Anda di halaman 1dari 5

Arsitektur Cina

A. Pengantar Satu etnis bangsa satu kebudayaan, dari kebudayaan yang bergam itu didalamnya terapat suatu peninggalan berupa peradaban yang menyisahkan bangunan sebagaisaksi bisu. pula. Dari sekian banyak perdaban yang telah menghiasi sejarah panjang didunia ini, kita bisamelihat satu sisi dari peninggalan peradaban yang beragam tersebut yaitu arsitektur. Diantara kita pasti banyak yang mengenal peradaban, mesir kuno, Kereta, Cina, Mesopotania, dan banyak perdaban-perdaban lainnya. Jika di Mesir dikenal dengan peramida dan patun spinx-nya, Pulau kereta dengan istana kerajaan-nya, maka di Cina dan asia Timur kita dapat melihat peninggalan-peningalan bangunan seperti; Kuil Atau Klenteng, Tembok Raksasa, Pagoda, Istana Kerajaan, hingga Mesjid. Pada peninggalan-peninggalan berupa bangunan tersebut kita bias melihat serta mengkaji bagaiman arsitektur dari bangunan-bangunan yang menjadi salah satu peninggalan dari peradaban Cina dan Asia Timur. Sama halnya dengan Perdaban Mesir ataupun Mesopotania dimana timbulnya sutu perdaban itu tidak lepas dari pengaruh adanya suatu sungai yang menjadi taraf nadi dari perdaban tersebut. kalau di Mesir ad sungai Nil, maka di Cina terdapat Sungai Hoang Ho. Untuk mudahnya, umumnya sutu zaman itu dibagi kedalam beberapa kekaisaran atau dinasti kaisar. Secara teoritis kebudayaan Cina dapat diungkap setidaknya sampai kurang lebih 2000 tahun sebelum masehi, akan tetapi untuk peninggalannya terutama arsitektur dapat kita lihat jauh setelahnya itu. Hal ini disebabkan karena bangunan yang terbuat dari kayu tidak akan mungkin bertahan sampai beribu-ribu tahun lamanya. Untungnya pengaruh dari luar yang tidak terlalu pesat masuknya ke Cina sehingga kebudayaan Cina termasuk arsitektur hingga revolusi Cina seakan-akan keadaannya dari dulu hingga abad ke-18 masih sepertio berates-raus tahun lamanya.

B. Pembahasan Kebudayaan cina pada awalnya hanya menganggap seni lukis sebagai seni lukis sebagai fine arts. Skluptur dan arsitektur adalah pekerjaan tukang dan kraft men . keindahan lebih dieratkan pada kedekatan alam. Arsitektur hanyalah keharusan bagi manusia tampa memperhatikan keindahannya. Karena pada awalnya arsitektur hanya dipandang sebagai keharusan maka tidak heran jika bangunan tempat tinggal dan tempat ibadah atau keagamaan. Dalam artian bentuk rumah, tempat ibadah, kuburan, kuil, baik besar maupun kecil hanya berdasar pada denah. Untuk perdaban Cina dan Asia Timur pada umumnya, berbicara arsitektur berarti berbicara mengenai atap bangunan tersebut. ini disebabkan karena pada arsitektur Cina dan asia Timur pada umumnya, karena ataplah yang diistemawakan, semua keindahan bentuk dikerahkan pada bagian ini. Untuk urusan bahan bangunan, atap tetap menjadi bagian arsitektur yang diistemakan karena jika tiang dan dinding hanya terbuat dari kayu, maka bagian atap terbuat dari tanah liat yang telah dibakar, tegel-tegel yang diglasir dan diberi warna sesuai apa yang dilambangkannya. Adapun pelambanagan dari warna yang dimaksud seperti pada zaman dinasti Tsyou tahun 1027-222 SM sebagai pembeda derajat

social masyarakat. Merah untu melambangkan istana , hitam melambangkan pemilik rumah adalah ningrat, hijau laut pejabat tinggi, kuning untuk pejabat rendah, dan rakyat tidak boleh member warna apa-apa. Hal lain kemudian mengapa atap dijadikan sebagai unsur arsitektur yang paling penting karena alas an dinding hanyalah sebagai penghalang dari penglihatan sedangkan atap adalah pelindung dari segalanya serta merupakan lambing kemegahan sutu bangunan. Adpun penempatan arah dari atap rumah sangat bergantung pada arah mata angin dan norma pembangunan. Jalan-jalan utma ditempatkan di utara, selatan dan timur, barat. Semua banguan penting dibangun di selatan, serta untuk arwah dibangun diempat penjuru kompas. Arsitektur Pada Bangunan Rumah Suatu bangunan rumah, konsep denahnya ialah beberapa bangunan yang dibatasi oleh taman. Bangunan utama berada disumbu utara dan selatan, ditempat yang ditinggikan dari yang lainnya. Sebuah interior rumah diatur tertib letak meja, bangku, lemari dan sebagainya. Khusus untu tempat tidur diberi ukiran serta warna yang megah karena merupakan perabot yang sangat penting. Pitu dan jendela merupakan unsur penambah dalam bangunan jadi penempatannya bebas. Taman yang dibagi sesuai dengan kegiatan, akan tetapi diatur dengan seni yang tinggi. Patung-patung adalah perabot selanjutnya yang biasanya ditempatkan dikebun. Arsitektur Pada Bagunan Kuil Dari beberapa bangunan tempat ibadah dalam hal ini kuil, ada beberapa bangunan yang dapat kita jadikan contoh untuk mewakili arsitektur kuli di Cina dan Asia Timur pada umumnya. Kuil-kuil tersebut adalah Kuil Chien Tien (Kuil Sorga). Pada arsitektur kuil ini bentuk denahnya lingkaran. Atapnya bersusun tiga dan berwarna biru tuah sesuai dengan filosof agama budah mengenai angka tiga sebagai angka yang suci serta melambangkan tahap-tahap penciptaan manusia. Kuil ini dibangun pada tahun 1420 M oleh Chien Lung. Kuil ini menghadap keselatan. Adapun kuli-kuil lain bentuknya hamper sama dengan kuil sederhana pada umumnya, yakni yang atapnya hanya satu susun. Biasanya dalam kuil terdapat bangunan pagoda atau menara untuk penyimpanan patung. Arsitektur Pada Bagunan Istana Ada corak arsitektur tertentu yang disediakan untuk Kaisar Negeri China. Yang paling nyata adalah pekerjaan ubin atap yang kuning; kuning adalah warna kerajaan, ubin atap yang berwarna kuning masih menghiasi kebanyakan dari bangunan di dalam Kota besar Yang terlarang itu Kuil Surga, bagaimanapun, menggunakan pekerjaan ubin atap biru untuk menandakan langit. Kolom Kaku Kayu dari bangunan, seperti halnya permukaan dari dinding, cenderung di cat merah di dalam warna pekerjaan ubin atap kuning dan dinding merah gambaran kota besar terlarang terlihat dari bangunan di bawah salju Ukiransembilan naga di dinding Ular naga Cina, suatu simbol lencana yang disediakan dalam rejim kerajaan, berat dan digunakan pada arsitektur kerajaan letaknya pada atap, pada balok dan tiang, dan pada pintu Hanya bangunan yang digunakan oleh keluarga kerajaan yang diijinkan untuk mempunyai sembilan gan ( ruang antara dua kolom) hanya gerbang yang digunakan oleh Kaisar bisa mempunyai lima bangunan melengkung, dengan satu pusat, tentu saja yang disediakan untuk Kaisar. Peramalan dengan angka sangat mempengaruhi Arsitektur Kerajaan, karenanya penggunaan angka sembilan banyak terdapat dalam konstruksi sembilan adalah angka

yang terbaik bagi mereka ) dan memberi alasan mengapa Kota besar Yang terlarang di Beijing dikatakan kepada mempunyai 9,999. Yang menurut dongeng ada 10,000 ruang di dalam surga. Pentingnya arah timur. Arah dari peningkatan matahari) di dalam mengorientasikan dan mendudukkan bangunan Kerajaan adalah suatu format ttg pemujaan matahari dan ditemukan di dalam banyak kultur jaman kuno, di mana seorang penguasa harus sejajar dengan garis Matahari. Ada corak tertentu yang umum dalam Arsitektur Cina, dengan mengabaikan daerah spesifik atau penggunaan. Yang paling utama dalam gaya arsitektur china adalah penekanannya pada bidang horisontal, khususnya pada panggung yang berat dan suatu atap yang luas dan terlihat mengapung di atas dasar tanah, dengan dinding yang berpola vertikal. Begitu berlawanan dengan Arsitektur Barat, yang mana cenderung untuk berkembang dalam tinggi bangunan dan kedalaman bangunan, Arsitektur Cina menekankan pada dampak visuil dari jarak menyangkut bangunan tersebut Aula dan istana di dalam Kota besar yang terlarang, sebagai contoh, mempunyai pagu/langit-langit yang agak rendah manakala dibandingkan ke padanan bangunan yang mengesankan di dalam Arsitektur Barat, tetapi penampilan yang eksternal mereka cenderung alami dan menceritakan tentang Kerajaan. Ini tentu saja tidak berlaku bagi pagoda, yang setidak-tidaknya secara relatif jarang menampilkan kesan alam daerah China. Ide ini telah membuka jalan menuju Arsitektur Modern, yang didesain oleh Arsitek Jrn Utzon. Corak penting yang lain adalah penekanan pada simetri, yang berarti suatu perasaan, pengertian dan kehebatan ini berlaku dari istana hingga ke rumah petani. Satu perkecualian terkemuka adalah di dalam perancangan kebun, cenderung asimetri dan bukan simetri. Seperti Lukisan gulungan Cina, prinsip yang mendasari komposisi kebun akan menciptakan arus yang kronis. Bangunan Cina dapat dibangun baik dengan warna merah maupun batu bata abu-abu. Tetapi struktur kaku dari kayulah yang paling umum; karena kayu lebih mampu untuk menahan gempabumi, tetapi peka terhadap api. Atap Bangunan Cina pada umumnya dibengkokkan, ada penggolongan tegas tentang yang berbeda jenis nok atap, hampir sama dengan lapisan kayu tiang sejajar rancangan klasik Eropa. Warna-warna tertentu, angka-angka dan arah utama di dalam Arsitektur tradisional Cina mencerminkan kepercayaan di dalam masyarakat China, di mana sifat alami dari alam adalah sesuatu hal yang tidak bisa dihubungkan dengan suatu prinsip atau Tuhan. Walaupun Tradisi Barat secara berangsur-angsur mengembangkan tubuhnya dari literatur Arsitektur. Tetapi sedikit sekali ditulis dalam sejarah China, dan teks yang paling awal, " Kaogongji", tidak pernah diperdebatkan. Bagaimanapun, gagasan tentang keselarasan kosmis dan order dari kota besar pada umumnya ditafsirkan pada paling dasar dari masyarakat cina, maka suatu reproduksi " yang ideal" kota besar tidak pernah hidup. Beijing yang direkonstruksi sepanjang 16th dan 15th adalah contoh yang baik dari perencanaan kota Cina tradisional. Tembok Raksasa Tembok Besar dibangun dengan batu besar disisipi dengan tanah dan batu pecahan. Tingginya kira-kira 10 meter dan lebarnya kira-kira 5 meter, cukup untuk 4 ekor kuda berjalan berdampingan. Dengan demikian, sangat mudah untuk manuver tentara dan pengangkutan bahan pangan dan senjata. Di sisi dalam tembok dibangun pintu dan tangga untuk naik turun.

Tembok Besar disambung dengan benteng atau menara api setiap sektor, di mana tersimpan senjata dan bahan pangan. Benteng dan menara api itu digunakan sebagai tempat istirahat bagi prajurit pada waktu damai dan sekaligus merupakan kubu pertahanan untuk menangkis serangan musuh pada waktu berperang. Selain itu, begitu diketahui terjadinya agresi musuh, di menara api itu akan dinyalakan api pada waktu malam dan asap pada siang hari sehingga kabar tentang serangan musuh dapat tersebar ke seluruh negeri dalam waktu dekat. Di sektor penting Tembok Besar, misalnya lintasan strategis, celah gunung dan perbatasan gunung dengan laut biasanya dibangun loteng gerbang besar. Loteng-loteng gerbang itu tidak hanya kelihatan megah, tapi juga mencerminkan seni arsitektur cemerlang zaman kuno Tiongkok. Sekarang sebagian loteng gerbang itu telah berubah menjadi obyek wisata, misalnya Loteng Gerbang Shanhaiguan di ujung timur Tembok Besar yang dijuluki sebagai loteng gerbang nomor satu Tiongkok dan Loteng Gerbang Juyongguan sektor Badaling Tembok Besar di sekitar Beijing. Fungsi Tembok Besar sebagai kubu pertahanan militer sekarang sudah tidak ada lagi, namun keindahan arsitekturnya tetap sangat mengagumkan. Keindahan Tembok Besar tercermin pada kemegahan, kekuatan dan kebesarannya. Melepas pandang dari tempat jauh ke Tembok Besar, tembok besar tinggi yang memanjang selama ribuan kilometer itu tampak serupa naga mahabesar yang menggeliang-geliut menyusuri pegunungan; jika dilihat dari jarak dekat, maka tembok itu penuh dengan daya tarik seni dengan arsitekturnya yang aneka ragam. Tembok Besar adalah hasil jerih payah yang dibasahi keringat dan darah serta diresapi kecerdasan rakyat Tiongkok pada zaman kuno. Betapa beratnya proyek pembangunan Tembok Besar pada zaman kuno yang masih rendah tenaga produktif memang sulit dibayangkan. C. Kesimpulan Sama halnya dengan Perdaban Mesir ataupun Mesopotania dimana timbulnya sutu perdaban itu tidak lepas dari pengaruh adanya suatu sungai yang menjadi taraf nadi dari perdaban tersebut. kalau di Mesir ad sungai Nil, maka di Cina terdapat Sungai Hoang Ho. Untuk mudahnya, umumnya sutu zaman itu dibagi kedalam beberapa kekaisaran atau dinasti kaisar. Secara teoritis kebudayaan Cina dapat diungkap setidaknya sampai kurang lebih 2000 tahun sebelum masehi, akan tetapi untuk peninggalannya terutama arsitektur dapat kita lihat jauh setelahnya itu. Hal ini disebabkan karena bangunan yang terbuat dari kayu tidak akan mungkin bertahan sampai beribu-ribu tahun lamanya. Untungnya pengaruh dari luar yang tidak terlalu pesat masuknya ke Cina sehingga kebudayaan Cina termasuk arsitektur hingga revolusi Cina seakan-akan keadaannya dari dulu hingga abad ke-18 masih sepertio berates-raus tahun lamanya. Untuk perdaban Cina dan Asia Timur pada umumnya, berbicara arsitektur berarti berbicara mengenai atap bangunan tersebut. ini disebabkan karena pada arsitektur Cina dan asia Timur pada umumnya, karena ataplah yang diistemawakan, semua keindahan bentuk dikerahkan pada bagian ini. Untuk urusan bahan bangunan, atap tetap menjadi bagian arsitektur yang diistemakan karena jika tiang dan dinding hanya terbuat dari kayu, maka bagian atap terbuat dari tanah liat yang telah dibakar, tegel-tegel yang diglasir dan diberi warna sesuai apa yang dilambangkannya. Adapun pelambanagan dari warna yang dimaksud seperti pada zaman dinasti Tsyou tahun 1027-222 SM sebagai pembeda derajat

social. Arsitektur Cina dan asia Timur dapat kita lihat pada arsitektur bangunan seperti kuil, istana, rumah dan Tembok Besar Cina.