Anda di halaman 1dari 7

BAB II .PT SIDOMUNCUL 2.1. GAMBARAN UMUM PT SIDOMUNCUL 2.1.1. Sejarah PT.

SidoMuncul bermula dari sebuah industri rumah tangga pada tahun 1940, dikelola oleh Ibu Rahkmat Sulistio di Yogyakarta, dan dibantu oleh tiga orang karyawan. Banyaknya permintaan terhadap kemasan jamu yang lebih praktis, mendorong beliau memproduksi jamu dalam bentuk yang praktis (serbuk), seiring dengan kepindahan beliau ke Semarang , maka pada tahun 1951 didirikan perusahan sederhana dengan nama SidoMuncul yang berarti "Impian yang terwujud" dengan lokasi di Jl. Mlaten Trenggulun. Dengan produk pertama dan andalan, Jamu Tolak Angin, produk jamu buatan Ibu Rakhmat mulai mendapat tempat di hati masyarakat sekitar dan permintaannyapun selalu meningkat. Dalam perkembangannya, pabrik yang terletak di Jl. Mlaten Trenggulun ternyata tidak mampu lagi memenuhi kapasitas produksi yang besar akibat permintaan pasar yang terus meningkat, dan di tahun 1984 pabrik dipindahkan ke Lingkungan Industri Kecil di Jl. Kaligawe, Semarang. Guna mengakomodir demand pasar yang terus bertambah, maka pabrik mulai dilengkapi dengan mesin-mesin modern, demikian pula jumlah karyawannya ditambah sesuai dengan kapasitas yang dibutuhkan ( kini jumlahnya mencapai lebih dari 2000 orang ).Untuk mengantisipasi kemajuan dimasa datang, dirasa perlu untuk membangun unit pabrik yang lebih besar dan modern, maka di tahun 1997 diadakan peletakan batu pertama pembangunan pabrik baru di Klepu, Ungaran oleh Sri Sultan Hamengkubuwono ke-10 dan disaksikan Direktur Jenderal Pengawasan Obat dan Makanan saat itu, Drs. Wisnu Kaltim. Pabrik baru yang berlokasi di Klepu, Kec. Bergas, Ungaran, dengan luas 29 ha tersebut diresmikan oleh Menteri Kesehatan dan Kesejahteraan Sosial Republik Indonesia, dr. Achmad Sujudi pada tanggal 11 November 2000. Saat peresmian pabrik, SidoMuncul sekaligus menerima dua sertifikat yaitu Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik (CPOTB) dan Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) setara dengan farmasi, dan sertifikat inilah yang menjadikan PT. SidoMuncul sebagai satusatunya pabrik jamu berstandar farmasi. Lokasi pabrik sendiri terdiri dari bangunan pabrik seluas 7 hektar, lahan Agrowisata ,1,5 hektar, dan sisanya menjadi kawasan pendukung lingkungan pabrik.

Secara pasti PT. SidoMuncul bertekad untuk mengembangkan usaha di bidang jamu yang benar dan baik. Tekad ini membuat perusahaan menjadi lebih berkonsentrasi dan inovatif. Disamping itu diikuti dengan pemilihan serta penggunaan bahan baku yang benar, baik mengenai jenis, jumlah maupun kualitasnya akan menghasilkan jamu yang baik. Untuk mewujudkan tekad tersebut, semua rencana pengeluaran produk baru selalu didahului oleh studi literatur maupun penelitian yang intensif, menyangkut keamanan, khasiat maupun sampling pasar. Untuk memberikan jaminan kualitas, setiap langkah produksi mulai dari barang datang , hingga produk sampai ke pasaran, dilakukan dibawah pengawasan mutu yang ketat. Seluruh karyawan juga bertekad untuk mengadakan perbaikan setiap saat, sehingga diharapkan semua yang dilakukan dapat lebih baik dari sebelumnya.

2.1.2. Bidang usaha 2.1.3. 2.2. MEMBANGUN SIDOMUNCUL 2.2.1. Cara PT. Sidomuncul Membangun loyalitas dan komitmen karyawan Salah satu proses membangun loyalitas karyawan pada PT. Sidomuncul adalah sebagai berikut : 1. menberikan gaji yang cukup atau sesuai dengan UMR/UMK yang ditetapkan. 2. memberikan lebih kepada karyawan (makan, transportasi, insentif, cuti-cuti yang dilakukan untuk hari raya. pihak manajemen yang dekat dengan karyawan 3. PT sidomuncul masih dalam bentuk perusahaan keluarga, belum TBK LOYALITAS DAN KOMITMEN KARYAWAN PT.

LANDASAN TEORI SDM Menurut Siswanto (1989:268), cara yang biasa ditempuh oleh manajemen dalam rangka meningkatkan semangat kerja adalah sebagai berikut: 1. Memberi kompensasi kepada tenaga kerja dalam porsi yang wajar, akan tetapi tidak memaksakan kemampuan perusahaan. 2. 3. 4. Menciptakan iklim dan lingkungan kerja yang menggairahkan bagi semua pihak. Memperhatikan kebutuhan yang berhubungan dengan spritual tenaga kerja. Perlu saat penyegaran sebagai media pengurangan ketegangan tenaga kerja dan memperkokoh rasa kesetiakawanan antara tenaga kerja maupun manajemen. 5. 6. 7. Penempatan tenaga kerja pada posisi yang tepat. Memperhatikan hari esok tenaga kerja. Peran serta tenaga kerja untuk menyumbangkan aspirasinya mendapatkan tempat yang wajar. Nitisemito (1983:170-181) mencoba untuk memberikan beberapa cara bagaimana meningkatkan semangat kerja baik yang bersifat material maupun yang bersifat non material yaitu:
1. Gaji yang cukup Pengertian cukup disini adalah jumlah yang mampu dibayarkan tanpa menimbulkan kerugian bagi perusahaan tersebut. Dan dengan sejumlah gaji yang diberikan tersebut akan mampu memberikan semangat kerja pada para pegawainya. 2. Memperhatikan kebutuhan rohani Selain kebutuhan materi yang berwujud gaji yang cukup, maka mereka juga membutuhkan kebutuhan rohani. Kebutuhan rohani seperti kebutuhan untuk dihargai, kebutuhan keikutsertaan, kebutuhan tentang ketentraman jiwa akan meningkatkan semangat kerja.

3.

Sekali-kali perlu menciptakan suasana santai Suasana kerja yang rutin seringkali menimbulkan kebosanan dan ketegangan kerja bagi para karyawannya. Untuk menghindari hal-hal seperti itu maka perusahaan perlu sekali-kali menciptakan suasana santai. Cara yang dapat dijalankan oleh perusahaan, misalnya mengadakan rekreasi bersama atau mengadakan pertandingan olahraga antar karyawan.

4.

Harga diri perlu mendapatkan perhatian Kadang kala seorang karyawan keluar dari pekerjaan yang lama bukan karena gaji yang tidak cukup, melainkan karena karyawan tersebut merasa harga dirinya diabaikan oleh pimpinannya. Oleh karena itu seorang pemimpin seharusnya tidak memarahi karyawan didepan umum, karena akan membuat karyawan malu dan jengkel sehingga dapat menurunkan semangat kerja.

5.

Tempatkan para karyawan pada posisi yang tepat Setiap perusahaan harus mampu menmpatkan para karyawannya pada posisi yang tepat. Artinya tempatkan mereka dalam posisi yang sesuai dengan keterampilan masing-masing. Ketidaktepatan menempatkan posisi para karyawan akan menyebabkan jalannya pekerjaan menjadi kurang lancar dan tidak dapat memperoleh hasil yang maksimal, selain itu semangat kerja karyawan akan juga ikut menurun.

6.

Berikan kesempatan untuk maju Setiap perusahaan hendaklah memberikan penghargaan kepada karyawannya yang berprestasi berupa pengakuan yang disertai dengan hadiah, kenaikan gaji, kenaikan pangkat dan sebagainya. Tentu saja jenis penghargaan harus disesuaikan dengan keadaan perusahaan dan prestasi atau keterampilan para karyawan yang bersangkutan.

7.

Usahakan agar para karyawan mempunyai loyalitas

Loyalitas karyawan terhadap perusahaan akan dapat menimbulkan rasa tanggung jawab dapat menciptakan semangat kerja. Untuk menimbulkan loyalitas, pimpinan harus mengusahakan agar karyawan merasa senasib dengan perusahaan. 8. Sekali-kali para karyawan perlu diajak berunding Dengan mengikutsertakan mereka dalam berunding, maka perasaan bertanggung jawab timbul sehingga mereka dalam melaksanakan kebijaksanaan perusahaan akan lebih baik. Namun hal tersebut tidak berarti bahwa dalam merundingkan sesuatu, semua karyawan harus diajak berunding. Karyawan yang diajak berunding adalah karyawan yang mempunyai sangkut paut dengan masalah yang akan dipecahkan. 9. Pemberian insentif yang terarah Perusahaan dapat memberikan tambahan penghasilan secara langsung kepada para karyawannya yang menunjukkan kelebihan prestasi kerja. Cara seperti itu sangat efektif untuk mendorong semangat kerja karyawan. Tentu saja cara seperti itu harus juga disertai dengan kebijaksanaan yang tepat. 10. Fasilitas yang menyenangkan Setiap perusahaan hendaknya menyediakan fasilitas yang menyenangkan bagi para karyawannya. Penyediaan fasilitas yang menyenangkan seperti cafetaria, tempat olahraga, tempat ibadah, dan lain sebagainya, akan mampu menambah kesenangan para karyawan dan berarti semangat kerja dapat ditingkatkan. Menurut Lateiner (1980:70) untuk memperbaiki semangat kerja karyawan, pemimpin harus melakukan hal-hal berikut ini :

1.

Beritahukan kepada setiap karyawan tentang kemajuannya.

2.

Beritahukan terlebih dahulu kepada para karyawan tentang adanya perubahan-perubahan yang dapat mempengaruhi diri mereka.

3. 4. 5.

Pergunakan kemampuan setiap karyawan dengan sebaik-baiknya. Tetapkan penempatan karyawan dan lakukan peraturan-peraturan atas dasar yang adil. Jangan pernah menggunakan kekuasaan dengan sewenang-wenang.

2.3.PEMBAHASAN (ANALISIS SWOT)


Strength 1. 2. 3. 4. 5. PT Sido Muncul didukung oleh SDM yang handal Fasilitas pabrik yang lengkap Merupakan perusahaan jamu terbesar di Indonesia Distribusi tersebar di seluruh wilayah Indonesia Produk terjangkau Weakness Dari beberapa informasi yang ada menunjukkan bahwa PT Sido Muncul belum mempunyai alat untuk mengeringkan bahan baku sehingga hanya mengandalkan cara tradisional (matahari) sehingga pada musim hujan pengeringan tidak sempurna. Untuk mengatasi masalah tersebut PT Sido Muncul mengambil bahan baku dari pengumpul. Proses produksi menjadi sangat tergantung pada pasokan bahan Opportunity Teknologi Diera modern ini dibutuhkan peralatan/teknologi yang canggih untuk mendukung proses kerja yang dituntut serba cepat dan higienis karena PT Sido Muncul yang merupakan pabrik berstandar pabrik farmasi memiliki fasilitas laboratorium, pengolahan Selera air bersih, pengolahan air limbah. masyarakat baku pengepul.

Perubahan gaya hidup serba instant membuat masyarakat kembali kepada produk-produk herbal (obat- obatan tradisional), karena dirasa produk-produk herbal dapat memberikan banyak manfaat dan tidak menimbulkan efek samping. Hal Menjadi dapat ini sejalan sponsor membentuk dengan dalam suatu misi berbagai image PT Sido Muncul kesehatan bagus. promosi yang

Dengan menjadi salah sati sponsopr dalam berbagai kegiatan promosi kesehatan

Threatment Persaingan industri jamu di Indonesia tumbuh sangat pesat. Karena kini selera masyarakat banyak yang beralih kepada obat-obat tradisional, menyebabkan permintaan akan produk-produk herbal terus meningkat, sehingga PT Sido Muncul yang merupakan perusahaan jamu pertama kali di Indonesia menjadi besar dan berkembang dan tidak heran jika saat ini banyak pesaing-pesaing yang mencoba mendirikan perusahaan obat tradisional dan tidak tanggung-tanggung mencoba untuk menjatuhkan image produk Sido Muncul dengan cara Memlesetkan salah satu iklan dari PT Sido Muncul. Jamu-jamu bahan kimia obat (BKO) yang merebak di Indonesia saat ini menjadi sebuah persaingan yang tidak sehat di industri jamu, perusahaan-perusahaan tersebut hanya mencari keuntungan semata, dan tidak memikirkan bahayanya terhadap konsumen. Selain persaingan yang ketat krisis ekonomi juga berpengaruh terhadap industri jamu. Ditengah krisis ekonomi saat ini menyebabkan kondisi bahan-bahan baku produk tidak stabil, pembiayaan proses produksi, distribusi dan lain-lain menjadi semakin mahal, karenanya dibutuhkan solusi yang tepat bagi PT Sido Muncul untuk menyiasati kondisi seperti ini.

2.4.KESIMPULAN SARAN