba Cartensz sang perawan salju di Khatulistiwa. Pada tahun 1964 beberapa pendaki Jepang serta3 orang ABRI, Fred Athaboe, Sudarto dan Sugirin yang tergabung dalam Ekspedisi Cendrawasih berhasil mencapai puncak Cartensz(4884 mdpl) di Irian. Pada tahun ini pula perkumpulan pendaki gunung tertua yaitu Mapala UI di Jakarta dan Wanadri di Bandung, dan juga merupakan awal mula sejarah pendakian gunung di Indonesia. Klasifikasi Panjat Tebing Dalam panjat tebing terdapat 2 klasifikasi yaitu: 1. Pembedayaan yang pertama adalah free climbing dengan Artificial Climbing. Free Climbing adalah suatu tipe pemanjatan dimana si pemanjat menambah ketinggian dengan menggunakan kemampuan dirinya sendiri, tidak dengan bantuan alat. Dalam Free Climbing alat digunakan hanya sebatas pengaman, bukan sebagai alat untuk penambah ketinggian. Bedanya dengan artificial climbing, dimana alat selain digunakan sebagai pengaman, juga berfungsi untuk menambah ketinggian. 2. Perbedaan yang kedua adalah sport climbing dengan adventure climbing. Sport Climbing adalah suatu pemanjatan yang lebih menekankan pada factor olah raganya. Dalam sport climbing, pemanjatan dipandang seperti halnya olah raga yang lain, yaitu untuk menjaga kesehatan. Sedangkan pada adventuring, yang itekankan adalah lebih pada nilai petualangnya.

NAPAK ALAM AKAMPA

UNIVERSITAS MAJALENGKA

57

MATERI DIKLATSAR

PROSEDUR PEMANJATAN Tahapan-tahapan dalam pemanjatan hendaknya dimulai dari langkah-langkh sebagai berikut : mengamati lintasan dan memikirkan teknik yang akan dicapai. Menyiapkan peralatan yang akan dibutuhkan Untuk Leader, perlengkapan teknis diatur sedemikian rupa agar mudah untuk diambil / memilih dan tidak mengganggu gerakan. Tugas dari Leader sendiri adalah membuat lintasan yang akan dilaluinya dan pemanjat berikutnya. Untuk Belayer, memasang ancor dan merapikan alat-alat. Tugasnya adalah membantu Leader baik dengan aba-aba maupun dengan tali yang dipakai Leader, Belayer juga bertugas mengamankan Belayer dari resiko jatuh atau yang lainnya, dengan langkah awal yaitu meneliti penganman yang dipakai Leader. Bila belayer dan Leader telah siap melakukan pemanjatan, segera memberi aba-aba pemanjatan Bila Leader sampai ketinggian 1 pitch (tali habis) ian harus memasang ancor. Leader yang sudah memasang ancor diatas, selanjutnya berfungsi sebagai Belayer untuk mengamankan pemenjat berikutnya.

Pengenalan Alat Dan pengenalan panjat tebing Sebelum mengenal lebih dalam lagi tentang olahraga panjat tebing, pengetahuan tentang peralatan harus diketahui lebih dahulu mengenai nama dan bentuk peralatan kemudian paham fungsi alat tersebut serta yang terakhir yang tidak kala pentingnya dapat mempraktekkan peralatan tersebut sesuai dengan teori yang perna didapat/sesuai standar prosodur pemakaian.

NAPAK ALAM AKAMPA

UNIVERSITAS MAJALENGKA

58

MATERI DIKLATSAR

ROPE Tali yang biasa digunakan dalam pemanjatan adalah jenis karamantel yang secara umum terdapat dua macam: 1. karnmantle static Ada dua jenis karnmatel static a. static b. super static jenis tali ini memunyai daya lentur antara 6% s/d 0%, biasanya digunakan sebagai tali tetap ( fixed rope ) yang akan digunakan untuk ascending maupun descending. diameter standar yang digunaan adalah 10,5 mm. pnampilan ini biasanya berwarna gelap ( satu warna ), karena sifatnya yang static maka jenis tali ini aga keras atau kaku dibandingkan dengan jenis dyamic. 2. Karnmantel dynamic. Digunakan untuk pemanjatan ( ebagai pengaman uatama ) yang menghubungkan pemanjat dengan pengaman. Daya lentur tali ini ingga 25% yang berfungsi sebagai peredam kejut Jika jatuh. Ijin maksimal beban pada tali ini hingga tali tersebut merentang pada titik adalah 25% s/d 50%. Dimeter yang biasa digunakan adalah 8,8 mm, 9mm, dan 11 m, sedangkan yang diameter 7 mm biasanya digunakan untuk tali transfer. Karamantel yang baik dan masih layak dipakai bila ditekuk tidak terjadi patahan/masi membentuk lubang . CARABINER Carabier adalah cincin kait yang terbuatn dari almuniam alloy yang memeliki gate, ada dua macam carabiner yaitu screw gate dan non screw gate. Screw carabiner lebih besar kegunaannya daripada non screw gate, berfungsi sebagai pengkait dan dikaitkan. Screw gate Non Screw gate

NAPAK ALAM AKAMPA

UNIVERSITAS MAJALENGKA

59

MATERI DIKLATSAR

DESCENDER Peralatan yang digunakan untuk meniti tali keatas ( peralatan tambahan ) dan kebawah ( memberikan gesekan pada tali sehingga kecepatan turun dapat di kontrol ) serta mengemankan leader disaat membuat jalur. Jenis descender banyak dan pada umumnya banyak yang menggunakan jenis figure of eight atau auto stop Descender/figure of eigh Descender auto Stop

Alat mekanik untuk saja dan secara otomatis mengunci, jenis ascender yang banyak dipakai adalah jumar dan croll. HARNESS

ASCENDER meniti tali ke atas

Peralatan yang digunakan dipakai oleh pemanjat ( leader/belayer ) untuk mengamankan tubuh ( leader/blayer ) dan akan lebih aman lagi apabila dihubungkan dengan pengaman utama ( main rope ). Ada dua macam harness yaitu full body harness dan seat harness. Seat Harness Full Body Harness

CHALK BAG Sbagai tempat MgCo3 ( magnesium carbonat ), yang berfungsi agar tangan tidak licin karena berkeringat sehingga akan dapat membantu dalam pemanjatan.

SEPATU PANJAT Ada dua jenis sepatu yang digunakan dalam pemanjatan yaitu:
NAPAK ALAM AKAMPA

UNIVERSITAS MAJALENGKA

60

MATERI DIKLATSAR

1. Soft ( lentur dan fleksibel ) bagian bawahnya terbuat dari karet yang kuat dan memiliki kelenturan untuk menolong pada pijakan-pijakan yang minim di permukaan tebing dan mempunyai daya friksi yang baik. 2. Hard ( keras ) Jenis sepatu ini pada bagian bawah /telapak kaki tidak terlalu lentur/agak kaku. Cocok digunakan pada tebing yang banyak tonjolannya dan tajam atau tebing dengan tanggatangga kecil, sehingga gaya tumpuannya dapat tertahan oleh bagian sepatu. Soft ( lentur ) Hard ( keras )

PULLEY Mirip katrol, kecil dan ringan tetapi memiliki kemampuan dalam beban yang berat. Ada beberapa jenis Pulley di antaranya Pulley mini dan Pulley Tandem. Pulley Mini Pulley Tandem

HELMET Berfungsi untuk melindungi/mengamankan bagian kepala pemanjat, sehingga dalam pemanjatan lebih aman. Biasanya terbuat dari bahan plastic khusus yang ringan an tebal. WEBBING Merupakan alat panjat yang bentuknya pipih tidak terlau kaku dan lentur dalam penggunaanya dapat berfariasi misalnya: etreyer, sling, pengaman tubuh, sling runner.

CHOCK STOPPER
NAPAK ALAM AKAMPA

UNIVERSITAS MAJALENGKA

61

MATERI DIKLATSAR

Merupakan pengaman sisip yang mulai dipasarkan tahun 1950-an. Digunakan untuk celah fertikal yang menyempit kebawah. Prinsip kerjanya menjepit pada celah yang membentuk sudut atau menyempit. Chock ini membentuk pipih.

PAKU PITON Juga termasuk pengaman sisip yang berguna sebagai pasak. Prinsip kerjanya dimasukan kedalam celah baik yang vertical maupun yang horizontal.

HEXA Secara prinsip cara kerjanya sama dengan chock stopper, hanya berlainan bentuk. Untuk pengaman sisip ini biasanya berbentuk round ( bulat ) dan hexagonal, pada kaitnya terbuat dari wire, seling webbing atau karnmantle static. FRIEND Prinsip kerja alat ini jika diberi beban keeping-kepingnya akan mengembang keluar sehingga akan menimbulkan gaya tekan ke smping yang besarnya dua kali lipat gaya beban yang diterimanya. Friend ini digunakan untuk menghadapi jenis-jenis celah vertical yang menyempit ke atas, celah yang melebar keluar, celah menyamping, celah pada lintasan menggantung ( over hang ) dan celah pada lintasan atap ( roof ), lebih dikenal dengan nama friend karena penggunaannya sangat mudah dan tingkat keamanannya dapat diandalkan sebagai teman pada saat memanjat.

ETRIER (TANGGA) Bila rute yang akan dilalui ternyata sulit, karena tipisnya pijakan dan pegangan, maka etrier ini sangat membantu untuk menambah
NAPAK ALAM AKAMPA

UNIVERSITAS MAJALENGKA

62

MATERI DIKLATSAR

ketinggian. Pada Atrificial Climbing, etrier menjadi sangat vital, sehingga tanpa alat ini seorang pendaki akan sulit sekali untuk menambah ketinggian. Abseiling (Rapeling) Setelah mencapai puncak tebing, persoalan berikutnya adalah bagaimana turun kembali. Pada saat turun, pandangan pendaki tidak seluas atau sebebas ketika mendaki. Inilah sebabnya mengapa turun lebih sulit dari pada mendaki. Karenanya alat sangat diperlukan pada saat turun tebing (abseiling/rapeling). Cara turun dengan menggunakan tali melalui gerakan atau sistem friksi sehingga laju luncur pendaki dapat terkontrol. Berdasarkan pemakaian alat maka abseiling dapat dibagi atas : teknik tanpa karabiner (classic method) dan teknik dengan karabiner (crab method).

NAPAK ALAM AKAMPA

UNIVERSITAS MAJALENGKA

63

MATERI DIKLATSAR

BUANA AIR a. Danau 1) Danau Tektonik, yaitu danau yang terjadi akibat adanya peristiwa tektonik seperti gempa. Akibat gempa terjadi proses patahan (fault) pada permukaan tanah. Permukaan tanah yang patah mengalami pemerosotan atau ambles (subsidence) dan menjadi cekung. Selanjutnya bagian yang cekung karena ambles tersebut terisi air dan terbentuklah danau. Danau jenis ini contohnya danau Poso, danau Tempe, danau Tondano, dan danau Towuti di Sulawesi. Danau Singkarak, danau Maninjau, dan danau Takengon di Sumatera. 2) Danau Vulkanik atau danau Kawah, yaitu danau yang terdapat pada kawah lubang kepunden bekas letusan gunung berapi. Ketika gunung meletus batuan yang menutup kawasan kepunden rontok dan meninggalkan bekas lubang di sana. Ketika terjadi hujan lubang tersebut terisi air dan membentuk sebuah danau. Contoh danau jenis ini ialah danau Kelimutu di Flores, Kawah Bromo, danau gunung Lamongan di Jawa Timur, danau Batur di Bali danau Kerinci di Sumatera Barat serta Kawah gunung Kelud. 3) Danau Tektono-Vulkanik, yaitu danau yang terjadi akibat proses gabungan antara proses vulkanik dengan proses tektonik. Ketika gunung berapi meletus, sebagian tanah/batuan yang menutupi gunung patah dan merosot membentuk cekungan. Selanjutnya cekungan tersebut terisi air dan terbentuklah danau. Contoh danau jenis ini adalah danau Toba di Sumatera Utara. 4) Danau Karst. Danau jenis ini disebut juga Doline, yaitu danau yang terdapat di daerah berbatu kapur. Danau jenis ini terjadi akibat adanya erosi atau pelarutan batu kapur. Bekas erosi membentuk cekungan dan cekungan terisi air sehingga terbentuklah danau. 5) Danau Glasial, danau yang terjadi karena adanya erosi gletser. Pencairan es akibat erosi mengisi cekungan-cekungan yang dilewati sehingga terbentuk danau. Contoh danau jenis ini terdapat di perbatasan antara Amerika dengan Kanada yaitu danau Superior, danau Michigan dan danau Ontario. 6) Waduk atau Bendungan, adalah danau yang sengaja dibuat oleh manusia. Pembuatan waduk biasanya berkaitan dengan kepentingan pengadaan listrik tenaga air, perikanan, pertanian dan rekreasi. Contoh danau jenis ini misalnya Saguling, Citarum dan Jatiluhur di Jawa Barat, Riam Kanan dan Riam Kiri di Kalimantan Selatan, Rawa Pening, Kedung Ombo dan Gajah Mungkur di Jawa Tengah. b. Rawa 1) Rawa yang airnya tidak mengalami pergantian, dan 2) Rawa yang airnya selalu mengalami pergantian. Rawa jenis pertama tidak memiliki pintu pelepasan air sehingga airnya selalu tergenang. Sedangkan rawa jenis kedua memiliki pintu pelepasan air sehingga airnya berganti. Rawa yang airnya tidak mengalami pergantian memiliki ciri-ciri sebagai berikut: 1) Airnya asam atau payau, berwarna merah, kurang bagus untuk mengairi tanaman dan tidak dapat dijadikan air minum. Kadar keasaman air (pH) mencapai 4,5. 2) Karena airnya asam, maka tidak banyak organisme (hewan maupun tumbuhtumbuhan) yang hidup.
NAPAK ALAM AKAMPA

UNIVERSITAS MAJALENGKA

64

MATERI DIKLATSAR

3) Pada bagian dasar rawa umumnya tertutup gambut yang tebal. Sedangkan rawa yang airnya mengalami pergantian memiliki ciri-ciri yang sebaliknya yaitu: o Airnya tidak terlalu asam. o Banyak organisme yang hidup seperti cacing tanah, ikan serta tumbuhtumbuhan rawa seperti eceng gondok, pohon rumbia dan lain-lain. o Dapat diolah menjadi lahan pertanian. Keberadaan rawa banyak manfaatnya bagi kehidupan kita, manfaat rawa bagi kehidupan kita antara lain: Sungai dan Jenis-jenisnya a. Sungai Hujan, adalah sungai yang airnya berasal dari air hujan atau sumber mata air. Contohnya adalah sungai-sungai yang ada di pulau Jawa dan Nusa Tenggara. b. Sungai Gletser, adalah sungai yang airnya berasal dari pencairan es. Contoh sungai yang airnya benar-benar murni berasal dari pencairan es saja (ansich) boleh dikatakan tidak ada, namun pada bagian hulu sungai Gangga di India (yang berhulu di Peg. Himalaya) dan hulu sungai Phein di Jerman (yang berhulu di Pegunungan Alpen) dapat dikatakan sebagai contoh jenis sungai ini. c. Sungai Campuran, adalah sungai yang airnya berasal dari pencairan es (gletser), dari hujan, dan dari sumber mata air. Contoh sungai jenis ini adalah sungai Digul dan sungai Mamberamo di Papua (Irian Jaya). Berdasarkan debit airnya (volume airnya), sungai dibedakan menjadi 4 macam yaitu sungai permanen, sungai periodik, sungai episodik, dan sungai ephemeral. a. Sungai Permanen, adalah sungai yang debit airnya sepanjang tahun relatif tetap. Contoh sungai jenis ini adalah sungai Kapuas, Kahayan, Barito dan Mahakam di Kalimantan. Sungai Musi, Batanghari dan Indragiri di Sumatera. b. Sungai Periodik, adalah sungai yang pada waktu musim hujan airnya banyak, sedangkan pada musim kemarau airnya kecil. Contoh sungai jenis ini banyak terdapat di pulau Jawa misalnya sungai Bengawan Solo, dan sungai Opak di Jawa Tengah. Sungai Progo dan sungai Code di Daerah Istimewa Yogyakarta serta sungai Brantas di Jawa Timur. c. Sungai Episodik, adalah sungai yang pada musim kemarau airnya kering dan pada musim hujan airnya banyak. Contoh sungai jenis ini adalah sungai Kalada di pulau Sumba. d. Sungai Ephemeral, adalah sungai yang ada airnya hanya pada saat musim hujan. Pada hakekatnya sungai jenis ini hampir sama dengan jenis episodik, hanya saja pada musim hujan sungai jenis ini airnya belum tentu banyak. Berdasarkan asal kejadiannya (genetikanya) sungai dibedakan menjadi 5 jenis yaitu sungai konsekuen, sungai subsekuen, sungai obsekuen, sungai resekuen dan sungai insekuen. a. Sungai Konsekuen, adalah sungai yang airnya mengalir mengikuti arah lereng awal. b. Sungai Subsekuen atau strike valley adalah sungai yang aliran airnya mengikuti strike batuan.
NAPAK ALAM AKAMPA

UNIVERSITAS MAJALENGKA

65

MATERI DIKLATSAR

c. Sungai Obsekuen, adalah sungai yang aliran airnya berlawanan arah dengan sungai konsekuen atau berlawanan arah dengan kemiringan lapisan batuan serta bermuara di sungai subsekuen. d. Sungai Resekuen, adalah sungai yang airnya mengalir mengikuti arah kemiringan lapisan batuan dan bermuara di sungai subsekuen. e. Sungai Insekuen, adalah sungai yang mengalir tanpa dikontrol oleh litologi maupun struktur geologi. Berdasarkan struktur geologinya sungai dibedakan menjadi dua yaitu sungai anteseden dan sungai sungai superposed. a. Sungai Anteseden adalah sungai yang tetap mempertahankan arah aliran airnya walaupun ada struktur geologi (batuan) yang melintang. Hal ini terjadi karena kekuatan arusnya, sehingga mampu menembus batuan yang merintanginya. b. Sungai Superposed, adalah sungai yang melintang, struktur dan prosesnya dibimbing oleh lapisan batuan yang menutupinya. Berdasarkan pola alirannya sungai dibedakan menjadi a. Radial atau menjari, jenis ini dibedakan menjadi dua yaitu: 1) Radial sentrifugal, adalah pola aliran yang menyebar meninggalkan pusatnya. Pola aliran ini terdapat di daerah gunung yang berbentuk kerucut. 2) Radial sentripetal, adalah pola aliran yang mengumpul menuju ke pusat. Pola ini terdapat di daerah basin (cekungan) b. Dendritik, adalah pola aliran yang tidak teratur. Pola alirannya seperti pohon, di mana sungai induk memperoleh aliran dari anak sungainya. Jenis ini biasanya terdapat di daerah datar atau daerah dataran pantai. c. Trellis, adalah pola aliran yang menyirip seperti daun.

d. Rektangular, adalah pola aliran yang membentuk sudut siku-siku atau hampir siku-siku 90.

NAPAK ALAM AKAMPA

UNIVERSITAS MAJALENGKA

66

MATERI DIKLATSAR

e. Pinate, adalah pola aliran di mana muara-muara anak sungainya membentuk sudut lancip. f. Anular, adalah pola aliran sungai yang membentuk lingkaran. 2. Bagian-bagian Sungai dan Ciri-cirinya a. Bagian Hulu Bagian hulu memiliki ciri-ciri: arusnya deras, daya erosinya besar, arah erosinya (terutama bagian dasar sungai) vertikal. Palung sungai berbentuk V dan lerengnya cembung (convecs), kadang-kadang terdapat air terjun atau jeram dan tidak terjadi pengendapan. b. Bagian Tengah Bagian tengah mempunyai ciri-ciri: arusnya tidak begitu deras, daya erosinya mulai berkurang, arah erosi ke bagian dasar dan samping (vertikal dan horizontal), palung sungai berbentuk U (konkaf), mulai terjadi pengendapan (sedimentasi) dan sering terjadi meander yaitu kelokan sungai yang mencapai 180 atau lebih. c. Bagian Hilir Bagian hilir memiliki ciri-ciri: arusnya tenang, daya erosi kecil dengan arah ke samping (horizontal), banyak terjadi pengendapan, di bagian muara kadang-kadang terjadi delta serta palungnya lebar. 3. Daerah Aliran Sungai (DAS) Daerah Aliran Sungai sering disebut dengan Drainage Area, atau Rivers basin atau Watershed. Tahukah Anda apa yang dimaksud dengan DAS itu. Tuliskan jawabanmu, kemudian cocokkan jawaban Anda dengan jawaban berikut ini: DAS adalah daerah yang berada di sekitar sungai, apabila terjadi turun hujan di daerah tersebut, airnya mengalir ke sungai yang bersangkutan. a. DAS gemuk, yaitu suatu DAS yang luas sehingga memiliki daya tampung air yang besar. Sungai dengan DAS seperti ini, airnya cenderung meluap bila di bagian hulu terjadi hujan deras.

b. DAS kurus, yaitu DAS yang relatif tidak luas sehingga daya tampung airnya kecil. Sungai dengan DAS semacam ini luapan airnya tidak begitu hebat ketika bagian hulunya terjadi hujan lebat. Sebagai tempat penampungan air hujan DAS harus kita jaga kelestariannya. Cara menjaga kelestarian DAS antara lain tidak menggunduli hutan/tanaman-tanam an di areal DAS. Cara lainnya yaitu tidak mendirikan bangunan di areal DAS sebagai tempat pemukiman atau keperluan lainnya.

NAPAK ALAM AKAMPA

UNIVERSITAS MAJALENGKA

67

MATERI DIKLATSAR

Kerusakan DAS dapat terlihat dari adanya tanda-tanda yang berupa: a. Lingkungan DAS semakin bertambah gundul, dan b. Di sekitar DAS menjadi tempat pemukiman penduduk yang padat. Selain itu gejala alam yang akan terjadi bila DAS rusak adalah: a. air sungai meluap, sering terjadi banjir, b. akan terbentuk delta sungai, dan c. dataran pantai (tempat bermuaranya sungai) bertambah luas. 4. Pemanfaatan Perairan Darat a. Air Minum Air yang kita minum sehari-hari baik yang berasal dari air sumur, air PAM, air danau atau sungai dan lain-lain merupakan bagian dari perairan darat. b. Sumber tenaga (energy) Perairan darat dapat kita manfaatkan sebagai sumber tenaga, misalnya untuk pembangkit listrik tenaga air dan sebagai sarana transportasi. c. Irigasi Perairan darat dapat kita manfaatkan sebagai sarana irigasi. Dengan demikian kita dapat melakukan berbagai usaha pertanian dan perkebunan. d. Perikanan Darat Berbagai usaha produksi perikanan darat (seperti ikan mas, lele, belut, nila dan lainlain) dapat kita jalankan berkat adanya sistem perairan darat. Majunya usaha perikanan darat di samping meningkatkan penghasilan juga meningkatkan kualitas gizi masyarakat. e. Sarana Transportasi Sistem perairan darat dapat dimanfaatkan sebagai sarana transportasi. Contohnya banyak sungai-sungai di pulau Kalimantan dan Sumatera yang dimanfaatkan sebagai sarana transportasi. f. Bahan baku industri Pemanfaatan air sebagai bahan baku industri misalnya dalam memproduksi listrik tenaga air. Contoh lainnya PT. Inalum di Sumatera Utara memanfaatkan air sungai Asahan dalam proses produksi aluminiumnya. g. Rekreasi Waduk-waduk, rawa, danau ataupun sumber-sumber air panas merupakan tempat yang dapat kita jadikan sebagai sarana rekreasi yang menarik. h. Olah raga air dimanfaatkan sebagai sarana olah raga seperti renang, selam, kano dan lain-lain. 1. Jenis Laut a. Laut Transgresi (laut yang meluas), terjadi karena adanya perubahan permukaan laut secara positif (secara meluas). Perubahan permukaan ini terjadi karena naiknya permukaan air laut atau daratannya yang turun, sehingga bagian-bagian daratan yang rendah tergenang air laut. Perubahan ini terjadi pada zaman es. Contoh laut jenis ini adalah laut Jawa, laut Arafuru dan laut Utara. b. Laut Ingresi, adalah laut yang terjadi karena adanya penurunan tanah di dasar laut. Oleh karena itu laut ini juga sering disebut laut tanah turun. Penurunan tanah di dasar laut akan membentuk lubuk laut dan palung laut. Lubuk laut atau basin adalah penurunan di dasar laut yang berbentuk bulat. Contohnya lubuk Sulu, lubuk Sulawesi, lubuk Banda
NAPAK ALAM AKAMPA

UNIVERSITAS MAJALENGKA

68

MATERI DIKLATSAR

c.

dan lubuk Karibia. Sedangkan Palung Laut atau trog adalah penurunan di dasar laut yang bentuknya memanjang. Contohnya palung Mindanau yang dalamnya 1.085 m, palung Sunda yang dalamnya 7.450 m, palung Jepang yang dalamnya 9.433 m serta palung Mariana yang dalamnya 10.683 m (terdalam di dunia). Laut Regresi, adalah laut yang menyempit. Penyempitan terjadi karena adanya pengendapan oleh batuan (pasir, lumpur dan lain-lain) yang dibawa oleh sungaisungai yang bermuara di laut tersebut. Penyempitan laut banyak terjadi di pantai utara pulau Jawa.

Menurut letaknya, a. Laut tepi (laut pinggir), adalah laut yang terletak di tepi benua (kontinen) dan seolah-olah terpisah dari samudera luas oleh daratan pulau-pulau atau jazirah. Contohnya laut Cina Selatan dipisahkan oleh kepulauan Indonesia dan kepulauan Filipina. b. Laut pertengahan, adalah laut yang terletak di antara benua-benua. Lautnya dalam dan mempunyai gugusan pulau-pulau. Contohnya laut Tengah di antara benua Afrika- Asia dan Eropa, laut Es Utara di antara benua Asia dengan Amerika dan lain-lain. c. Laut pedalaman, adalah laut-laut yang hampir seluruhnya dikelilingi oleh daratan. Contohnya laut Kaspia, laut Hitam dan laut Mati. Berdasarkan kedalamannya, a. Zona Lithoral, adalah wilayah pantai atau pesisir atau shore. Di wilayah ini pada saat air pasang tergenang air dan pada saat air laut surut berubah menjadi daratan. Oleh karena itu wilayah ini sering juga disebut wilayah pasang-surut. b. Zona Neritic (wilayah laut dangkal), yaitu dari batas wilayah pasang surut hingga kedalaman 150 m. Pada zona ini masih dapat ditembus oleh sinar matahari sehingga pada wilayah ini paling banyak terdapat berbagai jenis kehidupan baik hewan maupun tumbuhtumbuhan. Contohnya laut Jawa, laut Natuna, selat Malaka dan laut-laut di sekitar kepulauan Riau. c. Zona Bathyal (wilayah laut dalam), adalah wilayah laut yang memiliki kedalaman antara 150 m hingga 1800 m. Wilayah ini tidak dapat tertembus sinar matahari, oleh karena itu kehidupan organismenya tidak sebanyak yang terdapat di wilayah Neritic. d. Zone Abyssal (wilayah laut sangat dalam), yaitu wilayah laut yang memiliki kedalaman di atas 1800 m. Di wilayah ini suhunya sangat dingin dan tidak ada tumbuh-tumbuhan. Jenis hewan yang dapat hidup di wilayah ini sangat terbatas.

NAPAK ALAM AKAMPA

UNIVERSITAS MAJALENGKA

69