Anda di halaman 1dari 17

Definisi Akuaponik adalah salah satu sistem habitat buatan untuk pembesaran ikan dan tanaman dimana habitat

t tersebut dirancang agar terjadi hubungan saling menguntungkan antara habitat ikan dan tanaman. Ikan dapat menghasilkan amoniak yang apabila diurai oleh bakteri dapat menghasilkan nitrisi untuk tanaman. Sedangkan tanaman dapat membersihkan air dari habitat ikan sehingga kualitasnya terjaga dan ikan terhindar dari strees dan penyakit.

Peluang uasaha Akuaponik : Sayuran yang di panen merupakan sayuran organik penyedia sumber protein yaitu ikan pembudidayaan ikan yang ramah lingkungan

Manfaat akuaponik : sumber protein dan sayuran sehat serta ramah lingkungan produksi sayuran akuaponik lebih tinggi daripada hidroponik biasa sistem akuaponik bisa diterapkan, bahkan dalam skala kecil oleh para hobiis di rumah menjadi solusi atas keterbatasan lahan di kota-kota besar Indonesia dapat digunakan untuk mendaur ulang kotoran dalam air yang mengandung limbah dari hasil budidaya ikan

Kendala serta hal yang harus diperhatikan dalam pembuatan akuaponik: jumlah biaya yang harus dikeluarkan untuk merakit instalasi akuaponik konsepnya tampak sederhana, teknis pelaksanaannya membutuhkan perencanaan yang teliti. Harus diperhitungkan secara matang berapa luas kolam dan jumlah ikan yang dibutuhkan, luas dan jenis tanaman yang akan dibudidayakan, serta rasio jumlah ikan dan tanaman agar keduanya sama-sama bisa berkembang dengan baik Macam-macam Sistem Untuk Akuaponik Ada beberapa teknik untuk re-sirkulasi sitem akuaponik. Semua desain berdasarkan pada sistem hidroponik 1. Sistem Pasang Surut Sistem ini bertujuan agar akar tanaman dapat bernafas karena terjadi pasang surut air yang terjadi secara periodic dalam selama waktu tertentu.

2. Sistem NFT

Akar tanaman terendam sedikit oleh lapisan air yg tipis yg mengalir biasanya terbuat dari pipa PVC

3. Sistem Floating Raft Tanaman dibesarkan di styrofoam, yg diberi lubang kecil-kecil untuk tempat tanaman yg ditaruh dalam pot kecil. Kelemahannya nutrisi sangat kurang, boifilter terpisah, organisme yg berbahaya dalam air, dan akar dimakan ikan

4. Sistem Drip atau Tetes Air mengandung nutrisi dipompa ke media pembesaran melalui pipa dengan lubang kecil dan mengembalikan air yg sudah bersih ke kolam ikan melalui sistem gravitasi

5. Sistem Aliran Kontinyu Di Bawah Media Tanam Air mengandung nutrisi dialirkan 1 2 di bawah permukaan media tanam secara terus-menerus.

Langkah Demi Langkah Perencanaan Sistem Akuaponik


Menghitung dari kebutuhan pembesaran tanaman 1. Tentukan total luas area pembesaran tanaman dalam m2 2. Dari luas pembesaran tanaman, tentukan kebutuhan berat ikan per kg gunakan rasio 5 kg untuk tiap 1 m2 luas tanam dengan asumsi kedalaman media tanam 30cm. 3. Tentukan volume kolam untuk kepadatan ikan di atas (0.5 kg untuk tiap 20-26 liter air). Ketika ikan masih kecil kurangi jumlah tanaman 4. Start up sistem untuk menumbuhkan bakteri baik Contoh, jika kita punya wadah pembesaran tanaman 3m x 4m maka 1. Luas area 3m x 4m didapat 12m2 2. Kebutuhan ikan 12m2 x 5kg sama dengan 50kg 3. Volume air sama dengan (50kg/0.5kg) x 20 liter hasilnya 2,000 liter 1 meter kubik = 1000 liter sama dengan 2 meter kubik air

Tempat Pembesaran Tanaman


Sebagian besar akuaponik memakai media dengan ketebalan 12 (300 mm), dengan bagian atas 1-2 dibiarkan kering untuk mengurangi pertumbuhan jamur dan alga. Semakin dalam semakin mahal dan butuh pengeluaran ekstra untuk menopang berat yg berlebihan. Jika berpaku pada media dengan kedalaman 4-6 bisa memakai peralatan standard sistem pasang surut yg ada dipasaran. Kalau kita lihat dengan seksama ada berapa keluhan: 1. Tanaman yg ditumbuhkan terbatas kedalaman yg dangkal sangat bagus untuk tanaman dengan akar yg pendek, tetapi tidak untuk yg tanaman berumur panjang seperti tomat, jagung, melon dll. 2. Daerah Mati (dead zone) dan kebutuhan untuk pembersihan tempat tanam media tanam yg dalam menjaga supaya tidak terjadi dead zone (anaerobic zone). Karena lingkungan dibersihkan oleh cacing dan bakteri baik, dan banyak ruang untuk pertumbuhan akar, dan kita tidak perlu membersihkan media tanam karena bersama dengan tanaman mereka melakukan pembersihan untuk kita.

Permukaan atau daerah kering (Zone 1) lapisan atas 2 (50 mm) adalah daerah penetrasi cahaya dan kering. Penguapan dari media tanam dihambat juga ganggang dan jamur tidak bisa tumbuh. Daerah Akar (Zone 2) lapisan tengah 6 8 (150 200 mm) sebagian besar akar dan tanaman tumbuh di daerah ini. Selama masa pasang dan surut daerah ini dibanjiri oleh air dan dikeringkan secara menyeluruh, menyebabkan proses yg sangat sempurna dan efisien untuk mengirimkan oksigen ke akar tanaman, bakteri baik, microba tanah dan cacing tanah. Daerah Pengumpulan Materi Padat (Zone 3) lapisan bawah 2 (50mm) adalha tempat limbah ikan dan limbah cacing terkumpul. Volume limbah ikan berkurang 60% akibat aktifitas microba dan cacing. Akibat dari sitem pasang dan surut area bawah ini tetap segar karena oksigen yg dibawa selama proses pengeringan air.

Ikan untuk akuaponik Berdasarkan makanannya, ikan dibedakan menjadi 5 golongan, yaitu : 1. Pemakan Tumbuh-tumbuhan (herbivora) Ikan herbivora makanan pokoknya terutamaterdiri dari bahan asal tumbuh-tumbuhan (nabati), beberapa contoh diantaranya adalah ikan tawes (Puntius javanicus), ikan nilem (Osteochilus hasselti), ikan bandeng (Chanos chanos), dan lain-lain. 2. Pemakan daging (karnivora) Ikan dari golongan karnivora makanan utamanya terdiri dari bahan asal hewan

(hewani) seperti : Ikan gabus (Ophiocephalus striatus), ikan kakap (Lates calcarifer), ikan kerapu (Epinephelus spp.), dan lainnya 3. Pemakan segala/ campuran (omnivora) Ikan omnivora makanan pokoknya bisa berasal dari tumbuhan ataupun dari hewan, contoh ikannya diantaranya adalah ikan mas (Cyprinus carpio), ikan mujair (Tilapia mosammbica), ikan gurami (Osphronemus goramy) dan lainnya. 4. Pemakan detritus (hancuran bahan organik) Ikan pemakan detritus merupakan golongan ikan yang makannanya berasal dari hancuran sisa- sisa bahan organik yang sedang membusuk di dalam air baik berasal dari hewan ataupun tumbuhan baik dari biota tingkat tinggi ataupun tingkat rendah. Contoh ikanya antara lain adalah ikan belanak (Mugil spp.), ikan karper dari india (Labeo dan Cirrhina) dan lainnya. 5. Pemakan Plankton Ikanpemakan plankton merupakan jenis ikan yang ketika hidupnya memakan plankton baik plankton nabati (fitoplankton) ataupun plankton hewani (zooplankton) Tingkat Aliran Air Tingkat perputaran air untuk memastikan kualitas air tetap baik. Air harus lewat berapa kali ke media tanam untuk memastikan limbah ikan tersaring dengan baik. Semakin tinggi juga tidak bagus karena air yg mengandung racu buat ikan kembali lagi ke kolam tanpa dirubah menjadi komponen yg lebih baik. Untuk akuaponik sebaiknya volume air yg disirkulasi dari kolam ke media tanam dua kali dalam satu jam. Contoh: untuk desain 150L kolam ikan. Menghasilkan 2 x 150L = 300L air per jam atau sama dengan 0.3 m3/jam. Kita harus memakai sistem pasang surut, sehingga selama surut oksigen ditarik ke media tanam. Ada beberapa cara untuk sistem pasang surut yaitu: 1. Memakai Timer secara elektronik lebih sederhana karena hanya mebutuhkan timer untuk mengatur pasang dan surut dengan hidup/matinya pompa air. Timer harus diatur 15 menit hidup dan 30 45 menit mati. 2. Memakai Siphon secara mekanik alat ini mulai dan berhenti secara otomatis tergantung ketinggian air. Contoh dari siphon ini adalah J-Bend/U-Bend, Loop siphon, Bell Siphon

Water Bridge

J-Siphon

Loop Siphon

Bell Siphon

Jika kita menggunakan pompa air untuk mengalirkan air ke media tanam dan memakai ball valve untuk mengontrol aliran air, akan terjadi aliran balik ke pompa, maka buat lobang untuk aliran balik ke kolam sehingga pompa bisa berjalan lancar sesuai desainnya. dan juga tambahkan saluran balik dari media tanam ke kolam jika terjadi kelebihan air, dan ini juga sebagai pengaman terakhir jika terjadi sesuatu sehingga kolam ikan tidak habis sama sekali.

Kualitas air Air harus bersih Oksigen terlarut Mnurut Wibisono (2005), konsentrasi gas oksigen sangat dipengaruhi oleh suhu, makin tinggi suhu, makin berkurang tingkat kelarutan oksigen. Dilaut, oksigen terlarut (Dissolved Oxygen / DO) berasal dari dua sumber, yakni dari atmosfer dan dari hasil proses fotosintesis fitoplankton dan berjenis tanaman laut. Keberadaan oksigen terlarut ini sangat memungkinkan untuk langsung dimanfaatkan bagi kebanyakan organisme untuk kehidupan, antara lain pada proses respirasi dimana oksigen diperlukan untuk pembakaran (metabolisme) bahan organik sehingga terbentuk energi yang diikuti dengan pembentukan CO2 dan H2O. Oksigen yang diperlukan biota air untuk pernafasannya harus terlarut dalam air. Oksigen merupakan salah satu faktor pembatas, sehinnga bila ketersediaannya di dalam air tidak mencukupi kebutuhan biota budidaya, maka segal aktivitas biota akan terhambat. Kebutuhan oksigen pada ikan mempunyai kepentingan pada dua aspek, yaitu kebutuhan lingkungan bagi spesies tertentu dan kebutuhan konsumtif yang terandung pada metabolisme ikan (Kordi dan Andi, 2009). Berwarna hijau cerah/kekeruhan (30-60) Kecerahan adalah parameter fisika yang erat kaitannya dengan proses fotosintesis pada suatu ekosistem perairan. Kecerahan yang tinggi menunjukkan daya tembus cahaya matahari yang jauh kedalam Perairan.. Begitu pula baliknya (Erikarianto,2008). Menurut Kordi dan Andi (2009), kecerahan adalah sebagian cahaya yang diteruskan kedalam air dan dinyetakan dalam (%). Kemampuan cahaya matahari untuk tembus sampai kedasar perairan dipengaruhi oleh kekeruhan (turbidity) air. Dengan mengetahui kecerahan suatu perairan, kita dapat mengetahui sampai dimana masih ada kemungkinan terjadi proses asimilasi dalam air, lapisanlapisan manakah yang tidak keruh, yang agak keruh, dan yang paling keruh. Air yang tidak terlampau keruh dan tidak pula terlampau jernih, baik untuk kehidupan ikan budidaya. Bebas racun seperti amoniak Makin tinggi pH, air tambak/kolam, daya racun amnia semakin meningkat, sebab sebagian besar berada dalam bentuk NH3, sedangkan amonia dalam molekul (NH3) lebih beracun daripada yang berbentuk ion (NH4+). Amonia dalam bentuk molekul dapat

bagian membran sel lebih cepat daripada ion NH4 + (Kordi dan Andi, 2009). Menurut Andayani (2005), sumber amonia dalam air kolam adalah eksresi amonia oleh ikan dan crustacea. Jumlah amonia yang dieksresikan oleh ikan bisa diestimasikan dari penggunaan protei netto (Pertambahan protein pakanprotein ikan) dan protein prosentase dalam pakan dengan rumus : Amonia Nitrogen (g/kg pakan) = (1-0- NPU)(protein+6,25)(1000) Keterangan Protein : NPU : Net protein Utilization /penggunaan protein netto. : protein dalam pakan. 6,25 : Ratio rata-rata dari jumlah nitrogen. suhu optimal 22-26C Menurut Nontji (1987), suhu air merupakan faktor yang banyak mendapat perhatian dalam pengkajian- pengkajian kaelautan. Data suhu air dapat dimanfaatkan bukan saja untuk mempelajari gejala-gejala fisika didalam laut, tetapi juga dengan kaitannya kehidupan hewan atau tumbuhan. Bahkan dapat juga dimanfaatkan untuk pengkajian meteorologi. Suhu air dipermukaan dipengaruhi oleh kondisi meteorologi. Faktor- faktor metereolohi yang berperan disini adalah curah hujan, penguapan, kelembaban udara, suhu udara, kecepatan angin, dan radiasi matahari. Suhu mempengaruhi aktivitas metabolism organisme, karena itu penyebaran organisme baik dilautan maupun diperairan tawar dibatasi oleh suhu perairan tersebut. Suhu sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan dan kehidupan biota air. Secara umum, laju pertumbuhan meningkat sejalan dengan kenaikan suhu, dapat menekan kehidupan hewan budidaya bahkan menyebabkan kematian bila peningkatan suhu sampai ekstrim(drastis) (Kordi dan Andi, 2009). Permukaan air tidak boleh tertutup rapat oleh sampah atau tumbuhan eperti eceng gondok Kadar co2 Karbondioksida (CO2), merupakan gas yang dibutuhkan oleh tumbuhtumbuhan air renik maupun tinhkat tinggi untuk melakukan proses fotosintesis. Meskipun peranan karbondioksida sangat besar bagi kehidupan organisme air, namun kandungannya yang berlebihan sangat menganggu, bahkan menjadi racu secara langsung bagi biota budidaya, terutama dikolam dan ditambak (Kordi dan Andi, 2009). Meskipun presentase karbondioksida di atmosfer relatif kecil, akan tetapi keberadaan karbondioksida di perairan relatif banyak, karena karbondioksida memiliki kelarutan yang relatif banyak. Keasaman(pH) air

Ikan dan tanaman butuh pH optimum masing-masing:


Ikan, pH 6.5 sampai 8.0 Tanaman, pH 4.5 sampai 6.5 Bakteri, pH 6.0 sampai 8.0

Cara menaikkan pH yang jatuh di bawah angka 6.5


Calsium Hyroxsida (CaOH) Potassium Carbonate atau Potassium Hydroxyda Kulit telur, cangkang bekicot, cangkang kerang. Hati-hati karena pengaruhnya terhadap pH sangat lambat cek pH 2 jam setelahnya.

Cara menurunkan pH yang naik di atas 7.6


Cuka (lemah) Hydrocloric (kuat) Sulphuric (kuat)

Jangan memakai citric acid atau produk pembunuh bakteri yg lain karena akan membunuh bakteri baik. Kesadahan maksimal 100 ppm dan optimal 50 ppm Nitrat nitrogen Menurut Susana (2002), senyawa kimia nitrogen urea (N-urea) ,algae memanfaatkan senyawa tersebut untuk pertumbuhannya sebagai sumber nitrogen yang berasal dari senyawa nitrogen-organik. Beberapa bentuk senyawa nitrogen (organik dan anorganik) yang terdapat dalam perairan konsentrasinya lambat laun akan berubah bila didalamnya ada faktor yang mempengaruhinya sehingga antara lain akn menyebabkan suatu permasalahan tersendiri dalam perairan tersebut. Menurut Andayani (2005), konsentasi nitrogen organik di perairan yang tidak terpolusi sangat beraneka ragam. Bahkan konsentrasi amonia nitrogen tinggi pada kolam yang diberi pupuk daripada yang hanya diberi pakan. Nitrogen juga mengandung bahan organik terlarut. Konsentrsi organic nitrogan umumnya dibawah 1 mg/liter pada perairan yang tidak polutan. Dan pada perairan yang planktonya blooming dapat meningkat menjadi 2-3 mg/liter.

Orthophospat Menurut Andayani (2005), orthophospat yang larut, dengan mudah tesedia bagi tanaman, tetapi ketersediaan bentuk-bentuk lain belum ditentukan dengan pasti. Konsentrasi fosfor dalam air sangat rendah : konsentasi ortophospate yang biasanya tidak lebih dari 5-20 mg/liter dan jarang melebihi 1000 mg/liter. Fosfat ditambahkan sebagai pupuk dalam kolam, pada awalnya tinggi orthophospat yang terlarut dalam air dan konsentrasi akan turun dalam beberapa hari setelah perlakuan. Menurut Muchtar (2002), fitoplankton merupakan salah satu parameter biolagi yang erat hubungannya dengan fosfat dan nitrat. Tinggi rendahnya kelimpahan fitoplankton disuatu perairan tergantung tergantung pada kandungan zat hara fosfat dan nitrat. Sama halnya seprti zat hara lainnya, kandungan fosfat dan nitrat disuatu perairan, secara alami terdapat sesuai dengan kebutuhan organisme yang hidup di perairan tersebut.

Adanya simbiosis mualisme Sisitem habitat buatan untuk ikan dan tumbuahn tidak bisa langsung dihubungakan tetapi butuh perawatan khusus terlebih dahulu. Air yangberasal dari kolam ikan banyak mengadung amoniak yang berasal dari kotoran ikan. Secara langsung amoniak bersifat racun untuk tanamana oleh karena itu dibutuhkan bakteri nitosomonas yang diletakan di antara kedua sistem. Bakteri nitrosomonas berfungsi sebagai filter yang mengubah amoniak dari kolam ikan menjadi nitrit. Kemudia dengan bantuan bakteri nitrobakter, nitrit diubah menjadi nitrat. Kemudian dialirkan ke lingkungan penanaman hingga diserap oleh tanaman sebagai nutrisinya. Cara mempercepat terbentuknya bakteri pengubah amonia salah satunya adalah: 1. Menambah dengan air atau bio-filter milik orang lain yg sudah matang (bersiklus secara penuh) 2. Menambah air dari sungai atau kolam, lebih beresiko dibandingkan pilihan pertama Penggolongan Penyakit dan Parasit Ikan 1. Penyakit atau parasit pada kulit

Penyakit atau parasit ini menyerang bagian kulit ikan sehingga dengan mudah dapat dideteksi. Apabila organisme penyebabnya berukuran cukup besar, maka dengan mudah dapat langsung diidentifikasi. Akan tetapi bila berukuran kecil harus di identifikasi dengan mempergunakan sebuah mikroskop atau dengan mengamati akibat yang timbulkan oleh serangan organisme-organisme tersebut.

Biasanya ikan yang terserang akan terlihat menjadi pucat dan timbul lendir secara berlebihan. Organisme yang menyerang bagian kulit dapat berasal dari golongan bakteri, virus, jamur atau lainnya. Bila disebabkan oleh jamur, maka akan terlihat bercak-bercak berwama putih, kelabu atau kehitam-hitaman pada kulit ikan.

Ikan yang mengalami serangan penyakit atau parasit pada kulitnya, biasanya akan menggosok-gosokkan badannya kebenda-benda disekelilingnya sehingga sering kali menimbulkan luka baru yang dapat menyebabkan terjadinya infeksi sekunder.Penyakit atau parasit pada insang 2. Penyakit atau parasit yang menyerang organ insang agak sulit untuk dideteksi secara dini karena menyerang bagian dalam ikan. Salah satu cara yang dianggap cukup efektif untuk mengetahui adanya serangan penyakit atau parasit pada insang adalah mengamati pola tingkah laku ikan.

Ciri utama ikan yang terserang organ insangnya adalah menjadi sulit untuk bernafas. Selain itu, tutup insang akan mengembang sehingga sulit untuk ditutup dengan sempurna. Jika serangannya sudah meluas, lembaran-lembaran insang menjadi semakin pucat. Sering pula dijumpai adanya bintik-bintik merah pada insang yang menandakan telah terjadi pendarahan (peradangan). Jika terlihat bintik putih pada insang, kemungkinan besar di sebabkan oleh serangan parasit kecil yang menempel.Penyakit atau parasit pada organ dalam 3. Ciri utama ikan yang terkena serangan penyakit atau parasit pada organ (alat-alat) dalamnya adalah terjadi pembengkakan di bagian perut disertai dengan berdirinya sisik. Akan tetapi dapat terjadi pula bahwa ikan yang terserang organ dalamnya memiliki perut yang sangat kurus.

Jika pada kotoran ikan sudah dijumpai bercak darah, ini berarti pad usus terjadi pendarahan (peradangan). Jika serangannya sudah mencapai gelembung renang biasanya keseimbangan badan ikan menjadi terganggu sehingga gerakan berenangnya jungkir balik tidak terkontrol.

Media Pemeliharaan Ikan Untuk pemeliharaan ikan dapat digunakan bak fiber ukuran 1 ton, kolam tembok, atau bak-bak yang terbuat dari terpal plastik ukuran 25-50 m2, dan dilengkapi dengan sistem resirkulasi yang dilengkapi dengan tempat pemeliharaan sayuran. Media pemeliharaan ikan mempunyai pembuangan air yang dapat menyedot kotoran atau sisa pakan ikan yang digunakan. Air kemudian dialirkan ke atas dengan pompa melewati media tanam dengan tanaman yang telah mempunyai akar sehingga dapat menetralisir kelebihan amoniak sebagai pengurai bahan sisa pakan ikan sehingga air yang kotor menjadi bersih kembali. Air yang sudah bagus dialirkan kembali ke kolam melalui lubang-lubang yang ada di bak tanaman yang berfungsi sebagai saluran inlet. Sistem akuaponik juga dapat dilakukan dengan cara mengapungkan bak-bak/pot tanaman di tengah kolam sehingga tanaman dapat menyerap air secara langsung dari kolam.

Media Pemeliharaan Tanaman Media pemeliharaan tanaman dapat berupa ember-ember plastik atau bak-bak yang terbuat dari kayu papan dengan ukuran yang disesuaikan dengan ukuran kolam, biasanya luas untuk pemeliharaan tanaman sekitar 20% dari luasan kolam ikan yang digunakan. Dalam media tersebut diisi batu-batu apung sebagai media tanam. Ada berbagai media tanam yang dapat digunakan seperti tanah, ijuk, sabut serta kerikil. Dipilih batu apung karena dari hasil uji coba yang mempunyai fungsi paling baik sebagai filter dan media tanam adalah batu apung. Karena yang dipilih adalah sistem akuaponik dengan sistem vertikultur, ada beberapa yang diperhatikan, seperti wadah yang dipakai dapat menyediakan ruang tumbuh yang baik bagi tanaman. Namun terkadang kita ingin hasilnya nanti tidak hanya berupa panen tapi juga keindahan tanaman yang ditanam secara vertikultur dan struktur

bangunan/wadah tanam tahan lama. Untuk alasan-alasan itu maka cara berikut ini dapat dipakai. Alat yang diperlukan adalah sebagai berikut : gergaji/parang , palu, paku, tang, gunting, cangkul, sekop, gembor, kayu. Bahan yang diperlukan adalah sebagai berikut : pralon, bambu, talang, atau papan, kaso, reng, plastik bening, pupuk kandang, tanah gembur, sekam, serutan, atau gergaji kayu, kotak semai untuk benih. Banyak sedikitnya alat dan bahan yang digunakan bergantung pada bangunan dan model wadah yang akan kita pilih. Ukuran panjang-pendek, tinggi-rendah, serta besar kecilnya tergantung lahan yang kita miliki. Kalau kita ingin membuat, sebaiknya diserahkan tukang kayu, karena biasanya begitu melihat gambar, mereka sudah bisa memperkirakan ukurannya sesuai dengan keinginan kita. Wadah ini bisa diletakkan di mana saja asal kena sinar matahari. Bisa untuk menanam sayur, tanaman hias ataupun anggrek. Wadah ini sangat cocok untuk lahan yang sangat terbatas dan apabila pandai mengaturnya bisa menjadi satu karya seni yang indah. Pada dasarnya semua tanaman bisa ditanam wadah pralon. Namun, sebaiknya hal itu dilakukan untuk tanaman yang tingginya kurang dari satu meter. Untuk tanaman yang tidak membutuhkan banyak air dan banyak sinar matahari, bisa ditanam di lubang atas dan perlu banyak air di bagian bawah. Misalnya di bagian atas cabai, di tengah seledri, dan bawah ginseng atau katuk. Selain pembuatan lubang pralon seperti di atas bisa juga pralon dibuat lubang bulat-bulat kecil dengan cara dibor mengelilingi pralon. Untuk model ini sebaiknya menggunakan media yang ringan seperti sekam atau serutan yang sudah steril.

Ukuran Benih dan Padat Penebaran Ukuran benih dan padat penebaran yang diterapkan pada beberapa jenis ikan yaitu: a. Ikan Mas Ukuran ikan mas yang dipelihara sekitar 10-50 gr/ekor. Padat tebar 20 ekor/m2 untuk ukuran 50 gr dan 100 ekor/m2 untuk benih ukuran 10 gr. b. Ikan Nila Ukuran ikan nila yang dipelihara sekitar 25-50 gr/ekor. Padat tebar 100-150 ekor/m2 untuk ukuran 1 gr dan 10-25 ekor/m2 untuk benih ukuran 25-50 gr selama 3 bulan pemeliharaan. c. Ikan Gurame

Ukuran ikan gurami yang dipelihara sekitar 200-250 gr/ekor. Padat tebar 10 ekor/m2 untuk pemeliharaan 3-4 bulan. d. Ikan Lele Ukuran ikan lele yang dipelihara sekitar 100-125 gr/ekor. Padat tebar 100-150 ekor/m2 untuk ukuran 10 gr. Waktu yang dibutuhkan antara 45-60 hari. e. Ikan Patin Ukuran ikan patin yang dipelihara sekitar 10-15 gr/ekor. Padat tebar 15 ekor/m2 dalam waktu pemeliharaan selama 6-7 bulan.

Catatan Walaupun konsepnya tampak sederhana, teknis pelaksanaannya membutuhkan

perencanaan yang teliti. Harus diperhitungkan secara matang berapa luas kolam dan jumlah ikan yang dibutuhkan, luas dan jenis tanaman yang akan dibudidayakan, serta rasio jumlah ikan dan tanaman agar keduanya sama-sama bisa berkembang dengan baik. Nick Savidov dari Alberta Agriculture and Rural Development, Kanada, sejak 2002 sudah mencoba 60 jenis tanaman untuk dibudidayakan secara akuaponik. Sebut saja tomat, paria, basil, stroberi, selada, rosemary, dan mentimun. Hasil penelitian menunjukkan produksi sayuran akuaponik lebih tinggi daripada hidroponik biasa. Tanaman akuaponik mengalami perkembangan fisiologis yang menggembirakan. Daun lebih lebar, akar bisa empat kali lebih panjang tanaman sejenis yang diusahakan dengan hidroponik. Tahun pertama produksi sayuran akuaponik hanya 70% dari produksi hidroponik biasa. Namun tahun kedua melonjak 30%40% lebih tinggi ketimbang hidroponik. Menurut Nick, ini berkaitan dengan pertumbuhan bakteri yang berkembang pesat pada tahun kedua.

Ada banyak sistem akuaponik yang bisa diterapkan, bahkan dalam skala kecil oleh para hobiis di rumah. Secara umum, yang harus disiapkan dalam pembuatan akuaponik adalah tangki ikan; wadah bio filter untuk mengubah amonia menjadi nitrit dan nitrat; bak penampungan yang jumlahnya disesuaikan dengan kebutuhan; tanah atau lumpur sebagai sarang bakteri pengurai; pompa air; rak hidroponik; serta pipa untuk mengalirkan air dari satu wadah ke wadah lain.