Anda di halaman 1dari 6

Amalgamasi Amalgamasi adalah proses penyelaputan partikel emas oleh air raksa dan membentuk amalgam (Au Hg).

. Amalgam masih merupakan proses ekstraksi emas yang paling sederhana dan murah, akan tetapi proses efektif untuk bijih emas yang berkadar tinggi dan mempunyai ukuran butir kasar (> 74 mikron) dan dalam membentuk emas murni yang bebas (free native gold). Proses amalgamasi merupakan proses kimia fisika, apabila amalgamnya dipanaskan, maka akan terurai menjadi elemen-elemen yaitu air raksa dan bullion emas. Amalgam dapat terurai dengan pemanasan di dalam sebuah retort, air raksanya akan menguap dan dapat diperoleh kembali dari kondensasi uap air raksa tersebut. Sementara Au-Ag tetap tertinggal di dalam retort sebagai logam. Sianidasi Proses Sianidasi terdiri dari dua tahap penting, yaitu proses pelarutan dan proses pemisahan emas dari larutannya. Pelarut yang biasa digunakan dalam proses sianidasi adalah NaCN, KCN, Ca(CN)2, atau campuran ketiganya. Pelarut yang paling sering digunakan adalah NaCN, karena mampu melarutkan emas lebih baik dari pelarut lainnya. Secara umum reaksi pelarutan Au dan Ag adalah sebagai berikut: 4Au + 8CN- + O2 + 2 H2O = 4Au(CN)2- + 4OH4Ag + 8CN- + O2 + 2 H2O = 4Ag(CN)2- + 4OHPada tahap kedua yakni pemisahan logam emas dari larutannya dilakukan dengan pengendapan dengan menggunakan serbuk Zn (Zinc precipitation). Reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut: 2 Zn + 2 NaAu(CN)2 + 4 NaCN +2 H2O = 2 Au + 2 NaOH + 2 Na2Zn(CN)4 + H2 2 Zn + 2 NaAg(CN)2 + 4 NaCN +2 H2O = 2 Ag + 2 NaOH + 2 Na2Zn(CN)4 + H2 Penggunaan serbuk Zn merupakan salah satu cara yang efektif untuk larutan yang mengandung konsentrasi emas kecil. Serbuk Zn yang ditambahkan kedalam larutan akan mengendapkan logam emas dan perak. Prinsip pengendapan ini mendasarkan deret Clenel, yang disusun berdasarkan perbedaan urutan aktivitas elektro kimia dari logam-logam dalam larutan cyanide, yaitu Mg, Al, Zn, Cu, Au, Ag, Hg, Pb, Fe, Pt. setiap logam yang berada disebelah kiri dari ikatan kompleks sianidanya dapat mengendapkan logam yang digantikannya. Jadi sebenarnya tidak hanya Zn yang dapat mendesak Au dan Ag, tetapi Cu maupun Al dapat juga dipakai, tetapi karena harganya lebih mahal maka lebih baik menggunakan Zn. Proses pengambilan emas-perak dari larutan kaya dengan menggunakan serbuk Zn ini disebut Proses Merill Crowe

Bagaimana cara pemisahan Au dan Ag dalam proses ekstraksi emas? Jawab: Dalam proses ekstraksi logam Au dari orenya pasti tidak luput dari pemisahan Au dan Ag karena duan logam tersebut hampir selalu ada bersama dalam suatu ore. Proses pemisahan Au dan Ag dari suatu ore memiliki banyak metode. Metode yang pertama adalah dengan cara pelarutan. Ada dua cara pelarutan dalam pemurnian Au dan Ag secara konvensional. Cara yang perrtama adalahpelarutanmenggunakan asam nitrat ( HNO3). Cara ini dilakukan terhadap emas berkadar rendah ( 1% -85%). Cara pertama sangat sulit dilakukan terhadap logam emas berkadar tinggi disebabkan logam emas sudah membentuk tabir yang rapat. Cara yang kedua adalah pelarutan menggunakan airraja

untuk emas berkadar tinggi sekitar 86% keatas. A. Pelarutan Dengan Asam Nitrat (HNO3 ) Emas kadar rendah sangat tepat dimurnikan dengan proses pemisahan HNO3. Logam paduan emas perak dimasukkan ke dalam larutan HNO3 pekat. Perak akan bereaksi menjadi larutan perak nitrat (AgNO3 ), sedangkan emas tertinggal di dalam. Pemishan antara Au dan Ag terjadi disini, Au mengendap dan Ag menjadi larutan perak nitrat (AgNO3 ). Setelah pemisahan tersebut, endapan akan diproses hingga mendapatkan logam Au dengan kemurnian tinggi.Tanpa adanya pemberian panas, reaksi berlangsung sangat lambat bahkan dapat berlangsung berhari-hari. Pemberian panas akan mempercepat reaksi pelarutan. Selama terjadinya reaksi , timbul gas berwarna coklat kemerahan yang keluar dari larutan. Gas ini adalah uap NO2 yang terjadi akibat reaksi antara gas NO (Nitrogen oksida) dengan udara.Reaksi berlangsung sempurna jika semua endapan telah berbentuk tepung berwarna. Setelah reaksi selesai, endapan dapat dipisahkan dari larutan dengan cara penyaringan. Untuk memastikan tak ada lagi unsur perak di endapan, lakukan pembilasan (dekantasi ) dan saring hingga endapan tersebut kering. Selanjutnya endapan telah siap untuk dilebur dengan bantuan fluks (borax misalnya).Hasilnya adalah logam mulia emas kadar 99, 92% - 99, 97%. Larutan perak nitrat kemudian diproses untuk mendapatkan logam Ag

Ada dua cara untuk memproses garam perak AgCl hingga menjadi logam. Caranya masing masing sebagai berikut: 1.Penjemuran Di bawah Sinar Matahari Tepung perak klorida dijemur di bawah sinar matahari dalam lapisan tipis. Pada penjemuran akan terjadi reaksi pelepasan gas klor ke udara. Ini sama dengan reaksi fixasi negatif film, yang terjadi akibat rangsangan sinar ultra violet Dari cara ini diperoleh tepung logam perak(Ag warna hitam) yang selanjutnya dilebur dengan bantuan borax (pijar), menjadi logam perak dengan kemurnian 99,98% - 99,99%. 2.Pertukaran Kation Logam Dari proses elektrolisis ini diperoleh tepung logam perak (hitam abu-abu). Kemudian cuci bersihendapan dengan air sebelum dilebur. Dari hasil leburan diperoleh logam per ak dengan tingkat kemurnian 99,95% - 99,98%. Ada kemungkinan terjadi pencemaran dari karat besi. Karat (Fe2O3 ) tak melakukan reaksi pertukaran kation dan sangat sulit larut dalam asam.Untuk membuang kotoran besi dapat dilakukan pada saat peleburan. Saat logam mencair (pada suhu 1000oC) lakukan pemurnian dengan penambahan borax (pijar). Besi akan terusir dari lelehan logam perak dan hasilnya diperoleh bullion perak kadar 99.99% Apakah logam emas kadar tinggi (86% up) tak mampu dimurnikan dengan cara HNO3 ?Sebenarnya bisa dilakukan. Logam kadar tinggi dicampur dengan logam perak melalui pelelehan bersama. Campuran logam ini akan menurunkan kadar emas namun berat nya akan bertambah. Emas kadar 90% dapat turun, dan penurunan tergantung seberapa banyak logam perak yang tercampur pada saat peleburan B. Pelarutan dengan Air Raja. Air raja (pekat) melarutkan logam paduan emas kadar tinggi. Buat air raja dengan mencampur 3 bagian. Encerkan larutan dengan air (aquadest) hingga terbentuk endapan putih keruh dariemas.Biarkan suspensi mengendap dengan sempurna, lalu saring dan pisahkan dari larutan emas. Lakukan dekantasi pada endapan dengan aquadest (air). Endapan telah dapat diproses menjadi

logam.Tambahkan larutan garam ferro untuk mengendapkannya. Saring endapan, bilas dengan air bersih.Endapan telah siap dilebur, hasilnya adalah logam emas kadar 99, 99%. Selain metode pelarutan diatas, metode konvensional lain yang digunakan untuk memisahkan Au dan Ag dalam proses ekstrasi emas adalah dengan cara pelindian (leaching)yang dilanjutkan dengan proses electrowinning. Ketika proses ore dressing pada ore paduan Au dan Ag telah dilakukan maka hal yang dilakukan selanjutnya adalah proses leaching.Proses pelindian (leaching)adalahproses pemekatan kimiawi untuk melepaskan pengotor bijih dari suatu mineral dengan cara pelarutan dalam reagen tertentu Pada proses leaching, terjadi reaksi pelindian (leaching )antara larutan sianida dengan ore yang memiliki logam emas (Au ), perak (Ag )dan logam-logam lainnya seperti Fe, Cu, Ni,Zn, Cd, dan Co yang merupakan impurities (pengotor ).Pelarutan ini disebut sebagai pelarut ansianidasi. Dengan bantuan oksigen sebagai oksidator, kandungan di dalam bijih dapat terlarut dalam larutan sianida (natrium sianida (NaCN)+ air )yang masih berupaion-ionnya yaitu Au +, Ag + dan ion logam-logam yang lainnya, pH di tangki leaching yang berada pada range 10-10,5. Reaksi pelindian menurut teori habashi adalah : 2 Au + 4 NaCN + O2+ 2 H2O--------- 2 NaAu(CN)2+ 2 NaOH +H2O2 2 Ag + 4 NaCN + O2+ 2 H2O--------- 2 NaAg(CN)2+ 2 NaOH +H2O2 bila tanpa oksigen 2 Au + NaCN + H2O2----------------- 2 NaAu(CN)2+ 2 NaOH Kandungan oksigen terlarut yang dibutuhkan untuk reaksi tesebut adalah 5- 7 ppm. Waktu yang dibutuhkan untuk reaksi pelindian yaitu 6-6,5 jam dengan temperatur reaksi pada temperatur ruang.Dari hasil pelarutan ini diharapkan didapatkan memiliki kadar padatan Au sebesar 0,6 gpt dan Ag sebesar 32 gpt sedangkan untuk larutan/barrent solution ( Barrent solution atau larut an yan gmiskin akan logam emas danperak ) Au sebesar 0,02 ppm dan Ag sebesar 0,7 ppm.Tahap selanjutnya yaitu pemisahan logam Au dari Ag dalam larutan. Pemisahan ini biasanya digunakan serbuk Zn (zinc)dan dikenal sebagai proses Merrill Crowe. Penggunaan serbuk Zn merupakan salah satu cara yang efektif untuk larutan yang mengandung konsentrasi emas kecil.Serbuk Zn yang ditambahkan kedalam larutan akan mengendapkan logam emas dan perak. Prinsip pengendapan ini mendasarkan deret Clenel, yang disusun berdasarkan perbedaan urutan aktivitas elektro kimia dari logam-logam dalam larutan cyanide, yaitu Mg, Al, Zn, Cu, Au, Ag, Hg, Pb,Fe, Pt. setiap logam yang berada disebelah kiri dari ikatan kompleks sianidanya dapat mengendapkan logam yang digantikannya. Jadi sebenarnya tidak hanya Zn yang dapat mendesak Au dan Ag, tetapi Cu maupun Al dapat juga dipakai, tetapi karena Zn lebih ekonomis dibanding keduanya maka lebihbaik digunakan Zn. Proses kimia yang terjadi adalah :

2 Zn + 2 NaAu(CN)2+ 4 NaCN + 2 H2O -------- 2 Au + 2 NaOH + 2 Na2Zn(CN)4+ H2 2 Zn + 2 NaAg(CN)2+ 4 NaCN + 2 H2O-------- 2 Ag + 2 NaOH + 2 Na2Zn(CN)4+ H2 Alasan digunakan Zn (Proses Merrill -Crowe) adalah low capital cost, low operating cost, process simplification, lower technical risk, High overall silver recovery, higher product purity Kemudian setelah proses ini dilakukan, proses yang selanjutnya adalah proses Carbon In Leach (CIL)Carbon In Leach(CIL

keterangan : l1= tangki CIL 2 = str ipping /elut ion(eluate ta nk) 3= elektrowinning 4 = stripped carbon Proses yang ter jadi d iCIL adsorption ini adalahpenangkapan emas(Au )dan perak(Ag)dari senyawa Na Au(CN)2 atauNa Ag(CN)2 oleh karbon aktif. K arbon aktif mempunyai pori-pori yang dapat menye rapAume n jadi karbonje nuhPe rsamaan re aksi: 2[Au(CN)2-] + Ca2++karbon -------Ca[karbon- Au(CN)2]2

Elution Elution/stripping adalah proses desorbsi,yaitu pelepasan kembali [Au (CN)2]- dari karbon aktif dengan cara pemutusan ika an antara keduanya.proses ini harus menggun akan CN dengan konsentr asi tinggi Elution adalah Reaksi Sederhana dari proses Desorbsi: Mn+ [Au(CN)2-](ads)
n

Au(CN)2-+ Mn+

[Karbon-Au(CN)]n +n NaCN -------- nNa++n[Au(CN)2]-+Karbon Karbon-OH + OH- ---------- Karbon-O-+ H2O Larutan elektroit /larutan kaya yang ada sudah siap untuk diambil logam emas dan peraknya. Larutan elektrolit dipompakan ke electrowinning cells. Logam emas dan perak yang ada dalam larutan akan menempel ke katoda,karena emas dan perak bermuatan positif ( Au+ dan Ag+) sehingga tertarik ke katoda yang bermuatan negatif dalam bentuk cake. Anoda : 2H2O -------- 4H++ O2+ 4e Katoda : 4 ( Au++ e -------- > Au ) 2 H2O + 4 Au++ 4e <--------- 4H++ O2+ 4 Au

Anoda : 2H2O -------- 4H++ O2+ 4e Katoda : 4 (Ag++ e ----- Ag ) 2 H2O + 4 Ag++ 4e <------ 4H++ O2+ 4 Ag Setelah prose electrowinning selesai,katoda yang telah mengikat logam emas dan perak diangkat dari sel untuk dilepas logam emas dan peraknya yang berupa cake dengan cara katoda di semprot dengan air kemudian katoda digunakan kembali. Endapan/cake dari katoda di masukkan ke dalam vacuum filter untuk menghilangkan larutan. Cake diKeringkan dengan cara digarang di atas tungku pada suhu 700-900 C sampai kandungan airnya tersisa 15%,setelah itu didinginkan.Cake dilebur dalam dapur peleburan/smelting furnace dengan suhu kurang lebih 1200 C. Cake yang telah dilebur kemudian dicetak dalam suatu cetakan yang disebut bullion moulds menghasilkan bullion (dore). Setelah itu dimurnikan di unit logam mulia. Fluxes membentuk slag dengan impurities lain kemudian dipisahkan. Bullion(dore)memiliki kemurnian 99% gold dan silver.Bullion (dore)mengandung sekitar 90% silver dan 10% gold yang beratnya mencapai 20kg. Proses Pemurnian (dari Bullion),dapat dilakukan dengan bebe

rapa metode,yaitu: 1. Metode Cepat Secara Hidrometallurgy Yaitu dengan dilarutkan dalam larutan HNO3 kemudian tambahkan garam dapur untuk mengendapkan perak sedangkan emasnya tidak larut dalam larutan HNO3 selanjutnya saring aja dan dibakar 2.Metode Lambat Secara Hidrometallurgy plus Electrometallurgy Yaitu dengan menggunakan larutan H2SO4 dan masukkan plat Tembaga dalam larutan kemudian masukkan Bullion ke dalam larutan tersebut ,maka akan ter jadi proses Hidrolisis dimana Perak akan larut dan menempel pada plat Tembaga (menempel tidak begitu keras /mudah lepas) sedangkan emasnya tidak larut(tertinggal di dasar),lalu tinggal dibakar aja masing-masing dan logam murni Au Dan Ag pun dihasilkan Selain dua metode diatas,terdapat metode Pemisahan amalgam (amalgams separation).Pemisahan amalgam adalah proses pemisahan didasarkan atas kelarutan logam dari mineral dalam raksa. Logam yang pemisahannya dilakukan dengan cara ini adalah Ag dan Au . Untuk melepaskan logam Ag atau Au dari amalgam dilakukan dengan proses detilasi. Amalgamasi adalah proses penyelaput anpartikel emas oleh air raksa dan membentuk amalgam(Au-Hg). Amalgam masih merupakan proses ekstraksi emas yang paling sederhana dan murah,akan tetapi proses efektif untuk biji h emas yang berkadar tinggi dan mempunyai ukuran butir kasar (>74mikron)dan dalam membentuk emas murni yang bebas (free native gold) .Proses amalgamasi merupakan proses kimia fisika, apabila amalgamnya dipanaskan , maka akan terurai men jadi elemen-elemen yaitu air raksa dan bullion emas. Amalgam dapat terurai dengan pemanasan didalam sebuah retort, air raksanya akan menguap dan dapat diperoleh kembali dari kondensasi uap air raksa tersebut .Sementara Au-Ag tetap tertinggal didalam retort sebagai logam.Akan tetapi proses amalgamasi ini telah lama ditinggalkan karena uap raksa dapat terhirup oleh manusia dan dapat menyebabkan rusaknya sistem syaraf dan paru-paru bagi orang yang menghirupnya. Jadi, dari penjelasan diatas dapat diambil kesimpulan terdapat 3 metode dalam proses pemisahan Au dan Ag yaitu: 1.Metode pelarutan dengan menggunakan HNO3 dan air raja 2. Metode pelindian(leaching) yang dilan jutkan dengan proses electrowinning 3.Metode pemisahan amalgamasi