Anda di halaman 1dari 7

PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN TERHADAP 10 KOMPONEN PENDIDIKAN

Posted on Juli 26, 2011 by cosmas97 BAB I PENDAHULUAN 1. Umum.

a. Perkembangan lingkungan strategis telah mempengaruhi Pembinaan Kemampuan, Pembinaan Kekuatan dan Pengembangan Kekuatan dalam rangka penyelesaian tugas pokok TNI. Pembinaan kemampuan personel TNI AD dilakukan melalui proses pembinaan personel yang berwujud Siklus Pembinaan melalui Pendidikan Penugasan Pelatihan, yang berlangsung terus-menerus dan disesuaikan dengan kebutuhan. Perkembangan lingkungan strategis yang paling berpengaruh dalam pendidikan adalah kemajuan Ilpengtek, yang dalam hal ini melahirkan tuntutan baru pada kualitas dan kauntitas 10 komponen pendidikan. b. Kondisi 10 komponen pendidikan sangat menentukan kualitas penyelengaraan pendidikan maupun hasil yang dicapai. Masing-masing- komponen saling mempengaruhi satu sama lain dalam efektifitas serta kualitas pengoperasiannya. Ini berarti bahwa peningkatan pendidikan dalam rangka peningkatan SDM melalui pendidikan juga harus didahului peningkatan kondisi seluruh komponen pendidikan. c. Memperhatikan kecenderungan perkembangan lingkungan strategis serta tugas pokok TN1 AD, maka pimpinan TNI AD telah merumuskan tugas-tugas TNI AD serta kebijakan kebijakan bidang pembinaan, antara lain : 1) Menyiapkan personal maupun satuan secara profesional melalui pendidikan dan latihan serta membekali pengetahuan hukum dan HAM. 2) Meningkatkan kualitas lembaga pendidikan dan latihan baik di pusat maupun di daerah untuk memelihara profesionalisme prajurit. 3) Pembinaan pendidikan diarahkan untuk mewujudkan pendidikan TNI AD sebagai pilar utama dalam membentuk prajurit profesional yang memiliki jati diri sebagai prajurit TNI AD yang dapat diandalkan dalam menjawab perkembangan kebutuhan dan tuntutan organisasi TNI AD, 4) Pembinaan pendidikan diprioritaskan pada pembenahan komponen pendidikan yang selaras dengan penerapan UU Rl NO. 34 tahun 2004 berikut peraturan dan kebijakan terkait, melalui

pemenuhan dan peningkatan kualitas tenaga pendidik sarana dan prasarana pendidikan serta pemenuhan kebutuhan piranti lunak yang diperlukan Lemdik. d. Dalam mendukung kelancaran pelaksanaan proses belajar dan mengajar di lombaga pendidikan Cab/ Fung/ Daerah di jajaran TNI-AD, maka Kodiklat TNI AD selaku pengemban fungsi pembinaan pendidikan perlu melakukan langkah-langkah pembenahan komponen pendidikan sesuai dengan skala prioritas, berdasarkan kebijakan Pimpinan TNI AD di bidang pendidikan, meliputi pembenahan komponen pendidikan yaitu : Kurikulum, Paket Instruks, Gadik, Gapendik, Serdik, Metode, Evaluasi, Alins/ Alongins, Fasilitas Pendidikan, dan Anggaran diseluruh Lemdik Cab/ Fungsi / Daerah jajaran TNI AD. 2. Maksud dan Tujuan.

a. Maksud. Untuk memberikan penjelasan tentang Penyelenggaraan Jianbangdik terhadap 10 Komponen Pendidikan dalam rangka Meningkatkan Profesional Prajurit TNI AD. b. Tujuan. Agar dapat digunakan sebagai bahan masukan serta saran kepada Komando Atas dalam rangka meningkatkan kualitas Prajurit Zeni TNI AD dalam meningkatkan SDM dengan mengoptimalkan 10 komponen pendidikan. 3. Ruang lingkup dan tata urut. Lingkup penulisan tentang Penyelenggaraan Jianbangdik terhadap 10 Komponen Pendidikan meliputi Kurikulum Pendidikan, Paket Instruksi, Tenaga Pendidik, Tenaga Kependidikan, Peserta Didik, Alins/Alongins, Faslitas Pendidikan, Metoda Evaluasi Hasil Belajar dan Anggaran Pendidikan. 4. Pengertian

a. Penyelenggaraan pendidikan. Adalah segala upaya, pekerjaan dan kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka terselenggaranya suatu program pendidikan tertentu yang dimulai dari perencanaan, pelaksanaan, pengawasan dan pengendalian sampai dengan pengakhiran. [1] b. 10 Komponen pendidikan. Adalah bagian-bagian / unsur-unsur yang saling berinteraksi dan saling mempengaruhi satu dengan lainnya di dalam penyelenggaraan pendidikan untuk mencapai tujuan pendidikan, yang meliputi Kurikulum pendidikan, Paket Instruksi, Tenaga pendidik, Tenaga Kependidikan, Peserta Didik, Alins/Alongin, Fasilitas Pendidikan, Metode, Evaluasi Hasil Belajar dan Anggaran.2 BAB II LANDASAN PEMIKIRAN 5. Umum. Penulisan karya tulis ini dilatar belakangi pemikiran penulis bahwa Pusdikzi Kodiklat TNI AD sebagai Lembaga pendidikan di kecabangan Zeni merupakan tumpuhan harapan prajurit Zeni TNI AD dalam menyediakan kebutuhan personil yang berkualitas

khususnya untuk tingkat Perwira, Bintara dan Tamtama sehingga mampu menghadapi tantangan tugas kedepan. Sebagaimana kita pahami bahwa seiring dinamika perkembangan Ilmu pengetahuan dan tegnologi yang demikian pesat mengakibatkan tantangan tugas yang dihadapi TNI AD kedepan akan semakin kompleks. Berkaitan dengan hal tersebut diatas maka penyelenggaraan Jianbangdik terhadap 10 Komponen Pendidikan di Pusdikzi Kodiklat TNI AD harus terus di kembangkan dengan mengakomodir berbagai inovasi baru dalam dunia pendidikan antara lain dalam bentuk penyelenggaraan pendidikan berbasis kompetensi. 6. Landasan Filosofis ( Sejarah )

a. Sejarah pendidikan nasional. Sejarah Pendidikan Nasional Indonesia tidak terlepas dari sejarah perjuangan bangsa Indonesia itu sendiri dalam mencapai dan mempertahanankan kemerdekaan dan selanjutnya pada masa pembangunan nasional. Tonggak awal dari pendidikan nasional di awali pada masa penjajahan Belanda, yakni ketika pemerintahan Hindia Belanda pada saat itu menerapkan Politik Balas Budi, dimana Bangsa Indonesia pada saat itu dianggap berjasa besar dalam rangka mengatasi krisis ekonomi yang melanda Negaranya. Adapun awal mulanya adalah di tandai dengan berdirinya Organisasi Taman Siswa yang di promotori oleh Ki Hajar Dewantoro pada tanggal 2 Mei 1908.[2] Organisasi Taman Siswa berjuang dengan melalui jalur pendidikan dengan tujuan untuk mencerdaskan kehidupan Bangsa Indonesia, yang pada saat itu sengaja dibodohkan oleh penjajah Belanda. Basis pendidikannya berorientasi pada masalah rasa kebangsaan dan budi pekerti, adapun materi pokok yang diberikan baru sebatas pada materi membaca, menulis, berhitung, serta pendidikan budi pekerti. Gurunya diambil dari tokoh-tokoh pergerakan kebangsaan pada saat itu yang sempat mengenyam pendidikan di Negeri Belanda. Selanjutnya setelah Taman Siswa diikuti dengan Organisasi-organisasi lain yang bergerak dalam bidang pendidikan antara lain Perguruan Muhammadiyah, Tri Koro Dharmo, Ibu Kartini dan sebagainya.[3] Pada perkembangan selanjutnya setelah Kemerdekaan Indonesia pendidikan dilaksanakan oleh Pemerintah Indonesia dibawah Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Pada saat itu tujuan pendidikan lebih di arahkan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, serta menyediakan tenagatenaga pegawai yang akan mengisi berbagai organisasi pemerintahan pada saat itu. Materi pelajaran yang diberikan mengalami perkembangan dengan dimasukkannya materi-materi yang bersifat menanamkan rasa kebangsaan, serta bahasa. Sedangkan dibidang metode pendidikan masih banyak dipengaruhi oleh pendidikan pada masa penjajahan, dimana Siswa cenderung bersikap pasif, dan mengikuti apa yang diperintahkan oleh Guru. Perkembangan selanjutnya pada masa Orde Baru Penyelenggaraan pendidikan nasional mengalami perkembangan yang cukup pesat, mulai dari tingkat pendidikan dasar sampai dengan pendidikan tinggi. Dibidang penyediaan Guru, banyak Sarjana-sarjana lulusan Perguruan Tinggi Luar Negeri yang ikut memberikan sumbangsih dalam memajukan pendidikan Nasional. Demikian juga untuk materi pelajaran dan metode yang digunakan sudah mulai mengadopsi berbagai teori pendidikan modern antara lain penerapan prinsip pendidikan CBSA, yang lebih menekankan pada keaktifan siswa dalam kegiatan belajar mengajar.

Selanjutnya sejak bergulirnya era reformasi nasional, banyak perubahan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara yang dilaksanakan, termasuk diantaranya dalam bidang pendidikan. Secara garis besar perubahan-perubahan tersebut lebih banyak mengarah pada tuntutan untuk mengedepankan masalah Profesionalisme, demokratisasi, HAM, Penegakkan hukum dan lingkungan hidup. Satu hal yang menonjol dibidang pendidikan nasional pada masa ini adalah dengan adanya kebijakan pemerintah pada Kemdiknas untuk menerapkan kurikulum berbasis kompetensi dalam penyelenggaraan pendidikan nasional. b. Sejarah pendidikan TNI. Sejarah pendidikan TNI juga tidak terlepas dari sejarah perjuangan TNI itu sendiri. Pendidikan TNI di awali dengan berdirinya Militere Academi pada tanggal 10 Nopember 1945 di Karesidenan Jakarta. Para pemrakarsa berdirinya Militere Academi ini antara lain adalah Letkol Singgih, Komandan Resimen 40/Tangerang, Mayor Daan Mogot, Mayor Daan Yahya, Mayor Kemal Idris dan Letnan Taswin. Tujuan pendidikan ini adalah untuk membentuk dan menyiapkan kader-kader Perwira TNI untuk mengisi jabatanjabatan pimpinan pada satuan-satuan TNI khususnya TNI AD yang pada saat itu masih relatif baru berdiri. Adapun materi dan metode pendidikan dan latihan lebih banyak mengadopsi sistem pendidikan Shodanco Peta pada jaman Jepang. Beberapa mata pelajaran utama yang diberikan antara lain adalah pendidikan militer dasar seperti PBB, latihan bertempur, pengetahuan senjata, pendidikan mental dan disiplin. Satu hal yang merupakan ciri khas pendidikan militer Jepang adalah penegakkan disiplin yang keras.[4] Setelah berdirinya Militere Academi, berturut-turut diikuti dengan berdirinya Sekolah Kader Perwira Divisi VII di Surabaya, Sekolah Kadet di Malang. Seiring dengan perkembangan dalam kehidupan masyarakat Indonesia serta kemajuan Ilmu pengatahuan dan tegnologi, pendidikan TNI terus mengalami perkembangan menuju kearah kemajuan. Metode pendidikan dan latihan juga mulai menerapkan berbagai inovasi baru dalam bidang pendidikan dan pelatihan. Hal ini didukung oleh personil-personil yang diikutkan dalam pendidikan di negara Maju seperti Amerika Serikat, Inggris dan Australia. Namun secara umum dapat di katakan bahwa dalam hal perkembangan penyelenggaraan pendidikan TNI khususnya dalam hal penerapan inovasi-inovasi baru, cenderung lebih lambat dibandingkan dengan pendidikan umum. BAB III KONDISI SAAT INI 7. Penyelenggaraan Jianbangdik terhadap 10 Komponen Pendidikan di Pusdikzi Kodiklat TNI AD. a. Kurikulum. Kurikulum pendidikan yang dioperasionalkan TA. 2011 sebanyak 36 Kurikulum, terdiri dari : 1). a) Dikma 5 kurdik : Dikma Pa Akmil Thp II Cabzi.

b) c) d) e) 2). a) b) 3). a) b) 4). a) b) c) d) 5). a) b) c) d) e) f) 6).

Dikma Pa PK Thp II Cabzi. Dikma Ba PK Thp II Cabzi TA.2010 (OV). Dikma Ta PK Thp II Cabzi TA.2010 (OV). Dikma Ta PK Thp II Cabzi TA.2011. Diktuk 2 Kurdik : Diktuk Pa Thp II Cabzi. Diktuk Ba Thp I dan II Cabzi. Dikbangum 2 Kurdik : Diklapa I Cabzi. Diklapa II Cabzi. Dikbangspes Pa 4 Kurdik : Suspa Jihandak. Suspa Nubika. Suspa Harpalzi. Suspa Konbang. Dikbangspes Ba 6 Kurdik : Susba Jihandak. Susba Nubika. Susba Konbang. Susba Harpalzi. Susba Gambar. Susba Ukur Tanah. Dikbangspes Ta 9 Kurdik :

a) b) c) d) e) f) g) h) i) 7). 8). a) b) c) d) e) f)

Susta Jihandak. Susta Nubika. Susta Destruksi. Susta Bek Air & Listrik. Susta Harpalzi. Susta Tukang Kayu dan Batu. Susta Operator Alat Angkut. Susta Operator Alkat dan Muat. Susta Operator Aldahnah. Dik titipan Militer 1 Kurdik : Spes Madya Zidem Kopassus. Dik titipan non Militer 6 Kurdik : Susbintal Angkatan V Karyawan PT. Buma. Diklatpim Angkatan VII Karyawan PT. Buma. Susbintal Angkatan I Karyawan PT. Hutama Karya. Susbintal Angkatan XXIII Karyawan PT. Pama. Susbintal Angkatan VI Karyawan PT. Buma. Diklatpim Foreman Angkatan VIII Karyawan PT. Buma.

b. Paket Instruksi. Untuk program TA. 2011 sesuai alokasi dari komando atas dilaksanakan peningkatan status hanjar dari Naskah Departemen (ND) menjadi Naskah Sekolah Sementara (NSS) sebanyak 52 hanjar. c. Gadik. Tenaga Pendidik yang berkualifikasi Susgumil/Susgadik, Suspatih, Susbatih serta kursus lainya yang tersedia di Pusdikzi Kodiklat TNI AD sudah terpenuhi untuk seluruh jenis pendidikan. d. Gapendik. Kebutuhan tenaga kependidikan dilihat dari segi kualitas dan kuantitas sudah dapat mendukung operasional pendidikan di Pusdikzi Kodiklat TNI AD.

e. Serdik. Secara umum Serdik dari masing-masing jenis pendidikan sudah terpenuhi sesuai alokasi dari komando atas, namun masih terdapat persyaratan masuk pendidikan tidak sesuai yaitu dari segi usia masih ada yang melebihi batas yang ditentukan dan dari segi pangkat tidak sesuai persyaratan pada kurikulum pendidikan. f. Alins / Alongins. Alins yang tersedia di lembaga Pusdikzi Kodiklat TNI AD belum sepenuhnya dimiliki oleh Pusdikzi seperti Grader dan Forklift, sedangkan Alongins secara kuantitas dan kualitas sudah dapat mendukung operasional pendidikan di Pusdikzi Kodiklat TNI AD. g. Fasdik. Fasdik yang tersedia dihadapkan dengan jumlah serdik yang mencapai puncaknya pendidikan dirasakan masih perlu diadakan penambahan seperti kursi kuliah dan kendaraan untuk mengangkut personel. h. Metoda. Metoda pengajaran dilaksanakan bujuknik metoda pengajaran Nomor Skep / 470 / XII / 2006, tanggal 18 Desember 2006. i. Evaluasi Hasil Belajar. Menggunakan pedoman Bujuknik tentang EHB di lingkungan pendidikan TNI AD Nomor Skep / 422 / XI / 2004, tanggal 22 Nopember 2004 dan perubahan I Bujuknik tentang EHB di lingkungan AD Nomor Skep / 422.a / XI / 2004, tanggal 29 Desember 2005 serta tentang penilaian Sikap dan Perilaku Serdik sesuai Protap Dankodiklat TNI AD Nomor / 01 / XII / 2008, tanggal 22 Desember 2008. j. Anggaran. Anggaran yang tersedia sesuai penggunaan yaitu untuk peningkatan status hanjar dari Naskah Departemen menjadi Naskah Sekolah Sementara sebanyak 52 hanjar. BAB IV KONDISI YANG DIHARAPKAN 8. Dari pengkajian dan pengembangan pendidikan terhadap 10 Komponen Pendidikan mulai dari Kurikulum Pendidikan, Paket Instruksi, Tenaga Pendidik, Tenaga Kependidikan, Peserta Didik, Alins/Alongins, Faslitas Pendidikan, Metoda Evaluasi Hasil Belajar dan Anggaran Pendidikan di Pusdikzi Kodiklat TNI AD dapat dilaksanakan sesuai kalender pendidikan dan program kerja yang telah direncanakan. BAB V PENUTUP 9. Demikian Karya Tulis Penyelenggaraan Pengkajian dan Pengembangan Pendidikan terhadap 10 Komponen Pendidikan ini sebagai pedoman dalam pelaksanaan operasional pendidikan di Pusdikzi Kodiklat TNI AD yang lebih baik.