Pengaruh Kompetensi Guru Mata Pelajaran TIK Terhadap Motivasi dan Hasil Belajar Siswa (Studi Kasus pada

satu SMA )
DR. Dedi Rohendi, M.T Pendidikan Ilmu Komputer FPMIPA UPI dedir@bdg.centrin.net.id ABSTRAK
Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui sejauh mana kompetensi guru TIK berpengaruh terhadap motivasi dan hasil belajar siswa dalam mata pelajaran TIK. Penelitian ini dilakukan di sebuah sekolah sampel, dengan responden siswa SM A, untuk mengetahui sejauh mana tingkat kompetensi guru yang mempengaruhi motivasi dan hasil belajar siswa. Dari penelitian ini diperoleh data bahwa kompetensi pedagogik guru TIK yang ada di sekolah sampel tergolong pada rentang cukup atau sebesar 56,07%, kompetensi kepribadian tergolong pada rentang cukup atau sebesar 53,72%, kompetensi sosial tergolong pada rentang cukup atau sebesar 45,22% serta kompetensi profesional tergolong pada rentang tinggi atau sebesar 61,20%. Keterhubungan antara kompetensi guru dengan motivasi belajar diperkuat dengan kurangnya tingkat signifikansi sehingga dapat disimpulkan bahwa ada keterhubungan antara keempat kompetensi guru tersebut terhadap motivasi siswa untuk belajar mata pelajaran TIK. Secara parsial hanya kompetensi kepribadian dan kompetensi profesional yang terbukti dapat mempengaruhi motivasi belajar siswa. Untuk hasil belajar, dari hasil penelitian yang dilakukan ternyata keterhubungan antara kompetensi guru dan motivasi belajar terhadap hasil belajar sangat kecil.

Drs. Heri Sutarno, M.T. Pendidikan Ilmu Komputer FPMIPA UPI heriupi@yahoo.co.id

Gigin Gantini Putri Pendidikan Ilmu Komputer FPMIPA UPI princess_gigant@yahoo.co.id

untuk terus memacu dirinya untuk menjadi yang terbaik. Bukan hanya untuk dirinya tapi untuk siswa didiknya. Keberhasilan seorang guru dengan kompetensinya, dapat dilihat dari siswa yang antusias dengan mata pelajaran TIK dan dapat menunjukan hasil yang terbaik dari mata pelajaran ini.

2. Kajian Teori 2.1 Kompetensi Guru
Kompetensi Guru dalam PP No 74 Tahun 2008 terdiri dari 4 kompetensi dasar yang harus dikuasai oleh seorang guru diantaranya: 1) Kompetensi pedagogik, merupakan merupakan kemampuan guru dalam pengelolaan pembelajaran peserta didik; 2) Kompetensi kepribadian; 3) Kompetensi sosial, merupakan kemampuan guru sebagai bagian dari masyarakat; 4) Kompetensi profesional, merupakan kemampuan guru dalam menguasai pengetahuan bidang ilmu pengetahuan, teknologi, dan/atau seni dan budaya yang diampunya.

2.2 Motivasi
M otivasi merupakan suatu kekuatan atau daya atau tenaga atau suatu keadaan kompleks atau kesiapsediaan dalam diri individu untuk bergerak ke arah tujuan tertentu, baik disadari maupun tidak disadari. [2]

Kata Kunci
Guru TIK, Kompetensi Guru, M otivasi, Hasil Belajar

2.3 Hasil Belajar
Hasil belajar adalah kemampuan yang dimiliki siswa setelah menerima pengalaman belajarnya. [3]

1. Pendahuluan
Guru TIK dikatakan profesional jika memiliki kualifikasi akademik, kompetensi, sertifikat pendidik, sehat jasmani & rohani, dan kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Firman Oktora Ketua M GM P TIK mengungkapkan “masih banyak guru TIK yang tidak menguasai sepenuhnya tuntutan kompetensi yang tertuang dalam Permen No. 16 Tahun 2005 tentang Kualifikasi Akademis Guru TIK. Padahal, kualifikasi tersebut merupakan tuntutan standar bagi seorang guru TIK, baik itu guru TIK di tingkat SM P/M Ts, SM A/M A, maupun SM K/MAK” [1] Dari fakta yang diurai di atas berdampak pada motivasi siwa yang menjurus pada kualitas hasil belajar siswa. Keseluruhan kompetensi ini dapat dirasakan siswa dalam pembelajarannya setiap hari. Perkembangan aplikasi maupun teknologi sekarang sudah semakin berkembang. Guru TIK diharuskan

3. Prosedur Penelitian
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan metode survey eksplanatory. M etode kuantitatif ini pada umumnya dipergunakan oleh para peneliti yang umumnya ingin mengetahui fakta yang ada di lapangan.

3.1 Populasi dan Sampel
Penelitian ini dilakukan di sebuah sekolah sampel dengan populasi sebanyak 1076, terdiri dari kelas X, XI dan XII. Setelah menggunakan rumus Taro Yamane didapatkan sample untuk penelitian ini sebanyak 292 responden. Sedangkan untuk pengambilan data dalam penelitian ini menggunakan sampling insidental.

1

6 4902.2 Kompetensi Pedagogik menurut kelas XI sangat rendah cukup tinggi sangat rendah tinggi 3567. untuk mengetahui keterhubungan variabel b.8 8993.06% Gambar 4.81% Gambar 4.8 7941.8 2665.07% Gambar 4.4 3841.6 3296 2224 56.34% Gambar 4. a.4 1812.6 3136 1791 42.4 1724. b.4 2475.23%.9 Kompetensi Sosial menurut kelas X sangat tinggi sangat rendah cukup rendah tinggi 2159. yaitu: a.4 5768 4009 59. Tanggapan Responden Kepribadian Guru Terhadap Kompetensi sangat rendah cukup tinggi sangat rendah tinggi 824 1318.8 Kompetensi kepribadian keseluruhan Dari keseluruhan responden menunjukkan bahwa kemampuan pribadi atau kompetensi pribadi yang dimiliki Guru TIK dinyatakan cukup.4 1812.3 Kompetensi Pedagogik menurut kelas XII sangat rendah cukup tinggi sangat rendah tinggi 4088 6540.8 1601.2 3172.63% Gambar 4.6 2038.4 1724.4 13899. Tanggapan Responden Terhadap Kompetensi Pedagogik Guru sangat rendah cukup sangat tinggi rendah tinggi 4037. 2 . Analisis varians (ANOVA) satu jalur.2 16352 10964 56.2 784 1254.2 3018.2 2801.8 5488 3570 53.72% Gambar 4.2 784 1254.6 11446. Sedangkan untuk kelas XII kompetensi guru TIK tergolong cukup dengan hasil perhitungan responden sebesar 10964 atau sebesar 55.8 1442 2307. Kompetensi pedagogik berdasarkan pendapat responden dari ketiga jenjang kelas menyatakan bahwa kompetensi guru TIK berada pada tingkat yang cukup.8 2665.6 3296 2015 48.4 9344 6101 53.10 Kompetensi sosial menurut kelas XI 4. Hasil Penelitian Setelah dilakukan pengumpulan data melalui angket.1 Kompetensi Pedagogik menurut kelas X sangat rendah cukup tinggi sangat rendah tinggi 1372 2195.2 2912 1845 51.6 4664. untuk mengetahui kondisi dari masing-masing variabel.6 3136 2032 53. Tanggapan Responden Terhadap Kompetensi Sosial Guru sangat sangat rendah cukup tinggi rendah tinggi 2307.2 Analisis Data Analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan 3 cara.2 4331.8 2801.7 Kompetensi Kepribadian menurut kelas XII sangat cukup tinggi sangat rendah rendah tinggi 2336 3737.40% Gambar 4.14% Gambar 4.4 2802. Untuk guru kelas XI tergolong cukup dengan persentase 53.8 5096 3385 55.40 %. Nilai Skala (Nilai Interval).5 Kompetensi Kepribadian menurut kelas X sangat sangat rendah cukup tinggi rendah tinggi 2159. c. Korelasi. berikut ini hasil data yang telah diolah menggunakan baik menggunakan M S Excel maupun SPSS.2 824 1318. menyatakan bahwa kompetensi guru mata pelajaran TIK kelas X tergolong cukup.6 1274 2038.23% Gambar 4.2 6540.4 Kompetensi Pedagogik keseluruhan Dari 292 responden.8 2307.6 Kompetensi kepribadian menurut kelas XI sangat cukup tinggi sangat rendah rendah tinggi 728 1164.3.18% Gambar 4.6 5139. c.

42% Gambar 4.16 Kompetensi Profesional keseluruhan Untuk kompetensi profesional yang dipersepsikankan oleh siswa secara keseluruhan siswa menilai bahwa kompetensi profesional yang dimiliki oleh sekolah yang bersangkutan dinyatakan tinggi. sesuai dengan pendapat responden yang merupakan peserta didik dari mata pelajaran TIK berada pada rentang cukup.8 9888 6459 53.sangat rendah cukup tinggi sangat rendah tinggi 728 1164.22% Gambar 4.15 Kompetensi Profesional menurut kelas XII sangat rendah cukup sangat tinggi rendah tinggi 6540.18 M otivasi kelas XI sangat rendah cukup sangat tinggi rendah tinggi 6115.21 dapat terlihat bahwa hasil belajar siswa pada umumnya berada pada rentang 71-80.2 2801.8 3136 2138 57.13 Kompetensi Profesional menurut kelas X sangat rendah cukup sangat tinggi rendah tinggi 2159.57% Gambar 4.17 M otivasi kelas X sangat rendah cukup tinggi sangat rendah tinggi 2352 3763.8 9408 5869 49.4 1812.8 7942.8 2336 3737.6 5139.2 2665.4 2336 3737.4 6585.76% Gambar 4.14% Gambar 4.2 5438.8 3296 2430 64.2 28032 17609 50.6 8404. d.2 9344 6625 61.6 824 1318.8 1601.4 728 1164.27% Gambar 4.20% Gambar 4. dan tertinggi kedua ada pada rentang 81-90.4 1724.2 7425.4 4804.6 2038.2 5174.2 7942.6 2184 3494. kompetensi sosial yang dimiliki oleh guru TIK tergolong dalam rentang cukup.6 5139.19 M otivasi kelas XII sangat cukup tinggi sangat rendah rendah tinggi 7008 11212. atau dengan kata lain cukup baik. sehingga dari gambar ini dapat ditafsirkan hasil pembelajaran merata sesuai dengan kurva normal dan 3 .12 Kompetensi sosial keseluruhan Berdasarkan pendapat responden.20 M otivasi keseluruhan Untuk motivasi peserta didik.21 Grafik Nilai Siswa Dari gambar 4. Gambaran Umum M engenai Hasil Belajar Siswa Hasil Belajar siswa digambarkan dengan gambar berikut: 200 134 frekuensi 85 54 60 5 0 4423 33 10 3 8 4 1 41 0 0 3214 1 18 0 2 1 0 8 2 1 100 0 x xi xii rentang all Gambar 4.2 2912 1699 44. Tanggapan Responden Terhadap Kompetensi Profesional Guru sangat rendah cukup sangat tinggi rendah tinggi 2307.6 19622.84% Gambar 4.2 2912 1845 51.4 9344 5505 45.8 15417.4 2475.4 6921.97% Gambar 4.8 1601.6 2475.11 Kompetensi Sosial menurut kelas XII sangat sangat rendah cukup tinggi rendah tinggi 6540. e.46% Gambar 4.4 23827.6 784 1254.6 7996. f.14 Kompetensi profesional menurut kelas XI sangat rendah cukup sangat tinggi rendah tinggi 2038. Tanggapan Responden Terhadap M otivasi Belajar sangat rendah cukup tinggi sangat rendah tinggi 2472 3955.8 8736 5281 47.

Y) atau dengan kata lain Ada pengaruh yang signifikan antara kompetensi pedagogik.348 1.292 . maka dinyatakan normal.2 Hasil Uji ANOVA Model 1 Regression Residual Total Sum of Squares 9807. Hipotesis Penelitian Dari data di atas dapat dibuat persamaan regresi seperti berikut: Dari nilai sig didapat dilihat bahwa hanya kompetensi kepribadian dan kompetensi profesional yang secara parsial berpengaruh terhadap motivasi belajar dimana sig<5%. Tabel 4.6% terhadap variabel dependen sedangkan 65. M odel Y: Y=f (X1.X4) atau dengan kata lain ada pengaruh yang signifikan antara kompetensi pedagogik. 1) Uji Normalisasi data. g. Uji Hipotesis untuk model kedua: Ho : Tidak ada pengaruh secara signifikan antara variabel kompetensi pedagogik. kompetensi kepribadian.158 . X1 X2 X3 X4 Y e1 Tabel 4.3 dapat dilihat hasilnya yaitu nilai R = 0. ada dua hipotesis utama yang akan diujikan dalam penelitian ini.043 . dimana titik tersebar pada garis lurus.348 .127 . kompetensi kepribadian. kompetensi kepribadian. Ha : Ada pengaruh secara signifikan antara variabel kompetensi pedagogik.119 .972 .000 .X4. kompetensi sosial dan kompetensi profesional secara bersama-sama terhadap motivasi belajar.137 .4% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak termasuk dalam model penelitian ini. dimana titik tersebar pada garis lurus.setidaknya materi dapat diterima siswa dengan baik sampai lebih dari 50 % siswa. Uji Hipotesis untuk model pertama: Ho : Tidak ada pengaruh secara signifikan antara variabel kompetensi pedagogik.588 a R Square .3 Hasil Analisis Korelasi Ganda Model 1 R .873 Df 287 291 Mean Square 4 2451.820 .940 4. 1) Uji Normalisasi data. Error 5. kompetensi sosial dan kompetensi profesional terhadap motivasi belajar siswa pada mata pelajaran TIK.24 Digram Pencar 4 .X2. kompetensi profesional dan motivasi terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran TIK. kompetensi kepribadian. kompetensi kepribadian.934 64.1 Hasil Analisis SP SS untuk Regresi Linier Berganda Unstandardized Coefficients Model 1 (Constant) kompetensi pedagogik kompetensi kepribadian kompetensi sosial kompetensi profesional B 16. Hipotesis yang pertama. M odel yang kedua adalah M odel Z: Z=f (X1.036 pengaruh variabel independen secara serentak sebesar 34.490 5. kompetensi sosial dan kompetensi profesional secara bersama-sama terhadap motivasi belajar.196 .736 18532.001 .346 Adjusted R Square .X3. Dari tabel 4.572 F Sig.885 Sig.05 yang berarti bahwa Ho ditolak dan ada pengaruh secara signifikan antara variabel kompetensi pedagogik.143 t 3. Dari tabel 4.X3. 37.000 Gambar 4. kompetensi sosial. Ha : Ada pengaruh secara signifikan antara variabel kompetensi pedagogik.335 .2 dapat dilihat bahwa nilai sig kurang dari 0. kompetensi profesional dan motivasi belajar secara bersama-sama terhadap hasil belajar. kompetensi sosial. maka dinyatakan normal.137 28339.X2. kompetensi sosial dan kompetensi profesional secara bersama-sama terhadap motivasi belajar.000 a Z Gambar 4.588 dapat diartikan bahwa hubungan antar variabel secara keseluruhan dinyatakan sedang. kompetensi kepribadian. Gambar 4. Error of the Estimate 8.22 Ilustrasi keterhubungan variabel e2 Dari ilustrasi di atas.337 Std.843 Std. kompetensi kepribadian.688 .23 Digram Pencar 2) Regresi Linier Berganda Tabel 4. kompetensi sosial. kompetensi profesional dan motivasi belajar secara bersama-sama terhadap hasil belajar. .

738 . salah satu berasal dari kependidikan untuk bidang ilmu lainnya sedangkan yang lainnya merupakan lulusan dari bidang profesi cabang TIK atau Ilmu Komputer. d. kejujuran atau celah untuk ketidakjujuran. kompetensi guru serta motivasi belajar berpengaruh sangat kecil dalam meningkatkan hasil belajar. Budaya. c. Selain itu jam terbang guru tersebut sekitar 3 sampai lebih dari 10 tahun.108 Std. Akan tetapi jika dilihat dari tingkat keterhubungan antara variabel dependen dan independen hanya memiliki pengaruh sebesar 1. penelitian ini menunjukkan bahwa guru TIK mampu menarik simpati siswa untuk belajar sedangkan untuk meningkatkan hasil belajar (keterserapan materi).017 Adjusted R Square . Dalam kasus ini.000 Std. dilihat dari aspek biologis. Dari dalam diri diantaranya kemauan untuk mencapai sesuatu sedangkan motivasi dari luar umumnya adalah lingkungan. Anak Didik. dimana pada proses ini terjadi interaksi antara guru dan anak didik dengan perantara bahan ajar. Sekolah. termasuk latar berlakang pendidikan. Jenis Kelamin b.1 Kesimpulan Dari penelitian tersebut maka dapat dihasilkan beberapa kesimpulan : a.420 73. Kompetensi profesional yang ada di sekolah sampel dipersepsikan siswa tergolong pada rentang tinggi atau sebesar 61.335 .970 Sig. c. c. Kecerdasan d.2) Regresi Linier Berganda Tabel 4. meskipun hanya kompetensi kepribadian dan profesional saja yang terbukti secara parsial mempengaruhi motivasi belajar siswa. menurut Syaiful Bahri dan Aswan [7] mengungkapkan ada faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan belajar dari siswa diantaranya: a.701 21415. Dari fakta yang didapatkan di tempat penelitian. kompetensi kepribadian.011 1.094 .210 .162 t -.58090 Sehingga dari pernyataan Raymond dan Judih tersebut menunjukkan bahwa sekolah hanya bagian dari motivasi siswa dan guru merupakan bagian dari sekolah. intelektual serta psikologis termasuk lingkungan baik teman maupun keluarga.3% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak termasuk dalam model penelitian ini (Tabel 4. kompetensi sosial. Sehingga patut dilakukan penelitian lanjutan untuk meneliti sejauh mana faktor lain selain kompetensi guru berpengaruh terhadap motivasi belajar siswa. . tidak ada satupun variabel independen yang memiliki nilai sig<5% sehingga secara parsial variabel dependen tersebut tidak berpengaruh terhadap hasil belajar.063 -1. b. M uhamad surya yang dikutip dalam Sugiarti [5]: a.5 Hasil Uji ANOVA Model 1 Regression Residual Total Sum of Squares 357. Lingkungan e. Selain itu. faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi belajar.4 Hasil Analisis SP SS untuk Regresi Linier Berganda Unstandardized Coefficients Model 1 (Constant) kompetensi pedagogik kompetensi kepribadian kompetensi sosial kompetensi profesional motivasi belajar B 77. Kompetensi kepribadian yang dipersepsikan siswa pada sekolah sampel tergolong pada rentang cukup atau sebesar 53. guru melalui kompetensi yang dimilikinya belum mampu mempengaruhi hasil belajar siswa (meningkatkan hasil belajar).293 -.802 Df 5 286 291 Mean Square 71. Untuk hasil belajar.089 5. Suasana Evaluasi. Inventaris interest Raymond dan Judith [6] mengungkapkan ada empat pengaruh utama dalam motivasi belajar seorang anak yaitu: a. .489 14.834 . f. Error of the Estimate 8.6).6 Hasil Analisis Korelasi Ganda Model 1 R . guru yang mengampu mata pelajaran TIK merupakan guru yang bukan berasal dari disiplin ilmu kependidikan untuk mata pelajaran TIK. M otivasi belajar pada mata pelajaran TIK didukung oleh kompetensi guru.136 .709 Dari tabel di atas persamaan regresinya adalah: Dari nilai sig tabel diatas.174 . Kesimpulan dan Saran 5. asal usul motivasi bisa timbul dari dalam diri individu (motivasi intrinsik) dan dapat timbul dari luar diri siswa/motivasi ekstrinsik [4].07%. didapat sig>5% maka dapat dipastikan bahwa Ho diterima atau dengan kata lain tidak ada pengaruh secara signifikan antara variabel kompetensi pedagogik. Bahan dan alat evaluasi. Tabel 4. Jika dianalogikan. e. kompetensi profesional dan motivasi belajar secara bersamasama terhadap hasil belajar.72%.20% b. b.7 %. Perkembangan fisik c.991 .000 .129 a R Square . kompetensi serta jam terbang.002 . sedangkan 98.22%. Diri anak itu sendiri 5 . d. Kegiatan pengajaran. Tabel 4.210 Sig. Kompetensi sosial yang dipersepsikan siswa pada sekolah sampel tergolong pada rentang cukup atau sebesar 45.034 -.632 F .680 -. 5. sebagai pedoman sekaligus sasaran yang akan dicapai dalam kegiatan belajar mengajar. Guru. Kompetensi pedagogik yang dipersepsikan siswa yang ada di sekolah sampel tergolong pada rentang cukup atau sebesar 56.114 -.050 . Error . Banyak faktor lain di luar objek penelitian yang meningkatkan hasil belajar selain dari motivasi dan kompetensi guru.436 a Dari tabel anova di atas. Tujuan. Untuk motivasi belajar.101 21058. Bagi guru yang belum memiliki kemampuan pedagogik sekolah menyediakan in house training. Sehingga dari penelitian ini didapat bahwa pengaruh Guru TIK terhadap motivasi bisa dikatakan cukup dan terhadap hasil belajar dinyatakan pengaruhnya sangat kecil sekali. Keluarga.070 .

(2006). Hubungan antara kestabilan emosi dan motivasi belajar dengan prestasi belajar pada mata pelajaran PPKn siswa tunagrahita tingan di SPLB-C YPLB Bandung.1 Bagi Instansi Pencetak Guru TIK Dalam PP No. Psikologi Kependidikan. Pikiran. jika pada akhirnya hasilnya sama dengan penelitian yang penulis lakukan maka perlu diadakan penelitian lanjutan yang menunjukkan faktor lain yang berpengaruh terhadap motivasi dan hasil belajar selain kompetensi guru. Referensi [1]Rakyat. Judith H. Disparitas Kompetensi Guru TIK M asih Tinggi. Syambasri. Bandung : Jurusan Pendidikan Fisika FPM IPA UPI Bandung: tidak diterbitkan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Selain itu.6. Syaiful dan Zain. Skripsi pada PLB FIP UPI: tidak diterbitkan. Kompetensi c. (1997). Aswan. Bandung: PT. Evaluasi Pendidikan Fisika.html. Ketika sebuah penelitian sudah dapat digeneralisir maka perbaikan atas pendidikanpun akan lebih fokus terhadap core masalah. Remaja Rosdakarya [3]M unaf. (2005). 2004. (2001). Raymond J. Kualifikasi Akademik b. M oh. Rineka Cipta 6 . Santi. [6] Wlodkowski. Harat untuk Belajar: M embantu Anak-anak Termotivasi dan M encintai Belajar. Sehingga diharapkan penelitian selanjutnya dapat membuktikan bahwa kompetensi guru yang hanya didapatkan guru TIK di jenjang pendidikan keguruan dapat mempengaruhi motivasi dan hasil belajar siswa khususnya pada mata pelajaran TIK. Tersedia: http://bataviase.74 Tahun 2008 beberapa hal yang harus dimiliki oleh seorang guru diantaranya: a. Saran 6. (2010).co.id/detailberita-10581272. Serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. yang pada akhirnya keberadaan guru benar-benar diperlukan dalam sebuah pembelajaran. Penulis berharap akan ada penelitian selanjutnya dengan menggunakan variabel yang sama dengan populasi yang lebih besar dari apa yang sudah diteliti sehingga hasil penelitian dapat digeneralisir lebih luas pula. M enjadi Guru Profesional (Edisi Kedua). [5] Sugiarti. Sertifikat Pendidik d. (2005). [7] Bahri. [07 April 2010] [2]M akmun. Strategi Belajar M engajar.2 Bagi Masyarakat Penulis percaya bahwa hal ini bisa ditelaah lebih dalam menjadi suatu hal yang berguna bagi khalayak ramai. dan Jaynes. Jakarta:PT. Uzer. [online]. [4] Usman. Syamsudin A. 7. Sehat jasmani dan rohani e. Instansi pencetak guru harus memastikan agar mahasiswa yang dididiknya memiliki kemampuan diatas sehingga dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa. masyarakat lebih peduli mengenai pengaruh kompetensi guru TIK terhadap motivasi dan hasil belajar siswa. 6.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful