Pengaruh Kompetensi Guru Mata Pelajaran TIK Terhadap Motivasi dan Hasil Belajar Siswa (Studi Kasus pada

satu SMA )
DR. Dedi Rohendi, M.T Pendidikan Ilmu Komputer FPMIPA UPI dedir@bdg.centrin.net.id ABSTRAK
Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui sejauh mana kompetensi guru TIK berpengaruh terhadap motivasi dan hasil belajar siswa dalam mata pelajaran TIK. Penelitian ini dilakukan di sebuah sekolah sampel, dengan responden siswa SM A, untuk mengetahui sejauh mana tingkat kompetensi guru yang mempengaruhi motivasi dan hasil belajar siswa. Dari penelitian ini diperoleh data bahwa kompetensi pedagogik guru TIK yang ada di sekolah sampel tergolong pada rentang cukup atau sebesar 56,07%, kompetensi kepribadian tergolong pada rentang cukup atau sebesar 53,72%, kompetensi sosial tergolong pada rentang cukup atau sebesar 45,22% serta kompetensi profesional tergolong pada rentang tinggi atau sebesar 61,20%. Keterhubungan antara kompetensi guru dengan motivasi belajar diperkuat dengan kurangnya tingkat signifikansi sehingga dapat disimpulkan bahwa ada keterhubungan antara keempat kompetensi guru tersebut terhadap motivasi siswa untuk belajar mata pelajaran TIK. Secara parsial hanya kompetensi kepribadian dan kompetensi profesional yang terbukti dapat mempengaruhi motivasi belajar siswa. Untuk hasil belajar, dari hasil penelitian yang dilakukan ternyata keterhubungan antara kompetensi guru dan motivasi belajar terhadap hasil belajar sangat kecil.

Drs. Heri Sutarno, M.T. Pendidikan Ilmu Komputer FPMIPA UPI heriupi@yahoo.co.id

Gigin Gantini Putri Pendidikan Ilmu Komputer FPMIPA UPI princess_gigant@yahoo.co.id

untuk terus memacu dirinya untuk menjadi yang terbaik. Bukan hanya untuk dirinya tapi untuk siswa didiknya. Keberhasilan seorang guru dengan kompetensinya, dapat dilihat dari siswa yang antusias dengan mata pelajaran TIK dan dapat menunjukan hasil yang terbaik dari mata pelajaran ini.

2. Kajian Teori 2.1 Kompetensi Guru
Kompetensi Guru dalam PP No 74 Tahun 2008 terdiri dari 4 kompetensi dasar yang harus dikuasai oleh seorang guru diantaranya: 1) Kompetensi pedagogik, merupakan merupakan kemampuan guru dalam pengelolaan pembelajaran peserta didik; 2) Kompetensi kepribadian; 3) Kompetensi sosial, merupakan kemampuan guru sebagai bagian dari masyarakat; 4) Kompetensi profesional, merupakan kemampuan guru dalam menguasai pengetahuan bidang ilmu pengetahuan, teknologi, dan/atau seni dan budaya yang diampunya.

2.2 Motivasi
M otivasi merupakan suatu kekuatan atau daya atau tenaga atau suatu keadaan kompleks atau kesiapsediaan dalam diri individu untuk bergerak ke arah tujuan tertentu, baik disadari maupun tidak disadari. [2]

Kata Kunci
Guru TIK, Kompetensi Guru, M otivasi, Hasil Belajar

2.3 Hasil Belajar
Hasil belajar adalah kemampuan yang dimiliki siswa setelah menerima pengalaman belajarnya. [3]

1. Pendahuluan
Guru TIK dikatakan profesional jika memiliki kualifikasi akademik, kompetensi, sertifikat pendidik, sehat jasmani & rohani, dan kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Firman Oktora Ketua M GM P TIK mengungkapkan “masih banyak guru TIK yang tidak menguasai sepenuhnya tuntutan kompetensi yang tertuang dalam Permen No. 16 Tahun 2005 tentang Kualifikasi Akademis Guru TIK. Padahal, kualifikasi tersebut merupakan tuntutan standar bagi seorang guru TIK, baik itu guru TIK di tingkat SM P/M Ts, SM A/M A, maupun SM K/MAK” [1] Dari fakta yang diurai di atas berdampak pada motivasi siwa yang menjurus pada kualitas hasil belajar siswa. Keseluruhan kompetensi ini dapat dirasakan siswa dalam pembelajarannya setiap hari. Perkembangan aplikasi maupun teknologi sekarang sudah semakin berkembang. Guru TIK diharuskan

3. Prosedur Penelitian
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan metode survey eksplanatory. M etode kuantitatif ini pada umumnya dipergunakan oleh para peneliti yang umumnya ingin mengetahui fakta yang ada di lapangan.

3.1 Populasi dan Sampel
Penelitian ini dilakukan di sebuah sekolah sampel dengan populasi sebanyak 1076, terdiri dari kelas X, XI dan XII. Setelah menggunakan rumus Taro Yamane didapatkan sample untuk penelitian ini sebanyak 292 responden. Sedangkan untuk pengambilan data dalam penelitian ini menggunakan sampling insidental.

1

7 Kompetensi Kepribadian menurut kelas XII sangat cukup tinggi sangat rendah rendah tinggi 2336 3737.4 9344 6101 53.6 5139. c.2 Analisis Data Analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan 3 cara.4 13899.8 5488 3570 53.40% Gambar 4.2 2912 1845 51.07% Gambar 4.6 4902. b. Hasil Penelitian Setelah dilakukan pengumpulan data melalui angket.4 1724.6 Kompetensi kepribadian menurut kelas XI sangat cukup tinggi sangat rendah rendah tinggi 728 1164.2 824 1318.8 8993.8 2307. berikut ini hasil data yang telah diolah menggunakan baik menggunakan M S Excel maupun SPSS. 2 .63% Gambar 4. untuk mengetahui keterhubungan variabel b.2 16352 10964 56.8 5096 3385 55.9 Kompetensi Sosial menurut kelas X sangat tinggi sangat rendah cukup rendah tinggi 2159.2 3172.2 4331.81% Gambar 4. a.5 Kompetensi Kepribadian menurut kelas X sangat sangat rendah cukup tinggi rendah tinggi 2159.18% Gambar 4.6 3296 2224 56. yaitu: a. Analisis varians (ANOVA) satu jalur. untuk mengetahui kondisi dari masing-masing variabel.8 2665.2 Kompetensi Pedagogik menurut kelas XI sangat rendah cukup tinggi sangat rendah tinggi 3567. Tanggapan Responden Terhadap Kompetensi Pedagogik Guru sangat rendah cukup sangat tinggi rendah tinggi 4037. menyatakan bahwa kompetensi guru mata pelajaran TIK kelas X tergolong cukup.6 1274 2038.8 Kompetensi kepribadian keseluruhan Dari keseluruhan responden menunjukkan bahwa kemampuan pribadi atau kompetensi pribadi yang dimiliki Guru TIK dinyatakan cukup.2 6540.4 Kompetensi Pedagogik keseluruhan Dari 292 responden.8 2801.1 Kompetensi Pedagogik menurut kelas X sangat rendah cukup tinggi sangat rendah tinggi 1372 2195.4 5768 4009 59.2 2801.4 1724. Nilai Skala (Nilai Interval).4 1812.4 2475. Untuk guru kelas XI tergolong cukup dengan persentase 53.2 3018.6 3136 2032 53.4 2802.6 3296 2015 48.6 3136 1791 42.8 1442 2307.14% Gambar 4.4 1812.34% Gambar 4.3.4 3841.10 Kompetensi sosial menurut kelas XI 4.23%. c. Korelasi.23% Gambar 4.6 11446. Sedangkan untuk kelas XII kompetensi guru TIK tergolong cukup dengan hasil perhitungan responden sebesar 10964 atau sebesar 55.40 %.2 784 1254.6 2038.8 1601.72% Gambar 4.6 4664.8 2665.06% Gambar 4.3 Kompetensi Pedagogik menurut kelas XII sangat rendah cukup tinggi sangat rendah tinggi 4088 6540. Kompetensi pedagogik berdasarkan pendapat responden dari ketiga jenjang kelas menyatakan bahwa kompetensi guru TIK berada pada tingkat yang cukup. Tanggapan Responden Terhadap Kompetensi Sosial Guru sangat sangat rendah cukup tinggi rendah tinggi 2307.2 784 1254. Tanggapan Responden Kepribadian Guru Terhadap Kompetensi sangat rendah cukup tinggi sangat rendah tinggi 824 1318.8 7941.

2 2665.8 3296 2430 64.sangat rendah cukup tinggi sangat rendah tinggi 728 1164.17 M otivasi kelas X sangat rendah cukup tinggi sangat rendah tinggi 2352 3763.8 9408 5869 49.13 Kompetensi Profesional menurut kelas X sangat rendah cukup sangat tinggi rendah tinggi 2159. d.8 7942.14 Kompetensi profesional menurut kelas XI sangat rendah cukup sangat tinggi rendah tinggi 2038.46% Gambar 4.2 7942.2 7425. kompetensi sosial yang dimiliki oleh guru TIK tergolong dalam rentang cukup.6 2038.12 Kompetensi sosial keseluruhan Berdasarkan pendapat responden.6 2184 3494. dan tertinggi kedua ada pada rentang 81-90.8 3136 2138 57.14% Gambar 4.6 7996.6 2475.2 9344 6625 61. atau dengan kata lain cukup baik.2 2912 1845 51. sesuai dengan pendapat responden yang merupakan peserta didik dari mata pelajaran TIK berada pada rentang cukup.4 728 1164.84% Gambar 4.21 dapat terlihat bahwa hasil belajar siswa pada umumnya berada pada rentang 71-80. e. f.4 2336 3737.4 4804.6 784 1254.2 2912 1699 44.2 28032 17609 50.8 8736 5281 47.2 5174.8 1601.6 19622.20 M otivasi keseluruhan Untuk motivasi peserta didik.6 5139.15 Kompetensi Profesional menurut kelas XII sangat rendah cukup sangat tinggi rendah tinggi 6540.57% Gambar 4.4 2475.2 2801.8 9888 6459 53.21 Grafik Nilai Siswa Dari gambar 4. sehingga dari gambar ini dapat ditafsirkan hasil pembelajaran merata sesuai dengan kurva normal dan 3 .4 6585.8 1601.8 15417.6 824 1318.76% Gambar 4.4 23827.20% Gambar 4.4 1812.16 Kompetensi Profesional keseluruhan Untuk kompetensi profesional yang dipersepsikankan oleh siswa secara keseluruhan siswa menilai bahwa kompetensi profesional yang dimiliki oleh sekolah yang bersangkutan dinyatakan tinggi.42% Gambar 4.6 8404.6 5139. Tanggapan Responden Terhadap Kompetensi Profesional Guru sangat rendah cukup sangat tinggi rendah tinggi 2307.4 6921.27% Gambar 4. Tanggapan Responden Terhadap M otivasi Belajar sangat rendah cukup tinggi sangat rendah tinggi 2472 3955.2 5438.4 1724.22% Gambar 4. Gambaran Umum M engenai Hasil Belajar Siswa Hasil Belajar siswa digambarkan dengan gambar berikut: 200 134 frekuensi 85 54 60 5 0 4423 33 10 3 8 4 1 41 0 0 3214 1 18 0 2 1 0 8 2 1 100 0 x xi xii rentang all Gambar 4.19 M otivasi kelas XII sangat cukup tinggi sangat rendah rendah tinggi 7008 11212.8 2336 3737.97% Gambar 4.11 Kompetensi Sosial menurut kelas XII sangat sangat rendah cukup tinggi rendah tinggi 6540.18 M otivasi kelas XI sangat rendah cukup sangat tinggi rendah tinggi 6115.4 9344 5505 45.

X2. kompetensi kepribadian. kompetensi sosial dan kompetensi profesional secara bersama-sama terhadap motivasi belajar. Dari tabel 4.1 Hasil Analisis SP SS untuk Regresi Linier Berganda Unstandardized Coefficients Model 1 (Constant) kompetensi pedagogik kompetensi kepribadian kompetensi sosial kompetensi profesional B 16.2 dapat dilihat bahwa nilai sig kurang dari 0. X1 X2 X3 X4 Y e1 Tabel 4. kompetensi sosial dan kompetensi profesional terhadap motivasi belajar siswa pada mata pelajaran TIK. kompetensi sosial. maka dinyatakan normal.143 t 3.588 a R Square . Hipotesis yang pertama. Ha : Ada pengaruh secara signifikan antara variabel kompetensi pedagogik. Tabel 4.000 .736 18532. Ha : Ada pengaruh secara signifikan antara variabel kompetensi pedagogik.972 .940 4.24 Digram Pencar 4 . kompetensi profesional dan motivasi belajar secara bersama-sama terhadap hasil belajar. Error of the Estimate 8.688 .335 .X4. kompetensi sosial.572 F Sig.843 Std.158 . 37.137 .X2. Uji Hipotesis untuk model pertama: Ho : Tidak ada pengaruh secara signifikan antara variabel kompetensi pedagogik.4% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak termasuk dalam model penelitian ini.119 .X3.490 5. ada dua hipotesis utama yang akan diujikan dalam penelitian ini.6% terhadap variabel dependen sedangkan 65.X3.3 Hasil Analisis Korelasi Ganda Model 1 R .000 a Z Gambar 4.043 . 1) Uji Normalisasi data. M odel Y: Y=f (X1.05 yang berarti bahwa Ho ditolak dan ada pengaruh secara signifikan antara variabel kompetensi pedagogik. kompetensi profesional dan motivasi terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran TIK.196 .Y) atau dengan kata lain Ada pengaruh yang signifikan antara kompetensi pedagogik.820 . kompetensi sosial dan kompetensi profesional secara bersama-sama terhadap motivasi belajar.036 pengaruh variabel independen secara serentak sebesar 34. g. kompetensi sosial. kompetensi profesional dan motivasi belajar secara bersama-sama terhadap hasil belajar.X4) atau dengan kata lain ada pengaruh yang signifikan antara kompetensi pedagogik. . kompetensi kepribadian.3 dapat dilihat hasilnya yaitu nilai R = 0.337 Std.23 Digram Pencar 2) Regresi Linier Berganda Tabel 4. dimana titik tersebar pada garis lurus.292 . Dari tabel 4.127 .934 64. kompetensi kepribadian.348 1.001 .137 28339. kompetensi kepribadian. Uji Hipotesis untuk model kedua: Ho : Tidak ada pengaruh secara signifikan antara variabel kompetensi pedagogik. maka dinyatakan normal. kompetensi kepribadian. kompetensi sosial dan kompetensi profesional secara bersama-sama terhadap motivasi belajar.2 Hasil Uji ANOVA Model 1 Regression Residual Total Sum of Squares 9807.22 Ilustrasi keterhubungan variabel e2 Dari ilustrasi di atas. Gambar 4.873 Df 287 291 Mean Square 4 2451.000 Gambar 4. dimana titik tersebar pada garis lurus. 1) Uji Normalisasi data.348 .885 Sig.setidaknya materi dapat diterima siswa dengan baik sampai lebih dari 50 % siswa.346 Adjusted R Square . kompetensi kepribadian. kompetensi kepribadian. M odel yang kedua adalah M odel Z: Z=f (X1. Hipotesis Penelitian Dari data di atas dapat dibuat persamaan regresi seperti berikut: Dari nilai sig didapat dilihat bahwa hanya kompetensi kepribadian dan kompetensi profesional yang secara parsial berpengaruh terhadap motivasi belajar dimana sig<5%.588 dapat diartikan bahwa hubungan antar variabel secara keseluruhan dinyatakan sedang. Error 5.

58090 Sehingga dari pernyataan Raymond dan Judih tersebut menunjukkan bahwa sekolah hanya bagian dari motivasi siswa dan guru merupakan bagian dari sekolah.210 Sig.017 Adjusted R Square . dimana pada proses ini terjadi interaksi antara guru dan anak didik dengan perantara bahan ajar. M uhamad surya yang dikutip dalam Sugiarti [5]: a.1 Kesimpulan Dari penelitian tersebut maka dapat dihasilkan beberapa kesimpulan : a. Selain itu jam terbang guru tersebut sekitar 3 sampai lebih dari 10 tahun.4 Hasil Analisis SP SS untuk Regresi Linier Berganda Unstandardized Coefficients Model 1 (Constant) kompetensi pedagogik kompetensi kepribadian kompetensi sosial kompetensi profesional motivasi belajar B 77. d.680 -. Suasana Evaluasi. Sehingga dari penelitian ini didapat bahwa pengaruh Guru TIK terhadap motivasi bisa dikatakan cukup dan terhadap hasil belajar dinyatakan pengaruhnya sangat kecil sekali. Error . kompetensi guru serta motivasi belajar berpengaruh sangat kecil dalam meningkatkan hasil belajar.011 1.07%. Bahan dan alat evaluasi. .162 t -.72%.738 .709 Dari tabel di atas persamaan regresinya adalah: Dari nilai sig tabel diatas. tidak ada satupun variabel independen yang memiliki nilai sig<5% sehingga secara parsial variabel dependen tersebut tidak berpengaruh terhadap hasil belajar. menurut Syaiful Bahri dan Aswan [7] mengungkapkan ada faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan belajar dari siswa diantaranya: a.20% b. Dari fakta yang didapatkan di tempat penelitian. dilihat dari aspek biologis.063 -1.136 .970 Sig. Anak Didik. faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi belajar. Guru. Untuk motivasi belajar. Sehingga patut dilakukan penelitian lanjutan untuk meneliti sejauh mana faktor lain selain kompetensi guru berpengaruh terhadap motivasi belajar siswa.129 a R Square . kompetensi kepribadian.701 21415.6 Hasil Analisis Korelasi Ganda Model 1 R . Kompetensi pedagogik yang dipersepsikan siswa yang ada di sekolah sampel tergolong pada rentang cukup atau sebesar 56. Dari dalam diri diantaranya kemauan untuk mencapai sesuatu sedangkan motivasi dari luar umumnya adalah lingkungan.050 . Banyak faktor lain di luar objek penelitian yang meningkatkan hasil belajar selain dari motivasi dan kompetensi guru. b.034 -. kompetensi sosial. Kompetensi profesional yang ada di sekolah sampel dipersepsikan siswa tergolong pada rentang tinggi atau sebesar 61. Jenis Kelamin b. Kompetensi sosial yang dipersepsikan siswa pada sekolah sampel tergolong pada rentang cukup atau sebesar 45.6). Akan tetapi jika dilihat dari tingkat keterhubungan antara variabel dependen dan independen hanya memiliki pengaruh sebesar 1. Inventaris interest Raymond dan Judith [6] mengungkapkan ada empat pengaruh utama dalam motivasi belajar seorang anak yaitu: a. b.000 . Keluarga.000 Std. Sekolah. c. d. Jika dianalogikan. Kesimpulan dan Saran 5.108 Std.089 5. intelektual serta psikologis termasuk lingkungan baik teman maupun keluarga. e. Error of the Estimate 8. guru melalui kompetensi yang dimilikinya belum mampu mempengaruhi hasil belajar siswa (meningkatkan hasil belajar). Untuk hasil belajar. c. Tujuan.5 Hasil Uji ANOVA Model 1 Regression Residual Total Sum of Squares 357.101 21058. f. asal usul motivasi bisa timbul dari dalam diri individu (motivasi intrinsik) dan dapat timbul dari luar diri siswa/motivasi ekstrinsik [4].002 . penelitian ini menunjukkan bahwa guru TIK mampu menarik simpati siswa untuk belajar sedangkan untuk meningkatkan hasil belajar (keterserapan materi). sebagai pedoman sekaligus sasaran yang akan dicapai dalam kegiatan belajar mengajar. Bagi guru yang belum memiliki kemampuan pedagogik sekolah menyediakan in house training. termasuk latar berlakang pendidikan.114 -. . sedangkan 98. M otivasi belajar pada mata pelajaran TIK didukung oleh kompetensi guru. Perkembangan fisik c.070 .991 .802 Df 5 286 291 Mean Square 71.3% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak termasuk dalam model penelitian ini (Tabel 4. c. meskipun hanya kompetensi kepribadian dan profesional saja yang terbukti secara parsial mempengaruhi motivasi belajar siswa.335 . Lingkungan e. Tabel 4. Kecerdasan d. kompetensi serta jam terbang. Diri anak itu sendiri 5 .834 .7 %. didapat sig>5% maka dapat dipastikan bahwa Ho diterima atau dengan kata lain tidak ada pengaruh secara signifikan antara variabel kompetensi pedagogik.094 . Selain itu.420 73. guru yang mengampu mata pelajaran TIK merupakan guru yang bukan berasal dari disiplin ilmu kependidikan untuk mata pelajaran TIK.632 F . kejujuran atau celah untuk ketidakjujuran.210 . 5. Kegiatan pengajaran. Tabel 4.174 .22%.436 a Dari tabel anova di atas. Kompetensi kepribadian yang dipersepsikan siswa pada sekolah sampel tergolong pada rentang cukup atau sebesar 53. Budaya.293 -. salah satu berasal dari kependidikan untuk bidang ilmu lainnya sedangkan yang lainnya merupakan lulusan dari bidang profesi cabang TIK atau Ilmu Komputer.489 14. Dalam kasus ini. kompetensi profesional dan motivasi belajar secara bersamasama terhadap hasil belajar.2) Regresi Linier Berganda Tabel 4.

Skripsi pada PLB FIP UPI: tidak diterbitkan. Syambasri. Psikologi Kependidikan.74 Tahun 2008 beberapa hal yang harus dimiliki oleh seorang guru diantaranya: a. Pikiran. (2005). dan Jaynes. Strategi Belajar M engajar. Kualifikasi Akademik b. [5] Sugiarti. 6. Disparitas Kompetensi Guru TIK M asih Tinggi. Kompetensi c. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. [7] Bahri. 7. Judith H.html. Hubungan antara kestabilan emosi dan motivasi belajar dengan prestasi belajar pada mata pelajaran PPKn siswa tunagrahita tingan di SPLB-C YPLB Bandung. [4] Usman. Serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional.6. Tersedia: http://bataviase. Saran 6. Syamsudin A. jika pada akhirnya hasilnya sama dengan penelitian yang penulis lakukan maka perlu diadakan penelitian lanjutan yang menunjukkan faktor lain yang berpengaruh terhadap motivasi dan hasil belajar selain kompetensi guru. Sehingga diharapkan penelitian selanjutnya dapat membuktikan bahwa kompetensi guru yang hanya didapatkan guru TIK di jenjang pendidikan keguruan dapat mempengaruhi motivasi dan hasil belajar siswa khususnya pada mata pelajaran TIK. (2006). (2010). Aswan. Ketika sebuah penelitian sudah dapat digeneralisir maka perbaikan atas pendidikanpun akan lebih fokus terhadap core masalah. [online]. Harat untuk Belajar: M embantu Anak-anak Termotivasi dan M encintai Belajar. Evaluasi Pendidikan Fisika. Sehat jasmani dan rohani e. Instansi pencetak guru harus memastikan agar mahasiswa yang dididiknya memiliki kemampuan diatas sehingga dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa. Uzer.id/detailberita-10581272. (2005). (2001). Referensi [1]Rakyat. Santi. Raymond J. Selain itu. [07 April 2010] [2]M akmun. Sertifikat Pendidik d. 2004. (1997). Jakarta:PT. Rineka Cipta 6 . Syaiful dan Zain. Remaja Rosdakarya [3]M unaf. Penulis berharap akan ada penelitian selanjutnya dengan menggunakan variabel yang sama dengan populasi yang lebih besar dari apa yang sudah diteliti sehingga hasil penelitian dapat digeneralisir lebih luas pula.co. [6] Wlodkowski. Bandung: PT. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. masyarakat lebih peduli mengenai pengaruh kompetensi guru TIK terhadap motivasi dan hasil belajar siswa. Bandung : Jurusan Pendidikan Fisika FPM IPA UPI Bandung: tidak diterbitkan.1 Bagi Instansi Pencetak Guru TIK Dalam PP No. M enjadi Guru Profesional (Edisi Kedua). M oh. yang pada akhirnya keberadaan guru benar-benar diperlukan dalam sebuah pembelajaran.2 Bagi Masyarakat Penulis percaya bahwa hal ini bisa ditelaah lebih dalam menjadi suatu hal yang berguna bagi khalayak ramai.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful