REHABILITASI MEDIK MUSKULOSKELETAL Dr.

Pujiatun, SpRM Rabu, 14 Desember 2011 Editor: Anna

Assalamualaikum. Teman2, mari kita belajar bagaimana merehabilitasi pasien dengan gangguan neuromuskuloskeletal. . langsung sajaaa. . OSTEOARTHRITIS Apa sih OA tuh? • • Osteoarthrititis (OA) adalah penyakit sendi yang paling sering dijumpai Sendi lutut termasuk yang sering terserang OA, selain sendi2 penopang tubuh lain seperti sendi panggul, dll Menyebabkan nyeri muskuloskeletal Dapat menyebabkan kecacatan dan penurunan kualitas hidup OA merupakan proses degenerasi dan reaksi inflamasi Degadrasi tulang rawan sendi, pada OA disebabkan oleh: 1. Kegagalan matrik tulang rawan 2. Peran gaya fisik pada matrik tulang rawan normal. Maksudnya, orang yang terbiasa membawa beban berat (weight bearing) yang melebihi standar tuh bisa nyebabin penyempitan ruang sendi, kemudian rawan sendi menjadi terdegradasi karena saling bergesekan. Selain itu, obesitas juga bisa menjadi salah satu penyebab karena beban tubuh yang berat. • OA menyebabkan mobilitas sendi terbatas. Karena nyeri dan juga kaku, membuat gerakan sendi menjadi terbatas, kalopun ada gerakan, ada krepitus atau suara disebabkan berkurangnya cairan sinovialnya.

• • • •

EPIDEMIOLOGI Sekali lagi, arthritis tidak menyebabkan kematian, ia hanya menyebabkan kualitas hidup menurun. Misalnya jadi terbatas geraknya, nyeri terus-menerus setiap gerak, depresi, stress, merasa bergantung kepada orang lain, dll. Trus kalo ada orang bunuh diri gara2 stress terkait arthritisnya, berarti arthritis bisa nyebabin kematian juga dunk? Ah. . hehe

semakin berat seseorang semakin besar resiko terkena OA. Trauma. ini nanti menentukan manajemen terapinya juga lho: • • • Umur. Penyakit endokrin. . sendi berbentuk abnormal misalnya pada penyakit rakhitis juga bisa nyebabin OA. Karena sendi2 penyangga berat badan menjadi lebih terbebani Herediter. metabolik. 2. ada factor keturunannya juga lho. OA primer/idiopatik. . laki-laki lebih sering terkena Kegemukan. Dr Pujiatun sendiri pernah trauma sendi genu dan memang sekarang mulai terasa sendinya suka krepitus kalo digerakin.18% aktivitas sosial terganggu . misalnya diabetes mellitus juga merupakan salah satu factor resiko OA Penyakit rheumatik kronik • • • Faktor Mekanik: 1.51% > 65 tahun tidak mampu bekerja . trauma.25% perlu bantuan . Primer artinya murni karena weight bearing berlebihan.45% hambatan aktivitas . sedangkan idiopatik tuh tak diketahui penyebabnya. inflamasi dan endokrin • FAKTOR RISIKO OA Faktor predisposisi umum. 2. semakin tua semakin beresiko terkena OA Jenis kelamin. OA sekunder: kelainan kongenital. Bentuk sendi. lama2 bisa OA kata Beliau.• • > Arthritis menimbulkan impairmen dan disabilitas Arthritis > sering menyerang Sendi penyangga berat badan Dampak OA: .76% aktivitas Olahraga terhenti ETIOLOGI OA • ARA ada 2 jenis yaitu : 1.

Buruh yang suka mengangkat beban berat lama-lama bisa terkena OA. zona tengah (zona intermediate). PATOFISIOLOGI • • • • Sendi lutut merupakan sendi sinovial terbesar Terdiri dari 6 permukaan persendian Stabilitas sendi lutut ditentukan oleh ligamen-ligamen Fungsi tulang rawan adalah memberi bantalan pada lutut dan membantu meredam shock saat gerakan Tulang rawan sendi terdiri zona superfisial (zona tangensial). Nanti ada gambar cara mengangkat barang yang benar. Aktivitas. ga mesti buruh. sabaar. Orang yang tidak menggunakan prinsip biomekanik dalam mengangkat barang juga bisa. zona dalam (deep) dan zona kalsifikasi Tulang rawan sendi adalah jaringan ikat khusus yaitu kondrosit yang tersebar di seluruh matriks extraseluler Sifat biomekanik tulang rawan sendi terkait langsung dengan arsitektur matriks extraseluler Tulang rawan sendi adalah jaringan yang bersifat hiperhidrasi Kandungan air penting untuk mempertahankan resiliensi jaringan dan membantu gerakan yang hampir tanpa gesekan dan berkaitan dengan sistem lubrikasi hidrodinamik • • • • • . .3.

PATOMEKANIK 1. ROM terbatas. Pembengkakan sendi 4. nit u bunyi berderak ketika sendi digerakkan 5. Krepitasi. Deformitas: • • • • • Soft tissue swelling Osteofit Joint laxity Sendi asimetris Penanganan Osteoarthritis . Kekakuan sendi setelah periode inaktif 3. Otot lemah 7. Fleksinya Cuma bisa minimal. Gangguan mobilitas 8. saraf dan pembuluh darah yang terjepit AKIBAT PATOFISIOLOGI DAN PATOMEKANIK OA 1. Faktor fleksibilitas (kelenturan) • • • • Permukaan sendi tidak rata Penebalan membran sinovium Ligamen longgar Gerak sendi terbatas 2. Nyeri sendi yang meningkat dengan pemakaian sendi 2. alias jangkauan gerakannya jadi terbatas. Faktor ekstensibilitas (keleluasaan) • • • • Spasme otot Atrofi otot Tendon dan fasia yang memendek Faktor myofasial. ROM adalah range of motion. 6.

Tujuan : Edukasi pasien tentang OA Menghilangkan/meminimalkan kecacatan Jika terjadi kecacatan mempertahankan fungsi semaksimal mungkin Meningkatkan kesehatan yang dihubungkan dengan kualitas hidup 2. Non Farmakologik • • • Edukasi pasien Exercise Penggunaan kaki: . Farmakologik • • • • NSAIDs Analgetik Opioid SYSADOA (Symtomatic Slow Acting Drugs for OA) . Sasaran: • • • • • Mengatasi/mengurangi nyeri Mengoreksi dan mempertahankan ROM Mengatasi dan mempertahankan kekuatan dan ketahanan otot Mengoreksi dan mempertahankan bentuk dan fungsi sendi Proteksi dan konversi sendi dari kerusakan lebih lanjut Intervensi pada OA 1.Insole • • Diet Alat bantu (brace) 2.1.

Hot pack.• • • • Psycotropic drugs Topical Intraarticular steroid Intraarticular hyaluronic acid 3. Short Wave Diatermi (SWD). terapi yang pas adalah kompres dingin. Ultra Sound Diatermi (USD). Surgical • • • Joint replacement Osteotomy Arthroscopic debridement lavage Penanganan Rehabilitasi Medik pada OA 1. karena stadium akut tuh lebih cenderung karena inflamasi. Stadium akut: • • • Obat-obatan pain killer Istirahat Terapi dingin ( Cold pack. Massage/ tehnik manual 4. Baru kalo uda kronik pake kompres panas/hangat 2. Cryoterapi) Jadi. Stadium sub akut dan kronik: • Terapi panas: IR. Terapi latihan: • • • Latihan gerak sendi Latihan peregangan Latihan penguatan . Micro Wave Diatermi (MWD) TENS Low Laser Biofeedback • • • 3.

• Latihan aerobik 5. lutut dan ankle 3. dengan arahan orang lain Individual. ketahanan. Gait training: • • Instruksi normal gait +/. fungsi sendi dan fungsional&vocasional 5. dilakukan secara bertahap Instruksi harus jelas: frekuensi. Edukasi Proper Body Mechanic 9.Physical reconditioning • • • • • Supervisi. intensitas dan durasi Memperbaiki tonus otot. kekuatan. Quadriceps exercise • • • • • Secara bermakna mengurangi nyeri. kapasitas aerobik. memperbaiki kekuatan quadriceps dan fungsinya Isometrik / isotonik / resistive Latihan dilakukan 20-30 menit/hari Evaluasi dilakukan selama 6 minggu Biofeedback 2. dilakukan secara individual dan untuk individual Gradual. Latihan lingkup gerak sendi aktif : panggul. Latihan Aktifitas Kehidupan Sehari-hari 8. Hidroterapi 6.Koreksi dan proteksi sendi dengan ortosis 7.alat bantu 4. Pendekatan Fisiko-Psiko-Sosio-Vokasional • Exercise 1. Pool therapi • Walking Aid .

• • • • • Tongkat pada tangan kontralateral Walker Shoe insert Heel wedge Insole Edukasi dan manajemen pola hidup • • • • • Pentingnya latihan Alat bantu untuk Aktifitas kehidupan sehari-hari Penyesuaian aktivitas. proteksi sendi dan pemeliharaan energi Aktifitas fisik yang dihindari High impact activities ( joging. lari. naik turun tangga) .

naik tangga terlalu sering. jongkok.Tatap muka .Via telepon • • Pengurangan berat badan Menurunkan obesitas . menyilangkan tungkai saat duduk.• • Hindari jongkok. • Dianjurkan !!!!! Berenang dan bersepeda • • Self management program Dukungan petugas kesehatan profesional: . dan duduk miring dan menggantungkan kaki. dan berdiri terlalu lama Hindari !!!! jogging.

kita ganti bab yaaa.• • Program komprehensif: diet dan olah raga Knee braces • Jika terjadi tibiofemoral instability Sekarang. . . NYERI PINGGANG BAWAH Penyebab • • • • • • • • • • Degeneratif Inflamasi (non infeksi) Infeksi Metabolik Neoplasma Traumatik Kongenital Viserogenik Vaskuler Psikologis .

TENS. dan tidur Korset lumbal : elastik. TENS. duduk. Istirahat 2. rigid Proper body Mechanic Modifikasi aktifitas . Akut : Terapi dingin ( kompres es. Diathermi). cryoterapi). Kronik : Terapi panas (IR. Traksi lumbal.• Overuse Penegakan Diagnosa meliputi • • • • • • Anamnesa Pemeriksaan fisik X ray MRI ENMG Pemeriksaan laboratorium Pengobatan • • • • Medikamentosa Rehabilitasi Medik Penurunan berat badan Pembedahan Program Rehabilitasi Medik • Kontrol nyeri dan proses inflamasi 1. Back exercise Therapi okupasi – – Alat bantu – Pencegahan • • Memperbaiki tehnik mengangkat Mempertahankan postur tubuh saat berdiri.

jaga agar kereta tidak terlalu jauh dari sumbu tubuh dan postur tetap tegak . tulang belakang lurus dengan jok mobil. dekatkan dulu pada sumbu tubuh dan fleksikan lutut. dengan tulang belakang tetap lurus Ketika menyeterika.• • • Latihan/ olah raga teratur Mempertahankan berat badan Menghindari stress psikis yg menyebabkan spasme otot Proper body mechanic - Jangan menyandar dengan tulang belakang melengkung Menggendong anak dengan cara memfleksikan lutut adalah yang paling aman Begitu pula ketika mengangkat barang. tulang belakang tetap lurus Ketika menyopir. jangan membungkuk Ketika mendorong kereta bayi.

Coba sendiri gih. Ya semacam senam aerobic gitu.Gambar di atas adalah latihan pada orang-orang dengan nyeri punggung. .

kompres hangat . TERAPI PANAS • • Diberikan pada keadaan kronik Superfisial : infrared.wohoo senam dengan bola yang dulu pernah ngetrend. Sekarang juga harus tetap ngetrend soalnya bermanfaat bagi low back pain.

• Dalam : short wave diathermi (SWD). sehingga terjadi pengurangan nyeri iskemik Vasodilatasi juga berfungsi sebagai pembuangan mediator nyeri Respon dg mediator endorfin Perubahan konduksi saraf Perubahan permeabilitas membran sel Kontraindikasi Terapi panas……… • • • • • • Trauma/inflamasi akut Keganasan Infeksi Gangguan sirkulasi Gangguan sensibilitas Gangguan komunikasi/kognitif TERAPI DINGIN • • Diberikan pada keadaan akut dan sub kronik Macamnya: kompres dingin. ultra sound diathermi (USD) Terapi panas…. mengurangi edema. micro wave diathermi (MWD).. cryotherapy. whirlpool bath. ice massage. vapocoolant spray. • Efek fisiologis terapi panas – – – – – Vasodilatasi. Terapi dingin………… • Efek fisiologis – Vasokonstriksi pembuluh darah mengurangi/menghentikan perdarahan. mengurangi inflamasi akut Menurunkan ambang nyeri Menurunkan kecepatan hantar saraf Mengurangi spasme otot – – – .

bisa2 malah beku tapi pasien tidak merasakan kedinginan .Intoleransi thd dingin. . . Gak bisa merasakan level suhu rendah. Tidak bisa menyatakan jika sudah terlalu dingin Alhamdulillah.Gangguan sensibilitas.Neuropraksia yg diinduksi oleh terapi dingin . . Kontraindikasi: . Nanti malah timbul alergi.Gangguan komunikasi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful